<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-09-22T07:12:31Z</updated>
  <dc:date>2026-09-22T07:12:31Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Bahlil: Harga Nikel RI Tak Lagi Dipermainkan oleh Oknum</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346758" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346758</id>
    <updated>2026-09-22T07:00:32Z</updated>
    <published>2026-09-22T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga komoditas nikel
  Indonesia kini tidak lagi dipermainkan oleh oknum. Hal itu berkat
  penataan ulang pengaturan pasokan dan permintaan (supply and demand)
  komoditas pertambangan termasuk nikel untuk memperkuat posisi serta
  daya tawar nikel Indonesia di tingkat internasional.&lt;br /&gt;Bahlil
  menegaskan bahwa penataan volume produksi nikel melalui pengendalian
  Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) saat ini mulai menunjukkan
  dampak positif. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut juga berdampak
  positif pada stabilitas harga nikel Indonesia di tingkat
  global.&lt;br /&gt;&amp;quot;Harga nikel sekarang mulai tidak lagi dipermainkan
  secara leluasa oleh oknum-oknum tertentu. Inilah sebenarnya tujuan
  kita,&amp;quot; kata Bahlil dalam sambutannya pada acara Donor Darah Hari
  Jadi Pertambangan ke 81, di Balai Sudirman Jakarta, dikutip Selasa
  (22/9/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pemerintah mencatat
  penataan sektor pertambangan juga berdampak   pada peningkatan
  penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melebihi capaian   tahun 2025.
  Penataan itu turut diarahkan untuk menjaga pelaku usaha   mikro,
  kecil, dan menengah (UMKM) yang berkontribusi sebesar 61%   terhadap
  produk domestik bruto (PDB) nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Yang kedua,   kita
  mencari pemerataan. Yang gede perlu kita dukung, tapi dia harus
  memberikan kontribusi kepada negara lewat royalti yang besar dan
  jangan mematikan UMKM. Saya kalau disuruh memilih, memilih pengusaha
  besar atau UMKM? Saya sayang dengan pengusaha besar, tapi kalau saya
  diperhadapkan dengan pilihan, saya akan memprioritaskan juga untuk
  UMKM,&amp;quot; kata Bahlil.&lt;br /&gt;Ia melanjutkan penataan regulasi
  pertambangan secara bertahap mulai dari reformasi regulasi tahun 2025,
  penindakan tahun 2026, hingga pematangan pada tahun 2027
  mendatang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ya ini baru 2 tahun, kan 2025 kita meletakan
  kembali, kan, melakukan reform regulasi. 2026 adalah tindak lanjut
  terhadap reform regulasi. Nanti 2027 kita matangkan lagi, lebih tajam
  lagi,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Kementerian ESDM mencatat
  kenaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) subsektor mineral dan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (minerba)
  mencapai Rp 108 triliun per 31 Agustus 2026. Peningkatan setoran ke
  negara sebesar Rp 21 triliun itu seiring dengan kebijakan pemangkasan
  volume produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; dan nikel dalam RKAB.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (Dirjen
  Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan bahwa penataan RKAB
  2026 ini memangkas rata-rata produksi bulanan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; sebesar 8 juta
  ton dan produksi nikel sebesar 13 juta ton bijih
  (ore).&lt;br /&gt;Menurutnya tata kelola produksi yang terukur terbukti
  mampu mendongkrak penerimaan negara tanpa perlu melakukan eksploitasi
  secara berlebihan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi artinya kalau misalnya kita lihat,
  dengan adanya pengelolaan yang baik, dengan kita tidak jor-joran untuk
  produksi, itu nyatanya akan memberikan dampak yang positif kepada
  negara dan kita semua,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;PNBP dari sektor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; meningkat menjadi
  Rp 66 triliun per 31 Agustus 2026 dari posisi periode yang sama tahun
  sebelumnya sebesar Rp 59 triliun. Kenaikan setoran &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; sebesar Rp 7
  triliun tersebut terjadi di tengah penurunan rata-rata produksi
  bulanan dari 68 juta ton pada 2025 menjadi 60 juta ton pada
  2026.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi secara produksi kita secara bulanan turun 8 juta
  (ton), tapi secara PNBP kita naik Rp 7 triliun. Artinya setiap tahun
  kita mengalami kenaikan Rp 1 triliun dengan produksi turun 8 juta
  ton,&amp;quot; paparnya.&lt;br /&gt;Begitu pula pada sektor nikel, di mana
  setoran PNBP melonjak menjadi Rp 21 triliun per 31 Agustus 2026 dari
  posisi 31 Agustus 2025 yang sebesar Rp 10 triliun. Lonjakan penerimaan
  nikel sebesar Rp 11 triliun tersebut terwujud meskipun volume produksi
  nikel berkurang 13 juta ton bijih (ore).&lt;br /&gt;&amp;quot;Untuk nikel, itu
  pada tanggal 31 Agustus 2026, itu PNBP kita Rp 21 triliun. Sedangkan
  pada tanggal 31 Agustus 2025, PNBP kita Rp 10 triliun. Produksinya
  bagaimana? Produksinya turun sekitar 13 juta ton ore,&amp;quot;
  jelasnya.&lt;br /&gt;Pemangkasan RKAB itu sendiri difokuskan pada komoditas
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan nikel
  dengan menerapkan pendekatan produksi optimum (optimum production).
  Kebijakan ini menyeimbangkan volume produksi dengan kebutuhan pasar,
  pemenuhan pasar domestik (domestic market obligation/DMO), pergerakan
  harga, logistik, dan keberlanjutan cadangan demi memberikan hasil
  maksimal bagi negara.&lt;br /&gt;&amp;quot;Oleh karena itu, pendekatan kita
  adalah optimum production, di mana produksi ini harus diseimbangkan
  dengan pasar, kebutuhan pasar, DMO, kondisi harga, logistik, serta
  keberlanjutan cadangan. Dan itulah yang semangat dari penataan RKAB
  yang kita lakukan,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260922112014-4-769818/bahlil-harga-nikel-ri-tak-lagi-dipermainkan-oleh-oknum"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil: Harga Batu Bara RI Kini Mulai Ada Marwahnya di Internasional</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346729" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346729</id>
    <updated>2026-09-22T07:00:29Z</updated>
    <published>2026-09-22T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia menilai bahwa saat ini kebijakan tata kelola
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Indonesia
  sudah berperan penting dalam penentuan harga di pasar global.&lt;br /&gt;Hal
  itu berkat penataan ulang pengaturan pasokan dan permintaan (supply
  and demand) komoditas pertambangan untuk memperkuat posisi harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Indonesia di
  pasar internasional.&lt;br /&gt;Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan
  bahwa langkah efisiensi pasokan melalui pengendalian produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dalam Rencana
  Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tersebut mulai mengembalikan marwah
  harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  nasional di tingkat global.&lt;br /&gt;Ia menambahkan bahwa kebijakan
  tersebut terbukti meningkatkan penerimaan negara meskipun volume
  produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  tidak dipacu secara berlebihan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Harga nikel ditentukan oleh
  luar. Harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  ditentukan oleh luar. Sekarang baru mulai kita tata. Alhamdulillah,
  dengan penataan terhadap pengaturan supply and demand, harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Indonesia
  sekarang sudah mulai ada marwahnya di mata internasional,&amp;quot; ungkap
  Bahlil dalam sambutannya pada acara Donor Darah Hari Jadi Pertambangan
  ke 81, di Balai Sudirman Jakarta, dikutip Selasa
  (22/9/2026).&lt;br /&gt;Pemerintah mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak
  (PNBP) dari sektor pertambangan mengalami peningkatan melebihi capaian
  tahun 2025, meskipun dari sisi produksi lebih rendah. Pemerintah lebih
  mengutamakan optimalisasi pendapatan negara dibandingkan sekadar
  mengejar target volume produksi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Laporan dari Dirjen
  Minerba kepada saya, produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; itu tidak
  sebanyak di tahun 2025, tetapi PNBP-nya lebih tinggi dibandingkan
  dengan 2025. Artinya, kita pengin produksinya tidak terlalu banyak,
  tapi pendapatan negara itu yang paling penting,&amp;quot; kata
  Bahlil.&lt;br /&gt;Selain itu, penataan tata kelola pertambangan menurutnya
  juga ditujukan untuk memberikan perlindungan serta pemerataan bagi
  pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor UMKM tercatat
  menyumbang 61% terhadap PDB nasional dan terbukti menjadi penyangga
  ekonomi saat krisis 1998 di tengah inflasi 88% dan defisit sebesar
  13%.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan UMKM ini harta mereka kalau ada apa-apa, enggak
  pernah dibawa ke luar negeri. Dan ketika krisis ekonomi tahun '98,
  Bapak, Ibu semua, defisit kita itu 13%, inflasi kita 88%, tahun '98.
  Yang menjadi penyangga pertahanan ekonomi nasional kita apakah
  perusahaan besar? Tidak. UMKM itu,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Kementerian
  ESDM memfasilitasi pengajuan RKAB pelaku usaha menengah ke bawah
  dengan kuota 200.000 ton, 700.000 ton, hingga 1.000.000 ton. Langkah
  penataan kuota ini dilakukan guna memastikan kehadiran negara dalam
  menjaga keseimbangan persaingan antara pengusaha besar dan pelaku
  usaha kecil.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan UMKM sekarang ada juga di pertambangan,
  kan? Yang minta RKAB cuma 500, 200.000, 700.000, 1.000.000, itu UMKM.
  Kalau satu perusahaan menguasai gede, ya saya lebih memilih banyak
  orang yang hidup daripada satu orang yang berkuasa,&amp;quot;
  tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;RKAB &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  2026&lt;br /&gt;Sebelumnya, memang pemerintah sendiri berulang kali
  menyebutkan bahwa produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dalam RKAB 2026
  akan dipangkas untuk menjaga harga pasar &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dunia agar tidak
  terus menurun. Pemerintah merumuskan RKAB &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; tahun 2026 ini di
  kisaran 600-an juta ton.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (Dirjen Minerba)
  Kementerian ESDM Tri Winarno sempat membeberkan bahwa volume RKAB yang
  telah disetujui pemerintah saat ini berada di kisaran 600 juta
  ton.&lt;br /&gt;&amp;quot;600 (juta) something-lah. He eh, lebih sedikit,&amp;quot;
  kata Tri ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin
  (22/6/2026).&lt;br /&gt;Meski demikian, kala itu Tri belum memerinci secara
  detail target produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; nasional tahun 2026. Pasalnya, pemerintah masih akan
  melihat perkembangan kebutuhan pasar domestik, khususnya permintaan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk
  pembangkit listrik milik PLN.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nanti lihat, lihat DMO-nya
  seperti apa. Karena yang diminta PLN kan yang medium ya,&amp;quot; ujar
  Tri.&lt;br /&gt;Kemudian, pemerintah mempertimbangkan untuk melakukan
  relaksasi terukur produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dalam negeri
  tahun ini, mempertimbangkan kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap
  (PLTU) &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Kementerian ESDM memprioritaskan pemenuhan energi
  dalam negeri dibanding kepentingan lainnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;(Tambahan
  produksi) untuk yang &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; hanya diperuntukkan untuk yang PLN. Itu aja,&amp;quot; kata
  Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat
  (10/7/2026).&lt;br /&gt;Rencana tambahan produksi itu demi menutup selisih
  antara realisasi kontrak pengadaan dengan kebutuhan pembangkit listrik
  saat ini. Pihaknya tengah menghitung rincian volume tambahan yang
  diperlukan agar operasional listrik tetap stabil.&lt;br /&gt;Meski produksi
  akan ditambah, pemerintah memastikan pasokan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; benar-benar
  terserap oleh PLN. Tri mengingatkan bahwa setiap penyesuaian kuota
  produksi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak memicu kondisi
  kelebihan pasokan di pasar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jangan sampai ada oversupply.
  Itu aja,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260922093811-4-769771/bahlil-harga-batu-bara-ri-kini-mulai-ada-marwahnya-di-internasional"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Sesi I Anjlok 1,11%, Bayan Resources (BYAN) Jadi Beban Utama</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346700" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346700</id>
    <updated>2026-09-22T07:00:27Z</updated>
    <published>2026-09-22T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot
  lebih dari 1% sepanjang perdagangan sesi I siang ini, Selasa
  (22/9/2026). IHSG anjlok 71,16 poin atau 1,11% ke level
  6.313,57.&lt;br /&gt;Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG melemah karena 537
  saham melemah, 269 saham stagnan dan hanya 157 saham yang
  naik.&lt;br /&gt;Pemberat IHSG siang ini dibebani oleh sektor energi yang
  anjlok 3,07%, diikuti oleh sektor real estate yang turun 1,5%, dan
  sektor utilitas yang turun 1,2%.&lt;br /&gt;Volume perdagangan mencapai
  19,64 miliar saham, dengan frekuensi transaksi mencapai 1.249 ribu
  kali dengan nilai transaksi sebanyak Rp7,97 triliun.&lt;br /&gt;Padahal,
  IHSG sempat tercatat dibuka menguat pada level 6.392,34 hingga
  mencapai level tertinggi harian 6.423,84. Namun, tekanan jual kemudian
  membawa IHSG berbalik arah hingga menyentuh level terendah di
  6.277,68.&lt;br /&gt;Setelah menyentuh titik terendah tersebut, IHSG sempat
  mengalami pemulihan dan bergerak kembali ke kisaran 6.300. Meski
  demikian, penguatan tersebut belum mampu membawa indeks kembali ke
  level pembukaan. Pada posisi terakhir yang ditampilkan, IHSG berada di
  level 6.313,57, atau masih mencatatkan penurunan 1,11%.&lt;br /&gt;Mengutip
  Stockbit, dari sisi aktivitas transaksi, perdagangan saham pada hari
  tersebut mencatatkan total volume mencapai 206,30 juta lot dengan
  nilai transaksi sebesar Rp7,99 triliun. Frekuensi transaksi tercatat
  sebanyak 1,36 juta kali.&lt;br /&gt;Jika dirinci berdasarkan pasar reguler,
  transaksi saham tercatat sebanyak 202,75 juta lot dengan nilai
  mencapai Rp7,80 triliun. Frekuensi transaksi di pasar reguler mencapai
  sekitar 1,36 juta kali.&lt;br /&gt;Sementara itu, transaksi pada pasar
  negosiasi tercatat sebesar 3,54 juta lot dengan nilai transaksi
  mencapai Rp187,00 miliar. Frekuensi transaksi di pasar negosiasi
  tercatat sebanyak 150 kali.Sedangkan transaksi pada pasar tunai
  relatif kecil dibandingkan pasar reguler maupun negosiasi. Volume
  transaksi di pasar tunai tercatat sebanyak 294 lot, dengan nilai
  mencapai Rp33,48 juta dan frekuensi sebanyak 21 kali.Adapun
  saham-saham pemberat utama IHSG adalah PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
  dengan bobot 16,71 poin. BYAN tercatat turun 7,81% dan kembali ke
  level 12.100 setelah pada akhir pekan lalu sempat parkir di 13.825.
