Siap-Siap, RI Punya BBM Baru B50 Bulan Depan!

Admin Ugems
Leitura de 2 minutos - Tue Jun 02 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan biodiesel 50% atau B50 akan mulai berlaku secara nasional pada mulai bulan depan. Langkah itu diambil setelah serangkaian pengujian penggunaan B50 di berbagai sektor menunjukkan hasil yang positif.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) kementerian esdm Eniya Listiani Dewi menyebutkan bahwa seluruh rangkaian uji coba tersebut membuktikan performa B50 cukup andal untuk segera digunakan secara luas. Dengan pengujian tersebut, pemerintah semakin siap untuk menjalankan implementasi bahan bakar campuran nabati mulai 1 Juli 2026.
"Sebelumnya sekarang yang sedang berjalan adalah 40%, dan Juli mendatang kita akan meningkatkannya menjadi 50% sehingga kita bisa mencapai situasi di mana kita tidak lagi mengimpor minyak solar lagi," jelasnya dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, dikutip Selasa (2/6/2026).



Saat ini, pemerintah sedang menyelesaikan tahap akhir uji jalan (road test) yang mencakup sektor otomotif, alat berat pertambangan, hingga transportasi laut. Hasil uji sejauh ini membuktikan bahwa penggunaan B50 tetap menjaga stabilitas mesin dan tidak menimbulkan gangguan pada komponen kendaraan.
"Nah kemarin cold start engine saya di Bromo itu sudah bagus kurang dari satu detik bahkan 0,8 detik. Nah ini nanti kan kita sudah berhasil di sisi otomotif itu kan berarti high speed engine sudah berhasil," ungkapnya di sela acara.
Keberhasilan uji mesin di suhu rendah seperti kawasan Bromo menjadi indikator penting bagi kesiapan teknis B50 sebelum diedarkan ke pasar. Pihaknya menyimpulkan jika operasional pada mesin berkecepatan tinggi telah sukses, maka penerapan pada mesin kecepatan rendah seperti genset dan kereta api akan lebih mudah dilakukan.
"Sehingga kita berkesimpulan bisa dimandatorikan di 1 Juli, Insya Allah," kata Eniya.
Di sisi lain, pemerintah juga berencana meluncurkan mandatori bensin campur etanol sebesar 5% atau E5 secara bersamaan di lokasi tertentu. Kebijakan bauran energi tersebut diharapkan dapat menekan angka impor bensin secara bertahap seiring dengan peningkatan kapasitas produksi etanol dari bahan baku lokal.
"Mandatori untuk E5 itu oke untuk nanti dikeluarkan Kepmen alokasi volume. Tetapi arahan dari beliau (Menteri ESDM) adalah harus lokal. Bahan baku lokal yang menyatakan mampu untuk deliver fuel grade ke kami adalah 26.000 dari tiga perusahaan," pungkasnya.
Berdasarkan data kementerian esdm, implementasi program B50 yang ditargetkan mulai Juli 2026 tersebut diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun. Selain aspek ekonomi, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menambah lapangan kerja nasional dengan target penyerapan lebih dari 2,2 juta orang tenaga kerja.
Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 ditargetkan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2 pada tahun 2026. Adapun, hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional sendiri telah mencapai 3,90 juta kilo liter atau sekitar 24,9% dari total alokasi awal tahun sebesar 15,65 juta kilo liter.
Secara teknis, spesifikasi B50 ditingkatkan untuk menjaga performa mesin, diantaranya dengan menekan kadar air menjadi maksimal 300 ppm dan monogliserida maksimal 0,47% massa. Stabilitas oksidasi juga diperkuat menjadi minimal 900 menit untuk menjamin kualitas bahan bakar tetap prima selama masa penyimpanan dan distribusi di berbagai wilayah.
Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian uji coba di sektor otomotif rampung pada Juni 2026, sementara sektor strategis lainnya seperti alat berat dan perkeretaapian akan selesai bertahap hingga akhir tahun. Dengan hasil uji sementara yang menunjukkan performa andal dan aman, B50 siap memperkuat kemandirian energi nasional.


(pgr/pgr)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Comentários da Página