<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-05-07T11:44:56Z</updated>
  <dc:date>2026-05-07T11:44:56Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Skema Bagi Hasil Tambang Mau Diubah Mirip Migas, Pengusaha Buka Suara</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5309136" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5309136</id>
    <updated>2026-05-07T07:00:13Z</updated>
    <published>2026-05-07T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah mengkaji penerapan sistem
  bagi hasil seperti di sektor minyak dan gas bumi (migas) untuk
  industri pertambangan mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (minerba). Hal
  ini dilakukan agar pengelolaan sumber daya alam dinilai bisa
  memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan kesejahteraan
  masyarakat.&lt;br /&gt;Menanggapi wacana tersebut, Ketua Indonesian Mining
  &amp;amp; Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo menilai sektor minerba
  memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan industri
  migas, sehingga penerapan skema serupa perlu dikaji secara
  hati-hati.&lt;br /&gt;&amp;quot;Detail kebijakan seperti apa saya belum tahu.
  Namun jelas, industri pertambangan minerba berbeda dengan minyak bumi.
  Dulu malah memang pernah bagi hasil, royalti dalam bentuk in-kind
  namun melalui Keppres 76/1996 dirubah menjadi on cash,&amp;quot; kata
  Singgih kepada CNBC Indonesia, Rabu (7/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menurut dia, perbedaan mendasar terlihat dari sistem
  perizinan   di sektor minerba yang jauh lebih beragam dibanding migas.
  Ia   menjelaskan, izin usaha pertambangan dimiliki mulai dari level
  kecil   seperti IPR hingga IUPK.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kalau disamakan minyak
  apalagi ada   cost revovery, bagaimana pengawasan dengan pelaku
  sejumlah 946 ijin,   ini pun baru batubara saja, belum mineral,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;Di   samping itu, ia juga menyoroti karakteristik
  komoditas minerba yang   sangat beragam. Untuk &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt;, misalnya,
  terdapat berbagai kualitas dengan pola pasar   yang berbeda-beda.
  Sementara mineral memiliki ratusan jenis dengan   pola pengolahan yang
  juga berbeda, terlebih pemerintah tidak lagi   mengizinkan ekspor
  bahan mentah.&lt;br /&gt;&amp;quot;Saya lebih melihat tujuan   Pemerintah lebih
  untuk memperbesar pendapatan negara, di tengah   kondisi keuangan saat
  ini. Namun di tengah situasi ekonomi global saat   ini, semestinya
  tidak perlu terburu-buru,&amp;quot; kata Singgih.&lt;br /&gt;Ia   lantas
  mengingatkan bahwa Indonesia sejatinya bukan pemilik sumber   daya
  minerba terbesar di dunia, sehingga kepastian regulasi menjadi
  faktor penting bagi investor baru. Menurutnya, pelaku usaha akan tetap
  membandingkan daya tarik investasi Indonesia dengan negara
  lain.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita bukan pemilik resources terbesar dunia juga
  untuk minerba, sehingga untuk kepastian bagini investor (baru) perlu
  membandingkan dengan negara lain. Menjadi bumerang dan tidak tinggal
  lihat detail draft kebijakan terlebih dahulu,&amp;quot; ujar
  Singgih.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan pemerintah ingin memastikan bahwa
  baik tambang lama maupun baru dapat memberikan kontribusi maksimal
  terhadap pendapatan negara. Salah satu pendekatan yang dipertimbangkan
  adalah mengadopsi pola kerja sama seperti di sektor
  migas.&lt;br /&gt;Adapun, di sektor migas setidaknya terdapat skema cost
  recovery dan gross split yang digunakan dalam kontrak kerja sama
  antara pemerintah dan pihak swasta. Model ini dinilai dapat menjadi
  referensi untuk diterapkan di sektor minerba.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan ini kita
  akan memakai contoh seperti pembagian hasil daripada pengelolaan migas
  kita. Migas kita itu kan ada cost recovery, ada gross split, mungkin
  pola-pola itu yang akan coba kita exercise untuk kita bangun untuk
  bisa melakukan kerjasama dengan pihak swasta,&amp;quot;
  katanya.&lt;br /&gt;Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa skema konsesi
  tidak akan dihapus. Pemerintah tetap mempertahankan sistem tersebut,
  namun dengan penyesuaian agar porsi pendapatan negara bisa lebih besar
  dan lebih seimbang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tetap konsesi, tetapi kita akan
  mengoptimalkan untuk pendapatan agar seimbanglah dengan negara, dan
  negara harusnya kan mendapatkan porsi yang lebih besar,&amp;quot; ujar
  Bahlil.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260507102419-4-733009/skema-bagi-hasil-tambang-mau-diubah-mirip-migas-pengusaha-buka-suara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-07T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Sedang Digencarkan Bahlil, Apa itu CNG dan Apa Bedanya dengan LPG?</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5309107" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5309107</id>
    <updated>2026-05-07T07:00:10Z</updated>
    <published>2026-05-07T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia sedang mengupayakan energi alternatif sebagai
  pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG). Energi itu adalah Compressed
  Natural Gas (CNG).&lt;br /&gt;Sekarang, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; sedang
  melakukan uji coba pengembangan CNG dalam bentuk 3 Kilogram (kg) dan
  implementasinya akan dijalankan pada tahun 2026 ini juga. Rencananya,
  CNG 3 kg akan diutamakan untuk diterapkan terutama di kota-kota besar
  di Pulau Jawa terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Pemerintah terlihat lebih serius
  dalam menggarap proyek CNG untuk menekan jumlah impor LPG 3 kg yang
  terhitung menjadi beban bagi anggaran negara dari tahun ke tahun. CNG
  itu sendiri dinilai lebih hemat lantaran Indonesia memiliki sumber gas
  bumi sebagai basis dari CNG.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;CNG ini untuk 3 kg,
  masih kita melakukan exercise dan uji   coba terhadap tabungnya. CNG
  ini diharapkan dalam rangka mencari salah   satu alternatif terhadap
  substitusi impor kita yang besar,&amp;quot; kata   Bahlil usai cara
  pelantikan di &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;, dikutip   Kamis (7/5/2026).&lt;br /&gt;Sebenarnya pemanfaatan
  CNG sebagai pengganti   LPG sudah diterapkan di dalam negeri, namun
  dalam bentuk tabung 12-20   kg untuk sektor hotel, restoran, dan kafe
  (horeka). Penggunaannya pun   dinilai cukup efisien.&lt;br /&gt;Dengan
  begitu, pemerintah kini tengah   mengembangkan teknologi tabung CNG
  ukuran 3 kg agar lebih sesuai   digunakan masyarakat rumah
  tangga.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tapi kan untuk CNG ini,   untuk yang 12 kg, yang 20
  kg itu sudah jalan, untuk dipakai di hotel   dan restoran. Dan
  kemudian bagus, dan itu lebih efisien. Tapi kan   rakyat kan enggak
  mungkin kita suruh yang berat-berat itu, 20 kg. Nah,   ini yang kita
  lagi godok,&amp;quot; kata Bahlil.&lt;br /&gt;Keuntungan   CNG&lt;br /&gt;Asosiasi
  Perusahaan Liquefied &amp;amp; Compressed Natural Gas   Indonesia
  (APLCNGI) sempat membeberkan sejumlah keunggulan penggunaan   CNG
  sebagai alternatif pengganti LPG untuk kebutuhan
  masyarakat.&lt;br /&gt;Ketua APLCNGI Dian Kuncoro menjelaskan bahwa
  Indonesia saat ini memiliki cadangan gas bumi yang jauh lebih melimpah
  dibandingkan dengan cadangan minyak bumi. Menurutnya, CNG menawarkan
  fleksibilitas distribusi karena mampu menjangkau wilayah-wilayah
  terpencil yang sulit ditembus oleh jaringan pipa gas
  konvensional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bicara bagaimana pemanfaatan gas bumi ini
  untuk rumah tangga salah satu yang efektif dan efisien yang sudah ada
  itu memang melalui klaster pipa. Dan itu bisa melayani untuk
  wilayah-wilayah yang jauh dari pipa,&amp;quot; ujarnya dalam acara diskusi
  oleh ASPEBINDO, dikutip Kamis (7/5/2026).&lt;br /&gt;Di samping itu,
  keunggulan lain dari sisi teknologi penyimpanan gas mulai beralih
  menggunakan material komposit atau karbon. Inovasi tabung CNG memiliki
  bobot yang jauh lebih ringan dan daya tahan yang lebih kuat
  dibandingkan dengan tabung besi Tipe 1 yang selama ini digunakan dalam
  industri gas.&lt;br /&gt;Penggunaan CNG untuk sektor rumah tangga juga dapat
  dilakukan melalui model klasterisasi pipa yang sudah diimplementasikan
  di beberapa wilayah seperti Yogyakarta dan Sleman. Skema itu
  memungkinkan masyarakat menikmati aliran gas tanpa harus bergantung
  sepenuhnya pada ketersediaan infrastruktur pipa transmisi
  nasional.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, penggunaan CNG juga memiliki keuntungan
  dari sisi keekonomian bisnis yang lebih stabil.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Perbedaan CNG dan LPG&lt;br /&gt;APLCNGI mencatat, terdapat berbagai
  perbedaan antara LPG dan CNG, berikut rangkumannya:&lt;br /&gt;LPG&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Komposisi utama: Campuran gas Propana (C3H8) dan Butana
  (C4H10)&lt;br /&gt;Bentuk Penyimpanan: Disimpan dalam bentuk cair dengan
  tekanan rendah.&lt;br /&gt;Wadah Penyimpanan: Menggunakan tabung gas
  konvensional ukuran 3 kg, 12 kg, dan 50 kg.&lt;br /&gt;Penggunaan Utama:
  Fokus pada konsumsi rumah tangga, restoran, dan industri
  kecil.&lt;br /&gt;Kelebihan: Sangat praktis karena mudah didistribusikan dan
  digunakan oleh masyarakat luas.&lt;br /&gt;Kekurangan: Memiliki tingkat
  emisi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan gas alam.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;CNG&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Komposisi utama: Metana (CH4)&lt;br /&gt;Bentuk
  Penyimpanan: Tetap   dalam bentuk gas yang dimampatkan dengan tekanan
  sangat tinggi   (200-250 bar).&lt;br /&gt;Wadah Penyimpanan: Menggunakan
  tabung silinder   khusus (untuk menahan tekanan
  tinggi).&lt;br /&gt;Penggunaan Utama: Saat ini   lebih banyak digunakan
  untuk transportasi (bus, mobil), industri, dan   pembangkit listrik
  kecil.&lt;br /&gt;Kelebihan: Lebih ramah lingkungan   (emisi rendah) dan
  secara biaya lebih hemat.&lt;br /&gt;Kekurangan:   Distribusinya masih
  terbatas karena kendala teknis pada penyimpanan   tekanan
