Bisnis.com, JAKARTA — Saham BBCA, BMRI, hingga emiten milik Prajogo Pangestu CUAN-BRPT menjadi yang paling banyak dilego investor asing pada perdagangan sepekan 14—18 September 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mengutip data RTI, investor asing mencatatkan net sell Rp1,84 triliun sepekan. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan net sell asing terbesar dengan nilai Rp798 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan net sell Rp443,2 miliar.
Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) berada di posisi ketiga dengan nilai jual bersih asing Rp193,2 miliar, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp189,9 miliar.
Selanjutnya, investor asing mencatatkan net sell Rp166,3 miliar pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dan Rp132,6 miliar pada PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (adro).
Berikutnya terdapat PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan net sell Rp95 miliar, PT Timah Tbk. (TINS) Rp47,7 miliar, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp45 miliar, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) Rp44,6 miliar.
Daftar 10 Saham Net Sell Asing Terbesar Sepekan
BBCA — Rp798 miliar
BMRI — Rp443,2 miliar
CPIN — Rp193,2 miliar
BBNI — Rp189,9 miliar
CUAN — Rp166,3 miliar
adro — Rp132,6 miliar
BUMI — Rp95 miliar
TINS — Rp47,7 miliar
BRPT — Rp45 miliar
MBMA — Rp44,6 miliar
Aksi jual asing tersebut terjadi ketika indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami tekanan sepanjang pekan perdagangan 14—18 September 2026.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Elsierra Putri Yosita mengatakan sejumlah indikator perdagangan saham BEI bergerak dinamis sepanjang pekan tersebut. IHSG turun 1,53% menjadi 6.441,159 pada akhir pekan dari posisi 6.541,377 pada pekan sebelumnya.
“Sejalan dengan pergerakan IHSG, kapitalisasi pasar BEI turun 1,58% menjadi Rp11.266 triliun dari Rp11.446 triliun pada pekan sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).
Dari sisi aktivitas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian BEI turun 6,95% menjadi Rp15,22 triliun dari Rp16,36 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga turun 14,73% menjadi 1,89 juta kali transaksi dari 2,22 juta kali transaksi. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian BEI turun 20,71% menjadi 28,61 miliar saham dari 36,09 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Pada perdagangan Jumat (18/9/2026), investor asing mencatatkan net sell Rp1,79 triliun. Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing telah membukukan net sell Rp74,36 triliun.
Pelemahan IHSG pada pekan tersebut tidak terlepas dari tekanan bursa global menyusul sentimen hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
Analis Stockbit Sekuritas dalam laporannya menyebutkan The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%—4% pada Rabu (16/9/2026) waktu setempat. Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi konsensus dan menjadi kenaikan suku bunga AS pertama sejak 2023.
Selain keputusan tersebut, The Fed memperbarui proyeksi suku bunga pada akhir 2026 menjadi kisaran 4%—4,25%. Proyeksi itu mengindikasikan masih terdapat peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 bps hingga akhir tahun.
Analis Stockbit Sekuritas menilai reaksi pasar yang relatif terbatas, baik di pasar obligasi maupun saham, menunjukkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lanjutan telah diperhitungkan oleh pelaku pasar.
Dengan ekspektasi masih adanya satu kali kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir 2026, Bank Indonesia (BI) dinilai berpotensi mengikuti arah kebijakan tersebut.
BI diprediksi menaikkan suku bunga sebanyak dua kali masing-masing 25 bps atau hanya sekali, bergantung pada perkembangan stabilitas rupiah.
Source https://www.bisnis.com