Pemadaman Listrik Massal Terjadi Lagi, Seluruh Negeri Gelap Gulita

Admin Ugems
Uma leitura de um minuto - Tue Aug 04 07:18:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Jaringan listrik Kuba kembali mengalami keruntuhan total Minggu malam waktu setempat. Perusahaan listrik milik negara mengumumkan melalui media sosial bahwa sistem kelistrikan nasional runtuh, memicu pemadaman listrik di seluruh negeri dan menambah daftar krisis energi yang terus menghantui negara Karibia tersebut.
Dilansir dari CNN International, Selasa (3/8/2026), pemadaman kali ini menjadi pemadaman nasional pertama yang terjadi pada Agustus. Insiden tersebut terjadi hanya beberapa pekan setelah Kuba yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa mengalami tiga kali pemadaman besar sepanjang Juli.
Gangguan berulang itu terjadi ketika Amerika Serikat (AS) terus memberlakukan blokade minyak yang semakin membebani infrastruktur energi Kuba yang telah menua. Perusahaan utilitas listrik negara tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab keruntuhan sistem kelistrikan tersebut.
krisis energi yang berkepanjangan membuat Kuba makin kesulitan memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk pembangkit listrik. Negara itu mengalami kesulitan mengimpor energi sejak AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada Januari lalu.
Venezuela selama ini merupakan sekutu terdekat Havana dan salah satu pemasok energi utama bagi Kuba. Selain itu, Meksiko juga menghentikan ekspor ke Kuba sebagai respons terhadap tekanan dari AS.

Situasi tersebut memperparah masalah pasokan energi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Pemadaman bergilir yang terus terjadi sepanjang musim panas disebut semakin menyulitkan kehidupan masyarakat sehari-hari. Banyak warga terpaksa bangun pada tengah malam untuk melakukan berbagai aktivitas penting seperti memasak, mencuci, menggunakan internet, hingga mencari cara untuk mendinginkan tubuh di tengah suhu musim panas yang tinggi.
Ketidakpastian mengenai berapa lama listrik akan tetap menyala membuat masyarakat harus menyesuaikan seluruh rutinitas harian mereka.
Di tengah tekanan ekonomi dan energi yang semakin berat, pemerintah Kuba mulai melakukan sejumlah reformasi ekonomi yang selama ini relatif terbatas. Tekanan dari AS disebut secara perlahan mendorong Havana mengambil langkah-langkah baru untuk membuka ruang bagi investasi dan aktivitas sektor swasta.
Pada Juli lalu, Perdana Menteri (PM) Manuel Marrero Cruzden mengumumkan bahwa pemerintah telah menyetujui proyek investasi asing pertama yang akan mengimpor dan menjual bahan bakar di Kuba.
Reuters melaporkan bahwa hampir 200 perusahaan di negara tersebut juga telah memperoleh izin untuk terlibat dalam distribusi bahan bakar secara grosir.
Selain sektor energi, parlemen Kuba juga menyetujui sejumlah langkah yang memungkinkan masuknya investasi swasta ke industri pariwisata. Sektor tersebut selama ini mengalami tekanan berat setelah sejumlah perusahaan hotel besar menghentikan operasinya sebagai respons terhadap sanksi AS serta pembatalan penerbangan akibat kekurangan bahan bakar.
Meski demikian, pemerintah Kuba mengakui bahwa reformasi yang dijalankan saat ini masih bersifat bertahap dan membutuhkan waktu sebelum memberikan dampak nyata terhadap perekonomian maupun kondisi energi nasional.
Dalam pernyataannya pada Rabu lalu, Marrero menegaskan bahwa hasil dari reformasi tersebut tidak akan dirasakan secara instan.
"Hasilnya akan dicapai secara bertahap," kata Marrero.
Ia juga mengakui bahwa tantangan terbesar justru dimulai setelah kebijakan-kebijakan baru tersebut disahkan.
"Mulai sekarang, tahap yang paling penting, dan mungkin yang paling sulit, dimulai," ujarnya.



(luc/sef)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Comentários da Página