  tinggi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260507082028-4-732951/sedang-digencarkan-bahlil-apa-itu-cng-dan-apa-bedanya-dengan-lpg"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-07T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Lantik 19 Pejabat Baru ESDM, Bahlil Ingatkan Jangan Obral Izin Tambang</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5309047" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5309047</id>
    <updated>2026-05-07T01:00:25Z</updated>
    <published>2026-05-07T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik 19 Pejabat Tinggi Pratama di
  lingkungan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; pada Rabu (6/5/2026). Dalam sambutannya, Bahlil menekankan
  perihal peningkatan peran negara dalam pemanfaatan sumber daya alam
  agar meningkatkan penerimaan negara.&lt;br /&gt;Pihaknya pun saat ini
  dituntut untuk meningkatkan peran negara dalam pemanfaatan sumber daya
  alam, sesuai dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pada
  pelantikannya di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  dia menginstruksikan para jajarannya agar tidak hanya terpaku pada
  urusan administratif perizinan. Melainkan, harus mampu mengeksekusi
  program prioritas Presiden Prabowo Subianto.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Di
  Kementerian kita ini sebenarnya tidak hanya kita   berbicara tentang
  menerbitkan izin, tapi juga kita harus mampu   menerjemahkan
  kebijakan-kebijakan yang bisa diimplementasikan sesuai   dengan apa
  yang diarahkan dan apa yang menjadi program Bapak   presiden,&amp;quot;
  ujarnya saat memberikan arahan, di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  Rabu (6/5/2026).&lt;br /&gt;Pemerintah saat ini tengah menyusun regulasi
  baru terkait pengelolaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang lebih
  memprioritaskan kepentingan nasional. Bahlil menegaskan bahwa ke depan
  tidak boleh lagi ada praktik &amp;quot;obral&amp;quot; izin pertambangan yang
  tidak memberikan manfaat maksimal bagi keuangan negara.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ke
  depan untuk pengelolaan IUP yang akan ke depan, itu akan kepentingan
  negara yang lebih besar. Sudah saya dapat arahan dari Bapak Presiden
  dan sekarang aturannya lagi dibuat. Jadi tidak boleh lagi kita obral,
  semuanya harus betul-betul bermanfaat dan hasilnya dioptimalkan untuk
  lebih besar kepada negara,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Meski mendorong
  kontribusi lebih besar ke negara, pemerintah memastikan tetap menjaga
  iklim investasi dengan mengayomi para pelaku usaha di sektor energi.
  Sinergi antara pemerintah dan badan usaha dipandang tetap krusial guna
  mengejar target peningkatan produksi minyak dan gas bumi
  nasional.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Tetapi kita harus juga mengayomi
  pengusaha,&amp;quot;   tandasnya.&lt;br /&gt;Adapun data pejabat yang dilantik
  adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dr. Erick Hutrindo, S.T., M.T.
  menjadi Kepala Pusat Data dan   Teknologi Informasi Energi dan Sumber
  Daya Mineral.&lt;br /&gt;Rakhmawati,   S.T. menjadi Kepala Pusat Pengelolaan
  Barang Milik Negara.&lt;br /&gt;Joko   Hadi Wibowo, S.T., M.T. menjadi
  Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak   dan Gas Bumi.&lt;br /&gt;Totoh Abdul
  Fatah, S.Si., M.A.P. menjadi Sekretaris   Direktorat Jenderal Mineral
  dan Batubara.&lt;br /&gt;Dr. Asep Kurnia   Permana, S.T., M.Sc. menjadi
  Direktur Pembinaan Pengusahaan   Batubara.&lt;br /&gt;Dr. Ir. Hendra
  Iswahyudi, M.Si. menjadi Direktur   Penerimaan Mineral dan
  Batubara.&lt;br /&gt;Dr. Priatin Hadi Wijaya, S.T.,   M.T. menjadi Direktur
  Panas Bumi.&lt;br /&gt;Noor Arifin Muhammad, S.T.,   M.SIE. menjadi Direktur
  Bioenergi.&lt;br /&gt;Gigih Udi Atmo, S.T., M.EPM.,   Ph.D. menjadi Direktur
  Konservasi Energi.&lt;br /&gt;Tony Susandy, S.T.,   M.B.A. menjadi Direktur
  Energi Terbarukan.&lt;br /&gt;Ryllo Ashuri Panay,   AP., M.M. menjadi
  Direktur Penanganan Aset Barang Bukti.&lt;br /&gt;Ir.   Yunus Saefulhak,
  M.M., M.T. menjadi Inspektur II.&lt;br /&gt;Dr. Siti   Sumilah Rita
  Susilawati, S.T., M.Sc. menjadi Kepala Pusat Vulkanologi   dan
  Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).&lt;br /&gt;Surya Herjuna, S.Hut.,   M.Si.
  menjadi Kepala Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi
  Kelautan.&lt;br /&gt;Ir. Edi Wibowo, M.T. menjadi Kepala Pusat Pengembangan
  Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan
  Konservasi Energi.&lt;br /&gt;Bayu Nugroho, S.T., M.B.A. menjadi Kepala
  Pusat Pengembangan SDM Geologi, Mineral, dan Batubara.&lt;br /&gt;Sumartono,
  S.H., S.E., M.T., M.H. menjadi Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi
  dan Persidangan.&lt;br /&gt;Chrisnawan Anditya, S.T., M.T. menjadi Direktur
  Bahan Bakar Minyak.&lt;br /&gt;Ir. Surya Widyantoro, S.T., M.T. menjadi
  Deputi Eksploitasi SKK Migas.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wur)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260506181514-4-732876/lantik-19-pejabat-baru-esdm-bahlil-ingatkan-jangan-obral-izin-tambang"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-07T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kuota Bijih Nikel Weda Bay Habis di Mei 2026, Ini Kata ESDM</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5309018" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5309018</id>
    <updated>2026-05-07T01:00:23Z</updated>
    <published>2026-05-07T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) buka suara terkait kuota produksi bijih nikel PT Weda Bay
  Nickel yang diperkirakan akan habis pada pertengahan Mei 2026
  ini.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba)
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Tri
  Winarno menyebut bahwa pemerintah mendorong perusahaan untuk
  memaksimalkan sisa kuota yang tersedia.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sebetulnya kita
  upayakan supaya optimalisasi dengan produksi yang sudah ada supaya
  tidak over. Nah jadi coba dioptimalkan dulu, kira-kira gitu lah,&amp;quot;
  ungkapnya saat ditemui di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  Rabu (6/5/2026).&lt;br /&gt;Tri menilai perusahaan pertambangan harus lebih
  cermat dalam mengatur ritme penambangan bijih nikel sesuai dengan
  kapasitas yang sudah diberikan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;Sebelumnya, PT
  Weda Bay Nickel (WBN) melalui perusahaan induknya yakni Eramet
  Indonesia menyebutkan produksi nikel perusahaan di Maluku Utara hanya
  bertahan hingga pertengahan Mei 2026 ini.&lt;br /&gt;Sambil mengajukan
  revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, perusahaan untuk
  tahun ini, aktivitas tambang akan berhenti sementara dan melakukan
  pemeliharaan dan perawatan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Permohonan revisi kenaikan izin
  saat ini sedang diajukan oleh PT Weda Bay Nickel (PT WBN), menyusul
  persetujuan RKAB awal yang dibatasi sebesar 12 Mwmt bijih nikel untuk
  tahun 2026, di mana produksi akan tercapai pada pertengahan Mei;
  tambang sedang bersiap untuk ditempatkan pada Care and Maintenance
  pada bulan Mei, menunggu revisi ini,&amp;quot; tulis manajemen dalam
  laporan resmi Eramet, dikutip Selasa (28/4/2026).&lt;br /&gt;CEO Eramet
  Group Christel Bories menjelaskan saat ini perusahaan tengah
  mengajukan permohonan revisi kenaikan kuota produksi kepada
  pemerintah. Pihaknya menunggu keputusan resmi terkait tambahan volume
  produksi agar aktivitas tambang nikel tersebut dapat berlanjut hingga
  akhir tahun.&lt;br /&gt;Perusahaan mencatat, hingga pertengahan April 2026,
  target penjualan bijih nikel ke pihak eksternal yang dibatasi sebesar
  9 Mwmt sudah tercapai sepenuhnya. Saat ini, sisa kuota produksi yang
  masih tersedia dialokasikan secara terbatas hanya untuk menjamin
  keberlangsungan pasokan bahan baku pada pabrik pengolahan Nickel Pig
  Iron (NPI) milik perusahaan patungan tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kuartal
  pertama ini mengonfirmasi kemampuan Grup untuk beradaptasi dan
  memobilisasi guna memenuhi target, terlepas dari ketidakpastian,&amp;quot;
  ujar Bories.&lt;br /&gt;Di sisi lain, raksasa tambang asal Prancis tersebut
  melaporkan kinerja operasional meningkat secara global dengan
  pertumbuhan pendapatan sebesar 13% pada kuartal I-2026 dibandingkan
  periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didorong oleh
  peningkatan volume penjualan bijih nikel sebesar 54% dan bijih mangan
  sebesar 10%.&lt;br /&gt;Sepanjang tahun 2026, grup juga tetap fokus pada
  peningkatan produksi litium di Argentina yang kapasitasnya telah
  mencapai rata-rata 80% pada Maret lalu. Perusahaan optimistis dapat
  mengatasi tantangan operasional dan regulasi di berbagai wilayah kerja
  dengan memanfaatkan aset pertambangan yang dimiliki guna menjaga
  stabilitas kinerja keuangan jangka panjang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260506164944-4-732844/kuota-bijih-nikel-weda-bay-habis-di-mei-2026-ini-kata-esdm"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-07T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pemerintah Kaji Perubahan Skema Kontrak Tambang, Bakal Tiru Migas?</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308989" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308989</id>
    <updated>2026-05-07T01:00:21Z</updated>
    <published>2026-05-07T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) tengah mengkaji penerapan skema bagi hasil di industri hulu
  minyak dan gas bumi (migas) pada sektor pertambangan mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  (minerba).&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (Dirjen Minerba)
  Kementerian ESDM Tri Winarno menyebutkan pihaknya sedang melakukan
  kajian mengenai wacana perubahan skema perjanjian pada sektor
  pertambangan. &lt;br /&gt;Namun, dia mengaku, hal ini belum bisa dipaparkan
  lebih lanjut karena masih proses kajian di internal.&lt;br /&gt;&amp;quot;Lagi
  dalam kajian, masa dalam kajian sudah dianukan, nanti populer,&amp;quot;
  ucapnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu
  (6/5/2026).&lt;br /&gt;Pemerintah menegaskan bahwa detail mengenai mekanisme
  pembagian hasil tersebut belum mencapai tahap final. Pihaknya berupaya
  agar setiap perubahan regulasi tetap memberikan kepastian hukum dan
  daya tarik investasi bagi para kontraktor tambang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Belum.
