<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-09-28T01:49:18Z</updated>
  <dc:date>2026-09-28T01:49:18Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Usai Haji Isam Beli Saham, BYAN Buka-Bukaan Soal Posisi Low Tuck Kwong</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347969" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347969</id>
    <updated>2026-09-28T01:00:12Z</updated>
    <published>2026-09-28T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Tbk (BYAN)
  menyampaikan posisi konglomerat Low Tuck Kwong dan Elaine Low dalam
  perjanjian jual beli saham bersyarat yang dilakukan oleh pengusaha
  Andi Syamsudin Arsyad melalui PT Jhonlin Baratama atas 10.000.000.500
  saham BYAN atau setara dengan 30% dari seluruh saham perseroan yang
  telah ditempatkan dan disetor penuh.Mengutip keterbukaan informasi
  Bursa Efek Indonesia (BEI), pemegang saham utama sekaligus pengendali
  perseroan tidak akan berubah, yaitu tetap digenggam oleh Low Tuck
  Kwong.Setelah rencana transaksi rampung, kepemilikan saham Dato' Low
  Tuck Kwong akan menjadi sebanyak 6.951.170.541 saham atau setara
  kurang lebih 20,853% dari total saham perseroan, sementara Elaine Low
  akan memiliki 3.799.584.529 saham atau setara kurang lebih
  11,399%.&amp;quot;Sampai dengan tanggal surat ini dan berdasarkan
  informasi yang kami peroleh, Dato' Low Tuck Kwong akan tetap menjadi
  pemegang saham utama dan pengendali Perseroan,&amp;quot; tulis manajemen,
  dikutip Senin (28/9/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Manajemen menegaskan bahwa
  perseroan beserta seluruh entitas   anak tetap menjalankan kegiatan
  usaha utamanya di bidang pertambangan   batubara sesuai perizinan dan
  regulasi yang berlaku. Perseroan   menyatakan senantiasa memantau
  kondisi operasional, pasar, serta   perkembangan regulasi yang dapat
  memengaruhi bisnis.Selain itu,   manajemen BYAN kembali menegaskan
  bahwa pihaknya tidak mengetahui   adanya rencana akuisisi oleh Haji
  Isam atau pihak terafiliasi,   termasuk rencana akuisisi oleh Bayan
  International Group.Hingga saat   ini, perseroan menyatakan belum
  memperoleh informasi terbaru dari   Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine
  Low. Perseroan mengaku baru pertama   kali mengetahui adanya rencana
  transaksi jual beli saham tersebut saat   menerima surat dari Dato'
  Low Tuck Kwong dan Elaine Low yang   menyatakan keduanya telah
  menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham   Bersyarat pada tanggal
  yang sama.Pembahasan dan negosiasi transaksi   disebutkan sepenuhnya
  dilakukan oleh para penjual, tanpa melibatkan   Direksi maupun Dewan
  Komisaris perseroan, kecuali Dato' Low Tuck Kwong   yang kebetulan
  juga menjabat sebagai Presiden Direktur   perseroan.Sampai tanggal
  surat ini, perseroan juga menegaskan belum   memiliki rencana
  perubahan susunan Direksi maupun Dewan Komisaris, dan   juga belum
  menerima permintaan dari pemegang saham utama untuk   menyelenggarakan
  Rapat Umum Pemegang Saham terkait hal   tersebut.Perseroan juga belum
  menerima informasi apa pun dari PT   Jhonlin Baratama mengenai rencana
  pengelolaan perseroan setelah   transaksi selesai. Karena tidak
  terjadi perubahan pengendalian,   perseroan menyatakan tidak ada
  kewajiban tambahan yang timbul   berdasarkan ketentuan pasar modal
  yang berlaku.Selanjutnya, terkait   nilai transaksi dan dasar
  penentuan harga, kondisi-kondisi pendahuluan   (conditions precedent)
  yang harus dipenuhi, status pemenuhan kondisi   tersebut, target waktu
  penyelesaian transaksi, tahapan atau timeline   pelaksanaan, hingga
  kemungkinan transaksi batal beserta kondisi yang   dapat menyebabkan
  pembatalan, perseroan secara konsisten tidak   mengetahui informasi
  apapun tentang hal tersebut.Di sisi lain, terkait   dampak penghentian
  sementara kegiatan operasional pertambangan pada   tiga entitas anak
  usaha yang meliputi PT Tiwa Abadi (PT TA), PT Tanur   Jaya (PT TJ),
  dan PT Fajar Sakti Prima (PT FSP), saat ini sudah   kembali berjalan
  normal. Artinya, tidak ada dampak material yang   bersifat
  berkelanjutan terhadap kinerja keuangan perseroan.&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; menjelaskan
  bahwa ketiga entitas anak tersebut telah memperoleh persetujuan atas
  perubahan RKAB 2026 pada tanggal 23 September 2026.Dengan diperolehnya
  persetujuan itu, perseroan bersama ketiga entitas anaknya mencabut
  status keadaan kahar yang sebelumnya dilaporkan ke Otoritas Jasa
  Keuangan (OJK) melalui surat Nomor 499/BR-OJK/IX/2026 tertanggal 24
  September 2026.Sementara, terkait strategi mempertahankan dan
  mengembangkan usaha, rencana peningkatan produksi pasca-persetujuan
  RKAB, rencana belanja modal dan ekspansi, hingga potensi sinergi
  dengan PT Jhonlin Barata, perseroan menyatakan belum dapat memberikan
  komentar.Alasannya, transaksi akuisisi tersebut belum terjadi dan
  perseroan tidak terlibat dalam prosesnya, sehingga belum ada
  pembahasan apa pun antara perseroan dengan PT Jhonlin Baratama
  mengenai rencana ke depan setelah transaksi rampung.&amp;quot;Tidak ada
  pembahasan antara Perseroan dan PT Jhonlin Baratama mengenai rencana
  Peseroan di masa mendatang setelah rampungnya transaksi yang
  direncanakan tersebut,&amp;quot; tutupnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(rob/rob)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260928060419-17-771292/usai-haji-isam-beli-saham-byan-buka-bukaan-soal-posisi-low-tuck-kwong"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-28T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kejagung Tetapkan PT CNI &amp; Eks Pejabat ESDM Korupsi Nikel Rp401 Miliar</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347884" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347884</id>
    <updated>2026-09-26T01:00:41Z</updated>
    <published>2026-09-26T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kejaksaan Agung menetapkan PT CNI (PT Ceria
  Nugraha Indotama) sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana
  korupsi tata kelola komoditas nikel pada periode tahun 2017 sampai
  dengan tahun 2020. Selain itu, Kejagung juga menetapkan empat orang
  lainnya, termasuk mantan pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya
  Mineral (ESDM), sebagai tersangka dalam kasus yang mengakibatkan
  kerugian negara sebesar Rp401 miliar tersebut.Pengumuman terkait hal
  tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung
  Anang Supriatna dalam konferensi pers di Gedung Jaksa Agung Muda
  Tindak Pidana Khusus Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat
  (25/9/2026).Menurut Anang, penyidik memperoleh sejumlah fakta dalam
  perkara tersebut. Berikut penjelasannya:a. Bahwa pada tahun 2017
  sampai dengan tahun 2019, PT CNI yang memiliki IUP di Kabupaten
  Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, melakukan ekspor nikel tanpa
  memenuhi kewajiban domestic market obligation (DMO).b. Bahwa dalam
  melakukan uji kadar nikel, PT CNI secara melawan hukum meminta NRH
  selaku Kepala Unit Sucofindo Kendari untuk menerbitkan dokumen yang
  tidak sebenarnya, yang selanjutnya digunakan oleh PT CNI sebagai
  syarat pemenuhan dokumen untuk melakukan ekspor nikel.c. Bahwa
  selanjutnya setelah dokumen uji kadar nikel tersebut, pihak PT CNI
  meminta pihak &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; agar diterbitkan rekomendasi izin ekspor kemudian MTP
  selaku Sekjen &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; tahun 2013-2017 bersama-sama dengan BS selaku Direktur
  Pembinaan Pengusahaan Mineral pada Ditjen Minerba &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; secara
  melawan hukum memenuhi permintaan pihak CNI tersebut.&amp;quot;Padahal PT
  CNI belum memiliki RKAB yang merupakan syarat dalam penerbitan
  rekomendasi izin ekspor. Oleh karena itu, PT CNI belum memiliki RKAB,
  sedangkan rekomendasi izin ekspornya telah terbit,&amp;quot; kata
  Anang.Kemudian, lanjut dia, PT CNI meminta MHI selaku Kepala Bidang
  Mineral dan Batubara pada Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara dan NR
  selaku Kepala Seksi Pemberian dan Pemetaan Wilayah IUP Mineral Logam
  Batubara pada Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara untuk tidak
  melakukan verifikasi secara komprehensif terhadap pengajuan dokumen
  persetujuan RKAB.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sehingga persetujuan RKAB yang telah
  dimanipulasi terbit secara tidak sah dan digunakan oleh PT CNI sebagai
  dokumen syarat persetujuan ekspor,&amp;quot; ujar Anang.c. Bahwa para
  penyelenggara negara yang telah memenuhi permintaan PT CNI dalam
  pengurusan dokumen-dokumen yang telah dimanipulasi tersebut, secara
  melawan hukum menerima sejumlah uang dari PT CNI.d. Bahwa perbuatan
  para tersangka bersama dengan pihak PT CNI telah mengakibatkan
  kerugian negara sebesar Rp401.653.737.469,69.&amp;quot;Berdasarkan hasil
  ekspos, tim penyidik menetapkan korporasi PT CNI dan empat orang saksi
  sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi tata kelola
  komoditas nikel pada periode tahun 2017 sampai dengan 2020,&amp;quot; ujar
  Anang.Berikut daftar tersangka yang dimaksud:a. BS selaku Direktur
  Pembinaan Pengusahaan Mineral pada Ditjen Minerba &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; periode
  2017-2018.b. NRH selaku Kepala Unit Sucofindo Kendari periode tahun
  2012-2019.c. MAI selaku Kepala Bidang Mineral dan Batubara pada Dinas
  ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara periode tahun 2017-2019.d. Dan satu
  orang tersangka lainnya belum hadir, belum memenuhi panggilan
  penyidik.Menurut Anang, penetapan tersangka didasarkan pada Surat
  Penetapan Tersangka Dirdik Jampidsus tertanggal 25 September 2026. Dia
  pun menjelaskan para tersangka disangka melanggar1. Primer Pasal 603
  juncto Pasal 20A/C KUHP subsider juncto Pasal 18 Tindak Pidana
  Korupsi2. Pasal 12A dan/atau3. Pasal 12B UU Tipikor4. Pasal 606 ayat 2
  juncto Pasal 20A/C UURI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.&amp;quot;Bahwa
  terhadap tersangka BS dan tersangka MAI dilakukan penahanan di Rutan
  Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI. Sedangkan tersangka NRH di Rutan
  Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan sejak
  tanggal 25 September sampai dengan 14 Oktober 2026,&amp;quot; kata
  Anang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(miq/miq)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260925201521-4-771077/kejagung-tetapkan-pt-cni-eks-pejabat-esdm-korupsi-nikel-rp401-miliar"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-26T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kejagung Lelang 436 Ribu Ton Batu Bara Kasus Samin Tan, Laku Rp179 M</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347855" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347855</id>
    <updated>2026-09-26T01:00:37Z</updated>
    <published>2026-09-26T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung
  Republik Indonesia (BPA Kejaksaan RI) bekerja sama dengan Kantor
  Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banjarmasin telah selesai
  melaksanakan lelang benda sitaan berupa komoditas &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; sebanyak kurang
  lebih 436.283,08 ton.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Seperti dikutip siaran
  pers BPA Kejaksaan RI, Jumat (25/9/2026),   lelang ini dilaksanakan
  dalam rangka penanganan atas nama tersangka   Samin Tan dalam perkara
  dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan   dalam pengelolaan
  pertambangan PT. Asmin Kualindo Tuhup (PT. AKT) di   Kabupaten Murung
  Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, pada tahun 2016   sampai dengan
  tahun 2025.&amp;quot;Pelaksanaan lelang mengacu pada   Pengumuman Lelang
  Benda Sitaan Nomor: B-2455/BPA.2/BPApm.1/09/2026   tanggal 10
  September 2026 berdasarkan Penetapan Izin Lelang Pengadilan   Negeri
  Tanjung Nomor: 1/Pid.B.Lelang/2026/PN Tjg tanggal 29 April
  2026,&amp;quot; demikian pernyataan BPA Kejaksaan RI.&lt;br /&gt;Objek lelang
  yang ditawarkan merupakan stockpile inventory (raw material) milik PT
  Mantimin Coal Mining (PT MCM) yang berlokasi di CHP 1 Stockpile, Desa
  Kaong, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan
  Selatan. Objek tersebut ditetapkan dengan nilai limit sebesar
  Rp178.873.527.000,00 dan kewajiban uang jaminan penawaran lelang
  sebesar Rp80.000.000.000,00.Penawaran lelang dilaksanakan secara
  elektronik dengan metode penawaran terbuka (open bidding) melalui
  portal resmi lelang.go.id hingga batas akhir penawaran pada Rabu, 23
  September 2026 pukul 13.00 WIB.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan Samin Tan sebagai
  tersangka kasus korupsi penyimpangan dalam pengelolaan pertambangan PT
  Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah
  (Kalteng). Samin Tan disebut sebagai pemilik manfaat (beneficial
  owner) PT AKT.Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung saat itu Syarief
  Sulaeman Nahdi menyebut perusahaan itu sebelumnya beroperasi
  berdasarkan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara
  (PKP2B). Namun, izin perusahaan tersebut telah dicabut pada 2017.
  Meski izin telah dicabut, PT AKT diduga tetap melakukan aktivitas
  penambangan dan penjualan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; secara ilegal hingga 2025.&amp;quot;Setelah (izin) dicabut
  tersebut, PT AKT masih tetap terus melakukan penambangan dan penjualan
  hasil tambang secara tidak sah dan melawan hukum sampai dengan tahun
  2025,&amp;quot; kata Syarief dalam jumpa pers di Gedung JAMPIDSUS
  Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026).Aktivitas tersebut diduga
  dilakukan dengan cara memanfaatkan perizinan yang tidak sah serta
  bekerja sama dengan oknum penyelenggara negara yang memiliki tugas
  pengawasan di sektor pertambangan. Aktivitas itu disebutnya membuat
  negara mengalami kerugian hingga Rp 17,7 triliun.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(miq/miq)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260925164733-4-771023/kejagung-lelang-436-ribu-ton-batu-bara-kasus-samin-tan-laku-rp179-m"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-26T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Konsumsi LPG 3 Kg Ditekan Jadi 8 Juta Ton di 2027</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347826" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347826</id>
    <updated>2026-09-26T01:00:34Z</updated>
    <published>2026-09-26T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar)
  DPR RI menyepakati target konsumsi LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi pada
  Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menjadi
  8 juta ton, lebih rendah dari usulan awal sebesar 8,94 juta ton yang
  sempat diusulkan dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2027.&lt;br /&gt;Adapun,
  pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengendalikan konsumsi
  LPG subsidi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap
  impor.&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya
  Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika mengatakan, target konsumsi LPG
  tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah dan DPR untuk
  tahun depan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah itu sementara untuk tahun depan
  kesepakatan antara pemerintah dan DPR itu untuk LPG 8 juta,&amp;quot; kata
  Erani di Kementerian ESDM, Jumat (25/9/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Adapun, terkait pengaturan konsumsi LPG 3 kg, Erani mengatakan
  pemerintah pada dasarnya telah menjalankan mekanisme pengaturan yang
  berlaku dalam beberapa tahun terakhir.&lt;br /&gt;Menurutnya, apabila
  realisasi konsumsi nantinya berada di luar asumsi yang telah
  ditetapkan, pemerintah akan melakukan pembahasan lebih
  lanjut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pengaturan secara keseluruhan itu kan sudah
  berjalan sepanjang beberapa tahun terakhir ini kan enggak ada
  perubahan apa-apa. Jadi nanti hal-hal yang di luar asumsi itu pasti
  akan dibahas lebih lanjut,&amp;quot; kata dia.&lt;br /&gt;Di sisi lain,
  pemerintah juga terus mencari sumber &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;energi alternatif&lt;/span&gt; untuk
  mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG, terutama LPG yang
  masih bergantung pada pasokan impor. Salah satunya adalah memperluas
  penggunaan sumber &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;energi
  alternatif&lt;/span&gt;, termasuk CNG dan kompor listrik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ya
  seperti yang kita ketahui untuk untuk gas misalnya ada pembangunan
  jargas, ada pembangunan transmisi pipa, ada rencana untuk kompor gas,
  macam-macam lah jalannya dipakai itu,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Anggaran Subsidi BBM dan LPG di RAPBN 2027 &lt;br /&gt;Pemerintah
  bersama dengan Badan Anggaran DPR memangkas anggaran subsidi energi
  dalam pembahasan RAPBN 2027. Termasuk di dalamnya anggaran untuk
  subsidi BBM maupun LPG.&lt;br /&gt;Ketua Banggar DPR Said Abdullah
  mengatakan dalam pembahasan disepakati bahwa anggaran subsidi energi
  menjadi Rp 261,50 triliun, terpangkas Rp 11,44 triliun dari usulan
  RAPBN 2027 yang sebesar Rp 272,94 triliun.Meski begitu, besaran
  anggaran ini masih lebih tinggi dari outlook realisasi anggaran
  subsidi energi pada 2026 yang sebesar Rp 227,25
  triliun.&lt;br /&gt;&amp;quot;Alokasi subsidi energi sebesar Rp 261.502,2 miliar
  lebih rendah Rp 11.443,2 miliar dari usulan RAPBN 2027 sebesar Rp
  272.945,3 miliar,&amp;quot; kata Said saat Rapat Kerja dengan Menteri
  Keuangan, Kamis (24/9/2026).Adapun rincian untuk masing-masing jenis
  subsidi energi sebagai berikut:1. Subsidi jenis BBM tertentu menjadi
  Rp 28,34 triliun, dari sebelumnya diusulkan sebesar Rp 28,69 triliun2.
  Subsidi jenis LPG Tabung 3 Kg Rp 103,,05 triliun dari sebelumnya Rp
  114,14 triliun.3. Subsidi listrik tahun berjalan tetap Rp 117,84
  triliun, tak ada perubahan dari usulan awal4. Subsidi listrik kurang
  bayar tahun 2025 juta tetap anggarannya sebesar Rp 12,26 triliun,
  sebagaimana nominal usulan awal.Said Abdullah menjelaskan, khusus
  untuk subsidi BBM dan LPG Tabung 3 KG yang anggaran kesepakatannya
  dipangkas, disebabkan penurunan volume kuota penyaluran.&amp;quot;Hal ini
  utamanya dipengaruhi penurunan volume LPG tabung kg dan JBT Solar.
  Volume BBM dan LPG masing-masing sebesar 19.561 ribu KL dan 8.000 ribu
  MT. Adapun subsidi tetap minyak solar ditetapkan Rp 1.000 per
  liter,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260925151742-4-770978/konsumsi-lpg-3-kg-ditekan-jadi-8-juta-ton-di-2027"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-26T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Tetangga RI Krisis Listrik: Kota Kritis, Siaga Pemadaman Massal</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347797" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347797</id>
    <updated>2026-09-26T01:00:30Z</updated>
    <published>2026-09-26T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan listrik nasional Filipina,
  National Grid Corp of the Philippines (NGCP), menyatakan wilayah Cebu
  mengalami situasi pasokan listrik terburuk di antara provinsi-provinsi
  Visayas. Krisis ini terjadi akibat lonjakan permintaan listrik yang
  terus melampaui kapasitas pembangkit lokal di pulau
  tersebut.&lt;br /&gt;Mengutip Manila Times, Jumat (25/9/2026), Asisten Wakil
  Presiden NGCP sekaligus Kepala Operasi Sistem untuk Visayas, Neil
  Modena, menyebut Cebu sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan listriknya
  secara mandiri dalam kondisi normal.&lt;br /&gt;&amp;quot;Yang terburuk ada di
  Cebu. Permintaannya adalah 1.300 megawatt (MW), tetapi pembangkit di
  area tersebut hanya dapat memberikan 900 MW. Setiap hari ada
  kekurangan daya, dan kami mendapatkan daya dari Mindanao,&amp;quot;
  tuturnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Guna menutupi defisit pasokan harian tersebut,
  Cebu kini   bergantung pada suntikan daya lebih dari 400 MW dari
  Mindanao melalui   Proyek Interkoneksi Mindanao-Visayas milik NGCP.
