<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-04-16T23:56:44Z</updated>
  <dc:date>2026-04-16T23:56:44Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Melihat Dampak Transisi EV dan Keberlanjutan Industri Tambang RI</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303629" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303629</id>
    <updated>2026-04-16T07:00:23Z</updated>
    <published>2026-04-16T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia tercatat sebagai salah satu
  produsen nikel terbesar di dunia, yang membuka peluang pengembangan
  kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di tanah air. Dengan total
  cadangan bijih nikel sebesar 5,913 miliar ton per tahun 2024,
  Indonesia bisa menjadi salah satu produsen besar dunia.&lt;br /&gt;Hal ini
  pun akan mendukung transisi industri otomotif dari berbasis fosil
  menjadi berbasis baterai yang lebih ramah lingkungan. Kendaraan
  listrik juga bukan hanya cocok di perkotaan, melainkan juga ke seluruh
  wilayah negeri hingga area tambang.&lt;br /&gt;EV juga bisa menjadi salah
  satu terobosan utama yang bisa mengganti armada berbahan bakar fosil
  di kawasan tambang. Dengan begitu operasional pertambangan pun bisa
  lebih efisien, aman, serta ramah lingkungan. Selain mengurangi
  ketergantungan pada energi fosil, penggunaan kendaraan listrik juga
  disebut bisa menekan biaya operasional jangka panjang dan emisi
  karbon.&lt;br /&gt;Penerapan EV di sektor tambang pun dapat menjadi langkah
  strategis untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus menjaga
  kelestarian lingkungan. Langkah ini juga sejalan dengan transisi
  energi yang digencarkan pemerintah, sekaligus dorongan global yang
  menyoroti sisi keberlanjutan pertambangan.&lt;br /&gt;Meski kini mulai
  banyak pelaku industri pertambangan yang melirik EV sebagai alternatif
  kendaraan operasional, banyak tantangan yang masih membayangi.
  Penyediaan infrastruktur pengisian daya atau SPKLU (Charging station)
  penyesuaian teknis untuk kondisi tambang, hingga pembiayaan awal yang
  cukup besar, menjadi tantangan yang disoroti.&lt;br /&gt;Untuk mengupas
  potensi dan menjawab tantangan tersebut, CNBC Indonesia menggelar EV
  Transition in &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt;
  Industry Outlook 2026 dengan tema &amp;quot;The Future of EV's in &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; Industry: Between
  Efficiency and High Investment&amp;quot;. Acara ini akan berlangsung pada
  Rabu, 29 April 2026, pukul 09.00-12.00 WIB di St Regis Jakarta -
  Caroline Astor Ballroom.&lt;br /&gt;Forum ini menghadirkan dialog strategis
  yang mempertemukan regulator, asosiasi industri, pelaku usaha
  pertambangan, serta pemangku kepentingan. EV Transition in &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; Industry Outlook 2026
  bertujuan mengulas peluang, tantangan, serta kesiapan industri dalam
  mengadopsi teknologi EV.&lt;br /&gt;Forum ini juga akan mendorong kolaborasi
  lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem elektrifikasi
  pertambangan di Indonesia, menuju masa depan industri yang lebih
  kompetitif dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;Pantau terus cnbcindonesia.com dan
  CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.
  EV Transition in &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt;
  Industry Outlook 2026 didukung oleh GM Tractors dan GM Mobil.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(rah/rah)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260416113638-4-727246/melihat-dampak-transisi-ev-dan-keberlanjutan-industri-tambang-ri"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pemerintah Hitung Ulang Harga BBM Non Subsidi</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303600" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303600</id>
    <updated>2026-04-16T07:00:21Z</updated>
    <published>2026-04-16T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) saat ini tengah mengkaji formulasi harga jual bahan bakar
  minyak (BBM) non subsidi untuk SPBU dalam negeri termasuk untuk badan
  usaha swasta. Seperti diketahui, sampai pada Kamis, 16 April 2026 ini
  belum ada perubahan harga jual BBM di seluruh SPBU dalam
  negeri.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas)
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  Laode Sulaeman mengungkapkan pemerintah masih melakukan perhitungan
  terhadap struktur harga yang tepat. Artinya, belum ada hasil yang bisa
  disampaikan oleh pemerintah terkait harga BBM non subsidi di tengah
  kondisi geopolitik global saat ini.&lt;br /&gt;&amp;quot;(Formulasi harga BBM
  non subsidi) itu masih dalam perhitungan,&amp;quot; ujarnya saat ditemui
  di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Kamis (16/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Memang, pemerintah hingga saat ini berupaya agar daya
  beli   masyarakat tidak terganggu imbas harga minyak dunia yang terus
  berfluktuasi. Padahal beberapa negara lainnya sudah mengambil tindakan
  untuk menaikkan harga BBM non subsidi mengikuti pergerakan pasar
  global.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan
  pemerintah masih menghitung penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
  non-subsidi. Terutama di tengah pergerakan harga minyak mentah dunia
  yang fluktuatif.&lt;br /&gt;Bahlil mengungkapkan keputusan terkait
  penyesuaian harga belum final dan masih dalam tahap penghitungan.
  Adapun, hasil evaluasi tersebut akan segera diumumkan dalam waktu
  dekat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nanti kita akan menjelaskan di saat sudah melakukan
  penyesuaian, exercise ya. Exercise sedikit lagi. Pekan depan,&amp;quot;
  ujar Bahlil ditemui di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jumat
  (10/4/2026).&lt;br /&gt;Di samping itu, ia memastikan kondisi stok energi
  nasional dalam keadaan aman. Adapun, cadangan BBM nasional saat ini
  berada di atas batas minimum, yakni lebih dari 20 hari. Sementara itu,
  stok LPG juga disebut masih terjaga di atas 10 hari.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi
  sebenarnya saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap
  dinamika global untuk BBM, Alhamdulillah kita sudah lewati. Tetapi
  sudah barang tentu, saya meminta kepada seluruh masyarakat, kita harus
  bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk LPG,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260416104139-4-727219/pemerintah-hitung-ulang-harga-bbm-non-subsidi"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pedoman Listrik (RUPTL) RI Bakal Direvisi Lagi, Ini Alasannya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303571" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303571</id>
    <updated>2026-04-16T07:00:19Z</updated>
    <published>2026-04-16T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) berencana merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
  (RUPTL) 2025-2034 yang baru diluncurkan tahun lalu.&lt;br /&gt;Pelaksana
  Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Tri
  Winarno mengatakan saat ini pemerintah tengah melakukan pembahasan
  terkait sejumlah penyesuaian dalam RUPTL tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ada
  beberapa memang untuk RUPTL itu yang memang ada koreksilah kira-kira
  seperti itu. Nah kita lakukan pembahasan,&amp;quot; kata Tri di gedung DPR
  RI, dikutip Kamis (16/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tri
  menambahkan pada prinsipnya revisi ini dilakukan untuk   membuat
  perencanaan kelistrikan nasional lebih adaptif terhadap   dinamika
  kebutuhan dan perubahan regulasi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Yang jelas yang   seperti
  saya sampaikan tadi bahwa setiap regulasi kita buat supaya   gimana
  caranya regulasi lebih adaptif lah kira-kira begitu,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya
  Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi meluncurkan Rencana Usaha
  Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk periode
  2025-2034.&lt;br /&gt;Menurut Bahlil proses penyusunan RUPTL 2025-2034
  sendiri melalui proses diskusi yang cukup panjang dan dikaji dengan
  sungguh-sungguh. Ia pun berharap agar hasilnya presisi dan sesuai
  kebutuhan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi RUPTL kita sudah sesuai dengan RUKN dan KEN
  ini semacam RUKN UU nya, PP nya itu KEN, rohnya itu RUPTL nya. Ini
  adalah pohon rujukan lahirlah RUPTL supaya kita gak keluar dari
  bingkai,&amp;quot; ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Gedung &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Senin
  (26/5/2025).&lt;br /&gt;Di dalam RUPTL tersebut, penambahan kapasitas
  pembangkit listrik ditargetkan dapat mencapai 69,5 Gigawatt (GW).
  Terdiri dari 42,6 GW akan berasal dari pembangkit energi baru dan
  terbarukan (EBT).&lt;br /&gt;Kemudian 10,3 GW yang akan berasal dari sistem
  penyimpanan energi (storage), sedangkan 16,6 GW akan berasal dari
  pembangkit berbasis energi fosil.&lt;br /&gt;Adapun rinciannya untuk
  kapasitas pembangkit EBT adalah sebagai berikut yakni Surya sebesar
  17,1 GW, Air sebesar 11,7 GW, Angin sebesar 7,2 GW, Panas bumi sebesar
  5,2 GW, Bioenergi sebesar 0,9 GW, dan Nuklir sebesar 0,5
  GW.&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk kapasitas sistem penyimpanan energi
  mencakup PLTA pumped storage sebesar 4,3 GW dan baterai 6,0 GW.
  Kemudian, untuk pembangkit fosil masih akan dibangun sebesar 16,6 GW,
  terdiri dari gas 10,3 GW dan batubara 6,3 GW.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260416100454-4-727204/pedoman-listrik--ruptl--ri-bakal-direvisi-lagi-ini-alasannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Asing Diam-Diam Akumulasi Saham Ini Saat IHSG Mendadak Merah</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303542" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303542</id>
    <updated>2026-04-16T07:00:15Z</updated>
    <published>2026-04-16T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat melakukan aksi beli
  bersih (net foreign buy) pada sejumlah saham sepanjang perdagangan
  Selasa (15/4/2026), di tengah tekanan jual yang masih mendominasi
  pasar secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Meski secara agregat pasar mencatat net
  sell Rp1,16 triliun, terdapat sejumlah saham yang justru diborong
  investor asing, terutama dari sektor konglomerasi, energi, hingga
  komoditas.&lt;br /&gt;Aksi beli asing paling besar terjadi pada saham
  konglomerasi PT Astra International Tbk. (ASII), diikuti oleh emiten
  energi milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk.
