<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-06-02T08:00:32Z</updated>
  <dc:date>2026-06-02T08:00:32Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Siap-Siap, RI Punya BBM Baru B50 Bulan Depan!</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318382" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318382</id>
    <updated>2026-06-02T07:00:29Z</updated>
    <published>2026-06-02T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) memastikan kebijakan biodiesel 50% atau B50 akan mulai berlaku
  secara nasional pada mulai bulan depan. Langkah itu diambil setelah
  serangkaian pengujian penggunaan B50 di berbagai sektor menunjukkan
  hasil yang positif.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan,
  dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Eniya
  Listiani Dewi menyebutkan bahwa seluruh rangkaian uji coba tersebut
  membuktikan performa B50 cukup andal untuk segera digunakan secara
  luas. Dengan pengujian tersebut, pemerintah semakin siap untuk
  menjalankan implementasi bahan bakar campuran nabati mulai 1 Juli
  2026.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sebelumnya sekarang yang sedang berjalan adalah 40%,
  dan Juli mendatang kita akan meningkatkannya menjadi 50% sehingga kita
  bisa mencapai situasi di mana kita tidak lagi mengimpor minyak solar
  lagi,&amp;quot; jelasnya dalam acara The 50th IPA Convention &amp;amp;
  Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, dikutip Selasa (2/6/2026).
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Saat ini, pemerintah sedang
  menyelesaikan tahap akhir uji jalan   (road test) yang mencakup sektor
  otomotif, alat berat pertambangan,   hingga transportasi laut. Hasil
  uji sejauh ini membuktikan bahwa   penggunaan B50 tetap menjaga
  stabilitas mesin dan tidak menimbulkan   gangguan pada komponen
  kendaraan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah kemarin cold start   engine saya di Bromo
  itu sudah bagus kurang dari satu detik bahkan 0,8   detik. Nah ini
  nanti kan kita sudah berhasil di sisi otomotif itu kan   berarti high
  speed engine sudah berhasil,&amp;quot; ungkapnya di sela
  acara.&lt;br /&gt;Keberhasilan uji mesin di suhu rendah seperti kawasan
  Bromo menjadi indikator penting bagi kesiapan teknis B50 sebelum
  diedarkan ke pasar. Pihaknya menyimpulkan jika operasional pada mesin
  berkecepatan tinggi telah sukses, maka penerapan pada mesin kecepatan
  rendah seperti genset dan kereta api akan lebih mudah
  dilakukan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sehingga kita berkesimpulan bisa dimandatorikan
  di 1 Juli, Insya Allah,&amp;quot; kata Eniya.&lt;br /&gt;Di sisi lain,
  pemerintah juga berencana meluncurkan mandatori bensin campur etanol
  sebesar 5% atau E5 secara bersamaan di lokasi tertentu. Kebijakan
  bauran energi tersebut diharapkan dapat menekan angka impor bensin
  secara bertahap seiring dengan peningkatan kapasitas produksi etanol
  dari bahan baku lokal.&lt;br /&gt;&amp;quot;Mandatori untuk E5 itu oke untuk
  nanti dikeluarkan Kepmen alokasi volume. Tetapi arahan dari beliau
  (Menteri ESDM) adalah harus lokal. Bahan baku lokal yang menyatakan
  mampu untuk deliver fuel grade ke kami adalah 26.000 dari tiga
  perusahaan,&amp;quot; pungkasnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan data &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  implementasi program B50 yang ditargetkan mulai Juli 2026 tersebut
  diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun.
  Selain aspek ekonomi, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat
  menambah lapangan kerja nasional dengan target penyerapan lebih dari
  2,2 juta orang tenaga kerja.&lt;br /&gt;Dari sisi lingkungan, penggunaan B50
  ditargetkan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta
  ton CO2 pada tahun 2026. Adapun, hingga pertengahan April 2026,
  realisasi penyaluran biodiesel nasional sendiri telah mencapai 3,90
  juta kilo liter atau sekitar 24,9% dari total alokasi awal tahun
  sebesar 15,65 juta kilo liter.&lt;br /&gt;Secara teknis, spesifikasi B50
  ditingkatkan untuk menjaga performa mesin, diantaranya dengan menekan
  kadar air menjadi maksimal 300 ppm dan monogliserida maksimal 0,47%
  massa. Stabilitas oksidasi juga diperkuat menjadi minimal 900 menit
  untuk menjamin kualitas bahan bakar tetap prima selama masa
  penyimpanan dan distribusi di berbagai wilayah.&lt;br /&gt;Pemerintah
  menargetkan seluruh rangkaian uji coba di sektor otomotif rampung pada
  Juni 2026, sementara sektor strategis lainnya seperti alat berat dan
  perkeretaapian akan selesai bertahap hingga akhir tahun. Dengan hasil
  uji sementara yang menunjukkan performa andal dan aman, B50 siap
  memperkuat kemandirian energi nasional.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260602112625-4-739362/siap-siap-ri-punya-bbm-baru-b50-bulan-depan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-02T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Ekspor 3 SDA Berlaku Satu Pintu, Pengusaha Ramai-Ramai Buka Suara</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318353" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318353</id>
    <updated>2026-06-02T07:00:25Z</updated>
    <published>2026-06-02T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi memberlakukan kegiatan
  ekspor satu pintu untuk tiga komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya
  Indonesia (PT DSI). Untuk tahap awal kegiatan ini mulai berjalan pada
  1 Juni 2026 untuk komoditas&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;
    batu bara&lt;/span&gt;, minyak kelapa sawit dan juga ferro alloy (paduan
  besi).&lt;br /&gt;Atas berlakunya kebijakan ini, sejumlah asosiasi pelaku
  usaha nasional buka suara. Diantara asosiasi tersebut adalah Asosiasi
  Pengusaha Indonesia (APINDO), Indonesian Mining Association (IMA),
  Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;apbi&lt;/span&gt;-ICMA), Forum Industri
  Nikel Indonesia (FINI), serta Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit
  Indonesia (GAPKI).&lt;br /&gt;Dalam pernyataan bersama itu asosiasi menilai
  kebijakan ini bertujuan meningkatkan transparansi perdagangan,
  mencegah praktik under-invoicing dan transfer pricing, serta
  memastikan Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA memberikan kontribusi yang
  lebih optimal bagi perekonomian nasional. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Kami memahami bahwa kebijakan ini bertujuan meningkatkan
  transparansi perdagangan, mencegah praktek under-invoicing dan
  transfer pricing, serta memastikan Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA
  memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional. Dalam
  semangat tersebut, seluruh asosiasi siap berperan sebagai mitra
  konstruktif Pemerintah,&amp;quot; tulis pernyataan bersama dikutip dari
  keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).&lt;br /&gt;Namun demikian, demi
  menjaga stabilitas industri, kepastian berusaha, dan kesinambungan
  arus ekspor nasional, dunia usaha memandang perlu perhatian khusus
  pada aspek-aspek strategis berikut:&lt;br /&gt;1. Implementasi Bertahap dan
  Berbasis Karakteristik Sektor&lt;br /&gt;Pelaksanaan kebijakan hendaknya
  dilakukan secara bertahap, transparan, dan akuntabel, dengan
  mempertimbangkan keunikan masing-masing sektor. Komoditas
    pertambangan,&lt;span style="background-color: yellow;"&gt; batu
  bara&lt;/span&gt;, nikel, ferro-nickel/ferro-alloy, dan kelapa sawit
  memiliki struktur kontrak, rantai pasok, mekanisme pembiayaan, dan
  profil pembeli internasional yang sangat beragam. Selama masa
  transisi, aktivitas ekspor diharapkan tetap berjalan sesuai mekanisme
  yang berlaku, disertai penguatan pengawasan dan integrasi sistem
  digital oleh Pemerintah dan PT Danantara Sumberdaya Indonesia
  (DSI).&lt;br /&gt;2. Kepastian Hukum dan Mekanisme Bisnis&lt;br /&gt;Diperlukan
  jaminan kepastian atas kontrak yang sedang berjalan, kontrak jangka
  panjang, mekanisme pembayaran, serta ketentuan pengapalan dan
  asuransi. Kejelasan mengenai kewajiban DHE, Domestic Market Obligation
  (DMO), dan perlakuan terhadap skema perdagangan internasional (FTA,
  perjanjian bilateral, ketentuan WTO) juga mendesak untuk ditetapkan.
  Pemerintah perlu menerbitkan petunjuk teknis yang transparan guna
  menghilangkan spekulasi negatif dan menjaga kepercayaan pasar
  internasional terhadap Indonesia sebagai pemasok komoditas
  global.&lt;br /&gt;3. Tata Kelola Danantara SDI yang Transparan dan
  Efisien&lt;br /&gt;Operasional DSI diharapkan dijalankan secara transparan
  dan akuntabel, tanpa menimbulkan beban biaya tambahan bagi pelaku
  usaha. Peran DSI sebagai fasilitator dan penguat data ekspor nasional
  perlu ditegaskan secara jelas untuk membangun kepercayaan dunia usaha
  dan pasar internasional.&lt;br /&gt;4. Platform Digital yang Transparan,
  Kredibel, dan Menjamin Kerahasiaan Data&lt;br /&gt;Penanganan
  under-invoicing dan transfer pricing harus dilakukan secara sistemik
  melalui teknologi informasi modern, dengan penegakan hukum yang
  ditujukan pada pelaku pelanggaran secara spesifik. Platform ekspor
  terintegrasi perlu dirancang sebagai closed-loop system yang mencakup
  seluruh rantai industri hulu-hilir, terhubung dengan semua instansi
  terkait, serta menjamin transparansi, kredibilitas, dan kerahasiaan
  data masing-masing pelaku industri.&lt;br /&gt;5. Pembentukan Forum Teknis
  Sektoral&lt;br /&gt;Dunia usaha mengusulkan pembentukan forum koordinasi
  teknis yang melibatkan Pemerintah, DSI, otoritas keuangan, dan
  asosiasi pelaku usaha. Forum ini membahas rincian teknis secara
  komprehensif, meliputi cakupan komoditas, mekanisme penetapan harga,
  Service Level Agreement (SLA), penyelesaian pembayaran dan
  perselisihan, serta tahapan transisi menuju implementasi
  penuh.&lt;br /&gt;6. Sosialisasi kepada Pembeli/Importir&lt;br /&gt;Sosialisasi
  kepada para pembeli dan importir internasional mengenai kebijakan tata
  kelola ekspor ini perlu segera dilaksanakan, baik oleh Pemerintah
  maupun DSI. Asosiasi sektor siap mendukung dan memfasilitasi upaya
  sosialisasi tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;APINDO, IMA, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;apbi&lt;/span&gt;, FINI, dan GAPKI
  menegaskan tekad untuk mendukung Pemerintah melalui masukan teknis
  yang konstruktif, sosialisasi kebijakan kepada seluruh anggota, serta
  pengawalan masa transisi agar berjalan tertib dan tidak mengganggu
  kelancaran ekspor nasional. Melalui dialog terbuka dan implementasi
  yang terukur, kami meyakini kebijakan ini akan memperkuat tata kelola
  SDA, meningkatkan daya saing ekspor, dan memberikan manfaat
  sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional,&amp;quot; tambah pernyataan
  bersama.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260602105430-4-739345/ekspor-3-sda-berlaku-satu-pintu-pengusaha-ramai-ramai-buka-suara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-02T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Aturan Resmi Terbit! Lembaga Ini Disiapkan Bisa Impor Minyak &amp; LPG</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318324" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318324</id>
    <updated>2026-06-02T07:00:23Z</updated>
    <published>2026-06-02T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menyiapkan peran yang lebih besar bagi Balai Besar Pengujian
  Minyak dan Gas (Lemigas) dalam tata kelola pengadaan energi nasional.
