<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-08-07T15:56:19Z</updated>
  <dc:date>2026-08-07T15:56:19Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Pemerintah Siapkan Revisi Aturan Ketentuan Logam Tanah Jarang</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335693" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335693</id>
    <updated>2026-08-07T07:18:29Z</updated>
    <published>2026-08-07T07:18:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) saat ini menyiapkan revisi peraturan mengenai ketentuan tata
  niaga dan batasan kandungan Logam Tanah Jarang (LTJ). Hal itu menyusul
  adanya isu hambatan ekspor mineral akibat kandungan ikutan LTJ di
  dalamnya.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen
  Minerba) &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; Tri Winarno menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang
  melakukan kajian untuk menentukan besaran kadar unsur yang
  diperbolehkan dalam produk yang diekspor. Pihaknya memastikan regulasi
  baru itu akan segera diterbitkan untuk mengurai kendala administratif
  yang sempat menghambat ekspor mineral.&lt;br /&gt;Hal itu juga seiring
  dengan rencana revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang
  dikoordinasikan lintas kementerian termasuk &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; dalam
  perumusan aturan ekspor mineral. Hal itu nantinya tertuang melalui
  Permendag No. 6/2026.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi
  poinnya memang secara ini secara apa itu namanya   kalau misalnya
  logam tanah jarang itu bukan sebagai produk utama   memang logam-logam
  kan banyak mengandung unsur ini sebagai ikutan kita   sedang lakukan
  kajian mudah-mudahan nggak terlalu lama nanti akan   keluar berapa
  untuk ini dan lain sebagainya,&amp;quot; katanya saat   ditemui di Kantor
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian   esdm&lt;/span&gt;,
  Jakarta, dikutip Jumat (7/8/2026).&lt;br /&gt;Penetapan   parameter dalam
  aturan baru tersebut akan mencakup rincian kadar   masing-masing unsur
  kimia serta metodologi pengujian laboratorium. Hal   itu diperlukan
  sebagai acuan bagi surveyor dan Bea Cukai agar memiliki   standar
  verifikasi yang sama dalam proses pengawasan ekspor
  mineral.&lt;br /&gt;&amp;quot;Revisi Permen iya,&amp;quot; tegas Tri menjawab bentuk
  payung hukum yang sedang diproses oleh pihaknya.&lt;br /&gt;Harmonisasi
  regulasi tersebut dilakukan secara paralel dengan rencana normalisasi
  ekspor sejumlah komoditas yang sempat tertahan akibat indikasi
  kandungan mineral jarang. &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  berkomitmen agar kebijakan hilirisasi tetap terjaga namun tidak
  merugikan aktivitas perdagangan mineral strategis nasional yang
  memenuhi ketentuan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Besok kalau nggak salah Jumat itu kapan
  eh Jumat atau Senin besok ada pelepasan untuk yang ini ya ekspor
  alumina di Ketapang oleh Pak KSP,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya,
  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga
  Hartarto menjawab isu polemik ekspor mineral yang terhambat akibat
  mengandung LTJ.&lt;br /&gt;Atas itu, pemerintah meyakini akan melakukan
  revisi terhadap Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6
  tahun 2026 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Menteri
  Perdagangan No.22 tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang untuk
  Diekspor.&lt;br /&gt;&amp;quot;(Soal) LTJ sudah dibahas di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; dan
  Perdagangan. Tidak ada (aturan baru). Revisi Permendag saja,&amp;quot;
  terang Airlangga ditemui di Kantornya, Senin (3/8/2026). Ditargetkan
  revisi aturan tersebut bisa tuntas dalam waktu sepekan ini.&lt;br /&gt;Dalam
  beberapa waktu terakhir, terdapat keluhan dari pelaku usaha
  pertambangan mineral seperti timah, nikel, bauksit. Bahwa kegiatan
  ekspornya terhenti lantaran harus memenuhi satu unsur baru yakni
  kandungan LTJ di dalamnya.&lt;br /&gt;Airlangga mengakui bahwa secara
  kimiawi, unsur LTJ seringkali ditemukan menyatu dengan komoditas
  pertambangan dan sulit untuk dipisahkan sepenuhnya. &amp;quot;LTJ itu kan
