Di Tengah Sorotan ke BUMN Ekspor, Asing Diam-Diam Borong Saham Ini

Admin Ugems
Egy perces olvasmány - Mon May 25 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Meski investor asing masih mencatat jual bersih (net sell) di pasar saham Indonesia, sejumlah saham justru menjadi incaran beli asing sepanjang perdagangan 18-22 Mei 2026.
Investor asing secara keseluruhan masih mencatat net sell Rp809,1 miliar di pasar reguler selama sepekan. Akan tetapi ada dua hari asing mencatat net buy, yakni 19 Mei dengan nilai Rp 260,1 miliar dan 20 Mei senilai Rp 249,2 miliar.
Sepanjang pekan aksi beli asing banyak terkonsentrasi pada saham-saham berbasis komoditas dan mineral, di tengah meningkatnya perhatian terhadap peluncuran BUMN khusus ekspor PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi saham dengan net buy asing terbesar mencapai Rp691,1 miliar. Disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp414,3 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp413,1 miliar.
Selain itu, asing juga tercatat memborong saham PT MD Pictures Tbk (FILM) senilai Rp366,9 miliar dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (adro) sebesar Rp315,1 miliar.
Berikut daftar saham dengan net buy asing terbesar pada 18-22 Mei 2026:

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp691,1 miliar
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp414,3 miliar
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp413,1 miliar
PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp366,9 miliar
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (adro) Rp315,1 miliar
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Rp272,9 miliar
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp238,4 miliar
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp229,8 miliar
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Rp210,1 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp210 miliar


Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 8,35% sepanjang perdagangan 18-22 Mei 2026 ke level 6.162,045. Pelemahan ini menjadikanIHSGsebagai salah satu indeks dengan kinerja terburuk di kawasan Asia dan ASEAN dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar bursa juga menyusut 10,07% menjadi Rp10.635 triliun dari sebelumnya Rp11.825 triliun.
Saham-saham konglomerasiPrajogoPangestumenjadi pemberat utamaIHSGpekan lalu. PT Chandra Asri PacificTbk(TPIA) anjlok 53,49% dan menjadi laggard terbesarIHSGdengan kontribusi negatif 47,55 poin. Disusul PT DianSwastatikaSentosaTbk(DSSA) yang turun 47,34% serta PTBaritoRenewablesEnergyTbk(BREN) yang merosot 23,44%.
Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian bursa justru naik 15,68% menjadi Rp21,77 triliun. Namun frekuensi transaksi turun 6,5% menjadi 2,36 juta kali transaksi.

(mkh/mkh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Hozzászólások az oldalhoz