<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-06-21T19:10:00Z</updated>
  <dc:date>2026-06-21T19:10:00Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Bos PLN Jelaskan Alasan Pemadaman Bergilir, Kapan Berakhir?</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323514" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323514</id>
    <updated>2026-06-21T01:00:10Z</updated>
    <published>2026-06-21T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan
  maaf atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Jawa
  beberapa hari ini. Direktur utama PLN Darmawan Prasodjo mengaku
  pihaknya memahami kesulitan yang dialami masyarakat atas peristiwa
  tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Adapun salah satu alasan di balik pemadaman
  bergilir ini adalah   kendala teknis yang terjadi di dua pembangkit
  listrik di Pulau Jawa   yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra PLN.
  Keduanya mengalami   gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem
  kelistrikan di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menurut Darmawan, saat ini
  pihaknya terus mempercepat perbaikan   dua pembangkit listrik tersebut
  agar pasokan listrik kembali lancar. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Untuk itu
  kami mengerahkan tim PLN bersama-sama dengan tim   mitra kami agar
  perbaikan dua PLTU besar ini bisa berjalan dengan   cepat dan lancar
  sehingga bisa pulih dan kembali memasok listrik di   sistem
  kelistrikan di Pulau Jawa,&amp;quot; kata Darmawan dalam konferensi   pers
  Update Sistem Ketenagalistrikan, Jumat (19/6/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dia
  juga sempat menyinggsung soal pasokan batubara, yang menjadi   bahan
  bakar dalam menyediakan tenaga listrik. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Dengan alokasi medium rank &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt; atau batubara dengan
  tingkat kalori menengah dan arahan dari Menteri ESDM (Energi dan
  Sumber Daya Mineral), PLN akan melakukan perbaikan agar proses
  penyediaan tenaga listrik bisa berjalan dengan lancar,&amp;quot; ungkap
  Darmawan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Untuk itu dia mengapresiasi produsen batubara
  yang mendapatkan   penugasan dari pemerintah untuk memasok kebutuhan
  pembangkit listrik   milik PLN dan milik mitra PLN.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Dalam proses ini kami berkoordinasi secara intens,
  kontinyu, terus-menerus dengan Tim Dirjen Minerba sehingga proses
  penandatanganan kontrak ini bisa berjalan dengan cepat,&amp;quot; ungkap
  Darmawan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dia menjelaskan saat ini proses penyaluran
  medium rank &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;coal&lt;/span&gt;
  disalurkan kepada PLTU   di seluruh Pulau Jawa baik PLTU milik PLN
  maupun miliki mitra PLN atau   PLTU independen power
  produser.&lt;br /&gt;&amp;quot;Di antaranya untuk di Jawa,   yaitu PLTU
  Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLT Suralaya 1   sampai 8,
  PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, PLTU Indramayu, dan untuk   PLTU di
  Jawa bagian timur, di antara PLTU Python 1 dan 2, PLTU Python   9,
  PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-Awar,&amp;quot;   terang
  Darmawan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(hsy/hsy)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260620145133-4-744262/bos-pln-jelaskan-alasan-pemadaman-bergilir-kapan-berakhir"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-21T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Muncul Isu Gangguan Pasokan Batu Bara Saat Pemadaman Listrik Bergilir</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323445" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323445</id>
    <updated>2026-06-20T01:00:25Z</updated>
    <published>2026-06-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) mengungkapkan adanya hambatan pasokan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk kebutuhan
  pembangkit listrik PT PLN (Persero) di tengah isu pemadaman listrik
  bergilir di beberapa wilayah.&lt;br /&gt;Pemerintah melakukan evaluasi untuk
  memastikan ketersediaan energi primer tetap terjaga agar pelayanan
  kepada masyarakat berjalan maksimal.&lt;br /&gt;Menteri ESDM Bahlil
  Lahadalia menjelaskan bahwa saat ini terdapat kekurangan pasokan
  sekitar 18 hingga 20 juta ton &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dari total
  kebutuhan tahunan nasional sebesar 154 juta ton. Dia menegaskan
  otoritas energi tengah mencari solusi teknis terkait ketersediaan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kalori
  menengah yang dilaporkan mulai mengalami penurunan kualitas secara
  alami.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Yang jelas untuk sampai
  dengan bulan Juni tadi kita sudah   rapat itu ada kendala memang
  sedikit terhadap &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; yang medium   kalori yang 5.200. Kita kan tahu bahwa
  sekarang kan kalori &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; kita ini kan   semakin hari kan semakin rendah. Nah ini
  yang kita lagi cari   solusinya. Tapi secara yang lainnya enggak ada
  masalah overall,&amp;quot;   ujarnya ditemui di Kantor Kementerian
  Koordinator Bidang Perekonomian,   Jakarta, dikutip Jumat
  (19/6/2026).&lt;br /&gt;Berdasarkan data Kementerian   ESDM, total kebutuhan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt; PLN untuk
  tahun 2026 mencapai 154 juta ton, namun hingga   saat ini volume yang
  terikat kontrak baru menyentuh angka 134 juta   ton. Pemerintah terus
  memacu sinkronisasi data agar kekurangan   tersebut segera terpenuhi
  melalui koordinasi intensif dengan para   produsen tambang dalam
  negeri.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt;nya pun dari
  total kebutuhan 154 juta PLN pada tahun 2026,   kita sudah PLN sudah
  melakukan kontrak 134 juta. Jadi tinggal kurang   lebih sekitar 18
  sampai20 juta yang belum. Jadi overall enggak ada   masalah,&amp;quot;
  kata Bahlil.&lt;br /&gt;Memang, pemadaman listrik bergilir   dilaporkan
  terjadi di sejumlah wilayah pada Jumat (19/6/2026). Mulai   dari
  wilayah Tangerang Selatan, Depok, hingga kawasan Universitas
  Indonesia (UI).&lt;br /&gt;Sejumlah warganet mengaku listrik baru kembali
  menyala setelah padam selama dua hingga tiga jam, sementara sebagian
  lainnya menyebut listrik masih belum pulih hingga sore
  hari.&lt;br /&gt;&amp;quot;Mati (listrik) dari jam 8 sampai sekarang belum
  nyala,&amp;quot; tulis pengguna @hrsdty dikutip Jumat
  (19/6/2026).&lt;br /&gt;Sementara itu, pengguna lainnya mengaku listrik di
  wilayahnya telah padam selama lebih dari tiga jam sehingga mengganggu
  berbagai aktivitas sehari-hari.&lt;br /&gt;&amp;quot;Mati sudah 3 jam lebih,
  urusan jadi kacau,&amp;quot; tulis pengguna @melonpea01.&lt;br /&gt;PLN Buka
  Suara&lt;br /&gt;Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN
  Gregorius Adi Trianto menjelaskan langkah tersebut dilakukan karena
  adanya kendala teknis operasional pembangkit. Selain itu, terdapat dua
  unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak dapat
  beroperasi sementara waktu dan menyebabkan kemampuan pasokan listrik
  sistem Jawa menurun.&lt;br /&gt;&amp;quot;PLN terus berkerja sama melakukan
  percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain,
  serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan
  pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada
  pelanggan,&amp;quot; ujar Gregorius dalam keterangan tertulis, Jumat
  (19/6/2026).&lt;br /&gt;Ia lantas menyampaikan permohonan maaf atas
  ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat pemadaman tersebut.
