Pendapatan Turun, Kok Rugi DOID Susut 37,48%? Ini Penjelasan Manajemen

Admin Ugems
読了時間: 1分 - Mon Aug 03 07:30:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - PT BUMA Internasional Group Tbk. (DOID) rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga semester I tahun 2026 sebesar US$50,64 juta. Kerugian tersebut menyusut 31,76% dibandingkan rugi US$74,21 juta pada periode yang sama tahun lalu.Mengutip laporan keuangannya yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), padahal, pendapatan bersih DOID pada paruh tahun ini turun 5,12% menjadi US$692,85 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$730,21 juta.Manajemen menjelaskan, penurunan pendapatan tersebut disebabkan oleh berakhirnya kontrak di site Binungan milik Berau coal dan site IBP milik Resource Alam Indonesia di Indonesia, serta site Burton milik Bowen Coking coal di Australia, disertai ramp-down di sejumlah operasi lainnya.Namun, luar site yang kontraknya telah berakhir atau mengalami ramp-down tersebut, operasi inti Grup tumbuh sekitar 9% secara tahunan pada overburden removal dan 4% pada produksi batu bara, didukung oleh peningkatan keandalan armada serta kondisi cuaca yang lebih kering, dengan penurunan jam hujan di Indonesia sebesar 10% dan jumlah hari hujan di Australia sebesar 4%.EBITDA hingga semester I ini tercatat sebesar US$69 juta, naik 8% secara tahunan dari US$64 juta. Peningkatan ini berhasil dicapai meskipun pendapatan tercatat lebih rendah, yang mencerminkan pemulihan margin serta peningkatan efisiensi biaya di seluruh lini bisnis.Selain itu, belanja modal meningkat melalui optimalisasi armada dan pengalihan aset dari site yang telah berhenti beroperasi. Sebagian besar belanja modal tahun ini dialokasikan untuk kegiatan pemeliharaan guna menjaga keandalan armada dan mendukung keberlanjutan operasional."Memasuki semester kedua, prioritas kami adalah melanjutkan momentum operasional ini, menjaga disiplin biaya dan modal, serta mengelola eksposur harga bahan bakarseiring upaya kami memperkuat perolehan arus kas," kata Iwan Fuad Salim, Direktur BUMA International Group, Senin (3/8/2026).Meskipun pendapatan mengalami penurunan, perseroan berhasil memperbaiki profitabilitas operasional dengan membalikkan posisi laba bruto menjadi positif. Beban pokok pendapatan turun 8,50% menjadi US$680,67 juta dari sebelumnya US$743,90 juta, sehingga DOID membukukan laba bruto US$12,17 juta.Pada semester I-2025, perseroan masih mencatat rugi bruto sebesar US$13,69 juta, sehingga terjadi perbaikan kinerja sebesar sekitar US$25,87 juta atau sekitar 188,91% secara year-on-year.Di sisi beban operasional, beban usaha meningkat 3,44% menjadi US$44,92 juta dari US$43,43 juta pada semester I-2025. Sementara itu, pendapatan keuangan mengalami penurunan 38,27% menjadi US$1,50 juta, dibandingkan US$2,44 juta pada periode yang sama tahun lalu.Di sisi lain, beban keuangan berhasil ditekan 3,56% menjadi US$43,09 juta dari sebelumnya US$44,65 juta, mencerminkan pengelolaan biaya pendanaan yang lebih efisien. Kontributor positif terbesar berasal dari pendapatan lain-lain yang melonjak 100,72% menjadi US$36,53 juta dibandingkan US$18,20 juta pada semester I-2025.Di saat yang sama, beban lain-lain meningkat 9,01% menjadi US$17,21 juta dari US$15,79 juta.Perbaikan tersebut membuat rugi sebelum pajak penghasilan menyusut menjadi US$55,01 juta, turun 43,24% dibandingkan rugi sebelum pajak sebesar US$96,93 juta pada semester I-2025.Namun demikian, manfaat pajak penghasilan yang diakui perseroan juga turun 69,88% menjadi US$5,19 juta dari sebelumnya US$17,23 juta. Pada akhirnya, rugi periode berjalan berhasil ditekan menjadi US$49,83 juta, membaik 37,48% dibandingkan rugi sebesar US$79,70 juta pada semester I-2025.Adapun total aset DOID hingga semester I tahun 2026 tercatat US$ 1,41 miliar jika dibandingkan dengan aset pada akhir tahun 2025 yang sebesar US$ 1,52 miliar.

(ayh/ayh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

ページコメント