Saham Batu Bara Diborong Asing, Ini Daftarnya

Admin Ugems
Lectura de un minuto - Mon Mar 30 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) di sejumlah saham sepanjang periode 25-27 Maret 2026. Aksi akumulasi ini terutama menyasar saham sektor energi, tambang, serta konglomerasi.
Berdasarkan data perdagangan, saham PT adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai net buy mencapai Rp530,4 miliar. Disusul PT bukit asam Tbk (PTBA) sebesar Rp205,4 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp162,7 miliar.
Selain itu, saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) juga masuk dalam radar beli asing dengan nilai Rp150 miliar. Emiten batu bara lainnya seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turut mencatatkan net buy signifikan.

Aksi beli ini menunjukkan minat investor asing masih cukup kuat pada saham berbasis komoditas, terutama yang diuntungkan dari dinamika harga energi global.
Berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar:

PT adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp 530,4 miliar
PT bukit asam Tbk (PTBA) - Rp 205,4 miliar
PT Astra International Tbk (ASII) - Rp 162,7 miliar
PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) - Rp 150 miliar
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp 127,2 miliar
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Rp 123,2 miliar
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp 100,7 miliar
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp 99,5 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp 54,4 miliar
PT United Tractors Tbk (UNTR) - Rp 54,1 miliar

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,14% atau 9,78 poin ke level 7.097,06 pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian naik 15,27% dibandingkan pekan sebelum libur panjangIdulfitri, menjadi Rp 23,33 triliun. Akan tetapi volume saham yang ditransaksikan turun 4,81% menjadi 28,31 miliar.
Seiring dengan koreksi IHSG, kapitalisasi pasar merosot 0,24% menjadi Rp 12.516 triliun.
Tercatat sebanyak 404 emiten naik lebih dari 2%, 134 emiten naik antara 0%-2%. Lalu ada 160 emiten yang turun lebih dari 2% dan 108 emiten turun antara 0%-2%. Sebanyak 152emiten tidak bergerak.

(mkh/mkh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Comentarios de la página