  Belum. Masih dalam (kajian),&amp;quot; lanjut Tri.&lt;br /&gt;Selain itu,
  pemerintah juga tengah mengevaluasi aspek perpajakan guna memastikan
  kontribusi sektor minerba terhadap penerimaan negara.&lt;br /&gt;Sebelumnya,
  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
  mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji penerapan skema bagi hasil
  seperti di industri hulu minyak dan gas bumi (migas) diberlakukan juga
  untuk industri pertambangan mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  (minerba).&lt;br /&gt;Hal tersebut ia sampaikan usai bertemu dengan Presiden
  Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Negara, Selasa
  (5/4/2026).&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu, salah satu fokus utama
  pembahasan adalah penataan ulang sektor pertambangan
  nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita membahas tentang penataan tambang ke depan
  yang harus dimiliki oleh sebagian besar kepemilikannya oleh negara.
  Dan itu terkait dengan implementasi daripada Pasal 33 (UUD
  1945),&amp;quot; ungkap Bahlil di Istana Negara, Selasa
  (5/5/2026).&lt;br /&gt;Menurut Bahlil, pemerintah ingin memastikan
  pengelolaan sumber daya alam, baik tambang lama maupun baru, dapat
  memberikan kontribusi maksimal bagi penerimaan
  negara.&lt;br /&gt;Setidaknya, salah satu opsi yang sedang dikaji adalah
  mengadopsi pola kerja sama seperti yang diberlakukan di sektor hulu
  migas pada sektor pertambangan.&lt;br /&gt;Perlu diketahui, dalam dunia hulu
  migas, terdapat dua skema kontrak kerja sama, yaitu Kontrak Bagi Hasil
  (Production Sharing Contract/ PSC) Cost Recovery dan PSC Gross
  Split.&lt;br /&gt;Kedua jenis kontrak ini merupakan bentuk kerja sama antara
  pemerintah melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
  Migas (SKK Migas) dan investor.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260506155356-4-732816/pemerintah-kaji-perubahan-skema-kontrak-tambang-bakal-tiru-migas"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-07T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Mau Ubah Skema Bagi Hasil Tambang Seperti Migas, Ini Tujuannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308960" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308960</id>
    <updated>2026-05-07T01:00:19Z</updated>
    <published>2026-05-07T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji
  penerapan skema bagi hasil baru untuk sektor pertambangan seperti
  sektor minyak dan gas bumi (migas).&lt;br /&gt;Menurut dia, kajian tersebut
  dilakukan agar pengelolaan sumber daya alam dapat memberikan manfaat
  yang lebih besar bagi negara dan kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita
  lagi melakukan exercise ya. Karena Pasal 33 kembali lagi, bahwa
  seluruh kekayaan di bumi di Indonesia, darat, laut, dan semuanya, itu
  kan dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk
  kesejahteraan rakyat,&amp;quot; kata Bahlil ditemui usai pelantikan di
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  Rabu (6/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Meski demikian,
  Bahlil belum membeberkan secara rinci formula   skema bagi hasil yang
  tengah disiapkan pemerintah. Saat ini, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; masih
  melakukan pengkajian mendalam terkait skema
  tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Formulasinya seperti apa, kita lagi melakukan
  exercise. Nanti kalau sudah selesai, saya akan laporkan,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Bahlil menjelaskan pemerintah ingin
  memastikan bahwa baik tambang lama maupun baru dapat memberikan
  kontribusi maksimal terhadap pendapatan negara. Salah satu pendekatan
  yang dipertimbangkan adalah mengadopsi pola kerja sama seperti di
  sektor migas.&lt;br /&gt;Adapun, di sektor migas setidaknya terdapat skema
  cost recovery dan gross split yang digunakan dalam kontrak kerja sama
  antara pemerintah dan pihak swasta. Model ini dinilai dapat menjadi
  referensi untuk diterapkan di sektor minerba.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan ini kita
  akan memakai contoh seperti pembagian hasil daripada pengelolaan migas
  kita. Migas kita itu kan ada cost recovery, ada gross split, mungkin
  pola-pola itu yang akan coba kita exercise untuk kita bangun untuk
  bisa melakukan kerjasama dengan pihak swasta,&amp;quot;
  katanya.&lt;br /&gt;Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa skema konsesi
  tidak akan dihapus. Pemerintah tetap mempertahankan sistem tersebut,
  namun dengan penyesuaian agar porsi pendapatan negara bisa lebih besar
  dan lebih seimbang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tetap konsesi, tetapi kita akan
  mengoptimalkan untuk pendapatan agar seimbanglah dengan negara, dan
  negara harusnya kan mendapatkan porsi yang lebih besar,&amp;quot; ujar
  Bahlil.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260506154222-4-732800/bahlil-mau-ubah-skema-bagi-hasil-tambang-seperti-migas-ini-tujuannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-07T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pertama di Dunia! RI Siapkan Tabung Gas Serat Fiber 3 Kg Pengganti LPG</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308931" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308931</id>
    <updated>2026-05-07T01:00:17Z</updated>
    <published>2026-05-07T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) tengah berupaya mempercepat implementasi penyaluran gas alam
  terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) sebagai &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;energi alternatif&lt;/span&gt; pengganti
  Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi tabung 3 kilo gram
  (kg).&lt;br /&gt;Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menyiapkan
  inovasi teknologi tabung gas berbahan serat fiber atau komposit Tipe
  4.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode
  Sulaeman menjelaskan, pengembangan tabung gas jenis komposit untuk
  ukuran kecil merupakan terobosan baru di dunia. Pemerintah saat ini
  sedang fokus merampungkan proses paten, serta standardisasi agar
  tabung tersebut siap dan aman digunakan oleh
  masyarakat.&lt;br /&gt;Pemerintah mengevaluasi bahwa tabung konvensional
  atau Tipe 1 yang dipakai saat ini memiliki keterbatasan dari sisi
  berat beban operasional. Inovasi ke material fiber tersebut diharapkan
  bisa mempermudah distribusi gas ke konsumen.&lt;br /&gt;Inovasi tersebut
  juga dinilai bisa meningkatkan keamanan karena karakteristik
  materialnya mampu menahan tekanan tinggi dengan lebih
  stabil.&lt;br /&gt;&amp;quot;Penelitian untuk kita menggunakan CNG ini sudah
  cukup lama dan ada dua komponen penting di bagian tabung dan valve ini
  yang membutuhkan teknologi yang akhirnya pada hari ini tuh sudah
  ditemukan dan sudah bisa diimplementasikan,&amp;quot; jelasnya dalam acara
  diskusi energi yang diselenggarakan ASPEBINDO di Jakarta, dikutip Rabu
  (6/5/2026).&lt;br /&gt;Nantinya, pengembangan tabung Tipe 4 tersebut akan
  diawasi oleh Lemigas untuk memastikan setiap unit yang diproduksi
  memenuhi kriteria keselamatan. Targetnya, dalam kurun waktu tiga bulan
  ke depan, seluruh aspek administratif termasuk hak paten atas desain
  tabung 3 kg tersebut sudah dapat diselesaikan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tabung itu
  sejak Tipe 1 sudah ditulis Pak, jurnal. Jadi dari Tipe 1-Tipe 4 itu
  dari ribuan jurnal dan tulisan tuh. Yang paling penting sekarang udah
  dipatenkan belum? Nah ini saya bilang makanya yang 3 bulan nanti itu
  itu harus sudah paten. Jadi bukan bikin-bikin baru merangkai terus ini
  nggak,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;Selain itu, penggunaan CNG dalam tabung
  serat fiber diproyeksikan mampu memangkas nilai subsidi energi hingga
  30% dibandingkan dengan penggunaan LPG. Hal tersebut lantaran sumber
  gas untuk CNG berasal dari lapangan gas dalam negeri yang potensinya
  semakin melimpah.&lt;br /&gt;&amp;quot;Mengapa harus ada tabung ini, cuma tabung
  ini kan yang belum ada itu cuma Tipe 4 untuk 3 kg. Itulah yang dikejar
  dalam waktu Pak Menteri sampaikan 3 bulan ke depan itu sudah ada Tipe
  4 untuk 3 kg dan dari situ nanti kita sudah mulai memproduksi dalam
  jumlah yang lebih masif,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri
  ESDM Bahlil Lahadalia menyebut bahwa pemerintah sedang mengkaji &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;energi alternatif&lt;/span&gt; pengganti
  LPG. Pasalnya, Indonesia kini harus mencari &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;energi alternatif&lt;/span&gt; yang
  berbasis di dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada impor
  LPG, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dunia saat
  ini.&lt;br /&gt;Perlu diketahui, kebutuhan LPG RI selama ini lebih dari 8
  juta ton per tahun. Dari kebutuhan tersebut, sebesar 75%-80% pasokan
  LPG berasal dari impor dan mayoritas digunakan untuk kebutuhan rumah
  tangga.&lt;br /&gt;&amp;quot;Persoalannya sekarang adalah ketika gejolak politik
  seperti ini untuk mendapatkan kepastian impor LPG itu memang ada, tapi
  kan kita tergantung pada global. Maka kita merumuskan untuk mencari
  alternatif lain. CNG adalah salah satu alternatifnya,&amp;quot; jelas
  Bahlil usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa
  (5/5/2026).&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah CNG ini kan sudah dipakai oleh hotel,
  restoran, MBG, sudah ada, tapi pada klasifikasi yang 20 kilo gram ke
  atas, ada yang 10 kilo gram ke atas,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Saat ini
  pihaknya sedang menguji coba untuk menghadirkan CNG dengan ukuran yang
  lebih kecil atau 3 kilo gram. Diperkirakan, uji coba tersebut bisa
  diselesaikan dalam waktu 2-3 bulan.&lt;br /&gt;&amp;quot;2-3 bulan ini kita akan
  dapat hasilnya kemudian kalau itu sudah dinyatakan firm, kita akan
  melakukan konversi. Sebab apa? CNG ini bahan bakunya ada semua di
  kita. C1, C2 gas,&amp;quot; ungkap Bahlil.&lt;br /&gt;Bahlil memperkirakan
  berdasarkan hasil kajian yang sudah ada penggunaan CNG akan lebih
  murah ketimbang LPG atau hemat 30%.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kenapa dia lebih murah?
