NTBK Rancang Rights Issue Rp500 Miliar untuk Ekspansi Manufaktur hingga EV

Admin Ugems
Egy perces olvasmány - Wed Jul 08 01:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten industri manufaktur kendaraan untuk sektor hulu dan hilir minyak dan gas bumi, PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK), berencana menghimpun dana hingga Rp500 miliar melalui aksi korporasi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.
Dana hasil aksi korporasi tersebut akan difokuskan untuk memperkuat permodalan anak usaha, ekspansi fasilitas manufaktur, pengembangan bisnis kendaraan listrik (electric vehicle/EV), hingga akuisisi perusahaan jasa pertambangan.
Manajemen NTBK dalam keterangannya menjelaskan, porsi terbesar dana rights issue, yakni 40% atau sekitar Rp200 miliar, akan disalurkan sebagai tambahan modal kepada PT Pilar Pratama Dinamika, anak usaha yang bergerak di bidang perdagangan alat berat dan suku cadang.
"Tambahan modal tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas operasional," jelas manajamen NTBK dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/7/2026).

Selain itu, perseroan mengalokasikan 6% atau sekitar Rp30 miliar untuk pengembangan fasilitas assembling plant guna meningkatkan kapasitas produksi dan kemampuan manufaktur.
Investasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat rantai pasok, serta memenuhi peningkatan permintaan pasar terhadap produk perseroan.
NTBK juga menyiapkan dana sebesar Rp140 miliar atau sekitar 28% untuk ekspansi tahap II fasilitas assembling plant. Program tersebut meliputi pembelian lahan, pembangunan fasilitas baru untuk meningkatkan kapasitas lini produksi, penambahan mesin dan peralatan, serta pengembangan fasilitas pendukung.
Perseroan menilai langkah itu akan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi bisnis di industri manufaktur terkait.
Selanjutnya, sekitar 16% atau Rp80 miliar dari dana rights issue akan digunakan untuk mempercepat pengembangan bisnis kendaraan listrik (EV), antara lain melalui penyediaan modal kerja, pengembangan operasional, dan peningkatan kapasitas usaha.
Sementara itu, sisa 10% atau sekitar Rp50 miliar akan dimanfaatkan untuk mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan. Langkah tersebut ditempuh guna memperluas portofolio bisnis perseroan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di sektor pertambangan.
Di kalangan pelaku pasar, anak usaha NTBK juga dikabarkan telah menggandeng mitra strategis, yakni Magma Capital Resources Private Ltd. melalui PT MCR Bangun Persada, untuk mengembangkan bisnis perdagangan mineral dan batu bara.
Kerja sama tersebut juga mencakup pemanfaatan truk listrik (electric vehicle/EV truck) milik NTBK untuk kegiatan pengangkutan dari area tambang hingga pelabuhan.
Kolaborasi tersebut disebut-sebut membuka potensi pengembangan pasar batu bara hingga mencapai 500.000 metrik ton (MT) per bulan.
Apabila seluruh rencana berjalan sesuai target, kombinasi dana hasil rights issue senilai Rp500 miliar dan pendapatan dari bisnis perdagangan mineral serta batu bara dinilai dapat menjadi sumber pendanaan yang signifikan bagi pengembangan usaha grup.
Pengamat pasar modal Abdurrahman Assegaf menilai strategi tersebut menunjukkan NTBK tidak semata mengandalkan pendanaan dari pasar modal, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan mitra strategis yang memiliki jaringan bisnis lebih luas.
"Kehadiran mitra strategis berpotensi memberikan nilai tambah, tidak hanya dari sisi pendanaan, tetapi juga melalui percepatan ekspansi usaha, pengembangan proyek, hingga peningkatan kapasitas operasional anak perusahaan," katanya.



Source https://www.bisnis.com

Hozzászólások az oldalhoz