  Adapun, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026,
  Lemigas berpeluang menjadi salah satu Badan Layanan Umum (BLU) yang
  dapat melakukan pengadaan, termasuk impor minyak mentah dan bahan
  bakar minyak (BBM) serta LPG.&lt;br /&gt;Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung
  mengatakan pemerintah tidak akan membentuk BLU baru untuk menjalankan
  fungsi tersebut. Sebaliknya, pemerintah akan mengoptimalkan lembaga
  yang sudah ada di lingkungan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;.
  &amp;quot;Jadi kita akan mengoptimalkan penggunaan ini BLU yang ada di
  antaranya adalah Lemigas,&amp;quot; ujar Yuliot di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, dikutip
  Selasa (2/6/2026).&lt;br /&gt;Menurut Yuliot, pengaturan tersebut merupakan
  bagian dari implementasi Perpres Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan
  Minyak Dalam Negeri yang baru diterbitkan pemerintah. Aturan itu
  memberikan ruang tidak hanya kepada badan usaha milik negara (BUMN),
  tetapi juga BLU di bidang energi untuk melakukan pengadaan minyak.
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Meski begitu, ia menjelaskan
  pemerintah tetap mengutamakan   pasokan energi dari dalam negeri.
  Perpres tersebut mengatur agar   minyak mentah yang diproduksi
  kontraktor kontrak kerja sama (KKKS)   dapat diprioritaskan untuk
  memenuhi kebutuhan domestik, terutama saat   pasokan global mengalami
  keterbatasan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi dari perpes itu   pengadaan crude itu
  bisa berasal dari produksi dalam negeri, dari   perusahaan K3S dalam
  negeri. Jadi karena ada keterbatasan suplai   secara global, jadi
  kalau ada komitmen ekspor yang dari perusahaan K3S   itu bisa
  dipasarkan dalam negeri. Dan harganya itu sesuai dengan harga   ICP,
  jadi untuk tidak merugikan perusahaan KKKS sendiri,&amp;quot; ungkap
  Yuliot.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi
  menerbitkan Perpres Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi,
  Bahan Bakar Minyak (BBM), dan/atau Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk
  Ketahanan Energi Nasional.&lt;br /&gt;Beleid ini menjadi payung hukum baru
  bagi pemerintah dalam menjamin ketersediaan energi nasional, termasuk
  membuka ruang bagi Badan Layanan Umum (BLU) sektor energi untuk
  melakukan impor minyak dan BBM.&lt;br /&gt;Dalam Pasal 2, Perpres tersebut
  menyebutkan tujuan utama regulasi ini adalah menjaga tata kelola
  pengadaan minyak bumi, BBM, dan LPG yang baik serta meningkatkan
  kesinambungan pasokan, keandalan sistem energi, dan ketahanan energi
  nasional. Ruang lingkupnya mencakup pengadaan energi dari dalam negeri
  maupun impor.&lt;br /&gt;Adapun, untuk pengadaan dari dalam negeri, Pasal 3
  mengatur bahwa minyak bumi berasal dari produksi kegiatan hulu migas
  nasional. Sementara BBM dan LPG berasal dari produksi kilang minyak
  dan gas bumi yang dilakukan badan usaha di sektor
  energi.&lt;br /&gt;Sedangkan di dalam Pasal 4 mengatur terkait mekanisme
  pengadaan impor. Setidaknya pemerintah membuka tiga jalur pengadaan
  impor, yakni melalui kerja sama antar pemerintah, kerja sama
  Pemerintah Pusat dengan penyedia luar negeri, serta kerja sama badan
  usaha sektor energi dengan pemasok luar negeri.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dalam hal
  pengadaan impor merupakan kesepakatan kerja sama antar pemerintah atau
  kerja sama antara Pemerintah Pusat dengan penyedia di luar negeri
  sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b, pelaksanaan
  impor dapat dilakukan oleh BLU di sektor energi dan/ atau BUMN di
  sektor energi,&amp;quot; tulis ayat 2 pasal 4 aturan tersebut dikutip
  Jumat (29/5/2026).&lt;br /&gt;Di sisi lain, Perpres ini juga memberikan
  fleksibilitas lebih besar dalam kondisi darurat. Dalam Pasal 5 ayat 1
  disebutkan bahwa BLU maupun BUMN dapat melakukan impor dengan
  kriteria:&lt;br /&gt;a. kondisi geopolitik yang berpotensi mengganggu
  kelancaran ketersediaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/ atau LPG
  secara global:&lt;br /&gt;b. gangguan rantai pasok Minyak Bumi, Bahan Bakar
  Minyak, dan/ atau LPG di dalam dan luar negeri;&lt;br /&gt;c. bencana atau
  kondisi kahar dari negara-negara pemasok;&lt;br /&gt;d. keterbatasan suplai
  yang mengakibatkan fluktuasi harga yang tinggi; atau&lt;br /&gt;e. cadangan
  minimal nasional Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/atau LPG di
  bawah ambang batas.&lt;br /&gt;&amp;quot;Menteri menetapkan keadaan mendesak
  berdasarkan kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat 1,&amp;quot; tulis
  pasal 5 ayat 2.&lt;br /&gt;Menariknya, di dalam Pasal 5 ayat 3
  memperbolehkan adanya perbedaan harga dalam pengadaan impor pada
  kondisi mendesak. Perbedaan tersebut dapat didasarkan pada jumlah,
  jenis produk, negara asal, maupun waktu pengiriman sesuai kesepakatan
  kontrak pembelian.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260602084145-4-739305/aturan-resmi-terbit-lembaga-ini-disiapkan-bisa-impor-minyak-lpg"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-02T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Resmi! Daftar Tarif Listrik Pelanggan PLN per kWh, Berlaku 2 Juni 2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318295" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318295</id>
    <updated>2026-06-02T07:00:20Z</updated>
    <published>2026-06-02T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) memastikan tarif tenaga listrik untuk Triwulan II (April-Juni)
  2026 tidak mengalami kenaikan. Keputusan ini diambil sebagai upaya
  Pemerintah menjaga daya beli masyarakat.&lt;br /&gt;Pelaksana Tugas (Plt.)
  Direktur Jenderal Ketenagalistrikan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Tri
  Winarno menyampaikan pengambilan kebijakan tidak menaikkan tarif
  listrik mengacu pada ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan
  kondisi ekonomi masyarakat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Masyarakat tidak perlu cemas,
  karena Pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode triwulan II
  tahun 2026 tetap,&amp;quot; ujar Tri dikutip Selasa (2/6/2026). &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun
  2024 tentang Tarif   Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN
  (Persero), evaluasi   penyesuaian tarif tenaga listrik bagi bagi 13
  golongan pelanggan   non-subsidi dilakukan setiap tiga bulan
  berdasarkan perubahan   realisasi parameter ekonomi makro, meliputi
  nilai tukar rupiah   terhadap dolar Amerika Serikat, Harga Rata-Rata
  Minyak Mentah   Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), inflasi, serta
  Harga Batubara   Acuan (HBA).&lt;br /&gt;Untuk penetapan tarif Triwulan II
  tahun 2026,   parameter ekonomi makro yang digunakan adalah realisasi
  pada periode   November 2025 hingga Januari 2026, yaitu kurs sebesar
  Rp16.743,46 per   US$, ICP sebesar US$62,78 per barel, inflasi sebesar
  0,22 persen,   serta HBA sebesar US$ 70 per ton sesuai kebijakan DMO
  batubara.&lt;br /&gt;Berdasarkan perhitungan parameter tersebut, secara
  formula tarif tenaga listrik berpotensi mengalami perubahan. Namun
  untuk menjaga daya saing industri, daya beli masyarakat, serta
  stabilitas ekonomi nasional di tengah kondisi global, pemerintah
  memutuskan tarif listrik tidak berubah. Begitu pula untuk 25 golongan
  pelanggan bersubsidi juga tidak mengalami perubahan.&lt;br /&gt;Selain itu,
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  mendorong PT PLN (Persero) untuk terus menjaga keandalan pasokan
  listrik, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, serta
  mengoptimalkan efisiensi operasional guna memastikan penyediaan tenaga
  listrik yang andal dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;Berikut daftar tarif
  listrik untuk 13 pelanggan non subsidi selama Triwulan II tahun 2026
  :&lt;br /&gt;1. Golongan R-1/TR daya 900 VA, Rp 1.352 per kWh.&lt;br /&gt;2.
  Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA, Rp 1.445 per kWh.&lt;br /&gt;3. Golongan
  R-1/ TR daya 2.200 VA, Rp 1.445 per kWh.&lt;br /&gt;4. Golongan R-2/ TR daya
  3.500-5.500 VA, Rp 1.700 per kWh.&lt;br /&gt;5. Golongan R-3/ TR daya 6.600
  VA ke atas, Rp 1.700 per kWh.&lt;br /&gt;6. Golongan B-2/ TR daya 6.600
  VA-200 kVA, Rp 1.445 per kWh.&lt;br /&gt;7. Golongan B-3/ Tegangan Menengah
  (TM) daya di atas 200 kVA, Rp 1.122 per kWh.&lt;br /&gt;8. Golongan I-3/ TM
  daya di atas 200 kVA, Rp 1.122 per kWh.&lt;br /&gt;9. Golongan I-4/ Tegangan
  Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas, Rp 997 per kWh.&lt;br /&gt;10. Golongan
  P-1/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.700 per kWh.&lt;br /&gt;11. Golongan
  P-2/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.533 per kWh.&lt;br /&gt;12. Golongan P-3/
  TR untuk penerangan jalan umum, Rp 1.700 per kWh.&lt;br /&gt;13. Golongan L/
  TR, TM, TT, Rp 1.645 per kWh.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260602083629-4-739304/resmi-daftar-tarif-listrik-pelanggan-pln-per-kwh-berlaku-2-juni-2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-02T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Ini Penyebab IHSG Dibuka Melesat 2%</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318266" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318266</id>
    <updated>2026-06-02T07:00:17Z</updated>
    <published>2026-06-02T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
  mengawali perdagangan pertama bulan Juni dengan kenaikan signifikan
  pada Selasa (2/6/2026), berbalik arah dari tekanan yang telah terjadi
  sejak bulan lalu. IHSG lompat ditopang oleh kinerja saham konglomerasi
  yang berbalik arah setelah sebelumnya sempat tertekan dalam.&lt;br /&gt;Pada
  awal perdagangan, IHSG melesat 82,62 poin atau 1,35% ke posisi 6.210.
