Di Tengah Net Sell Rp 2,63 T, Asing Diam-Diam Akumulasi Saham Ini

Admin Ugems
Lectura de un minuto - Wed Mar 11 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) pada sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa (10/3/2026). Sejumlah emiten sektor energi hingga tambang menjadi incaran utama investor global.
Kendati demikian, secara total asing mencatat net sell jumbo pada perdagangan kemarin, yakni Rp 2,63 triliun di seluruh pasar.
Berdasarkan data perdagangan, saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) menjadi emiten dengan net foreign buy terbesar yakni mencapai Rp80,2 miliar.
Di posisi kedua terdapat saham Medco Energi Internasional (MEDC) yang diborong investor asing sebesar Rp72,9 miliar. Selanjutnya saham adaro Andalan Indonesia (AADI) mencatatkan beli bersih asing sebesar Rp47,8 miliar.
Saham pertambangan batu bara bukit asam (PTBA) juga masuk dalam daftar dengan net foreign buy sebesar Rp25,9 miliar.
Aksi akumulasi investor asing ini menunjukkan minat yang masih kuat terhadap saham berbasis komoditas energi, di tengah meningkatnya volatilitas pasar global dan pergerakan harga energi.

Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan 10 Maret 2026:

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp80,2 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Rp72,9 miliar
PT adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp47,8 miliar
PT bukit asam Tbk (PTBA) - Rp25,9 miliar
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) - Rp19,2 miliar
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) - Rp15,4 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - Rp15,2 miliar
PT Elnusa Tbk (ELSA) - Rp14,9 miliar
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp12,4 miliar
PT XL Axiata Tbk (EXCL) - Rp10,8 miliar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik menguat pada perdagangan Selasa (10/3/2026) usai anjlok tajam sehari sebelumnya. IHSG yang tercatat sempat melesat 2,2% dan nyaris menyentuh level 7.500 pada awal perdagangan, harus puas memangkas penguatan dan tersisa 1,41% atau naik 103 poin ke 7.440,91 pada akhir sesi kedua.
Sebanyak 534 saham naik, 190 turun, dan 93 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 19,16 triliun, melibatkan 336,26 miliar saham dalam 2,03 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar terkerek menjadi Rp 13.338 triliun.
Nyaris seluruh sektor perdagangan menguat dengan kenaikan terbesar dicatatkan oleh energi dan barang baku, sedangkan hanya sektor infrastruktur dan teknologi yang tercatat melemah.
Sejumlah emiten yang tercatat menjadi penggerak utama kinerja IHSG termasuk DSSA, BRMS, BBCA, BMRI dan BYAN.


(mkh/mkh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Comentarios de la página