  (CUAN).&lt;br /&gt;Selain itu, saham berbasis komoditas seperti MDKA, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;, dan INCO juga masuk
  radar akumulasi asing, mengindikasikan masih adanya minat pada sektor
  berbasis sumber daya alam.&lt;br /&gt;Selengkapnya, berikut 10 saham dengan
  net buy asing terbesar pada perdagangan kemarin: &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT
  Astra International Tbk. (ASII) - Rp199,4 miliar&lt;br /&gt;PT   Petrindo
  Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp109,1 miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka   Copper Gold
  Tbk. (MDKA) - Rp67,5 miliar&lt;br /&gt;PT Sumber Global Energy   Tbk. (SGER)
  - Rp66,3 miliar&lt;br /&gt;PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) -   Rp65,8
  miliar&lt;br /&gt;PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp55,5
  miliar&lt;br /&gt;PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;) - Rp55,2 miliar&lt;br /&gt;PT
  Emas Antam Indonesia Tbk. (EMAS) - Rp38,8 miliar&lt;br /&gt;PT Vale
  Indonesia Tbk. (INCO) - Rp27,4 miliar&lt;br /&gt;PT Indofood Sukses Makmur
  Tbk. (INDF) - Rp25,5 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara itu,
  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memutus reli   penguatan sepakan
  terakhir. Pada penutupan perdagangan kemarin indeks   melemah 0,68%
  atau berkurang 52,36 poin balik ke level 7.623,58.   Padahal nyaris
  sepanjang perdagangan, IHSG nyaman di zona hijau   sebelum ambruk satu
  jam sebelum pasar tutup.&lt;br /&gt;Nilai transaksi hari   ini tergolong
  ramai yakni mencapai Rp 22,61 triliun, melibatkan 51,44   miliar saham
  dalam 3,16 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun   naik menjadi
  Rp 13.606 triliun.&lt;br /&gt;Mayoritas sektor perdagangan   melemah dengan
  koreksi paling dalam dicatatkan oleh sektor kesehatan,   konsumer
  non-primer dan finansial. Sementara itu penguatan paling   tinggi
  dibukukan oleh sektor industri, konsumer primer dan
  energi.&lt;br /&gt;Emiten grup konglomerat tercatat menjadi pemberat
  kenaikan IHSG hari ini. Berikut adalah 10 emiten dengan sumbangsih
  pelemahan indeks poin terbanyak yakni bank raksasa milik Grup Djarum
  (BBCA), emiten RS Mayapada milik Dato Tahir (SRAJ), emiten Grup MNC
  Hary Tanoe (MSIN), emiten Grup Barito Prajogo Pangestu (TPIA dan
  BRPT), emiten tambang terafiliasi Grup Salin (AMMN dan BUMI) serta
  tiga emiten BUMN (BBRI, BMRI dan TLKM).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260415211844-17-727129/asing-diam-diam-akumulasi-saham-ini-saat-ihsg-mendadak-merah"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Adaro Andalan (AADI) Mau Buyback Saham, Siap Guyur Rp5 Triliun</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303513" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303513</id>
    <updated>2026-04-16T07:00:12Z</updated>
    <published>2026-04-16T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Andalan Indonesia Tbk.
  (AADI) menyiapkan dana hingga Rp5 triliun untuk aksi pembelian kembali
  saham, meski rencana buyback pada 2025 belum dijalankan hingga awal
  2026.&lt;br /&gt;Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia,
  Kamis (16/4/2026), rencana tersebut kembali diajukan perseroan untuk
  memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham
  Tahunan (RUPST) pada 22 Mei 2026. Jika disetujui, pelaksanaan buyback
  dapat dimulai sehari setelahnya dan berlangsung hingga 12 bulan ke
  depan.&lt;br /&gt;Langkah ini muncul di tengah belum terealisasinya program
  pembelian kembali saham periode 2025 yang saat itu sebesar Rp4
  triliun. Perseroan mencatat tidak ada pelaksanaan buyback sejak 23 Mei
  2025 hingga 31 Maret 2026, meskipun telah mengantongi restu pemegang
  saham sebelumnya.&lt;br /&gt;Manajemen menyebutkan, aksi korporasi ini
  bertujuan menjaga likuiditas perdagangan saham sekaligus mendorong
  harga saham agar mencerminkan nilai fundamental perseroan. Selain itu,
  buyback diharapkan meningkatkan kepercayaan investor dan memberikan
  tingkat pengembalian yang optimal bagi pemegang saham.&lt;br /&gt;Perseroan
  memastikan pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kondisi keuangan.
  Dana yang digunakan seluruhnya berasal dari kas internal, dengan
  dukungan saldo laba dan arus kas yang dinilai memadai.&lt;br /&gt;Secara
  proforma, aksi ini diperkirakan akan meningkatkan laba per saham.
  Dengan asumsi penggunaan dana maksimal Rp5 triliun, laba per saham
  dasar naik dari 0,09762 menjadi 0,10401, meski total aset dan ekuitas
  akan tergerus masing-masing sekitar US$292 juta.&lt;br /&gt;Perseroan juga
  menegaskan jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melampaui 10%
  dari modal ditempatkan dan tidak mengurangi kekayaan bersih di bawah
  batas minimum yang dipersyaratkan regulasi.&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaannya,
  buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia di pasar reguler
  dengan menunjuk satu perusahaan efek. Harga pembelian ditetapkan tidak
  lebih tinggi dari harga transaksi sebelumnya, sesuai ketentuan yang
  berlaku.&lt;br /&gt;Berdasarkan catatan Bisnis.com, Selasa (14/4/2026), AADI
  berencana menjual 720,38 juta saham di Kestrel Coal Group Pty
  Ltd.&lt;br /&gt;Nilai dari rencana transaksi ini yaitu sebesar US$1,85
  miliar untuk upfront cash consideration atau pembayaran tunai awal,
  dan maksimum US$550 juta untuk contingent cash consideration atau
  pembayaran tambahan. &lt;br /&gt;Sekretaris Perusahaan AADI Ray Aryaputra
  menjelaskan berdasarkan  sale and purchase agreement (SPA), &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Capital Limited (ACL)
  akan menjual seluruh saham Kestrel milik ACL sejumlah 720,38 juta
  saham (720.385.220) biasa yang telah disetor penuh dalam modal Kestrel
  atau setara dengan 47,99% dan waran milik ACL.&lt;br /&gt;“Penyelesaian
  rencana transaksi akan dilaksanakan setelah dipenuhinya seluruh
  persyaratan pendahuluan sebagaimana disepakati oleh para pihak dalam
  SPA,” tulis Ray, Selasa (14/4/2026).&lt;br /&gt;Adapun total nilai rencana
  transaksi terdiri atas upfront cash consideration sebesar US$1,85
  miliar yang akan dibayarkan pada saat penyelesaian transaksi dan
  tunduk pada penyesuaian berdasarkan syarat dan ketentuan dalam SPA.
  &lt;br /&gt;Lalu contingent cash consideration sebesar maksimum total hingga
  US$550 juta, yang akan dibayarkan tahunan selama periode lima tahun
  sejak tanggal penyelesaian transaksi.&lt;br /&gt;Pembayaran ini memiliki
  ketentuan untuk setiap tahun, pembayaran hanya dilakukan apabila
  rata-rata harga harian yang dipublikasikan untuk indeks Platts Premium
  Low Vol Hard Cooking Coal FOB Australia (PLVHA00) dalam tahun
  penilaian melebihi batasan tertentu. &lt;br /&gt;Ray menuturkan nilai
  rencana transaksi yang akan diperoleh ACL akan dihitung berdasarkan
  proporsi kepemilikan ACL di Kestrel.&lt;br /&gt;“Tujuan rencana transaksi
  adalah untuk mendukung pelaksanaan strategi bisnis dan investasi
  perseroan,” kata Ray. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak
  bertujuan mengajak membeli atau   menjual saham. Keputusan investasi
  sepenuhnya ada di tangan pembaca.   Bisnis.com tidak bertanggung jawab
  terhadap segala kerugian maupun   keuntungan yang timbul dari
  keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260416/192/1967043/adaro-andalan-aadi-mau-buyback-saham-siap-guyur-rp5-triliun"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pemerintah Kaji Revisi Rencana Usaha Penyediaan Listrik 2025-2034</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303425" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303425</id>
    <updated>2026-04-16T01:01:00Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:01:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) tengah mengkaji untuk merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga
  Listrik (RUPTL) periode 2025-2034.&lt;br /&gt;Rencana tersebut dilakukan
  untuk memastikan perencanaan penyediaan listrik nasional menjadi lebih
  fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan energi nasional.&lt;br /&gt;Plt.
  Direktur Jenderal Ketenagalistrikan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Tri
  Winarno menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang melakukan
  pembahasan mengenai koreksi dalam dokumen perencanaan
  tersebut.&lt;br /&gt;Dia menyebutkan tujuannya agar sektor ketenagalistrikan
  bisa lebih responsif terhadap perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ada
  beberapa memang untuk RUPTL itu yang memang ada koreksilah kira-kira
  seperti itu. Nah kita lakukan pembahasan,&amp;quot; ungkapnya saat ditemui
  di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/4/2026).&lt;br /&gt;Rencana evaluasi
  tersebut juga mempertimbangkan fleksibilitas jangka waktu perencanaan
  agar tidak terpaku pada pola yang saat ini berlaku. Pemerintah
  berkomitmen untuk menghasilkan regulasi yang mampu beradaptasi dengan
  perkembangan teknologi, serta kebutuhan infrastruktur energi di masa
  depan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Yang jelas yang seperti saya sampaikan tadi bahwa
  setiap regulasi kita buat supaya gimana caranya regulasi lebih adaptif
  lah kira-kira gitu,&amp;quot; tuturnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri ESDM
  Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah berencana akan menggantikan
  Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) dengan Pembangkit Listrik
  Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
  (PLTP/Geothermal).&lt;br /&gt;Menurut Bahlil, rencana transisi ke energi
  bersih ini kemungkinan bisa dilaksanakan tak lama dari hari Lebaran.
