Kompor dan Kendaraan Listrik Bisa Jadi Kunci Hadapi Ketidakpastian Energi

Admin Ugems
Lesen in einer Minute - Mon Mar 30 07:00:00 GMT 2026

Ilustrasi--Warga memasak menggunakan kompor listrik induksi di Kampung Mojo, Semanggi, Solo, Jawa Tengah, Selasa (27/9/2022).(ANTARA/Mohammad Ayudha)

PENGAMAT energi Komaidi Notonegoro menilai pemanfaatan kompor listrik dan kendaraan listrik (EV) merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini krusial di tengah ketidakpastian pasokan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Komaidi menjelaskan bahwa elektrifikasi di sektor rumah tangga dan transportasi mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).
Saat ini, BBM masih menyumbang sekitar 30% dalam bauran energi nasional, sehingga sangat rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga dunia.Baca juga : Gotion Siap Garap Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia
“Elektrifikasi dapat menekan ketergantungan terhadap BBM yang sangat dipengaruhi dinamika global,” ujar Komaidi.
Fleksibilitas Sumber Energi Domestik
Menurut Komaidi, kompor listrik menjadi alternatif utama karena sumber pembangkitnya tidak hanya bergantung pada minyak dan gas. Indonesia memiliki cadangan energi lain yang melimpah, seperti batu bara, untuk menjamin ketersediaan listrik domestik.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keunggulan utama teknologi ini terletak pada fleksibilitas sumber energinya. Baca juga : Reformasi Subsidi Energi akan Pastikan Makin Tepat Sasaran, Terutama untuk Warga Miskin dan Rentan
Listrik di Indonesia dapat dihasilkan dari berbagai sumber lokal, mulai dari batu bara, gas, tenaga air, hingga panas bumi.
Menekan Konsumsi dan Impor BBM
Di sektor transportasi, kendaraan listrik dinilai memegang peran vital dalam menekan konsumsi BBM nasional.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi BBM Indonesia mencapai 532 juta barel per tahun, DENGAN sektor transportasi mendominasi penggunaan hingga 52%.
“Kendaraan listrik berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Dalam jangka panjang, hal ini juga dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus menekan beban subsidi,” jelasnya.
Komaidi juga mengapresiasi langkah pemerintah yang telah memberikan berbagai insentif untuk mempercepat adopsi elektrifikasi.
Dukungan tersebut meliputi pembebasan pajak, subsidi pembelian, hingga kebijakan bebas ganjil-genap di sejumlah wilayah.
Ia optimistis bahwa dengan sosialisasi yang masif dan konsistensi kebijakan, transisi menuju kompor dan kendaraan listrik akan menjadi pilar penting bagi kedaulatan energi Indonesia.
“Dengan sosialisasi yang lebih luas serta kebijakan yang konsisten, kompor listrik dan kendaraan listrik dapat menjadi bagian penting dalam strategi penguatan ketahanan energi nasional,” pungkasnya. (Z-1)



Source https://mediaindonesia.com

Seitenkommentare