Bayan Resources (BYAN) Siapkan Capex hingga US$300 Juta pada 2026

Admin Ugems
Minuuttiluku - Wed Mar 04 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA —Emiten batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mengalokasikan belanja modal sekitar US$200 juta—US$300 juta pada 2026 atau setara dengan Rp3,38 triliun—Rp5,07 triliun (kurs Rp16.916 per dolar AS).
Berdasarkan data perseroan, BYAN menggelontorkan belanja modal sebesar US$181,7 juta pada 2025. Nilai itu jauh di bawah anggaran capital expenditure (capex) yang dialokasikan perseroan sebesar US$399,2 juta pada tahun lalu.
“Belanja modal 2026 sekitar US$200 juta—US$300 juta,” tulis manajemen BYAN dalam pedoman yang dikutip Rabu (4/3/2026).
Selain pedoman capex, BYAN juga menjabarkan panduan untuk sejumlah indikator keuangan dan operasional pada 2026. Meski demikian, rentang target yang dibidik relatif lebar.

Pada 2026, BYAN membidik pendapatan sekitar US$1,8 miliar hingga US$3,8 miliar. Sebagai gambaran, Bayan Resources tercatat meraih pendapatan US$3,42 miliar atau melemah 0,55% dari US$3,44 miliar pada 2024.
Di sisi operasional, target volume produksi batu bara BYAN pada 2026 sekitar 39 juta hingga 76 juta ton dengan proyeksi volume penjualan batu bara di kisaran 39 juta hingga 78 juta ton.

BYAN memperkirakan rata-rata biaya tunai produksi batu bara sekitar US$36—US$42 per ton dan rasio pengupasan tanah 4,8 hingga 5,2 kali.
“Pedoman harga jual rata-rata pada 2026 sekitar US$46—US$48 per ton,” tulis manajemen BYAN.
Pada 2025, BYAN mencatat terjadinya pelemahan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara dari US$61,3 per ton pada 2024 menjadi US$48,4 per ton.
Adapun, volume penjualan batu bara BYAN melonjak 25,97% YoY dari 56,2 juta ton pada 2024 menjadi 70,8 juta ton sepanjang 2025. Pangsa pasar utama batu bara BYAN ialah China 32%, Indonesia 26%, Filipina 19%, India 8%, Malaysia dan Vietnam masing-masing 4%.
Penjualan itu ditopang oleh volume produki batu bara yang meningkat menjadi 19,5% menjadi 68 juta ton pada 2025 dari sebelumnya 56,9 juta ton.



Source https://www.bisnis.com

Sivun kommentit