  Hal ini diungkapkan Bahlil usai Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden
  Prabowo Subianto, terkait kerja Satgas EBTKE di Istana Negara, Kamis
  (12/3/2026).&lt;br /&gt;&amp;quot;Bangun dulu dong (PLTS), kalau di-stop, belum
  dibangun kan penggantinya tidak ada. Jadi paralel begitu dibangun,
  begitu sudah langsung COD (Commercial Operation Date), PLTD-nya
  dimatikan,&amp;quot; kata Bahlil.&lt;br /&gt;Sejalan dengan hal itu, Bahlil juga
  akan melakukan revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL)
  PT PLN (Persero) 2025-2034.&lt;br /&gt;Hanya saja, Ketua Umum Partai Golkar
  ini belum mau membeberkan lokasi PLTD yang akan dihentikan. Namun,
  upaya ini menurutnya dilakukan untuk menjaga ketersediaan listrik
  jangka panjang di tengah konflik geopolitik yang memanas.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;RUPTL 2025-2034&lt;br /&gt;Asal tahu saja, peta jalan kelistrikan itu
  disusun dengan mengacu pada Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional
  (RUKN) dan Kebijakan Energi Nasional (KEN). Dari kedua kerangka itulah
  RUPTL lahir sebagai 'ruh' perencanaan yang menerjemahkan kebijakan ke
  langkah operasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi RUPTL kita sudah sesuai dengan
  RUKN dan KEN ini semacam RUKN UU nya, PP nya itu KEN, rohnya itu RUPTL
  nya. Ini adalah pohon rujukan lahirlah RUPTL supaya kita gak keluar
  dari bingkai,&amp;quot; ungkap Bahlil dalam Konferensi Pers terkait
  peluncuran RUPTL PLN 2025-2034 di Gedung &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  Senin (26/5/2025).&lt;br /&gt;Adapun, Pemerintahan Prabowo-Gibran
  menempatkan kedaulatan energi dan transisi energi sebagai salah satu
  program prioritas nasional. Nah, RUPTL sendiri berperan sebagai
  instrumen yang menjadi pedoman utama dalam implementasi penyediaan dan
  ketersediaan tenaga listrik nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita tahu bersama
  bahwa Pemerintahan Prabowo-Gibran salah satu program kedaulatan energi
  dan transisi energi. RUPTL ini instrumen pedoman dalam implementasi
  ketersediaan listrik kita,&amp;quot; ucapnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Data Kapasitas
  Pembangkit di RUPTL&lt;br /&gt;Pemerintah menargetkan   tambahan kapasitas
  pembangkit listrik baru dalam RUPTL 2025-2034 ini   sebesar 69,5 Giga
  Watt (GW).&lt;br /&gt;Dari target tambahan pembangkit   tersebut, sekitar
  42,6 GW akan berasal dari pembangkit berbasis Energi   Baru Terbarukan
  (EBT), 10,3 GW dari sistem penyimpanan energi   (storage), dan 16,6 GW
  dari pembangkit berbasis energi   fosil.&lt;br /&gt;Adapun rinciannya untuk
  kapasitas pembangkit EBT adalah   sebagai berikut: Pembangkit Listrik
  Tenaga Surya (PLTS) 17,1 GW,   Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
  11,7 GW, Pembangkit Listrik   Tenaga Bayu/Angin (PLTB) 7,2 GW,
  Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi   (PLTP) 5,2 GW, Pembangkit
  Listrik Tenaga Bioenergi 0,9 GW, Pembangkit   Listrik Tenaga Nuklir
  (PLTN) 0,5 GW.&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk   kapasitas sistem
  penyimpanan energi mencakup PLTA pumped storage   sebesar 4,3 GW dan
  baterai 6,0 GW. Kemudian, untuk pembangkit fosil   masih akan dibangun
  sebesar 16,6 GW, terdiri dari gas 10,3 GW dan batu   bara 6,3
  GW.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415185226-4-727113/pemerintah-kaji-revisi-rencana-usaha-penyediaan-listrik-2025-2034"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:01:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Sudah Pertengahan April, Persetujuan RKAB Tambang 2026 Tuntas 90%</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303396" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303396</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:56Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) mengungkapkan hingga pertengahan April 2026 progres persetujuan
  Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 untuk komoditas
  mineral dan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  telah mencapai sekitar 90%.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (Dirjen Minerba)
  Kementerian ESDM Tri Winarno menyebutkan, proses persetujuan RKAB
  hingga saat ini masih terus dikerjakan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Almost done. Sudah
  hampir 90%,&amp;quot; ungkap Tri di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu
  (15/4/2026).&lt;br /&gt;Tri membeberkan, perusahaan yang belum mendapatkan
  persetujuan RKAB ini dikarenakan masih terkendala pemenuhan dokumen
  yang disyaratkan pemerintah.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dia kurang ini, terus kemudian
  belum melengkapi, terus kita mau menyetujuin? Enggak lah,&amp;quot;
  katanya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pemerintah Pangkas Produksi&lt;br /&gt;Pemerintah
  memutuskan untuk   memangkas target produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt; dan nikel pada
  tahun ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga   keseimbangan antara
  pasokan dan permintaan komoditas tersebut di pasar   global, sehingga
  pada akhirnya bisa mendongkrak harga.&lt;br /&gt;   &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;Untuk
  sektor &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt;,
  pemerintah berencana memangkas produksi pada 2026 menjadi   kurang
  lebih sekitar 600 juta ton. Angka tersebut mengalami penurunan
  sekitar 190 juta ton dibandingkan realisasi produksi 2025 sebesar 790
  juta ton.&lt;br /&gt;Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil
  Lahadalia mengatakan, pemangkasan target produksi ini ditujukan guna
  mendorong harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; kembali naik dan menjaga cadangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ke
  depannya.&lt;br /&gt;Menurut dia, Indonesia sendiri menyuplai sekitar 514
  juta ton &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; atau
  43% dari total volume perdagangan dunia yang mencapai 1,3 miliar ton
  per tahun. Kondisi inilah yang menjadi biang kerok jatuhnya harga
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Akibatnya apa supply and demand tidak terjaga,
  artinya harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  turun. Lewat kesempatan berbahagia ini, Kementerian ESDM sudah
  rapatkan dengan Dirjen Minerba, kita akan lakukan revisi terhadap
  kuota RKAB. Jadi, produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan
  tambang kita untuk cucu kita,&amp;quot; ujar Bahlil, dikutip Senin
  (19/1/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Nikel&lt;br /&gt;Selain &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt;, pemerintah
  juga akan menyesuaikan produksi nikel yang   selaras dengan kebutuhan
  industri hilir di dalam   negeri.&lt;br /&gt;Setidaknya, Kementerian ESDM
  bakal memangkas target   produksi nikel menjadi sekitar 250-260 juta
  ton pada 2026. Angka   tersebut lebih rendah dibandingkan RKAB 2025
  yakni sebesar 379 juta ton.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ven/wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415182739-4-727107/sudah-pertengahan-april-persetujuan-rkab-tambang-2026-tuntas-90"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>RI Jadi Terapkan Bea Keluar Batu Bara-Nikel? Ini Kata ESDM</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303367" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303367</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:54Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) baru saja merilis aturan terkait pedoman penetapan Harga
  Patokan Mineral (HPM), baik untuk nikel, bauksit, besi, logam emas dan
  perak, timah, tembaga, mangan hingga titanium.&lt;br /&gt;Aturan ini
  tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026
  tentang Perubahan atas Kepmen No. 266/2025 tentang Pedoman Penetapan
  Harga Patokan Untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Aturan yang
  diteken Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 10 April 2026 ini mulai
  berlaku hari ini, Rabu, 15 April 2026. Hal ini tak lain untuk
  meningkatkan penerimaan negara.&lt;br /&gt;Dengan dirilisnya aturan baru
  terkait HPM nikel ini, apakah pemerintah tetap akan memberlakukan bea
  keluar nikel dan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (Dirjen Minerba)
  Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, rencana pengenaan bea keluar
  tersebut saat ini masih dalam tahap diskusi.&lt;br /&gt;Pemerintah sedang
  mempertimbangkan berbagai opsi regulasi untuk memastikan kebijakan
  yang diambil tetap tepat sasaran bagi industri dan
  negara.&lt;br /&gt;&amp;quot;Masih diskusi lah,&amp;quot; ucapnya saat ditemui di
  Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/4/2026).&lt;br /&gt;Pemerintah pun terus
  melakukan evaluasi terhadap sejumlah alternatif kebijakan yang
  sebelumnya telah disosialisasikan kepada para pelaku usaha
  pertambangan. Termasuk opsi lain agar negara mendapatkan pendapatan
  dari sektor minerba.&lt;br /&gt;&amp;quot;Saya ngomong ada juga opsi yang lain.
