Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah, Tertekan Pelemahan Saham BRMS, BUMI & ANTM

Admin Ugems
Egy perces olvasmány - Wed Jul 29 01:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 mengakhiri perdagangan Selasa (28/7/2026) di zona merah setelah ditutup melemah 4,18 poin atau 0,99% ke level 419,06.
Berdasarkan data IDX Mobile, indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bisnis Indonesia tersebut turun dari posisi penutupan sebelumnya di level 423,24.
Sepanjang perdagangan, Indeks Bisnis-27 bergerak di kisaran 419,06 hingga 424,92. Indeks dibuka pada level 421,94 sebelum tekanan jual meningkat hingga menyeretnya ditutup di level terendah pada perdagangan hari ini.
Aktivitas perdagangan saham konstituen Indeks Bisnis-27 mencatatkan volume transaksi sebanyak 4,629 miliar saham dengan nilai transaksi Rp4,299 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 302,6 ribu kali.

Dari 27 saham konstituen, hanya enam saham yang menguat, sementara 19 saham melemah dan dua saham lainnya ditutup stagnan.
Tekanan terbesar terhadap indeks berasal dari saham sektor energi dan pertambangan. PT bumi resources Minerals Tbk. (BRMS) menjadi saham dengan pelemahan terdalam setelah turun 3,48% ke level 555, disusul PT bumi resources Tbk. (BUMI) yang terkoreksi 2,94% ke level 165.
Saham komoditas lainnya juga berada di zona merah, antara lain PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang melemah 2,69% ke level 2.890, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 2,69% ke level 1.265, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) terkoreksi 2,38% ke level 2.460, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) yang melemah 2,29% ke level 1.495.
Di sisi lain, pelemahan indeks tertahan oleh kenaikan sejumlah saham sektor konsumsi dan industri. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) memimpin penguatan setelah naik 2,29% ke level 1.340, diikuti PT Astra International Tbk. (ASII) yang menguat 1,22% ke level 4.970, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang naik 1,14% ke level 1.770, serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang menguat 0,63% ke level 8.000. Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 0,45% ke level 444.
Tim riset Phintraco Sekuritas menilai pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan terhadap rupiah serta berlanjutnya koreksi harga minyak mentah setelah muncul laporan mengenai pembicaraan antara Iran, Arab Saudi, dan Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Selain itu, sentimen eksternal juga dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS menjelang rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan ini.
Dari domestik, investor masih cenderung bersikap wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral ke depan.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Hozzászólások az oldalhoz