  Karena yang pertama gasnya itu ada di kita dan industrinya kan ada di
  kita, di dalam negeri. Jadi tidak kita melakukan impor, cost
  transportasinya aja udah bisa meng-cover,&amp;quot;&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan yang
  kedua, dia itu berada di hampir semua wilayah yang ada sumber-sumber
  gasnya, jadi itu jauh lebih efisien. Dan kalau ditanya apakah sudah
  perform untuk jalan atau tidak, pada skala yang besar sudah jalan. Di
  daerah-daerah Jawa kan sudah dipakai CNG. Hotel, restoran, kemudian
  MBG, dapur-dapur MBG sudah pakai itu,&amp;quot; tegas Bahlil.&lt;br /&gt;Dia pun
  membuka opsi bahwa produk CNG tersebut nantinya bisa diberikan
  subsidi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Semuanya lagi dikaji. Opsinya subsidi masih
  haruslah, tinggal volumenya seperti apa yang kita perlu baca ya,&amp;quot;
  imbuhnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260506145527-4-732778/pertama-di-dunia-ri-siapkan-tabung-gas-serat-fiber-3-kg-pengganti-lpg"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-07T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Tak Lagi Impor, SPBU Swasta Kini Wajib Beli Solar ke Pertamina</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308902" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308902</id>
    <updated>2026-05-07T01:00:15Z</updated>
    <published>2026-05-07T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menyebutkan kebijakan penghentian impor bahan bakar minyak
  (BBM) jenis solar secara nasional sudah berlaku. Maka SPBU swasta
  diminta menyerap pasokan solar hasil produksi kilang domestik milik PT
  Pertamina (Persero).&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi
  (Dirjen Migas) &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; Laode Sulaeman membeberkan skema pembelian solar oleh
  badan usaha swasta ke Pertamina tersebut kini sudah mulai
  diimplementasikan. Artinya, saat ini produksi solar khususnya jenis
  CN48 oleh Pertamina sudah dialokasikan untuk SPBU
  swasta.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sudah, sudah (sudah harus beli ke Pertamina),&amp;quot;
  jawab Laode saat dikonfirmasi mengenai progres kewajiban SPBU swasta
  membeli solar ke Pertamina, ditemui di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  Rabu (6/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Hal itu sejalan
  dengan upaya pemerintah untuk mencapai   swasembada energi, mengingat
  kapasitas produksi kilang di dalam negeri   terutama dari RDMP
  Balikpapan saat ini dinilai sudah mencukupi   kebutuhan nasional.
  Pemerintah mendorong penggunaan produk dalam   negeri untuk mengurangi
  ketergantungan pada impor dan menjaga   stabilitas stok
  energi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sebenarnya kan sejak diumumkan, itu   sudah
  dilakukan pertemuan-pertemuan. Dan kalau ditanya ke swasta pasti
  sudah ada, coba saja tanya,&amp;quot; kata Laode.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri
  ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bertambahnya kapasitas kilang
  Balikpapan membuka peluang Indonesia menghentikan impor BBM. Pasalnya,
  kebutuhan nasional bisa dipenuhi dari produksi dalam
  negeri.&lt;br /&gt;&amp;quot;Insya Allah begitu RDMP Kilang Balikpapan
  diresmikan pengoperasiannya mulai tahun ini, impor solar dihentikan.
  Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kedaulatan energi dengan
  tidak lagi mengandalkan pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri melalui
  impor,&amp;quot; kata Bahlil.&lt;br /&gt;Menurut Bahlil kebutuhan solar
  Indonesia tercatat sebesar 39,8 juta kiloliter per tahun. Dari jumlah
  tersebut, program B40 menyumbang pasokan Fatty Acid Methyl Este
  sebesar 15,9 juta kiloliter kl per tahun, sehingga kebutuhan solar
  murni B0 tersisa 23,9 juta kl per tahun.&lt;br /&gt;Dengan produksi nasional
  yang saat ini mencapai 26,5 juta kl per tahun, pemerintah menargetkan
  penghentian impor solar mulai pertengahan 2026 untuk produk CN 48 dan
  CN 51 mulai pertengahan 2026.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260506135125-4-732747/tak-lagi-impor-spbu-swasta-kini-wajib-beli-solar-ke-pertamina"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-07T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Lantik 19 Pejabat Tinggi di Lingkungan KESDM, Ini Daftarnya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308873" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308873</id>
    <updated>2026-05-07T01:00:12Z</updated>
    <published>2026-05-07T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik 19 Pejabat Tinggi Pratama di
  lingkungan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; pada Rabu (6/5/2026). Pelantikan berlangsung di Gedung
  Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Menurut Bahlil, pelantikan ini merupakan bagian dari
  penyegaran organisasi di berbagai unit strategis &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;. Ditambah,
  target Presiden Prabowo Subianto kepada &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; juga cukup
  besar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ya, kita hari ini melakukan pelantikan dalam rangka
  reorganisasi, dalam rangka penyehatan dan mencari formulasi tim yang
  lebih. Ya, lebih cepatlah. Karena target dari Bapak Presiden sangat
  besar kepada kita. Jadi, kita melakukan percepatan dengan membuat
  perubahan,&amp;quot; ujar Bahlil ditemui usai acara pelantikan, Rabu
  (6/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Adapun data pejabat yang
  dilantik adalah sebagai   berikut:&lt;br /&gt;1. Dr. Erick Hutrindo, S.T.,
  M.T. menjadi Kepala Pusat   Data dan Teknologi Informasi Energi dan
  Sumber Daya Mineral.&lt;br /&gt;2.   Rakhmawati, S.T. menjadi Kepala Pusat
  Pengelolaan Barang Milik   Negara.&lt;br /&gt;3. Joko Hadi Wibowo, S.T.,
  M.T. menjadi Direktur Teknik   dan Lingkungan Minyak dan Gas
  Bumi.&lt;br /&gt;4. Totoh Abdul Fatah, S.Si.,   M.A.P. menjadi Sekretaris
  Direktorat Jenderal Mineral dan   Batubara.&lt;br /&gt;5. Dr. Asep Kurnia
  Permana, S.T., M.Sc. menjadi   Direktur Pembinaan Pengusahaan
  Batubara.&lt;br /&gt;6. Dr. Ir. Hendra   Iswahyudi, M.Si. menjadi Direktur
  Penerimaan Mineral dan   Batubara.&lt;br /&gt;7. Dr. Priatin Hadi Wijaya,
  S.T., M.T. menjadi Direktur   Panas Bumi.&lt;br /&gt;8. Noor Arifin
  Muhammad, S.T., M.SIE. menjadi   Direktur Bioenergi.&lt;br /&gt;9. Gigih Udi
  Atmo, S.T., M.EPM., Ph.D.   menjadi Direktur Konservasi
  Energi.&lt;br /&gt;10. Tony Susandy, S.T.,   M.B.A. menjadi Direktur Energi
  Terbarukan.&lt;br /&gt;11. Ryllo Ashuri   Panay, AP., M.M. menjadi Direktur
  Penanganan Aset Barang   Bukti.&lt;br /&gt;12. Ir. Yunus Saefulhak, M.M.,
  M.T. menjadi Inspektur   II.&lt;br /&gt;13. Dr. Siti Sumilah Rita
  Susilawati, S.T., M.Sc. menjadi   Kepala Pusat Vulkanologi dan
  Mitigasi Bencana Geologi   (PVMBG).&lt;br /&gt;14. Surya Herjuna, S.Hut.,
  M.Si. menjadi Kepala Balai   Besar Survei dan Pemetaan Geologi
  Kelautan.&lt;br /&gt;15. Ir. Edi Wibowo,   M.T. menjadi Kepala Pusat
  Pengembangan Sumber Daya Manusia   Ketenagalistrikan, Energi Baru,
  Terbarukan, dan Konservasi   Energi.&lt;br /&gt;16. Bayu Nugroho, S.T.,
  M.B.A. menjadi Kepala Pusat   Pengembangan SDM Geologi, Mineral, dan
  Batubara.&lt;br /&gt;17. Sumartono,   S.H., S.E., M.T., M.H. menjadi Kepala
  Biro Fasilitasi Kebijakan Energi   dan Persidangan.&lt;br /&gt;18.
