Prabowo Mau RI Bikin Bensin dari Batu Bara

Admin Ugems
Een minuut lezen - Sun Sep 20 01:00:00 GMT 2026

Jakarta -

Mengikuti jejak sukses implementasi program solar dengan campuran minyak kelapa sawit hingga 50% atau B50 dalam mengurangi ketergantungan impor bahan bakar, pemerintah berencana untuk memproduksi bensin dengan bahan dasar batu bara.Presiden Prabowo Subianto mengatakan saat ini para akademisi dan profesor dari berbagai fakultas teknik di Tanah Air telah berhasil menciptakan bahan bakar dari sumber daya lokal yakni minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).Dalam konteks inilah Prabowo kemudian mengatakan bahwa pengembangan sumber bahan bakar baru seperti solar dengan campuran minyak sawit tadi harus terus dikembangkan. Di mana pemerintah kini membidik pengembangan produksi bensin dari batu bara.
"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara," kata Prabowo dalam acara Syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).Di luar itu, ia mengatakan bahwa saat ini keberhasilan penggunaan bahan bakar solar dicampur minyak sawit hingga 50% atau B50 telah berhasil membuat Indonesia berhenti melakukan impor solar sejak 1 Juli lalu. Rekam jejak inilah yang kemudian ingin ia pertahankan."Kita mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri," tutur Prabowo.Prabowo menilai langkah penghentian impor solar ini membatu Indonesia terlepas dari krisis energi. Pasalnya, kondisi global yang penuh konflik sekarang ini telah memicu kelangkaan pasokan solar di berbagai negara."Hari-hari ini solar langka di dunia, kita punya uang pun mungkin tidak ada barangnya. Alhamdulillah, kita sudah bisa produksi solar kita sendiri. Dari mana? Dari kelapa sawit," ucapnya.
(igo/ara)



Source https://finance.detik.com

Paginareacties