  Adapun, manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera
  dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan
  sistem.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/arj)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260619144631-4-744099/muncul-isu-gangguan-pasokan-batu-bara-saat-pemadaman-listrik-bergilir"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Terbitkan Aturan Pencampuran Batu Bara, Ini Isi Lengkapnya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323416" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323416</id>
    <updated>2026-06-20T01:00:23Z</updated>
    <published>2026-06-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) resmi merilis Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 6 Tahun
  2026 sebagai perubahan atas aturan sebelumnya, yaitu Peraturan Menteri
  ESDM Nomor 17 Tahun 2025. Regulasi itu menyempurnakan tata cara
  penyusunan rencana kerja serta pelaporan dalam kegiatan usaha
  pertambangan.&lt;br /&gt;Selain soal pelaporan, aturan anyar itu juga
  menetapkan pedoman mengenai proses pencampuran &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Hal itu untuk
  memberikan standar yang lebih jelas bagi para pelaku usaha di sektor
  pertambangan.&lt;br /&gt;Langkah itu diambil guna menjamin ketersediaan
  pasokan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk
  kebutuhan listrik dan industri di dalam negeri. Selain memastikan
  pasokan aman, pemerintah juga fokus menjaga kualitas komoditas serta
  mengoptimalkan penerimaan negara.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Dasar utama perubahan ini tertuang dalam tiga poin penting. Poin
  pertama: tertuang di dalam Pasal 19: Diantaranya ayat 2 yang berisi
  pemegang IUP tahap kegiatan Operasi Produksi, pemegang IUPK tahap
  kegiatan Operasi Produksi, atau pemegang IUPK sebagai Kelanjutan
  Operasi Kontrak/Perjanjian wajib menyusun dan menyampaikan Laporan
  Berkala setiap 3 (tiga) bulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat
  (1) huruf a kepada Menteri atau Gubernur sesuai dengan kewenangannya
  yang meliputi pelaporan yang berisi:&lt;br /&gt;(poin L:) Pelaksanaan
  kegiatan pencampuran batubara bagi pemegang IUP tahap kegiatan Operasi
  Produksi, pemegang IUPK tahap kegiatan Operasi Produksi, atau pemegang
  IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian komoditas Batubara
  yang mendapatkan persetujuan pencampuran Batubara.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selain itu, laporan juga harus mencakup kepatuhan
  perpajakan,   penerimaan negara bukan pajak, serta realisasi kegiatan
  pengembangan   dan pemanfaatan sumber daya.&lt;br /&gt;Poin Kedua, mengutip
  Pasal 33: di   mana, aturan mengenai perbaikan administrasi
  diperjelas. Jika   ditemukan kesalahan prosedur atau kekeliruan dalam
  penilaian saat   proses persetujuan atau penolakan Rencana Kerja dan
  Anggaran Biaya   (RKAB), Menteri ESDM atau Gubernur selaku pejabat
  berwenang berhak   melakukan perbaikan tanpa prosedur tambahan yang
  berbelit.&lt;br /&gt;Adapun   poin ketiga: Poin ini menjadi yang paling
  penting yakni ditetapkannya   aturan khusus mengenai pencampuran
  batubara melalui penambahan Pasal   34A dan 34B. Kini, pencampuran
  batubara hanya boleh dilakukan guna   memenuhi spesifikasi mutu
  tertentu, dan wajib mendapatkan persetujuan   tertulis dari Menteri
  ESDM terlebih dahulu. Ketentuan ini berlaku bagi   pemegang IUP, IUPK,
  IUPK kelanjutan kontrak, maupun pemegang   Perjanjian Karya
  Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang   RKAB-nya sudah
  disetujui.&lt;br /&gt;Untuk mengajukan izin pencampuran,   pelaku usaha
  harus mengajukan permohonan lewat sistem informasi resmi   dengan
  melampirkan dokumen lengkap, antara lain: persetujuan RKAB   pemilik
  batubara utama dan bahan campuran, salinan perjanjian   pembelian
  serta penjualan, hasil uji kualitas dari lembaga survei   terdaftar,
  serta data simulasi mutu sebelum dan sesudah pencampuran.   Data mutu
  yang harus dilaporkan meliputi nilai kalori, kandungan   belerang,
  kadar air, dan kadar abu. Persetujuan yang diberikan berlaku   sesuai
  masa berlakunya RKAB, dan setiap penolakan permohonan wajib   disertai
  alasan yang jelas.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, dalam Pasal 34B   disebutkan
  bahwa ketentuan teknis yang lebih rinci mengenai pedoman   permohonan,
  evaluasi, dan pemberian izin akan diatur tersendiri lewat   Keputusan
  Menteri.&lt;br /&gt;Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2026 ini telah
  ditandatangani oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 8 Juni 2026 dan
  mulai berlaku efektif sejak tanggal diundangkan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/arj)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260619144146-4-744097/bahlil-terbitkan-aturan-pencampuran-batu-bara-ini-isi-lengkapnya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Jangan Khawatir Pakai BBM Bioetanol, Mesin Mobil Aman Sampai E30</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323387" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323387</id>
    <updated>2026-06-20T01:00:21Z</updated>
    <published>2026-06-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) memastikan pencampuran bioetanol dalam bahan bakar minyak (BBM)
  jenis bensin aman untuk mesin kendaraan. Menyusul, pemerintah akan
  memandatorikan program campuran bensin dengan E5 setidaknya pada tahun
  2026 ini.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan
  Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Eniya
  Listiani Dewi mengungkapkan bahkan mesin kendaraan yang beredar saat
  ini aman untuk menggunakan bensin dengan campuran bioetanol yang lebih
  tinggi yakni hingga 30% (E30). Hal itu dinilai berdasarkan berbagai
  studi literatur mengenai kecocokan mesin terhadap bauran energi nabati
  tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Tapi saya yakin
  produk-produk mobil yang sekarang itu bisa   sampai 30%. Itu di jurnal
  ada. Nah jadi kan sudah tinggal dicari saja   theoretical base-nya
  tapi saya yakin 30% itu enggak masalah cuma tahun   berapa yang bisa
  E10 tahun berapa yang bisa E20 tahun berapa yang bisa   sampai
  E30,&amp;quot; jelasnya saat ditemui di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  dikutip Jumat (19/6/2026).&lt;br /&gt;Memang, sebelum masuk ke tahap E20
  yang ditargetkan pada 2028, pemerintah masih memfokuskan penyelesaian
  tahap implementasi bauran etanol 5% (E5). Eniya menyebutkan mandatori
  E5 harus segera berjalan sebelum Desember tahun ini untuk mengejar
  target peningkatan bauran menjadi 10% (E10) pada awal tahun 2027
  mendatang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Khusus untuk program E20,
  pemerintah mulai merencanakan   pengujian lapangan bersama Gabungan
  Industri Kendaraan Bermotor   Indonesia (Gaikindo). Pihaknya terus
  menjalin komunikasi untuk memulai   uji jalan dalam waktu
  dekat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah saya lagi minta asosiasi   untuk ayo kita
  sama-sama uji langsung road test E20. Nah itu saya   minta tim
  Gaikindo tuh. Kamu janji ya ayo kita secepatnya E20 uji road
  test-nya,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Penggunaan bensin campur nabati ini
  sebenarnya sudah dirasakan masyarakat melalui produk komersial yang
  beredar terbatas yakni Pertamax Green 95 di beberapa wilayah. Eniya
  mencontohkan bahwa konsumen yang telah menggunakan bensin dengan
  campuran etanol 5% atau E5 umumnya merasakan tarikan mesin yang lebih
  responsif dibandingkan menggunakan bensin murni.&lt;br /&gt;&amp;quot;Loh ini
  tahu bensin E5 kan selalu beli green pertamax toh? Ya kamu merasanya
  lebih irit atau enggak? Tuh aku enggak mengkondisikan dia untuk jawab
  lho ya. Tuh gasnya lebih ringan,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan
  data Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi
  Energi (Ditjen EBTKE) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  setidaknya terdapat pabrik baru yang akan memproduksi etanol fuel
  grade (FGE) dengan kadar lebih dari 99%.&lt;br /&gt;Beberapa pabrik etanol
  tersebut antara lain PT Indonesia Ethanol Industry di Lampung dengan
  kapasitas 20.000 kiloliter (KL), PT Madu Baru di Yogyakarta sebesar
  7.500 KL, PT Indo Acidatama di Solo sebesar 3.000 KL.&lt;br /&gt;Kemudian di
  Jawa Timur terdapat PT Energi Agro Nusantara dan PT Molindo Raya
  Industrial. Adapun, masing-masing memiliki kapasitas FGE sebesar
  30.000 KL dan 10.000 KL.&lt;br /&gt;Implementasi E5 pada 2026 akan dilakukan
  di enam wilayah. Diantaranya yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa
  Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
  Pihaknya selanjutnya berencana memperluas cakupan wilayah penerapan
  bioetanol pada tahun selanjutnya.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, pada 2027
  program E5 akan diperluas dengan menambahkan Bali sebagai wilayah
  implementasi. Kemudian mulai 2028, kadar campuran bioetanol
  ditingkatkan menjadi 10% (E10) dengan cakupan wilayah yang
  tetap.&lt;br /&gt;Kemudian pada 2029 hingga 2030, implementasi E10 akan
  diperluas lagi dengan memasukkan Lampung sebagai wilayah baru. Dengan
  demikian, total terdapat delapan wilayah yang menjalankan program
  tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/arj)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260619143533-4-744086/jangan-khawatir-pakai-bbm-bioetanol-mesin-mobil-aman-sampai-e30"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Tak Cuma Biodiesel B50, Pemerintah Juga Bakal Terapkan Bioetanol E5</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323358" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323358</id>
    <updated>2026-06-20T01:00:19Z</updated>
    <published>2026-06-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) memiliki berbagai rencana dalam menggencarkan penggunaan energi
  terbarukan dalam sektor energi. Beberapa program yang digencarkan
  untuk diimplementasikan setidaknya pada tahun ini berupa campuran
  bahan bakar minyak khususnya jenis solar dengan biodiesel 50% (B50),
  dan jenis bensin dengan bioetanol 5% (E5).&lt;br /&gt;Direktur Jenderal
  Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Eniya
  Listiani Dewi menargetkan, khusus penetapan mandatori E5 dapat
  dilakukan sebelum akhir tahun ini guna mengejar target bauran yang
  lebih tinggi di tahun-tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Target kita kan
  intinya sebelum Desember sudah dimandatorikan dulu 5% karena Januari
  kan ngejar yang 10% gitu. 2028 baru yang Januari 2028 baru 20%
  gitu,&amp;quot; ujarnya saat ditemui di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  dikutip Jumat (19/6/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Dikejarnya program E5 juga dibarengi dengan kesiapan regulasi,
  termasuk pembebasan cukai etanol untuk bahan bakar melalui Peraturan
  Menteri Keuangan (PMK). Pemerintah juga sudah menyederhanakan proses
  perizinan pencampuran bahan bakar minyak (BBN) agar para badan usaha
  dapat bergerak lebih cepat dalam mendistribusikan bensin ramah
  lingkungan tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;PMK yang bebas juga sudah keluar.
  Terus satu lagi Permen yang NSPK (Norma, Standar, Prosedur, dan
  Kriteria) untuk nanti kalau izin-izin hanya perlu IUN gitu lho.
  KBLI-nya baru,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Terkait pasokan bahan baku,
  pihaknya menekankan bahwa bioetanol yang digunakan harus bersumber
  dari produksi dalam negeri. Saat ini, pemerintah terus
  mengidentifikasi kapasitas produksi nasional guna memastikan kecukupan
  volume alokasi yang akan dicantumkan dalam Keputusan Menteri
  (Kepmen).&lt;br /&gt;&amp;quot;Mandatori untuk E5 itu oke untuk nanti
  dikeluarkan Kepmen alokasi volume. Tetapi arahan dari beliau adalah
  harus lokal,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Nantinya, pemerintah juga akan melakukan uji jalan (road test)
  untuk campuran bioetanol yang lebih tinggi hingga 20% atau E20.
