Hilirisasi Prabowo Bikin Asing Kepincut Masuk Emiten Migas & Komoditas, Cek 10 Paling Laris

Admin Ugems
2 minuten lezen - Tue Oct 21 01:00:00 GMT 2025

Bisnis.com, JAKARTA – Saham emiten migas dan komoditas mendominasi 10 besar saham yang menorehkan net buy asing terbesar dalam sepekan terakhir, 13-17 Oktober 2025.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan fenomena tersebut didorong oleh program hilirisasi yang digas oleh pemerintah Prabowo. Menurutnya, prioritas pemerintah ini menjadi sentimen positif karena memberikan sinyal arah kebijakan energi yang konsisten dan jangka panjang.
"Pemerintah sekarang tidak cuma fokus pada ekspor bahan mentah, tapi benar-benar ingin membangun rantai pasok dari hulu sampai hilir di dalam negeri," ujar Imam kepada Bisnis, Senin (20/10/2025).
Imam menyebut, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan pembangunan kilang minyak berkapasitas 500.000 barel per hari, dengan investasi sekitar US$12,5 miliar.

Kilang ini diproyeksikan bisa memproduksi 531.000 barel BBM per hari, dan kalau sudah beroperasi, berpotensi menghemat 182,5 juta barel minyak per tahun, atau sekitar US$16,7 miliar dalam nilai impor.
Multiplier efek dari proyek besar tersebut ditaksir bisa menciptakan 63.000 tenaga kerja langsung dan 315.000tenaga kerja tidak langsung.
Selain itu, pemerintah juga mempercepat proyek DME atau dimethyl ether dari batu bara kalori rendah sebagai substitusi LPG impor.
"Dari perspektif investor asing, proyek sebesar ini adalah sinyal kuat bahwa permintaan energi domestik dan aktivitas industri akan meningkat. Itu sebabnya mereka mulai masuk ke saham-saham komoditas dan emiten migas, karena mereka dianggap akan jadi penerima manfaat langsung dari gelombang hilirisasi ini," tegasnya.
Untuk rekomendasi, Imam menilai sektor komoditas dan energi perlu disikapi selektif karena sebagian besar sahamnya sudah dihargai premium setelah reli sebelumnya. "Namun, beberapa emiten seperti AADI, NCKL, dan ELSA masih menarik atau wajar secara valuasinya," sambungnya.

Sementara itu, Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan saat ini investor asing memburu saham komoditas dan migas karena valuasi yang relatif murah.
Selain itu, prospek harga energi dan logam saat ini juga masih positif, serta momentum teknikal dari capital inflow.
"Secara jangka pendek, sektor ini berpotensi melanjutkan penguatan seiring arus masuk asing, namun volatilitas tetap tinggi mengikuti dinamika harga komoditas dan sentimen global," ujarnya.
Sukarno melihat prospek saham-saham emiten migas dan komoditas masih tetap menarik selama masih bertahan dalam kondisi uptrend atau belum terkonfirmasi sinyal untuk transisi menjadi downtrend.
Untuk rekomendasi, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham PT bumi resources Minerals Tbk. (BRMS) dengan target harga di Rp1.000, dan rekomendasi trading buy saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) dengan target harga Rp980-Rp1.000.
Adapun, berikut adalah 10 saham dengan ney buy asing terbesar selama periode 13-17 Oktober 2025;
1. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM)
Saham ANTM dalam sepekan mencatat net buy asing di pasar reguler sebesar Rp471 miliar. Saat IHSG terkoreksi, ANTM dalam sepekan menguat 6,52% atau 210 poin ke Rp3.430.
2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI)
AADI menorehkan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp154,2 miliar. AADI juga menguat dalam sepekan, sebesar 2,61% atau 200 poin ke Rp7.850.
3. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN)
Harga BREN dalam sepekan terpangkas 0,76% atau 75 poin ke Rp9.800. Walau begitu, saham BREN menorehkan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp134,7 miliar.
4. PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL)
NCKL mencatatkan net buy asing di pasar reguler dalam sepekan mencapai Rp130,7 miliar. Sejalan dengan arus positif ini, harga saham NCKL dalam sepekan melompat 10,62% atau 120 poin ke Rp1.250.
5. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JAPFA)
Harga JPFA selama sepekan terakhir naik 9,26% atau 200 poin ke Rp2.360. Tercatat, net buy asing JPFA dalam periode ini mencapai Rp127,6 miliar.
6. PT bumi resources Minerals Tbk. (BRMS)
BRMS dalam sepekan menorehkan ney but asing di pasar reguler sebesar Rp119 miliar. Net buy ini sejalan dengan harga BRMS yang melejit 12,17% atau 115 poin ke Rp1.060.
7. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA)
MDKA dalam sepekan mencatat net buy asing di pasar reguler Rp116,9 miliar. Harga MDKA turut melompat 4,35% atau 100 poin ke Rp2.400.
8. PT Astra International Tbk. (ASII)
ASII menorehkan net buy asing di pasar reguler dalam sepekan sebesar Rp84,8 miliar. Meski arus modal positif, harga ASII dalam sepekan susut 2,95% atau 175 poin ke Rp5.750.
9. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk. (STAA)
STAA dalam sepekan mencatat net buy asing di pasar reguler sebesar Rp79 miliar. Dalam sepekan, harga STAA melompat 31,48% atau 425 poin ke Rp1.775.
10. PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG)
Saham ENRG dalam sepekan melonjak 6,77% atau 65 poin ke Rp1.025. Dalam periode ini, ENRG menorehkan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp70,9 miliar.

____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Paginareacties