United Tractors (UNTR) Cetak Pendapatan Rp58,3 Triliun Semester I/2026

Admin Ugems
Lecture une minute - Thu Jul 30 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup Astra PT United Tractors Tbk. (UNTR) membukukan pendapatan senilai Rp58,3 triliun, dengan laba bersih Rp956 miliar pada semester I/2026.
Manajemen UNTR dalam keterangan resminya menuturkan perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun, turun sebesar 15% dari Rp68,5 triliun pada periode yang sama di tahun 2025.
Penurunan pendapatan ini terutama dikarenakan penjualan emas yang lebih rendah di PT Agincourt Resources, serta penurunan kinerja pada segmen alat berat dan pertambangan batu bara termal dan metalurgi sebagai dampak alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah.
Hal ini sebagian dapat diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari sektor Kontraktor Penambangan yang terutama didorong oleh penguatan kurs USD.


Laba bersih setelah pajak yang diatribusikan ke pemilik entitas induk UNTR pada semester I/2026 adalah sebesar Rp956 miliar. Laba bersih ini turun 88% dibandingkan semester I/2025 yang sebesar Rp8,13 triliun.
Sementara itu, laba bersih Perseroan tidak termasuk non-recurring items turun 48% menjadi Rp4,3 triliun, terutama karena penjualan emas yang lebih rendah dari PT Agincourt Resources dan penurunan pendapatan yang sebagian besar mencerminkan dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 yang lebih rendah.
Penjualan emas yang lebih rendah dari Tambang Emas Martabe disebabkan oleh penghentian sementara operasional tambang tersebut. Tambang Emas Martabe telah kembali melanjutkan operasinya pada periode pelaporan kuartal kedua.
Per 30 Juni 2026, Perseroan mencatat utang bersih sebesar Rp9,4 triliun, dengan rasio gearing sebesar 8,5%, dibandingkan dengan posisi kas bersih sebesar Rp7,7 triliun per 31 Desember 2025. Perubahan ini utamanya mencerminkan akuisisi perusahaan pertambangan emas dan program pembelian kembali saham.
Adapun di segmen alat berat, UNTR mencatat penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 27% menjadi 1.994 unit, terutama disebabkan oleh penurunan penjualan big machine di sektor pertambangan sebesar 55% menjadi 325 unit, dampak dari alokasi RKAB batu bara nasional yang lebih rendah.
Total pendapatan bersih dari segmen alat berat UNTR turun 28% menjadi Rp15,0 triliun.
Segmen usaha kontraktor penambangan melalui PAMA Group, mencatatkan volume pekerjaan pemindahan tanah yang lebih rendah sebesar 10% menjadi 481 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya turun 3% menjadi 67 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,2x, mengikuti penyesuaian target produksi klien sesuai dengan RKAB yang telah disetujui.
Total pendapatan bersih UNTR dari segmen Kontraktor Penambangan naik 4% menjadi Rp27,2 triliun yang terutama disebabkan karena penguatan kurs USD.
Segmen usaha Pertambangan batu bara Termal dan Metalurgi dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 6,0 juta ton, termasuk 1,6 juta ton batu bara metalurgi. Penjualan ini turun 10% dari periode yang sama di tahun 2025.
Pendapatan segmen usaha Pertambangan batu bara Termal dan Metalurgi turun sebesar 4% menjadi Rp12,9 triliun, sejalan dengan penurunan volume penjualan batu bara.
Adapun segmen usaha Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 66% menjadi Rp2,4 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan penjualan emas sebesar 82%.



Source https://www.bisnis.com

Commentaires sur la page