  Kolaborasi dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia
  (Gaikindo) akan segera dilakukan untuk memastikan kesiapan teknologi
  mesin kendaraan di tanah air.&lt;br /&gt;Namun perlu diketahui, sebelum
  masuk ke tahap E20 yang ditargetkan pada 2028, pemerintah kini
  memfokuskan penyelesaian tahap implementasi bauran etanol 5% (E5).
  Eniya menyebutkan mandatori E5 harus segera berjalan sebelum Desember
  tahun ini untuk mengejar target peningkatan bauran menjadi 10% (E10)
  pada awal tahun 2027 mendatang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah saya lagi minta
  asosiasi untuk ayo kita sama-sama uji langsung road test E20. Nah itu
  saya minta tim Gaikindo tuh. Kamu janji ya ayo kita secepatnya E20 uji
  road test-nya,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/arj)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260619143124-4-744085/tak-cuma-biodiesel-b50-pemerintah-juga-bakal-terapkan-bioetanol-e5"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Jelang Penerapan di 1 Juli, Ini Progres Kesiapan Biodiesel B50</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323329" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323329</id>
    <updated>2026-06-20T01:00:17Z</updated>
    <published>2026-06-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menyebutkan hasil rangkaian uji coba program campuran bahan
  bakar minyak (BBM) jenis solar dengan biodiesel 50% (B50). Hasilnya,
  uji coba program yang ditargetkan berjalan pada 1 Juli 2026 mendatang,
  sudah menunjukkan hasil positif di enam sektor utama pengguna
  B50.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi
  Energi (Dirjen EBTKE) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Eniya
  Listiani Dewi menjelaskan bahwa standar kualitas untuk B50 telah
  disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Dia menyebut para pengusaha saat ini sudah menyatakan
  kesanggupan untuk meningkatkan produksi sesuai dengan spesifikasi baru
  yang ditetapkan pemerintah dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sudah, sudah,
  sudah kalau spek. Jadi dari alat berat terus dipastikan speknya sudah
  turun 20 PPM untuk water content dan seterusnya monogliserida dan
  lain-lain itu lho. Itu sudah mereka sanggup dengan spek tersebut. Jadi
  sudah oke,&amp;quot; jelasnya saat ditemui di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  dikutip Jumat (19/6/2026).&lt;br /&gt;Di samping itu, pemerintah saat ini
  tengah merampungkan dua Keputusan Menteri (Kepmen) sebagai payung
  hukum kebijakan mandatori tersebut. Satu regulasi difokuskan pada
  penentuan spesifikasi dan aturan wajib penggunaan, sementara regulasi
  lainnya akan mengatur rincian alokasi volume biodiesel untuk semester
  kedua tahun ini melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak
  dan Gas Bumi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Mandatorinya kan
  di Kepmen. Kan ada dua Kepmen. Kepmen   mandatori sudah Pak Menteri
  tinggal teken. Terus lanjut saya sedang   bahas dengan Migas,&amp;quot;
  lanjut Eniya.&lt;br /&gt;Pihaknya juga tengah   mematangkan perhitungan
  volume alokasi dengan mempertimbangkan   proyeksi kebutuhan energi
  nasional hingga akhir tahun. Koordinasi   dilakukan guna memastikan
  kesiapan pasokan Fatty Acid Methyl Ester   (FAME) agar distribusi di
  seluruh wilayah Indonesia tetap stabil,   terutama saat menghadapi
  masa puncak konsumsi seperti Natal dan Tahun
  Baru.&lt;br /&gt;&amp;quot;Volume. Karena kan perkiraan Nataru, perkiraan ini
  kan dihitung semua. Gitu. Terus kesiapan volume dari FAME-nya juga.
  Kalau B50 tinggal go saja,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan data
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  implementasi program B50 yang ditargetkan mulai Juli 2026 tersebut
  diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun.
  Selain aspek ekonomi, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat
  menambah lapangan kerja nasional dengan target penyerapan lebih dari
  2,2 juta orang tenaga kerja.&lt;br /&gt;Dari sisi lingkungan, penggunaan B50
  ditargetkan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta
  ton CO2 pada tahun 2026. Adapun, hingga pertengahan April 2026,
  realisasi penyaluran biodiesel nasional sendiri telah mencapai 3,90
  juta kilo liter atau sekitar 24,9% dari total alokasi awal tahun
  sebesar 15,65 juta kilo liter.&lt;br /&gt;Secara teknis, spesifikasi B50
  ditingkatkan untuk menjaga performa mesin, diantaranya dengan menekan
  kadar air menjadi maksimal 300 ppm dan monogliserida maksimal 0,47%
  massa. Stabilitas oksidasi juga diperkuat menjadi minimal 900 menit
  untuk menjamin kualitas bahan bakar tetap prima selama masa
  penyimpanan dan distribusi di berbagai wilayah.&lt;br /&gt;Pemerintah
  menargetkan seluruh rangkaian uji coba di sektor otomotif rampung pada
  Juni 2026, sementara sektor strategis lainnya seperti alat berat dan
  perkeretaapian akan selesai bertahap hingga akhir tahun. Dengan hasil
  uji sementara yang menunjukkan performa andal dan aman, B50 siap
  memperkuat kemandirian energi nasional.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/arj)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260619142717-4-744084/jelang-penerapan-di-1-juli-ini-progres-kesiapan-biodiesel-b50"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Belajar dari India, Ini Cara Kurangi Ketergantungan Impor BBM Timteng</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323300" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323300</id>
    <updated>2026-06-20T01:00:14Z</updated>
    <published>2026-06-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - India tengah menggenjot program gasifikasi
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; sebagai
  strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor energi dari Timur
  Tengah. Langkah ini semakin mendapat perhatian setelah konflik
  Iran-Amerika Serikat (AS) dan gangguan di Selat Hormuz sempat memicu
  kekhawatiran terhadap pasokan minyak mentah, LPG, dan bahan baku pupuk
  ke negara-negara pengimpor energi.&lt;br /&gt;Pemerintah India baru-baru ini
  menyetujui skema insentif senilai US$3,9 miliar atau sekitar Rp69,42
  triliun untuk mendorong pembangunan proyek gasifikasi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Program tersebut
  diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus
  mengurangi impor bahan bakar, pupuk, dan bahan baku industri
  kimia.&lt;br /&gt;&amp;quot;Gasifikasi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menciptakan opsi
  dan ketahanan energi, bukan jalan untuk menghilangkan ketergantungan
  impor sepenuhnya,&amp;quot; kata CEO Dastur Energy Atanu Mukherjee,
  seperti dikutip Channel News Asia, Jumat (19/6/2026).&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Berbeda dengan pembangkit listrik &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; konvensional yang
  membakar &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  secara langsung, teknologi gasifikasi mengubah &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi gas
  sintetis atau syngas. Gas tersebut kemudian dapat diolah menjadi
  berbagai produk seperti metanol, amonia, dimethyl ether (DME), gas
  alam sintetis, hingga hidrogen. DME sendiri dapat digunakan sebagai
  substitusi LPG impor.&lt;br /&gt;India melihat teknologi ini sebagai solusi
  logis karena memiliki cadangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; terbesar kelima
  di dunia. Di sisi lain, negara tersebut masih mengimpor sekitar 88%
  kebutuhan minyak mentah dan hampir separuh kebutuhan gas alamnya.
  Pemerintah bahkan menargetkan gasifikasi 100 juta ton &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; per tahun pada
  2030 melalui National Coal Gasification Mission yang diluncurkan sejak
  2021.&lt;br /&gt;Meski demikian, para analis menilai jalan menuju target
  tersebut tidak akan mudah. Mukherjee memperkirakan India membutuhkan
  investasi antara US$55 miliar hingga US$78 miliar, setara Rp979
  triliun hingga Rp1.388 triliun, dalam 10-15 tahun untuk membangun
  ekosistem gasifikasi yang matang. Investasi sebesar itu diperkirakan
  dapat memangkas tagihan impor energi hingga sekitar US$20 miliar
  (Rp356 triliun).&lt;br /&gt;Tantangan terbesar datang dari kualitas &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; domestik India
  yang memiliki kandungan abu sangat tinggi, mencapai 30%-45%. Kondisi
  ini membuat teknologi gasifikasi yang umum digunakan di China tidak
  bisa langsung diterapkan. Selain itu, proses gasifikasi juga
  membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar, sementara banyak cadangan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; India
  berada di wilayah yang rentan kekurangan air.&lt;br /&gt;Kendala lain adalah
  lambatnya pengembangan proyek. Saat ini India baru memiliki satu
  fasilitas gasifikasi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; skala komersial dengan kapasitas sekitar 2 juta ton per
  tahun. Untuk mencapai target 2030, negara tersebut harus membangun
  puluhan fasilitas baru dalam waktu kurang dari lima tahun. Sejumlah
  pengamat menilai target tersebut sulit tercapai.&lt;br /&gt;Meski begitu,
  India tetap melanjutkan langkahnya dengan harapan menciptakan
  perlindungan jangka panjang terhadap gejolak pasar energi global.
