Saat Bumi Resources (BUMI) Perlahan Ditinggal Investor China

Admin Ugems
読了時間: 1分 - Mon Nov 24 01:00:00 GMT 2025

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pertambangan batu bara milik Grup Bakrie dan Grup Salim, PT bumi resources Tbk. (BUMI) perlahan ditinggalkan investor asal China yakni Chengdong Investment Corporation. Dalam setahun, Chengdong menjual 9,89 miliar lembar saham BUMI.
Berdasarkan keterbukaan informasi terbaru, Chengdong telah menjual 3,71 miliar lembar saham BUMI dalam dua kali transaksi pada 18 November 2025. Transaksi penjualan itu dilakukan di harga Rp213,72 dan Rp173,45 per lembar.
Dalam transaksi tersebut, Chengdong meraup dana hasil penjualan saham BUMI sebesar Rp646,12 miliar.
"Tujuan transaksi adalah untuk divestasi," tulis Corporate Secretary bumi resources Irana Candra Mala dalam keterbukaan informasi pada beberapa waktu lalu.

Jumlah saham milik Chengdong di BUMI pun kian menyusut nenjadi 29,7 miliar atau 7,99% setelah transaksi. Sebelum transaksi, saham Chengdong di BUMI masih sebesar 33,4 miliar atau 8,99%.
Geliat Chengdong menjual saham BUMI dilakukan sejak akhir tahun lalu. Per Desember 2024, Chengdong masih menggenggam 39,65 miliar lembar saham BUMI atau 10,68%. Alhasil, dalam setahun, Chengdong melepas 9,89 miliar lembar saham BUMI dalam setahun.

Sekadar informasi, Chengdong pertama kali masuk ke struktur pemegang saham BUMI pada 2014. Kala itu, Chengdong menyerap saham BUMI, sebagai bentuk pembayaran utang emiten Grup Bakrie itu kepada kreditur asal Negeri Tirai Bambu tersebut.
Chengdong pun terlibat dalam obligasi wajib konversi (OWK) pada Desember 2022. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), saat itu tercatat Chengdong yang merupakan induk usaha dari China Investment Corporation mengenggam sebanyak 39,65 miliar lembar saham BUMI. Jumlah itu setara dengan 10,68% saham perseroan.
Di tengah aksi penjualan saham BUMI oleh investor asal China itu, gerak saham BUMI masih moncer. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham BUMI kokoh di zona hijau, menguat 86,44% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025 ke level Rp220 per lembar.
Namun, saham BUMI banyak dijual oleh investor asing. Tercatat, nilai jual bersih atau net sell asing di saham BUMI mencapai Rp1,49 triliun sepanjang 2025 berjalan.
Dari sisi kinerja keuangannya, BUMI telah membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$29,4 juta pada kuartal III/2025. Realisasi itu turun 76,1% secara tahunan (year on year/YoY) dari US$122,9 juta periode yang sama tahun lalu.
Meski begitu, bumi resources membukukan pendapatan US$1,03 miliar per akhir September 2025. Realisasi itu tumbuh 11,9% YoY dibandingkan dengan US$926,9 juta periode yang sama tahun lalu.



Source https://www.bisnis.com

ページコメント