  Proyek tersebut   menghubungkan kedua pulau melalui kabel bawah laut
  arus searah   tegangan tinggi sepanjang sekitar 184 kilometer sirkuit
  dengan   kapasitas transfer 450 MW.&lt;br /&gt;Jalur transmisi ini mulai
  beroperasi   komersial pada Januari 2024 setelah elektrifikasi awalnya
  dilakukan   pada 2023.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jika NGCP tidak menyelesaikan proyek
  tersebut,   pemadaman listrik di Cebu akan sangat parah karena tidak
  ada   pembangkit listrik baru yang dibangun di Cebu setelah tahun
  2019. Cebu   tumbuh seperti Iloilo. Kami benar-benar kekurangan
  pasokan,&amp;quot; ucap   Modena.&lt;br /&gt;Adapun pembangkit yang dimaksud
  Modena adalah Proyek   Energi Therma Visayas, sebuah pembangkit
  listrik tenaga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; berkapasitas 340   MW di Barangay Bato, Toledo City.
  Fasilitas ini terdiri dari dua unit   berkapasitas masing-masing 170
  MW, di mana Unit 1 mulai beroperasi   pada April 2019 dan disusul Unit
  2 pada akhir tahun yang sama. Saat   ini, pembangunan pembangkit Unit
  3 berkapasitas 150 MW masih dalam   tahap konstruksi.&lt;br /&gt;Selain
  Cebu, Modena turut menyoroti kondisi   pasokan di Panay. Ia
  mengungkapkan bahwa pembangkit listrik beban   dasar (baseload)
  terakhir di wilayah itu baru dibangun pada tahun   2016, merujuk pada
  pembangkit &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  150 MW milik   Panay Energy Development Corp (PEDC) Unit 3 di La Paz,
  Iloilo   City.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jika PEDC Unit 3 tidak ada, Panay akan
  mendapat   sekitar 75 MW dari Negros. Itu berarti, berdasarkan
  konsumsi Panay,   jika Anda kehilangan satu pembangkit saja, Anda
  sudah perlu mengimpor   daya dari Negros. Jadi Anda akan kekurangan 75
  MW,&amp;quot;   paparnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ini berarti Anda tidak dapat
  mempertahankan   sebuah pulau jika Anda kehilangan satu pembangkit
  beban   dasar.&amp;quot;&lt;br /&gt;Modena juga memperingatkan bahwa penuaan
  sejumlah   unit pembangkit listrik berisiko tinggi memicu pemadaman
  tak   terencana, yang berujung pada semakin ketatnya pasokan listrik
  di   wilayah tersebut.&lt;br /&gt;Terkait skenario terburuk, pihak NGCP
  mengklarifikasi bahwa sub-jaringan dengan permintaan listrik lebih
  besar akan memikul beban pemutusan listrik proporsional yang lebih
  besar pula. Mekanisme ini dikenal sebagai pelepasan beban manual
  (manual load dropping/MLD), yakni pemutusan beban listrik bergilir
  yang diterapkan NGCP saat pasokan listrik tidak cukup untuk memenuhi
  permintaan.&lt;br /&gt;Jaringan Visayas sendiri secara operasional dibagi
  menjadi sub-jaringan Panay, Negros, Cebu, Bohol, dan
  Leyte-Samar.&lt;br /&gt;Data sejak Mei hingga September menunjukkan Cebu
  menyumbang 42% dari alokasi MLD di Visayas, disusul Panay sebesar 21%,
  Negros 18%, Leyte 13%, dan Bohol 8%. Sebagai contoh nyata, jika
  Visayas mengalami kekurangan pasokan sebesar 100 MW, maka 42% dari
  pengurangan beban paksa tersebut akan langsung diarahkan ke Cebu dan
  21% ke Panay, sesuai dengan pedoman Grid Code yang membaginya
  berdasarkan pangsa total permintaan listrik di masing-masing
  area.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(tps/luc)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260925145038-4-770959/tetangga-ri-krisis-listrik-kota-kritis-siaga-pemadaman-massal"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-26T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kementerian ESDM Tegaskan Harga BBM Pertalite Tidak Naik</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347768" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347768</id>
    <updated>2026-09-26T01:00:23Z</updated>
    <published>2026-09-26T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menegaskan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite tidak
  mengalami kenaikan. Pemerintah memastikan harga bensin Pertalite tidak
  akan berubah hingga akhir tahun 2026.&lt;br /&gt;Hal itu diungkapkan
  Sekretaris Jenderal &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Ahmad
  Erani Yustika.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ya kan sudah disampaikan Pak Menteri, enggak
  ada, Pertalite (naik) enggak ada, ini. Nggak tahu siapa yang bikin
  hoax,&amp;quot; kata Erani saat dikonfirmasi apakah benar akan ada
  kenaikan harga BBM Pertalite dalam waktu dekat ini, saat ditemui di
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  Jakarta, Jumat (25/9/2026).&lt;br /&gt;Penegasan tersebut disampaikan
  menyusul beredarnya informasi mengenai rencana kenaikan harga
  Pertalite di media sosial. Erani memastikan tidak ada perubahan
  terkait kebijakan harga Pertalite yang telah ditetapkan
  pemerintah.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pokoknya enggak ada ini, enggak ada, enggak ada
  perubahan, kan sudah. Pak Menteri sudah menyampaikan itu semua,&amp;quot;
  kata dia.&lt;br /&gt;Sebelumnya, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; meluruskan
  kabar simpang siur mengenai isu bakal adanya kenaikan harga Bahan
  Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis RON 90 atau Pertalite
  pada 26 September 2026.&lt;br /&gt;Dipastikan, kabar naiknya harga BBM jenis
  subsidi yang beredar di media sosial itu tidak benar atau
  hoax.&lt;br /&gt;&amp;quot;Perlu kami luruskan, saat ini masih sekali konten
  media sosial yang berisikan informasi kenaikan Pertalite, konten atau
  informasi ini adalah Hoax atau berita bohong,&amp;quot; terang Juru Bicara
  Menteri ESDM Dwi Anggia kepada CNBC Indonesia, Jumat
  (25/9/2026).&lt;br /&gt;Anggia menjabarkan, pada faktanya, Menteri ESDM
  Bahlil Lahadalia dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa harga BBM
  subsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi tidak akan mengalami
  kenaikan sampai akhir tahun 2026 ini.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sekalipun harga
  minyak dunia bergerak naik. Lebih teliti dan lebih cerdas dalam
  menyerap informasi, sehingga Anda tidak mudah diprovokasi oleh pihak
  pihak yang tidak bertanggungjawab yang sengaja membuat masyarakat jadi
  emosi. Carilah informasi pada sumber resmi dan media yang
  terverifikasi,&amp;quot; tegas Dwi Anggia.&lt;br /&gt;Perlu diketahui, harga BBM
  bersubsidi Pertalite hingga kini masih dibanderol Rp 10.000 per liter.
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260925144746-4-770958/kementerian-esdm-tegaskan-harga-bbm-pertalite-tidak-naik"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-26T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bos Danantara Sambangi Kantor Bahlil pada Rabu Lalu, Bahas Apa?</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347739" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347739</id>
    <updated>2026-09-26T01:00:20Z</updated>
    <published>2026-09-26T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Ahmad
  Erani Yustika mengungkapkan bahwa CEO BPI Danantara Rosan Roeslani
  berkunjung ke Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; pada Rabu
  (23/9/2026). Erani mengatakan kunjungan tersebut membahas sektor
  ketenagalistrikan.Salah satu fokus pembahasan tersebut kata Erani
  yakni penyusunan regulasi terkait pengadaan listrik dan pemenuhan
  kebutuhan listrik dalam negeri.&amp;quot;Oh, yang itu listrik. Untuk
  membikin regulasi terkait dengan nanti untuk pengadaan listrik,
  pemenuhan dalam negeri dan sebagainya,&amp;quot; ujar Erani saat ditemui
  di &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  Jakarta, Jumat (25/9/2026).&lt;br /&gt;Sementara itu, saat ditanya apakah
  pertemuan tersebut berkaitan dengan rencana ekspor listrik, Erani
  membantahnya. Dia menegaskan tidak ada pembahasan terkait dengan
  eskpor listrik. &amp;quot;Belum ya (Pembahasan eskpor listrik),&amp;quot;
  katanya.Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
  Bahlil Lahadalia mengungkap sejumlah negara tetangga meminta Indonesia
  melakukan ekspor listrik. Bahlil menyatakan Indonesia terbuka untuk
  memenuhi permintaan tersebut.Namun Bahlil mengingatkan bahwa dalam
  proses kerja sama tersebut harus adil. Terutama berkaitan dengan
  harganya. Ia tidak mau harganya hanya ditentukan oleh pihak
  lain.&amp;quot;Tapi harganya juga jangan harga yang mau kamu aja. Enggak
  boleh. Harganya yang harus win-win. Kerja sama itu saling
  menguntungkan, bukan kerja sama itu saling menekan,&amp;quot; ujar Bahlil
  dalam acara MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD Tangerang, Selasa
  (22/9/2026).Bahlil juga menekankan bahwa dalam proses kerja sama ini
  harus dibangun dengan saling menghormati. Di mana tidak boleh ada
  tekan menekan untuk mencapai suatu tujuan.Terlebih kata Bahlil,
  Indonesia merupakan negara dengan prinsip politik luar negeri bebas
  aktif dalam menjalin hubungan dengan negara lain.&amp;quot;Indonesia di
  bawah pemerintahan Prabowo, Bapak Presiden Prabowo Subianto dan saya
  diperintahkan sebagai Menteri ESDM, kita pengin untuk berkawan kepada
  semua orang. Tetapi perkawanan itu harus dimaknai sebagai bentuk etika
  baik dengan saling menghargai. Tapi jangan coba-coba menekan negara
  kami,&amp;quot; ujarnya.&amp;quot;Jangan coba-coba. Karena kita menganut
  mazhab politik bebas aktif. Kepada saudara-saudara saya negara
  tetangga, tolonglah kita pakai adat ketimuran dalam bernegosiasi. Saya
  tahu kalian punya cara-cara main itu. Saya tahu kalian,&amp;quot;
  sambungnya.Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menyampaikan bahwa
  rencana pembangunan power grid Asia Tenggara masih belum bisa
  terealisasi karena Indonesia masih belum menandatangani kesepakatan
  antarnegara.Hal tersebut karena belum ada kesepakatan harganya.