  Indeks sempat bergerak di rentang 6.11,97 hingga 6.153,71. Tak lama
  setelahnya, IHSG bahkan lompat 2% atau naik 122 poin ke level
  6.249,98.Nilai transaksi di awal perdagangan tercatat sebesar Rp 4,2
  triliun dengan volume 4,91 miliar saham dan frekuensi374 ribu kali
  transaksi. Sebanyak 340 saham tercatat menguat, 237 melemah, dan 156
  bergerak stagnan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Emiten konglomerat khususnya
  milik Grup Barito tercatat menjadi   yang paling banyak ditransaksikan
  pagi ini. Saham-saham Grup Barito   juga tercatat melesat dan menjadi
  penggerak utama kinerja IHSG hari   ini. Saham CUAN tercatat menyentuh
  batas auto rejection atas (ARA),   saham BREN nyaris ARA, saham PTRO
  melesat 10% lebih, saham BRPT dan   TPIA menguat nyaris dua digit,
  sedangkan saham TPIA menguat   3%.&lt;br /&gt;Saham emiten &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt; Grup Sinar Mas
  (DSSA) yang sempat anjlok nyaris 90% tahun   ini, menguat signifikan
  dan menyentuh ARA. Lalu saham AMMN milik Grup   Salim juga lompat hari
  ini.&lt;br /&gt;Saham-saham konglomerat lain, dari   Grup Bakrie hingga
  emiten milik Happy Hapsoro tercatat menguat pada   perdagangan hari
  ini.&lt;br /&gt;Mengutip data Refinitiv, mayoritas sektor   perdagangan
  menguat dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh   infrastruktur,
  barang baku dan energi. Sedangkan sektor teknologi,   konsumer primer
  dan kesehatan tercatat mengalami koreksi.&lt;br /&gt;BREN   tercatat menjadi
  penggerak utama kinerja IHSG hari ini dengan   sumbangsih 28 indeks
  poin, disusul oleh BRPT dan BBCA sebesar 12   indeks poin. &lt;br /&gt;Lalu
  ada emiten konglomerat lain yakni DSSA dan   AMMN dengan kontribusi
  atas penguatan 10 indeks poin.&lt;br /&gt;Adapun   emiten lain yang ikut
  menjadi penopang kinerja IHSG termasuk BBRI,   CUAN, BMRI, AMRT dan
  VKTR.&lt;br /&gt;Memasuki pekan pertama bulan Juni   2026, pelaku pasar akan
  mencermati sejumlah rilis data makroekonomi   utama baik dari dalam
  maupun luar negeri.Selain itu, terdapat beberapa   implementasi
  kebijakan domestik strategis dan dinamika geopolitik   global yang
  patut diperhatikan, termasuk terkait BUMN khusus   ekspor.Mulai 1 Juni
  2026, pemerintah menjalankan serangkaian kebijakan   baru yang
  menyasar pengelolaan devisa ekspor dan stabilitas pasar   valas. Salah
  satu yang paling menonjol adalah pembentukan PT Danantara   Sumber
  Daya Indonesia (DSI) sebagai pengelola mekanisme ekspor satu   pintu
  untuk tiga komoditas strategis, yakni &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, kelapa sawit,
  dan ferro alloy. Ketiga komoditas tersebut menyumbang ekspor senilai
  US$66,13 miliar pada 2025 atau sekitar 23,4% dari total ekspor
  nasional.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
  mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata
  kelola sumber daya alam sekaligus memperkuat pengawasan transaksi
  ekspor.&amp;quot;Sehingga nilai ekspor yang tercatat menggambarkan
  transaksi yang sebenarnya,&amp;quot; ujarnya. Pemerintah akan melakukan
  evaluasi setiap tiga bulan selama masa transisi sebelum implementasi
  penuh pada 1 Januari 2027.Pada saat yang sama, pemerintah juga mulai
  memberlakukan aturan baru terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam
  (DHE SDA) melalui PP Nomor 21 Tahun 2026. Eksportir sektor nonmigas
  kini diwajibkan menempatkan 100% DHE pada rekening khusus di dalam
  negeri selama minimal 12 bulan.Untuk sektor migas, kewajiban
  penempatan ditetapkan sebesar 30% selama sedikitnya tiga bulan.
  Pemerintah juga membatasi konversi devisa ke rupiah maksimal 50% serta
  menyiapkan insentif perpajakan berupa tarif Pajak Penghasilan yang
  lebih rendah bagi eksportir yang patuh. Kebijakan ini diharapkan
  memperkuat cadangan devisa domestik sekaligus meningkatkan manfaat
  ekspor terhadap sistem keuangan nasional.Sementara itu, bursa saham
  Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/2026) di
  tengah meningkatnya ketidakpastian terkait negosiasi perdamaian antara
  Amerika Serikat dan Iran.Melansir CNBC, sentimen tersebut membuat
  investor cenderung berhati-hati meskipun indeks saham utama Wall
  Street kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan sebelumnya.Di
  Jepang, indeks Nikkei 225 dibuka turun 0,52%, sementara Topix
  terkoreksi lebih dalam sebesar 0,98%. Tekanan juga terjadi di Korea
  Selatan dengan indeks Kospi turun 0,32% dan indeks saham
  berkapitalisasi kecil Kosdaq anjlok 2,5%.Pasar saham Australia turut
  bergerak di zona merah dengan indeks S&amp;amp;P/ASX 200 melemah 0,67%.
  Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level
  25.207, lebih rendah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di
  25.398,18.Pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru hubungan AS dan
  Iran setelah Presiden AS Donald Trump meremehkan kemungkinan gagalnya
  pembicaraan damai dengan Teheran. Dalam wawancara dengan CNBC, Trump
  mengatakan dirinya tidak terlalu peduli jika negosiasi tersebut
  berakhir.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(fsd/fsd)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260602092052-17-739325/ini-penyebab-ihsg-dibuka-melesat-2"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-02T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Gerak Saham Batu Bara dan CPO, dari AADI, BUMI, AALI Hingga SMAR Dibayangi Kebijakan Ekspor Satu Pintu</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318237" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318237</id>
    <updated>2026-06-02T07:00:14Z</updated>
    <published>2026-06-02T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan harga saham emiten &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan perkebunan
  kelapa sawit (crude palm oil/CPO) pada perdagangan Senin (2/6/2026)
  cenderung bervariatif, di tengah kebijakan ekspor satu pintu sumber
  daya alam strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia
  (DSI).&lt;br /&gt;Pelaku pasar masih mencermati dampak implementasi
  kebijakan tersebut terhadap rantai perdagangan, kontrak ekspor, hingga
  margin keuntungan perusahaan tambang &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Berdasarkan
  data IDX Mobile hingga pukul 09.30 WIB, saham PT Adaro Andalan
  Indonesia Tbk. (AADI) menjadi satu-satunya emiten &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; berkapitalisasi
  besar yang mengalami pelemahan. AADI turun 1,49% atau 125 poin ke
  level 8.275.&lt;br /&gt;Sebaliknya, sejumlah saham &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; lainnya berhasil
  bertahan di zona hijau. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), salah satunya,
  menguat 1,19% ke level 170. Sementara itu, saham PT Indo Tambangraya
  Megah Tbk. (ITMG) naik 0,79% ke level 22.275.&lt;br /&gt;Kenaikan juga
  terjadi pada saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang menguat 0,36% ke
  level 2.790 dengan kapitalisasi pasar Rp32,1 triliun, serta PT
  Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR) yang naik tipis 0,25% ke posisi
  3.970.&lt;br /&gt;Setali tiga uang, saham-saham perkebunan kelapa sawit
  (CPO) juga menunjukkan pergerakan yang beragam pada perdagangan hari
  ini di tengah perhatian pelaku pasar terhadap kebijakan pemerintah
  tersebut.&lt;br /&gt;Di sektor kelapa sawit atau CPO, berdasarkan data
  perdagangan, saham Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menjadi salah satu
  penguat utama sektor sawit dengan kenaikan 1,93% ke level Rp6.600.
  Penguatan juga terjadi pada PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) yang
  melonjak 5,71% ke Rp740.&lt;br /&gt;Sementara itu, PT Dharma Satya Nusantara
  Tbk. (DSNG) menguat 3,36% ke Rp1.230. Di sisi lain, Saham PT Sinar Mas
  Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) bergerak relatif stabil
  dengan koreksi tipis 0,20% ke Rp4.900, sedangkan PT Eagle High
  Plantations Tbk. (BWPT) naik 1,20% ke Rp84.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Adapun, sentimen yang membayangi pergerakan saham emiten sektor
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan CPO
  berasal dari mulai berlakunya masa transisi ekspor komoditas strategis
  melalui DSI sejak 1 Juni 2026. Pemerintah mewajibkan eksportir &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, CPO, dan paduan
  besi (ferro alloy) melaporkan dokumen ekspor melalui DSI sebelum
  implementasi penuh yang ditargetkan paling lambat pada awal
  2027.&lt;br /&gt;Tim riset OCBC Sekuritas mengatakan bahwa untuk pekan ini,
  aktivitas perdagangan diperkirakan kembali meningkat seiring dengan
  normalnya jumlah hari bursa. Selain itu, sentimen pasar diperkirakan
  masih akan dipengaruhi oleh implementasi tahap pertama skema ekspor
  baru.&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan
  transparansi harga ekspor, menekan praktik under-invoicing,
  mengoptimalkan penerimaan negara, serta memperkuat pasokan
  devisa.&lt;br /&gt;Namun, pelaku industri masih menunggu kejelasan teknis
  terkait dengan kontrak jangka panjang, mekanisme perdagangan, hingga
  peran trader dalam rantai ekspor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan
  mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya
  ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap
  segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260602/7/1977743/gerak-saham-batu-bara-dan-cpo-dari-aadi-bumi-aali-hingga-smar-dibayangi-kebijakan-ekspor-satu-pint"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-02T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Video: Arah Batu Bara RI Hadapi Gelombang Panas Asia- Peresmian PT DSI</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318210" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318210</id>
    <updated>2026-06-02T01:00:10Z</updated>
    <published>2026-06-02T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia- Harga komoditas &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; masih bergerak
  volatil seiring dengan masih ramainya sentimen dari dalam dan luar
  negeri. Data Refinitiv mencatat harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; berada di USD
  137,5 per ton pada perdagangan Kamis (28/5/2026) atau melemah
  0,5%.&lt;br /&gt;Kondisi Cuaca panas dan lembab akibat fenomena El Niño di
  Asia yang akan mendongkrak kebutuhan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; diperkirakan akan
  mendongkrak harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; dunia. Namun dari dalam negeri pembentukan BUMN Khusus
  ekspor komoditas masih menjadi perhatian dunia
  usaha.&lt;br /&gt;Selengkapnya simak ulasan Shania Alatas dengan Commodity
  Expert CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta dalam
  Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 29/05/2026)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260529103223-8-738658/video-arah-batu-bara-ri-hadapi-gelombang-panas-asia-peresmian-pt-dsi"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-02T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Ekspor Sawit, Batu Bara &amp; Ferro Alloy RI Lewat PT DSI, Ini Alasannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318141" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318141</id>
    <updated>2026-06-01T01:00:24Z</updated>
    <published>2026-06-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi menunjuk PT Danantara
  Sumber Daya Indonesia (PT DSI) sebagai BUMN ekspor yang akan mengelola
  mekanisme ekspor satu pintu. Khususnya untuk sejumlah komoditas sumber
  daya alam (SDA) strategis.&lt;br /&gt;Menteri Koordinator Bidang
  Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pada tahap awal,
  kebijakan tersebut akan mencakup tiga komoditas utama yakni &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, kelapa sawit,
  dan ferro alloy.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Pelaksanaan ini
  pada tahap awal akan dimulai dengan tiga   komoditas strategis yang
  merupakan juga tiga ekspor terbesar kita.   Yang pertama adalah &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt;, kedua kelapa
  sawit, dan ketiga terkait dengan ferro   alloy,&amp;quot; kata Airlangga
  dalam Konferensi Pers di Jakarta, Minggu   (31/5/2026).&lt;br /&gt;Menurut
  dia, kebijakan ini diperlukan untuk   memperkuat pengawasan ekspor
  sekaligus meningkatkan kualitas dan   validitas data ekspor
  nasional.&lt;br /&gt;Di samping itu, pengaturan baru   tersebut bertujuan
  untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan ekspor   guna mencegah
  berbagai praktik yang merugikan negara, seperti under   invoicing,
  transfer pricing, serta pelarian devisa hasil
  ekspor.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sehingga nilai ekspor yang tercatat menggambarkan
  besarnya transaksi ekspor yang sebenarnya, sehingga kewajiban terhadap
  negara dan penerimaan negara dari pelaksanaan ekspor lebih
  optimal,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan data yang ia paparkan, nilai
  ekspor tiga komoditas tersebut pada 2025 mencapai US$66,13 miliar atau
  sekitar 23,4% dari total ekspor nasional. Ketiganya juga menjadi salah
  satu penopang utama surplus neraca perdagangan Indonesia yang telah
  berlangsung selama 71 bulan berturut-turut.&lt;br /&gt;Rinciannya yakni
  nilai ekspor &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  mencapai US$24,48 miliar, ekspor kelapa sawit atau CPO sebesar
  US$24,42 miliar, sedangkan ferro alloy atau besi paduan mencapai
  US$16,49 miliar.&lt;br /&gt;&amp;quot;71 bulan berturut-turut dengan gambaran
  nilai ekspor &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  sekitar US$ 24,48 miliar, kemudian kelapa sawit CPO sebesar US$ 24,42
  miliar, kemudian terkait dengan ferroalloy atau besi paduan sebesar
  US$ 16,49 miliar,&amp;quot; ujar Airlangga.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(fsd/fsd)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260531144922-4-739040/ekspor-sawit-batu-bara-ferro-alloy-ri-lewat-pt-dsi-ini-alasannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Sah! Ekspor Sawit, Batu Bara, dan Ferro Alloy Lewat PT DSI Mulai Besok</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318112" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318112</id>
    <updated>2026-06-01T01:00:22Z</updated>
    <published>2026-06-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengumumkan pembentukan PT
  Danantara Sumber Daya Indonesia untuk ekspor komoditas dalam negeri.
