Breakout 6.400! Ini Penyebab IHSG Melesat 1%

Admin Ugems
Lecture une minute - Thu Jul 23 07:13:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Pada sesi pagi, indeks berhasil menembus level psikologis 6.400 setelah sempat menjadi area yang sulit ditembus dalam beberapa perdagangan terakhir.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.54 WIB, IHSG menguat 75,28 poin atau 1,19% ke level 6.409,76. Sepanjang perdagangan pagi, indeks bergerak di rentang 6.338,24-6.412,62, sekaligus mencatat level tertinggi intraday di atas 6.400.
Aktivitas perdagangan juga meningkat. Nilai transaksi mencapai Rp5,36 triliun dengan volume 15,65 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 807 ribu kali transaksi. Sebanyak 411 saham menguat, 172 saham melemah, dan 382 saham bergerak stagnan, mencerminkan dominasi aksi beli di hampir seluruh sektor.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut meningkat menjadi Rp11.208 triliun, atau bertambah sekitar Rp112 triliun dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp11.096 triliun.
Penguatan IHSG kali ini ditopang oleh reli saham-saham berbasis komoditas, teknologi, dan perbankan. Dari sisi sektoral, bahan baku memimpin kenaikan sebesar 1,15%, disusul teknologi 1,11%, energi 0,82%, dan utilitas 0,80%.
Menariknya, sektor keuangan masih menjadi satu-satunya sektor yang bergerak di zona merah tipis 0,02%, menunjukkan reli indeks lebih banyak didorong oleh rotasi ke sektor non-keuangan.
Kendati demikian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi penyumbang terbesar penguatan IHSG dengan kontribusi 5,84 poin.
Selanjutnya disusul PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) sebesar 5,48 poin, PT bumi resources Minerals Tbk (BRMS) 4,46 poin, PT bumi resources Tbk (BUMI) 4,41 poin, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) 3,53 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 3,37 poin, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 3,26 poin.
Sementara itu, tekanan terhadap indeks berasal dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang memangkas 4,41 poin IHSG. Saham lain yang turut membebani indeks yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus level 6.400 menjadi sinyal positif bagi kelanjutan tren jangka pendek. Setelah terkoreksi tipis pada perdagangan Rabu yang mengakhiri reli sembilan hari berturut-turut, indeks bangkit dan kembali mencetak higher high.

Pada grafik harian, IHSG juga masih bergerak jauh di atas weighted moving average (WMA) 9 yang berada di kisaran 6.257, sehingga tren naik jangka pendek masih terkonfirmasi. Area 6.400 yang sebelumnya menjadi resistance kini menjadi level penting untuk dipertahankan.
Apabila indeks mampu bertahan di atas level tersebut hingga penutupan perdagangan, peluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.450-6.500 akan semakin terbuka.
Sebaliknya, apabila gagal mempertahankan level tersebut, bukan tidak mungkin terjadi aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek setelah indeks menguat lebih dari 23% sejak menyentuh titik terendah pada awal Juni.
Dari sisi sentimen, penguatan IHSG terjadi setelah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,25%, sesuai ekspektasi pasar. Meskipun pada perdagangan sebelumnya investor asing masih membukukan jual bersih (net foreign sell) Rp920,3 miliar, optimisme investor domestik serta rotasi ke saham-saham komoditas dan teknologi mampu menjaga momentum penguatan pasar saham Indonesia.

(mkh/mkh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Commentaires sur la page