  Menurut Bahlil, kerja sama tersebut masih belum menguntungkan
  Indonesia.&amp;quot;Kemarin Menteri Energi dari Malaysia juga sudah bicara
  sama saya untuk bagaimana power grid ASEAN bisa kita lakukan dan itu
  salah satu komitmen kita di KTT ASEAN di Manila, tinggal Indonesia
  katanya yang belum tanda tangan dan betul, itu saya belum tanda
  tangan,&amp;quot; ujarnya.&amp;quot;Saya belum tanda tangan karena hitungan
  saya belum win-win. Kalau sudah win-win saya akan teken. Win-win itu
  untung bagi kamu, untung juga bagi kita. Dan untungnya harus adil.
  Bukan kamu untung 70, kita untung 30, itu bukan win-win,&amp;quot;
  tambahnya. &lt;br /&gt;(hrp/fdl)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8678892/bos-danantara-sambangi-kantor-bahlil-pada-rabu-lalu-bahas-apa"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-26T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Jatah LPG 3 Kg 2027 Dipotong, ESDM Siapkan CNG Jadi Pengganti</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347710" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347710</id>
    <updated>2026-09-26T01:00:15Z</updated>
    <published>2026-09-26T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Jatah LPG 3 kilogram (kg) untuk tahun
  depan menyusut menjadi 8.000,0 ribu metrik ton (MT). Angka ini turun
  dari usulan pemerintah dalam RAPBN 2027 sebesar 8.945,0 ribu MT.Sekjen
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  Ahmad Erani Yustika mengatakan bahwa menyusutnya volume LPG 3 kg
  terjadi karena banyak hal. Salah satunya upaya pemerintah mengurangi
  ketergantungan terhadap impor LPG, pasokan dalam negeri dan menjaga
  stabilitas harga.Meski ada penurunan volume LPG 3 kg untuk tahun
  depan, menegaskan pemerintah telah menyiapkan sejumlah alternatif
  pengganti LPG. Salah satunya yakni CNG 3 kg yang saat ini tengah
  dilakukan pengembangan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kan nanti tahun depan kan sudah
  mulai ada ini juga kan CNG dan seterusnya,&amp;quot; ujar Erani saat
  ditemui di &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;, Jakarta, Jumat (25/9/2026).Selain CNG 3 kg, Erani
  menjelaskan bahwa tahun depan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; berencana
  memulai program kompor listrik. Kemudian mengembangkan jaringan gas di
  berbagai wilayah Indonesia.&amp;quot;Ya seperti yang kita ketahui, untuk
  gas misalnya ada pembangunan jargas, ada pembangunan transmisi pipa,
  ada rencana untuk kompor gas, macam-macam lah jalannya yang dipakai
  itu,&amp;quot; ujarnya.Saat ditanya mengenai pengaturan LPG 3 kg dengan
  volume yang lebih rendah, Erani mengatakan pemerintah belum melakukan
  perubahan dalam pengaturan secara keseluruhan. Menurutnya, jika
  nantinya kebutuhan di lapangan berada di luar asumsi yang telah
  ditetapkan, pemerintah akan membahasnya lebih lanjut.&amp;quot;Kalau
  pengaturan secara keseluruhan itu kan sudah berjalan sepanjang
  beberapa tahun terakhir ini kan nggak ada perubahan apa-apa. Jadi
  nanti hal-hal yang di luar asumsi itu pasti akan dibahas lebih
  lanjut,&amp;quot; terangnya.Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran Dasar DPR
  Said Abdullah menyampaikan berdasarkan hasil panja terkait anggaran
  subsidi energi dalam pembahasan RAPBN 2027 disepakati sebesar Rp
  261,50 triliun. Angka tersebut turun Rp 11,44 triliun dibandingkan
  usulan pemerintah sebesar Rp 272,94 triliun.&amp;quot;Alokasi subsidi
  energi sebesar Rp 261.502,2 miliar lebih rendah Rp 11.443,2 miliar
  dari usulan RAPBN 2027 sebesar Rp 272.945,3 miliar,&amp;quot; ujar Said
  dalam Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala
  Bappenas, Menteri Hukum dan Gubernur BI, Kamis (24/9/2026).Berdasarkan
  paparan Said, subsidi BBM dan LPG Tabung 3 Kg tahun 2027 disepakati
  sebesar Rp 131.393,3 miliar atau Rp 131,39 triliun. Angka ini lebih
  rendah Rp 11.443,2 miliar atau Rp 11,4 triliun dari usulan RAPBN ΤΑ
  2027 sebesar Rp 142.836,5 miliar.Angka tersebut terdiri dari subsidi
  Jenis BBM Tertentu (JBT) sebesar Rp 28,34 triliun dan subsidi LPG
  Tabung 3 Kg sebesar Rp 103,05 triliun.Penurunan subsidi untuk BBM dan
  LPG ini utamanya dipengaruhi penurunan volume LPG Tabung 3 kg dan JBT
  Solar. Di mana volume solar sebesar 19.561,0 ribu KL dan LPG 8.000,0
  ribu MT.Sementara untuk subsidi listrik tahun berjalan sebesar Rp
  117,84 triliun. Angka ini sama dengan nominal dalam RAPBN 2027.
  Kemudian terkait subsidi listrik kurang bayar tahun 2025 juta tetap
  anggarannya sebesar Rp 12,26 triliun. &lt;br /&gt;(hrp/fdl)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8678820/jatah-lpg-3-kg-2027-dipotong-esdm-siapkan-cng-jadi-pengganti"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-26T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Haji Isam Borong Saham BYAN Tanpa Keterangan Harga, OJK Buka Suara</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347681" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347681</id>
    <updated>2026-09-26T01:00:11Z</updated>
    <published>2026-09-26T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka
  suara soal akuisisi 10 miliar saham PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Tbk (BYAN)
  oleh PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Andi Syamsuddin Arsyad
  alias Haji Isam, pada 16 September 2026. Transaksi tersebut menjadi
  sorotan karena harga pembelian sahamnya tidak tercantum dalam
  keterbukaan informasi BYAN.Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal,
  Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan
  transaksi saham dapat dilakukan melalui sejumlah mekanisme pasar. Jika
  transaksi dilakukan di pasar reguler, harga jual saham mengacu pada
  harga yang berlaku di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia
  (BEI).&amp;quot;Kalau di reguler tentu harga yang tercipta harus
  mencerminkan harga yang ditransaksikan oleh banyak pihak sekaligus
  dengan anonymity. Jadi siapapun boleh ketemu dengan siapapun,&amp;quot;
  ungkap Hasan di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat
  (25/9/2026).&lt;br /&gt;Sementara untuk transaksi yang sifatnya lebih khusus
  dan dilakukan secara bilateral, Hasan mengatakan transaksi dapat
  dilakukan melalui pasar negosiasi. Mekanisme ini memungkinkan para
  pihak untuk melakukan kesepakatan dengan harga tertentu sesuai
  karakteristik dan ketentuan yang berlaku.&amp;quot;Kalau ada transaksi
  lebih khusus yang sifatnya sangat bilateral, ada pasar atau papan
  lain, yaitu pasar negosiasi, dengan karakteristik dan kriteria yang
  juga memungkinkan untuk dilakukannya negosiasi harga tertentu,&amp;quot;
  terangnya.Sementara itu, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik,
  mengatakan transaksi di pasar negosiasi tidak diwajibkan untuk
  mengungkap besaran harga per saham. Namun, BEI tengah mengkaji
  pengaturan batas minimum saham di pasar negosiasi.Berdasarkan
  Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas, diatur
  batasan harga terendah Efek Bersifat Ekuitas yang dimasukkan ke
  Jakarta Automated Trading System (JATS) untuk diperdagangkan di pasar
  negosiasi adalah Rp 1. Pasar negosiasi merupakan perdagangan saham di
  BEI yang dilakukan melalui tawar-menawar langsung antar pihak, bukan
  melalui sistem lelang berkelanjutan.&amp;quot;Kami juga mendapatkan banyak
  masukan dari para pelaku bahwa mungkin pasar negosiasi juga perlu
  diatur terkait dengan batasan harganya dan ini sedang kami kaji di
  internal untuk mengatur batasan dari harga di pasar negosiasi. Ada
  berbagai pendekatan di bursa-bursa global, tetapi memang konsensus
  pasar kita adalah memang sebaiknya itu diatur,&amp;quot; ungkap
  Jeffrey.Sebagai informasi, pendiri BYAN Dato' Dr Low Tuck Kwong dan
  anaknya, Elaine Low, telah meneken perjanjian jual beli saham
  bersyarat (conditional sale and purchase agreement) dengan PT Jhonlin
  Baratama sebagai pihak pembeli. Perjanjian ini ditandatangani pada 16
  September 2026 terhadap 10 miliar saham BYAN.&amp;quot;Bapak Low Tuck
  Kwong dan Ibu Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli
  Saham Bersyarat pada tanggal 16 September 2026 dengan PT Jhonlin
  Baratama terkait rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa
  Perseroan,&amp;quot; tulis Direktur &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt;, Jenny
  Quantero, dikutip dari keterbukaan informasi kepada Bursa Efek
  Indonesia, Kamis (17/9/2026). &lt;br /&gt;(ahi/ara)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8679025/haji-isam-borong-saham-byan-tanpa-keterangan-harga-ojk-buka-suara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-26T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>RI Benar Bisa Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Ini Pendorongnya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347639" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347639</id>
    <updated>2026-09-25T07:00:14Z</updated>
    <published>2026-09-25T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk
  mengembangkan bahan bakar minyak (BBM) berbasis &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dinilai
  memungkinkan untuk dijalankan. Pasalnya, teknologi untuk mengubah
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi
  bensin bahkan telah dikembangkan dan digunakan di Afrika
  Selatan.&lt;br /&gt;Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia
  (Perhapi) Sudirman Widhy menjelaskan bahwa secara teknologi, proses
  mengubah &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  menjadi bensin atau gasoline sudah tersedia.&lt;br /&gt;&amp;quot;Secara umum,
  mengubah &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  menjadi bensin (gasoline) sangat memungkinkan. Teknologi untuk hal ini
  juga sudah ada,&amp;quot; kata Widhy kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat
  (25/9/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menurut dia, Afrika
  Selatan menjadi salah satu negara yang telah   memiliki teknologi
  tersebut. Perusahaan asal negara itu, Sasol,   diketahui telah
  memiliki fasilitas pengolahan Coal to Liquid (CTL)   untuk mengubah
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt; menjadi
  produk cair.&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, proses awal   mengubah &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;   menjadi bensin
  pada dasarnya serupa dengan teknologi pengolahan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi Dimethyl
  Ether (DME) yang selama ini didorong pemerintah.&lt;br /&gt;Tahap awalnya
  yakni mengubah &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; menjadi synthetic gas (syngas). Dalam proses ini, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; direaksikan
  dengan oksigen dan uap air pada suhu serta tekanan tinggi sehingga
  menghasilkan gas sintesis yang terdiri atas karbon monoksida (CO) dan
  hidrogen (H2).&lt;br /&gt;&amp;quot;Syngas ini kemudian diproses lebih lanjut
  utk menghasilkan product &amp;quot;Methanol&amp;quot;, dan methanol inilah
  yang kemudian dapat diproses menjadi DME atau Gasoline (Bensin),&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;Meski demikian, ia mengaku tantangan utama pengembangan
  bensin dari &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  bukan terletak pada aspek teknologi, melainkan keekonomian proyek.
  Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan biaya modal
  atau capital expenditure (capex) serta biaya operasional yang
  besar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Proses ini akan memerlukan Biaya Modal maupun biaya
  operasional yang cukup besar yang mungkin saat ini tidak akan banyak
  pihak swasta yang berani untuk berinvestasi atau menanamkan modal nya
  untuk proses pembuatan bensin dari &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ini,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Prabowo mengatakan pengembangan bahan bakar
  dari sumber daya dalam negeri merupakan hasil riset dan inovasi para
  akademisi Indonesia, khususnya dari fakultas-fakultas
  teknik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar
  pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas
  teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah
  bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin
  juga bensin dari &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;,&amp;quot; kata Prabowo saat menghadiri acara Syukuran 100
  Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur, dikutip Minggu
  (20/9/2026).&lt;br /&gt;Menurut Prabowo, keberhasilan program B50 menjadi
  bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam domestik
  untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita mulai 1 Juli
  yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang
  sudah mandiri,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Prabowo menegaskan, kemandirian
  solar menjadi langkah penting di tengah ketidakpastian global yang
  masih dibayangi konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok
  energi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260925082121-4-770787/ri-benar-bisa-ubah-batu-bara-jadi-bensin-ini-pendorongnya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-25T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kantongi RKAB, Bayan (BYAN) Cabut Status Keadaan Kahar</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347577" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347577</id>
    <updated>2026-09-25T01:00:20Z</updated>
    <published>2026-09-25T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; PT Bayan
  Resources Tbk (BYAN) mencabut keadaan kahar atau force majeure yang
  sebelumnya berdampak terhadap kewajiban pemenuhan pasokan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kepada
  pelanggan.&lt;br /&gt;Melansir keterbukaan informasi, pencabutan tersebut
  dilakukan setelah tiga anak usaha perseroan, yakni PT Tiwa Abadi (TA),
  PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima (FSP), menerima
  persetujuan lengkap atas perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya
  (RKAB) 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
  pada 23 September 2026.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dalam
  keterbukaan informasi, emiten milik Lo Tuck Kwong dan Haji   Isam ini
  menyampaikan perseroan bersama TA, TJ, dan FSP mencabut   keadaan
  kahar terhadap kewajiban pemenuhan penyediaan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; berdasarkan
  Perjanjian Penyediaan Batubara atau Coal Supply Agreement kepada para
  pelanggan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dengan diterimanya persetujuan atas perubahan
  RKAB Tahun 2026 tersebut, maka TA, TJ, dan FSP dapat kembali melakukan
  persiapan kegiatan tambang &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;,&amp;quot;
  sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis,
  (24/9/2026).&lt;br /&gt;Bayan menyebut perseroan sebagai produsen &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; melalui anak-anak
  usaha yang bergerak di bidang pertambangan dapat kembali melaksanakan
  kegiatan pengangkutan dan penjualan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Perseroan
  berharap TA, TJ, dan FSP dapat segera menjalankan kegiatan operasional
  pertambangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Bayan menilai kembali berjalannya kegiatan
  operasional tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap
  kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan
  usaha perseroan. Pencabutan keadaan kahar ini sekaligus mengakhiri
  kondisi yang sebelumnya membuat perseroan dan anak usahanya terkendala
  dalam memenuhi kewajiban pasokan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kepada
  pelanggan.&lt;br /&gt;Sebelumnya, berdasarkan keterbukaan informasi kepada
  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan dokumen nomor 461/BR-OJK/IX/2026,
  Bayan mengumumkan keadaan kahar yang berlangsung sejak 11 September
  2026. Perseroan bersama TA, TJ, dan FSP saat itu menyampaikan
  pemberitahuan keadaan kahar kepada pelanggan terkait kewajiban
  penyediaan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  berdasarkan Coal Supply Agreement.&lt;br /&gt;Bayan menjelaskan keadaan
  kahar tersebut terjadi karena persetujuan perubahan RKAB 2026 belum
  diterbitkan oleh pemerintah. Persetujuan perubahan RKAB tersebut
  diperlukan agar anak-anak usaha perseroan dapat menjalankan kegiatan
  produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  secara sah.&lt;br /&gt;Belum terbitnya persetujuan perubahan RKAB tersebut
  kemudian memengaruhi kemampuan perseroan dan anak-anak usahanya dalam
  memenuhi kewajiban penyediaan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kepada pelanggan.
  Dengan telah diterimanya persetujuan lengkap perubahan RKAB 2026 pada
  23 September 2026, kendala tersebut dinyatakan telah berakhir dan
  kegiatan operasional dapat kembali dipersiapkan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(fsd/fsd)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260924133552-17-770561/kantongi-rkab-bayan--byan--cabut-status-keadaan-kahar"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-25T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Holding IDSurvey Tangkap Peluang Independent Assurance di Sektor Mineral dan Batu Bara</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347557" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347557</id>
    <updated>2026-09-25T01:00:15Z</updated>
    <published>2026-09-25T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Holding IDSurvey menyoroti tingginya kebutuhan
  industri terhadap informasi yang akurat dan tepercaya mengenai
  kualitas, kuantitas, serta pergerakan komoditas.&lt;br /&gt;VP Divisi Bisnis
  Strategis Coal and Mineral PT Surveyor Indonesia Helmy Satria Yudha
  mengatakan data tersebut diperlukan sejak komoditas diproduksi,
  dipindahkan, diperdagangkan, hingga digunakan oleh konsumen
  industri.&lt;br /&gt;Kondisi ini, lanjutnya, turut meningkatkan kebutuhan
  terhadap independent assurance untuk memberikan kepastian secara
  objektif atas kondisi dan karakteristik
  komoditas.&lt;br /&gt;&amp;quot;Keberadaan independent assurance menjadi salah
  satu instrumen untuk memperkuat keandalan informasi tersebut sekaligus
  mendukung transparansi dalam perdagangan dan pengelolaan
  komoditas,&amp;quot; ujarnya dalam pernyataan tertulis, Kamis
  (24/9/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dia memaparkan sebagai bagian dari holding
  IDSurvey, perseroan   telah menyediakan layanan tersebut, mulai dari
  pemantauan pergerakan   dan penanganan komoditas, pemastian kualitas
  dan kuantitas, due   diligence, hingga verifikasi ekspor.&lt;br /&gt;Untuk
  mendukung akurasi   pemeriksaan, PTSI juga memanfaatkan teknologi
  seperti ICP-MS   (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry) yang
  mampu mendeteksi   kandungan unsur logam dalam jumlah sangat
  kecil.&lt;br /&gt;Selain itu, PTSI   menggunakan Laser Scanner untuk
  mengukur dan memetakan objek maupun   area secara tiga dimensi dengan
  ketelitian hingga milimeter.   &lt;br /&gt;Teknologi ini antara lain dapat
  digunakan untuk mendukung   pengukuran stock opname dan kondisi
  lapangan.&lt;br /&gt;Penguatan layanan   assurance perseroan juga didukung
  oleh jaringan operasional yang   tersebar di berbagai wilayah
  Indonesia.&lt;br /&gt;PTSI memiliki 23   laboratorium yang mendukung
  pengujian &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;,
  mineral,   lingkungan, pelumas, dan berbagai komoditas terkait
  lainnya.&lt;br /&gt;Perseroan juga memiliki 18 titik pekerjaan mineral dan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, yang
  mencakup kegiatan surveyor muat dan bongkar &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan nickel ore
  hingga verifikasi ekspor feronikel.&lt;br /&gt;Jaringan tersebut
  memungkinkan pengujian, pemeriksaan, dan pemastian dilakukan lebih
  dekat dengan lokasi aktivitas industri. Dengan demikian, informasi
  mengenai komoditas dapat diperoleh berdasarkan kondisi lapangan dan
  kebutuhan di sepanjang rantai pasok.&lt;br /&gt;Selain kualitas dan
  kuantitas, aspek keberlanjutan juga semakin menjadi bagian dari
  pengelolaan mineral dan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan dinilai
  penting untuk mendorong pemanfaatan komoditas yang lebih bertanggung
  jawab sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku
  kepentingan.&lt;br /&gt;Dalam konteks tersebut, PTSI mengembangkan
  pendekatan sustainability oriented added value sebagai bagian dari
  penguatan kapabilitas untuk menjawab kebutuhan industri.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260925/192/2007112/holding-idsurvey-tangkap-peluang-independent-assurance-di-sektor-mineral-dan-batu-bara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-25T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bayan (BYAN) Cabut Status Kahar, Lampu Hijau RKAB Batu Bara</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347550" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347550</id>
    <updated>2026-09-25T01:00:14Z</updated>
    <published>2026-09-25T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) resmi mencabut
  status force majeure (keadaan kahar) terhadap tiga anak usaha
  perseroan yang sebelumnya belum dapat beroperasi karena terganjal izin
  produksi.&lt;br /&gt;Melansir keterbukaan informasi Bayan Resources, entitas
  usahanya PT Tiwa Abadi (TA), PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti
  Prima (FSP) pada 23 September 2026 menyampaikan bahwa mencabut
  kejadian/keadaan yang bersifat memaksa (force majeure) terhadap
  kewajiban pemenuhan penyediaan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; berdasarkan
  perjanjian penyediaan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; (Coal Supply Agreement) kepada para
  pelanggannya.&lt;br /&gt;&amp;quot;TA, TJ dan FSP telah menerima persetujuan
  lengkap atas perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun
  2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik
  Indonesia pada tanggal 23 September 2026,&amp;quot; tulis manajemen, Kamis
  (24/9/2026).&lt;br /&gt;Dengan persetujuan RKAB tersebut ketiga anak usaha
  BYAN dapat kembali melakukan persiapan kegiatan operasional
  pertambangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.
