Resmi Diperkenalkan, Ini Profil Luke Thomas Dirut Danantara Sumberdaya

Admin Ugems
Egy perces olvasmány - Wed Aug 26 01:01:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Danantara Indonesia memperkenalkan jajaran direksi dan komisaris PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Luke Thomas Mahony ditunjuk sebagai direktur utama perusahaan yang mengatur tata kelola ekspor strategis nasional itu.Pada tahap awal DSI akan berfokus pada tiga komoditas strategis nasional, yaitu batu bara, minyak sawit (CPO), dan ferroalloy. Dia memperkirakan total nilai transaksi akan mencapai sekitar US$70 miliar atau setara Rp1.241,7 triliun (asumsi kurs Rp17.737 per US$).Perinciannya, nilai ekspor batu bara diperkirakan sekitar US$30,35 miliar, CPO sekitar US$22,87 miliar, dan ferroalloy sekitar US$16,43 miliar.Thomas memastikan kehadiran DSI tidak akan mengganggu kontrak ekspor yang sudah ada. Dia menjelaskan, untuk tahap awal operasinya, DSI akan berfokus pada pengawasan tata kelola ekspor berjalan hingga akhir tahun nanti"Hubungan komersial yang sudah ada akan tetap berlanjut di ketiga komoditas yang kita tangani, yaitu batu bara, kelapa sawit [CPO], dan ferroalloy," katanya dalam acara peluncuran DSI di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Profil Luke Thomas Mahony
Thomas memiliki rekam jejak panjang di industri tambang global, khususnya pada sektor batu bara dan logam dasar. Sebelum bergabung dengan Danantara, dia sempat menduduki posisi strategis di PT Vale Indonesia Tbk serta grup tambang global Vale dan BHP Billiton.Pria berkebangsaan Australia itu tercatat mengundurkan diri dari jabatan Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer Vale Indonesia pada 25 Juli 2025.Thomas juga tercatat memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang teknik pertambangan dan keuangan. Berdasarkan profil profesionalnya, Thomas menempuh seluruh pendidikan tingginya di University of New South Wales atau UNSW, Australia. Dia meraih gelar sarjana Teknik Pertambangan pada 2002. Setelah itu, Thomas melanjutkan tiga program magister di kampus yang sama, masing-masing pada bidang Keuangan pada 2004, Teknik Pertambangan pada 2006, serta Geomekanika pada 2009.Karier profesional Thomas dimulai sebagai Shift Engineer di Baulderstone Hornibrook pada 2003–2004. Selepas itu, dia bergabung dengan Xstrata Coal sebagai Business Development Analyst sekaligus Mining Engineer pada April 2004 hingga Juni 2005.Kariernya kemudian berkembang di BHP Billiton. Di perusahaan tambang multinasional tersebut, Thomas menempati sejumlah posisi teknis dan strategis, mulai dari Geotechnical/Mining Engineer, Longwall Projects Coordinator, Superintendent Prestrip, hingga Principal Business Analyst dan Manager Reporting.Dia juga sempat menjabat Manager Production Projects serta Manager Production Prestrip sebelum akhirnya bergabung dengan Vale pada 2014.Di Vale, Thomas menempati sejumlah posisi global yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya tambang, teknologi, inovasi, hingga rekayasa geoteknik. Dia pernah menjabat General Manager Resource Development & Long Term Planning, Technical Executive-Global Coal Business, hingga Global Head of Geology, Mine Engineering, Geotechnical, Tailings Dams and Technology.Thomas juga sempat dipercaya sebagai Global Head of Technology & Innovation Vale sebelum menjadi Chief Technical Officer dan kemudian Director–Technical di Vale Base Metals. Pengalamannya di sektor hilirisasi dan pengembangan teknologi tambang kemudian membawanya ke Indonesia.Pada Juli 2024, Thomas bergabung dengan Vale Indonesia sebagai Chief Strategy and Technical Officer. Namun, masa jabatannya di emiten berkode saham INCO tersebut relatif singkat sebelum akhirnya mengundurkan diri pada pertengahan 2025.Selepas dari Vale Indonesia, dia bergabung dengan Danantara Indonesia dan menjabat sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Business Performance & Optimization sejak September 2025.



Source https://www.bisnis.com

Hozzászólások az oldalhoz