BBCA Masih Dibuang Asing, Ini 10 Saham Net Foreign Sell Terbesar

Admin Ugems
Egy perces olvasmány - Tue Feb 24 07:02:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing membukukan net foreign buy Rp1,14 triliun pada perdagangan Senin (23/2/2026). Namun, di balik akumulasi tersebut, sejumlah saham big caps justru menjadi sasaran aksi jual.
Data perdagangan mencatat total foreign buy sebesar Rp6,832 triliun dan foreign sell Rp5,689 triliun. Dengan demikian total nilai transaksi mencapai Rp12,521 triliun.
Saham dengan net foreign sell terbesar ditempati oleh Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp124,1 miliar dengan sebagian besar net sell terjadi di pasar negosiasi. Disusul Impack Pratama Industri (IMPC) Rp119,7 miliar dan bumi resources (BUMI) Rp114,8 miliar.
Tekanan jual asing juga terlihat pada Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp60,1 miliar, XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL) Rp52,9 miliar, serta Energi Mega Persada (ENRG) Rp51 miliar.

Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan kemarin:

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp 124,1 miliar
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) - Rp 119,7 miliar
PT bumi resources Tbk (BUMI) - Rp 114,8 miliar
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Rp 60,1 miliar
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) - Rp 52,9 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Rp 51 miliar
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) - Rp 49,9 miliar
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Rp 46,5 miliar
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Rp 40,8 miliar
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Rp 31,1 miliar

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat kencang pada perdagangan kemarin. IHSG melesat 1,50% atau naik 124,31 poin ke level 8.396,08 pada penutupan perdagangan sesi kedua.
Ini merupakan catatan tertinggi IHSG sejak kejatuhan usai kabar MSCI mengguncang pasar modal domestik.
Sebanyak 468 saham naik, 206 turun, dan 142 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 24,15 triliun, melibatkan 49,54 miliar saham dalam 3,04 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun kembali menyentuh Rp 15.000 triliun.
Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona hijau dengan sejumlah saham bank menjadi penopang utama.

(mkh/mkh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Hozzászólások az oldalhoz