  &lt;br /&gt;Kemudian diikuti PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
  yang berkontribusi -8,76 poin. PT. &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals Tbk
  (BRMS), PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT. &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk (BUMI)
  juga ikut masuk dalam daftar pemberat IHSG. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara
  saham-saham penopang koreksi IHSG siang ini antara   lain, PT. Amman
  Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT. Bank Central   Asia Tbk (BBCA),
  PT. Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT. Indosat   Tbk (ISAT), dan
  PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).Adapun pasar   keuangan
  Indonesia pada Selasa (22/9/2026) akan mencermati   perkembangan
  perang di Timur Tengah serta sejumlah agenda dari dalam   negeri.
  Melonjaknya Wall Street hingga Bitcoin diharapkan bisa menjadi
  sentimen positif bagi IHSG dan rupiah.Dari dalam negeri, Bank
  Indonesia (BI) mulai menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) September
  pada Selasa (22/9/2026). Rapat berlangsung selama dua hari, dengan
  keputusan suku bunga acuan atau BI Rate dijadwalkan diumumkan pada
  Rabu (23/9/2026).Pengumuman kali ini akan menjadi yang pertama bagi
  Destry Damayanti sejak dilantik sebagai Gubernur BI definitif pada 2
  September. Berdasarkan konsensus pasar, BI diperkirakan kembali
  mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Suku bunga deposit facility dan
  lending facility juga diperkirakan tetap, masing-masing sebesar 4,75%
  dan 6,5%.Dalam RDG Agustus, BI mempertahankan suku bunga acuan di
  level 5,75%.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(rob/rob)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260922121708-17-769850/ihsg-sesi-i-anjlok-111-bayan-resources--byan--jadi-beban-utama"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Tiba-Tiba IHSG Turun 1% Lebih, Ini Penyebabnya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346671" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346671</id>
    <updated>2026-09-22T07:00:24Z</updated>
    <published>2026-09-22T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali
  berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa (22/9/2026). IHSG
  merosot lebih dari 1% pada perdagangan sesi I, setelah sempat dibuka
  menguat.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia sekitar pukul
  10:45 WIB, IHSG anjlok 84,62 poin atau 1,33% ke level 6.300,11.
  Padahal, indeks sempat dibuka di zona hijau atau di level
  6.392,34.&lt;br /&gt;Tekanan terhadap IHSG terjadi secara luas, tercermin
  dari mayoritas sektor saham yang berada di zona merah.&lt;br /&gt;Sektor
  energi menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni mencapai 1,99%.
  Disusul sektor utilitas yang turun 1,77%, properti -1,72%, konsumer
  non-primer -1,52%, bahan baku -1,33%, industri -1,18%, konsumer primer
  -0,87%, finansial -0,84%, dan kesehatan -0,72%.&lt;br /&gt;Tekanan semakin
  terasa karena sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat
  utama IHSG.&lt;br /&gt;Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
  menjadi penekan terbesar dengan kontribusi penurunan 14,6 poin
  terhadap IHSG. Selanjutnya terdapat PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang
  mengurangi indeks 7,74 poin.&lt;br /&gt;Saham PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals Tbk
  (BRMS) juga menekan IHSG sebesar 2,98 poin, diikuti PT Telkom
  Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) 2,77 poin dan PT Bank Mandiri (Persero)
  Tbk (BMRI) 2,45 poin.&lt;br /&gt;Kemudian, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  memberikan tekanan 2,21 poin, sama seperti PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk (BUMI)
  yang juga mengurangi IHSG 2,21 poin.&lt;br /&gt;Saham PT Dian Swastatika
  Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)
  masing-masing menekan 2,15 poin dan 2,11 poin. Sementara PT Bank
  Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengurangi IHSG sebesar 1,98
  poin.&lt;br /&gt;Di tengah tekanan tersebut, masih terdapat sejumlah saham
  yang bergerak positif. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  menjadi saham yang memberikan kontribusi positif terbesar terhadap
  IHSG, yakni 2,11 poin. Disusul PT Medco Energi Internasional Tbk
  (MEDC) sebesar 0,38 poin dan PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar 0,36
  poin.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, kondisi pasar menunjukkan tekanan jual
  yang cukup merata. Data IDX Mobile mencatat 137 saham menguat, 546
  saham melemah, dan 280 saham stagnan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tekanan IHSG hari
  ini melanjutkan tren pelemahan yang terjadi   pada perdagangan
  sebelumnya. Pada Senin (21/9), IHSG ditutup turun   0,88% ke 6.384,72.
  &lt;br /&gt;Selain faktor domestik, pasar juga masih   mencermati
  ketidakpastian global. Sebelumnya, harga minyak dan   ketegangan
  geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu sumber   perhatian
  investor karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan
  memengaruhi ekspektasi suku bunga.&lt;br /&gt;Pelemahan IHSG terjadi ketika
  sentimen di pasar saham Asia justru relatif positif.&lt;br /&gt;Data pada
  pagi hari menunjukkan KOSPI Korea Selatan naik 1,84%, Nikkei 225
  1,38%, Taiwan 0,84%, Malaysia 0,69%, SGX CNBC China Growth 0,62%,
  Shenzhen 0,62%, SET Thailand 0,56%, dan STI Singapura
  0,44%.&lt;br /&gt;Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menguat 0,42% dan
  Shanghai Composite naik 0,22%. Nifty 50 India tercatat
  stagnan.&lt;br /&gt;Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mulai menggelar
  Rapat Dewan Gubernur selama dua hari. Rapat berlangsung selama dua
  hari, dengan keputusan suku bunga acuan atau BI Rate dijadwalkan
  diumumkan pada Rabu (23/9/2026).&lt;br /&gt;Pengumuman kali ini akan menjadi
  yang pertama bagi Destry Damayanti sejak dilantik sebagai Gubernur BI
  definitif pada 2 September. Berdasarkan konsensus pasar, BI
  diperkirakan kembali mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Suku bunga
  deposit facility dan lending facility juga diperkirakan tetap,
  masing-masing sebesar 4,75% dan 6,5%.&lt;br /&gt;Dalam RDG Agustus, BI
  mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260922104651-17-769794/tiba-tiba-ihsg-turun-1-lebih-ini-penyebabnya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Dibuka Rebound 0,35%, Saham MEDC, ADMR, hingga AMMN Ngegas</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346651" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346651</id>
    <updated>2026-09-22T07:00:22Z</updated>
    <published>2026-09-22T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka di
  zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (22/9/2026). Sejumlah
  saham seperti MEDC, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;admr&lt;/span&gt;, hingga AMMN bergerak
  menguat pada pembukaan perdagangan.&lt;br /&gt;Data BEI pukul 09.04 WIB,
  menunjukkan IHSG dibuka naik 0,35% ke level 6.406,81. Dari ratusan
  konstituen, sebanyak 317 saham menguat, 160 melemah, dan 486
  stagnan.&lt;br /&gt;Dari jajaran saham LQ45, penguatan harga saham dipimpin
  oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang naik 5,76% ke
  Rp1.560, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;admr&lt;/span&gt;) naik 1,95% ke Rp1.565,
  dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 1,72% ke
  Rp4.740.&lt;br /&gt;Hal serupa dialami oleh PT ESSA Industries Indonesia
  Tbk. (ESSA) yang naik 1,67% ke Rp610, PT XLSMART Telecom Sejahtera
  Tbk. (EXCL) naik 1,65% ke Rp2.460, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.
  (CUAN) naik 1,61% ke Rp945. Sebaliknya, pelemahan harga saham dialami
  antara lain oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) yang turun 0,65%
  ke Rp3.060, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) turun 0,67% ke
  Rp1.490, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun 0,76% ke
  Rp1.305.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
  Tbk. (BBRI) juga turun 1,21%   ke Rp3.260, PT Indo Tambangraya Megah
  Tbk. (ITMG) turun 0,10% ke   Rp26.100, dan PT Bank Negara Indonesia
  (Persero) Tbk. (BBNI) turun   0,55% ke Rp3.600.&lt;br /&gt;Equity Analyst
  Indo Premier Sekuritas Brigita   Kinari, menerangkan secara teknikal,
  IHSG pada perdagangan pekan lalu   ditutup di level 6.441 atau di
  bawah level MA5 dan MA20. Posisi MA5   secara teknikal disebut
  membentukdead crossterhadap MA20 yang   mengindikasikan pelemahan
  jangka pendek.&lt;br /&gt;Meskipun begitu, IHSG   dinilai masih bertahan di
  atas MA60, sehingga tren menengah dinilai   belum berbalik dan koreksi
  saat ini masih dapat dibaca   sebagaipullback.&lt;br /&gt;Menurutnya, selama
  IHSG mampu bertahan di atas   level 6.370, peluangtechnical
  reboundterbuka ke area 6.541—6.581.   Namun, jika area 6.370
  tertembus, IHSG dinilai berisiko menguji area
  6.200—6.279.&lt;br /&gt;“Kami memperkirakan IHSG cenderung konsolidasi
  dengan tekanan jual yang masih dominan pada awal pekan. Support di
  6.200—6.279,resistancedi 6.585—6.633,” katanya dalam keterangan
  resminya, Senin (21/9/2026).&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak
  bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi
  sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab
  terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan
  investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260922/7/2006046/ihsg-dibuka-rebound-035-saham-medc-admr-hingga-ammn-ngegas"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Status Gunung Anak Krakatau Turun dari Siaga Jadi Waspada</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346635" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346635</id>
    <updated>2026-09-22T07:00:20Z</updated>
    <published>2026-09-22T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Badan Geologi Kementerian Energi dan
  Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status aktivitas Gunungapi Anak
  Krakatau di Selat Sunda dari Level III (Siaga) menjadi Level II
  (Waspada). Penurunan status tersebut mulai 21 September 2026 pukul
  18.30 WIB.Kepala Badan Geologi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Lana Saria
  mengatakan perubahan status tersebut ditetapkan berdasarkan hasil
  pemantauan dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi terkini Gunungapi
  Anak Krakatau.&amp;quot;Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara
  menyeluruh, maka tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau diturunkan
  dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada),&amp;quot; ujar Lana
  dikutip dari laman resmi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  Selasa (22/9/2026).&lt;br /&gt;Meski status aktivitas diturunkan, Badan
  Geologi tetap menetapkan rekomendasi keselamatan. Masyarakat di
  sekitar Gunungapi Anak Krakatau serta pengunjung, wisatawan, dan
  pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan kegiatan dalam
  radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunungapi.&amp;quot;Masyarakat di
  sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, pendaki
  tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah
  radius 2 km dari pusat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau,&amp;quot; tegas
  Lana.Badan Geologi juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan
  terhadap potensi lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. Masyarakat
  di wilayah pantai Banten dan Lampung diminta tetap tenang serta tidak
  mempercayai isu mengenai erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang disebut
  akan menyebabkan tsunami.Pemantauan terhadap aktivitas Gunungapi Anak
  Krakatau akan terus dilakukan, sementara evaluasi tingkat aktivitas
  akan dilakukan secara berkala maupun apabila terjadi perubahan
  aktivitas yang signifikan. Status Level II (Waspada) dan rekomendasi
  keselamatan tetap berlaku hingga diterbitkannya hasil evaluasi
  berikutnya.Sebelumnya, Gunungapi Anak Krakatau berada pada Level III
  (Siaga) sejak 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB setelah terdeteksi
  peningkatan kegempaan vulkanik dan deformasi. Dalam periode
  peningkatan aktivitas tersebut, tercatat sebanyak 224 kali erupsi
  hingga 3 September 2026.Aktivitas kembali meningkat dengan terjadinya
  erupsi menerus selama sekitar 25 jam mulai 4 September 2026 pukul
  23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Berdasarkan
  pantauan data citra satelit, erupsi tersebut menghasilkan aliran lava
  ke arah barat laut - barat - barat daya dari pusat erupsi.Setelah
  periode tersebut, aktivitas Gunungapi Anak Krakatau menunjukkan
  kecenderungan menurun hingga 20 September 2026 pukul 00.00 WIB.