  Pemerintah juga berharap insentif yang telah disiapkan mampu menarik
  investasi swasta hingga sekitar US$35 miliar (Rp623 triliun) dalam
  beberapa tahun ke depan.&lt;br /&gt;Upaya serupa juga dilakukan
  negara-negara Asia lainnya. China diketahui tengah membangun dan
  merencanakan 13 proyek &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; menjadi gas untuk mengurangi ketergantungan pada impor gas
  alam. Sementara Indonesia telah mengumumkan enam proyek gasifikasi
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; senilai
  US$9,8 miliar (Rp174,44 triliun) yang difokuskan pada produksi DME
  sebagai pengganti LPG impor.&lt;br /&gt;Namun pengalaman Indonesia menjadi
  pelajaran penting. Laporan Institute for Energy Economics and
  Financial Analysis (IEEFA) menunjukkan proyek DME berbasis &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; hanya menarik
  secara ekonomi ketika harga LPG impor berada di level tinggi. Saat
  harga LPG turun, biaya produksi DME menjadi kurang kompetitif sehingga
  proyek berisiko kehilangan daya tarik investasi.&lt;br /&gt;Karena itu, para
  ahli menilai gasifikasi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; sebaiknya tidak dipandang sebagai solusi instan menghadapi
  krisis energi jangka pendek. Sebaliknya, teknologi tersebut perlu
  ditempatkan sebagai instrumen ketahanan energi jangka panjang yang
  dapat membantu negara-negara pengimpor energi mengurangi risiko
  gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah di masa depan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(tfa/luc)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260619104832-4-743984/belajar-dari-india-ini-cara-kurangi-ketergantungan-impor-bbm-timteng"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Net Sell Asing Sesi 1 Rp 1,4 Triliun, TPIA hingga DEWA Dibuang</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323271" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323271</id>
    <updated>2026-06-20T01:00:12Z</updated>
    <published>2026-06-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing kembali melakukan aksi jual
  bersih (net sell) dalam jumlah besar pada perdagangan sesi I Jumat
  (19/6/2026), seiring tekanan yang terjadi pada Indeks Harga Saham
  Gabungan (IHSG) setelah rilis laporan terbaru MSCI terkait
  aksesibilitas pasar modal Indonesia.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Indo
  Premier Sekuritas (IPOT), investor asing membukukan pembelian saham
  senilai Rp1,9 triliun. Namun, nilai penjualan mencapai Rp3,3 triliun
  sehingga terjadi net sell sebesar Rp1,4 triliun di seluruh pasar
  hingga penutupan sesi I.&lt;br /&gt;Aksi jual asing tersebut sejalan dengan
  pelemahan IHSG yang ditutup turun 0,73% ke level 6.127,32 pada akhir
  sesi I. IHSG bahkan sempat bergerak sangat volatil setelah sebelumnya
  menyentuh level tertinggi 6.215,06 pada awal perdagangan.&lt;br /&gt;Saham
  PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi sasaran utama aksi jual
  asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp191 miliar. Di posisi kedua
  ada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang mencatat net sell
  asing Rp175,6 miliar.&lt;br /&gt;Selanjutnya, PT Amman Mineral Internasional
  Tbk (AMMN) dilepas asing senilai Rp157,3 miliar, disusul PT Bank
  Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp136,2 miliar dan PT Bank
  Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp93,6 miliar.&lt;br /&gt;Aksi jual asing juga
  terlihat pada saham PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk (BUMI) sebesar Rp71 miliar, PT Dian Swastatika
  Sentosa Tbk (DSSA) Rp60,9 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp59,1
  miliar, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) Rp53,8 miliar, serta PT
  Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp53,7 miliar.&lt;br /&gt;Di tengah derasnya arus
  keluar dana asing, sejumlah saham masih berhasil menarik minat
  investor global. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan
  net buy asing terbesar senilai Rp80,1 miliar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selain
  BBCA, investor asing juga mengoleksi saham PT Merdeka   Copper Gold
  Tbk (MDKA) senilai Rp27 miliar, PT MNC Digital   Entertainment Tbk
  (MSIN) Rp8,4 miliar, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)   Rp5,5 miliar, dan
  PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) Rp3,4
  miliar.&lt;br /&gt;Saham konsumer juga masuk daftar incaran asing, di
  antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan net buy Rp3,2 miliar dan
  PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) sebesar Rp2,1
  miliar.&lt;br /&gt;Daftar 10 saham net foreign sell terbesar di sesi
  1:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Rp191
  miliar&lt;br /&gt;PT Telkom   Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp175,6
  miliar&lt;br /&gt;PT Amman Mineral   Internasional Tbk (AMMN) - Rp157,3
  miliar&lt;br /&gt;PT Bank Rakyat   Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp136,2
  miliar&lt;br /&gt;PT Bank Mandiri   (Persero) Tbk (BMRI) - Rp93,6
  miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk (BUMI) -   Rp71 miliar&lt;br /&gt;PT Dian Swastatika
  Sentosa Tbk (DSSA) - Rp60,9   miliar&lt;br /&gt;PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
  - Rp59,1 miliar&lt;br /&gt;PT Aneka   Tambang Tbk (ANTM) - Rp53,8
  miliar&lt;br /&gt;PT Darma Henwa Tbk (DEWA) -   Rp53,7 miliar&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Daftar 10 saham net foreign buy terbesar di sesi 1:&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp80,1 miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka
  Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp27 miliar&lt;br /&gt;PT MNC Digital Entertainment
  Tbk (MSIN) - Rp8,4 miliar&lt;br /&gt;PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) - Rp5,5
  miliar&lt;br /&gt;PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) - Rp3,4
  miliar&lt;br /&gt;PT Gudang Garam Tbk (GGRM) - Rp3,2 miliar&lt;br /&gt;PT Abadi
  Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) - Rp3,2 miliar&lt;br /&gt;PT Indofood
  Sukses Makmur Tbk (INDF) - Rp2,5 miliar&lt;br /&gt;PT Aman Agrindo Tbk
  (GULA) - Rp2,4 miliar&lt;br /&gt;PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) -
  Rp2,1 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260619131843-17-744059/net-sell-asing-sesi-1-rp-14-triliun-tpia-hingga-dewa-dibuang"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pembangkit PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Begini Langkah Bahlil</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323221" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323221</id>
    <updated>2026-06-19T07:00:17Z</updated>
    <published>2026-06-19T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) mengungkapkan kebutuhan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; PT PLN (Persero)
  untuk operasional pembangkit listrik sepanjang tahun mencapai 154 juta
  ton. Namun, hingga saat ini pasokan yang telah terkontrak baru
  mencapai 134 juta ton, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 20
  juta ton.&lt;br /&gt;Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah
  tengah melakukan evaluasi dan penyesuaian guna memastikan kebutuhan
  energi primer untuk pembangkit listrik PLN dapat terpenuhi. Hal
  tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik
  nasional.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menurut Yuliot, Menteri ESDM
  Bahlil Lahadalia telah meminta   evaluasi menyeluruh terhadap
  kebutuhan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  PLN. Pemerintah   juga memastikan kekurangan pasokan tersebut akan
  dipenuhi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi kita Pak Menteri kan sudah sampaikan sudah
  dilakukan evaluasi untuk seluruh kebutuhan PLN. Dan itu
  dipenuhi,&amp;quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM,
  Jakarta, dikutip Jumat (19/6/2026).&lt;br /&gt;Pemerintah tengah
  mengupayakan sinkronisasi antara volume kebutuhan asli PLN dengan
  komitmen pengadaan dari para produsen &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; domestik. Hal itu
  untuk menjamin keandalan suplai listrik bagi masyarakat serta
  menghindari risiko defisit stok di unit-unit pembangkit.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Itu kemarin kan disampaikan kebutuhan
  PLN itu adalah 154   juta (ton), yang sudah dipenuhi berdasarkan
  kontrak 134 juta (ton).   Dan itu kekurangan 20 (juta ton) itu lagi
  diusahakan itu   penyesuaian,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Pemerintah optimis
  kekurangan   pasokan tersebut dapat segera teratasi melalui kebijakan
  penyesuaian   produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
  Mulanya,   target RKAB untuk tahun ini sekitar 600 juta ton &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ya
  pasti (produksi di atas 600 juta ton). Ya menyesuaikan dengan
  kebutuhan di dalam negeri. Itu kan ada DMO yang ditetapkan,&amp;quot;
  tutupnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia buka-bukaan mengenai kebutuhan energi primer
  atau &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk
  pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero). Hal ini
  menjawab isu terkait kurangnya stok &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk PLTU
  PLN.&lt;br /&gt;Sejatinya, kata Bahlil, kebutuhan energi primer PLN per
  tahun sebanyak 154 juta ton &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Di mana
  pemerintah sudah memberikan tugas kepada perusahaan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kurang lebih
  mencapai 190 juta ton.&lt;br /&gt;&amp;quot;Yang sudah dilakukan konfirmasi dari
  190 juta ton itu 150-160 juta ton. Sudah dilakukan kontrak 134 juta
  ton, artinya dari total kebutuhan PLN 154 juta ton tinggal kurang 20
  juta ton yang belum kontrak,&amp;quot; terang Bahlil dalam Rapat Kerja
  (Raker) bersama Komisi XII DPR, Senin (15/6/2026).&lt;br /&gt;Untuk
  menyelesaikan hal itu, kata Bahlil, beberapa waktu yang lalu pihaknya
  sudah melakukan rapat dengan PLN. Atas rapat itu diketahui bahwa PLN
  membutuhkan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  yang memiliki kelas medium, namun semakin hari, kata bahlil, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; jenis medium
  semakin sedikit.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sementara medium semakin hari semakin
  sedikit dan harganya murah di mana kita bikin patokan US$ 70 per ton.