  BYAN sebagai produsen &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; melalui anak-anak usahanya dapat kembali melaksanakan
  kegiatan pengangkutan dan penjualan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian
  ESDM Tri Winarno memastikan bahwa revisi RKAB ketiga anak usaha BYAN
  telah disetujui. Tambahan kuota produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk ketiga anak
  usaha tersebut berada di kisaran 15 juta ton.&lt;br /&gt;&amp;quot;Angkanya
  sekitar 15-20 juta ton untuk tiga perusahaan,&amp;quot; ujarnya saat
  ditemui di Jakarta, Senin (21/9/2026).&lt;br /&gt;Dia melanjutkan, dari
  sejumlah perusahaan yang mengajukan RKAB, tiga anak usaha BYAN
  dipastikan telah memenuhi seluruh dokumen persyaratan yang diwajibkan
  oleh ESDM.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bayan kan ada punya banyak [perusahaan]
  sebetulnya. Kemarin yang belum kan tiga. Sebetulnya enggak ada isu
  yang sensitif, tapi terus kemudian menghubung-hubungkan pembelian
  saham dan lain sebagainya,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;Tri menepis anggapan
  bahwa persetujuan revisi RKAB tersebut berkaitan dengan dinamika aksi
  korporasi di tubuh BYAN. Dia menegaskan bahwa proses perizinan
  operasional tambang berjalan independen dan tidak ada intervensi
  terkait adanya isu perubahan maupun pergantian pemegang
  saham.&lt;br /&gt;Adapun, dinamika yang terjadi belakangan membuat para
  pelaku pasar menghubungkannya dengan masuknya Jhonlin Group milik Haji
  Isam sebagai pemegang saham BYAN. &lt;br /&gt;Pada 16 September 2026, telah
  terjalin perjanjian jual beli saham bersyarat antara Low Tuck Kwong
  dan Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama sebagai pembeli.&lt;br /&gt;PT
  Jhonlin Baratama adalah perusahaan kontraktor pertambangan dan
  produsen &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  besar yang berpusat di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, serta
  merupakan bagian dari Jhonlin Group milik pengusaha nasional H. Andi
  Syamsudin Arsyad (Haji Isam).&lt;br /&gt;Berdasarkan perjanjian tersebut,
  saham yang akan dialihkan mencapai 10.000.000.500 saham biasa BYAN.
  Penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah
  kondisi pendahuluan. &lt;br /&gt;Sebagai gambaran, mengacu pada data
  pemegang saham per 30 Juni 2026, Low Tuck Kwong memiliki 13,42 miliar
  saham BYAN atau 40,25%, sedangkan Elaine Low menguasai 7,33 miliar
  saham atau 22%. Dengan demikian, keduanya secara gabungan memiliki
  62,25% saham perseroan. &lt;br /&gt;Adapun, saham yang direncanakan
  dialihkan mencapai 10.000.000.500 saham atau sekitar 30% dari total
  33,33 miliar saham BYAN.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260924/192/2006891/bayan-byan-cabut-status-kahar-lampu-hijau-rkab-batu-bara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-25T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kantongi Restu Pemerintah, BYAN Cabut Kondisi Kahar!</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347534" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347534</id>
    <updated>2026-09-25T01:00:12Z</updated>
    <published>2026-09-25T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencabut
  kondisi kahar alias force majeure usai mengantongi persetujuan Rencana
  Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Persetujuan tersebut diberikan
  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tanggal 23
  September 2026.Dikutip dari Keterbukaan Informasi, kondisi kahar
  sebelumnya dialami oleh tiga anak usaha BYAN yakni PT Tiwa Abadi (TA),
  PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima (FSP). Kemudian status
  kondisi tersebut dicabut karena telah disetujuinya RKAB 2026
  perseroan.&amp;quot;Dengan ini menyampaikan pencabutan atas
  kejadian/keadaan yang bersifat memaksa (Keadaan Kahar/Force Majeure)
  terhadap kewajiban pemenuhan penyediaan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; berdasarkan
  Perjanjian Penyediaan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;/Coal Supply Agreement kepada para pelanggannya. TA, TJ dan
  FSP telah menerima persetujuan lengkap atas perubahan Rencana Kerja
  dan Anggaran Biaya Tahun 2026,&amp;quot; ungkap Direktur BYAN Alexander
  Ery Wibowo, dikutip dari Keterbukaan Informasi, Kamis
  (24/9/2026).&lt;br /&gt;Dengan diterimanya persetujuan perubahan RKAB,
  ketiga anak usaha BYAN dapat kembali melakukan persiapan kegiatan
  operasional pertambangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;. BYAN juga bisa kembali melaksanakan kegiatan pengangkutan
  dan penjualan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&amp;quot;Perseroan mengharapkan TA, TJ dan FSP dapat segera
  melaksanakan kegiatan operasional pertambangan batubara sehingga
  mempunyai dampak yang positif terhadap kegiatan operasional, hukum,
  kondisi keuangan atau kelangsungan usaha Perseroan,&amp;quot; pungkas
  Alexander.Sebagai informasi, penetapan kondisi kahar BYAN berimbas
  pada outlook perseroan di Moody's Ratings. Lembaga pemeringkat global
  itu mempertahankan peringkat keluarga korporasi (Corporate Family
  Rating/CFR) Ba1 dengan outlook negatif dari sebelumnya stabil untuk
  BYAN.&amp;quot;Prospek negatif ini mencerminkan ketidakpastian regulasi
  terkait alokasi kuota produksi, yang menyebabkan Bayan menyatakan
  keadaan kahar (force majeure). Jika tidak segera diselesaikan,
  ketidakpastian ini dapat membatasi produksi dan membebani
  pendapatan,&amp;quot; kata Asisten Wakil Presiden Moody's Ratings, Anthony
  Prayugo dalam keterangan tertulisnya.Meski demikian, Moody's menilai
  metrik kredit Bayan masih kuat, ditopang neraca keuangan perusahaan
  yang bebas utang. Namun, ketidakpastian terkait persetujuan kuota
  produksi masih menjadi risiko bagi kemampuan Bayan untuk meningkatkan
  produksi.&amp;quot;Ketidakpastian yang berkelanjutan seputar persetujuan
  kuota menimbulkan risiko penurunan terhadap kemampuannya untuk
  mencapai pertumbuhan produksi,&amp;quot; jelas Prayugo. &lt;br /&gt;(ahi/hal)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8677122/kantongi-restu-pemerintah-byan-cabut-kondisi-kahar"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-25T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Heboh Cucu Gunung Krakatau Muncul di Selat Sunda, Pakar Bilang Gini</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347492" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347492</id>
    <updated>2026-09-24T07:00:11Z</updated>
    <published>2026-09-24T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Daftar Isi&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Jakarta, CNBC Indonesia -
  Jagad maya tengah dihebohkan   penampakan kemunculan daratan baru di
  dekat Gunung Anak Krakatau di   Selat Sunda pascaerupsi menerus yang
  terjadi sejak Juli 2026. Erupsi   menerus itu membuat status Gunung
  Anak Krakatau sempat ke level III   atau Siaga, hingga kemudian
  diturunkan ke level II atau   Waspada.&lt;br /&gt;Daratan itu kemudian
  disebut-sebagai Cucu Gunung   Krakatau.&lt;br /&gt;Benarkah
  demikian?&lt;br /&gt;Daryono dari Ikatan Ahli   Kebencanaan Indonesia (IABI)
  menjelaskan, daratan itu bukanlah gunung   api independen, melainkan
  akumulasi material vulkanik seperti abu,   batuan, dan lava hasil
  erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengendap di   laut.&lt;br /&gt;Kata dia,
  proses penumpukan ini berlangsung bertahap   seiring meningkatnya
  aktivitas gunung tersebut, hingga akhirnya   endapan menyembul ke
  permukaan air.&lt;br /&gt;&amp;quot;Terbentuknya daratan   baru di antara Gunung
  Anak Krakatau dan Pulau Sertung ini dipengaruhi   oleh kombinasi
  faktor geologis dan oseanografis. Dasar laut di area   kaldera purba
  sisa letusan 1883 tersebut tergolong dangkal, sehingga   material
  erupsi lebih cepat menumpuk tinggi,&amp;quot; katanya, Kamis
  (24/9/2026).&lt;br /&gt;&amp;quot;Selain itu, lontaran piroklastik dan aliran
  lava selama erupsi memang dominan terlempar ke arah sektor
  tersebut,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Daryono menjelaskan, dinamika arus
  serta gelombang laut Selat Sunda turut berperan penting sebagai
  pemindah sedimentasi yang membawa material erosi ringan ke titik-titik
  perairan yang lebih tenang hingga mengendap secara
  permanen.&lt;br /&gt;&amp;quot;Apakah daratan ini bisa membesar atau justru
  lenyap kembali? Jawabannya sangat bergantung pada pertarungan antara
  aktivitas vulkanik dan erosi alam,&amp;quot; terangnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jika
  Gunung Anak Krakatau terus mengalami erupsi, pasokan material baru
  akan membuat daratan tersebut makin meluas. Ketahanannya akan makin
  kokoh apabila terlapisi lava cair yang membeku menjadi batuan
  keras,&amp;quot; papar Daryono.&lt;br /&gt;Sebaliknya, sambung dia, jika erupsi
  terhenti, hantaman gelombang dan abrasi laut dapat mengikis endapan
  pasir yang belum padat hingga tenggelam kembali.&lt;br /&gt;&amp;quot;Longsoran
  bawah laut atau erupsi eksplosif besar juga bisa menghancurkan
  struktur muda ini dalam waktu singkat,&amp;quot; ucapnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;3 Syarat Terbentuknya Gunung Api&lt;br /&gt;Daryono pun menegaskan,
  pembentukan gunung api membutuhkan sejumlah syarat. Agar suatu daratan
  dapat dikategorikan sebagai gunung api, baru yang berdiri sendiri,
  harus memenuhi 3 syarat geologis utama.&lt;br /&gt;Pertama, daratan tersebut
  harus memiliki saluran magma mandiri yang terhubung langsung ke dapur
  magma melalui rekahan baru, terpisah dari kawah induknya.&lt;br /&gt;Kedua,
  daratan itu wajib menghasilkan aktivitas erupsi magmatik sendiri
  dengan memuntahkan magma atau gas dari kawahnya, bukan sekadar
  menampung muntahan dari gunung tetangga.&lt;br /&gt;Ketiga, harus terdapat
  struktur geologis serta deformasi sendiri, yaitu adanya aktivitas
  gempa vulkanik lokal atau pembengkakan tanah yang terpusat tepat di
  bawah daratan baru tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Menghadapi fenomena ini,
  masyarakat diimbau utk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu
  spekulatif yang beredar di media sosial. Kemunculan daratan baru ini
  adalah proses sedimentasi vulkanik yang lumrah di kawasan gunung api
  aktif,&amp;quot; tegas Daryono.&lt;br /&gt;&amp;quot;Langkah paling bijak yang perlu
  dilakukan adalah selalu menyaring informasi melalui sumber resmi yang
  berwenang, seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
  (PVMBG). Dengan memahami sains di balik fenomena ini, kita dapat tetap
  tenang, tidak panik, dan selalu mematuhi rekomendasi jarak aman yang
  ditetapkan oleh petugas di lapangan,&amp;quot; tegas Daryono.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PVMBG Buka Suara&lt;br /&gt;Terpisah, Kepala PVMBG Badan
  Geologi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; Rita   Susilawati menjelaskan berdasarkan citra satelit
  Sentinel yang telah   dievaluasi Badan Geologi, terlihat penambahan
  daratan pada tubuh   Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut - barat
  - barat daya sebagai   akibat pengendapan material piroklastik dan
  aliran lava hasil erupsi   menerus tanggal 4 - 6 September 2026. Badan