  Kondisi tersebut diperkuat oleh data deformasi yang menunjukkan adanya
  deflasi. Pada 20 September 2026, tercatat satu kali Gempa Low
  Frequency dan tremor menerus dengan rata-rata amplitudo 2 milimeter. &lt;br /&gt;(hrp/fdl)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8673521/status-gunung-anak-krakatau-turun-dari-siaga-jadi-waspada"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bisakah Bensin Dibuat dari Batu Bara Sesuai Keinginan Prabowo?</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346606" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346606</id>
    <updated>2026-09-22T07:00:17Z</updated>
    <published>2026-09-22T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Presiden Prabowo Subianto menginginkan
  pemanfaatan sumber daya alam (SDA) di Indonesia dapat dimaksimalkan
  dengan baik. Oleh karena itu, pemerintahannya berencana membuat bensin
  dari &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.Direktur
  Jenderal Mineral dan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan bahwa rencana
  tersebut bukanlah barang baru. Ia mengatakan teknologi untuk mengubah
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi
  bahan bakar cair atau coal-to-liquid sudah lama dikembangkan dan
  digunakan di sejumlah negara. Tri mengatakan Jerman menjadi negara
  yang telah berhasil memanfaatkan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk jadi
  minyak.&amp;quot;Jadi gini, kalau di dunia ini dimulai coal-to-liquid itu
  sudah lama. Bahkan di Jerman itu pada saat Jerman Timur itu mereka
  merubah karena di Jerman Timur enggak ada sumber minyak, mereka
  merubah yang &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  menjadi minyak untuk tank,&amp;quot; ujar Tri Saat ditemui di Balai
  Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).&lt;br /&gt;Selain di Jerman,
  Tri menjelaskan satu perusahaan asal Afrika Selatan yakni Sasol Ltd.
  juga telah berhasil mengubah &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi
  bensin.&amp;quot;Terus kemudian kita lihat Sasol misalnya di Afrika
  Selatan. Dulu dia kena politik apartheid, terus di-ban oleh
  negara-negara lain, maka dia mencairkan batubara, Sasol itu sampai
  sekarang sekitar kira-kira 300 ribu barel per hari. Jadi memang sudah
  ada kalau itu,&amp;quot; jelas Tri.Saat ditanya soal negara mana yang akan
  menjadi mitra dalam pengembangan rencana, Tri mengatakan pemerintah
  masih melakukan evaluasi. Menurutnya, hal yang menjadi pertimbangan
  utama bukan negara asal teknologi, melainkan teknologi yang akan
  digunakan.&amp;quot;Nanti beberapa sedang dievaluasilah. Tentang negaranya
  kan enggak terlalu ini, yang penting teknologinya lah,&amp;quot; kata
  Tri.Sebelumnya, Prabowo menginginkan adanya pengembangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; produksi bensin
  dari &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Hal ini
  mengikuti jejak sukses implementasi program solar dengan campuran
  minyak kelapa sawit hingga 50% atau B50 dalam mengurangi
  ketergantungan impor bahan bakar, pemerintah berencana untuk
  memproduksi bensin dengan bahan dasar &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.Presiden Prabowo
  Subianto mengatakan saat ini para akademisi dan profesor dari berbagai
  fakultas teknik di Tanah Air telah berhasil menciptakan bahan bakar
  dari sumber daya lokal yakni minyak kelapa sawit (crude palm
  oil/CPO).Dalam konteks inilah Prabowo kemudian mengatakan bahwa
  pengembangan sumber bahan bakar baru seperti solar dengan campuran
  minyak sawit tadi harus terus dikembangkan. Di mana pemerintah kini
  membidik pengembangan produksi bensin dari &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&amp;quot;Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar
  pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas
  teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah
  bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin
  juga bensin dari &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;,&amp;quot; kata Prabowo dalam acara Syukuran 100 tahun Pondok
  Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).Saksikan Live
  DetikPagi: &lt;br /&gt;(hrp/fdl)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8673093/bisakah-bensin-dibuat-dari-batu-bara-sesuai-keinginan-prabowo"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>AMMN Catat Laba US$ 497,9 Juta, BYAN Dapat Tambahan Kuota Batu Bara</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346577" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346577</id>
    <updated>2026-09-22T07:00:14Z</updated>
    <published>2026-09-22T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Market OverviewBursa saham Indonesia
  kembali berakhir di zona merah. IHSG pada perdagangan Senin (21/9)
  turun 0,88% ke posisi 6.384,73.Sejumlah saham bergerak berlawanan
  arah. MPRO menguat 3,64%, COIN naik 12,58%, dan TPIA bertambah 2,45%.
  Sementara itu, saham BYAN turun 5,06%, disusul BBCA yang terkoreksi
  1,19% dan TLKM melemah 2,34%.Tekanan juga terlihat dari aktivitas
  investor asing. Di pasar reguler, asing mencatatkan net sell Rp503,12
  miliar. Jika dihitung di seluruh pasar, nilai net sell mencapai
  Rp510,07 miliar.&lt;br /&gt;Dari 11 sektor yang diperdagangkan, delapan
  sektor berakhir melemah. Sektor Infrastruktur menjadi yang turun
  paling dalam dengan koreksi 1,38%. Sebaliknya, sektor Transportasi
  mencatat kenaikan tertinggi sebesar 0,55%.Berbeda dengan pasar saham
  Indonesia, bursa AS ditutup menguat. Dow Jones naik 0,71% ke 52.048,
  S&amp;amp;P 500 bertambah 1,49% ke 7.764, sedangkan Nasdaq menguat 2,26%
  ke 27.122.Penurunan IHSG turut dipengaruhi koreksi BYAN. Saham
  tersebut mengalami profit taking setelah sebelumnya melonjak 19,96%
  pada Jumat (18/9). Pergerakan BYAN memberikan tekanan sebesar 11,41
  poin terhadap IHSG.Sentimen regional juga menjadi perhatian setelah
  FTSE menaikkan status Vietnam menjadi Secondary Emerging Market yang
  mulai berlaku pada 21 September. Perubahan tersebut memunculkan
  perhatian terhadap potensi pergeseran alokasi dana asing di kawasan.
  Pada perdagangan yang sama, indeks ETF EIDO turun 0,88%, sementara
  MSCI Indonesia melemah 1,13%.Berita EmitenAmman Mineral Internasional
  (AMMN) AMMN mencatat perubahan kinerja pada semester I-2026. Perseroan
  membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk
  sebesar US$497,93 juta.Pada periode yang sama tahun sebelumnya, AMMN
  masih mencatat rugi sebesar US$148,72 juta. Kinerja tersebut berjalan
  seiring dengan penjualan bersih yang naik 1.024,02% secara tahunan
  menjadi US$2,05 miliar, dari US$182,59 juta pada semester I
  2025.Pertumbuhan penjualan didukung oleh peningkatan volume produksi,
  membaiknya kadar bijih Fase 8, serta kenaikan harga
  komoditas.Perbaikan kadar bijih tersebut turut membuat AMMN
  memperbarui target produksi emas dalam konsentrat untuk 2026. Guidance
  dinaikkan 34% menjadi 775 koz dari sebelumnya 579 koz.AMMN juga
  menetapkan target baru untuk produksi katoda tembaga sebesar 130 kt
  dan emas murni sebesar 350 koz. Pembaruan tersebut dilakukan setelah
  smelter perseroan memperoleh Project Acceptance Certificate (PAC) pada
  24 Juli 2026.Dari sisi sumber daya, data terbaru Joint Ore Reserves
  Committee (JORC) per 30 Juni 2026 menunjukkan cadangan bijih Batu
  Hijau mencapai 777 juta ton. Angka tersebut meningkat dari 705 juta
  ton per 31 Desember 2024.Cadangan bijih Elang juga meningkat menjadi
  2,58 miliar ton, dibandingkan 2,52 miliar ton pada akhir 2024. AMMN
  menargetkan proyek Elang memasuki tahap Final Investment Decision
  (FID) pada 2027, sementara produksi bijih pertama diperkirakan
  berlangsung sekitar 2031 atau 2032. Dalam pengembangannya, perseroan
  berencana memanfaatkan sebagian besar infrastruktur yang sudah
  tersedia.Bayan Resources (BYAN)BYAN mendapat persetujuan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; terkait
  perubahan RKAB untuk tiga anak usahanya. Melalui persetujuan tersebut,
  BYAN memperoleh tambahan kuota produksi batu bara sekitar 15 juta
  hingga 20 juta ton.Persetujuan perubahan RKAB ini menjadi perkembangan
  penting bagi rencana produksi perseroan. Sebelumnya, belum terbitnya
  RKAB sempat menimbulkan keterbatasan produksi dan membuat BYAN
  menyampaikan pemberitahuan force majeure.Tambahan kuota tersebut juga
  berkaitan dengan proyeksi volume produksi 2026. Moody's sebelumnya
  memperkirakan produksi BYAN hanya sekitar 39 juta ton pada 2026
  apabila perubahan kuota tidak disetujui. Sebagai pembanding, produksi
  perseroan pada 2025 berada di kisaran 68 juta ton.Di sisi lain,
  rencana PT Jhonlin Baratama untuk mengakuisisi 10 miliar saham BYAN
  atau sekitar 30% kepemilikan masih menunggu persetujuan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;.Hal
  tersebut berkaitan dengan ketentuan UU No. 3/2020 dan PP No. 96/2021
  yang mengatur bahwa pemegang IUP/IUPK tidak dapat mengalihkan
  kepemilikan saham tanpa izin dari menteri.Indonesia Fibreboard
  Industry (IFII) IFII tengah menetapkan dividen tunai interim tahun
  buku 2026 sebesar Rp5 per saham. Total dividen yang akan dibagikan
  mencapai sekitar Rp47,06 miliar.Keputusan tersebut sejalan dengan
  catatan laba periode berjalan IFII sebesar Rp78,12 miliar pada
  semester I 2026. Per 30 Juni 2026, perseroan memiliki saldo laba yang
  belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp453,72 miliar dengan total
  ekuitas mencapai Rp1,41 triliun.Dengan nilai dividen tersebut,
  dividend payout ratio IFII mencapai 60,24% dari laba periode berjalan
  semester I 2026.Sementara itu, saham IFII pada perdagangan Senin
  (21/9) ditutup di level Rp212 per saham, naik 0,95%. Berdasarkan harga
  tersebut, dividen interim Rp5 per saham setara dengan dividend yield
  2,36%.Investor yang tercatat berhak atas dividen untuk pasar reguler
  dan negosiasi harus tercatat hingga cum date pada 28 September 2026.