  Sementara SR-nya di atas 10 sampai 12, harga jual ke PLN itu untuk
  perusahaannya tidak ada, itu yang jadi trouble. Ini yang kita minta
  untuk diprioritaskan,&amp;quot; terang Bahlil.&lt;br /&gt;Adapun atas arahan
  Presiden RI Prabowo Subianto, kata Bahlil, untuk menyelesaikan
  permasalahan energi primer itu, pemerintah membentuk Tim Pengadaan
  bersama dengan PLN, Inspektur Jenderal (Irjen), Dirjen Minerba dan
  juga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). &amp;quot;Agar
  tidak ada dusta diantara kita, jangan sampai baku tipu terus diantara
  kita,&amp;quot; tegas Bahlil.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/arj)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260619100304-4-743964/pembangkit-pln-kekurangan-batu-bara-20-juta-ton-begini-langkah-bahlil"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-19T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Evaluasi Harga Batu Bara DMO Pembangkit PLN, Ini Alasannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323192" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323192</id>
    <updated>2026-06-19T07:00:15Z</updated>
    <published>2026-06-19T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang evaluasi harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk kebutuhan
  domestik, khususnya pasokan bagi pembangkit listrik milik PT PLN
  (Persero). Saat ini pihaknya tengah mengkaji ulang formulasi harga
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dalam skema
  Domestic Market Obligation (DMO).&lt;br /&gt;Sebagai informasi, harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; DMO untuk
  pembangkit PLN telah dipatok sebesar US$ 70 per ton sejak 2018 dan
  belum mengalami perubahan hingga saat ini.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Bahlil mengatakan, kajian tersebut dilakukan seiring
  meningkatnya biaya operasional di sektor hulu pertambangan.
  Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai parameter
  keekonomian terbaru agar kebijakan harga tetap memberikan
  keseimbangan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Lagi kita menghitung plus-minus agar PLN-nya
  juga tidak dirugikan tapi pengusahanya juga tidak dirugikan,&amp;quot;
  kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang
  Perekonomian, Jakarta dikutip Jumat (19/6/2026).&lt;br /&gt;Menurut Bahlil,
  rencana evaluasi harga DMO dipicu oleh kondisi lapangan di mana rasio
  pengupasan tanah atau stripping ratio (SR) untuk &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kalori menengah
  kini sudah semakin tinggi. Hal tersebut diperhitungkan membuat biaya
  produksi yang harus ditanggung pengusaha meningkat jika dibandingkan
  tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Oh iya
  untuk medium untuk medium ini kan SR-nya sudah di   8-12% cost
  produksinya kan udah tinggi. Jadi kita juga harus   membijaksanai agar
  teman-teman pengusaha juga jangan juga dibeli   dengan harga yang
  sangat murah. Kalau beli harganya rugi enggak   mungkin juga. Karena
  pengusaha juga kan kita harus jaga agar mereka   tidak rugi,&amp;quot;
  paparnya.&lt;br /&gt;Selain soal biaya produksi,   pemerintah juga mendengar
  keluhan pelaku usaha mengenai patokan Harga   Batubara Acuan (HBA)
  yang dinilai belum mengalami perubahan sejak   2019.&lt;br /&gt;&amp;quot;Betul
  itu salah satu pertimbangan yang akan kita   hitung ya,&amp;quot; kata
  Bahlil.&lt;br /&gt;Di sisi lain, pemerintah memastikan   pasokan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk   PLN
  hingga pertengahan tahun ini relatif aman meski terdapat kendala
  teknis pada jenis kalori tertentu. Dari total kebutuhan 154 juta ton
  pada tahun 2026, PLN tercatat sudah mengantongi komitmen kontrak
  sebesar 134 juta ton.&lt;br /&gt;&amp;quot;&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;nya pun dari total
  kebutuhan 154 juta PLN pada tahun 2026, kita sudah PLN sudah melakukan
  kontrak 134 juta. Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 sampai 20 juta
  yang belum. Jadi overall enggak ada masalah,&amp;quot; pungkasnya.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/arj)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260619095309-4-743960/bahlil-evaluasi-harga-batu-bara-dmo-pembangkit-pln-ini-alasannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-19T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, ADRO, BBNI hingga BBCA Pimpin Kenaikan</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323163" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323163</id>
    <updated>2026-06-19T07:00:12Z</updated>
    <published>2026-06-19T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat dalam
  perdagangan Jumat (19/6/2026). Saham konstituen seperti &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;, BBCA hingga BBNI
  menjadi penopang utama penguatan indeks.&lt;br /&gt;Melansir IDX Mobile
  pukul 09.01 WIB, indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia ini
  dibuka menguat 0,25% ke 430,35. Indeks mengawali perdagangan dengan
  volume transaksi 613 juta saham senilai Rp468,3 miliar.&lt;br /&gt;Sebanyak
  16 saham konstituen dibuka di zona hijau. Mereka antara lain adalah
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt; yang dibuka naik
  1,77% ke Rp2.300, AKRA menguat 0,41% ke Rp1.210, ASII naik 1,05% ke
  Rp4.820, BBCA dibuka naik 2,06% ke Rp6.200, BBNI naik 0,27% ke
  Rp3.740, hingga saham UNTR yang dibuka menguat 0,33% ke
  Rp22.875.&lt;br /&gt;Di sisi lain, 10 saham konstituen dibuka melemah.
  Mereka antara lain adalah saham ANTM yang turun 2,21% ke Rp3.100, BMRI
  melemah 0,67% ke Rp4.440, saham DEWA melemah 0,52% ke Rp380, saham
  INCO turun 0,49% ke Rp5.100, hingga saham MIKA yang dibuka turun 1,59%
  ke Rp1.550.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sisanya, ada 1 saham konstituen yang belum
  berubah, yaitu MAPI   yang tertahan di level Rp1.510.&lt;br /&gt;Adapun,
  penguatan indeks   Bisnis-27 pagi ini sejalan dengan laju indeks harga
  saham gabungan   (IHSG) yang juga dibuka menguat 0,26% atau 16,32 poin
  ke posisi   6.188,66. Indeks komposit menguat pasca pengumuman MSCI
  yang   mengumumkan posisi Indonesia tetap berada di kelas emerging
  market.&lt;br /&gt;Walau demikian, MSCI Inc., dalam laporan MSCI 2026 Global
  Market Accessibility Review menyoroti masalah transparansi struktur
  kepemilikan saham dan indikasi perdagangan terkoordinasi (coordinating
  trading) di pasar modal Indonesia yang dinilai mengganggu proses
  pembentukan harga yang wajar.&lt;br /&gt;Penyedia indeks global tersebut
  menurunkan nilai kriteria information flow Indonesia dari
  &amp;quot;+&amp;quot; menjadi &amp;quot;-&amp;quot;. &lt;br /&gt;&amp;quot;Di Indonesia,
  kekhawatiran aksesibilitas muncul akibat berlanjutnya ketidakjelasan
  struktur kepemilikan saham dan adanya indikasi perilaku perdagangan
  yang terkoordinasi sehingga mengganggu pembentukan harga yang
  wajar,&amp;quot; tulis MSCI dalam laporannya.&lt;br /&gt;Menurut MSCI, kondisi
  tersebut secara material membatasi kemampuan investor institusi global
  dalam menilai tingkat free float yang sebenarnya serta mengandalkan
  harga pasar yang terbentuk untuk kebutuhan penyusunan portofolio
  maupun replikasi indeks.&lt;br /&gt;Tim riset Phintraco Sekuritas
  menjelaskan bahwa dalam MSCI Market Accessibility Review tersebut MSCI
  memberikan penilaian terperinci tentang aksesibilitas pasar untuk
  setiap pasar ekuitas yang termasuk dalam Indeks MSCI, serta
  mengevaluasi lima kriteria aksesibilitas pasar.&lt;br /&gt;Lima kriteria
  tersebut yaitu keterbukaan terhadap kepemilikan asing, kemudahan arus
  masuk dan keluar modal, efisiensi kerangka kerja operasional,
  ketersediaan instrumen investasi, dan stabilitas kerangka kerja
  kelembagaan.&lt;br /&gt;&amp;quot;MSCI menggunakan 18 pendekatan berbeda untuk
  menilai lima kriteria tersebut. Dari 18 pendekatan tersebut, Indonesia
  yang masih memerlukan perbaikan adalah foreign exchange market
  liberalization level dan information flow,&amp;quot; tulis
  analis.&lt;br /&gt;_____&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan
  mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya
  ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap
  segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260619/7/1981830/indeks-bisnis-27-dibuka-menguat-adro-bbni-hingga-bbca-pimpin-kenaikan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-19T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk PLN, Ini Isinya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323107" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323107</id>
    <updated>2026-06-19T01:00:21Z</updated>
    <published>2026-06-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) akan membentuk tim pengadaan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk PT PLN
  (Persero). Hal ini untuk menjamin transparansi dan kepastian pasokan
  energi primer bagi pembangkit listrik nasional.&lt;br /&gt;Menteri ESDM
  Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan
  arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk pengawasan yang
  lebih tepat terhadap pengadaan energi primer. Tim tersebut nantinya
  melibatkan berbagai instansi lintas sektoral untuk memastikan proses
  bisnis dan penentuan harga berjalan secara
  profesional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi gini dalam rangka memastikan koordinasi
  kerja sama dan kepastian PLN untuk mendapatkan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; maka kami, ini
  dalam rangka transparansi, kami meminta izin sama Bapak Presiden dan
  arahan Bapak Presiden adalah membentuk tim,&amp;quot; ujarnya di Jakarta,
  Kamis (18/6/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tim pengadaan
  tersebut nantinya akan diisi oleh internal   Kementerian ESDM yakni
  Direktorat Jenderal Mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; serta Inspektorat
  Jenderal. Selain itu, unsur pengawasan dari Badan Pengawasan Keuangan
  dan Pembangunan (BPKP) serta pihak PT PLN (Persero) juga dilibatkan
  untuk menyinkronkan data teknis dan administratif di
  lapangan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Di mana tim pengadaannya nanti adalah dari ESDM
  khususnya Dirjen Minerba, kemudian dari Inspektur Jenderal ESDM,
  kemudian dari BPKP dan dari PLN. Supaya apa? kita mau ingin tahu agar
  tidak ada masalah di teknis,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Pemerintah berupaya
  meminimalisasi biaya operasional atau operating expenditure (opex)
  perusahaan karena tingginya biaya tersebut dipastikan akan menambah
  beban kompensasi yang harus ditanggung oleh keuangan
  negara.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah dalam rangka meminimalisir opex-nya maka negara
  harus hadir dengan dilakukan pengawasan yang profesional. Karena apa,
  PLN itu kan disubsidi di hulu di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; sama gas, gasnya
  kan dapat HGBT. Itu di hulunya. Kemudian di hilirnya itu mendapat
  kompensasi dan subsidi,&amp;quot; imbuhnya.&lt;br /&gt;Kementerian ESDM
  mencatat, total kebutuhan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; PLN tercatat sebesar 154 juta ton untuk tahun 2026, namun
  komitmen kontrak yang sudah dikantongi baru menyentuh angka 134 juta
  ton. Tim ini diharapkan segera menyelesaikan sisa kekurangan sekitar
  20 juta ton tersebut guna menghindari potensi gangguan pelayanan
  listrik kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&amp;quot;&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;nya pun dari total
  kebutuhan 154 juta PLN pada tahun 2026, kita sudah PLN sudah melakukan
  kontrak 134 juta. Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 sampai 20 juta
  yang belum. Jadi overall enggak ada masalah,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260618165655-4-743838/bahlil-bentuk-tim-pengadaan-batu-bara-untuk-pln-ini-isinya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Evaluasi Harga Batu Bara DMO Untuk Pembangkit, Ini Alasannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323078" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323078</id>
    <updated>2026-06-19T01:00:18Z</updated>
    <published>2026-06-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka opsi evaluasi harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk domestik
  khususnya pada kebutuhan pembangkit listrik PT PLN (Persero).