  Pada tahap awal, PT DSI akan menaungi ekspor tiga komoditas, yakni
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, kelapa
  sawit, dan ferro alloy.&lt;br /&gt;Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,
  Airlangga Hartarto menjelaskan pembentukan ini sebagai lanjutan dari
  pidato Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki tata kelola sumber
  daya alam.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Pelaksanaan ini pada tahap awal dimulai
  pada tiga ekspor   terbesar kita, pertama &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt;, kelapa sawit,
  dan ferro alloy,&amp;quot; kata Airlangga dalam   konferensi pers di
  Jakarta, Minggu (31/5/2026). &lt;br /&gt;&amp;quot;Ekspor   tiga sumber daya
  alam ini akan dilakukan dengan mekanisme ekspor satu   pintu yakni PT
  Danantara Sumber Daya Indonesia, agar terlaksana lebih   baik,&amp;quot;
  dia menjelaskan.&lt;br /&gt;Airlangga menambahkan pengaturan ini   akan
  memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor. Harapannya dapat
  mencegah adanya praktik under pricing dan devisa yang lari dari hasil
  ekspor.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sehingga nilai ekspor yang tercatat menggambarkan
  transaksi yang sebenarnya,&amp;quot; ucapnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ketiga
  komoditas yang masuk dalam tahap awal ini menyumbang   US$66,13 miliar
  pada 2025. Implementasi ekspor satu pintu ini   dilakukan mulai Senin
  (1/6/2026) besok. Evaluasi akan dilakukan dalam   tiga bulan pertama
  dan implementasi penuh dilakukan mulai 1 Januari
  2027.&lt;br /&gt;Airlangga mengatakan persiapan ini agar pihak terkait punya
  cukup waktu untuk melakukan penyesuaian. Termasuk menjaga kepastian
  berusaha.&lt;br /&gt;&amp;quot;Implemantasi akan berlaku mulai besok 1 Juni 2026
  yang merupakan periode transisi dimana kewajiban ekspor utk melaporkn
  kegiatan ekspornya melalui PT DSI dalam pelaopran ini dilayani oleh
  Bea Cukai dalam format akses portal,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dengan
  demikian pengusaha, para eksportir, dan pihak terkait memiliki waktu
  cukup untuk melakukan penyesuaian kebijakan ini,&amp;quot; jelas
  Airlangga.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara itu, Chief Operating Officer (COO)
  Danantara Indonesia   Dony Oskaria memastikan pengelolaan ekspor oleh
  PT DSI dilakukan   secara transparan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Di PT DSI kami
  memastikan perusahan ini   akan berjalan sesuai dengan government yang
  transparan. Kami gak mau   satu niat gak baik dikelola yang gak baik
  jadi pemindahan masalah   saja. Kami memastikan perusahaan yang
  dibentuk itu akan berjalan   transparan,&amp;quot; tegas dia di tempat
  yang sama.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(npb/wur)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260531135320-4-739034/sah-ekspor-sawit-batu-bara-dan-ferro-alloy-lewat-pt-dsi-mulai-besok"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Nasib Cuan &amp;amp Boncos Emiten Komoditas Saat Ekspor Satu Pintu Danantara Bergulir</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318083" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318083</id>
    <updated>2026-06-01T01:00:20Z</updated>
    <published>2026-06-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Kebijakan ekspor satu pintu melalui PT
  Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai memasuki fase implementasi
  bertahap dan memunculkan beragam respons di pasar. Di satu sisi,
  kebijakan ini dinilai berpotensi memperkuat tata kelola dan daya tawar
  ekspor komoditas nasional. Namun di sisi lain, investor mulai menakar
  dampaknya terhadap prospek laba, valuasi, dan ruang pertumbuhan emiten
  komoditas yang selama ini bergantung pada fleksibilitas pasar
  ekspor.&lt;br /&gt;Kebijakan ekspor satu pintu secara bertahap akan mulai
  berlaku pada 1 Juni 2026 dan menyasar tiga kelompok komoditas utama,
  yakni &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, kelapa
  sawit, dan paduan besi (ferroalloy). Pemerintah menyiapkan masa
  transisi sebelum kebijakan berjalan penuh agar pelaku usaha memiliki
  ruang menyesuaikan proses bisnis dan administrasi ekspornya.&lt;br /&gt;Pada
  tahap awal atau masa transisi yang berlangsung hingga 31 Desember
  2026, kegiatan ekspor masih dapat dilakukan seperti biasa oleh
  masing-masing perusahaan. Dokumen ekspor, mulai dari pemberitahuan
  ekspor barang (PEB), dokumen kepabeanan, hingga dokumen transaksi
  tetap menggunakan identitas eksportir
  masing-masing.&lt;br /&gt;Perbedaannya, pelaku usaha diwajibkan menyampaikan
  laporan secara berkala kepada PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI),
  sementara pemerintah melakukan evaluasi efektivitas implementasi dalam
  tiga bulan pertama.&lt;br /&gt;Memasuki tahap implementasi penuh mulai 1
  Januari 2027, pola operasional ekspor akan berubah secara signifikan.
  DSI akan mengambil peran sebagai eksportir utama yang bertanggung
  jawab atas keseluruhan rantai proses ekspor, mulai dari transaksi dan
  kontrak, penyelesaian kepabeanan, pengangkutan, hingga penerimaan
  pembayaran.&lt;br /&gt;Perubahan struktur ini membuat pasar mulai menghitung
  ulang dampaknya terhadap profitabilitas dan prospek pertumbuhan emiten
  yang selama ini menikmati fleksibilitas dalam mengelola kontrak dan
  penjualan ekspor.&lt;br /&gt;Produk yang dikenakan kebijakan ekspor satu
  pintu ini adalah untuk &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; meliputi antrasit, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; bahan bakar dan
  lignit. Kemudian untuk sawit, adalah CPO, minyak goreng, used cooking
  oil (UCO)/minyak jelantah, sampai POME oil. Sedangkan, untuk besi
  meliputi fero-nikel, fero-silikon-mangan, sampai
  fero-titanium.&lt;br /&gt;Tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya
  yang terbit 25 Mei 2026 menakar sejumlah skenario dampak kebijakan
  ekspor satu pintu terhadap emiten komoditas. Dalam skenario dasar
  (base case), analis mengasumsikan struktur eksportir tunggal dengan
  kontrak back-to-back, di mana PT DSI akan mencocokkan kontrak
  pembelian dari produsen dengan kontrak penjualan ekspor. Dengan
  demikian, BUMN tidak perlu menanggung risiko persediaan maupun risiko
  fluktuasi harga pasar.&lt;br /&gt;Dalam struktur ini emiten tetap menerima
  harga yang mengikuti pasar, PT DSI akan memperoleh pendapatan berupa
  fee, sementara dampak terhadap laba emiten komoditas relatif dapat
  dikelola.&lt;br /&gt;&amp;quot;Namun, apabila pemerintah memilih skema cost-plus
  atau harga tetap/dibatasi dampaknya akan sangat besar. Dalam kondisi
  tersebut, perusahaan tambang pada dasarnya menjadi pemasok dengan
  margin yang diatur pemerintah, kehilangan potensi keuntungan dari
  kenaikan harga ekspor, tetapi tetap menanggung risiko
  operasional,&amp;quot; tulis riset tersebut, dikutip Minggu
  (31/5/2026).&lt;br /&gt;Menilik dampaknya di pasar saham, metode analisa
  sensitivitas DCF atau Discounted Cash Flow menemukan dampaknya akan
  berbeda dirasakan oleh tiap emiten, khususnya emiten &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Untuk PT Adaro
  Andalan Indonesia Tbk. (AADI), analis menyebut bahwa penerapan margin
  EBITDA sebesar 13–15% (sebagai proksi skema cost-plus) mengindikasikan
  potensi penurunan valuasi sekitar 28% dari level sebelum
  pengumuman.&lt;br /&gt;&amp;quot;Untuk PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG),
  harga saham saat ini tampaknya sudah banyak mencerminkan asumsi margin
  tetap (fixed margin), sehingga potensi penurunan tambahan relatif
  lebih terbatas,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, tim riset Kiwoom
  Sekuritas dalam riset yang terbit 29 Mei 2026 mengatakan kebijakan
  ekspor satu pintu cukup logis jika melihat kondisi ekonomi Indonesia
  saat ini. Ekspor satu pintu dinilai akan mengurangi potensi
  under-invoicing dan meningkatkan transparansi ekspor. Dengan
  transparansi dan perbaikan tata kelola ekspor, ini akan meningkatkan
  bargaining power Indonesia terhadap komoditas strategis.&lt;br /&gt;Di sisi
  lain, tantangan terbesarnya adalah implementasi kebijakan. Analis
  mencatat saat ini pasar sedang dalam kondisi yang cukup sensitif,
  outflow asing di pasar modal telah mencapai sekitar Rp54,5 triliun,
  sedangkan rupiah loyo di level terendah sepanjang
  sejarah.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dari sudut pandang pasar modal, keberhasilan
  kebijakan ini akan sangat ditentukan oleh kualitas implementasi,
  transparansi tata kelola, dan kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan
  investor,&amp;quot; tulis sekuritas.&lt;br /&gt;Sementara itu, Head of Research
  KISI Sekuritas Muhammad Wafi menjabarkan pro dan kontra kebijakan
  ekspor satu pintu. Dari sisi peluang, koordinasi ekspor yang terpusat
  berpotensi memperkuat bargaining power di pasar global, mengurangi
  perang harga antar eksportir domestik, memperbaiki tata niaga, dan
  membuka akses pasar baru jika jaringan pemasaran terintegrasi berjalan
  efektif.&lt;br /&gt;Dari sisi risiko, menurutnya pasar mungkin lebih fokus
  ke potensi penurunan harga jual rata-rata atau ASP akibat hilangnya
  fleksibilitas penjualan, tambahan layer biaya transaksi, risiko
  settlement jika transaksi tidak berbasis dolar AS penuh, dan
  berkurangnya agility emiten mengelola kontrak ekspor.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi,
  emiten dengan eksposur ekspor tinggi seperti BYAN, ITMG, ADRO, AADI,
  BUMI, INDY, dan HRUM, saya lihat sentimen awal cenderung negatif
  sampai detail implementasinya jelas,&amp;quot; kata
  Wafi.&lt;br /&gt;_____&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak
  membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di
  tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala
  kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260601/7/1977456/nasib-cuan-boncos-emiten-komoditas-saat-ekspor-satu-pintu-danantara-bergulir"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>BUMA Internasional (DOID) Cetak Pendapatan Rp5,4 Triliun Kuartal I/2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318054" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318054</id>
    <updated>2026-06-01T01:00:18Z</updated>
    <published>2026-06-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — PT BUMA Internasional Group Tbk. (DOID)
  mencetak pendapatan sebesar US$318 juta atau setara Rp5,4 triliun
  kuartal I/2026 (kurs Jisdor Rp16.999 per dolar AS 31 Maret
  2026).&lt;br /&gt;Manajemen BUMA dalam keterangan resminya menjelaskan
  pendapatan BUMA tercatat sebesar US$318 juta, turun 10% YoY, sejalan
  dengan portofolio aktif yang lebih kecil. &lt;br /&gt;Average Selling Price
  (ASP) bisnis kontraktor pertambangan naik 3% YoY, didukung oleh porsi
  kontrak rise and fall yang lebih tinggi serta kenaikan tarif
  berjenjang yang terkait dengan harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;Sementara
  itu, EBITDA meningkat 98% YoY menjadi US$28 juta dari US$14 juta pada
  kuartal I/2025, dengan margin EBITDA meningkat menjadi 11% dari 5%
  pada kuartal I/2025.&lt;br /&gt;Adapun DOID mencatat rugi bersih sebesar
  US$24 juta atau setara Rp407,97 miliar, dibandingkan dengan rugi
  bersih sebesar US$70 juta pada kuartal I/2025.&lt;br /&gt;Manajemen
  mengungkapkan perbaikan sebesar 66% YoY ini mencerminkan pemulihan
  EBITDA serta tiga faktor non-operasional yang mendukung, yaitu
  keuntungan sebesar US$12 juta dari optimisasi portofolio ACG yang
  masih berjalan melalui penjualan aset lahan, penurunan kerugian
  investasi dari 29Metals sebesar US$12 juta, serta tidak berulangnya
  pencadangan piutang di Australia sebesar US$4 juta yang dicatat pada
  kuartal I/2025.&lt;br /&gt;Iwan Fuad Salim, Direktur BUMA International
  Group, mengatakan kuartal I/2026 menunjukkan pemulihan yang dilakukan
  sepanjang 2025 terus berlanjut di kuartal yang secara musiman penuh
  tantangan.&lt;br /&gt;“EBITDA meningkat hampir dua kali lipat secara tahunan
  meskipun pendapatan lebih rendah, didukung oleh disiplin biaya yang
  lebih kuat dan peningkatan produktivitas,” tutur Iwan. &lt;br /&gt;Dia juga
  menuturkan disiplin operasional dan perbaikan EBITDA tetap terjaga
  melewati puncak musim hujan pada Februari, memberikan DOID landasan
  yang lebih kuat sepanjang tahun ini.&lt;br /&gt;“Fondasi telah terbentuk,
  dan fokus kami ke depan adalah eksekusi yang solid seiring memasuki
  kuartal operasional yang lebih kering,” ucapnya.&lt;br /&gt;DOID juga
  mencatatkan belanja modal sebesar US$20 juta, yang dialokasikan untuk
  menjaga keandalan armada dan keberlanjutan operasional.&lt;br /&gt;Sementara
  itu, arus kas bebas (free cash flow) berbalik positif menjadi US$2
  juta, dibandingkan dengan negatif US$19 juta pada kuartal I/2025.
