Asing Borong Saham Tambang AMMN, ANTM, hingga INCO Kerek IHSG Tembus 6.500

Admin Ugems
読了時間: 1分 - Fri Aug 21 07:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Investor asing memborong sejumlah saham tambang saat indeks harga saham gabungan (IHSG) melejit 1,68% ke level 6.501,58 pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Saham tambang juga menjadi salah satu sektor penopang utama penguatan indeks di tengah lonjakan harga emas global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatat net buy Rp680,25 miliar pada perdagangan hari ini. Namun, secara tahun berjalan, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp71,61 triliun.
Sejumlah saham tambang menjadi sasaran utama aksi beli asing, mengutip data RTI. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat net buy asing terbesar mencapai Rp408,1 miliar, diikuti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp138,8 miliar dan PT bumi resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp131,2 miliar.
Aksi beli juga terjadi pada saham pertambangan lainnya, yakni PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan net buy Rp94,1 miliar, PT bumi resources Tbk (BUMI) Rp59,8 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp28,2 miliar, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp27,4 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp26,8 miliar.

Selain saham tambang, asing juga memborong saham perbankan seperti BBRI Rp292,2 miliar dan BBCA Rp46,7 miliar.
Penguatan saham tambang tersebut turut tercermin dari jajaran saham yang menjadi penopang IHSG. AMMN melonjak 7,97%, BRMS melesat 9,60%, sementara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat 3,35%.
Investment Analyst Lead Stockbit Edi Chandren mengatakan sentimen positif pasar salah satunya datang dari kebijakan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang meningkatkan dukungan likuiditas untuk pembelian kembali obligasi pemerintah AS tenor panjang.
Departemen Keuangan AS meningkatkan nominal buyback obligasi tenor 10–30 tahun dari maksimum US$2 miliar per operasi menjadi minimum US$4 miliar per operasi. Kebijakan tersebut akan berlaku pada periode 9 September hingga 4 November 2026.
Langkah tersebut diambil setelah yield obligasi AS tenor 30 tahun menyentuh 5,34%, level tertinggi sejak 2007, di tengah kekhawatiran terkait kondisi fiskal AS dan eskalasi konflik dengan Iran. Pada saat yang sama, total utang pemerintah AS telah menembus US$40 triliun untuk pertama kalinya.
Merespons perkembangan tersebut, yield obligasi AS tenor 10 tahun turun sekitar 7 basis poin menjadi 4,64%, sedangkan indeks dolar AS (DXY) melemah sekitar 0,9% ke level 98,8. Di sisi lain, harga emas melonjak sekitar 4% menjadi US$4.520 per troy ounce.
Edi menilai kombinasi kenaikan harga emas yang berpotensi diikuti kenaikan harga komoditas logam lainnya serta peluang penguatan rupiah dapat memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG.
"Kombinasi kenaikan harga emas — yang berpotensi diikuti harga komoditas logam lainnya — serta potensi penguatan nilai tukar rupiah memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG," kata Edi, Kamis (20/8/2026).
Top 10 Saham Net Buy Asing, Kamis 20 Agustus 2026:

AMMN: Rp408,1 miliar
BBRI: Rp292,2 miliar
ANTM: Rp138,8 miliar
BRMS: Rp131,2 miliar
PSAB: Rp94,1 miliar
BUMI: Rp59,8 miliar
BBCA: Rp46,7 miliar
INCO: Rp28,2 miliar
MBMA: Rp27,4 miliar
DEWA: Rp26,8 miliar

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

ページコメント