  Pemerintah tengah menghitung ulang formulasi harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk pasar
  domestik (Domestic Market Obligation/DMO).&lt;br /&gt;Harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk pembangkit
  listrik domestik memang belum pernah berubah sejak tahun 2018.
  Pemerintah mematok harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; khusus untuk PLN itu di harga US$ 70 per ton.&lt;br /&gt;Bahlil
  menjelaskan bahwa pemerintah perlu bijak dalam menetapkan harga karena
  adanya kenaikan beban biaya operasional di tingkat hulu. Pemerintah
  juga mempertimbangkan berbagai parameter keekonomian terbaru di sektor
  pertambangan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Lagi kita menghitung plus-minus agar PLN-nya
  juga tidak dirugikan tapi pengusahanya juga tidak dirugikan,&amp;quot;
  kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang
  Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/6/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Bahlil menekankan rencana evaluasi harga DMO dipicu oleh kondisi
  lapangan di mana rasio pengupasan tanah atau stripping ratio (SR)
  untuk &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kalori
  menengah kini sudah semakin tinggi. Hal tersebut diperhitungkan
  membuat biaya produksi yang harus ditanggung pengusaha meningkat jika
  dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Oh iya untuk medium
  untuk medium ini kan SR-nya sudah di 8-12% cost produksinya kan udah
  tinggi. Jadi kita juga harus membijaksanai agar teman-teman pengusaha
  juga jangan juga dibeli dengan harga yang sangat murah. Kalau beli
  harganya rugi enggak mungkin juga. Karena pengusaha juga kan kita
  harus jaga agar mereka tidak rugi,&amp;quot; paparnya.&lt;br /&gt;Selain soal
  biaya produksi, pemerintah juga mendengar keluhan pelaku usaha
  mengenai patokan Harga Batubara Acuan (HBA) yang dinilai belum
  mengalami perubahan sejak 2019.&lt;br /&gt;&amp;quot;Betul itu salah satu
  pertimbangan yang akan kita hitung ya,&amp;quot; kata Bahlil.&lt;br /&gt;Di sisi
  lain, pemerintah memastikan pasokan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk PLN hingga
  pertengahan tahun ini relatif aman meski terdapat kendala teknis pada
  jenis kalori tertentu. Dari total kebutuhan 154 juta ton pada tahun
  2026, PLN tercatat sudah mengantongi komitmen kontrak sebesar 134 juta
    ton.&lt;br /&gt;&amp;quot;&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;nya pun dari total kebutuhan 154 juta PLN pada tahun 2026,
  kita sudah PLN sudah melakukan kontrak 134 juta. Jadi tinggal kurang
  lebih sekitar 18 sampai 20 juta yang belum. Jadi overall enggak ada
  masalah,&amp;quot; pungkasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260618164637-4-743835/bahlil-evaluasi-harga-batu-bara-dmo-untuk-pembangkit-ini-alasannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Video: Bedah Urgensi Pemerintahan Perketat Ekspor Mineral Kritis RI</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323058" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323058</id>
    <updated>2026-06-19T01:00:16Z</updated>
    <published>2026-06-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut
  Binsar Pandjaitan menyampaikan pentingnya pengawasan dan pengetatan
  ekspor mineral kritis yang selama ini lakukan secara bebas guna
  mendorong pengembangan ekosistem hilirisasi minerba di Tanah
  Air.&lt;br /&gt;Chairman Indonesia &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; Institute, Irwandy
  Arif mengatakan RI memiliki sejumlah komoditas mineral Utama dunia
  termasuk nikel yang memiliki peran penting di masa depan khususnya
  untuk teknologi maju yakni baterai, elektronik dan
  pertahanan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu langkah pengetatan ekspor mineral
  kritis termasuk mineral logam tanah jarang dan mineral strategi
  diperlukan untuk memperkuat posisi RI dalam ekosistem mineral dunia
  sekaligus meningkatkan nilai jual mineral Tanah Air.&lt;br /&gt;Seperti apa
  urgensi pengetatan ekspor mentah mineral kritis dan mineral strategis?
  Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Chairman Indonesia
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; Institute,
  Irwandy Arif dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 18/05/2026)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260618163115-8-743819/video-bedah-urgensi-pemerintahan-perketat-ekspor-mineral-kritis-ri"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Uji Coba Tuntas, Bahlil Siap Resmikan BBM Baru B50 1 Juli 2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323042" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323042</id>
    <updated>2026-06-19T01:00:15Z</updated>
    <published>2026-06-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menegaskan program campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis
  solar dengan minyak sawit 50% atau Biodiesel 50% (B50) akan meluncur
  pada 1 Juli 2026 mendatang. Menyusul, rampungnya uji coba pada
  berbagai jenis kendaraan.&lt;br /&gt;Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
  menjelaskan bahwa seluruh rangkaian uji coba pada berbagai jenis
  kendaraan dan alat berat telah menunjukkan hasil positif. Ia
  menyebutkan pemerintah tengah melakukan persiapan akhir menjelang
  peresmian implementasi bauran energi nabati
  tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Secara teknis sudah dilakukan uji coba yang
  dilakukan oleh tim kami dari ESDM oleh dipimpin oleh Ibu Dirjen EBTKE
  Ibu Prof Eniya (Dirjen EBTKE) dan hasilnya sangat menggembirakan.
