Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi Rp 272,9 T, ESDM: Karena Nilai Tukar Rupiah

Admin Ugems
Een minuut lezen - Sat Aug 22 01:01:00 GMT 2026

Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara soal naiknya anggaran subsidi energi pada tahun anggaran 2027. Dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2027, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi Rp 272,9 triliun.Angka itu meningkat 20,1% dibandingkan proyeksi anggaran yang sama pada tahun ini sebesar Rp 227,25 triliun.Sekretaris Jenderal kementerian esdm, Ahmad Erani Yustika, mengatakan terdapat beberapa aspek yang mempengaruhi penetapan subsidi energi pada tahun 2027. Termasuk nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia.
"Juga nilai tukarnya juga mempengaruhi karena asumsi nilai tukarnya juga mempengaruhi itu semua kan," ujar Erani saat ditemui di Kantor kementerian esdm, Jakarta, Jumat (21/8/2026).Meski begitu, Erani menegaskan angka tersebut belum final. kementerian esdm masih akan melakukan pembahasan bersama DPR terkait Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) 2027, termasuk mengenai subsidi energi."Jadi nanti kalau sudah betul-betul diketok pada bulan September atau Oktober kita bisa ini ya. Kan kalau soal subsidi itu kan tergantung dari kuotanya nanti, tergantung dengan harga minyak internasional, ICP-nya, ada beberapa variabel lain yang itu bisa mempengaruhi besar kecilnya atau bertambah berkurangnya subsidi," ungkapnya.Sebagai informasi, subsidi energi ini dianggarkan untuk bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kg, dan listrik. Secara rinci, untuk anggaran subsidi BBM alokasinya Rp 28,7 triliun, subsidi LPG 3 kg Rp 114,1 triliun, dan subsidi listrik Rp 130,1 triliun."Pada RAPBN tahun anggaran 2027, subsidi energi direncanakan sebesar Rp 272.945,3 miliar (Rp 272,9 triliun) atau meningkat sebesar 20,1% apabila dibandingkan dengan outlook tahun 2026 sebesar Rp 227.258,1 miliar (Rp 227,25 triliun)," tulis dokumen Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2027, dikutip Selasa (18/8/2026).Diterangkan pula, perhitungan anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg pada RAPBN tahun anggaran 2027 menggunakan asumsi dan parameter, antara lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan ICP, subsidi tetap minyak solar sebesar Rp 1.000/liter.Kemudian dihitung juga volume Jenis BBM Tertentu minyak solar sebesar 19.558,5 ribu kiloliter dan minyak tanah sebesar 539 ribu kiloliter dan volume LPG tabung 3 kg sebesar 8.945 juta kg.Saksikan Live DetikSore:
(hrp/fdl)



Source https://finance.detik.com

Paginareacties