Asing Masih Belanja! Saham Ini Masuk Keranjang Beli

Admin Ugems
Uma leitura de um minuto - Tue Mar 31 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah aksi jual bersih (net sell) asing di seluruh pasar, sejumlah saham justru masih menjadi incaran investor global. Pada perdagangan Senin (30/3/2026), asing tercatat melakukan aksi net buy selektif pada beberapa saham, terutama dari sektor komoditas dan energi.
Meski secara total pasar mencatatkan net sell Rp686,1 miliar, aliran dana asing terlihat masuk ke saham-saham berbasis sumber daya alam hingga konglomerasi.
adaro Andalan Indonesia (AADI) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni Rp 186,6 miliar. Hal ini selaras dengan harga saham AADI yang naik 8,86% pada perdagangan kemarin.
Lalu emiten milik hary Tanoe, MNC Digital (MSIN) juga masuk dalam daftar 10 net foreign buy terbesar, dengan nilai Rp 171,6 miliar. Kemudian diikuti oleh saham komoditas Merdeka Gold Resources (EMAS) dan bumi resources Minerals (BRMS).
Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar:

PT adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp186,6 miliar
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) - Rp171,6 miliar
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp101,2 miliar
PT bumi resources Minerals Tbk (BRMS) - Rp51,3 miliar
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp45,2 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Rp44,3 miliar
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Rp32,2 miliar
PT adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - Rp31,4 miliar
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Rp25,6 miliar
PT United Tractors Tbk (UNTR) - Rp24,4 miliar


Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikis koreksi pada akhir perdagangan. Setelah sempat ambruk nyaris 2% pada awal perdagangan, IHSG menutup sesi 2 dengan penurunan 0,05% atau -3,25 poin ke level 7.093,81.
Sebanyak 467 saham turun, 258 naik, dan 233 tidak bergerak. Nilai transaksi hanya Rp 9,89 triliun, melibatkan 15,89 miliar saham dalam 1,19 juta kali transaksi
Mengutip Refinitiv, Bank Central Asia (BBCA) yang membuat IHSG gagal parkir di zona hijau. Sejak awal hingga akhir perdagangan, saham BBCA membebani IHSG dengan bobot lebih dari 20 poin.
Sementara itu, sejumlah saham konglomerat mencoba mengangkat IHSG. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang naik 6,62% menyumbang 16,28 indeks poin. Selain itu emiten milik Toto Sugiri berkontribusi 9,42 indeks poin dan emiten milik Bakrie, bumi resources Minerals (BRMS) berkontribusi 7,47 poin.
Kinerja IHSG hari ini bisa dibilang cukup baik bila dibandingkan dengan bursa di kawasan Asia. Nikkei di Jepang turun 2,79%, Kospi di Korea -2,97%, dan Hang Seng di Hong Kong -0,81%.

(mkh/mkh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Comentários da Página