  Chrisnawan Anditya, S.T., M.T. menjadi   Direktur Bahan Bakar
  Minyak.&lt;br /&gt;19. Ir. Surya Widyantoro, S.T., M.T.   menjadi Deputi
  Eksploitasi SKK Migas.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260506131259-4-732716/bahlil-lantik-19-pejabat-tinggi-di-lingkungan-kesdm-ini-daftarnya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-07T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Siap-siap! Purbaya Bakal Terapkan Pajak Baru ke Batu Bara &amp; Nikel</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308831" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308831</id>
    <updated>2026-05-06T07:00:11Z</updated>
    <published>2026-05-06T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan
  segera menerapkan pajak baru untuk sektor batu bara dan nikel atas
  'durian runtuh' keuntungan industri. Pajak ini kerap disebut sebagai
  windfall profit tax.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pengenaan windfall tax terhadap
  sektor pertambangan dan   pengelolaan nikel ini akan dikenakan
  beriringan dengan pemberlakuan   bea keluar. Saat ini, kebijakan itu
  kata dia masih didiskusikan dengan     &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Nanti ada, tapi itu masih didiskusikan dengan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;. Saya
  terima aja pokoknya duitnya,&amp;quot; kata Purbaya dikutip Rabu
  (6/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Purbaya mengatakan,
  pengenaan bea keluar plus windfall tax   profit untuk komoditas nikel
  ditujukan untuk mengompensasi subsidi   energi yang telah
  digelontorkan pemerintah di tengah tingginya gejolak   harga minyak
  mentah dunia, akibat konflik di Timur Tengah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Yang
  jelas cukup untuk menutup kenaikan subsidi APBN kita.   Nanti juga
  yang nikel, itu kan bahan baku nya salah satu bahan baku   baterai
  kan,&amp;quot; paparnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebagai kompensasi terhadap
  pengenaan biaya tambahan itu,   Purbaya memastikan, akan memberikan
  insentif terhadap produk turunan   nikel, supaya permintaannya tetap
  tinggi di dalam negeri.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Kita
  akan mendorong pertumbuhan industri baterai di sini   juga dengan
  insentif tertentu supaya laku. Pokoknya nanti produk yang   memakai
  bahan baku dalam negeri dia akan mendapat insentif lebih,   kira-kira
  gitu. Nanti masih didiskusikan, baru didiskusikan,&amp;quot;   kata
  Purbaya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebagai informasi, kinerja ekspor komoditas
  nikel dan barang   daripadanya (HS75) menjadi salah satu produk
  penopang surplus neraca   perdagangan di Indonesia untuk periode
  Januari-Maret 2026. Nilainya   mencapai US$ 3,24 miliar.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Salah satu negara tujuan utama ekspor nikel dan barang
  daripadanya ialah China dengan nilai mencapai US$ 2,8 miliar. Nilai
  ekspornya bahkan masih mampu naik 69,01% dibanding periode
  Januari-Maret 2025.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(haa/haa)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260506074432-4-732597/siap-siap-purbaya-bakal-terapkan-pajak-baru-ke-batu-bara-nikel"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-06T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pemerintah Kaji Bagi Hasil Migas Berlaku di Tambang, Ini Alasannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308755" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308755</id>
    <updated>2026-05-06T01:00:35Z</updated>
    <published>2026-05-06T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji
  penerapan sistem bagi hasil di industri hulu minyak dan gas bumi
  (migas) bisa juga diberlakukan untuk industri pertambangan mineral dan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  (minerba).&lt;br /&gt;Menurut Bahlil, langkah tersebut bertujuan untuk
  mengoptimalkan penerimaan negara dari pengelolaan sumber daya alam,
  sekaligus memperkuat peran negara dalam kepemilikan dan penguasaan
  tambang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita membahas tentang penataan tambang ke depan
  yang harus dimiliki oleh sebagian besar kepemilikannya oleh negara.
  Dan itu terkait dengan implementasi daripada Pasal 33 (UUD
  1945),&amp;quot; jelas Bahlil usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di
  Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2026).&lt;br /&gt;Bahlil menjelaskan,
  pemerintah ingin memastikan bahwa baik tambang lama maupun baru dapat
  memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan negara.&lt;br /&gt;Salah
  satu pendekatan yang dipertimbangkan adalah mengadopsi pola kerja sama
  seperti di sektor hulu migas.&lt;br /&gt;Perlu diketahui, di industri hulu
  migas setidaknya terdapat dua skema kerja sama antara pemerintah dan
  investor yakni melalui Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing
  Contract/ PSC) Cost Recovery dan PSC Gross Split.&lt;br /&gt;Kedua jenis
  kontrak ini merupakan bentuk kerja sama antara pemerintah melalui
  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas)
  dan investor.&lt;br /&gt;Menurut Bahlil, model kerja sama ini dapat menjadi
  referensi untuk diterapkan di sektor pertambangan mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan
  ini kita akan memakai contoh seperti pembagian hasil daripada
  pengelolaan migas kita. Migas kita itu kan ada Cost Recovery, ada
  Gross Split, mungkin pola-pola itu yang akan coba kita exercise untuk
  kita bangun untuk bisa melakukan kerjasama dengan pihak swasta,&amp;quot;
  katanya.&lt;br /&gt;Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa skema konsesi
  tidak akan dihapus. Pemerintah tetap mempertahankan sistem tersebut,
  namun dengan penyesuaian agar porsi pendapatan negara bisa lebih besar
  dan lebih seimbang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tetap konsesi, tetapi kita akan
  mengoptimalkan untuk pendapatan agar seimbanglah dengan negara, dan
  negara harusnya kan mendapatkan porsi yang lebih besar,&amp;quot; ujar
  Bahlil.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260505175445-4-732540/pemerintah-kaji-bagi-hasil-migas-berlaku-di-tambang-ini-alasannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-06T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Kaji Bagi Hasil Hulu Migas Berlaku di Tambang Mineral-Batu Bara</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308726" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308726</id>
    <updated>2026-05-06T01:00:33Z</updated>
    <published>2026-05-06T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji
  penerapan skema bagi hasil seperti di industri hulu minyak dan gas
  bumi (migas) diberlakukan juga untuk industri pertambangan mineral dan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  (minerba).&lt;br /&gt;Hal tersebut ia sampaikan usai bertemu dengan Presiden
  Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Negara, Selasa
  (5/4/2026).&lt;br /&gt;Dalam pertemuan itu, salah satu fokus utama
  pembahasan adalah penataan ulang sektor pertambangan
  nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita membahas tentang penataan tambang ke depan
  yang harus dimiliki oleh sebagian besar kepemilikannya oleh negara.
  Dan itu terkait dengan implementasi daripada Pasal 33 (UUD
  1945),&amp;quot; ungkap Bahlil di Istana Negara, Selasa
  (5/5/2026).&lt;br /&gt;Menurut Bahlil, pemerintah ingin memastikan
  pengelolaan sumber daya alam, baik tambang lama maupun baru, dapat
  memberikan kontribusi maksimal bagi penerimaan
  negara.&lt;br /&gt;Setidaknya, salah satu opsi yang sedang dikaji adalah
  mengadopsi pola kerja sama seperti yang diberlakukan di sektor hulu
  migas pada sektor pertambangan.&lt;br /&gt;Dalam dunia hulu migas, terdapat
  dua skema kontrak kerja sama, yaitu Kontrak Bagi Hasil (Production
  Sharing Contracr/ PSC) Cost Recovery dan PSC Gross Split. Kedua jenis
  kontrak ini merupakan bentuk kerja sama antara pemerintah melalui
  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas)
  dan investor.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan ini kita akan memakai contoh seperti
  pembagian hasil daripada pengelolaan migas kita. Migas kita itu kan
  ada Cost Recovery, ada Gross Split, mungkin pola-pola itu yang akan
  coba kita exercise untuk kita bangun untuk bisa melakukan kerja sama
  dengan pihak swasta,&amp;quot; jelas Bahlil.&lt;br /&gt;Meski demikian, ia
  menegaskan bahwa skema konsesi dalam pengelolaan tambang mineral dan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; tetap akan
  dipertahankan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tetap konsesi, tetapi kita akan
  mengoptimalkan untuk pendapatan agar seimbanglah dengan negara, dan
  negara harusnya kan mendapatkan porsi yang lebih besar,&amp;quot;
  katanya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260505162821-4-732494/bahlil-kaji-bagi-hasil-hulu-migas-berlaku-di-tambang-mineral-batu-bara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-06T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Harga BBM Diesel Non Subsidi Tembus Rp30.000/Liter, Ini Kata Bahlil</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308697" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308697</id>
    <updated>2026-05-06T01:00:30Z</updated>
    <published>2026-05-06T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara mengenai naiknya harga Bahan Bakar
  Minyak (BBM) jenis non subsidi baik di SPBU milik PT Pertamina maupun
  SPBU Swasta.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, BBM non subsidi jenis diesel
  dilaporkan menembus kisaran Rp30.000 per liter di sejumlah SPBU
  swasta, dan juga SPBU Pertamina mencapai Rp 27.900 per liter untuk
  jenis Pertamina Dex dan Dexlite Rp 26.000 per liter.&lt;br /&gt;Yang paling
  penting, kata Bahlil, harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan.
