Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham MEDC, BRMS, BUMI Melaju

Admin Ugems
Lecture une minute - Tue Aug 18 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (18/8/2026). Sejumlah saham seperti MEDC, BRMS, hingga BUMI tercatat melaju pada pembukaan perdagangan.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.02 WIB, indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka menguat 0,42% ke level 434,16. Dari 27 konstituen, sebanyak 13 saham menguat, 7 melemah, dan 7 saham stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang naik 3,42% ke Rp1.360, PT bumi resources Minerals Tbk. (BRMS) naik 2,42% ke Rp635, dan PT bumi resources Tbk. (BUMI) naik 2,21% ke Rp185.
Selain itu, penguatan juga dialami oleh saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang naik 2,16% ke Rp2.370, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 1,78% ke Rp458, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 1,30% ke Rp3.110.

Sebaliknya, kinerja lesu dialami oleh PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang turun 1,88% ke Rp785, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) turun 1,42% ke Rp1.735, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) turun 0,40% ke Rp2.520.
Hal yang sama dialami oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang melemah 0,36% ke Rp1.365, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) turun 0,36% ke Rp1.395, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) turun 0,33% ke Rp3.060.
Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (18/8/2026) dengan pergerakan pasar dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan The Fed.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan IHSG masih berada dalam struktur bullish jangka pendek dan bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), sehingga peluang untuk menguji level resistance 6.455 masih terbuka.
“Secara teknikal, IHSG masih berada dalam short-term bullish structure dan bertahan di atas MA20, sehingga peluang menguji 6.455 masih terbuka,” kata Reza dalam risetnya, Selasa (18/8/2026).
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,59% ke level 6.401,89. Penguatan tersebut didukung sentimen positif dari pidato Presiden Prabowo Subianto terkait RAPBN 2027.
Target defisit anggaran lebih rendah sebesar 2,40% dari produk domestik bruto (PDB), serta optimisme pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada 2026.
Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp17.827 per dolar AS turut menopang sentimen pasar. Investor juga mencermati arah kebijakan fiskal pemerintah dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi domestik.
Reza memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan area support di 6.200–6.280 dan resistance penting pada 6.400–6.455.
“Breakout di atas 6.455 akan menjadi konfirmasi penguatan lanjutan dengan target berikutnya di 6.568–6.716,” ujarnya.
Di sisi lain, fokus pelaku pasar pada pekan ini akan tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,75%.
Pasar juga akan mencermati publikasi risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) atau FOMC Minutes untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.
Dengan demikian, perkembangan kebijakan moneter domestik dan Amerika Serikat akan menjadi katalis penting bagi pergerakan IHSG setelah penguatan pada perdagangan sebelumnya.



Source https://www.bisnis.com

Commentaires sur la page