  Perbaikan ini terutama didorong oleh penerimaan sebesar US$17 juta
  dari penjualan lahan dalam kerangka optimisasi portofolio ACG, serta
  didukung oleh pemulihan EBITDA dan belanja modal yang jauh lebih
  rendah.&lt;br /&gt;Dari sisi operasional, volume overburden removal turun
  12% YoY menjadi 89 juta bank cubic meters (MBCM), sementara produksi
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; turun 20%
  YoY menjadi 15 juta ton (MT). &lt;br /&gt;Penurunan volume terutama
  mencerminkan berakhirnya kontrak di site Binungan di Indonesia dan
  site Burton di Australia, serta ramp-down di dua site Indonesia pada 2025.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260601/192/1977455/buma-internasional-doid-cetak-pendapatan-rp54-triliun-kuartal-i2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Respons Astra Agro Lestari (AALI) Soal PP Ekspor SDA</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318025" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5318025</id>
    <updated>2026-06-01T01:00:15Z</updated>
    <published>2026-06-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) buka suara
  terkait rencana pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah mengenai
  Ekspor SDA atau PP Ekspor SDA. AALI menuturkan belum mengetahui
  ketentuan rinci dari PP tersebut. &lt;br /&gt;Direktur sekaligus Sekretaris
  Perusahaan AALI Tingning Sukowignjo menjelaskan sepanjang pengetahuan
  perseroan, hingga saat ini AALI belum memperoleh salinan resmi dari PP
  ekspor SDA, sehingga AALI belum mengetahui ketentuan rinci yang diatur
  dalam kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;“Perseroan belum dapat memberikan
  tanggapan secara lebih rinci ataupun menyimpulkan secara komprehensif
  dampak penerapan kebijakan tersebut terhadap perseroan,” tutur
  Tingning.&lt;br /&gt;Tingning juga menjelaskan dalam menjalankan kegiatan
  usahanya, AALI berkomitmen untuk menerapkan prinsip tata kelola
  perusahaan yang baik serta mematuhi ketentuan peraturan
  perundang-undangan yang berlaku, sambil terus memantau perkembangan
  kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;Sebelumnya sejumlah emiten CPO juga telah
  menyampaikan tanggapannya terkait PP Ekspor SDA tersebut. PT Dharma
  Satya Nusantara Tbk. (DSNG) dan PT Sinar Mas Agro Resources &amp;amp;
  Technology Tbk. (SMAR) menyampaikan akan terus memantau dampak PP yang
  akan terbit tersebut terhadap perseroan dan
  operasionalnya.&lt;br /&gt;“Perseroan senantiasa memantau perkembangan
  rencana penerbitan PP Tata Kelola Ekspor SDA,” tulis manajemen
  DSNG.&lt;br /&gt;DSNG juga mengungkapkan pihaknya hanya melakukan penjualan
  produk kelapa sawit ke pasar dalam negeri atau domestik, sehingga
  perseroan tidak melihat adanya dampak material secara langsung dari
  rencana kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;Sementara itu, SMAR menuturkan
  pihaknya berkomitmen untuk tetap mematuhi seluruh peraturan pemerintah
  dan ketentuan perundangan yang berlaku, termasuk kebijakan terkait
  tata kelola ekspor SDA yang akan diterbitkan.&lt;br /&gt;Melansir laman
  Sekretariat Kabinet RI, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan
  penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas
  Sumber Daya Alam sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengawasan
  dan tata kelola ekspor komoditas nasional.&lt;br /&gt;Melalui kebijakan
  tersebut, Prabowo mengatakan, penjualan ekspor komoditas wajib
  dilakukan melalui badan usaha milik negara (BUMN) yang ditunjuk
  pemerintah sebagai pengekspor tunggal. Kebijakan tersebut akan dimulai
  dari tiga komoditas strategis, yakni minyak kelapa sawit, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, dan paduan besi
  atau ferro alloys.&lt;br /&gt;“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita,
  kita mulai dengan minyak kelapa sawit, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, dan paduan besi
  (ferro alloys), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui
  BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai
  pengekspor tunggal. Dalam artian, hasil dari setiap penjualan ekspor
  akan diteruskan oleh BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah kepada pelaku
  usaha pengelola kegiatan tersebut. Ini bisa dikatakan sebagai
  marketing facility,” ujar Prabowo.&lt;br /&gt;Menurut Prabowo, tujuan utama
  kebijakan ini adalah memperkuat pengawasan dan monitoring terhadap
  ekspor komoditas sumber daya alam. Selain itu, kebijakan ini juga
  diarahkan untuk memberantas praktik kurang bayar atau under-invoicing,
  pemindahan harga atau transfer pricing, serta pelarian devisa hasil
  ekspor guna mengoptimalkan penerimaan negara.&lt;br /&gt;“Kebijakan ini akan
  optimalkan penerimaan pajak dan penerimaan negara atas pengelolaan dan
  penjualan sumber daya alam kita,” ucapnya.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260601/192/1977454/respons-astra-agro-lestari-aali-soal-pp-ekspor-sda"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Ramalan Dampak Ekspor Satu Pintu via Danantara bagi Emiten Batu Bara dan CPO Cs</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317996" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317996</id>
    <updated>2026-06-01T01:00:12Z</updated>
    <published>2026-06-01T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Kebijakan ekspor satu pintu secara bertahap
  akan dimulai pada Senin 1 Juni 2026. Komoditas yang dikenakan
  kebijakan ini adalah &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;, kelapa sawit, dan paduan besi (ferroaloy).&lt;br /&gt;Pada
  tahap I (masa transisi) 1 Juni 2026—31 Desember 2026, eksportir masih
  diizinkan melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Dokumen ekspor
  seperti pemberitahuan ekspor barang (PEB), dokumen pelengkap pabean,
  serta dokumen transaksi tetap menggunakan nama perusahaan
  masing-masing.&lt;br /&gt;Namun, yang membedakan adalah perusahaan
  diwajibkan menyampaikan laporan secara berkala kepada PT Danantara
  Sumberdaya Indonesia (DSI). Pemerintah kemudian melakukan evaluasi
  dalam 3 bulan pertama implementasi.&lt;br /&gt;Selanjutnya, pada tahap II
  (masa implementasi penuh) mulai 1 Januari 2027, DSI akan bertindak dan
  bertanggung jawab mutlak sebagai eksportir. Seluruh proses ekspor dari
  hulu ke hilir, dari transaksi, kontrak, penyelesaian kepabeanan,
  pengangkutan, hingga pembayaran akan dieksekusi terpusat oleh anak
  usaha Danantara tersebut.&lt;br /&gt;Produk yang dikenakan kebijakan ekspor
  satu pintu ini adalah untuk &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; meliputi
  antrasit, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  bahan bakar dan lignit. Kemudian untuk sawit, adalah CPO, minyak
  goreng, used cooking oil (UCO)/minyak jelantah, sampai POME oil.
  Sementara itu, untuk besi meliputi fero-nikel, fero-silikon-mangan,
  sampai fero-titanium.&lt;br /&gt;Tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam
  risetnya yang terbit 25 Mei 2026 menakar sejumlah skenario dampak
  kebijakan ekspor satu pintu terhadap emiten komoditas. Dalam skenario
  dasar (base case), analis mengasumsikan struktur eksportir tunggal
  dengan kontrak back-to-back, di mana PT DSI akan mencocokkan kontrak
  pembelian dari produsen dengan kontrak penjualan ekspor. Dengan
  demikian, BUMN tidak perlu menanggung risiko persediaan maupun risiko
  fluktuasi harga pasar.&lt;br /&gt;Dalam struktur ini emiten tetap menerima
  harga yang mengikuti pasar, PT DSI akan memperoleh pendapatan berupa
  fee, sementara dampak terhadap laba emiten komoditas relatif dapat
  dikelola.&lt;br /&gt;“Namun, apabila pemerintah memilih skema cost-plus atau
  harga tetap/dibatasi dampaknya akan sangat besar. Dalam kondisi
  tersebut, perusahaan tambang pada dasarnya menjadi pemasok dengan
  margin yang diatur pemerintah, kehilangan potensi keuntungan dari
  kenaikan harga ekspor, tetapi tetap menanggung risiko operasional,”
  tulis riset tersebut, dikutip Minggu (31/5/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Menilik dampaknya di pasar saham, metode analisa sensitivitas
  DCF atau Discounted Cash Flow menemukan dampaknya akan berbeda
  dirasakan oleh tiap emiten, khususnya emiten &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Untuk PT
  Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), misalnya, analis menyebut bahwa
  penerapan margin EBITDA sebesar 13–15% (sebagai proksi skema
  cost-plus) mengindikasikan potensi penurunan valuasi sekitar 28% dari
  level sebelum pengumuman.&lt;br /&gt;“Untuk PT Indo Tambangraya Megah Tbk.
