Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (27/3/2026). Meskipun begitu, sejumlah saham seperti MEDC, BUMI, hingga admr masih bertenaga pada pembukaan perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka melemah 0,72% ke posisi 491,22. Dari 27 konstituen, sebanyak 7 saham menguat, 15 melemah, dan 5 saham stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang naik 1,37% ke Rp1.855, diikuti saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 0,93% ke Rp216, dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (admr) yang naik 0,77% ke Rp1.960.
Selain itu, penguatan juga dialami oleh saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang naik 0,50% ke Rp1.000, saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) naik 0,33% ke Rpp1.535, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 0,29% ke Rp3.440, dan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 0,21% ke Rp4.850.
Sebaliknya, kinerja lesu dialami oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang turun 2,81% ke Rp2.420, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) melemah 2,05% ke Rp1.430, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) melemah 1,77% ke Rp1.110, dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) melemah 1,73% ke Rp1.135.
Kinerja lesu juga dialami oleh PT Astra International Tbk. (ASII) yang turun 1,60% ke Rp6.150, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 1,26% ke Rp3.130, PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) melemah 1,20% ke Rp1.235, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 1,09% ke Rp6.800.
Pelemahan juga turut dialami oleh PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang turun 1,02% ke Rp975, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 1,00% ke Rp3.960, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) melemah 0,93% ke Rp2.120, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) melemah 0,75% ke Rp9.875.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, menilai pergerakkan indeks pada perdagangan hari ini masih akan dipengaruhi oleh ketegangan yang memuncak di Iran. Hal itu membuat harga migas mengalami kenaikan dan mendorong investor asing memindahkan asetnya ke instrumen safe haven. Hal itu tampak pada perdagangan Kamis (26/3/2026) dengan IHSG terkoreksi 1,89% ke posisi 7.164. Torehan net foreign sell sebesar Rp1,93 triliun dinilai disebabkan oleh aksi profit taking investor di tengah ketidakpastian geopolitik, terutama mengenai negosiasi gencatan senjata AS–Iran yang belum menunjukkan titik terang. "Dari sisi teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dalam jangka pendek dengan rentang support 7.100 dan resistance 7.300–7.340. Sentimen eksternal, termasuk kenaikan harga energi seperti minyak dan gas serta tekanan jual investor asing, masih menjadi faktor utama yang menahan potensi penguatan indeks," kata Reza dalam riset hariannya, Jumat (27/3/2026).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Source https://www.bisnis.com