  Pembayaran dividen dijadwalkan pada 15 Oktober 2026.Rekomendasi Saham
  Hari IniIRSX - Buy 448-452 | TP 460-470 | SL 426BIPI - Buy 147-149 |
  TP 153-156 | SL 140BULL - Buy 398-402 | TP 410-416 | SL 380TRIN - Buy
  394-398 | TP 408-416 | SL 376MAPA - Buy 690-700 | TP 710-720 | SL
  655Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham
  dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan
  untuk membeli atau menjual saham tertentu.  &lt;br /&gt;(ang/ang)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8673373/ammn-catat-laba-us-497-9-juta-byan-dapat-tambahan-kuota-batu-bara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Status Gunung Api Anak Krakatau Resmi Turun Jadi Level II atau Waspada</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346488" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346488</id>
    <updated>2026-09-22T01:00:48Z</updated>
    <published>2026-09-22T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; menurunkan
  status Gunung Api Anak Krakatau dari Level III atau Siaga menjadi
  Level II atau waspada. Status baru tersebut berlaku mulai hari ini,
  pada pukul 18.30 WIB.&lt;br /&gt;Gunungapi Anak Krakatau merupakan gunungapi
  aktif tipe A di perairan Selat Sunda, yang secara administrasi
  termasuk kedalam pada wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi
  Lampung. Meskipun demikian, pengamatan Gunungapi Anak Krakatau
  dilakukan melalui 2 pos pengamatan gunungapi, yaitu Pos Pengamatan
  Gunungapi Anak Krakatau di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan,
  Provinsi Lampung, dan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di
  Pasauran, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.&lt;br /&gt;Berdasarkan gejala
  peningkatan kegempaan vulkanik dan deformasi, Gunungapi Anak Krakatau
  statusnya dinaikan menjadi Siaga (Level III) sejak 2 Juli 2026 pukul
  16.30 WIB. Seiring dengan gejala peningkatan aktivitasnya, Gunungapi
  Anak Krakatau mengalami 224 kali erupsi hingga 3 September
  2026.&lt;br /&gt;Pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September
  2026 pukul 00.04 WIB terjadi erupsi menerus selama 25 jam. Berdasarkan
  pantauan data citra satelit, erupsi menerus tersebut menghasilkan
  aliran lava yang mengalir ke arah barat laut - barat - barat daya dari
  pusat erupsi. Meskipun mengalami 7 kali erupsi strombolian setelah
  berhentinya erupsi menerus, aktivitas Gunungapi Anak Krakatau
  cenderung mengalami penurunan hingga 20 September 2026 pukul 00.00
  WIB.&lt;br /&gt;&amp;quot;Selain itu, gejala penuruan aktivitas Gunungapi Anak
  Krakatau didukung oleh data deformasi yang memperlihatkan adanya
  penurunan (deflasi),&amp;quot; ungkap Kepala Badan Geologi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Lana Saria
  dalam keterangan tertulisnya.&lt;br /&gt;Catatan kegempaan Gunungapi Anak
  Krakatau 20 September 2026 menunjukkan 1 kali Gempa Low Frequency dan
  Tremor Menerus dengan rata rata amplitudo 2 mm. Berdasarkan hasil
  analisis dan evaluasi secara menyeluruh, maka tingkat aktivitas
  Gunungapi Anak Krakatau diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi
  Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 21 September 2026 pukul
  18.30 WIB.&lt;br /&gt;Dengan turun menjadi Level II maka rekomendasi adalah
  sebagai berikut:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Masyarakat di sekitar G. Anak Krakatau
  dan   pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan
  melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas
  G. Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya
  lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.&lt;br /&gt;Masyarakat di wilayah
  pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai
  isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan
  tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan
  senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wur/wur)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260921201737-4-769696/status-gunung-api-anak-krakatau-resmi-turun-jadi-level-ii-atau-waspada"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Blok Gas Natuna yang Dikelola Hashim Banyak CO2, Realistis Digarap?</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346459" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346459</id>
    <updated>2026-09-22T01:00:45Z</updated>
    <published>2026-09-22T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan minyak dan gas bumi (migas)
  milik Hashim Djojohadikusumo, PT Nations Petroleum resmi ditunjuk
  sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) atau Blok Natuna
  D-Alpha.&lt;br /&gt;Pengumuman pemenang lelang wilayah kerja migas ini
  tertuang dalam Surat Keputusan Menteri ESDM No. 108.K/MG.4/DJM/2026
  tanggal 17 September 2026.&lt;br /&gt;Perusahaan di bawah naungan Arsari
  Group ini memiliki komitmen pasti untuk investasi 3 tahun pertama
  sebesar US$ 103.309.000 dan memberikan bonus tanda tangan US$
  200.000.&lt;br /&gt;Blok migas Natuna D-Alpha ini diperkirakan memiliki
  sumber daya gas jumbo dengan potensi mencapai 200 triliun kaki kubik
  (TCF). Namun di sisi lain, tantangan pengembangannya tergolong tinggi
  akibat kandungan karbon dioksida (CO2) yang mencapai lebih dari
  70%.&lt;br /&gt;Lantas, apakah pengembangan Blok Gas Natuna D-Alpha ini
  realistis dan ekonomis?&lt;br /&gt;Kementerian Energi dan Sumber Daya
  Mineral (ESDM) menilai perkembangan teknologi pengolahan gas saat ini
  membuat proyek WK Migas Natuna D-Alpha yang sebelumnya dianggap tidak
  ekonomis menjadi lebih ekonomis untuk digarap.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal
  Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Laode
  Sulaeman menegaskan bahwa kemajuan teknologi pengolahan gas berkembang
  sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa
  pilihan skala fasilitas pengolahan gas saat ini jauh lebih bervariasi
  sehingga efisiensi proyek dapat ditingkatkan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sekarang kan
  teknologi sudah maju. Sekarang teknologi sudah maju, jadi hal-hal yang
  dulu dirasakan tidak ekonomis sekarang sudah lebih ekonomis,&amp;quot;
  ungkap Laode saat ditemui di sela acara Donor Darah Hari Jadi
  Pertambangan ke 81, di Balai Sudirman Jakarta, Senin
  (21/9/2026).&lt;br /&gt;Laode mencontohkan bahwa pengembangan fasilitas
  liquified natural gas (LNG) pada masa lalu membutuhkan skala besar
  hingga 100 MM. Sementara itu, teknologi terkini telah memungkinkan
  pemanfaatan fasilitas mini LNG dengan kapasitas mulai dari 2
  MMSCFD.&lt;br /&gt;&amp;quot;Coba, ini contoh ya, dulu kalau kita bilang LNG,
  kita bicaranya kan 100 MM (MMSCFD), sekarang ada mini LNG cuma 2
  MMSCFD ada. Jadi sekarang tuh teknologi sangat maju,&amp;quot; kata
  Laode.&lt;br /&gt;Menurutnya, ke depannya tak menutup kemungkinan bila PT
  Nations Petroleum ini bermitra dengan perusahaan migas
  lainnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pola-pola kerja sama tentu ada, biasanya sih kalau
  yang sudah-sudah selalu ada kerja sama,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sejarah Natuna D-Alpha&lt;br /&gt;Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha
  memiliki sejarah panjang dalam upaya pengembangan cadangan migas
  raksasa Indonesia. Blok yang berada di lepas pantai Kepulauan Natuna,
  Provinsi Kepulauan Riau, tersebut telah melewati sejumlah perubahan
  operator dan skema pengelolaan sebelum kembali ditawarkan pemerintah
  kepada investor.&lt;br /&gt;Sejarah pengembangan Natuna D-Alpha bermula pada
  1973 ketika operator asal Italia yakni AGIP menemukan kandungan gas di
  Lapangan AL yang kemudian dikenal sebagai Natuna D-Alpha. Wilayah ini
  disebut memiliki potensi hidrokarbon yang sangat besar, dengan
  perkiraan sumber daya gas lebih dari 200 triliun kaki kubik (trillion
  cubic feet/ TCF).&lt;br /&gt;Potensi tersebut kemudian menarik minat
  ExxonMobil. Pada 1980, ExxonMobil mendapatkan hak pengelolaan wilayah
  Natuna D-Alpha. Namun, pengembangan lapangan tersebut menghadapi
  berbagai tantangan karena tingginya kandungan karbon dioksida (CO2)
  dalam gas Natuna.&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun tidak kunjung
  dikembangkan secara komersial, pemerintah akhirnya menghentikan
  kontrak ExxonMobil pada 2007. Lalu pada 2008, pemerintah menyerahkan
  pengelolaan Natuna D-Alpha kepada PT Pertamina
  (Persero).&lt;br /&gt;Pertamina kemudian berupaya mencari mitra untuk
  mengembangkan lapangan gas raksasa tersebut. Dalam prosesnya,
  Pertamina menggandeng sejumlah perusahaan migas internasional.
  ExxonMobil kembali masuk bersama Pertamina dan Total dalam upaya
  pengembangan Natuna D-Alpha.&lt;br /&gt;Sejalan dengan hal itu, Lapangan ini
  kemudian diubah namanya menjadi East Natuna atau Natuna Timur. Dalam
  perkembangan berikutnya, Petronas juga masuk ke dalam konsorsium
  tersebut. Namun, Petronas kemudian digantikan oleh perusahaan migas
  asal Thailand, PTT Exploration and Production (PTT EP), pada
  2012.&lt;br /&gt;Meski telah melibatkan sejumlah perusahaan migas besar
  dunia, pengembangan East Natuna kembali buntu. Konsorsium yang
  dibentuk untuk mengembangkan lapangan tersebut akhirnya berakhir pada
  2017.&lt;br /&gt;Setelah konsorsium tersebut berakhir, pemerintah kembali
  menugaskan Pertamina untuk melanjutkan upaya pengembangan East Natuna.
  Namun, pengembangan lapangan tidak kunjung terealisasi secara
  komersial.&lt;br /&gt;Hingga akhirnya pada 2022, Pertamina mengembalikan
  pengelolaan proyek East Natuna kepada pemerintah. Pengembalian
  tersebut dilakukan karena proyek dinilai membutuhkan investasi yang
  sangat besar, terutama untuk menangani tingginya kandungan CO2.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;East Natuna Dipecah Jadi Tiga Wilayah Kerja&lt;br /&gt;Setelah
  pengelolaan East Natuna dikembalikan kepada pemerintah, Kementerian
  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan skema baru untuk
  kembali menawarkan potensi migas di kawasan East Natuna kepada
  investor.&lt;br /&gt;Pemerintah memecah Blok Natuna menjadi tiga wilayah
  kerja migas, yakni Arwana-Barakuda, Natuna D-Alpha, dan Paus.
  Pemecahan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk
  menarik kembali minat investor terhadap kawasan yang memiliki potensi
  sumber daya migas jumbo tersebut.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Minyak dan
  Gas Bumi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; yang saat itu dijabat oleh Tutuka Ariadji mengatakan,
  ketiga wilayah tersebut akan ditawarkan melalui mekanisme lelang
  internasional secara terbuka.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pertengahan Mei pas ada IPA
  (Indonesian Petroleum Association Conference &amp;amp; Exhibition) itu
  kita umumkan di situ akan sangat bagus, kita kan perlu cari dulu
  peminat Natuna ini, kalau kita umumkan harus tahu peminatnya, sekian
  untuk Natuna,&amp;quot; ungkap Tutuka dalam Konferensi Pers, Senin
  (30/1/2023).&lt;br /&gt;Dalam beberapa kesempatan, Tutuka sendiri mengaku
  prihatin pengembangan Blok East Natuna telah mangkrak hingga puluhan
  tahun lamanya. Padahal, blok jumbo ini sendiri mempunyai cadangan yang
  lebih besar dibandingkan Blok Masela.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita akan bagi tiga
  karena terlalu besar blok itu. Di atas ada minyak, yang tengah ini
  yang D-Alpha yang cadangannya besar 46 TCF, lebih besar dari Masela,
  tapi mengandung karbon yang tinggi. Untuk itu perlu ditawarkan sendiri
  yang D-Alpha ini,&amp;quot; kata Tutuka dalam acara Energy Corner CNBC
  Indonesia, Senin (26/12/2022).&lt;br /&gt;Kini, setelah melalui perjalanan
  panjang sejak pertama kali ditemukan pada 1973, Natuna D-Alpha resmi
  dikelola oleh PT Nations Petroleum.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260921171528-4-769673/blok-gas-natuna-yang-dikelola-hashim-banyak-co2-realistis-digarap"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Hashim Garap Blok Gas Raksasa Natuna Tapi Kandungan CO2-nya Besar!</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346430" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346430</id>
    <updated>2026-09-22T01:00:42Z</updated>
    <published>2026-09-22T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) angkat suara soal anak usaha Arsari Group yakni PT Nations
  Petroleum yang menang lelang wilayah kerja (WK) migas Natuna
  D-Alpha.&lt;br /&gt;Perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo ini memenangkan
  WK Migas Natuna D-Alpha melalui penawaran langsung.&lt;br /&gt;Keputusan ini
  menjadi bagian dari hasil lelang enam WK migas yang diumumkan
  pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri ESDM No.
  108.K/MG.4/DJM/2026 tanggal 17 September 2026.&lt;br /&gt;Secara
  keseluruhan, enam WK migas tersebut memiliki total komitmen pasti
  untuk tiga tahun pertama senilai US$141,512 juta, serta bonus tanda
  tangan sebesar US$1,6 juta.&lt;br /&gt;Hasil lelang tersebut membuka babak
  baru pengelolaan lapangan gas raksasa Natuna D-Alpha yang sempat
  mangkrak selama lebih dari 50 tahun sejak ditemukan pada tahun
  1973.&lt;br /&gt;Wilayah ini disebut memiliki potensi hidrokarbon yang
  sangat besar, dengan perkiraan sumber daya gas lebih dari 200 triliun
  kaki kubik (trillion cubic feet/ TCF). Namun di sisi lain, tantangan
  pengembangannya tergolong tinggi akibat kandungan karbon dioksida
  (CO2) yang mencapai lebih dari 70%.&lt;br /&gt;Menanggapi hal itu, Direktur
  Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Laode
  Sulaeman menegaskan bahwa kemajuan teknologi saat ini berhasil
  mengubah efisiensi proyek gas yang sebelumnya dinilai tidak ekonomis.
  Salah satu faktor ketidakekonomisan proyek tersebut lantaran kandungan
  CO2 yang tergolong tinggi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sekarang kan teknologi sudah
  maju. Sekarang teknologi sudah maju, jadi hal-hal yang dulu dirasakan
  tidak ekonomis sekarang sudah lebih ekonomis,&amp;quot; ungkap Laode saat
  ditemui di sela acara Donor Darah Hari Jadi Pertambangan ke 81, di
  Balai Sudirman Jakarta, Senin (21/9/2026).&lt;br /&gt;Menurutnya,
  pemanfaatan teknologi terkini memungkinkan skala fasilitas pengolahan
  gas menjadi lebih bervariasi, seperti hadirnya fasilitas mini LNG
  berkapasitas 2 MMSCFD dibandingkan standar terdahulu yang mencapai 100
  MM. Perubahan skala tersebut meningkatkan kelayakan ekonomis
  pengembangan lapangan gas.&lt;br /&gt;&amp;quot;Coba, ini contoh ya, dulu kalau
  kita bilang LNG, kita bicaranya kan 100 MM (MMSCFD), sekarang ada mini
  LNG cuma 2 MMSCFD ada. Jadi sekarang tuh teknologi sangat maju,&amp;quot;
  imbuhnya.&lt;br /&gt;Terkait pengusahaan WK Migas Natuna D-Alpha, pemerintah
  memperkirakan skema pengembangan proyek ini tidak berjalan sendiri,
  melainkan melalui skema kerja sama dengan mitra
  lainnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pola-pola kerja sama tentu ada, biasanya sih kalau
  yang sudah-sudah selalu ada kerja sama,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sejarah Natuna D-Alpha&lt;br /&gt;Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha
  memiliki sejarah panjang dalam upaya pengembangan cadangan migas
  raksasa Indonesia. Blok yang berada di lepas pantai Kepulauan Natuna,
  Provinsi Kepulauan Riau, tersebut telah melewati sejumlah perubahan
  operator dan skema pengelolaan sebelum kembali ditawarkan pemerintah
  kepada investor.&lt;br /&gt;Sejarah pengembangan Natuna D-Alpha bermula pada
  1973 ketika operator asal Italia yakni AGIP menemukan kandungan gas di
  Lapangan AL yang kemudian dikenal sebagai Natuna D-Alpha.&lt;br /&gt;Wilayah
  ini disebut memiliki potensi hidrokarbon yang sangat besar, dengan
  perkiraan sumber daya gas lebih dari 200 triliun kaki kubik (trillion
  cubic feet/ TCF).&lt;br /&gt;Potensi tersebut kemudian menarik minat
  ExxonMobil. Pada 1980, ExxonMobil mendapatkan hak pengelolaan wilayah
  Natuna D-Alpha. Namun, pengembangan lapangan tersebut menghadapi
  berbagai tantangan karena tingginya kandungan karbon dioksida (CO2)
  dalam gas Natuna.&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun tidak kunjung
  dikembangkan secara komersial, pemerintah akhirnya menghentikan
  kontrak ExxonMobil pada 2007. Lalu pada 2008, pemerintah menyerahkan
  pengelolaan Natuna D-Alpha kepada PT Pertamina
  (Persero).&lt;br /&gt;Pertamina kemudian berupaya mencari mitra untuk
  mengembangkan lapangan gas raksasa tersebut. Dalam prosesnya,
  Pertamina menggandeng sejumlah perusahaan migas internasional.
