Melihat Dampak Transisi EV dan Keberlanjutan Industri Tambang RI

Admin Ugems
Lecture une minute - Thu Apr 16 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia tercatat sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia, yang membuka peluang pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di tanah air. Dengan total cadangan bijih nikel sebesar 5,913 miliar ton per tahun 2024, Indonesia bisa menjadi salah satu produsen besar dunia.
Hal ini pun akan mendukung transisi industri otomotif dari berbasis fosil menjadi berbasis baterai yang lebih ramah lingkungan. Kendaraan listrik juga bukan hanya cocok di perkotaan, melainkan juga ke seluruh wilayah negeri hingga area tambang.
EV juga bisa menjadi salah satu terobosan utama yang bisa mengganti armada berbahan bakar fosil di kawasan tambang. Dengan begitu operasional pertambangan pun bisa lebih efisien, aman, serta ramah lingkungan. Selain mengurangi ketergantungan pada energi fosil, penggunaan kendaraan listrik juga disebut bisa menekan biaya operasional jangka panjang dan emisi karbon.
Penerapan EV di sektor tambang pun dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Langkah ini juga sejalan dengan transisi energi yang digencarkan pemerintah, sekaligus dorongan global yang menyoroti sisi keberlanjutan pertambangan.
Meski kini mulai banyak pelaku industri pertambangan yang melirik EV sebagai alternatif kendaraan operasional, banyak tantangan yang masih membayangi. Penyediaan infrastruktur pengisian daya atau SPKLU (Charging station) penyesuaian teknis untuk kondisi tambang, hingga pembiayaan awal yang cukup besar, menjadi tantangan yang disoroti.
Untuk mengupas potensi dan menjawab tantangan tersebut, CNBC Indonesia menggelar EV Transition in mining Industry Outlook 2026 dengan tema "The Future of EV's in mining Industry: Between Efficiency and High Investment". Acara ini akan berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, pukul 09.00-12.00 WIB di St Regis Jakarta - Caroline Astor Ballroom.
Forum ini menghadirkan dialog strategis yang mempertemukan regulator, asosiasi industri, pelaku usaha pertambangan, serta pemangku kepentingan. EV Transition in mining Industry Outlook 2026 bertujuan mengulas peluang, tantangan, serta kesiapan industri dalam mengadopsi teknologi EV.
Forum ini juga akan mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem elektrifikasi pertambangan di Indonesia, menuju masa depan industri yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis. EV Transition in mining Industry Outlook 2026 didukung oleh GM Tractors dan GM Mobil.



(rah/rah)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Commentaires sur la page