IHSG Hari Ini (27/3) Bergerak Terbatas, Cermati Saham AADI hingga MAIN

Admin Ugems
Lesen in einer Minute - Fri Mar 27 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas pada perdagangan hari ini, Jumat (27/3/2026). Sejumlah saham seperti AADI, MEDC, hingga MAIN direkomendasikan analis pada perdagangan akhir pekan. Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, menilai pergerakkan indeks pada perdagangan hari ini masih akan dipengaruhi oleh ketegangan yang memuncak di Iran. Hal itu membuat harga migas mengalami kenaikan dan mendorong investor asing memindahkan asetnya ke instrumen safe haven. Hal itu tampak pada perdagangan Kamis (26/3/2026) dengan IHSG terkoreksi 1,89% ke posisi 7.164. Torehan net foreign sell sebesar Rp1,93 triliun dinilai disebabkan oleh aksi profit taking investor di tengah ketidakpastian geopolitik, terutama mengenai negosiasi gencatan senjata AS–Iran yang belum menunjukkan titik terang. "Dari sisi teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dalam jangka pendek dengan rentang support 7.100 dan resistance 7.300–7.340. Sentimen eksternal, termasuk kenaikan harga energi seperti minyak dan gas serta tekanan jual investor asing, masih menjadi faktor utama yang menahan potensi penguatan indeks," kata Reza dalam riset hariannya, Jumat (27/3/2026).

Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) menjadi salah satu andalan BRI Danareksa dengan rekomendasi beli pada level Rp10.900–Rp10.975, target harga Rp11.250–Rp11.725, dan stop loss pada area kurang dari Rp10.500. Analis menilai bahwa secara teknikal, pergerakkan saham AADI tengah berada dalam fase uptrend dan tengah bergerak pada area supportnya. Selama posisi tersebut terjaga, penguatan menuju target harta berpeluang terjadi. "Sentimen tambahannya adalah harga batu bara bertahan di kisaran US$140 per ton, tertahan setelah kenaikan sebelumnya di tengah ketidakpastian negosiasi konflik Timur Tengah. Dukungan harga datang dari peralihan ke batu bara akibat gangguan pasokan energi," katanya. Analis juga merekomendasikan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) dengan level beli pada Rp1.800–1.820, target harga Rp1.860–Rp1.910, dan stop loss pada area kurang dari Rp1.720. Analis menilai, selama berada di atas level support Rp1.730–1.765, penguatan menuju target harga berpotensi terjadi. Belum lagi, harga minyak WTI telah naik lebih dari 3% ke level US$93,5 per barel, didorong oleh eskalasi konflik Iran dan negosiasi antarpihak yang belum menemui titik terang. Analis juga merekomendasikan saham PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) pada level beli Rp900–Rp910, target harga Rp925–Rp945, dan stop loss pada area kurang dari Rp870. Secara teknikal, MAIN dinilai telah berhasil breakout dari resistance trendline, sehingga membuka peluang penguatan lanjutan menuju target harga. Selama bertahan di agas level Rp885, tren menguat berpotensi terjadi. "Sentimen peningkatan demand Lebaran di Q1 mendorong harga ayam tetap kuat, sehingga terdapat potensi peningkatan kinerja pada sektor poultry seiring perbaikan margin dan penjualan," katanya. Sementara itu, analis merekomendasikan sell saham PT MD Entertainment Tbk. (FILM) lantaran pergetakkan saham yang tengah dalam fase downtrend. FILM dinilai berpotensi melanjutkan pelemahannya ke level support Rp2.770–Rp2.960. Terlebih, investor asing mencatatkan net sell senilai Rp5,6 miliar terhadap saham FILM.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Seitenkommentare