  ExxonMobil kembali masuk bersama Pertamina dan Total dalam upaya
  pengembangan Natuna D-Alpha.&lt;br /&gt;Sejalan dengan hal itu, Lapangan ini
  kemudian diubah namanya menjadi East Natuna atau Natuna Timur. Dalam
  perkembangan berikutnya, Petronas juga masuk ke dalam konsorsium
  tersebut. Namun, Petronas kemudian digantikan oleh perusahaan migas
  asal Thailand, PTT Exploration and Production (PTT EP), pada
  2012.&lt;br /&gt;Meski telah melibatkan sejumlah perusahaan migas besar
  dunia, pengembangan East Natuna kembali buntu. Konsorsium yang
  dibentuk untuk mengembangkan lapangan tersebut akhirnya berakhir pada
  2017.&lt;br /&gt;Setelah konsorsium tersebut berakhir, pemerintah kembali
  menugaskan Pertamina untuk melanjutkan upaya pengembangan East Natuna.
  Namun, pengembangan lapangan tidak kunjung terealisasi secara
  komersial.&lt;br /&gt;Hingga akhirnya pada 2022, Pertamina mengembalikan
  pengelolaan proyek East Natuna kepada pemerintah. Pengembalian
  tersebut dilakukan karena proyek dinilai membutuhkan investasi yang
  sangat besar, terutama untuk menangani tingginya kandungan CO2.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;East Natuna Dipecah Jadi Tiga Wilayah Kerja&lt;br /&gt;Setelah
  pengelolaan East Natuna dikembalikan kepada pemerintah, Kementerian
  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan skema baru untuk
  kembali menawarkan potensi migas di kawasan East Natuna kepada
  investor.&lt;br /&gt;Pemerintah memecah Blok Natuna menjadi tiga wilayah
  kerja migas, yakni Arwana-Barakuda, Natuna D-Alpha, dan Paus.
  Pemecahan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk
  menarik kembali minat investor terhadap kawasan yang memiliki potensi
  sumber daya migas jumbo tersebut.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Minyak dan
  Gas Bumi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; yang saat itu dijabat oleh Tutuka Ariadji mengatakan,
  ketiga wilayah tersebut akan ditawarkan melalui mekanisme lelang
  internasional secara terbuka.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pertengahan Mei pas ada IPA
  (Indonesian Petroleum Association Conference &amp;amp; Exhibition) itu
  kita umumkan di situ akan sangat bagus, kita kan perlu cari dulu
  peminat Natuna ini, kalau kita umumkan harus tahu peminatnya, sekian
  untuk Natuna,&amp;quot; ungkap Tutuka dalam Konferensi Pers, Senin
  (30/1/2023).&lt;br /&gt;Dalam beberapa kesempatan, Tutuka sendiri mengaku
  prihatin pengembangan Blok East Natuna telah mangkrak hingga puluhan
  tahun lamanya. Padahal, blok jumbo ini sendiri mempunyai cadangan yang
  lebih besar dibandingkan Blok Masela.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita akan bagi tiga
  karena terlalu besar blok itu. Di atas ada minyak, yang tengah ini
  yang D-Alpha yang cadangannya besar 46 TCF, lebih besar dari Masela,
  tapi mengandung karbon yang tinggi. Untuk itu perlu ditawarkan sendiri
  yang D-Alpha ini,&amp;quot; kata Tutuka dalam acara Energy Corner CNBC
  Indonesia, Senin (26/12/2022).&lt;br /&gt;Kini, setelah melalui perjalanan
  panjang sejak pertama kali ditemukan pada 1973, Natuna D-Alpha resmi
  dikelola oleh PT Nations Petroleum.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260921163027-4-769660/hashim-garap-blok-gas-raksasa-natuna-tapi-kandungan-co2-nya-besar"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pemerintah Gandeng PGN Dukung Optimalisasi Jargas di Gresik-Sidoarjo</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346401" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346401</id>
    <updated>2026-09-22T01:00:38Z</updated>
    <published>2026-09-22T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mendorong pemanfaatan gas
  bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui perluasan program jaringan
  gas bumi rumah tangga (jargas) seiring dengan semakin terkoneksinya
  infrastruktur gas bumi nasional. Di Gresik dan Sidoarjo, jargas
  menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap energi
  yang aman, andal, dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;Hal tersebut menjadi salah
  satu perhatian dalam agenda kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan
  Dudung Abdurachman, yang didampingi oleh Direktur Perencanaan dan
  Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian
  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Kuswardono, serta Direktur
  Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta ke jargas di Gresik
  dan Sidoarjo.Dudung mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian
  dari tugas KSP dalam mengawal program prioritas nasional, khususnya
  dalam mendukung swasembada energi dan mengurangi ketergantungan
  terhadap impor LPG. Pengembangan jargas menjadi salah satu bagian dari
  upaya tersebut, sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional dalam
  Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027 serta penetapan pembangunan
  jaringan gas perkotaan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan
  Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Di samping itu, agenda
  kunjungan kali ini juga sekaligus dalam rangka persiapan pengoperasian
  jargas APBN TA 2025-2026 di Kabupaten Gresik dan Kabupaten
  Sidoarjo.&lt;br /&gt;Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur
  Migas &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  Agung Kuswardono mengatakan pembangunan jargas terus dilanjutkan
  seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional.
  Konektivitas jaringan transmisi, salah satunya Pipa Cirebon -
  Semarang, menjadi salah satu fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas
  bumi domestik, termasuk untuk kebutuhan rumah
  tangga.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya
  Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus
  mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang
  terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan
  energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Untuk
  tahun 2025-2026 ini, Pemerintah sedang membangun sekitar 119.379
  Sambungan Rumah (SR) jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Dari
  jumlah tersebut, khusus di kabupaten Gresik dan Sidoarjo telah
  dibangun masing-masing sekitar 7.000 SR. Mulai tahun ini pemerintah
  akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028
  ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR,&amp;quot; kata Agung
  dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026).&lt;br /&gt;Pemerintah melalui
  Direktorat Jenderal Migas &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; telah
  membangun jargas menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
  (APBN) sebanyak 4.000 SR di Gresik sejak 2022 dan 29.961 SR di
  Sidoarjo sejak 2010 dengan penugasan kepada PGN sebagai operator.
  Pengalaman PGN dalam melayani pelanggan rumah tangga di Gresik dan
  Sidoarjo menjadi salah satu modal penting dalam mendukung
  keberlanjutan pemanfaatan gas bumi di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;PGN
  menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan
  jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya. Sebagai Subholding
  Gas Pertamina, PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan
  infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga &amp;amp;
  pelanggan kecil, khususnya atas jaringan gas yang bersumber dari
  Pemerintah melalui skema APBN, dimana kedepan PGN siap mendukung atas
  penugasan pengelolaan sesuai dengan peran, mekanisme, dan ketentuan
  yang ditetapkan,&amp;quot; ujar Hery .&lt;br /&gt;PGN memiliki pengalaman dalam
  pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas bumi, termasuk aspek
  asset integrity, keselamatan jaringan, pengelolaan pelanggan, serta
  pelayanan gas bumi kepada masyarakat. Secara nasional, PGN juga telah
  melayani lebih dari ±820 ribu pelanggan rumah tangga.&lt;br /&gt;Sejalan
  dengan program strategis Pemerintah, PGN juga terus mengembangkan
  pemanfaatan gas bumi melalui berbagai skema infrastruktur, baik
  jaringan pipa maupun solusi beyond pipeline, termasuk Compressed
  Natural Gas (CNG) guna menjangkau wilayah dan kebutuhan yang belum
  dapat dilayani melalui jaringan pipa.&lt;br /&gt;Ke depan, Pemerintah akan
  terus memperluas pemanfaatan gas bumi melalui perluasan program
  jargas. Sinergi antara Pemerintah dengan pemangku kepentingan
  diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi
  sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(rah/rah)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260921162447-4-769652/pemerintah-gandeng-pgn-dukung-optimalisasi-jargas-di-gresik-sidoarjo"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Resmi! Bayan Dapat Tambahan Produksi Batu Bara 15-20 Juta Ton</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346372" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346372</id>
    <updated>2026-09-22T01:00:35Z</updated>
    <published>2026-09-22T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menyetujui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk
  tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Persetujuan tersebut
  dengan memberikan tambahan kuota produksi batubara sekitar 15 hingga
  20 juta ton.&lt;br /&gt;Persetujuan penambahan kuota produksi tersebut
  diterbitkan setelah ketiga anak perusahaan tersebut dinyatakan
  memenuhi seluruh persyaratan teknis evaluasi dokumen.&lt;br /&gt;Direktur
  Jenderal Mineral dan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno
  mengonfirmasi penerbitan revisi dokumen RKAB untuk tiga anak usaha
  Bayan Group tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;(RKAB
  Bayan) sudah (rampung), kalau sekarang sudah,&amp;quot;   kata Tri ditemui
  di sela acara Donor Darah Hari Jadi Pertambangan ke   81, di Balai
  Sudirman Jakarta, Senin (21/9/2026).&lt;br /&gt;&amp;quot;Total   untuk tiga itu
  kayaknya. 15-an apa 20 (juta ton) ya? Ya, in between   itu lah,&amp;quot;
  ujar Tri.&lt;br /&gt;Ia menegaskan bahwa proses persetujuan   RKAB tersebut
  murni berjalan berdasarkan kriteria evaluasi teknis dan   tidak
  berkaitan dengan isu transaksi pengalihan
  saham.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sebetulnya tidak ada isu yang sensitif, tapi terus
  kemudian menghubung-hubungkan pembelian saham lah dan lain sebagainya.
  Saya enggak inilah,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;Pemerintah mencatat bahwa
  tambahan volume produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; yang disetujui dalam revisi RKAB tersebut diperuntukkan
  bagi tiga anak usaha Bayan yang sebelumnya masih melengkapi
  persyaratan administrasi. Dari total permohonan yang diajukan, kisaran
  kuota tambahan yang diterbitkan berada di angka 15 juta sampai 20 juta
  ton.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kalau kalau saya detailnya enggak tahu, tapi beberapa
  persyaratan untuk untuk RKAB kan ada beberapa persyaratan ya. Nanti
  tentang matriks-matriksnya dan lain sebagainya, saya detailnya enggak
  tahu,&amp;quot; imbuhnya.&lt;br /&gt;Pihaknya juga angkat suara soal isu
  pemberian tambahan RKAB yang mengaitkan dengan masuknya pemegang saham
  baru di tubuh perusahaan. Pemerintah menegaskan bahwa setiap aksi
  korporasi pergantian pemegang saham wajib mengantongi izin resmi dari
  Menteri ESDM sebelum dianggap sah secara hukum.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bukan.