  Sampai dengan hari ini kadar air daripada perbandingan B40 dengan B50,
  B50 itu kadar airnya lebih sedikit,&amp;quot; jelasnya saat ditemui di
  Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis
  (18/6/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pengujian B50 sendiri
  dilakukan pada enam sektor untuk   memastikan implementasi di
  lapangan. Hal tersebut mencakup penggunaan   pada mesin transportasi
  jarak jauh hingga peralatan pendukung produksi   di sektor perkebunan
  dan pertambangan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan ini sudah   dilakukan uji coba di
  berbagai kendaraan baik itu alat berat, kapal,   kereta api dan
  beberapa kendaraan yang lainnya. Tambang ya, ekskavator   semuanya
  alat pertanian semuanya sudah dilakukan,&amp;quot;
  katanya.&lt;br /&gt;Pemerintah optimis Indonesia dapat segera menghentikan
  impor solar secara total berkat B50. Program tersebut diproyeksikan
  mampu menjaga stabilitas stok energi nasional sekaligus menghemat
  devisa negara.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi insyaallah kami sangat optimis untuk
  implementasi launching daripada B50 itu akan dilakukan nanti di 2026 1
  Juli. Dengan demikian maka itu kita akan mengurangi atau bahkan kita
  tidak lagi melakukan impor solar khususnya C48 ya,&amp;quot;
  tandasnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan,
  dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Eniya
  Listiani Dewi menjelaskan bahwa spesifikasi untuk B50 tersebut telah
  disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan.&lt;br /&gt;Ia menyebutkan
  bahwa para produsen telah menyatakan kesanggupannya untuk memenuhi
  parameter kualitas yang lebih ketat dibandingkan program
  sebelumnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sudah, sudah, sudah kalau spek. Jadi dari alat
  berat terus dipastikan speknya sudah turun 20 PPM untuk water content
  dan seterusnya monogliserida dan lain-lain itu lho. Itu sudah mereka
  sanggup dengan spek tersebut. Jadi sudah oke,&amp;quot; jelasnya saat
  ditemui di Kantor &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;, Jakarta, Rabu (17/6/2026).&lt;br /&gt;Pemerintah saat ini
  tengah merampungkan dua Keputusan Menteri (Kepmen) sebagai landasan
  hukum kebijakan tersebut. Satu regulasi akan menetapkan mandatori
  penggunaan B50 secara nasional, sementara regulasi lainnya akan
  mengatur rincian alokasi volume biodiesel untuk periode semester kedua
  tahun ini.&lt;br /&gt;&amp;quot;Mandatorinya kan di Kepmen. Kepmen mandatori
  sudah Pak Menteri tinggal teken. Terus lanjut saya sedang bahas dengan
  Migas (alokasi). Kepmen kedua, kan harus revisi dari Kepmen yang tahun
  ini,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Pemerintah juga sedang menghitung kebutuhan
  volume biodiesel dengan mempertimbangkan proyeksi kenaikan konsumsi
  menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pihaknya terus
  memastikan kesiapan pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) agar
  distribusi energi di seluruh Indonesia tetap stabil saat mandatori B50
  dimulai.&lt;br /&gt;&amp;quot;Volume. Karena kan perkiraan Nataru, perkiraan ini
  kan dihitung semua. Terus kesiapan volume dari FAME-nya juga. Kalau
  B50 tinggal go saja,&amp;quot; paparnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260618155018-4-743806/uji-coba-tuntas-bahlil-siap-resmikan-bbm-baru-b50-1-juli-2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Harga Batu Bara DMO ke Pembangkit PLN Bakal Diubah? Ini Kata Bahlil</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323013" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5323013</id>
    <updated>2026-06-19T01:00:13Z</updated>
    <published>2026-06-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka potensi revisi harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk domestik
  atau Domestic Market Obligation (DMO) khususnya pada kebutuhan
  pembangkit listrik PT PLN (Persero).&lt;br /&gt;Memang, harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk pembangkit
  listrik domestik belum pernah berubah sejak tahun 2018. Di mana, harga
  patokan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; DMO
  ditetapkan US$ 70 per ton.&lt;br /&gt;Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah
  perlu bijak dalam menetapkan harga karena adanya kenaikan beban biaya
  operasional di tingkat hulu. Pemerintah juga mempertimbangkan berbagai
  parameter keekonomian terbaru di sektor pertambangan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Lagi kita menghitung plus minus agar PLN-nya juga
  tidak   dirugikan tapi pengusahanya juga tidak dirugikan,&amp;quot; kata
  Bahlil   saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang
  Perekonomian,   Jakarta, Rabu (18/6/2026).&lt;br /&gt;Bahlil menekankan
  rencana penyesuaian   harga DMO dipicu oleh kondisi lapangan di mana
  rasio pengupasan tanah   atau stripping ratio (SR) untuk &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kalori menengah
  kini sudah semakin tinggi. Hal tersebut diperhitungkan membuat biaya
  produksi yang harus ditanggung pengusaha meningkat jika dibandingkan
  tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Oh iya untuk medium untuk medium
  ini kan SR-nya sudah di 8-12% cost produksinya kan udah tinggi. Jadi
  kita juga harus membijaksanai agar teman-teman pengusaha juga jangan
  juga dibeli dengan harga yang sangat murah. Kalau beli harganya rugi
  enggak mungkin juga. Karena pengusaha juga kan kita harus jaga agar
  mereka tidak rugi,&amp;quot; paparnya.&lt;br /&gt;Selain soal biaya produksi,
  pemerintah juga mendengar keluhan pelaku usaha mengenai patokan Harga
  Batubara Acuan (HBA) yang dinilai belum mengalami perubahan sejak
  2019.&lt;br /&gt;&amp;quot;Betul itu salah satu pertimbangan yang akan kita
  hitung ya,&amp;quot; kata Bahlil.&lt;br /&gt;Di sisi lain, pemerintah memastikan
  pasokan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk
  PLN hingga pertengahan tahun ini relatif aman meski terdapat kendala
  teknis pada jenis kalori tertentu. Dari total kebutuhan 154 juta ton
  pada tahun 2026, PLN tercatat sudah mengantongi komitmen kontrak
  sebesar 134 juta ton.&lt;br /&gt;&amp;quot;&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;nya pun dari total
  kebutuhan 154 juta PLN pada tahun 2026, kita sudah PLN sudah melakukan
  kontrak 134 juta. Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 sampai 20 juta
  yang belum. Jadi overall enggak ada masalah,&amp;quot; pungkasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260618142625-4-743765/harga-batu-bara-dmo-ke-pembangkit-pln-bakal-diubah-ini-kata-bahlil"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Akui Ada Kendala Pasokan Batu Bara ke Pembangkit, Ini Sebabnya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5322984" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5322984</id>
    <updated>2026-06-19T01:00:11Z</updated>
    <published>2026-06-19T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) mengakui adanya kendala dalam penyediaan pasokan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk kebutuhan
  pembangkit listrik nasional. Salah satunya adalah disebabkan penurunan
  kualitas kalori &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; serta beban biaya produksi yang semakin tinggi bagi para
  pengusaha tambang.&lt;br /&gt;Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan
  bahwa saat ini masih terdapat kekurangan pasokan sekitar 18 hingga 20
  juta ton dari total kebutuhan PT PLN (Persero) yang mencapai 154 juta
  ton pada tahun 2026. Ia mengungkapkan pemerintah tengah mencari solusi
  atas kendala penyediaan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; kalori menengah atau 5.200 kcal yang ketersediaannya mulai
  terbatas secara alami.&lt;br /&gt;&amp;quot;Yang jelas untuk sampai dengan bulan
  Juni tadi kita sudah rapat itu ada kendala memang sedikit terhadap
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; yang medium
  kalori yang 5.200. Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kita ini kan
  semakin hari kan semakin rendah. Nah ini yang kita lagi cari
  solusinya,&amp;quot; katanya saat ditemui di Kantor Kementerian
  Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6/2026).&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tidak hanya itu, penurunan kualitas cadangan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kalori
  menengah   dibarengi dengan kenaikan biaya produksi akibat angka
  stripping ratio   (SR) yang kini sudah menyentuh level 8% hingga 12%.
  Kondisi tersebut   memicu wacana evaluasi harga jual di dalam negeri
  agar para produsen   tetap mendapatkan nilai ekonomi yang wajar guna
  menutup pembengkakan   biaya operasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita juga harus
  membijaksanai agar   teman-teman pengusaha juga jangan juga dibeli
  dengan harga yang sangat   murah. Kalau beli harganya rugi enggak
  mungkin juga. Karena pengusaha   juga kan kita harus jaga agar mereka
  tidak rugi,&amp;quot; kata   Bahlil.&lt;br /&gt;Guna menjamin transparansi dan
  kelancaran pengiriman ke   pembangkit listrik, pihaknya juga membentuk
  tim khusus pengadaan   bersama yang melibatkan Dirjen Minerba,
  Inspektorat Jenderal ESDM,   BPKP, hingga pihak PLN.&lt;br /&gt;Hal itu
  tidak lain untuk mengawasi   eksekusi di lapangan agar pasokan
  benar-benar sampai ke pembangkit   listrik dan tidak membebani
  keuangan negara.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jangan barang   udah ada ESDM sudah
  memberikan penugasan kepada PLN tapi kalau tidak   dieksekusi kan
  enggak sampai di power plant. Dan ini dibutuhkan   kolaborasi kerja
  sama dan transparansi termasuk harga,&amp;quot;   jelasnya.&lt;br /&gt;Selain
  itu, pemerintah tengah mempertimbangkan keluhan   pelaku usaha
  mengenai patokan harga kewajiban pasar domestik (Domestic   Market
  Obligation/DMO) yang dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi
  biaya produksi saat ini. Bahlil menegaskan pihaknya sedang melakukan
  perhitungan untuk menentukan kebijakan harga yang adil bagi
  keberlangsungan industri dan keterjangkauan tarif
  listrik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Lagi kita menghitung plus minus agar PLN-nya juga
  tidak dirugikan tapi pengusahanya juga tidak dirugikan,&amp;quot;
  tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260618125743-4-743708/bahlil-akui-ada-kendala-pasokan-batu-bara-ke-pembangkit-ini-sebabnya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-19T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Harga Batu Bara Acuan (HBA) RI Periode Kedua Juni 2026 Kompak Naik!</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5322930" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5322930</id>
    <updated>2026-06-18T07:00:18Z</updated>
    <published>2026-06-18T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menetapkan Harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; Acuan (HBA) untuk penjualan periode kedua di Bulan Juni
  2026 ini. Pada intinya, HBA di periode kedua ini kompak mengalami
  kenaikan dari periode pertama di bulan Juni ini. &lt;br /&gt;Kebijakan
  tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 253
  Tahun 2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Acuan untuk
  Periode Kedua Bulan Juni Tahun 2026.&lt;br /&gt;Di dalam aturan tersebut,
  pemerintah setidaknya memisahkan HBA berdasarkan 4 kategori. Bila
  dibandingkan dengan HBA pada periode poertama Juni 2026 lalu, keempat
  kategori &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  mengalami kenaikan harga pada periode pertama Juni 2026.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berikut daftar HBA periode kedua bulan Juni
  2026:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Batubara (6.322 GAR), satuan USD/ton, nilai
  123,91. Keterangan:   HBA dalam kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg
  GAR, Total Moisture   12,26%, Total Sulphur 0,66%, dan Ash
  7,94%.&lt;br /&gt;Batubara I (5.300   GAR), satuan USD/ton, nilai 88,40.