  Opsi yang lain yang kemarin kita sosialisasi,&amp;quot;
  tandasnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
  mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji rencana penerapan bea keluar
  terhadap &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  hingga produk nikel olahan, khususnya adalah Nickel Pig Iron
  (NPI).&lt;br /&gt;Menurut Bahlil, hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah
  dalam rangka meningkatkan penerimaan negara di tengah ketidakpastian
  global yang terjadi saat ini.&lt;br /&gt;&amp;quot;Karena dalam kondisi negara
  seperti ini kan kita harus banyak mencari alternatif-alternatif
  sumber-sumber pendapatan. Salah satu di antaranya karena kita dorong
  untuk pengenaan pajak ekspor terhadap hasil hilirisasi,&amp;quot; kata
  Bahlil ditemui di Kemenko Perekonomian, dikutip Senin
  (30/3/2026).&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, pihaknya masih melakukan perhitungan
  dan kajian terkait formulasi yang tepat untuk penerapan bea keluar
  dari produk NPI, termasuk skema dan besaran tarifnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;NPI
  produk daripada nikel lagi kita menghitung. Ini lagi kita menghitung
  ya. Sekali lagi, saya lagi menghitung tentang formulasi daripada
  pengenaan pajak NPI-nya,&amp;quot; ujar Bahlil.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415180536-4-727101/ri-jadi-terapkan-bea-keluar-batu-bara-nikel-ini-kata-esdm"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Harga Batu Bara Acuan RI Periode Kedua April Kompak Naik!</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303338" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303338</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:50Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) resmi menetapkan Harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Acuan (HBA) untuk
  penjualan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  periode kedua April 2026. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan
  Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 145 Tahun 2026 tentang Harga Mineral Logam
  Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk Periode Kedua Bulan April Tahun
  2026.&lt;br /&gt;Di dalam aturan tersebut, pemerintah setidaknya memisahkan
  HBA berdasarkan 4 kategori. Bila dibandingkan dengan HBA pada periode
  pertama bulan April 2026 lalu, keempat kategori &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; mengalami
  kenaikan harga pada periode kedua April 2026.&lt;br /&gt;&amp;quot;Berdasarkan
  Keputusan Menteri ESDM No. 145/2026, Harga Batubara Acuan (HBA) dan
  Harga Mineral Acuan (HMA) mengalami pergerakan yang beragam,&amp;quot;
  tulis Direktorat Jenderal Mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Kementerian ESDM
  dalam unggahan Instagram @ditjenminerba, dikutip Rabu
  (15/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berikut daftar HBA
  periode kedua bulan April 2026:&lt;br /&gt;Pertama,   HBA dalam kesetaraan
  nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, Total Moisture   12,26%, Total Sulphur
  0,66%, dan Ash 7,94 ditetapkan sebesar US$   103,43 per ton. Angka
  tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan   HBA pada periode
  pertama bulan April 2026 sebesar US$ 99,87 per   ton.&lt;br /&gt;Kedua,
  untuk HBA I dengan kesetaraan nilai kalori 5.300   kcal/kg GAR, total
  moisture 21,32%, sulphur 0,75%, dan ash 6,04%   periode kedua bulan
  April 2026 ditetapkan sebesar US$ 77,71 per ton.   Angka ini mengalami
  kenaikan apabila dibandingkan dengan harga periode   pertama bulan
  April 2026 sebesar US$ 72,28 per ton.&lt;br /&gt;Ketiga, untuk   HBA II
  dengan kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR, total   moisture
  35,73%, sulphur 0,23%, dan ash 3,9% periode kedua bulan April   2026
  yakni US$ 52,84 per ton. Angka ini mengalami kenaikan   dibandingkan
  HBA periode pertama bulan April 2026 yang berada di level   US$ 49,99
  per ton.&lt;br /&gt;Keempat, untuk HBA III dengan kesetaraan nilai   kalori
  3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%, sulphur 0,24%, dan   ash
  3,88% periode kedua bulan April 2026 ditetapkan sebesar US$ 38,30
  per ton. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode
  pertama bulan April 2026 yang berada di level US$ 35,23 per ton.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415165902-4-727066/harga-batu-bara-acuan-ri-periode-kedua-april-kompak-naik"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Simak Upaya Industri Tambang dalam Praktik Keberlanjutan</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303309" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303309</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:46Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Penggunaan Electric Vehicles (EV) dan
  teknologi elektrifikasi terus dilakukan berbagai industri, termasuk
  industri tambang. Apalagi industri pertambangan global tengah
  menghadapi tuntutan transformasi seiring meningkatnya tekanan terhadap
  pengurangan emisi karbon, efisiensi energi, serta penerapan praktik
  keberlanjutan.&lt;br /&gt;Di dalam negeri, penerapan EV di sektor
  pertambangan sejalan dengan kebijakan nasional transisi energi dan
  target penurunan emisi gas rumah kaca sebagaimana tertuang dalam
  Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) dan target Net Zero
  Emission (NZE) tahun 2060 atau lebih cepat.&lt;br /&gt;Adapun dasar hukum
  percepatan penggunaan EV telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor
  55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik
  Berbasis Baterai yang kemudian diperbarui melalui Perpres Nomor 79
  Tahun 2023. Regulasi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam
  mendorong kendaraan listrik tidak hanya untuk kebutuhan perkotaan,
  tetapi juga untuk sektor industri strategis seperti
  pertambangan.&lt;br /&gt;Di sisi lain, pemain industri Pertambangan juga
  masih menghadapi sejumlah tantangan untuk bisa menerapkan EV demi
  praktik berkelanjutan. Sejumlah tantangan yang dihadapi antara lain,
  ketersediaan infrastruktur pengisian daya, kebutuhan adaptasi
  teknologi, serta investasi awal yang cukup besar, penerapan EV
  diyakini mampu memberikan manfaat jangka panjang baik bagi industri
  maupun masyarakat.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, Kementerian Energi dan
  Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong seluruh pemangku
  kepentingan di sektor pertambangan untuk terus berinovasi,
  berkolaborasi, serta berbagi pengalaman dalam penerapan teknologi
  ramah lingkungan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Apalagi, Indonesia
  memiliki peluang strategis dalam pengembangan   ekosistem kendaraan
  listrik global. Kekayaan sumber daya mineral,   khususnya nikel
  sebagai bahan baku utama baterai EV, menempatkan   Indonesia pada
  posisi penting dalam rantai pasok industri kendaraan   listrik
  dunia.&lt;br /&gt;Integrasi antara sektor pertambangan, hilirisasi
  mineral, serta pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik
  membuka peluang besar untuk memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem
  EV global sekaligus mendorong transformasi industri pertambangan yang
  lebih efisien dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;Dalam menjawab tantangan dan
  peluang tersebut, CNBC Indonesia menggelar EV Transition in &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; Industry Outlook 2026
  dengan tema &amp;quot;The Future of EV's in &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; Industry: Between
  Efficiency and High Investment&amp;quot;. Acara ini akan berlangsung pada
  Rabu, 29 April 2026, pukul 09.00-12.00 WIB di St Regis Jakarta -
  Caroline Astor Ballroom.&lt;br /&gt;Forum ini menghadirkan dialog strategis
  yang mempertemukan regulator, asosiasi industri, pelaku usaha
  pertambangan, serta pemangku kepentingan.&lt;br /&gt;Adapun EV Transition in
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; Industry
  Outlook 2026 bertujuan mengulas peluang, tantangan, serta kesiapan
  industri dalam mengadopsi teknologi EV. Khususnya dari sisi efisiensi,
  investasi, dan regulasi, sekaligus mendorong kolaborasi lintas
  pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem elektrifikasi
  pertambangan di Indonesia menuju masa depan industri yang lebih
  kompetitif dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;Pantau terus  dan CNBC Indonesia TV
  untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis. EV Transition in
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; Industry
  Outlook 2026 didukung oleh GM Tractors dan GM Mobil.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(dpu/dpu)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415165526-4-727063/simak-upaya-industri-tambang-dalam-praktik-keberlanjutan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Adaro Raih Proper Emas Terapkan Budaya Inovasi Dan Sustainability</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303289" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303289</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:44Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia -Di tengah tekanan global terhadap industri
  energi yang semakin kuat untuk beralih ke praktik berkelanjutan, PT
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Indonesia
  justru mencatatkan capaian yang tidak banyak diraih pelaku industri
  sejenis. Perusahaan ini kembali meraih proper emas atau peringkat
  tertinggi dalam penilaian kinerja lingkungan dan berhasil
  mempertahankannya selama tujuh kali berturut-turut.&lt;br /&gt;Lantas, apa
  kunci diferensiasi yang membuat &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; mampu konsisten di
  level tertinggi? bagaimana strategi perusahaan dalam menjaga standar
  keberlanjutan agar tetap terintegrasi dalam operasional sehari-hari?
