MEJA Rancang Akuisisi Perusahan Batu Bara, Cadangan 693 Juta Ton

Admin Ugems
Minuuttiluku - Mon Feb 09 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA— PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) merancang akuisisi pengambilalihan 45% saham PT Trimata coal Perkasa (TCP), yang memiliki cadangan sebesar 693 juta ton.
Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto S., menjelaskan bahwa rencana akuisisi tersebut mengacu pada Perjanjian Jual Beli Bersyarat tertanggal 22 Desember 2025 antara pemegang saham pengendali (PSP) MEJA dan PSP TCP.
“Akuisisi dirancang tanpa penggunaan kas perseroan, melainkan melalui mekanisme share swap atau metode lain yang tidak membebani likuiditas MEJA,” ujar Richie dalam keterbukaan informasi, Senin (9/2/2026).
Richie menjelaskan, Triple B sebagai PSP MEJA, juga menyampaikan sejumlah informasi material, mulai dari rencana operasional penambangan TCP pada 2026, target produksi sesuai RKAB yang telah disetujui Kementerian ESDM, hingga proyeksi potensi ekonomi tambang.

Perseroan juga akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mendapatkan persetujuan penambahan modal sebagai bagian dari proses akuisisi.
Sebagai informasi, TCP telah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam sebagai kontraktor tambang untuk mengelola eksploitasi batu bara di Kecamatan Tungkal LIR, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Target produksi pada 2026 ditetapkan sebesar 1,5 juta ton, dengan Agro Energy Trading Pte. Ltd. sebagai pembeli siaga.
Tambang TCP sendiri diklaim sebagai aset batu bara skala besar dengan luas konsesi sekitar 11.640 Hektare (Ha). Karakteristik seam yang tebal, metode penambangan open pit, serta kondisi geologi yang ekonomis dinilai mendukung operasi jangka panjang berkapasitas tinggi.
Berdasarkan laporan JORC yang disusun konsultan independen Faan Grobelaar & Associates, TCP memiliki estimasi mineable coal resources sekitar 693,7 juta ton.
Dengan estimasi laba sebelum pajak US$7–US$10 per ton dan rencana produksi 2026 sebanyak 1,5 juta ton, konsultan memprediksi kenaikan produksi 500.000 ribu ton per tahun hingga 2031. Oleh karena itu, enterprise value TCP diperkirakan mencapai sekitar Rp2,49 triliun.



Source https://www.bisnis.com

Sivun kommentit