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Sekali lagi saya katakan bahwa
  untuk minyak subsidi baik   itu bensin, solar maupun LPG tidak akan
  ada kenaikan. Saya katakan   tidak akan ada kenaikan. Namun untuk BBM
  yang sifatnya industri atau   hanya untuk orang-orang yang mampu itu
  penyesuaiannya berdasarkan   harga pasar dan sesuai dengan peraturan
  menteri ESDM tahun 2022   ya,&amp;quot; kata Bahlil, di Kompleks Istana
  Kepresidenan, Selasa   (5/5/2026).&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Minyak dan
  Gas Bumi (Migas) &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; Laode   Sulaiman menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM non
  subsidi, terutama   diesel yang banyak digunakan sektor industri tidak
  lepas dari kondisi   geopolitik global yang saat ini masih
  bergejolak.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ya tentu   kalau kita perhatikan kan kondisi
  geopolitik ini tidak stabil ya. Naik   turun, naik turun, naik
  turun,&amp;quot; kata Laode ditemui di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Senin
  malam, (4/5/2026).&lt;br /&gt;Meski begitu, menurut Laode pemerintah saat
  ini lebih memprioritaskan aspek ketahanan energi, khususnya dalam
  menjaga ketersediaan pasokan BBM di dalam negeri. Dengan begitu,
  pemerintah belum berfokus pada intervensi harga.&lt;br /&gt;&amp;quot;Yang
  paling penting buat kita itu saat ini menjaga stok aja aman. Udah itu
  aja dulu, kita nggak usah pikirin dulu. Ini tapi stok aman aja udah,
  itu yang paling penting,&amp;quot; katanya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260505152938-4-732469/harga-bbm-diesel-non-subsidi-tembus-rp30000-liter-ini-kata-bahlil"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-06T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Sektor Tambang Kontraksi di Kuartal I-2026, BPS Beberkan Alasannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308668" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308668</id>
    <updated>2026-05-06T01:00:28Z</updated>
    <published>2026-05-06T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan
  bahwa sektor pertambangan mengalami kontraksi pada Produk Domestik
  Bruto (PDB) kuartal pertama 2026.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Badan Pusat
  Statistik, lapangan usaha pertambangan mengalami kontraksi 2,14% pada
  kuartal pertama 2026 dan menjadi yang terdalam di antara lapangan
  usaha lainnya.&lt;br /&gt;Kepala BPS Amalia Adhininggar Widysanti saat
  konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026)
  membeberkan alasan kontraksi pertumbuhan lapangan usaha
  pertambangan.&lt;br /&gt;Amalia menjelaskan, kontraksi di sektor
  pertambangan ini karena adanya penurunan produksi hasil tambang
  seperti bijih logam, minyak dan gas, serta &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pertambangan dan penggalian mengalami
  kontraksi tadi kan minus 2,14% karena salah satunya adalah
  pertambangan bijih logam terkontraksi sebesar 12,22% kemudian juga ada
  kontraksi pertambangan minyak gas dan juga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; juga mengalami
  penurunan produksi,&amp;quot; kata Amalia.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan,
  ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencatatkan pertumbuhan 5,61%
  secara tahunan atau year on year (yoy).&lt;br /&gt;Laju pertumbuhan ini
  lebih tinggi dibandingkan 5,39% pada kuartal IV-2026 maupun pada
  periode yang sama tahun sebelumnya atau kuartal I-2025 sebesar 4,87%
  yoy.&lt;br /&gt;Pada periode ini, bertepatan dengan Lebaran. Pemerintah dan
  perusahaan menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) yang mampu mendorong
  daya beli masyarakat.&lt;br /&gt;Ini terlihat pada konsumsi masyarakat terus
  tumbuh yang terlihat pada restoran dan hotel. Pertumbuhan transaksi
  online dari e-retail dan marketplace juga tumbuh. Nilai barang impor
  konsumsi naik 6,12% yoy.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260505150651-4-732450/sektor-tambang-kontraksi-di-kuartal-i-2026-bps-beberkan-alasannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-06T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Purbaya Dibisikin JP Morgan-ADB: RI No.2 Terkuat Tahan Krisis Global</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308639" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308639</id>
    <updated>2026-05-06T01:00:26Z</updated>
    <published>2026-05-06T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
  mengaku mendapatkan informasi hasil penelitian JP Morgan dan ADB bahwa
  stabilitas perekonomian Indonesia saat ini makin kuat, dan mampu
  meredam potensi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;krisis
  energi&lt;/span&gt; global.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kalau ada krisis global kita nomor 2
  paling kuat di banding negara-negara lain, bahkan di atas Amerika
  Serikat, di atas China, di atas Australia dan lain-lain,&amp;quot; kata
  Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026).&lt;br /&gt;Berdasarkan
  laporan JP Morgan, Purbaya mengatakan, ketahanan energi Indonesia yang
  mencapai 77% terhadap &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;krisis
  energi&lt;/span&gt; global itu hanya terpaut di bawah Afrika Selatan yang
  sebesar 79%. Namun, mampu di atas China yang sebesar 76%, Amerika
  Serikat 70%, Australia 68%, hingga Swedia 66%.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Menurutnya, laporan itu juga menunjukkan bahwa Indonesia masuk
  ke dalam kategori negara yang eksposur rendah terhadap krisis dengan
  buffer yang kuat. Masuk ke dalam golongan seperti Indonesia ini ialah
  Rusia, Arab Saudi, Brazil, Argentina, dan Turki.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ini dari
  JP Morgan, ADB juga melakukan studi yang sama, cuma mereka enggak bisa
  publish, karena kalau publish nanti negara-negara yang di bawah
  guncang, jadi mereka yang di bawah minta jangan dipublished,&amp;quot;
  paparnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tapi official ADB bilang sama saya kita di atas,
  top 2 juga, jadi di tengah &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;krisis energi&lt;/span&gt; dan krisis
  global ini kita fondasinya amat kuat,&amp;quot; tegas
  Purbaya.&lt;br /&gt;Purbaya menganggap, laporan ini sekaligus membantah
  &amp;quot;noice&amp;quot; dari ekonom dalam negeri bahwa Indonesia akan
  memasuki periode krisis seperti krisis moneter 1998. Ia menilai,
  ekonom yang bicara itu justru belum lahir saat krisis
  terjadi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Mungkin 97-98 belum pada lahir tuh, terus
  menganalisa, tapi tidak lihat pada waktu itu apa yang terjadi pada
  ekonomi kita,&amp;quot; tutur Purbaya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(arj/haa)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260505141710-4-732423/purbaya-dibisikin-jp-morgan-adb-ri-no2-terkuat-tahan-krisis-global"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-06T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Tambang Baru Bara Meledak, 9 Pekerja Tewas</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308610" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308610</id>
    <updated>2026-05-06T01:00:24Z</updated>
    <published>2026-05-06T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan terjadi di sebuah tambang &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; di wilayah
  pegunungan Kolombia, menewaskan sembilan pekerja dan melukai sejumlah
  lainnya meski peringatan keselamatan sebelumnya telah
  disampaikan.&lt;br /&gt;Badan pertambangan nasional Kolombia pada Senin
  (4/5/2026) waktu setempat menyatakan bahwa ledakan terjadi di tambang
  La Ciscuda yang berlokasi di provinsi Cundinamarca. Tambang tersebut
  dioperasikan oleh perusahaan Carbonera Los Pinos, yang hingga kini
  belum memberikan tanggapan atas insiden tersebut.&lt;br /&gt;Menurut
  otoritas, sembilan pekerja dilaporkan tewas dalam kejadian itu,
  sementara enam lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke
  rumah sakit regional untuk mendapatkan perawatan medis.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Penyebab ledakan diduga terkait dengan akumulasi gas berbahaya
  di dalam tambang. Badan pertambangan mengungkapkan bahwa mereka
  sebenarnya telah memberikan rekomendasi untuk memperkuat
  langkah-langkah keselamatan di lokasi tersebut saat melakukan
  kunjungan pada 9 April. &lt;br /&gt;Dalam inspeksi itu, mereka menemukan
  adanya gas, termasuk metana, yang berpotensi
  membahayakan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Seperti yang telah diperingatkan ANM selama
  kunjungan inspeksi, endapan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dapat
  menghadirkan akumulasi gas seperti metana, serta konsentrasi debu
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;,&amp;quot;
  demikian pernyataan badan tersebut,&amp;quot; dilansir
  Reuters.&lt;br /&gt;Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan serius di
  sektor pertambangan Kolombia, baik di tambang terbuka maupun bawah
  tanah. Kecelakaan semacam ini kerap terjadi, terutama di operasi
  ilegal atau informal serta di lokasi yang tidak menerapkan standar
  keselamatan yang memadai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(luc/luc)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260505132545-4-732391/tambang-baru-bara-meledak-9-pekerja-tewas"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-06T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Harga Batu Bara Acuan RI Awal Mei Kompak Naik, Tembus US$ 106,57/Ton</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308581" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308581</id>
