Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham MAPI Masih Bertenaga

Admin Ugems
Minuuttiluku - Mon Jun 08 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (8/6/2026). Meskipun begitu, masih terdapat satu saham yang bergerak menguat pada pembukaan perdagangan hari ini.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka melemah 3,44% ke level 373,24. Dari 27 konstituen, sebanyak 26 saham melemah dan hanya 1 saham bergerak menguat.
Penguatan harga saham pada pembukaan perdagangan hanya dialami oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang mengalami kenaikan 0,34% ke level Rp1.490. Sisanya, kinerja saham-saham ternama turut melemah hari ini.
Pelemahan harga saham dalam indeks dipimpin oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang turun 8,32% ke Rp4.190, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) turun 7,24% ke Rp1.795, PT bumi resources Minerals Tbk. (BRMS) turun 6,67% ke Rp476, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun 5,98% ke Rp1.180.
Selain itu, pelemahan harga saham juga dialami oleh PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang melemah 5,34% ke Rp248, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 5,07% ke Rp2.620, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 4,73% ke Rp2.620, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) turun 4,61% ke Rp1.450.
Pelemahan juga dialami oleh saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang turun 4,56% ke Rp1.150, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) turun 4,48% ke Rp6.400, PT bumi resources Tbk. (BUMI) turun 4,32% ke Rp133, dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) melemah 4,26% ke Rp1.460.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih rawan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (8/6/2026). Maraknya tekanan jual yang melanda pasar modal domestik membuat indeks diperkirakan rentan menguji level support psikologis baru.
Riset MNC Sekuritas memaparkan bahwa pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG kembali melanjutkan koreksi sebesar 4,20% menuju level 5.594 dengan dominasi tekanan jual yang masih tinggi.
Secara akumulatif dalam sepekan, performa indeks terpangkas hingga 8,69% yang disertai dengan peningkatan volume distribusi atau aksi jual.
Tim analis MNC Sekuritas menjelaskan bahwa secara teknikal, posisi IHSG saat ini tengah berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5.
“Hal ini berarti, IHSG masih rawan melanjutkan downtrend-nya ke rentang 5.395–5.412 sekaligus untuk menutup area gap yang terbentuk dan MA200 secara bulanan,” tulisnya dalam riset harian, dikutip Minggu (7/6/2026).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Sivun kommentit