Daya Dorong Tebaran Dividen Interim AADI, SIDO, hingga TPIA ke Prospek Saham

Admin Ugems
3 من الدقائق قراءة - Tue Nov 11 07:00:00 GMT 2025

Bisnis.com, JAKARTA — Pengumuman pembagian dividen interim kembali ramai disampaikan oleh emiten pada awal November hingga menjelang pertengahan bulan ini, mulai dari TPIA hingga AADI. Aksi korporasi itu menjadi sentimen temporer yang memberikan suntikan tenaga ke pergerakan saham emiten royal dividen di lantai bursa.
Sederet emiten di pasar modal sudah mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. Teranyar, emiten batu bara afiliasi Garibaldi ‘Boy’ Thohir, PT adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) menetapkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 senilai US$250 juta atau setara lebih dari Rp3,9 triliun (asumsi kurs Rp15.600 per dolar AS).
Pembagian ini diambil dari laba bersih periode 9 bulan hingga 30 September 2025, berdasarkan keputusan direksi dan dewan komisaris perseroan pada 7 November 2025.
Dalam catatan Bisnis sebelumnya, AADI mencatatkan laba bersih sebesar US$587,3 juta atau setara Rp9,8 triliun sampai September 2025 (kurs Jisdor BI Rp16.692 per dolar AS 30 September 2025). Laba bersih AADI dalam 9 bulan 2025 tergerus hampir setengahnya, atau 45,35% secara tahunan dari US$1,07 miliar.

Turunnya laba bersih ini sejalan dengan pendapatan usaha AADI yang melemah 10,88% menjadi US$3,6 miliar sepanjang Januari-September 2025 dari sebelumnya sebesar Rp4,04 miliar.
“Langkah pembagian dividen interim ini menjadi sinyal kuat posisi kas adaro Andalan yang solid menjelang akhir tahun, di tengah fluktuasi harga batu bara global," tulis manajemen AADI dalam keterangan resminya, baru-baru ini.
AADI menjadwalkan recording date atau tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen pada 19 November 2025, dan pembayaran dilakukan pada 27 November 2025.

Sebelumnya, emiten afiliasi Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) bakal menebar diviiden interim tahun buku 2025 senilai Rp3,84 per saham.
Manajemen TPIA menyampaikan dividen interim itu berdasarkan pada Keputusan Edaran sebagai Pengganti dari Rapat Direksi Perseroan dan Keputusan Edaran sebagai Pengganti dari Rapat Dewan Komisaris Perseroan tertanggal 29 Oktober 2025.
"Perseroan memutuskan untuk melakukan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025, yang berasal dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2025 sebesar Rp3,8427 per saham kepada para pemegang saham perseroan," paparnya dalam pengumuman, Jumat (31/10/2025).
Lebih terperinci, General Manager of Legal & Corporate Secretary TPIA Erri Dewi Riani melaporkan dividen interim TPIA itu setara dengan US$0,00023 per saham atau senilai total US$20 juta. Dengan asumsi kurs dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025 sebesar Rp16.129 per dolar AS, total dividen interim TPIA setara dengan Rp322,58 miliar.
Sebagai informasi, TPIA mengantongi laba bersih tahun berjalan sebesar US$1,6 miliar pada semester I/2025. Sementara itu, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat sebesar US$1,27 miliar. Raihan ini membalik rugi bersih sebesar US$47,46 juta pada semester I/2024.
Adapun, laba per saham TPIA per 30 Juni 2025 tercatat sebesar US$0,0179. Dengan asumsi kurs dalam laporan keuangan sebesar Rp16.129 per dolar AS, laba per saham TPIA itu setara dengan Rp288,7.

Pada pekan ini, sejumlah emiten menetapkan jadwal cum dividen. Perlu diketahui, cum date atau tanggal cum dividen merupakan tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak untuk mendapatkan dividen perusahaan yang telah diumumkan. Untuk bisa mendapat dividen, maka investor perlu membeli saham tersebut sebelum atau pada tanggal cum dividen.
Sementara itu, ex date atau tanggal ex dividen merupakan hari pertama saat pemegang saham tidak berhak lagi mendapatkan dividen dari suatu perusahaan. Tanggal ex dividen dijadwalkan satu hari kerja setelah tanggal cum dividen.
Pada awal pekan ini atau Senin (10/11/2025), ada empat emiten yang menjadwalkan cum dividen, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO), PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) dan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG).
Emiten produsen Tolak Angin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) bakal membagikan dividen interim tunai sebesar Rp22 per saham untuk tahun buku 2025 periode 1 Januari–30 September 2025. Dengan modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 30 miliar saham, artinya SIDO bakal menggelontorkan dana senilai sekitar Rp660 miliar untuk pembagian dividen kali ini.
Sementara itu, pada Selasa (11/11/2025), hanya 1 emiten yang akan menjadwalkan cum dividen. Emiten tersebut adalah PT Avia Avian Tbk. (AVIA). AVIA memutuskan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp11 per saham atau senilai total Rp600 miliar.
Andreas Hadikrisno, Kepala Hubungan Investor Avian Brands, menjabarkan pembagian dividen interim ini mencerminkan komitmen AVIA dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada para pemegang saham, sejalan dengan kinerja keuangan perseroan yang tetap tangguh meskipun dihadapkan dengan tantangan pasar.
“Keputusan distribusi dividen tentunya telah mempertimbangkan anggaran kebutuhan modal kerja, anggaran untuk program share buyback, anggaran belanja modal [rutin maupun ekspansi], serta kebutuhan pengembangan usaha dan hal terkait lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (3/11/2025).

Selanjutnya, pada Rabu (12/11/2025), sebanyak 2 emiten akan menjadwalkan cum dividen. Emiten tersebut adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) dan PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR).
Adapun, pada Kamis (13/11/2025) ada 3 emiten yang menjadwalkan cum dividen, yakni PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA), PT Prima Globalindo Logistik Tbk. (PPGL) dan PT Tera Data Indonusa Tbk. (AXIO).
Emiten transportasi dan logistik Grup Triputra (ASSA) memutuskan dividen interim sebesar Rp20 per saham setelah meraih laba bersih Rp348,59 miliar per kuartal III/2025.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai ini merupakan waktu tepat untuk akumulasi saham-saham yang atraktif bagi-bagi dividen, apalagi memasuki momentum dividen interim.
Di sisi lain, Head of Research PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata mengatakan investor khawatir terjadinya penurunan dividend per share. Meski demikian, Liza menilai investasi saham dengan dividend theme tetap menarik.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Wilastita Muthia Sofi menyampaikan kuartal IV/2025 juga menjadi momentum yang tepat untuk menambah eksposur di sektor pertambangan batu bara sejalan dengan faktor musiman negara empat musim meningkatkan stok jelang musim dingin.
Di sektor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memilih saham AADI yang dinilai memiliki rekam jejak operasional yang kuat. Saham adaro itu mendapat rekomendasi beli dengan target harga Rp9.850 per saham.
Analis NH Korindo Sekuritas Ezaridho Ibnutama tetap merekomendasikan beli saham SIDO dengan target harga saham Rp700.
"Kami juga menyukai saham ini karena pembayaran dividennya yang konsisten setiap tahun pada DPR [dividend payout ratio] 97%-100%," ujarnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

تعليقات الصفحة