    <updated>2026-05-06T01:00:22Z</updated>
    <published>2026-05-06T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) resmi menetapkan Harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Acuan (HBA) untuk
  penjualan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  periode pertama Mei 2026.&lt;br /&gt;Hal tersebut tertuang dalam Keputusan
  Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 179 Tahun 2026 tentang Harga Mineral Logam
  Acuan dan Harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; Acuan untuk Periode Pertama Bulan Mei Tahun 2026.&lt;br /&gt;Di
  dalam aturan tersebut, pemerintah setidaknya memisahkan HBA
  berdasarkan 4 kategori. Bila dibandingkan dengan HBA pada periode
  kedua April 2026 lalu, keempat kategori &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; mengalami
  kenaikan harga pada periode pertama Mei 2026.&lt;br /&gt;&amp;quot;Penguatan
  harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ini
  mencerminkan masih solidnya kebutuhan energi global, khususnya dari
  negara-negara Asia, meskipun transisi energi terus berlangsung,&amp;quot;
  tulis Direktorat Jenderal Mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Kementerian ESDM
  dalam unggahan Instagram @ditjenminerba, dikutip Selasa
  (5/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berikut daftar HBA periode pertama bulan Mei
  2026:&lt;br /&gt;Pertama,   HBA dalam kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg
  GAR, Total Moisture   12,26%, Total Sulphur 0,66%, dan Ash 7,94
  ditetapkan sebesar US$   106,57 per ton. Angka tersebut mengalami
  kenaikan dibandingkan dengan   HBA pada periode kedua bulan April 2026
  sebesar US$ 103,43 per   ton.&lt;br /&gt;Kedua, untuk HBA I dengan
  kesetaraan nilai kalori 5.300   kcal/kg GAR, total moisture 21,32%,
  sulphur 0,75%, dan ash 6,04%   periode pertama bulan Mei 2026
  ditetapkan sebesar US$ 79,56 per ton.   Angka ini mengalami kenaikan
  apabila dibandingkan dengan harga periode   kedua bulan April 2026
  sebesar US$ 77,71 per ton.&lt;br /&gt;Ketiga, untuk   HBA II dengan
  kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR, total   moisture 35,73%,
  sulphur 0,23%, dan ash 3,9% periode pertama bulan Mei   2026 yakni US$
  55,66 per ton. Angka ini mengalami kenaikan   dibandingkan HBA periode
  kedua bulan April 2026 yang berada di level   US$ 52,84 per
  ton.&lt;br /&gt;Keempat, untuk HBA III dengan kesetaraan nilai   kalori
  3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%, sulphur 0,24%, dan   ash
  3,88% periode pertama bulan Mei 2026 ditetapkan sebesar US$ 38,76
  per ton. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode
  kedua bulan April 2026 yang berada di level US$ 38,30 per ton.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260505131703-4-732387/harga-batu-bara-acuan-ri-awal-mei-kompak-naik-tembus-us--10657-ton"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-06T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>AS-Eropa Nyuruh RI Pensiunkan PLTU, Bahlil: Tapi Mereka Sendiri Nggak!</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308552" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308552</id>
    <updated>2026-05-06T01:00:19Z</updated>
    <published>2026-05-06T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti ketidakkonsistenan negara-negara
  maju, seperti Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di Eropa perihal
  dorongan untuk pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; di
  Indonesia.&lt;br /&gt;Pemerintah menilai tekanan dunia terhadap transisi
  energi sering kali tidak sejalan dengan praktik nyata yang dilakukan
  negara-negara tersebut di dalam negeri mereka sendiri.&lt;br /&gt;Bahlil
  mengkritik standar ganda yang diterapkan dunia internasional dalam isu
  dekarbonisasi global. Bahkan, Bahlil menegaskan Indonesia tidak akan
  terjebak dalam skema transisi energi yang dinilai dapat merugikan
  ketahanan ekonomi nasional dan membebani masyarakat dengan harga
  listrik yang mahal.&lt;br /&gt;&amp;quot;Saya ubah PLTU-PLTU yang tadinya
  beberapa negara Amerika, Eropa menyuruh kita pensiun, dia suruh kita
  pensiun, dia sendiri nggak pensiun-pensiun. Macam mana ini? Net Zero
  Emission 2050, 2060. Sekarang Amerika buka opsi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Di Eropa membuka
  opsi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, ada
  minta ke kita untuk 20 juta per tahun,&amp;quot; jelasnya dalam acara
  Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa, dikutip Senin
  (4/5/2026).&lt;br /&gt;Pemerintah mencatat adanya kontradiksi di mana
  negara-negara maju tetap membuka opsi penggunaan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; sebagai sumber
  energi murah di tengah ketidakpastian geopolitik global.&lt;br /&gt;Bahlil
  menilai Indonesia harus berani menentukan arah kebijakan energinya
  sendiri tanpa harus sepenuhnya mengikuti narasi yang didorong oleh
  pihak luar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi ini seperti orang Papua bilang tulis lain,
  baca lain, bikin lain. Dan kalau seperti ini berarti kan kita menari
  di gendang mereka. Dia suruh kita memakai energi yang mahal, sementara
  dia memakai energi yang murah. Saya bilang ini model apa?&amp;quot;
  imbuhnya.&lt;br /&gt;Pemanfaatan PLTU &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dipandang sebagai
  strategi pertahanan atau survival mode untuk menjaga efisiensi
  anggaran negara. Indonesia saat ini masih memiliki cadangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; yang sangat
  melimpah, sehingga pemanfaatannya untuk menjamin stabilitas pasokan
  listrik domestik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Saya putuskan saya bilang &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; jalan aja dulu.
  Ini bicara tentang survival mode. Kita bicara tentang efisiensi.
  Jangan kita korbankan rakyat kita dengan harga listrik yang
  besar,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;Kendati begitu, pemerintah menyebutkan
  tetap berkomitmen pada target Net Zero Emission pada 2060 melalui
  pengembangan energi baru terbarukan secara bertahap.&lt;br /&gt;Namun,
  kedaulatan energi tetap menjadi prioritas utama agar Indonesia
  memiliki kendali penuh atas sumber daya alamnya sendiri demi
  kemakmuran rakyat banyak.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bumi, air, dan alam yang
  terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan
  sebesar-besar kemakmuran rakyat. Kita tidak bisa menggantungkan nasib
  kita kepada negara lain,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260505124430-4-732354/as-eropa-nyuruh-ri-pensiunkan-pltu-bahlil-tapi-mereka-sendiri-nggak"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-06T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Terseret Sanksi UE, Terminal Minyak Karimun Dipastikan Tetap Jalan!</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308523" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308523</id>
    <updated>2026-05-06T01:00:17Z</updated>
    <published>2026-05-06T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) memastikan Terminal BBM Karimun tetap beroperasi normal
  meskipun sempat terseret isu sanksi Uni Eropa dalam dinamika
  perdagangan energi global.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi
  (Migas) &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; Laode Sulaiman menegaskan bahwa isu tersebut tidak
  berdampak langsung terhadap operasional terminal.&lt;br /&gt;Bahkan, ia
  memandang jika terminal BBM Karimun justru memiliki peran strategis
  dalam memperkuat infrastruktur energi nasional. Ke depan, fasilitas
  tersebut masih berpotensi untuk ditingkatkan kapasitas penyimpanannya
  (storage).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi semuanya
  berjalan, bahkan Karimun ini nanti merupakan   salah satu penguatan
  buat kita juga. Karena di sana kan masih ada   space untuk kita bisa
  nambah kapasitas storage-nya lagi,&amp;quot; kata   Laode ditemui di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian   esdm&lt;/span&gt;, Senin
  malam (4/5/2026).&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, ia pun   memastikan meskipun
  isu sanksi mencuat, seluruh rencana pengembangan   maupun operasional
  terminal tetap berjalan sesuai rencana. Apalagi isu   ini bukan hal
  yang baru.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dari sebelumnya kan sudah ada   isu-isu. Kita on
  track aja. Kita kan juga negara bebas aktif ya secara   politik. Jadi
  kita semua kepentingan kerja sama dengan berbagai negara   kita
  lakukan. Tidak hanya satu negara,&amp;quot; katanya.&lt;br /&gt;Sebagaimana
  diketahui, Uni Eropa resmi memasukkan Terminal Minyak Karimun (Karimun
  Oil Terminal) di Indonesia ke dalam daftar sanksi terbaru terhadap
  Federasi Rusia.&lt;br /&gt;Hal tersebut tertuang dalam paket sanksi ke-20
  oleh negara-negara Anggota UE terhadap Rusia yang dirilis Uni Eropa
  pada 23 April 2026.&lt;br /&gt;Berikut Rinciannya: &lt;br /&gt;Sektor Energi&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sebanyak 36 entitas baru dari sektor energi Rusia dimasukkan ke
  dalam daftar sanksi, mencakup kegiatan eksplorasi, ekstraksi,
  penyulingan, hingga transportasi minyak.&lt;br /&gt;Uni Eropa menambahkan
  entitas baru dalam jaringan kapal bayangan Rusia, termasuk perusahaan
  di negara ketiga, satu perusahaan asuransi maritim besar, serta 46
  kapal tambahan. Total kapal yang masuk daftar kini mencapai 632 kapal,
  yang dikenai larangan akses pelabuhan dan layanan. Namun, 11 kapal
  juga dicabut dari daftar karena kembali mematuhi