  dan di tengah dinamika transisi energi global, langkah apa yang akan
  diambil untuk memperkuat komitmen tersebut ke depan?&lt;br /&gt;selengkapnya
  simak wawancara jurnalis CNBC Indonesia Serliana Salsabila bersama
  Presiden Direktur PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Indonesia Priyadi
  berikut ini.&lt;br /&gt;Simak informasi selengkapnya dalam program Evening
  Up di CNBC Indonesia (Rabu, 15/04/2026) berikut ini.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415163907-8-727055/adaro-raih-proper-emas-terapkan-budaya-inovasi-dan-sustainability"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bangun Pabrik Baru, Produksi Aluminium Inalum Bakal Jadi 900.000 Ton</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303273" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303273</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:40Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)
  menargetkan peningkatan kapasitas produksi aluminium nasional mencapai
  900.000 ton per tahun. Hal ini didorong dengan pembangunan fasilitas
  smelter baru.&lt;br /&gt;Ekspansi tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi
  perusahaan sebagai industri aluminium global sekaligus mewujudkan
  swasembada logam di dalam negeri.&lt;br /&gt;Direktur Utama Inalum Melati
  Sarnita menjelaskan proyek bertajuk Smelter 2 Mempawah ini akan
  menjadi tonggak transformasi besar bagi perusahaan. Dia mengatakan
  penambahan kapasitas sebesar 600.000 ton tersebut akan mengerek total
  produksi Inalum dari level saat ini yang sebesar 275.000 ton per
  tahun.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Smelter 2 Mempawah adalah
  proyek transformasional untuk   Inalum karena dari memiliki 275.000
  ton kapasitas aluminium, nantinya   akan menjadi 900.000 ton aluminium
  dengan menambahkan 600.000 ton   smelter baru di Mempawah,&amp;quot;
  ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat   (RDP) Komisi XII DPR RI,
  Jakarta, dikutip Rabu   (15/4/2026).&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, proyek
  tersebut membutuhkan   investasi senilai US$ 2,4 miliar setara Rp
  41,11 triliun (asumsi kurs   Rp 17.131 per US$) dengan struktur
  pendanaan yang berasal dari   pinjaman sebesar 60% serta ekuitas
  internal sebesar   40%.&lt;br /&gt;Perusahaan memastikan seluruh pembangunan
  fisik telah masuk   ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN)
  untuk mempercepat fase   eksekusi di lapangan pada tahun
  ini.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tahun ini adalah tahun   eksekusi, bukan lagi tahun
  perencanaan. Alhamdulillah semua   proyek-proyek kami sudah masuk ke
  dalam proyek strategis nasional   melalui Permenko RI nomor 4 tahun
  2026,&amp;quot; imbuhnya.&lt;br /&gt;Untuk   mendukung operasional pabrik
  berskala besar tersebut, Inalum juga   tengah memfinalisasi kerja sama
  penyediaan energi jangka panjang   bersama PT Bukit Asam Tbk (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;). Sinergi ini mencakup
  penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) selama 30 tahun guna
  menjamin kepastian pasokan listrik yang efisien bagi smelter
  aluminium.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tentunya kami harapkan sinergi antara Inalum,
  PLN dan pihak terkait dalam hal ini &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; bisa diwujudkan karena
  salah satu keberhasilan dari proyek smelter Mempawah itu adalah
  captive dari PLTU untuk smelter aluminium,&amp;quot;
  terangnya.&lt;br /&gt;Melalui integrasi rantai pasok dari hulu hingga ke
  hilir, Inalum optimis dapat meningkatkan daya saing produk aluminium
  domestik di pasar global. Upaya ini diharapkan mampu mengubah profil
  Indonesia dari sekadar pengekspor bahan mentah menjadi negara industri
  logam yang mandiri dan berdaya saing global.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415155147-4-727020/bangun-pabrik-baru-produksi-aluminium-inalum-bakal-jadi-900000-ton"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Ada Usul Smelter Aluminium Dimoratorium, Ini Kata ESDM</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303244" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303244</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:37Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) buka suara terkait usulan moratorium pembangunan smelter
  alumina dan aluminium yang mencuat belakangan ini.&lt;br /&gt;Direktur
  Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Tri
  Winarno menegaskan, hingga saat ini pemerintah belum melakukan kajian
  khusus terkait usulan tersebut.&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, pengembangan
  smelter selama ini terbagi dalam dua skema, yakni smelter yang berdiri
  sendiri (stand alone) dan smelter yang terintegrasi dengan industri
  hilir.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Belum, belum. Kan selama
  ini smelter ini kan ada dua, yang   satu yang terkait dengan stand
  alone, yang satu yang terintegrasi.   Kalau yang stand alone kan di
  Kementerian Perindustrian,&amp;quot; ujar   Tri di Gedung DPR RI, Rabu
  (15/4/2026).&lt;br /&gt;Sebelumnya, PT Indonesia   Asahan Aluminium (Inalum)
  menyoroti pentingnya kebijakan moratorium   pembangunan smelter
  alumina dan aluminium. Terutama di tengah proyeksi   lonjakan
  kebutuhan bauksit dalam beberapa tahun ke   depan.&lt;br /&gt;Direktur Utama
  Inalum Melati Sarnita mengatakan isu   tersebut sempat dibahas dalam
  kunjungan kerja di Pontianak, Kalimantan   Barat. Menurutnya,
  pembahasan berangkat dari paparan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; terkait
  kondisi sumber daya dan cadangan bauksit nasional per
  2024.&lt;br /&gt;Berdasarkan data yang digunakan Inalum, cadangan terbukti
  bauksit Indonesia saat ini mencapai sekitar 1 miliar ton, dengan total
  cadangan sebesar 2,8 miliar ton.&lt;br /&gt;&amp;quot;Angka-angka ini kemudian
  kita lakukan dalam beberapa review dan juga beberapa publikasi
  mengenai forecast dari kapasitas alumina refinery Indonesia untuk 10
  tahun ke depannya,&amp;quot; kata Melati dalam RDP bersama Komisi VI DPR
  RI, Selasa (31/3/2026).&lt;br /&gt;Menurut Melati, berdasarkan data dari
  Wood Mackenzie dan Fastmarkets terdapat sekitar 13 perusahaan yang
  berencana membangun alumina refinery di Indonesia dalam 10 tahun ke
  depan.&lt;br /&gt;Sementara, kapasitas terpasang alumina refinery pada 2026
  diperkirakan sekitar 9 juta ton per tahun. Namun, kapasitas tersebut
  dapat meningkat hingga 29,8 juta ton per tahun jika seluruh proyek
  terealisasi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Melalui angka-angka ini kami hitung kembali
  estimasi dari kebutuhan bauksit yang akan diperlukan untuk alumina
  refinery yang ada di dalam list ini,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Melati
  membeberkan untuk fasilitas refinery yang sudah ada, kebutuhan bauksit
  mencapai sekitar 29-36 juta ton per tahun. Adapun, jika seluruh proyek
  refinery beroperasi, kebutuhan dapat meningkat hingga 80-94 juta ton
  per tahun.&lt;br /&gt;Peningkatan kapasitas ini, menurut dia akan menambah
  tekanan pada cadangan bauksit Indonesia karena intensitas penggunaan
  dari smelter alumina refinery.&lt;br /&gt;Dalam hal ini berpotensi
  menurunkan ketahanan cadangan bauksit terbukti dalam negeri hingga
  kurang dari 10 tahun pemakaian dan total cadangan bauksit hingga 28
  tahun pemakaian.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ini menjadi concern sangat besar untuk
  kami karena salah satu investasi kami smelter aluminum mempawah itu
  memiliki umur keekonomian 30 tahun. Berikut untuk Indonesia primary
  aluminum smelter forecast kapasitas,&amp;quot; kata dia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415154010-4-727019/ada-usul-smelter-aluminium-dimoratorium-ini-kata-esdm"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Baru Setahun, RUPTL 2025-2034 Bakal Direvisi</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303215" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303215</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:33Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) berencana merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
  (RUPTL) 2025-2034 yang baru diluncurkan tahun lalu.&lt;br /&gt;Pelaksana
  Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Tri
  Winarno mengatakan saat ini pemerintah tengah melakukan pembahasan
  terkait sejumlah penyesuaian dalam RUPTL tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ada
  beberapa memang untuk RUPTL itu yang memang ada koreksilah kira-kira
  seperti itu. Nah kita lakukan pembahasan,&amp;quot; kata Tri di gedung DPR
  RI, Rabu (15/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tri menambahkan
  pada prinsipnya revisi ini dilakukan untuk   membuat perencanaan
  kelistrikan nasional lebih adaptif terhadap   dinamika kebutuhan dan
  perubahan regulasi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Yang jelas yang   seperti saya
  sampaikan tadi bahwa setiap regulasi kita buat supaya   gimana caranya
  regulasi lebih adaptif lah kira-kira begitu,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya
  Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi meluncurkan Rencana Usaha
  Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk periode
  2025-2034.&lt;br /&gt;Menurut Bahlil proses penyusunan RUPTL 2025-2034
  sendiri melalui proses diskusi yang cukup panjang dan dikaji dengan
  sungguh-sungguh. Ia pun berharap agar hasilnya presisi dan sesuai
  kebutuhan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi RUPTL kita sudah sesuai dengan RUKN dan KEN
  ini semacam RUKN UU nya, PP nya itu KEN, rohnya itu RUPTL nya. Ini
  adalah pohon rujukan lahirlah RUPTL supaya kita gak keluar dari
  bingkai,&amp;quot; ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Gedung &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Senin
  (26/5/2025).&lt;br /&gt;Di dalam RUPTL tersebut, penambahan kapasitas
  pembangkit listrik ditargetkan dapat mencapai 69,5 Gigawatt (GW).
  Terdiri dari 42,6 GW akan berasal dari pembangkit energi baru dan
  terbarukan (EBT).&lt;br /&gt;Kemudian 10,3 GW yang akan berasal dari sistem
  penyimpanan energi (storage), sedangkan 16,6 GW akan berasal dari
  pembangkit berbasis energi fosil.&lt;br /&gt;Adapun rinciannya untuk
  kapasitas pembangkit EBT adalah sebagai berikut yakni Surya sebesar
  17,1 GW, Air sebesar 11,7 GW, Angin sebesar 7,2 GW, Panas bumi sebesar
  5,2 GW, Bioenergi sebesar 0,9 GW, dan Nuklir sebesar 0,5
  GW.&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk kapasitas sistem penyimpanan energi
  mencakup PLTA pumped storage sebesar 4,3 GW dan baterai 6,0 GW.
  Kemudian, untuk pembangkit fosil masih akan dibangun sebesar 16,6 GW,
  terdiri dari gas 10,3 GW dan batubara 6,3 GW.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415150616-4-727006/baru-setahun-ruptl-2025-2034-bakal-direvisi"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>HPM Nikel RI Naik, ESDM: Tetap Lebih Murah dari Filipina-New Caledonia</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303186" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303186</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:29Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi mengubah aturan terkait
  pedoman penetapan Harga Patokan Mineral (HPM), baik untuk nikel,
  bauksit, besi, logam emas dan perak, timah, tembaga, mangan hingga
  titanium.&lt;br /&gt;Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor
  144.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Perubahan atas Kepmen No. 266/2025
  tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan Untuk Penjualan Komoditas
  Mineral Logam dan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Aturan yang diteken Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
  pada 10 April 2026 ini mulai berlaku hari ini, Rabu, 15 April
  2026.&lt;br /&gt;&amp;quot;Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 15
  April 2026, dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat
  kekeliruan dalam Keputusan Menteri ini, akan diadakan perbaikan
  sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan peraturan
  perundang-undangan,&amp;quot; mengutip Pasal 2 aturan ini, dikutip Rabu
  (15/4/2026).&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (Dirjen Minerba)
  Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan, perubahan ini tak lain untuk
  meningkatkan penerimaan negara karena pada faktor koreksi dalam
  formula HPM terbaru ini pemerintah memasukkan kandungan lain seperti
  kobalt maupun besi yang selama ini belum dimasukkan dalam formula
  HPM.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ya ada lah beberapa tambahan (penerimaan negara).
