Asing Net Sell Rp774 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Admin Ugems
Lectura de 2 minutos - Wed Aug 12 01:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan sesi I, Selasa (11/8/2026). IHSG tertekan dan sempat turun 1,15% pada awal perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pada penutupan sesi I IHSG turun 55,50 poin atau 0,87% ke posisi 6.309,87, setelah dibuka di level 6.383,81. Sepanjang perdagangan sesi I, indeks bergerak di rentang 6.291,19-6.388,58. Tekanan tercermin dari mayoritas saham yang bergerak turun: sebanyak 169 saham menguat, 488 saham melemah, dan 306 saham stagnan, dengan total volume perdagangan 20,04 miliar saham senilai Rp7,83 triliun dalam 1,21 juta kali transaksi. Seluruh sektor saham tercatat berada di zona merah, dipimpin sektor utilitas yang turun 1,38% dan finansial yang terkoreksi 1,14%
Pelemahan indeks turut dibayangi eskalasi ketegangan geopolitik, setelah Presiden AS Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas korban perang sebagai syarat kesepakatan damai, yang berpotensi mempersulit pembukaan kembali Selat Hormuz. Harga minyak dunia pun melonjak sekitar 5% dengan WTI ditutup di US$82,13 per barel dan Brent US$87,72 per barel.



Sejalan dengan pelemahan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) yang cukup besar, yaitu Rp774,89 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp4,13 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp1,68 triliun dan foreign sell Rp2,45 triliun.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan nilai mencapai Rp131,35 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang dilepas asing senilai Rp87,19 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp81,23 miliar - sejalan dengan saham BBCA yang tercatat sebagai penekan utama IHSG hari ini.
Selain itu, investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp72,75 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp32,53 miliar, PT Astra International Tbk. (ASII) Rp30,35 miliar, serta PT bumi resources Tbk. (BUMI) Rp30,00 miliar.
Di sisi lain, sejumlah saham masih menjadi buruan investor global. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp61,38 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) senilai Rp57,39 miliar.
Selanjutnya, asing juga memborong PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp40,44 miliar, PT bumi resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp18,35 miliar, serta PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Rp13,54 miliar.
Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Selasa (11/8/2026).
Net Foreign Buy

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp61,38 miliar
PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp57,39 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp40,44 miliar
PT bumi resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp18,35 miliar
PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp13,54 miliar
PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp11,06 miliar
PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) - Rp8,92 miliar
PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp8,78 miliar
PT Timah Tbk. (TINS) - Rp8,57 miliar
PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp8,53 miliar

Net Foreign Sell

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp131,35 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp87,19 miliar
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp81,23 miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp72,75 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp32,53 miliar
PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp30,35 miliar
PT bumi resources Tbk. (BUMI) - Rp30,00 miliar
PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp15,05 miliar
PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) - Rp10,53 miliar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp10,10 miliar


(fsd/fsd)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Comentarios de la página