  aturan.&lt;br /&gt;Diterapkan kewajiban uji tuntas bagi penjual di Uni Eropa
  serta klausul &amp;quot;tidak untuk Rusia&amp;quot; dalam kontrak penjualan
  guna mencegah kapal digunakan dalam jaringan ilegal. Diperkenalkan
  juga aturan pembongkaran (scrapping) kapal untuk mengurangi armada
  bayangan.&lt;br /&gt;Dua pelabuhan Rusia, Murmansk dan Tuapse, masuk daftar
  sanksi, bersama satu pelabuhan di negara ketiga, yaitu Karimun Oil
  Terminal di Indonesia, karena terkait dengan penghindaran batas harga
  minyak dan armada bayangan Rusia.&lt;br /&gt;Uni Eropa menyiapkan dasar
  hukum untuk melarang transportasi minyak Rusia di masa depan, bekerja
  sama dengan G7 dan Price Cap Coalition.&lt;br /&gt;Dilarang memberikan
  layanan perawatan bagi kapal LNG dan kapal pemecah es
  Rusia.&lt;br /&gt;Operator Uni Eropa diperbolehkan mengakhiri kontrak jangka
  panjang dengan pihak Rusia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sektor Keuangan&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;20 bank Rusia tambahan dilarang berbisnis dengan operator Uni
  Eropa. Total bank yang terdampak kini mencapai 70 bank.&lt;br /&gt;Empat
  bank di Kyrgyzstan, Laos, dan Azerbaijan dikenai larangan transaksi
  karena membantu Rusia menghindari sanksi.&lt;br /&gt;Diberlakukan larangan
  penuh terhadap transaksi dengan penyedia layanan kripto Rusia,
  termasuk platform terdesentralisasi.&lt;br /&gt;Penggunaan stablecoin RUBx
  dan rubel digital dilarang karena berpotensi digunakan untuk
  menghindari sanksi.&lt;br /&gt;Dilarang bekerja sama dengan agen yang
  memfasilitasi transaksi internasional Rusia untuk menghindari
  sanksi.&lt;br /&gt;Lima entitas keuangan dari negara ketiga dicabut dari
  daftar setelah memberikan komitmen kepatuhan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sektor
  Perdagangan&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Barang senilai lebih dari 365 juta euro,
  mulai dari karet hingga   traktor, dilarang diekspor ke
  Rusia.&lt;br /&gt;Pembatasan teknologi   militer, termasuk bahan peledak,
  peralatan laboratorium, serta pelumas   berkinerja
  tinggi.&lt;br /&gt;Penyediaan layanan keamanan siber ke Rusia
  dibatasi.&lt;br /&gt;Logam, bahan kimia, dan mineral senilai lebih dari 530
  juta euro dikenai larangan impor.&lt;br /&gt;Kuota amonia ditetapkan batas
  impor untuk menahan volume yang masuk.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Industri Militer
  Rusia&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;58 perusahaan dan individu yang terlibat dalam
  produksi militer,   termasuk drone, dikenai sanksi.&lt;br /&gt;Target
  pemasok global, termasuk   entitas dari China, Uni Emirat Arab,
  Uzbekistan, Kazakhstan, dan   Belarusia yang memasok barang
  dual-use.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Anti-Penghindaran Sanksi&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Uni
  Eropa menindak Kyrgyzstan karena gagal mencegah ekspor ulang   barang
  seperti mesin dan peralatan telekomunikasi ke Rusia yang   digunakan
  untuk produksi drone dan rudal.&lt;br /&gt;Penambahan 60 entitas,   terdiri
  dari 32 entitas di Rusia dan 28 di negara ketiga seperti   China,
  Turki, UEA, dan Thailand.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sanksi Tambahan&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;120 entitas dan individu baru, termasuk 33 individu dan 83
  entitas yang dikenai pembekuan aset dan larangan perjalanan. Target
  mencakup oligarki, pelaku penculikan anak Ukraina, propagandis, serta
  pihak yang menjarah warisan budaya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Perlindungan Hukum
  bagi Perusahaan UE&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pengadilan negara anggota kini dapat
  menjatuhkan denda terhadap   pihak Rusia yang mengajukan gugatan
  bermotif   penyalahgunaan.&lt;br /&gt;Perusahaan UE dapat menuntut ganti
  rugi atas   putusan hukum yang merugikan di negara
  ketiga.&lt;br /&gt;Diberlakukan   larangan transaksi terhadap pihak yang
  membantu penegakan putusan   tersebut.&lt;br /&gt;Sanksi juga menyasar pihak
  Rusia yang memanfaatkan   pengambilalihan aset perusahaan UE secara
  tidak sah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Langkah Tambahan&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Situs
  &amp;quot;cermin&amp;quot; media seperti Russia Today dan Sputnik   akan
  diblokir di Uni Eropa.&lt;br /&gt;Dilarang menerima pendanaan dari
  pemerintah Rusia dalam bidang penelitian dan inovasi.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Perluasan ke Belarusia&lt;br /&gt;Paket ini juga mencerminkan sejumlah
  sanksi terhadap Rusia ke dalam rezim sanksi terhadap Belarusia,
  terutama di bidang perdagangan, keuangan, layanan, dan perlindungan
  hukum.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260505115929-4-732337/terseret-sanksi-ue-terminal-minyak-karimun-dipastikan-tetap-jalan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-06T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pakar Sebut Pasar Keuangan Salah Arah, Resesi Besar dalam Waktu Dekat</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308494" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5308494</id>
    <updated>2026-05-06T01:00:15Z</updated>
    <published>2026-05-06T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan global dinilai sedang
  terlena oleh euforia yang salah arah, di tengah lonjakan harga energi
  akibat konflik Iran. Sejumlah pakar memperingatkan, kondisi ini bisa
  menyeret ekonomi dunia menuju resesi besar dalam waktu
  dekat.&lt;br /&gt;Pendiri sekaligus Direktur Intelijen Pasar Energy Aspects,
  Amrita Sen, menilai investor saat ini meremehkan dampak serius dari
  guncangan harga minyak. Ia menyebut pasar saham justru menunjukkan
  ketahanan yang tidak sejalan dengan kondisi fundamental.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Ini adalah teka-teki terbesar bagi kami.
  Seharusnya harga   minyak lebih tinggi dan pasar saham jauh lebih
  lemah,&amp;quot; kata Sen   kepada CNBC International, dikutip Selasa
  (5/5/2026).&amp;quot;Saya pikir   kita terlena menuju potensi resesi yang
  cukup besar.&amp;quot;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Meski biaya energi
  melonjak tajam, indeks S&amp;amp;P 500 justru   mencetak rekor tertinggi
  intraday di level 7.230,12 pada 1 Mei.   Kenaikan ini terjadi di
  tengah lonjakan harga minyak lebih dari 50%   sejak konflik AS-Iran
  pecah pada akhir Februari.&lt;br /&gt;Menurut Sen, ada   &amp;quot;euforia yang
  sangat keliru&amp;quot; di kalangan investor global   yang menganggap
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;krisis   energi&lt;/span&gt; hanya
  berdampak terbatas, terutama bagi Asia. Padahal,   gangguan pasokan
  minyak berpotensi meluas dan menghantam ekonomi   global secara
  menyeluruh.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ia juga menyoroti janji OPEC untuk
  meningkatkan produksi minyak.   Namun, menurutnya, langkah tersebut
  masih jauh dari cukup untuk   menggantikan pasokan yang hilang akibat
  konflik.&lt;br /&gt;Sen menekankan   bahwa kunci utama terletak pada kondisi
  Selat Hormuz. Jika jalur vital   ini tetap terganggu, maka dunia harus
  menghadapi penurunan permintaan   minyak secara drastis hingga 10 juta
  barel per hari, level yang   terakhir terjadi pada
  2013.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ini tantangan besar. Kita   bahkan mungkin
  membutuhkan harga minyak yang lebih tinggi untuk   menekan
  permintaan,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Ke depan, Sen memperkirakan   harga
  minyak mentah di kisaran US$80-90 per barel, atau setara sekitar
  Rp1,36 juta hingga Rp1,53 juta per barel, akan menjadi batas bawah
  baru. Harga yang tinggi dalam waktu lama diprediksi akan merambat ke
  berbagai sektor, mulai dari LNG, bahan kimia, hingga
  pupuk.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tunggu saja harga makanan mulai naik, karena
  gangguan transportasi urea dan terbatasnya pasokan gas untuk sektor
  pupuk,&amp;quot; katanya juga memperingatkan dampak lanjutan terhadap
  harga pangan. &amp;quot;Ini adalah &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;krisis energi&lt;/span&gt;
  besar-besaran,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Sinyal serupa juga disampaikan
  Kepala Ekonom Eropa di Morgan Stanley, Jens Eisenschmidt. Ia melihat
  tekanan mulai terasa luas di berbagai sektor, termasuk industri
  penerbangan yang menghadapi potensi kekurangan bahan bakar
  jet.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ketegangan terlihat meningkat dalam sistem. Saya pikir
  kita mendekati hari perhitungan,&amp;quot; ujar Eisenschmidt.&lt;br /&gt;Harga
  minyak global pun terus merangkak naik. Minyak mentah Brent tercatat
  mencapai US$111,23 per barel (sekitar Rp1,89 juta), sementara West
  Texas Intermediate (WTI) menyentuh US$104,16 per barel (sekitar Rp1,77
  juta).&lt;br /&gt;Eisenschmidt menambahkan, jika konflik tidak segera
  mereda, peluang bank sentral seperti Bank Sentral Eropa untuk
  mengendalikan inflasi akan semakin kecil. Bahkan, risiko kenaikan suku
  bunga tambahan pun kian terbuka.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita harus benar-benar
  memperhatikan satu hingga dua minggu ke depan. Jika tidak ada solusi,
  saya pikir kenaikan suku bunga oleh ECB (bank sentral Eropa) akan
  sulit dihindari,&amp;quot; katanya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(sef/sef)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260505134230-17-732409/pakar-sebut-pasar-keuangan-salah-arah-resesi-besar-dalam-waktu-dekat"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-06T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