  Correction factor aja, sama menghargain fero, fero itu besi, kobalt
  sama krom (kromium),&amp;quot; ungkapnya saat ditemui di Gedung DPR RI,
  Jakarta, Rabu (15/4/2026).&lt;br /&gt;Meski ada perubahan formulasi,
  pemerintah memastikan harga bijih nikel domestik tetap lebih
  kompetitif dibandingkan harga jual di negara kompetitor.&lt;br /&gt;Dia
  mengatakan, evaluasi tersebut dilakukan karena harga nikel di dalam
  negeri sebelumnya dinilai terlalu rendah. Ia menyebut penyesuaian
  harga ini merupakan upaya koreksi agar nilai komoditas nikel nasional
  mendekati harga pasar internasional, namun tetap menjaga daya saing
  industri hilir.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kemarin yang selama ini kita kan bandingkan
  dengan Filipina sama New Caledonia. Sebetulnya FOB-nya dia berapa,
  sampai di sini berapa. Memang harga bijih yang di kita terlalu rendah
  yang kemarin,&amp;quot; ucapnya.&lt;br /&gt;Meskipun harga patokan meningkat,
  Tri menegaskan bahwa harga nikel di Indonesia saat ini belum melampaui
  harga impor dari negara-negara pesaing.&lt;br /&gt;Pemerintah menekankan
  agar pelaku industri hilir menghargai bijih nikel dalam negeri secara
  wajar sebagaimana mereka membeli dari pasar luar
  negeri.&lt;br /&gt;&amp;quot;Masih lebih rendah (dibandingkan harga impor).
  Kalau misalnya kalian beli di luar, kenapa kalian menghargai harga di
  luar lebih tinggi ketimbang harga yang ada di Indonesia,&amp;quot;
  tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Formula HPM Nikel&lt;br /&gt;Mengutip
  beleid anyar ini, terdapat   beberapa perubahan HPM, sebagaimana
  contohnya komoditas nikel. Berikut   contohnya:&lt;br /&gt;Bijih
  Nikel&lt;br /&gt;Formula:&lt;br /&gt;HPM Bijih Nikel = [(%   Ni * CF Bijih Nikel *
  HMA Nikel) + (% Fe * CF Besi ikutan * HMA Bijih   Besi * 100) + (% Co
  * CF Kobalt ikutan * HMA Kobalt) + (% Cr * CF Krom   ikutan * HMA
  Bijih Krom * 100)] * (1-MC)&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;1. HPM   Bijih Nikel
  adalah harga patokan mineral logam dalam bentuk bijih   nikel dalam
  US$/WMT.&lt;br /&gt;2. % Ni adalah kadar Ni dalam bijih   nikel.&lt;br /&gt;3. %
  Fe adalah kadar Fe dalam bijih nikel dengan ketentuan   mineral ikutan
  besi dihitung ketika kadar Fe ≤ 35%.&lt;br /&gt;4. % Co   adalah kadar Co
  dalam bijih nikel dengan ketentuan mineral ikutan   kobalt dihitung
  ketika kadar Co ≥ 0,05%.&lt;br /&gt;5. % Cr adalah kadar Cr   dalam bijih
  nikel.&lt;br /&gt;6. CF Bijih Nikel adalah Corrective Factor   Bijih Nikel,
  merupakan besaran persentase yang mengakomodir nilai   koreksi bijih
  nikel pada HPM Bijih Nikel dengan ketentuan: a. CF untuk   bijih nikel
  dengan 1,6% Ni = 30%. b. nilai CF akan naik-turun sebesar   1% setiap
  terjadi kenaikan/penurunan kadar Ni sebesar 0,1%.&lt;br /&gt;7. CF   Besi
  ikutan adalah Corrective Factor Besi ikutan, merupakan besaran
  persentase yang mengakomodir nilai koreksi mineral besi ikutan pada
  HPM Bijih Nikel ditetapkan sebesar 30%.&lt;br /&gt;8. CF Kobalt ikutan
  adalah Corrective Factor Kobalt ikutan, merupakan besaran persentase
  yang mengakomodir nilai koreksi mineral kobalt ikutan pada HPM Bijih
  Nikel ditetapkan sebesar 30%.&lt;br /&gt;9. CF Krom ikutan adalah Corrective
  Factor Krom ikutan, merupakan besaran persentase yang mengakomodir
  nilai koreksi mineral krom ikutan pada HPM Bijih Nikel ditetapkan
  sebesar 10%.&lt;br /&gt;10. HMA Nikel adalah harga mineral acuan nikel dalam
  formula perhitungan HPM Bijih Nikel.&lt;br /&gt;11. HMA Bijih Besi adalah
  harga mineral acuan bijih besi dalam formula perhitungan HPM Bijih
  Besi.&lt;br /&gt;12. HMA Kobalt adalah harga mineral acuan kobalt dalam
  formula perhitungan HPM Bijih Kobalt.&lt;br /&gt;13. HMA Bijih Krom adalah
  harga mineral acuan bijih krom dalam formula perhitungan HPM Bijih
  Krom.&lt;br /&gt;14. MC (Moisture Content) adalah persentase kadar air dalam
  bijih nikel.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Feronikel&lt;br /&gt;Formula:&lt;br /&gt;HPM Feronikel
  = (% Ni * HMA Nikel )   * CF&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;1. HPM Feronikel
  adalah harga patokan   mineral logam dalam bentuk feronikel dalam
  US$/DMT.&lt;br /&gt;2. % Ni   adalah kadar Ni dalam feronikel.&lt;br /&gt;3. HMA
  Nikel adalah harga   mineral acuan nikel dalam formula perhitungan
  HPM.&lt;br /&gt;4. CF adalah   Corrective Factor merupakan besaran
  persentase yang mengakomodir   terhadap nilai diskon maupun premium
  terhadap kualitas komoditas yang   diperjualbelikan, ditetapkan
  sebesar 95%.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Mixed Hydroxide Precipitate
  (MHP)&lt;br /&gt;Formula:&lt;br /&gt;HPM MHP =   (% Ni * HMA Nikel * CF Ni) + (%
  Co * HMA Kobalt * CF   Co)&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;1. HPM MHP adalah
  harga patokan mineral   logam dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate
  (MHP) dalam   US$/DMT.&lt;br /&gt;2. % Ni adalah kadar Ni dalam MHP.&lt;br /&gt;3.
  HMA Nikel   adalah harga mineral acuan nikel dalam formula perhitungan
  HPM.&lt;br /&gt;4. CF Ni adalah Corrective Factor nikel, merupakan besaran
  persentase yang mengakomodir terhadap nilai diskon maupun premium
  terhadap kualitas komoditas nikel yang diperjualbelikan, ditetapkan
  sebesar 60%.&lt;br /&gt;5. % Co adalah kadar Co dalam MHP.&lt;br /&gt;6. HMA
  Kobalt adalah harga mineral acuan kobalt dalam formula perhitungan
  HPM.&lt;br /&gt;7. CF Co adalah Corrective Factor kobalt, merupakan besaran
  persentase yang mengakomodir terhadap nilai diskon maupun premium
  terhadap kualitas komoditas kobalt yang diperjualbelikan, ditetapkan
  sebesar 100%.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Mixed Sulfide Precipitate
  (MSP)&lt;br /&gt;Formula:&lt;br /&gt;HPM MSP = (%   Ni * HMA Nikel * CF Ni) + (%
  Co * HMA Kobalt * CF   Co)&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;1. HPM MSP adalah
  harga patokan mineral   logam dalam bentuk Mixed Sulfide Precipitate
  (MSP) dalam   US$/DMT.&lt;br /&gt;2. % Ni adalah kadar Ni dalam MSP.&lt;br /&gt;3.