  (ITMG), harga saham saat ini tampaknya sudah banyak mencerminkan
  asumsi margin tetap (fixed margin), sehingga potensi penurunan
  tambahan relatif lebih terbatas,” ujarnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, tim
  riset Kiwoom Sekuritas dalam riset yang terbit 29 Mei 2026 mengatakan
  bahwa kebijakan ekspor satu pintu cukup logis jika melihat kondisi
  ekonomi Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;Ekspor satu pintu dinilai akan
  mengurangi potensi under-invoicing dan meningkatkan transparansi
  ekspor. Dengan transparansi dan perbaikan tata kelola ekspor, ini akan
  meningkatkan bargaining power Indonesia terhadap komoditas
  strategis.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Di sisi lain, tantangan terbesarnya
  adalah implementasi   kebijakan. Analis mencatat saat ini pasar sedang
  dalam kondisi yang   cukup sensitif, outlflow asing di pasar modal
  telah mencapai sekitar   Rp54,5 triliun, sedangkan rupiah loyo di
  level terendah sepanjang   sejarah.&lt;br /&gt;“Dari sudut pandang pasar
  modal, keberhasilan kebijakan   ini akan sangat ditentukan oleh
  kualitas implementasi, transparansi   tata kelola, dan kemampuan
  pemerintah menjaga kepercayaan investor,”   tulis
  sekuritas.&lt;br /&gt;Setali tiga uang, Head of Research KISI   Sekuritas
  Muhammad Wafi menjabarkan pro dan kontra kebijakan ekspor   satu
  pintu. Dari sisi peluang, koordinasi ekspor yang terpusat   berpotensi
  memperkuat bargaining power di pasar global, mengurangi   perang harga
  antar eksportir domestik, memperbaiki tata niaga, dan   membuka akses
  pasar baru jika jaringan pemasaran terintegrasi berjalan
  efektif.&lt;br /&gt;Dari sisi risiko, menurutnya pasar mungkin lebih fokus
  ke potensi penurunan harga jual rata-rata atau ASP akibat hilangnya
  fleksibilitas penjualan, tambahan layer biaya transaksi, risiko
  settlement jika transaksi tidak berbasis dolar AS penuh, dan
  berkurangnya agility emiten mengelola kontrak ekspor.&lt;br /&gt;“Jadi,
  emiten dengan eksposur ekspor tinggi seperti BYAN, ITMG, ADRO, AADI,
  BUMI, INDY, dan HRUM, saya lihat sentimen awal cenderung negatif
  sampai detail implementasinya jelas,” kata
  Wafi.&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak
  membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di
  tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala
  kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260531/7/1977414/ramalan-dampak-ekspor-satu-pintu-via-danantara-bagi-emiten-batu-bara-dan-cpo-cs"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-06-01T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bukit Asam (PTBA) Konsolidasi Bisnis, Dua Anak Usaha Jasa O&amp;ampM Digabung</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317951" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317951</id>
    <updated>2026-05-31T01:00:11Z</updated>
    <published>2026-05-31T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;) berencana untuk
  menggabungkan dua anak usahanya, yakni PT Bukit Energi Servis Terpadu
  (BEST) dan PT Bukit Energi Investama (BEI), menjadi satu
  entitas.&lt;br /&gt;Dalam pengumuman yang dimuat di Harian Bisnis Indonesia
  pada Sabtu (30/5/2026), manajemen &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; menjelaskan penggabungan
  itu dilakukan sebagai bagian dari penataan (streamlining) anak usaha
  badan usaha milik negara (BUMN) yang tergabung pada holding industri
  pertambangan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND
  ID.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pelaksanaan kebijakan strategis tersebut diharapkan
  dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat fokus pada kegiatan usaha
  inti [core business] perusahaan, serta memperbaiki tata kelola melalui
  pengurangan duplikasi fungsi dan kegiatan usaha sejenis, termasuk
  melalui penggabungan badan usaha,&amp;quot; demikian penjelasan manajemen
  pada pengumuman tersebut. &lt;br /&gt;Penggabungan antara BEI dan BEST akan
  menyisakan BEST sebagai perusahaan yang menerima aksi korporasi ini
  atau surviving entity. Melalui penggabungan, BEST diharapkan menjadi
  perusahaan yang lebih lincah (agile), mempercepat proses konsolidasi,
  dan dapat memberikan nilai tambah yang maksimal bagi &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; sebagai induk.
  &lt;br /&gt;Adapun, BEST adalah perusahaan yang berfokus pada empat pilar
  utama, yaitu jasa operations and maintenance (O&amp;amp;M) serta overhaul
  PLTU, jasa EPC (engineering, procurement, and construction) energi
  baru terbarukan, jasa O&amp;amp;M penunjang pertambangan, serta
  perdagangan suku cadang dan peralatan besar.&lt;br /&gt;Sementara itu, BEI
  bergerak di bidang investasi dan pengembangan energi dengan fokus
  utama pada pengembangan energi baru terbarukan, khususnya pembangkit
  listrik tenaga surya (PLTS). Dalam menjalankan kegiatan usahanya,
  selain investasi di bidang energi terbarukan, BEI mengembangkan
  layanan yang mencakup instalasi, operasi dan pemeliharaan energi
  terbarukan.&lt;br /&gt;BEST dan BEI memperkirakan tanggal efektif
  penggabungan dapat terjadi pada 30 Juni 2026 setelah penandatanganan
  akta penggabungan antara perusahaan peserta penggabungan dan
  diperolehnya persetujuan Menteri Hukum Republik Indonesia atas
  perubahan anggaran dasar BEST sebagai akibat dari pelaksanaan
  penggabungan.&lt;br /&gt;Meski demikian, perusahaan juga menegaskan bahwa
  tanggal tersebut hanya perkiraan dan dapat berubah sewaktu-waktu.
  &lt;br /&gt;Manajemen BEST juga berencana untuk meneruskan hubungan kerja
  karyawan BEI setelah penggabungan, dengan terlebih dahulu memberikan
  penawaran kepada seluruh karyawan BEI dengan mengacu pada ketentuan
  internal BEST khususnya yang berkaitan dengan aspek ketenagakerjaan.
  &lt;br /&gt;Sebagai hasil dari penggabungan, karyawan BEI yang bersedia
  meneruskan hubungan kerja di BEST akan menjadi karyawan BEST dengan
  jenis hubungan kerja berupa PKWTT (perjanjian kerja waktu tidak
  tertentu) atau PKWT (perjanjian kerja waktu tertentu), sebagaimana
  relevan, dengan mempertimbangkan, antara lain status hubungan kerja
  karyawan BEI saat ini.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260530/192/1977339/bukit-asam-ptba-konsolidasi-bisnis-dua-anak-usaha-jasa-om-digabung"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-31T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Mei 2026, Harta Ratusan Triliun</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317909" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317909</id>
    <updated>2026-05-30T07:00:12Z</updated>
    <published>2026-05-30T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Daftar orang terkaya di Indonesia kembali
  mengalami perubahan pada Mei 2026. Sejumlah konglomerat lama masih
  bertahan di posisi teratas, meski nilai kekayaannya ikut bergerak
  mengikuti dinamika pasar dan fluktuasi harga komoditas global.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sektor energi, perbankan, hingga tambang masih menjadi sumber
  utama kekayaan para taipan nasional. Namun koreksi pasar saham
  sepanjang tahun berjalan turut memengaruhi nilai aset beberapa
  pengusaha besar Tanah Air. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Nama Prajogo Pangestu masih
  berada di posisi puncak dalam daftar   miliarder Indonesia versi
  Forbes. Bos Barito Group tersebut tetap   menjadi orang terkaya di RI
  walaupun saham-saham perusahaan   afiliasinya mengalami tekanan dalam
  beberapa waktu terakhir.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara itu, pengusaha &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Low Tuck Kwong
  juga masih bertahan di jajaran elite berkat kuatnya bisnis tambang
  yang sebelumnya menikmati lonjakan harga komoditas. Di sektor
  perbankan, keluarga Hartono tetap menjadi salah satu kekuatan utama
  dalam daftar konglomerat terkaya Indonesia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berikut
  daftar 10 orang terkaya Indonesia per Mei 2026 versi Forbes:&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;1. Prajogo Pangestu - US$20,9 miliar (petrokimia,
  energi)&lt;br /&gt;2. Low Tuck Kwong - US$16,5 miliar (&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;3. R. Budi
  Hartono - US$15,8 miliar (perbankan, rokok)&lt;br /&gt;4. Michael Hartono -
  sekitar US$15 miliar (perbankan, rokok)&lt;br /&gt;5. Anthoni Salim -
  sekitar US$11,9 miliar (diversifikasi)&lt;br /&gt;6. Tahir &amp;amp; keluarga -
  sekitar US$9,7 miliar (rumah sakit, keuangan)&lt;br /&gt;7. Sri Prakash
  Lohia - sekitar US$8,8 miliar (petrokimia)&lt;br /&gt;8. Mariana Budiman -
  sekitar US$6 miliar (data centers)&lt;br /&gt;9. Lim Hariyanto Wijaya
  Sarwono - sekitar US$5,3 miliar (palm oil, nikel, tambang)&lt;br /&gt;10.
  Haryanto Tjiptodiharjo - sekitar US$5 miliar (manufaktur)&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Prajogo Pangestu tercatat memiliki kekayaan sekitar US$20,9
  miliar atau setara Rp372 triliun dengan asumsi kurs Rp17.832 per dolar
  AS. Nilai tersebut membuatnya tetap menjadi orang paling kaya di
  Indonesia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Low Tuck Kwong berada di posisi kedua dengan
  kekayaan mencapai   US$16,5 miliar. Kekayaannya masih ditopang bisnis
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; yang dalam
  beberapa tahun terakhir sempat menikmati supercycle harga
  komoditas.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Di posisi berikutnya terdapat R. Budi Hartono
  dan Michael   Hartono yang kekayaannya berasal dari sektor perbankan
  dan industri   rokok. Keduanya masih menjadi bagian penting dalam
  daftar konglomerat   terkaya di Indonesia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selain
  nama-nama lama, Mariana Budiman juga tetap masuk jajaran   10 besar
  berkat bisnis pusat data atau data center yang terus   berkembang di
  tengah meningkatnya kebutuhan digitalisasi dan layanan   cloud di
  Indonesia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(fab/fab)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260530065117-17-738865/daftar-10-orang-terkaya-di-indonesia-mei-2026-harta-ratusan-triliun"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-30T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Aturan Resmi Terbit! Lemigas Disiapkan Jadi BLU Buat Impor Minyak-LPG</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317841" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317841</id>
    <updated>2026-05-30T01:00:28Z</updated>
    <published>2026-05-30T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) menyiapkan peran yang lebih besar bagi Balai Besar Pengujian
  Minyak dan Gas (Lemigas) dalam tata kelola pengadaan energi nasional.