  Geologi menghitung   penambahan luasan sebesar 32,8 hektare
  (ha).&lt;br /&gt;&amp;quot;Berdasarkan   Citra Sentinel juga terdekteksi adanya
  &amp;quot;gumuk pulau kecil&amp;quot;   di sebelah barat laut dan tenggara
  dari tubuh Gunungapi Anak Krakatau.   Kemunculannya &amp;quot;kedua
  pulau&amp;quot; tersebut diduga berkaitan dengan   erupsi menerus selama
  sekitar 25 jam,&amp;quot; katanya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ini   masih dugaan, yang
  perlu dikonfirmasi melalui pengecekan lapangan.   Badan Geologi akan
  mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah   erupsi serta melakukan
  verifikasi lapangan,&amp;quot;   jelasnya.&lt;br /&gt;Sebagai informasi, Badan
  Geologi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; menurunkan   status Gunung Api Anak Krakatau dari Level
  III atau Siaga menjadi   Level II atau waspada. Status baru tersebut
  berlaku mulai hari Senin   (21/9/2026) pada pukul 18.30
  WIB.&lt;br /&gt;Gunungapi Anak Krakatau   merupakan gunungapi aktif tipe A
  di perairan Selat Sunda, yang secara   administrasi termasuk kedalam
  pada wilayah Kabupaten Lampung Selatan,   Provinsi Lampung. Meskipun
  demikian, pengamatan Gunungapi Anak   Krakatau dilakukan melalui 2 pos
  pengamatan gunungapi, yaitu Pos   Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau
  di Kalianda, Kabupaten Lampung   Selatan, Provinsi Lampung, dan Pos
  Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau   di Pasauran, Kabupaten Serang,
  Provinsi Banten.&lt;br /&gt;Berdasarkan   gejala peningkatan kegempaan
  vulkanik dan deformasi, Gunungapi Anak   Krakatau statusnya dinaikan
  menjadi Siaga (Level III) sejak 2 Juli   2026 pukul 16.30 WIB. Seiring
  dengan gejala peningkatan aktivitasnya,   Gunungapi Anak Krakatau
  mengalami 224 kali erupsi hingga 3 September 2026.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(dce/dce)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260924111241-4-770490/heboh-cucu-gunung-krakatau-muncul-di-selat-sunda-pakar-bilang-gini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-24T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Rosan Sambangi Kantor Bahlil, Bahas Apa?</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347420" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347420</id>
    <updated>2026-09-24T01:00:40Z</updated>
    <published>2026-09-24T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala
  BKPM Rosan Roeslani diketahui baru saja menyambangi kantor Kementerian
  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Rabu (23/9/2026). Adapun,
  kedatangan Rosan tersebut untuk menghadiri rapat bersama Menteri ESDM
  Bahlil Lahadalia.&lt;br /&gt;Juru Bicara &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Dwi Anggia
  membenarkan adanya pertemuan tersebut. Meski demikian, ia belum dapat
  membeberkan secara detail mengenai agenda maupun poin-poin yang
  dibahas dalam rapat antara Rosan dan Bahlil.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sudah selesai
  (rapatnya),&amp;quot; ujar Dwi singkat kepada CNBC Indonesia, saat
  dikonfirmasi mengenai pertemuan tersebut, Rabu (23/9/2026).&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, beberapa waktu
  belakangan ini Presiden   Prabowo Subianto memerintahkan Menteri
  Energi dan Sumber Daya Mineral   (ESDM) Bahlil Lahadalia menyusun
  langkah pengembangan bahan bakar   minyak (BBM) campuran bioetanol 50%
  atau E50. Hal tersebut menyusul   kesuksesan program biodiesel B50
  yang telah berjalan.&lt;br /&gt;Bahlil   mengatakan pemerintah diminta
  mempelajari keberhasilan B50 dan   menerapkan pendekatan serupa dalam
  penyusunan program E50. Hal itu   disampaikan Prabowo dalam Sidang
  Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN)   di Istana Merdeka, Jakarta,
  Kamis (17/9/2026).&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami juga   telah memutuskan bahwa untuk
  jangka panjang kita mempelajari tentang   kesuksesan daripada B50.
  Berangkat belajar dari ini, Bapak Presiden   tadi memerintahkan untuk
  segera menyusun langkah-langkah yang sama   untuk kita membangun
  E50,&amp;quot; ujar Bahlil usai sidang DEN dikutip   dari akun instagram
  resmi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  Rabu   (23/9/2026).&lt;br /&gt;Menurut dia, pengembangan E50 menjadi salah
  satu   langkah untuk mendorong ketersediaan BBM dari dalam negeri. Hal
  ini   sejalan dengan tingginya konsumsi BBM nasional.&lt;br /&gt;Bahlil
  lantas   mencatat konsumsi solar nasional mencapai sekitar 39 juta
  kiloliter   (KL) per tahun, sedangkan konsumsi bensin berada di
  kisaran 39 juta   hingga 40 juta KL per tahun.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita tahu
  konsumsi BBM kita   untuk solar kita per tahun 39 juta kl dan bensin
  sama hampir 39-40   juta ini sebagai bentuk daripada mendorong
  ketersediaan bbm dalam   negeri,&amp;quot; kata Bahlil.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260923171351-4-770330/rosan-sambangi-kantor-bahlil-bahas-apa"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-24T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Batu Bara Mau Disulap Jadi Bensin, Ahli Sarankan Ini ke Prabowo</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347391" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347391</id>
    <updated>2026-09-24T01:00:36Z</updated>
    <published>2026-09-24T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia
  (Perhapi) memberikan saran kepada pemerintahan Presiden RI Prabowo
  Subianto untuk melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara
  dalam rencana mengembangkan bensin berbahan baku &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Ketua Umum
  Perhapi Sudirman Widhy mengatakan keterlibatan Danantara dapat menjadi
  salah satu opsi untuk mendukung pembiayaan proyek tersebut, mengingat
  kebutuhan investasinya yang besar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jika memang pemerintah
  serius ingin memulai rencana proses mengubah batubara menjadi bensin,
  saat ini mungkin yang dapat diandalkan untuk membiayai investasinya
  adalah Danantara,&amp;quot; ujar Widhy kepada CNBC Indonesia, Rabu
  (23/9/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menurutnya, Danantara
  dapat bekerja sama dengan badan usaha   milik negara (BUMN) di sektor
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan minyak
  dan   gas bumi. Salah satunya melalui kolaborasi dengan PT Bukit Asam
  Tbk   (PTBA) sebagai produsen &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt; dan PT
  Pertamina (Persero) sebagai BUMN di sektor
  perminyakan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Danantara dapat bekerja sama dengan BUMN
  Produsen Batubara seperti PTBA maupun BUMN pengelola usaha perminyakan
  (Pertamina) untuk mulai menggarap proyek pengubahan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ini menjadi
  bensin,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut, ia menjelaskan secara
  teknologi, pengolahan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; menjadi bensin atau gasoline sebenarnya sudah
  memungkinkan. Afrika Selatan menjadi salah satu negara yang telah
  mengembangkan teknologi tersebut melalui perusahaan Sasol dengan
  fasilitas Coal to Liquid (CTL).&lt;br /&gt;Namun, tantangan utama
  pengembangan proyek ini bukan terletak pada teknologi, melainkan
  keekonomian. Sudirman mengatakan proyek &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi bensin
  membutuhkan capital expenditure (capex) dan biaya operasional yang
  besar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Proses ini akan memerlukan Biaya Modal (Capital
  Expenditure) maupun biaya operasional yang cukup besar yang mungkin
  saat ini tidak akan banyak pihak swasta yang berani untuk berinvestasi
  atau menanamkan modal nya untuk proses pembuatan bensin dari batubara
  ini,&amp;quot; kata dia.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Prabowo mengatakan pengembangan
  bahan bakar dari sumber daya dalam negeri merupakan hasil riset dan
  inovasi para akademisi Indonesia, khususnya dari fakultas-fakultas
  teknik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar
  pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas
  teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah
  bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin
  juga bensin dari &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;,&amp;quot; kata Prabowo saat menghadiri acara Syukuran 100
  Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur, dikutip Minggu
  (20/9/2026).&lt;br /&gt;Menurut Prabowo, keberhasilan program B50 menjadi
  bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam domestik
  untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. &amp;quot;Kita mulai 1 Juli yang
  lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang
  sudah mandiri,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Prabowo menegaskan, kemandirian
  solar menjadi langkah penting di tengah ketidakpastian global yang
  masih dibayangi konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok
  energi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260923154027-4-770286/batu-bara-mau-disulap-jadi-bensin-ahli-sarankan-ini-ke-prabowo"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-24T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Ubah Batu Bara Jadi Bensin Butuh Investasi Besar, Ini Alasannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347362" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347362</id>
    <updated>2026-09-24T01:00:34Z</updated>
    <published>2026-09-24T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah mengembangkan bensin
  berbahan baku &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  dinilai membutuhkan investasi besar. Meski teknologi untuk mengubah
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi
  bensin sudah tersedia, tantangan utama proyek tersebut berada pada
  aspek keekonomian.&lt;br /&gt;Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan
  Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy mengatakan bahwa secara teknologi,
  pengolahan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  menjadi bensin atau gasoline sangat memungkinkan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Secara
  umum, mengubah &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; menjadi bensin (gasoline) sangat memungkinkan. Teknologi
  untuk hal ini juga sudah ada,&amp;quot; kata dia kepada CNBC Indonesia,
  Rabu (23/9/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menurutnya, salah
  satu negara yang telah memiliki teknologi   tersebut adalah Afrika
  Selatan melalui perusahaan Sasol. Perusahaan   tersebut telah
  mengoperasikan fasilitas Coal to Liquid (CTL) untuk   mengolah &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;   menjadi produk
  cair.&lt;br /&gt;Sudirman menjelaskan, proses pengolahan     &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi   bensin
  diawali dengan mengubah &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; menjadi synthetic   gas (syngas). &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;   direaksikan
  dengan oksigen dan uap air pada suhu serta tekanan tinggi   hingga
  menghasilkan gas sintesis berupa karbon monoksida (CO) dan   hidrogen