  Keterangan: HBA I dalam kesetaraan   nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR,
  Total Moisture 21,32%, Total Sulphur   0,75%, dan Ash
  6,04%.&lt;br /&gt;Batubara II (4.100 GAR), satuan USD/ton,   nilai 60,19.
  Keterangan: HBA II dalam kesetaraan nilai kalor 4.100   kcal/kg GAR,
  Total Moisture 35,73%, Total Sulphur 0,23%, dan Ash
  3,90%.&lt;br /&gt;Batubara III (3.400 GAR), satuan USD/ton, nilai 41,19.
  Keterangan: HBA III dalam kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR,
  Total Moisture 44,30%, Total Sulphur 0,24%, dan Ash 3,88%.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260618102537-4-743624/harga-batu-bara-acuan--hba--ri-periode-kedua-juni-2026-kompak-naik"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-18T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>BBM Bensin Baru RI E20 Bakal Diuji Coba, Beredar di 2028</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5322901" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5322901</id>
    <updated>2026-06-18T07:00:16Z</updated>
    <published>2026-06-18T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) sedang menyiapkan rencana uji jalan (road test) untuk bahan
  bakar minyak (BBM) jenis bensin dengan campuran bioetanol sebesar 20%
  atau E20. Hal itu untuk mengejar target implementasi mandatori
  campuran bioetanol ke bensin di Indonesia.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal
  Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Eniya
  Listiani Dewi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi
  dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk
  memulai pengujian tersebut. Targetnya, pengujian pada mesin kendaraan
  dapat segera terlaksana guna melihat kesiapan infrastruktur industri
  otomotif nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah saya lagi minta asosiasi untuk ayo
  kita sama-sama uji langsung road test E20. Nah itu saya minta tim
  Gaikindo tuh. Kamu janji ya ayo kita secepatnya E20 uji road
  test-nya,&amp;quot; ujarnya saat ditemui di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  dikutip Kamis (18/6/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebelum
  masuk ke tahap E20 yang ditargetkan pada 2028,   pemerintah kini
  memfokuskan penyelesaian tahap implementasi bauran   etanol 5% (E5).
  Eniya menyebutkan mandatori E5 harus segera berjalan   sebelum
  Desember tahun ini untuk mengejar target peningkatan bauran   menjadi
  10% (E10) pada awal tahun 2027 mendatang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Target   kita kan
  intinya sebelum Desember sudah dimandatorikan dulu 5% karena   Januari
  kan ngejar yang 10% gitu. 2028 baru yang Januari 2028 baru 20%
  gitu,&amp;quot; jelas Eniya.&lt;br /&gt;Hingga saat ini, proses implementasi E5
  tinggal menunggu penerbitan Keputusan Menteri (Kepmen) mengenai
  alokasi volume bensin nabati tersebut. Pemerintah juga telah
  menyelesaikan sejumlah regulasi pendukung, termasuk pembebasan cukai
  melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) serta penyederhanaan izin
  usaha pencampuran bahan bakar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kalau E5 tinggal Kepmen
  alokasi. PMK yang bebas juga sudah keluar. Terus satu lagi Permen yang
  NSPK untuk nanti kalau izin-izin hanya perlu IUN gitu lho. KBLI-nya
  baru,&amp;quot; imbuhnya.&lt;br /&gt;Pihak kementerian juga tengah mengawal
  kesiapan infrastruktur di PT Pertamina (Persero), khususnya terkait
  proses pembersihan reaktor (cleaning reactor) agar distribusi E5
  berjalan lancar. Di sisi teknis, Lemigas masih melakukan pengujian
  pencampuran etanol terhadap berbagai jenis angka oktan bensin guna
  menemukan spesifikasi yang paling tepat untuk
  dipasarkan.&lt;br /&gt;&amp;quot;E5 nanti keputusannya Pak Menteri gimana.
  Pokoknya ini saya karena saya lagi nunggu Pertamina terus ada uji apa
  gitu di Pertamina itu katanya sudah diserahkan Lemigas. Nanti
  etanolnya pastinya sebelum dimandatorikan pasti kita diskusi
  dulu,&amp;quot; katanya.&lt;br /&gt;Eniya meyakini bahwa teknologi mesin
  kendaraan modern saat ini sebenarnya mampu mengonsumsi bensin dengan
  campuran etanol hingga kadar 30%. Namun, pemerintah tetap akan
  melakukan uji coba secara terukur agar transisi energi di sektor
  transportasi ini memberikan manfaat efisiensi yang optimal bagi
  masyarakat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Saya yakin produk-produk mobil yang sekarang
  itu bisa sampai 30%. Itu di jurnal ada. Tapi saya yakin 30% itu gak
  masalah, cuma tahun berapa yang bisa E10, tahun berapa yang bisa E20,
  tahun berapa yang bisa sampai E30. Nah itu saya minta kemarin asosiasi
  untuk ayo kita segera road test,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260618100153-4-743619/bbm-bensin-baru-ri-e20-bakal-diuji-coba-beredar-di-2028"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-18T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Batu Bara Untuk Pembangkit PLN Kurang 20 Juta Ton, Ini Alasannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5322872" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5322872</id>
    <updated>2026-06-18T07:00:14Z</updated>
    <published>2026-06-18T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menyatakan bahwa kebutuhan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; PT PLN (Persero)
  mencapai 154 juta ton untuk setahun. Namun, ketersediaan pasokan saat
  ini masih mengalami kekurangan sekitar 20 juta ton karena realisasi
  kontrak baru menyentuh angka 134 juta ton.&lt;br /&gt;Wakil Menteri ESDM
  Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan
  penyesuaian untuk menutup selisih pasokan energi primer tersebut. Ia
  menegaskan kementerian tengah melakukan evaluasi menyeluruh agar
  kebutuhan bahan bakar untuk sistem kelistrikan nasional dapat
  terpenuhi secara optimal.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi kita Pak Menteri kan sudah
  sampaikan sudah dilakukan evaluasi untuk seluruh kebutuhan PLN. Dan
  itu dipenuhi,&amp;quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM,
  Jakarta, Rabu (17/6/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pemerintah
  tengah mengupayakan sinkronisasi antara volume   kebutuhan asli PLN
  dengan komitmen pengadaan dari para produsen &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; domestik. Hal itu
  untuk menjamin keandalan suplai listrik bagi masyarakat serta
  menghindari risiko defisit stok di unit-unit
  pembangkit.&lt;br /&gt;&amp;quot;Itu kemarin kan disampaikan kebutuhan PLN itu
  adalah 154 juta (ton), yang sudah dipenuhi berdasarkan kontrak 134
  juta (ton). Dan itu kekurangan 20 (juta ton) itu lagi diusahakan itu
  penyesuaian,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Pemerintah optimis kekurangan
  pasokan tersebut dapat segera teratasi melalui kebijakan penyesuaian
  produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Mulanya,
  target RKAB untuk tahun ini sekitar 600 juta ton &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ya
  pasti (produksi di atas 600 juta ton). Ya menyesuaikan dengan
  kebutuhan di dalam negeri. Itu kan ada DMO yang ditetapkan,&amp;quot;
  tutupnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia buka-bukaan mengenai kebutuhan energi primer
  atau &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk
  pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero). Hal ini
  menjawab isu terkait kurangnya stok &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk PLTU
  PLN.&lt;br /&gt;Sejatinya, kata Bahlil, kebutuhan energi primer PLN per
  tahun sebanyak 154 juta ton &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Di mana
  pemerintah sudah memberikan tugas kepada perusahaan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kurang lebih
  mencapai 190 juta ton.&lt;br /&gt;&amp;quot;Yang sudah dilakukan konfirmasi dari
  190 juta ton itu 150-160 juta ton. Sudah dilakukan kontrak 134 juta
  ton, artinya dari total kebutuhan PLN 154 juta ton tinggal kurang 20
  juta ton yang belum kontrak,&amp;quot; terang Bahlil dalam Rapat Kerja
  (Raker) bersama Komisi XII DPR, Senin (15/6/2026).&lt;br /&gt;Untuk
  menyelesaikan hal itu, kata Bahlil, beberapa waktu yang lalu pihaknya
  sudah melakukan rapat dengan PLN. Atas rapat itu diketahui bahwa PLN
  membutuhkan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  yang memiliki kelas medium, namun semakin hari, kata bahlil, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; jenis medium
  semakin sedikit.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sementara medium semakin hari semakin
  sedikit dan harganya murah di mana kita bikin patokan US$ 70 per ton.
  Sementara SR-nya di atas 10 sampai 12, harga jual ke PLN itu untuk
  perusahaannya tidak ada, itu yang jadi trouble. Ini yang kita minta
  untuk diprioritaskan,&amp;quot; terang Bahlil.&lt;br /&gt;Adapun atas arahan
  Presiden RI Prabowo Subianto, kata Bahlil, untuk menyelesaikan
  permasalahan energi primer itu, pemerintah membentuk Tim Pengadaan
  bersama dengan PLN, Inspektur Jenderal (Irjen), Dirjen Minerba dan
  juga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). &amp;quot;Agar
  tidak ada dusta diantara kita, jangan sampai baku tipu terus diantara
  kita,&amp;quot; tegas Bahlil.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260618080606-4-743561/batu-bara-untuk-pembangkit-pln-kurang-20-juta-ton-ini-alasannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-18T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