  Adapun, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026,
  Lemigas berpeluang menjadi salah satu Badan Layanan Umum (BLU) yang
  dapat melakukan pengadaan, termasuk impor minyak mentah dan bahan
  bakar minyak (BBM).&lt;br /&gt;Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan
  pemerintah tidak akan membentuk BLU baru untuk menjalankan fungsi
  tersebut. Sebaliknya, pemerintah akan mengoptimalkan lembaga yang
  sudah ada di lingkungan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi kita akan mengoptimalkan penggunaan ini
  BLU yang ada di antaranya adalah Lemigas,&amp;quot; ujar Yuliot di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jumat
  (29/5/2026). &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menurut Yuliot,
  pengaturan tersebut merupakan bagian dari   implementasi Perpres Nomor
  26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak   Dalam Negeri yang baru
  diterbitkan pemerintah. Aturan itu memberikan   ruang tidak hanya
  kepada badan usaha milik negara (BUMN), tetapi juga   BLU di bidang
  energi untuk melakukan pengadaan minyak.&lt;br /&gt;Meski   begitu, ia
  menjelaskan pemerintah tetap mengutamakan pasokan energi   dari dalam
  negeri. Perpres tersebut mengatur agar minyak mentah yang   diproduksi
  kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dapat diprioritaskan   untuk
  memenuhi kebutuhan domestik, terutama saat pasokan global   mengalami
  keterbatasan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi dari perpes itu pengadaan   crude itu
  bisa berasal dari produksi dalam negeri, dari perusahaan K3S   dalam
  negeri. Jadi karena ada keterbatasan suplai secara global, jadi
  kalau ada komitmen ekspor yang dari perusahaan K3S itu bisa dipasarkan
  dalam negeri. Dan harganya itu sesuai dengan harga ICP, jadi untuk
  tidak merugikan perusahaan KKKS sendiri,&amp;quot; ungkap
  Yuliot.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi
  menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 tentang
  Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan/atau Liquefied
  Petroleum Gas (LPG) untuk Ketahanan Energi Nasional.&lt;br /&gt;Beleid ini
  menjadi payung hukum baru bagi pemerintah dalam menjamin ketersediaan
  energi nasional, termasuk membuka ruang bagi Badan Layanan Umum (BLU)
  sektor energi untuk melakukan impor minyak dan BBM.&lt;br /&gt;Dalam Pasal
  2, Perpres tersebut menyebutkan tujuan utama regulasi ini adalah
  menjaga tata kelola pengadaan minyak bumi, BBM, dan LPG yang baik
  serta meningkatkan kesinambungan pasokan, keandalan sistem energi, dan
  ketahanan energi nasional. Ruang lingkupnya mencakup pengadaan energi
  dari dalam negeri maupun impor.&lt;br /&gt;Adapun, untuk pengadaan dari
  dalam negeri, Pasal 3 mengatur bahwa minyak bumi berasal dari produksi
  kegiatan hulu migas nasional. Sementara BBM dan LPG berasal dari
  produksi kilang minyak dan gas bumi yang dilakukan badan usaha di
  sektor energi.&lt;br /&gt;Sedangkan di dalam Pasal 4 mengatur terkait
  mekanisme pengadaan impor. Setidaknya pemerintah membuka tiga jalur
  pengadaan impor, yakni melalui kerja sama antar pemerintah, kerja sama
  Pemerintah Pusat dengan penyedia luar negeri, serta kerja sama badan
  usaha sektor energi dengan pemasok luar negeri.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dalam hal
  pengadaan impor merupakan kesepakatan kerja sama antar pemerintah atau
  kerja sama antara Pemerintah Pusat dengan penyedia di luar negeri
  sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b, pelaksanaan
  impor dapat dilakukan oleh BLU di sektor energi dan/ atau BUMN di
  sektor energi,&amp;quot; tulis ayat 2 pasal 4 aturan tersebut dikutip
  Jumat (29/5/2026).&lt;br /&gt;Di sisi lain, Perpres ini juga memberikan
  fleksibilitas lebih besar dalam kondisi darurat. Dalam Pasal 5 ayat 1
  disebutkan bahwa BLU maupun BUMN dapat melakukan impor dengan
  kriteria:&lt;br /&gt;a. kondisi geopolitik yang berpotensi mengganggu
  kelancaran ketersediaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/ atau LPG
  secara global:&lt;br /&gt;b. gangguan rantai pasok Minyak Bumi, Bahan Bakar
  Minyak, dan/ atau LPG di dalam dan luar negeri;&lt;br /&gt;c. bencana atau
  kondisi kahar dari negara-negara pemasok;&lt;br /&gt;d. keterbatasan suplai
  yang mengakibatkan fluktuasi harga yang tinggi; atau&lt;br /&gt;e. cadangan
  minimal nasional Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/atau LPG di
  bawah ambang batas.&lt;br /&gt;&amp;quot;Menteri menetapkan keadaan mendesak
  berdasarkan kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat 1,&amp;quot; tulis
  pasal 5 ayat 2.&lt;br /&gt;Menariknya, di dalam Pasal 5 ayat 3
  memperbolehkan adanya perbedaan harga dalam pengadaan impor pada
  kondisi mendesak. Perbedaan tersebut dapat didasarkan pada jumlah,
  jenis produk, negara asal, maupun waktu pengiriman sesuai kesepakatan
  kontrak pembelian.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260529161800-4-738818/aturan-resmi-terbit-lemigas-disiapkan-jadi-blu-buat-impor-minyak-lpg"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-30T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Sah! Prabowo Resmi Terbitkan Aturan BLU Bisa Impor Minyak &amp; LPG</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317812" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317812</id>
    <updated>2026-05-30T01:00:26Z</updated>
    <published>2026-05-30T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan
  Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan
  Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan/atau Liquefied Petroleum
  Gas (LPG) untuk Ketahanan Energi Nasional.&lt;br /&gt;Beleid ini menjadi
  payung hukum baru bagi pemerintah dalam menjamin ketersediaan energi
  nasional, termasuk membuka ruang bagi Badan Layanan Umum (BLU) sektor
  energi untuk melakukan impor minyak dan BBM. Adapun aturan ini resmi
  ditandatangani Presiden Prabowo sejak 30 April 2026&lt;br /&gt;Dalam Pasal
  2, Perpres tersebut menyebutkan tujuan utama regulasi ini adalah
  menjaga tata kelola pengadaan minyak bumi, BBM, dan LPG yang baik
  serta meningkatkan kesinambungan pasokan, keandalan sistem energi, dan
  ketahanan energi nasional. Ruang lingkupnya mencakup pengadaan energi
  dari dalam negeri maupun impor. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Adapun, untuk pengadaan dari dalam negeri, Pasal 3 mengatur
  bahwa minyak bumi berasal dari produksi kegiatan hulu migas nasional.
  Sementara BBM dan LPG berasal dari produksi kilang minyak dan gas bumi
  yang dilakukan badan usaha di sektor energi.&lt;br /&gt;Sedangkan di dalam
  Pasal 4 mengatur terkait mekanisme pengadaan impor. Setidaknya
  pemerintah membuka tiga jalur pengadaan impor, yakni melalui kerja
  sama antar pemerintah, kerja sama Pemerintah Pusat dengan penyedia
  luar negeri, serta kerja sama badan usaha sektor energi dengan pemasok
  luar negeri.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dalam hal pengadaan impor merupakan
  kesepakatan kerja sama antar pemerintah atau kerja sama antara
  Pemerintah Pusat dengan penyedia di luar negeri sebagaimana dimaksud
  pada ayat (1) huruf a dan huruf b, pelaksanaan impor dapat dilakukan
  oleh BLU di sektor energi dan/ atau BUMN di sektor energi,&amp;quot; tulis
  ayat 2 pasal 4 aturan tersebut dikutip Jumat (29/5/2026).&lt;br /&gt;Di sisi
  lain, Perpres ini juga memberikan fleksibilitas lebih besar dalam
  kondisi darurat. Dalam Pasal 5 ayat 1 disebutkan bahwa BLU maupun BUMN
  dapat melakukan impor dengan kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. kondisi
  geopolitik yang berpotensi mengganggu kelancaran ketersediaan Minyak
  Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/ atau LPG secara global;&lt;br /&gt;b.
  gangguan rantai pasok Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/ atau LPG
  di dalam dan luar negeri;&lt;br /&gt;c. bencana atau kondisi kahar dari
  negara-negara pemasok;&lt;br /&gt;d. keterbatasan suplai yang mengakibatkan
  fluktuasi harga yang tinggi; atau&lt;br /&gt;e. cadangan minimal nasional
  Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/atau LPG di bawah ambang
  batas.&lt;br /&gt;&amp;quot;Menteri menetapkan keadaan mendesak berdasarkan
  kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat 1,&amp;quot; tulis pasal 5 ayat
  2.&lt;br /&gt;Menariknya, di dalam Pasal 5 ayat 3 memperbolehkan adanya
  perbedaan harga dalam pengadaan impor pada kondisi mendesak. Perbedaan
  tersebut dapat didasarkan pada jumlah, jenis produk, negara asal,
  maupun waktu pengiriman sesuai kesepakatan kontrak
  pembelian.&lt;br /&gt;Sedangkan dari sisi pendanaan, Pasal 6 mengatur bahwa
  pembiayaan impor yang dilakukan BLU dapat berasal dari dana internal
  BLU maupun sumber pendanaan lain yang sah sesuai ketentuan
  perundang-undangan.&lt;br /&gt;Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan aturan tersebut dirancang untuk
  memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengadaan minyak
  mentah (crude), BBM, maupun LPG di tengah dinamika pasokan energi
  global. Adapun, selama ini pengadaan minyak dari luar negeri umumnya
  dilakukan oleh BUMN seperti Pertamina.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan juga ini ada
  ruang, jadi pengadaan itu melalui BLU di bidang energi. Pengaturan ini
  juga dalam perpes 26 ini sudah diatur. Dan juga kondisi yang ada itu
  adalah kalau kita lihat ini pengadaan ini kan bisa perbedaan
  berdasarkan harga, waktu pengadaan kemudian berasalkan negara,
  kemudian waktu pengiriman. Jadi ini kita payungi,&amp;quot; kata Yuliot di
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  Jumat (29/5/2026).&lt;br /&gt;Meski demikian, Yuliot menegaskan pemerintah
  tidak berencana membentuk BLU baru khusus untuk kegiatan impor minyak.
  Sebaliknya, pemerintah akan mengoptimalkan lembaga yang sudah ada di
  bawah &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  seperti Lemigas.&lt;br /&gt;Sementara itu, saat disinggung apakah skema
  tersebut berkaitan dengan rencana impor minyak dari Rusia, Yuliot
  menjelaskan bahwa pemerintah tidak membatasi sumber pasokan hanya dari
  satu negara.&lt;br /&gt;Menurut dia, Indonesia tetap membuka peluang
  pengadaan minyak dari berbagai negara sesuai kebutuhan dan kondisi
  pasar global.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita impor itu kan bisa dari negara-negara
  lain seperti Nigeria, dari Angola. Itu kan yang kemudian itu juga ada
  dari beberapa negara lain supaya geraknya cepat itu kita membuka
  ruang. Itu BUMN bisa, BLU juga bisa,&amp;quot; ujar Yuliot.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260529155415-4-738812/sah-prabowo-resmi-terbitkan-aturan-blu-bisa-impor-minyak-lpg"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-30T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Dolar AS Tembus Rp17.800 Berimbas ke Harga BBM Juni? Ini Kata ESDM</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317783" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317783</id>
    <updated>2026-05-30T01:00:24Z</updated>
    <published>2026-05-30T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) buka suara terkait potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak
  (BBM) di dalam negeri, terutama menyusul pelemahan nilai tukar rupiah
  yang menembus level Rp17.800 per dolar AS.&lt;br /&gt;Wakil Menteri ESDM
  Yuliot Tanjung mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah
  untuk meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap sektor energi
  nasional. Salah satunya dengan menggenjot peningkatan produksi minyak
  dalam negeri.&lt;br /&gt;Menurut Yuliot, pemerintah saat ini terus mendorong
  peningkatan produksi minyak dalam negeri serta memperkuat kapasitas
  pengolahan domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi untuk kenaikan harga BBM
  yang untuk subsidi ini kan   sudah disampaikan ini menurut perhitungan
  kita kan ada produksi dalam   negeri yang kita dorong itu peningkatan.