  HMA Nikel   adalah harga mineral acuan nikel dalam formula perhitungan
  HPM.&lt;br /&gt;4. CF Ni adalah Corrective Factor nikel, merupakan besaran
  persentase yang mengakomodir terhadap nilai diskon maupun premium
  terhadap kualitas komoditas nikel yang diperjualbelikan, ditetapkan
  sebesar 65%.&lt;br /&gt;5. % Co adalah kadar Co dalam MSP.&lt;br /&gt;6. HMA
  Kobalt adalah harga mineral acuan kobalt dalam formula perhitungan
  HPM.&lt;br /&gt;7. CF Co adalah Corrective Factor kobalt, merupakan besaran
  persentase yang mengakomodir terhadap nilai diskon maupun premium
  terhadap kualitas komoditas kobalt yang diperjualbelikan, ditetapkan
  sebesar 30%.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Nickel Metal Shot
  (NMS)&lt;br /&gt;Formula:&lt;br /&gt;HPM NMS = % Ni * HMA   Nikel *
  CF&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;1. HPM NMS adalah harga patokan   mineral
  logam dalam bentuk Nickel Metal Shot (NMS) dalam   US$/DMT.&lt;br /&gt;2. %
  Ni adalah kadar Ni dalam NMS.&lt;br /&gt;3. HMA Nikel   adalah harga mineral
  acuan nikel dalam formula perhitungan   HPM.&lt;br /&gt;4. CF adalah
  Corrective Factor, merupakan besaran persentase   yang mengakomodir
  terhadap nilai diskon maupun premium terhadap   kualitas komoditas
  yang diperjualbelikan, ditetapkan sebesar 100%.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Nickel
  Pig Iron (NPI)&lt;br /&gt;Formula:&lt;br /&gt;HPM NPI = % Ni * HMA   Nikel *
  CF&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;1. HPM NPI adalah harga patokan   mineral
  logam dalam bentuk Nickel Pig Iron (NPI) dalam   US$/DMT.&lt;br /&gt;2. % Ni
  adalah kadar Ni dalam NPI.&lt;br /&gt;3. HMA Nikel   adalah harga mineral
  acuan nikel dalam formula perhitungan   HPM.&lt;br /&gt;4. CF adalah
  Corrective Factor, merupakan besaran persentase   yang mengakomodir
  terhadap nilai diskon maupun premium terhadap   kualitas komoditas
  yang diperjualbelikan, ditetapkan sebesar 85%.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ingot
  Nikel&lt;br /&gt;Formula:&lt;br /&gt;HPM Ingot Nikel = HMA
  Nikel&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;1. HPM Ingot Nikel adalah harga patokan
  mineral logam ingot nikel dalam US$/DMT.&lt;br /&gt;2. HMA Nikel adalah
  harga mineral acuan nikel dalam formula perhitungan HPM.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Nickel Matte&lt;br /&gt;Formula:&lt;br /&gt;HPM Nickel-Matte = Konstanta *
  (% Ni+%Co) * HMA Nikel&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;1. HPM Nickel-Matte
  adalah harga patokan mineral logam dalam bentuk nickel matte dalam
  US$/DMT.&lt;br /&gt;2. Konstanta ditetapkan sebesar 78%.&lt;br /&gt;3. % Ni adalah
  kadar Ni dalam nickel matte.&lt;br /&gt;4. % Co adalah kadar Co dalam nickel
  matte.&lt;br /&gt;5. HMA Nikel adalah harga mineral acuan nikel dalam
  formula perhitungan HPM.&lt;br /&gt;Tak cuma produk nikel, terdapat juga HPM
  terbaru untuk produk Timbal, Seng, Bauksit, Besi, Logam Emas dan
  Perak, Timah, Tembaga, Mangan, Krom hingga Titanium.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415150456-4-727007/hpm-nikel-ri-naik-esdm-tetap-lebih-murah-dari-filipina-new-caledonia"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Hilirisasi Batu Bara untuk Pangan, RI Siapkan Pabrik 10.000 ton/Tahun</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303157" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303157</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:26Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;) tengah menyiapkan
  pembangunan pabrik pengolahan batu bara menjadi kalium humat dengan
  kapasitas 10.000 ton per tahun. Hal itu menjadi strategi hilirisasi
  perusahaan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional melalui
  penyediaan pembenah tanah (soil conditioner).&lt;br /&gt;Direktur Utama
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; Arsal Ismail
  menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi riset
  dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Dia
  menyebutkan produk tersebut mampu meningkatkan kesuburan tanah
  sekaligus memberikan nilai tambah bagi komoditas batu
  bara.&lt;br /&gt;&amp;quot;Produk ini berfungsi sebagai soil conditioner yang
  mampu meningkatkan kesuburan tanah. Produk ini tentunya memiliki nilai
  tambah yang sangat signifikan hingga mencapai 29 kali dibandingkan
  batu bara mentah,&amp;quot; ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP)
  Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (15/4/2026).&lt;br /&gt;Kalium
  humat yang diproduksi &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; ditargetkan menjadi
  solusi bagi sektor pertanian untuk memperbaiki kualitas lahan di
  berbagai wilayah. Proyek tersebut juga sejalan dengan agenda Asta Cita
  pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan dan energi
  nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Melalui hilirisasi ini kami berkomitmen mendukung
  implementasi Asta Cita pemerintah khususnya dalam memperkuat ketahanan
  energi dan pangan nasional,&amp;quot; imbuhnya.&lt;br /&gt;Meluasnya cakupan
  bisnis &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; tersebut
  sebagai penanda pergeseran fokus perusahaan dari sekadar produsen
  energi menjadi penyedia bahan baku industri bernilai tinggi. Selain
  untuk sektor pangan, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; juga telah menyusun
  pohon industri batu bara untuk dikembangkan menjadi berbagai produk
  kimia strategis lainnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Batu bara tidak hanya dimanfaatkan
  sebagai bahan bakar, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk
  kimia dan energi yang bernilai tinggi. Sebagai bahan baku industri
  strategis hingga nantinya kita harapkan memberikan nilai tambah yang
  berkelanjutan bagi perekonomian nasional,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415134200-4-726956/hilirisasi-batu-bara-untuk-pangan-ri-siapkan-pabrik-10000-ton-tahun"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Laba Bersih Inalum Naik 15% di 2025, Tembus Rp2,44 Triliun</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303128" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303128</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:22Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)
  mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 15% sepanjang tahun 2025
  mencapai US$ 142,8 juta setara Rp 2,44 triliun (asumsi kurs Rp 17.127
  oper US$). Pendorong utamanya adalah peningkatan volume produksi serta
  efisiensi operasional yang tetap terjaga di tengah volatilitas kondisi
  pasar global.&lt;br /&gt;Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menjelaskan
  pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari fokus perusahaan pada
  penguatan fundamental bisnis dan optimalisasi proses operasional.
  Menurutnya, stabilitas operasional yang diraih tahun lalu menjadi
  dasar bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi kapasitas produksi
  secara besar-besaran mulai tahun ini.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dari sisi keuangan
  revenue tumbuh konsisten, kemudian juga EBITDA meningkat signifikan,
  laba bersih 2025 naik 15% year-on-year,&amp;quot; ujarnya dalam Rapat
  Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu
  (15/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selain laba bersih,
  Inalum mencatatkan pertumbuhan pendapatan   yang konsisten serta
  peningkatan EBITDA yang signifikan. Rasio   keuangan perusahaan juga
  menunjukkan tren positif dengan tingkat   pengembalian aset (ROA)
  meningkat ke level 6% dan pengembalian ekuitas   (ROE) mencapai
  7%.&lt;br /&gt;&amp;quot;Alhamdulillah untuk tahun 2025 ini   merupakan tahun
  konsolidasi dan akselerasi di Inalum. Jadi pada tahun   2025 ini kami
  fokus pada peningkatan produksi, efisiensi operasional   dan penguatan
  fundamental bisnis termasuk dengan penambahan-penambahan
  proyek-proyek baru,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Memasuki tahun 2026,
  perusahaan mengalihkan fokus dari tahap perencanaan menuju fase
  eksekusi proyek hilirisasi yang telah masuk dalam daftar Proyek
  Strategis Nasional (PSN). Salah satu proyek utama adalah Smelter Grade
  Alumina Refinery (SGAR) Fase 1 yang progres konstruksinya (EPC) telah
  mencapai 98,56%.&lt;br /&gt;&amp;quot;Untuk pengembangan usaha sendiri di tahun
  2026, memasuki 2026 fokus kami adalah percepatan proyek hilirisasi,
  penguatan kapasitas produksi dan integrasi rantai pasok. Tahun ini
  adalah tahun eksekusi, bukan lagi tahun perencanaan,&amp;quot;
  tuturnya.&lt;br /&gt;Inalum juga tengah menyiapkan pengembangan Smelter 2
  Mempawah dengan nilai investasi mencapai US$ 2,4 miliar untuk menambah
  kapasitas produksi hingga 600.000 ton aluminium per tahun. Untuk
  mendukung proyek tersebut, perusahaan sedang memfinalisasi kerja sama
  penyediaan energi jangka panjang (power solution) bersama PT Bukit
  Asam Tbk (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&amp;quot;Sinergi
  antara Inalum, PLN dan pihak terkait dalam hal ini &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; bisa diwujudkan karena
  salah satu keberhasilan dari proyek smelter Mempawah itu adalah
  captive dari PLTU untuk smelter aluminium. Tanpa dukungan ini
  hilirisasi akan berjalan lebih lambat dari target nasional,&amp;quot;
  pungkas Melati.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415133813-4-726955/laba-bersih-inalum-naik-15-di-2025-tembus-rp244-triliun"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Indeks Bisnis-27 Ditutup Turun, Saham INCO, ADRO hingga NCKL Masih Melaju</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303099" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303099</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:17Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup melemah seiring
  koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (15/4/2026).
  Meski demikian, saham INCO, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;, INKP, dan NCKL
  terpantau masih bertumbuh. &lt;br /&gt;Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia
  (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia
  ini turun 0,81% atau 4,10 poin ke 501,88. Tercatat, sebanyak 13 saham
  menguat, 11 saham turun, dan 3 stagnan. &lt;br /&gt;Saham dengan kenaikan
  harga tertinggi dipimpin PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) sebesar 5,84%
  ke Rp6.800 per saham, diikuti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.
    (&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;) yang menguat
  2,86% menjadi Rp2.520 per saham.&lt;br /&gt;Saham lain yang terapresiasi
  adalah PT Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper Tbk. (INKP) dengan kenaikan
  2,83% menjadi Rp10.000, sementara saham PT Trimegah Bangun Persada
  Tbk. (NCKL) bertumbuh 2,68% ke level Rp1.150 per saham. &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Adapun penurunan terdalam ditorehkan saham PT Bumi Resources
  Tbk. (BUMI) yang turun 3,82% menjadi Rp252 per saham, sementara PT
  Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) juga terkoreksi sebesar 3,13% ke
  Rp1.700 per saham.&lt;br /&gt;IHSG sendiri ditutup melemah 0,68% menuju
  posisi 7.623,59. Sepanjang hari ini, indeks komposit dibuka pada level
  7.750,90 dan sempat ke posisi 7.773,58. &lt;br /&gt;Di samping itu, sebanyak
  411 saham meningkat, 297 saham terkoreksi, dan 251 saham stagnan.
  Adapun, kapitalisasi pasar mencapai Rp13.581 triliun.&lt;br /&gt;Head of
  Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menuturkan IHSG sempat
  ditutup menguat 0,44% ke level 7.709,56 pada perdagangan sesi pertama,
  dengan sektor yang memimpin kenaikan, antara lain transportasi sebesar
  3,34%, industrial 2,85%, dan basic materials menguat 1,20%.