  Sekarang gini poinnya. Pergantian pemegang saham itu harus seijin
  Menteri. Jadi kalau misalnya itu apa itu namanya baru kesepakatan awal
  ya silahkan saja. Tapi bahwa perubahan pemegang saham itu baru sah
  apabila sudah mendapat persetujuan Menteri,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260921143929-4-769604/resmi-bayan-dapat-tambahan-produksi-batu-bara-15-20-juta-ton"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Usai Haji Isam Beli Saham Low Tuck Kwong, Revisi RKAB Bayan Terbit!</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346343" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346343</id>
    <updated>2026-09-22T01:00:32Z</updated>
    <published>2026-09-22T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) telah menyetujui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB)
  untuk target produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk
  (BYAN).&lt;br /&gt;Kementerian ESDM menyebut, persetujuan tambahan kuota
  produksi tersebut diberikan setelah perusahaan memenuhi seluruh
  persyaratan teknis yang dievaluasi oleh pemerintah.&lt;br /&gt;Hal itu
  terjadi tidak lama usai Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam
  menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat terkait pengalihan
  saham pengendali PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Pendiri Bayan, yakni
  Low Tuck Kwong (Dato' Dr. Low Tuck Kwong) bersama anaknya, Elaine Low,
  menjual sahamnya kepada PT Jhonlin Baratama pada Rabu, 16 September
  2026 lalu.&lt;br /&gt;PT Jhonlin Baratama merupakan bagian dari Jhonlin
  Group milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.&lt;br /&gt;Jika berjalan
  lancar, sebanyak 10.000.000.500 (sepuluh miliar lima ratus) saham
  biasa PT Bayan Resources Tbk atau setara dengan 30% kepemilikan saham
  akan berpindah ke tangan Haji Isam.&lt;br /&gt;Hal ini diumumkan dalam
  keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 17
  September 2026 lalu.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (Dirjen
    Minerba)&lt;span style="background-color: yellow;"&gt; kementerian
  esdm&lt;/span&gt; Tri Winarno membenarkan bahwa dokumen revisi RKAB untuk
  anak usaha Bayan telah dinyatakan rampung.&lt;br /&gt;Ia menegaskan bahwa
  persetujuan dokumen tersebut murni berdasarkan pemenuhan matriks
  persyaratan teknis dan tidak berhubungan dengan isu pengalihan
  saham.&lt;br /&gt;&amp;quot;(RKAB Bayan) sudah (rampung), kalau sekarang
  sudah,&amp;quot; kata Tri saat ditemui di sela acara Donor Darah Hari Jadi
  Pertambangan ke 81, di Balai Sudirman Jakarta, Senin
  (21/9/2026).&lt;br /&gt;&amp;quot;Sebetulnya enggak enggak enggak enggak ada isu
  yang sensitif, tapi terus kemudian menghubung-hubungkan pembelian
  saham lah dan lain sebagainya. Saya enggak inilah,&amp;quot;
  tambahnya.&lt;br /&gt;Kementerian ESDM mencatat tambahan kuota produksi
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dari hasil
  revisi RKAB untuk tiga anak usaha Bayan tersebut sekitar 15 juta
  hingga 20 juta ton. Tambahan volume tersebut diterbitkan setelah
  seluruh dokumen evaluasi teknis dinyatakan memenuhi
  kriteria.&lt;br /&gt;&amp;quot;Total untuk tiga itu kayaknya. 15-an apa 20 (juta
  ton) ya. Ya, in between itu lah,&amp;quot; ujar Tri.&lt;br /&gt;Pemerintah
  menegaskan bahwa pengalihan atau perubahan kepemilikan saham pada
  perusahaan tambang memiliki mekanisme hukum tersendiri yang terpisah
  dari proses administrasi RKAB. Setiap perubahan struktur pemegang
  saham wajib mendapatkan persetujuan resmi dari Menteri ESDM sebelum
  dapat dinyatakan sah.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bukan. Sekarang gini poinnya.
  Pergantian pemegang saham itu harus seijin Menteri. Jadi kalau
  misalnya itu apa itu namanya baru kesepakatan awal ya silahkan saja.
  Tapi bahwa perubahan pemegang saham itu baru sah apabila sudah
  mendapat persetujuan Menteri,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260921142704-4-769596/usai-haji-isam-beli-saham-low-tuck-kwong-revisi-rkab-bayan-terbit"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Prabowo Mau RI Sulap Batu Bara Jadi Bahan Bakar, Ini Penjelasan Bahlil</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346314" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346314</id>
    <updated>2026-09-22T01:00:30Z</updated>
    <published>2026-09-22T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mendorong
  Kementerian ESDM untuk mengoptimalkan potensi sumber energi dalam
  negeri, termasuk mengembangkan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; berkalori rendah
  menjadi bahan bakar berupa gas.&lt;br /&gt;Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
  menjelaskan, arahan tersebut diambil menyusul kondisi geopolitik
  global yang tidak menentu. Menurutnya, pemerintah ingin mengurangi
  ketergantungan terhadap energi impor dengan memanfaatkan sumber daya
  yang tersedia di dalam negeri.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi gini, apa yang
  disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait dengan membuat gas
  ataupun minyak lewat &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;, itu berangkat dari pemikiran bahwa dalam kondisi
  geopolitik yang tidak menentu, maka arahan Bapak Presiden Prabowo
  kepada kami adalah mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di
  Indonesia,&amp;quot; kata Bahlil di Jakarta, Senin
  (21/9/2026).&lt;br /&gt;Bahlil menyebut salah satu potensi yang dapat
  dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan impor energi tersebut
  adalah melalui pemanfaatan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; sebagai sumber
  energi alternatif. Adapun, perkembangan teknologi saat ini
  memungkinkan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  berkalori rendah untuk diolah menjadi gas ataupun
  minyak.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sekarang teknologinya sudah canggih. Sekarang
  teknologinya sudah canggih di mana &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; yang low kalori
  itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,&amp;quot; kata dia.&lt;br /&gt;Lebih
  lanjut, ia menyebut teknologi serupa telah dikembangkan di sejumlah
  negara, termasuk China. Bahkan, sejumlah perusahaan telah menawarkan
  kerja sama kepada pemerintah Indonesia untuk mengembangkan teknologi
  tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan kita tahu bahwa potensi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kita untuk low
  kalori itu sangat besar sekali. Ini mungkin yang dimaksudkan oleh
  Bapak Presiden. Dan karena itu kami sebagai Menteri ESDM akan
  menindaklanjuti setiap perintah arahan Bapak Presiden terkait dengan
  optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai
  sumber-sumber energi dalam negeri. Tujuannya agar tidak lagi kita
  impor, devisa kita bisa ada dalam negeri, itu kira-kira,&amp;quot;
  tambahnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260921132606-4-769573/prabowo-mau-ri-sulap-batu-bara-jadi-bahan-bakar-ini-penjelasan-bahlil"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Jejak Panjang Blok Gas Raksasa Natuna yang Kini Resmi Dikelola Hashim</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346285" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346285</id>
    <updated>2026-09-22T01:00:26Z</updated>
    <published>2026-09-22T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi mengumumkan pemenang
  lelang Wilayah Kerja (WK) atau blok minyak dan gas bumi (migas) Tahap
  I Tahun 2026. Dari sejumlah blok yang ditawarkan, salah satu yang
  menjadi perhatian adalah WK Natuna D-Alpha, blok gas raksasa yang kini
  resmi dikelola perusahaan di bawah Arsari Group milik Hashim
  Djojohadikusumo.&lt;br /&gt;WK Natuna D-Alpha dimenangkan oleh PT Nations
  Petroleum melalui mekanisme penawaran langsung. Perusahaan tersebut
  merupakan bagian dari kelompok usaha Arsari Group yang dimiliki Hashim
  Djojohadikusumo.&lt;br /&gt;Penetapan pemenang tersebut menjadi bagian dari
  hasil lelang enam WK migas yang diumumkan pemerintah. Secara
  keseluruhan, enam WK migas tersebut memiliki total komitmen pasti
  untuk tiga tahun pertama senilai US$141,512 juta, serta bonus tanda
  tangan sebesar US$1,6 juta.&lt;br /&gt;Penetapan pemenang lelang tersebut
  tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026
  tanggal 17 September 2026.&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan resmi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, enam WK
  migas yang ditetapkan pemenangnya terdiri atas dua WK melalui
  mekanisme lelang penawaran langsung, yakni WK Sapukala dan WK Natuna
  D-Alpha.&lt;br /&gt;Sementara itu, empat WK lainnya ditetapkan melalui
  mekanisme lelang reguler berdasarkan area studi ABT 2025, yaitu WK
  Bengara II, WK Pesut Mahakam, WK Puri, dan WK Rupat.&lt;br /&gt;Dengan
  ditetapkannya pemenang tersebut, pemerintah memberikan kepastian baru
  bagi pengembangan sejumlah wilayah kerja migas strategis, termasuk
  Natuna D-Alpha yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu wilayah
  dengan potensi sumber daya gas terbesar di Indonesia.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sejarah Natuna D-Alpha&lt;br /&gt;Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha
  memiliki sejarah panjang dalam upaya pengembangan cadangan migas
  raksasa Indonesia. Blok yang berada di lepas pantai Kepulauan Natuna,
  Provinsi Kepulauan Riau, tersebut telah melewati sejumlah perubahan
  operator dan skema pengelolaan sebelum kembali ditawarkan pemerintah
  kepada investor.&lt;br /&gt;Sejarah pengembangan Natuna D-Alpha bermula pada
  1973 ketika operator asal Italia yakni AGIP menemukan kandungan gas di
  Lapangan AL yang kemudian dikenal sebagai Natuna D-Alpha. Wilayah ini
  disebut memiliki potensi hidrokarbon yang sangat besar, dengan
  perkiraan sumber daya gas lebih dari 200 triliun kaki kubik (trillion
  cubic feet/ TCF).&lt;br /&gt;Potensi tersebut kemudian menarik minat
  ExxonMobil. Pada 1980, ExxonMobil mendapatkan hak pengelolaan wilayah
  Natuna D-Alpha. Namun, pengembangan lapangan tersebut menghadapi
  berbagai tantangan karena tingginya kandungan karbon dioksida (CO2)
  dalam gas Natuna.&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun tidak kunjung
  dikembangkan secara komersial, pemerintah akhirnya menghentikan
  kontrak ExxonMobil pada 2007. Lalu pada 2008, pemerintah menyerahkan
  pengelolaan Natuna D-Alpha kepada PT Pertamina
  (Persero).&lt;br /&gt;Pertamina kemudian berupaya mencari mitra untuk
  mengembangkan lapangan gas raksasa tersebut. Dalam prosesnya,
  Pertamina menggandeng sejumlah perusahaan migas internasional.
  ExxonMobil kembali masuk bersama Pertamina dan Total dalam upaya
  pengembangan Natuna D-Alpha.&lt;br /&gt;Sejalan dengan hal itu, Lapangan ini
  kemudian diubah namanya menjadi East Natuna atau Natuna Timur. Dalam
  perkembangan berikutnya, Petronas juga masuk ke dalam konsorsium
  tersebut. Namun, Petronas kemudian digantikan oleh perusahaan migas
  asal Thailand, PTT Exploration and Production (PTT EP), pada
  2012.&lt;br /&gt;Meski telah melibatkan sejumlah perusahaan migas besar
  dunia, pengembangan East Natuna kembali buntu. Konsorsium yang
  dibentuk untuk mengembangkan lapangan tersebut akhirnya berakhir pada
  2017.&lt;br /&gt;Setelah konsorsium tersebut berakhir, pemerintah kembali
  menugaskan Pertamina untuk melanjutkan upaya pengembangan East Natuna.
  Namun, pengembangan lapangan tidak kunjung terealisasi secara
  komersial.&lt;br /&gt;Hingga akhirnya pada 2022, Pertamina mengembalikan
  pengelolaan proyek East Natuna kepada pemerintah. Pengembalian
  tersebut dilakukan karena proyek dinilai membutuhkan investasi yang
  sangat besar, terutama untuk menangani tingginya kandungan CO2.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;East Natuna Dipecah Jadi Tiga Wilayah Kerja&lt;br /&gt;Setelah
  pengelolaan East Natuna dikembalikan kepada pemerintah, Kementerian
  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan skema baru untuk
  kembali menawarkan potensi migas di kawasan East Natuna kepada
  investor.&lt;br /&gt;Pemerintah memecah Blok Natuna menjadi tiga wilayah
  kerja migas, yakni Arwana-Barakuda, Natuna D-Alpha, dan Paus.
  Pemecahan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk
  menarik kembali minat investor terhadap kawasan yang memiliki potensi
  sumber daya migas jumbo tersebut.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Minyak dan
  Gas Bumi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; yang saat itu dijabat oleh Tutuka Ariadji mengatakan,
  ketiga wilayah tersebut akan ditawarkan melalui mekanisme lelang
  internasional secara terbuka.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pertengahan Mei pas ada IPA
  (Indonesian Petroleum Association Conference &amp;amp; Exhibition) itu
  kita umumkan di situ akan sangat bagus, kita kan perlu cari dulu
  peminat Natuna ini, kalau kita umumkan harus tahu peminatnya, sekian
  untuk Natuna,&amp;quot; ungkap Tutuka dalam Konferensi Pers, Senin
  (30/1/2023).&lt;br /&gt;Dalam beberapa kesempatan, Tutuka sendiri mengaku
  prihatin pengembangan Blok East Natuna telah mangkrak hingga puluhan
  tahun lamanya. Padahal, blok jumbo ini sendiri mempunyai cadangan yang
  lebih besar dibandingkan Blok Masela.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita akan bagi tiga
  karena terlalu besar blok itu. Di atas ada minyak, yang tengah ini
  yang D-Alpha yang cadangannya besar 46 TCF, lebih besar dari Masela,
  tapi mengandung karbon yang tinggi. Untuk itu perlu ditawarkan sendiri
  yang D-Alpha ini,&amp;quot; kata Tutuka dalam acara Energy Corner CNBC
  Indonesia, Senin (26/12/2022).&lt;br /&gt;Kini, setelah melalui perjalanan
  panjang sejak pertama kali ditemukan pada 1973, Natuna D-Alpha resmi
  dikelola oleh PT Nations Petroleum.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260921122900-4-769551/jejak-panjang-blok-gas-raksasa-natuna-yang-kini-resmi-dikelola-hashim"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Hashim Resmi Kelola Blok Migas Natuna D-Alpha, Segini Potensinya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346256" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346256</id>
    <updated>2026-09-22T01:00:22Z</updated>
    <published>2026-09-22T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) resmi mengumumkan pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) minyak dan
  gas bumi (migas) Tahap I Tahun 2026. Adapun, sebanyak enam WK migas
  berhasil ditetapkan pemenangnya dengan total komitmen pasti tiga tahun
  pertama mencapai US$141,512 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$1,6
  juta.&lt;br /&gt;Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri
  ESDM No. 108.K/MG.4/DJM/2026 tanggal 17 September 2026. Berdasarkan
  keterangan resmi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;, enam blok migas tersebut terdiri dari dua WK lelang
  penawaran langsung, yaitu Sapukala dan Natuna D-Alpha, serta empat WK
  lelang reguler area studi ABT 2025, yakni Bengara II, Pesut Mahakam,
  Puri, dan Rupat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Salah satu pemenang
  lelang yang menjadi perhatian adalah   perusahaan migas di bawah
  Arsari Group yakni PT Nations Petroleum.   Perusahaan milik Hashim
  Djojohadikusumo ini memenangkan WK Migas   Natuna D-Alpha melalui
  penawaran langsung.&lt;br /&gt;Komitmen pasti 3 tahun   pertama sebesar US$
  103.309.000 dan bonus tanda tangan US$ 200.000.   Mengutip website
  resmi Arsari Group, Nations Petroleum merupakan   perusahaan migas
  yang berinvestasi dalam teknologi ekstraksi dan   pemulihan mutakhir
  dengan tujuan memaksimalkan efisiensi,   mengoptimalkan sumber daya,
  dan berkontribusi pada masa depan energi   yang lebih terjamin.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Potensi Gas Natuna D-Alpha&lt;br /&gt;Wilayah Kerja
  (WK) Natuna   D-Alpha memiliki sejarah panjang dalam upaya
  pengembangan cadangan   migas raksasa Indonesia. Blok yang berada di
  lepas pantai Kepulauan   Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, tersebut
  telah melewati sejumlah   perubahan operator dan skema pengelolaan
  sebelum kembali ditawarkan   pemerintah kepada investor.&lt;br /&gt;Sejarah
  pengembangan Natuna D-Alpha   bermula pada 1973 ketika operator asal
  Italia yakni AGIP menemukan   kandungan gas di Lapangan AL yang
  kemudian dikenal sebagai Natuna   D-Alpha. Wilayah ini disebut
  memiliki potensi hidrokarbon yang sangat   besar, dengan perkiraan
  sumber daya gas lebih dari 200 trillion cubic   feet
  (TCF).&lt;br /&gt;Potensi tersebut kemudian menarik minat ExxonMobil.   Pada
  1980, ExxonMobil mendapatkan hak pengelolaan wilayah Natuna   D-Alpha.