  (H2).&lt;br /&gt;Syngas kemudian diproses lebih lanjut menjadi   methanol,
  yang selanjutnya dapat diolah menjadi produk turunan seperti
  Dimethyl Ether (DME) maupun gasoline. Namun, Sudirman menegaskan
  persoalan terbesar bukan terletak pada kesiapan teknologi, melainkan
  biaya investasi dan biaya produksi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Permasalahan utama nya
  bukan mengenai teknologi, namun lebih kepada keekonomian,&amp;quot; kata
  dia.&lt;br /&gt;Ia memandang, tingginya kebutuhan investasi dapat menjadi
  pertimbangan bagi perusahaan swasta untuk masuk ke proyek pengolahan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi
  bensin.&lt;br /&gt;Sudirman mencontohkan proyek pengolahan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi DME yang
  sebelumnya direncanakan melibatkan perusahaan asal Amerika Serikat,
  Air Products. Perusahaan tersebut kemudian mundur dari rencana proyek,
  salah satunya karena pertimbangan keekonomian.&lt;br /&gt;&amp;quot;Terbukti
  beberapa waktu lalu Air-Product dari Amerika Serikat, mundur dan
  enggan melanjutkan rencana untuk pembuatan DME dari &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ini, salah
  satunya karena alasan keekonomian,&amp;quot; katanya.&lt;br /&gt;Sebelumnya,
  Prabowo mengatakan pengembangan bahan bakar dari sumber daya dalam
  negeri merupakan hasil riset dan inovasi para akademisi Indonesia,
  khususnya dari fakultas-fakultas teknik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Profesor-profesor
  kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi
  itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar
  dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit,
  dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;,&amp;quot; kata
  Prabowo saat menghadiri acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern
  Darussalam Gontor di Jawa Timur, dikutip Minggu
  (20/9/2026).&lt;br /&gt;Menurut Prabowo, keberhasilan program B50 menjadi
  bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam domestik
  untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita mulai 1 Juli
  yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang
  sudah mandiri,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Prabowo menegaskan, kemandirian
  solar menjadi langkah penting di tengah ketidakpastian global yang
  masih dibayangi konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok
  energi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260923150034-4-770250/ubah-batu-bara-jadi-bensin-butuh-investasi-besar-ini-alasannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-24T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bukan Soal Teknologi, Batu Bara Jadi Bensin Akan Terbentur Keekonomian</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347333" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347333</id>
    <updated>2026-09-24T01:00:31Z</updated>
    <published>2026-09-24T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah mengembangkan bensin
  berbahan baku &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  dinilai memungkinkan untuk direalisasikan. Namun demikian, keekonomian
  proyek yang membutuhkan investasi dan biaya operasional besar menjadi
  tantangan tersendiri.&lt;br /&gt;Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan
  Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy mengatakan, teknologi untuk
  mengubah &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  menjadi bensin atau gasoline sudah tersedia dan telah diterapkan di
  sejumlah negara.&lt;br /&gt;Ia mencontohkan, Afrika Selatan menjadi salah
  satu negara yang telah mengembangkan teknologi tersebut melalui
  perusahaan Sasol yang memiliki fasilitas Coal to Liquid (CTL).&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Teknologi untuk hal ini juga sudah ada.
  Afrika Selatan   merupakan salah satu negara yang telah memiliki
  teknologi ini dimana   Perusahaan mereka yang Bernama SASOL sudah
  memiliki fasilitas pabrik   untuk proses Coal to Liquid,&amp;quot; kata
  Widhy kepada CNBC Indonesia,   Rabu (23/9/2026).&lt;br /&gt;Menurut
  Sudirman, proses pengolahan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi bensin
  pada dasarnya dimulai dengan mengubah &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi synthetic
  gas (syngas). &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  direaksikan dengan oksigen dan uap air pada suhu serta tekanan tinggi
  hingga menghasilkan gas sintesis berupa campuran karbon monoksida (CO)
  dan hidrogen (H2).&lt;br /&gt;Syngas kemudian diproses lebih lanjut menjadi
  methanol, yang selanjutnya dapat diolah menjadi produk turunan seperti
  Dimethyl Ether (DME) maupun gasoline. Namun, Sudirman menegaskan
  persoalan terbesar bukan terletak pada kesiapan teknologi, melainkan
  biaya investasi dan biaya produksi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Permasalahan utama nya
  bukan mengenai teknologi, namun lebih kepada keekonomian,&amp;quot; kata
  dia.&lt;br /&gt;Ia memandang, tingginya kebutuhan investasi dapat menjadi
  pertimbangan bagi perusahaan swasta untuk masuk ke proyek pengolahan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi
  bensin.&lt;br /&gt;Sudirman mencontohkan proyek pengolahan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi DME yang
  sebelumnya direncanakan melibatkan perusahaan asal Amerika Serikat,
  Air Products. Perusahaan tersebut kemudian mundur dari rencana proyek,
  salah satunya karena pertimbangan keekonomian.&lt;br /&gt;&amp;quot;Terbukti
  beberapa waktu lalu Air-Product dari Amerika Serikat, mundur dan
  enggan melanjutkan rencana utk pembuatan DME dari batubara ini, salah
  satunya karena alasan keekonomian,&amp;quot; katanya.&lt;br /&gt;Adapun, jika
  pemerintah serius mengembangkan bensin dari &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, Sudirman menilai
  proyek tersebut pada tahap awal dapat melibatkan BPI Danantara bersama
  BUMN di sektor &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; dan energi.&lt;br /&gt;Danantara, kata dia, dapat bekerja sama
  dengan BUMN produsen &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) serta BUMN pengelola
  usaha perminyakan seperti Pertamina.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pada saat nya kelak di
  kemudian hari, jika proyek pemerintah ini berjalan dengan sukses dan
  feasible secara keekonomian, bukan tidak mungkin akan diikuti juga
  oleh pihak2 lain (swasta) untuk menanamkan investasinya di proyek
  ini,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260923143540-4-770241/bukan-soal-teknologi-batu-bara-jadi-bensin-akan-terbentur-keekonomian"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-24T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Prabowo Mau Ubah Batu Bara Jadi Bensin, Teknologinya ada di Negara Ini</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347304" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5347304</id>
    <updated>2026-09-24T01:00:29Z</updated>
    <published>2026-09-24T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk
  mengembangkan bahan bakar minyak (BBM) berbasis &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dinilai
  memungkinkan untuk dijalankan. Pasalnya, teknologi untuk mengubah
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi
  bensin bahkan telah dikembangkan dan digunakan di Afrika
  Selatan.&lt;br /&gt;Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia
  (Perhapi) Sudirman Widhy menjeaskan bahwa secara teknologi, proses
  mengubah &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  menjadi bensin atau gasoline sudah tersedia.&lt;br /&gt;&amp;quot;Secara umum,
  mengubah batubara menjadi bensin (gasoline) sangat memungkinkan.
  Teknologi untuk hal ini juga sudah ada,&amp;quot; kata Widhy kepada CNBC
  Indonesia, Rabu (23/9/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menurut
  dia, Afrika Selatan menjadi salah satu negara yang telah   memiliki
  teknologi tersebut. Perusahaan asal negara itu, Sasol,   diketahui
  telah memiliki fasilitas pengolahan Coal to Liquid (CTL)   untuk
  mengubah &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt;
  menjadi produk cair.&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, proses awal   mengubah &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;   menjadi bensin
  pada dasarnya serupa dengan teknologi pengolahan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi Dimethyl
  Ether (DME) yang selama ini didorong pemerintah.&lt;br /&gt;Tahap awalnya
  yakni mengubah &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; menjadi synthetic gas (syngas). Dalam proses ini, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; direaksikan
  dengan oksigen dan uap air pada suhu serta tekanan tinggi sehingga
  menghasilkan gas sintesis yang terdiri atas karbon monoksida (CO) dan
  hidrogen (H2).&lt;br /&gt;&amp;quot;Syngas ini kemudian diproses lebih lanjut
  utk menghasilkan product &amp;quot;Methanol&amp;quot;, dan methanol inilah
  yang kemudian dapat diproses menjadi DME atau Gasoline (Bensin),&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;Meski demikian, ia mengaku tantangan utama pengembangan
  bensin dari &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  bukan terletak pada aspek teknologi, melainkan keekonomian proyek.
  Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan biaya modal
  atau capital expenditure (capex) serta biaya operasional yang
  besar.&lt;br /&gt;&amp;quot;Proses ini akan memerlukan Biaya Modal maupun biaya
  operasional yang cukup besar yang mungkin saat ini tidak akan banyak
  pihak swasta yang berani untuk berinvestasi atau menanamkan modal nya
  untuk proses pembuatan bensin dari &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ini,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Prabowo mengatakan pengembangan bahan bakar
  dari sumber daya dalam negeri merupakan hasil riset dan inovasi para
  akademisi Indonesia, khususnya dari fakultas-fakultas
  teknik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar
  pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas
  teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah
  bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin
  juga bensin dari &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;,&amp;quot; kata Prabowo saat menghadiri acara Syukuran 100
  Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur, dikutip Minggu
  (20/9/2026).&lt;br /&gt;Menurut Prabowo, keberhasilan program B50 menjadi
  bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alam domestik
  untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita mulai 1 Juli
  yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang
  sudah mandiri,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Prabowo menegaskan, kemandirian
  solar menjadi langkah penting di tengah ketidakpastian global yang
  masih dibayangi konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok
  energi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260923135323-4-770211/prabowo-mau-ubah-batu-bara-jadi-bensin-teknologinya-ada-di-negara-ini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-09-24T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