  &lt;br /&gt;Secara teknikal, lanjut Valdy, pasar menunjukkan tren penguatan
  yang berlanjut, tercermin dari histogram MACD yang tetap bergerak di
  area positif. &lt;br /&gt;“Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan akan
  bergerak dalam rentang 7.700 – 7.800 pada perdagangan hari ini,”
  ujarnya dalam riset harian.  &lt;br /&gt;Disclaimer: Berita ini tidak
  bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi
  sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab
  atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260415/7/1966865/indeks-bisnis-27-ditutup-turun-saham-inco-adro-hingga-nckl-masih-melaj"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bersiap Guyuran Dividen dari Emiten Batu Bara UNTR, ITMG, ADRO Cs</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303070" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303070</id>
    <updated>2026-04-16T01:00:12Z</updated>
    <published>2026-04-16T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten batu bara seperti PT United
  Tractors Tbk. (UNTR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), dan PT
  Alamtri Resources Indonesia Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;) akan melakukan Rapat
  Umum Pemegang Saham (RUPS), dengan salah satu agenda pembagian
  dividen.&lt;br /&gt;Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai
  emiten batu bara memang masih menawarkan yield dividen tinggi bagi
  investornya. Namun, kata dia, investor perlu memahami bahwa dividen
  bukan sumber keuntungan utama, melainkan hanya penopang downside dan
  bagian dari total return.&lt;br /&gt;“Dividen lebih tepat dilihat sebagai
  penopang downside dan tambahan total return, bukan satu-satunya alasan
  beli,” ujar Ekky, Selasa (14/4/2026).&lt;br /&gt;Menurutnya, strategi yang
  lebih rasional dalam kondisi saat ini adalah mengombinasikan
  perhitungan dividen dan potensi capital gain. &lt;br /&gt;Hal ini sejalan
  dengan adanya sentimen pemangkasan produksi batu bara yang berpeluang
  menopang harga komoditas sekaligus membuka ruang kenaikan harga
  saham.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ekky menilai sejumlah saham batu bara masih
  menarik untuk   dicermati dalam strategi tersebut. Saham ITMG dinilai
  memiliki   fundamental yang solid dan visibilitas kinerja yang kuat,
  sehingga   cocok bagi investor yang mengincar kombinasi dividen dan
  stabilitas.&lt;br /&gt;Sementara itu, lanjut Ekky, saham &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt; dinilai menarik dengan
  pendekatan yang lebih taktis. Selain dividen, saham ini ditopang oleh
  aksi buyback dan arah transformasi bisnis ke depan.&lt;br /&gt;“AADI menurut
  saya menarik untuk investor yang ingin eksposur ke batu bara, dengan
  momentum sektoral yang masih positif,” tuturnya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut,
  Ekky menekankan pentingnya strategi akumulasi bertahap saat terjadi
  koreksi harga, alih-alih melakukan pembelian mendekati periode cum
  dividen.&lt;br /&gt;“Pendekatan terbaik adalah akumulasi bertahap saat
  koreksi, bukan dividend chasing terlalu mepet,” ujarnya.&lt;br /&gt;Strategi
  tersebut dinilai memberi ruang bagi investor untuk tetap memperoleh
  yield optimal, sekaligus menjaga peluang capital gain dalam jangka
  menengah.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Bisnis, dividen emiten-emiten batu
  meluruh sejak tahun buku 2022. UNTR misalnya, mencatatkan lonjakan
  dividen pada tahun buku 2022 yang sebesar Rp7.003 per saham, yang
  merupakan dividen tertinggi sepanjang sejarah. Rasio pembayaran
  dividen tersebut terhadap laba bersih juga melonjak, dari sebelumnya
  45% pada 2021, menjadi 121% terhadap laba bersih.&lt;br /&gt;Setelah tahun
  2022, pembagian dividen tersebut menurun menjadi Rp2.270 per saham
  pada tahun buku 2023, dan sebesar Rp2.151 per saham pada tahun buku
  2024. &lt;br /&gt;Selain UNTR, emiten lain yang juga mencatatkan lonjakan
  dividen pada tahun buku 2022 adalah ITMG. ITMG menebar dividen total
  sebesar Rp10.544 per saham ke pemegang sahamnya. &lt;br /&gt;Sama seperti
  UNTR, tebaran dividen ITMG juga menyusut pada tahun buku 2023 menjadi
  Rp4.407 per saham, dan turun lagi pada 2024 menjadi Rp3.473 per saham.
  &lt;br /&gt;Adapun emiten afiliasi Garibaldi ‘Boy’ Thohir, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt; yang sebelumnya bernama
  Adaro Energy Indonesia, juga mencetak rekor pembagian dividen, dengan
  menebar dividen senilai US$0,031 per saham setara Rp240,78, atau
  senilai total US$1 miliar pada tahun buku 2022. Rasio pembayaran
  dividen tersebut tercatat sebesar 40% terhadap laba bersih &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;Pembayaran
  dividen &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt; kemudian
  turun menjadi US$0,013 per dolar AS atau setara Rp209,31 pada tahun
  buku 2023, dan kemudian sebesar US$0,016 atau setara Rp166,69 per
  saham.&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli
  atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan
  pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian
  maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260415/189/1966897/bersiap-guyuran-dividen-dari-emiten-batu-bara-untr-itmg-adro-cs"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-16T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bahlil Resmi Ubah Formula Harga Patokan Mineral, Pengusaha Buka Suara</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303008" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/en/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5303008</id>
    <updated>2026-04-15T07:00:29Z</updated>
    <published>2026-04-15T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi memberlakukan formula baru
  Harga Patokan Mineral (HPM) mulai 15 April 2026 ini. Kebijakan ini
  tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026
  tentang Perubahan atas Kepmen No. 266/2025 tentang Pedoman Penetapan
  Harga Patokan Untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batu
  Bara.&lt;br /&gt;Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia
  (PERHAPI) Sudirman Widhy Hartono menilai perubahan formula HPM akan
  memberikan dampak berbeda bagi pelaku usaha di sektor hulu dan hilir
  nikel.&lt;br /&gt;Menurut dia, bagi perusahaan pemegang Izin Usaha
  Pertambangan (IUP) nikel, revisi HPM membuka peluang kenaikan harga
  jual bijih ke pabrik pengolahan. Kenaikan tersebut berlaku untuk bijih
  nikel tipe saprolite maupun limonite.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Bahkan untuk limonite, kenaikannya bisa mencapai lebih dari
  100%, karena kandungan cobalt dalam limonite diperhitungkan dalam
  formula tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Artinya, keuntungan yang diperoleh
  penambang akan mengalami kenaikan yang signifikan,&amp;quot; ujar Widhy
  kepada CNBC Indonesia, Rabu (15/4/2026).&lt;br /&gt;Namun di sisi lain, ia
  mengingatkan bahwa kebijakan ini berpotensi menjadi tekanan berat bagi
  industri pengolahan nikel (smelter). Kenaikan HPM akan meningkatkan
  beban biaya produksi di tengah kondisi harga nikel global yang belum
  sepenuhnya pulih.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tanpa kenaikan harga HPM saja, beban
  biaya operasi pabrik pengolahan nikel saat ini sudah tinggi, sementara
  harga nikel dunia masih belum kembali ke harga terbaiknya,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, untuk smelter berbasis Rotary Kiln
  Electric Furnace (RKEF) yang memproduksi Nickel Pig Iron (NPI) dan
  feronikel, tekanan biaya terutama berasal dari kenaikan harga energi,
  seiring naiknya harga batu bara dan bahan bakar minyak. Sementara,
  harga NPI di pasar global masih tertekan akibat lemahnya permintaan
  dan kondisi overproduksi.&lt;br /&gt;Sedangkan, untuk smelter berbasis High
  Pressure Acid Leaching (HPAL) yang mengolah limonite menjadi Mixed
  Hydroxide Precipitate (MHP) menghadapi tekanan yang lebih besar. Hal
  ini dipicu lonjakan harga asam sulfat sebagai bahan utama proses
  pelindian.&lt;br /&gt;&amp;quot;Asam sulfat yang merupakan bahan utama untuk
  proses pelindian, mengalami kenaikan signifikan dalam 3 tahun
  terakhir, dari harga sebelumnya di bawah US$ 100/ton, sekarang
  mencapai US$ 250/ton,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Menurut dia, dengan kenaikan
  harga limonite yang lebih dari 100%, hal ini tentunya akan menyebabkan
  pabrik HPAL mengalami tekanan paling besar.&lt;br /&gt;Berdasarkan
  perhitungan PERHAPI, kombinasi kenaikan HPM dan lonjakan harga asam
  sulfat berpotensi mendorong biaya produksi nikel dalam bentuk MHP
  hingga di atas US$17.000 per ton. Angka tersebut hampir setara dengan
  harga nikel saat ini di pasar global yang mengacu pada London Metal
  Exchange.&lt;br /&gt;Pihaknya pun memahami latar belakang dan tujuan dan
  perubahan atas HPM nikel ini, yaitu salah satunya untuk menaikkan
  royalti nikel. Namun demikian, PERHAPI menggarisbawahi bahwa kebijakan
  tersebut mestinya juga mempertimbangkan keberlangsungan industri
  hilirisasi nikel.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sebab jika keekonomisan pabrik pengolahan
  nikel tidak menarik lagi, dampak dan efek dominonya akan panjang,
  karna akan menyebabkan pabrik pengolahan nikel berhenti operasi,&amp;quot;
  ujarnya.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, aturan ini sudah
  digembar-gemborkan oleh &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; beberapa
  waktu yang lalu. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen
  Minerba) &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; Tri Winarno mengungkapkan bahwa formula HMA nikel yang
  baru akan memperhitungkan nilai kandungan mineral ikutan yang ada di
  dalam bijih nikel.&lt;br /&gt;Menurutnya, mineral ikutan bernilai ekonomis
  tinggi tersebut, seperti kobalt dan besi, selama ini belum dihargai
  secara optimal. &amp;quot;Untuk setiap bulan gitu kita menyampaikan yang
  kemarin kan mendasarkan pada LME (London Metal Exchange) dengan
  correction factor tertentu. Untuk kobalt kita hargain, besi kita
  hargain, sehingga harganya nanti bisa naik harga acuannya,&amp;quot;
  terang Tri beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;Perubahan yang disiapkan
  oleh pemerintah, kata Tri, murni hanya pada rumus atau formula
  perhitungannya yakni pada correction factor dan valuasi mineral
  ikutan. Sementara itu, jadwal penerbitan dan penetapan harga acuan
  tersebut akan tetap berjalan rutin seperti biasanya tanpa ada
  perubahan periode rilis.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kalau yang keluarin itu setiap dua
  minggu sekali ya tetap kita keluarin. Rumusnya yang ganti.
  Formula-formula,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;Asal tahu saja, perubahan
  formula HMA untuk nikel merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk
  meningkatkan penerimaan negara dari sektor mineral. Hal itu juga
  sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta
  optimalisasi pendapatan negara dari sumber daya alam, khususnya sektor
  mineral.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260415103810-4-726871/bahlil-resmi-ubah-formula-harga-patokan-mineral-pengusaha-buka-suara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-15T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