  Namun, pengembangan lapangan tersebut menghadapi berbagai   tantangan
  karena tingginya kandungan karbon dioksida (CO2) dalam gas
  Natuna.&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun tidak kunjung dikembangkan secara
  komersial, pemerintah akhirnya menghentikan kontrak ExxonMobil pada
  2007. Lalu pada 2008, pemerintah menyerahkan pengelolaan Natuna
  D-Alpha kepada PT Pertamina (Persero).&lt;br /&gt;Pertamina kemudian
  berupaya mencari mitra untuk mengembangkan lapangan gas raksasa
  tersebut. Dalam prosesnya, Pertamina menggandeng sejumlah perusahaan
  migas internasional. ExxonMobil kembali masuk bersama Pertamina dan
  Total dalam upaya pengembangan Natuna D-Alpha.&lt;br /&gt;Sejalan dengan hal
  itu, Lapangan ini kemudian diubah namanya menjadi East Natuna atau
  Natuna Timur. Dalam perkembangan berikutnya, Petronas juga masuk ke
  dalam konsorsium tersebut. Namun, Petronas kemudian digantikan oleh
  perusahaan migas asal Thailand, PTT Exploration and Production (PTT
  EP), pada 2012.&lt;br /&gt;Meski telah melibatkan sejumlah perusahaan migas
  besar dunia, pengembangan East Natuna kembali buntu. Konsorsium yang
  dibentuk untuk mengembangkan lapangan tersebut akhirnya berakhir pada
  2017.&lt;br /&gt;Setelah konsorsium tersebut berakhir, pemerintah kembali
  menugaskan Pertamina untuk melanjutkan upaya pengembangan East Natuna.
  Namun, pengembangan lapangan tidak kunjung terealisasi secara
  komersial.&lt;br /&gt;Hingga akhirnya pada 2022, Pertamina mengembalikan
  pengelolaan proyek East Natuna kepada pemerintah. Pengembalian
  tersebut dilakukan karena proyek dinilai membutuhkan investasi yang
  sangat besar, terutama untuk menangani tingginya kandungan CO2.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;East Natuna Dipecah Jadi Tiga Wilayah
  Kerja&lt;br /&gt;Setelah   pengelolaan East Natuna dikembalikan kepada
  pemerintah, Kementerian   Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
  menyiapkan skema baru untuk   kembali menawarkan potensi migas di
  kawasan East Natuna kepada   investor.&lt;br /&gt;Pemerintah memecah Blok
  Natuna menjadi tiga wilayah   kerja migas, yakni Arwana-Barakuda,
  Natuna D-Alpha, dan Paus.   Pemecahan tersebut menjadi bagian dari
  strategi pemerintah untuk   menarik kembali minat investor terhadap
  kawasan yang memiliki potensi   sumber daya migas jumbo
  tersebut.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Minyak dan   Gas Bumi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian   esdm&lt;/span&gt; saat itu
  Tutuka Ariadji mengatakan ketiga wilayah tersebut   akan ditawarkan
  melalui mekanisme lelang internasional secara
  terbuka.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pertengahan Mei pas ada IPA (Indonesian Petroleum
  Association Conference &amp;amp; Exhibition) itu kita umumkan di situ akan
  sangat bagus, kita kan perlu cari dulu peminat Natuna ini, kalau kita
  umumkan harus tahu peminatnya, sekian untuk Natuna,&amp;quot; ungkap
  Tutuka dalam Konferensi Pers, Senin (30/1/2023).&lt;br /&gt;Dalam beberapa
  kesempatan, Tutuka sendiri mengaku prihatin pengembangan Blok East
  Natuna telah mangkrak hingga puluhan tahun lamanya. Padahal, blok
  jumbo ini sendiri mempunyai cadangan yang lebih besar dibandingkan
  Blok Masela.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita akan bagi tiga karena terlalu besar blok
  itu. Di atas ada minyak, yang tengah ini yang D-Alpha yang cadangannya
  besar 46 TCF, lebih besar dari Masela, tapi mengandung karbon yang
  tinggi. Untuk itu perlu ditawarkan sendiri yang D-Alpha ini,&amp;quot;
  kata Tutuka dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Senin
  (26/12/2022).&lt;br /&gt;Kini, setelah melalui perjalanan panjang sejak
  pertama kali ditemukan pada 1973, Natuna D-Alpha kembali masuk dalam
  daftar wilayah kerja migas yang ditawarkan pemerintah kepada
  investor.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/ven)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260921112411-4-769490/hashim-resmi-kelola-blok-migas-natuna-d-alpha-segini-potensinya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Ditutup Melemah ke 6.384, Saham MBMA, ADMR, hingga EXCL Kompak Lesu</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346236" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346236</id>
    <updated>2026-09-22T01:00:19Z</updated>
    <published>2026-09-22T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup
  melemah pada perdagangan hari ini, Senin (21/9/2026). Sejumlah saham
  seperti MBMA, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;admr&lt;/span&gt;,
  hingga EXCL bergerak lesu hingga penutupan perdagangan.&lt;br /&gt;Data BEI
  menunjukkan IHSG ditutup melemah 0,88% ke level 6.384,73. Dari ratusan
  konstituen, sebanyak 294 saham menguat, 372 melemah, dan 297 saham
  stagnan.&lt;br /&gt;Dari jajaran LQ45, pelemahan harga saham dipimpin oleh
  PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang turun 3,67% ke Rp525,
  diikuti PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;admr&lt;/span&gt;) yang turun 3,46% ke
  Rp1.535, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) yang turun 3,20%
  ke Rp2.420.&lt;br /&gt;Hal yang sama terjadi pada PT Hartadinata Abadi Tbk.
  (HRTA) yang turun 3,18% ke Rp2.130, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk.
  (AADI) turun 3,13% ke Rp11.600, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun
  2,99% ke Rp3.240.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebaliknya, penguatan harga saham
  dipimpin oleh PT Sumber   Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang naik 1,15%
  ke Rp1.315, PT Trimegah   Bangun Persada Tbk. (NCKL) naik 1,09% ke
  Rp930, dan PT Medco Energi   Internasional Tbk. (MEDC) yang naik 1,03%
  ke Rp1.475.&lt;br /&gt;Selain itu,   PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN)
  juga bergerak menguat 0,54% ke   Rp930. Sisanya, PT Astra
  International Tbk. (ASII), PT Indika Energy   Tbk. (INDY), hingga PT
  Barito Pacific Tbk. (BRPT) stagnan.&lt;br /&gt;Equity   Analyst Indo Premier
  Sekuritas Brigita Kinari, menerangkan secara   teknikal, IHSG pada
  perdagangan pekan lalu ditutup di level 6.441 atau   di bawah level
  MA5 dan MA20. Posisi MA5 secara teknikal disebut   membentuk dead
  cross terhadap MA20 yang mengindikasikan pelemahan   jangka
  pendek.&lt;br /&gt;Meskipun begitu, IHSG dinilai masih bertahan di   atas
  MA60, sehingga tren menengah dinilai belum berbalik dan koreksi   saat
  ini masih dapat dibaca sebagai pullback.&lt;br /&gt;Menurutnya, selama
  IHSG mampu bertahan di atas level 6.370, peluang technical rebound
  terbuka ke area 6.541—6.581. Namun, jika area 6.370 tertembus, IHSG
  dinilai berisiko menguji area 6.200—6.279.&lt;br /&gt;“Kami memperkirakan
  IHSG cenderung konsolidasi dengan tekanan jual yang masih dominan pada
  awal pekan. Support di 6.200—6.279, resistance di 6.585—6.633,”
  katanya dalam keterangan resminya, Senin
  (21/9/2026).&lt;br /&gt;______&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan
  mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya
  ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap
  segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260921/7/2005868/ihsg-ditutup-melemah-ke-6384-saham-mbma-admr-hingga-excl-kompak-les"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengalihan Saham Bayan ke Grup Haji Isam Tunggu Persetujuan Menteri ESDM</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346229" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346229</id>
    <updated>2026-09-22T01:00:17Z</updated>
    <published>2026-09-22T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menegaskan perubahan pemegang saham PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Tbk (BYAN)
  harus menunggu persetujuan menteri. &lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Direktur
  Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno saat
  menanggapi isu persetujuan revisi rencana kerja dan anggaran biaya
  (RKAB) tiga anak usaha BYAN di tengah dinamika aksi korporasi
  perseroan.&lt;br /&gt;Sebelumnya, BYAN mengungkap rencana pengalihan 10
  miliar saham perseroan yang dimiliki Low Tuck Kwong dan Elaine Low
  kepada PT Jhonlin Baratama. Perusahaan itu merupakan bagian dari
  Jhonlin Group milik pengusaha nasional H. Andi Syamsudin Arsyad (Haji
  Isam).&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM
  Tri Winarno menegaskan, proses perizinan operasional tambang berjalan
  independen dan tidak ada intervensi terkait adanya isu perubahan
  maupun pergantian pemegang saham. Menurut Tri, proses persetujuan RKAB
  berjalan berdasarkan pemenuhan persyaratan yang berlaku.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Pergantian pemegang saham itu harus seizin menteri. Jadi
  kalau misalnya itu baru kesepakatan awal ya silakan saja. Tapi bahwa
  perubahan pemegang saham itu baru sah apabila sudah mendapat
  persetujuan menteri,&amp;quot; kata Tri saat ditemui di Jakarta pada Senin
  (21/9/2026).&lt;br /&gt;Menurutnya, hingga saat ini, belum ada perubahan
  pada porsi pemegang saham perusahaan. Dia menegaskan, persetujuan
  menteri menjadi tahap yang menentukan keabsahan perubahan pemegang
  saham tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pemegang saham belum ada pasti yang
  baru,&amp;quot; ujarnya saat kembali dikonfirmasi terkait keluarnya RKAB
  anak usaha BYAN dengan adanya aksi korporasi pengalihan saham ke
  Jhonlin Group. &lt;br /&gt;Adapun, mekanisme terkait akuisisi perusahaan
  tambang telah diatur dalam beberapa regulasi. &lt;br /&gt;Pasal 93A ayat 1
  pada UU No. 3/2020 tentang Perubahan Atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang
  Pertambangan Mineral dan Batubara menyebut Badan Usaha pemegang IUP
  atau IUPK dilarang mengalihkan kepemilikan saham tanpa persetujuan
  menteri, dalam hal ini menteri ESDM. &lt;br /&gt;Selanjutnya, pasal 93A ayat
  2 menjelaskan, persetujuan terkait pengalihan kepemilikan saham dapat
  diberikan setelah memenuhi beberapa persyaratan minimal. Pertama,
  telah selesai melakukan kegiatan eksplorasi yang dibuktikan dengan
  ketersediaan data sumber daya dan cadangan.&lt;br /&gt;Kedua, memenuhi
  persyaratan administratif, teknis, lingkungan, dan
  finansial.&lt;br /&gt;Ketentuan terkait pengalihan ini juga telah diatur
  pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan
  Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu bara.&lt;br /&gt;&amp;quot;Badan
  usaha pemegang IUPK dilarang mengalihkan kepemilikan saham tanpa
  persetujuan menteri,&amp;quot; demikian bunyi pasal 72 beleid
  tersebut.&lt;br /&gt;Sebelumnya, BYAN telah mengungkap rencana pengalihan 10
  miliar saham perseroan yang dimiliki Low Tuck Kwong dan Elaine Low
  kepada PT Jhonlin Baratama. &lt;br /&gt;Direktur &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Jenny
  Quan­tero mengatakan, Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah
  menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin
  Baratama selaku pembeli pada 16 September 2026. &lt;br /&gt;“Bapak Low Tuck
  Kwong dan Ibu Elaine Low telah menandatangani perjanjian jual beli
  saham bersyarat pada tanggal 16 September 2026,” kata Jenny dalam
  keterbukaan informasi. &lt;br /&gt;Berdasarkan perjanjian tersebut, saham
  yang akan dialihkan mencapai 10.000.000.500 saham biasa BYAN.
  Penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah
  kondisi pendahuluan.&lt;br /&gt;Berdasarkan data pemegang saham per 30 Juni
  2026, Low Tuck Kwong memiliki 13,42 miliar saham BYAN atau 40,25%,
  sedangkan Elaine Low menguasai 7,33 miliar saham atau 22%. Dengan
  demikian, keduanya secara gabungan memiliki 62,25% saham perseroan.
  &lt;br /&gt;Adapun, saham yang direncanakan dialihkan mencapai
  10.000.000.500 saham atau sekitar 30% dari total 33,33 miliar saham
  BYAN.&lt;br /&gt;Setelah transaksi selesai dan seluruh persyaratan
  pendahuluan terpenuhi, PT Jhonlin Baratama akan memiliki
  10.000.000.500 saham BYAN.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260921/192/2005838/pengalihan-saham-bayan-ke-grup-haji-isam-tunggu-persetujuan-menteri-esdm"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Deretan Portofolio Bisnis Haji Isam: dari Sawit, Pertambangan hingga Transportasi</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346222" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5346222</id>
    <updated>2026-09-22T01:00:16Z</updated>
    <published>2026-09-22T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji
  Isam kembali menjadi sorotan di pasar modal Indonesia setelah PT
  Jhonlin Baratama, salah satu perusahaan dalam jaringan bisnis Jhonlin
  Group, menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi sekitar 30% saham
  PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) milik Low Tuck Kwong dan Elaine
  Low.&lt;br /&gt;Kesepakatan tersebut dituangkan dalam conditional share
  purchase agreement (CSPA) yang ditandatangani pada 16 September 2026.
  Berdasarkan keterbukaan informasi BYAN, saham yang akan diakuisisi
  mencapai 10.000.000.500 saham atau sekitar 30% dari saham BYAN yang
  beredar. Namun, penyelesaian transaksi masih bergantung pada
  terpenuhinya sejumlah persyaratan yang disepakati para
  pihak.&lt;br /&gt;Dengan asumsi menggunakan harga penutupan saham BYAN pada
  perdagangan 17 September 2026 sebesar Rp11.525 per saham, nilai pasar
  atas 30% saham tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp115,25 triliun.
  Namun, angka tersebut merupakan nilai berdasarkan harga pasar, bukan
  nilai transaksi akuisisi.&lt;br /&gt;Aksi korporasi tersebut menambah daftar
  perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan kelompok usaha Jhonlin
  Group di pasar modal Indonesia. Sebelum masuk ke BYAN, nama Haji Isam
  telah muncul di sejumlah emiten melalui kepemilikan langsung maupun
  perusahaan yang terhubung dalam struktur kepemilikan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kepemilikan di JARR&lt;br /&gt;Salah satunya adalah
  PT Jhonlin Agro   Raya Tbk. (JARR). Berdasarkan struktur ultimate
  beneficial owner (UBO)   dalam laporan tahunan JARR 2024, Haji Isam
  tercatat sebagai penerima   manfaat akhir melalui struktur kepemilikan
  perseroan. Adapun porsi   saham JARR yang terkait dengan struktur
  tersebut mencapai sekitar   86,64%.&lt;br /&gt;Jika menggunakan harga saham
  JARR sebesar Rp4.190 per   saham pada 17 September 2026 dan jumlah
  saham beredar sebanyak 9,23   miliar saham, kapitalisasi pasar JARR
  berada di sekitar Rp38,68   triliun. Dengan menggunakan porsi 86,64%
  tersebut, nilai pasar saham   yang terkait dengan struktur kepemilikan
  Haji Isam mencapai sekitar   Rp33,51 triliun.&lt;br /&gt;PT Jhonlin Agro
  Raya Tbk. (JARR) merupakan   perusahaan yang bergerak di sektor kelapa
  sawit, dengan kegiatan usaha   di bidang perkebunan dan pengolahan
  hasil sawit. Dalam laporan tahunan   JARR 2025, perseroan mencatat
  penjualan sebesar Rp4,28 triliun dengan   laba usaha Rp454,95 miliar.
  Laporan keuangan tersebut telah diaudit   dengan opini Wajar Tanpa
  Modifikasian.&lt;br /&gt;Kepemilikan di   TEBE&lt;br /&gt;Jejak Haji Isam juga
  terdapat di PT Dana Brata Luhur Tbk.   (TEBE). Keterkaitan tersebut
  melalui PT Dua Samudera Perkasa.   Berdasarkan data Bursa Efek
  Indonesia (BEI), PT Dua Samudera Perkasa   menguasai sekitar 76,91%
  saham TEBE.&lt;br /&gt;TEBE merupakan perusahaan   yang bergerak di bidang
  jasa infrastruktur pertambangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, termasuk jalan
  angkut dan terminal &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;. Berdasarkan laporan tahunan TEBE 2025, perusahaan
  tercatat memiliki jalan angkut sepanjang sekitar 46 kilometer serta
  fasilitas terminal &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; di Barito Kuala, Kalimantan Selatan.&lt;br /&gt;Per 17 September
  2026, kapitalisasi pasar TEBE tercatat mencapai sekitar Rp2,53
  triliun. Dengan menggunakan porsi 76,91%, nilai pasar saham yang
  terkait dengan jaringan kepemilikan Haji Isam mencapai sekitar Rp1,94
  triliun.&lt;br /&gt;PGUN Masuk Portofolio Keluarga&lt;br /&gt;Selain kepemilikan
  yang dikaitkan dengan Haji Isam, terdapat pula emiten yang berada
  dalam jaringan keluarga Haji Isam, salah satunya PT Pradiksi Gunatama
  Tbk. (PGUN).&lt;br /&gt;Berdasarkan struktur pemegang saham dalam laporan
  tahunan PGUN 2025, PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya
  masing-masing menjadi pemegang saham utama dengan porsi sekitar 38%.
  Kedua entitas tersebut terhubung dengan Liana Saputri dan Jhoni
  Saputra, yang masing-masing tercatat memiliki 50% kepemilikan pada
  kedua entitas tersebut dalam struktur yang ditampilkan perusahaan.
  Liana Saputri dan Jhoni Saputra merupakan anak Haji
  Isam.&lt;br /&gt;Berdasarkan harga saham PGUN sebesar Rp10.050 per saham
  pada 17 September 2026, kapitalisasi pasar perseroan mencapai sekitar
  Rp57,67 triliun. Jika menggunakan total porsi kepemilikan sekitar
  76,69% melalui PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya, nilai
  pasar saham yang terkait dengan keluarga Haji Isam mencapai sekitar
  Rp44,24 triliun.&lt;br /&gt;Kepemilikan Langsung di PACK dan RANS&lt;br /&gt;Nama
  Haji Isam juga tercatat sebagai pemegang langsung saham PT Abadi
  Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK). Berdasarkan laporan kepemilikan
  saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), H.
  Samsudin Andi Arsyad melaporkan telah membeli 6,84 miliar saham PACK
  pada 13 Mei 2026 dengan harga Rp137 per saham.&lt;br /&gt;Transaksi tersebut
  membuat kepemilikan Haji Isam di PACK mencapai 21,12%, dengan nilai
  transaksi sekitar Rp937 miliar.&lt;br /&gt;Berdasarkan data BEI per 18
  September 2026, porsi kepemilikan saham Haji Isam tercatat sekitar
  20,05%. Dengan kapitalisasi pasar PACK sekitar Rp20,98 triliun, nilai
  pasar kepemilikan Haji Isam diperkirakan mencapai sekitar Rp4,21
  triliun.&lt;br /&gt;Di sektor media dan hiburan, Haji Isam juga tercatat
  sebagai pemegang langsung saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk.
  (RANS).&lt;br /&gt;Berdasarkan dokumen Pemegang Saham di Atas 1% per 31
  Agustus 2026 yang dipublikasikan BEI, Haji Isam tercatat memiliki
  saham dengan porsi sekitar 1,40% atau 176,47 juta saham. Dengan harga
  saham RANS sebesar Rp202 per saham, nilai pasar kepemilikan Haji Isam
  di RANS ditaksir sekitar Rp35,7 miliar.&lt;br /&gt;Di Luar BEI, Bisnis
  Jhonlin Menyebar&lt;br /&gt;Tak hanya melalui perusahaan yang tercatat di
  BEI, bisnis Jhonlin Group juga merambah sejumlah perusahaan tertutup
  dengan bidang usaha yang beragam.&lt;br /&gt;Jejak tersebut terlihat dari
  laporan tahunan JARR yang mencantumkan sejumlah entitas dalam jaringan
  usaha Jhonlin Group, mulai dari PT Jhonlin Group, PT Jhonlin Baratama,
  PT Jhonlin Agro Mandiri, PT Jhonlin Air Transport hingga PT Jhonlin
  Marine Trans.&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan tahunan JARR 2025, terdapat
  pula sejumlah entitas yang memiliki keterkaitan dengan keluarga Haji
  Isam. Jhoni Saputra, putra Haji Isam yang menjabat sebagai Komisaris
  Utama JARR, tercatat memiliki hubungan kepengurusan maupun kepemilikan
  dengan beberapa perusahaan, di antaranya PT Jhonlin Group, PT Dua
  Samudera Perkasa, PT Jhonlin Baratama, PT Jhonlin Marine Lines, PT
  Prima Alam Gemilang, PT Nusa Mandiri Properti, PT Citra Agro Raya dan
  PT Araya Agro Lestari.&lt;br /&gt;Dalam laporan tersebut, JARR juga
  menyebutkan hubungan Jhoni Saputra dengan Haji Isam sebagai hubungan
  keluarga.&lt;br /&gt;Struktur tersebut menunjukkan bahwa sebagian jaringan
  usaha Jhonlin Group berada di luar perusahaan terbuka. Kegiatan usaha
  Jhonlin Group juga tidak terkonsentrasi pada satu sektor, melainkan
  mencakup agroindustri, pertambangan, jasa transportasi udara dan laut,
  infrastruktur pertambangan hingga properti.&lt;br /&gt;Sementara itu,
  sejumlah perusahaan yang terafiliasi dengan keluarga Haji Isam juga
  tercatat menjadi pemegang saham pada perusahaan terbuka seperti JARR
  dan PGUN.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Nilai Portofolio di
  BEI&lt;br /&gt;Jika menggunakan harga penutupan   pada 17 September 2026 dan
  porsi kepemilikan yang dapat dikaitkan   dengan Haji Isam dalam JARR,
  TEBE, PGUN, PACK dan RANS, total estimasi   nilai pasar saham tersebut
  mencapai sekitar Rp83,9   triliun.&lt;br /&gt;Namun, angka tersebut bukan
  nilai kekayaan bersih Haji   Isam. Perhitungan tersebut merupakan
  estimasi nilai pasar atas saham   yang dapat dikaitkan dengan Haji
  Isam dan keluarganya berdasarkan data   kepemilikan yang dapat
  ditelusuri.&lt;br /&gt;Dari total tersebut, sekitar   Rp39,7 triliun
  merupakan estimasi nilai pasar kepemilikan yang   dikaitkan dengan
  Haji Isam pada JARR, TEBE, PACK dan RANS. Sementara   itu, PGUN
  ditempatkan sebagai bagian dari portofolio keluarga dengan   estimasi
  nilai kepemilikan sekitar Rp44,24 triliun.&lt;br /&gt;PGUN   ditempatkan
  dalam portofolio keluarga karena kepemilikan saham   perseroan
  dilakukan melalui PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro   Raya, yang
  dalam struktur kepemilikannya terhubung dengan Liana   Saputri dan
  Jhoni Saputra, anak Haji Isam.&lt;br /&gt;Angka tersebut   merupakan
  estimasi nilai pasar saham berdasarkan harga penutupan di   BEI, bukan
  nilai kekayaan bersih Haji Isam. Nilainya juga dapat   berubah
  mengikuti pergerakan harga saham serta perubahan jumlah dan   porsi
  kepemilikan.&lt;br /&gt;Hingga saat ini, belum terdapat data kekayaan
  bersih Haji Isam yang dapat diverifikasi secara publik dan mencakup
  seluruh aset, kewajiban serta kepemilikan bisnisnya.&lt;br /&gt;Sebagian
  jaringan bisnis Jhonlin juga berada pada perusahaan tertutup sehingga
  nilai pasarnya tidak terbentuk secara terbuka dan tidak dapat dihitung
  berdasarkan harga saham di BEI.&lt;br /&gt;Rencana akuisisi BYAN menjadi
  tambahan terbaru dalam jejak Jhonlin Group di pasar modal Indonesia.
  PT Jhonlin Baratama telah menandatangani kesepakatan bersyarat untuk
  mengakuisisi 10.000.000.500 saham BYAN atau sekitar 30% dari modal
  ditempatkan dan disetor perseroan./Dyah Ayu Kusuma
  Wardhani.&lt;br /&gt;______&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan
  mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya
  ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap
  segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260921/192/2005815/deretan-portofolio-bisnis-haji-isam-dari-sawit-pertambangan-hingga-transportasi"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-22T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