  Kilang di dalam negeri pun   itu juga kita juga sudah siapkan,&amp;quot;
  ujar Yuliot di &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;, Jumat   (29/5/2026).&lt;br /&gt;Selain itu, pemerintah juga
  telah menerbitkan   Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026
  tentang Pengadaan   Minyak Dalam Negeri yang menjadi landasan baru
  dalam pengadaan minyak   mentah (crude), BBM, dan LPG.&lt;br /&gt;Melalui
  aturan tersebut, minyak   mentah yang diproduksi kontraktor kontrak
  kerja sama (KKKS) di dalam   negeri dapat diprioritaskan untuk
  memenuhi kebutuhan nasional di   tengah ketatnya pasokan energi
  global.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan harganya itu   sesuai dengan harga ICP, jadi
  untuk tidak merugikan perusahaan KKKS   sendiri. Kemudian yang kedua
  itu bisa juga ini pengadaan yang berasal   dari impor. Yang berasal
  dari impor ini bisa dilaksanakan oleh Badan   Usaha Milik Negara BUNN
  seperti yang sudah berjalan selama ini oleh   Pertamina dan juga
  Pertamina Patra Niaga. Dan juga ini ada ruang, jadi   pengadaan itu
  melalui BLU di bidang energi,&amp;quot; ujar Yuliot.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Harga
  BBM Subsidi Tidak Akan Naik&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menteri Energi dan Sumber
  Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia   sebelumnya memastikan harga
  bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak   akan mengalami kenaikan
  harga hingga akhir tahun 2026.&lt;br /&gt;Hal itu   menjadi strategi
  pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di   tengah lonjakan
  harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh level   US$ 117 per
  barel.&lt;br /&gt;Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah telah   merumuskan
  batas aman harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude
  Price/ICP) untuk menjaga stabilitas anggaran subsidi. Ia menyebutkan
  hal itu menjadi arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto
  dalam merespons fluktuasi pasar energi global.&lt;br /&gt;&amp;quot;Saya dalam
  arahan Pak Presiden Prabowo telah merumuskan untuk ICP sampai US$ 100
  (per barel) rata-rata dari Januari sampai sekarang. Kalau sampai
  sekarang kan naik turun, ada US$80, US$ 90, US$117, rata-rata (ICP)
  sekarang itu sekitar US$80-81 dari Januari-sekarang. Jadi belum US$100
  (per barel) rata-rata dan belum ada kenaikan, insyaallah tidak akan
  naik (harga BBM subsidi),&amp;quot; tegas Bahlil saat ditemui usai Rapat
  Koordinasi, di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  Selasa (19/5/2026).&lt;br /&gt;Pemerintah menilai rata-rata harga minyak
  tahunan Indonesia saat ini masih berada dalam rentang asumsi Anggaran
  Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meskipun terjadi kenaikan harga
  harian yang cukup tajam, akumulasi harga dari awal tahun dinilai belum
  menembus ambang batas yang mengharuskan adanya penyesuaian harga di
  tingkat konsumen.&lt;br /&gt;&amp;quot;Insya Allah (harga BBM subsidi tetap)
  sampai akhir tahun (2026),&amp;quot; kata Bahlil saat menegaskan kepastian
  harga bensin dan solar subsidi tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260529145307-4-738797/dolar-as-tembus-rp17800-berimbas-ke-harga-bbm-juni-ini-kata-esdm"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-30T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bangun 100 Giga Watt PLTS, RI Siapkan Lahan 24.000 Hektare di Sini..</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317754" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317754</id>
    <updated>2026-05-30T01:00:22Z</updated>
    <published>2026-05-30T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai menyiapkan lahan seluas
  24.000 hektare di Pulau Jawa untuk mendukung pembangunan Pembangkit
  Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt (GW), salah satu
  proyek energi terbarukan terbesar yang tengah didorong Presiden
  Prabowo Subianto.&lt;br /&gt;Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan ketersediaan lahan menjadi salah
  satu faktor krusial dalam percepatan realisasi program PLTS 100 GW.
  Sehingga, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN
  untuk mengidentifikasi lokasi yang dapat digunakan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi
  ketersediaan lahan berdasarkan identifikasi yang kita lakukan bersama
  antara kementerian SDM dengan kementerian ATR BPN di Pulau Jawa sudah
  tersedia sekitar 24.000 hektare,&amp;quot; kata Yuliot di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jumat
  (29/5/2026). &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menurutnya, lahan
  tersebut akan diverifikasi lebih lanjut   bersama ATR/BPN dan PT PLN
  (Persero) untuk memastikan kesiapan   infrastruktur pendukung,
  termasuk jaringan transmisi dan gardu induk   yang akan menghubungkan
  pembangkit dengan sistem kelistrikan   nasional.&lt;br /&gt;Yuliot
  menjelaskan, pemerintah juga tengah menyiapkan   landasan regulasi
  guna mempercepat implementasi proyek PLTS 100 GW.   Setidaknya
  pihaknya sedang merampungkan rancangan Peraturan Presiden   (Perpres)
  yang secara khusus mengatur percepatan pembangunan   pembangkit surya
    tersebut&lt;br /&gt;&amp;quot;&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; lagi
  menyelesaikan rancangan peraturan presiden untuk percepatan
  pembangunan PLTS 100 GW. Jadi itu yang kita lakukan. Untuk perancangan
  peraturan presidennya, ini kita juga disamping izin prakarsa paralel
  kita juga lagi melakukan pembahasan antar kementerian lembaga,
  sehingga dasar regulasinya itu bisa dilakukan itu percepatan untuk
  listrik 100 GW dari PLTS ini,&amp;quot; kata Yuliot.&lt;br /&gt;Sebagaimana
  diketahui, Presiden Prabowo Subianto mempercepat langkah transisi ke
  energi hijau salah satunya dengan target pembangunan Pembangkit
  Listrik Tenaga Surya (PLTS) kapasitas raksasa. Dia menargetkan
  Indonesia bisa mencapai kapasitas terpasang hingga 100 Gigawatt (GW)
  setidaknya pada 2029 mendatang.&lt;br /&gt;Prabowo menegaskan bahwa
  pemerintah akan memaksimalkan pemanfaatan listrik dari energi surya
  dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami ingin bergerak
  sangat cepat untuk menggunakan listrik dari energi surya. Kami
  memiliki rencana dan kami bertekad untuk berjalan secepat mungkin,
  dalam waktu tiga tahun, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi
  surya,&amp;quot; ujar Prabowo dalam acara Indonesia-Japan Business Forum
  di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).&lt;br /&gt;Rencana percepatan
  pembangunan PLTS tersebut dinilai mendesak untuk direalisasikan.
  Menurutnya, eskalasi konflik dan ketidakpastian geopolitik yang terus
  berkembang, khususnya di kawasan Timur Tengah menjadi ancaman bagi
  stabilitas pasokan energi nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bagi kami, hal ini
  lebih mendesak karena situasi geopolitik di Timur Tengah memberikan
  ketidakpastian strategis bagi keamanan energi kami,&amp;quot; tegas
  Prabowo.&lt;br /&gt;Sebagai antisipasi, pemerintah terus berupaya
  mengamankan pasokan melalui pemanfaatan sumber daya domestik. Selain
  tenaga surya, Indonesia juga memiliki potensi besar di sektor panas
  bumi serta tengah menggenjot produksi bahan bakar nabati (biofuel)
  seperti biodiesel 50% (B50) dan bioetanol.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260529143906-4-738781/bangun-100-giga-watt-plts-ri-siapkan-lahan-24000-hektare-di-sini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-30T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Sering Disebut Prabowo, Proyek PLTS 100 GW Butuh Lahan 24.000 Hektare</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317725" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5317725</id>
    <updated>2026-05-30T01:00:20Z</updated>
    <published>2026-05-30T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta,CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) mengungkapkan kebutuhan lahan untuk mendukung program
  pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100
  Gigawatt (GW) di Indonesia cukup besar.&lt;br /&gt;Wakil Menteri ESDM Yuliot
  Tanjung mengungkapkan berdasarkan identifikasi awal yang dilakukan
  bersama Kementerian ATR/BPN, telah tersedia sekitar 24.000 hektare
  lahan di Pulau Jawa yang berpotensi digunakan untuk pengembangan
  proyek tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi ketersediaan lahan berdasarkan
  identifikasi yang kita lakukan bersama antara &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; dengan
  Kementerian ATR/BPN di Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24.000
  hektare,&amp;quot; ujar Yuliot ditemui di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jumat
  (29/5/2026). &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menurut Yuliot,
  pembangunan PLTS 100 GW merupakan bagian dari   upaya pemerintah
  memperkuat sistem kelistrikan nasional sekaligus   memanfaatkan
  potensi energi surya domestik secara   optimal.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi yang
  terdekat adalah eksekusi arahan presiden   untuk PLTS 100GW. Jadi
  kalau ini PLTS 100GW, ya berarti kan kita juga   tidak ada
  memanfaatkan energi matahari untuk tersedia energi dalam
  negeri,&amp;quot; katanya.&lt;br /&gt;Yuliot menilai pemerintah akan mempercepat
  realisasi program tersebut dengan terlebih dahulu menyiapkan dasar
  regulasi yang kuat. Saat ini &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; tengah
  menyelesaikan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang
  percepatan pembangunan PLTS 100 GW.&lt;br /&gt;Selain regulasi, pemerintah
  juga memprioritaskan penyediaan lahan sebagai salah satu faktor utama
  keberhasilan proyek. Dalam tahap awal, pemerintah menargetkan
  percepatan pembangunan PLTS sebesar 17 GW yang akan didukung oleh
  fasilitas penyimpanan energi berbasis baterai sekitar 33 GW.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi nanti secara infrastruktur kita
  yang terkait dengan   transmisi, yang terkait dengan ketersediaan
  untuk gardu induk. Ini kan   harus kita interkoneksikan antara ini
  pembangkit yang kita bangun di   24.000 hektare ini,&amp;quot; ujar
  Yuliot.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto
  mempercepat   langkah transisi ke energi hijau salah satunya dengan
  target   pembangunan PLTS kapasitas raksasa. Dia menargetkan Indonesia
  bisa   mencapai kapasitas terpasang hingga 100 GW setidaknya pada 2029
  mendatang.&lt;br /&gt;Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan memaksimalkan
  pemanfaatan listrik dari energi surya dalam kurun waktu tiga tahun ke
  depan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami ingin bergerak sangat cepat untuk menggunakan
  listrik dari energi surya. Kami memiliki rencana dan kami bertekad
  untuk berjalan secepat mungkin, dalam waktu tiga tahun, kami ingin
  mencapai 100 gigawatt energi surya,&amp;quot; ujar Prabowo dalam acara
  Indonesia-Japan Business Forum di Tokyo, Jepang, Senin
  (30/3/2026).&lt;br /&gt;Rencana percepatan pembangunan PLTS tersebut dinilai
  mendesak untuk direalisasikan. Menurutnya, eskalasi konflik dan
  ketidakpastian geopolitik yang terus berkembang, khususnya di kawasan
  Timur Tengah menjadi ancaman bagi stabilitas pasokan energi
  nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bagi kami, hal ini lebih mendesak karena situasi
  geopolitik di Timur Tengah memberikan ketidakpastian strategis bagi
  keamanan energi kami,&amp;quot; tegas Prabowo.&lt;br /&gt;Sebagai antisipasi,
  pemerintah terus berupaya mengamankan pasokan melalui pemanfaatan
  sumber daya domestik. Selain tenaga surya, Indonesia juga memiliki
  potensi besar di sektor panas bumi serta tengah menggenjot produksi
  bahan bakar nabati (biofuel) seperti biodiesel 50% (B50) dan
  bioetanol.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260529134200-4-738766/sering-disebut-prabowo-proyek-plts-100-gw-butuh-lahan-24000-hektare"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-05-30T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