  ada dalam unsur kimia. Jadi itu alam. Jadi enggak bisa dipisahin 100%
  itu enggak bisa. Selalu ada others ikutan,&amp;quot; jelasnya.&lt;br /&gt;Revisi
  Permendag tersebut akan disusun berdasarkan rekomendasi teknis yang
  dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM).&lt;br /&gt;Kendati demikian, aturan yang digodok terletak pada
  penentuan batas kadar unsur kimia yang akan menjadi acuan bagi pihak
  surveyor dan Bea Cukai dalam melakukan pengawasan
  ekspor.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sesuai dengan batasan. Ya. Permendag atas
  rekomendasi Per ESDM,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260807112107-4-757371/pemerintah-siapkan-revisi-aturan-ketentuan-logam-tanah-jarang"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T07:18:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Penuhi 100 Giga Watt, RI Akan Bangun PLTS di Sepanjang Jalan Tol</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335658" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335658</id>
    <updated>2026-08-07T07:15:27Z</updated>
    <published>2026-08-07T07:15:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) tengah mengkaji pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
  (PLTS) di sepanjang ruas jalan tol sebagai bagian dari program
  pembangunan PLTS berkapasitas 100 Giga Watt (GW).&lt;br /&gt;Pelaksana Tugas
  (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Tri
  Winarno mengungkapkan bahwa tahap awal pengembangan PLTS akan dimulai
  di kawasan Jalan Tol Bali Mandara. Adapun, pemerintah berencana
  memanfaatkan area di sisi jalan tol tersebut sebagai lokasi pemasangan
  panel surya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Untuk pertama besok yang di Bali apa toh nama
  tolnya apa? Bali Mandara ya itu pinggir-pinggirnya nanti
  dipasang,&amp;quot; kata Tri di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, dikutip
  Jumat (7/8/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selain itu,
  pemerintah juga menyiapkan pengembangan PLTS di   kawasan Jalan Tol
  Sedyatmo yang menghubungkan Jakarta dengan Bandara   Soekarno-Hatta.
  Tak berhenti di Bali dan Jakarta, pemerintah juga   mulai mengkaji
  potensi pembangunan PLTS di sepanjang Tol   Trans-Jawa.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah
  nanti pengembangan ke depan coba kemarin   kita minta untuk exercise
  kalau sepanjang tol Jawa itu ada kira-kira   dapat berapa sih gitu
  biar kita green-lah,&amp;quot; kata   Tri.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui,
  Presiden Prabowo Subianto mempercepat   langkah transisi ke energi
  hijau salah satunya dengan target   pembangunan Pembangkit Listrik
  Tenaga Surya (PLTS) kapasitas raksasa.   Dia menargetkan Indonesia
  bisa mencapai kapasitas terpasang hingga 100   Gigawatt (GW)
  setidaknya pada 2029 mendatang.&lt;br /&gt;Prabowo menegaskan   bahwa
  pemerintah akan memaksimalkan pemanfaatan listrik dari energi   surya
  dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami ingin
  bergerak sangat cepat untuk menggunakan listrik dari energi surya.
  Kami memiliki rencana dan kami bertekad untuk berjalan secepat
  mungkin, dalam waktu tiga tahun, kami ingin mencapai 100 gigawatt
  energi surya,&amp;quot; ujar Prabowo dalam acara Indonesia-Japan Business
  Forum di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).&lt;br /&gt;Rencana percepatan
  pembangunan PLTS tersebut dinilai mendesak untuk direalisasikan.
  Menurutnya, eskalasi konflik dan ketidakpastian geopolitik yang terus
  berkembang, khususnya di kawasan Timur Tengah menjadi ancaman bagi
  stabilitas pasokan energi nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bagi kami, hal ini
  lebih mendesak karena situasi geopolitik di Timur Tengah memberikan
  ketidakpastian strategis bagi keamanan energi kami,&amp;quot; tegas
  Prabowo.&lt;br /&gt;Sebagai antisipasi, pemerintah terus berupaya
  mengamankan pasokan melalui pemanfaatan sumber daya domestik. Selain
  tenaga surya, Indonesia juga memiliki potensi besar di sektor panas
  bumi serta tengah menggenjot produksi bahan bakar nabati (biofuel)
  seperti biodiesel 50% (B50) dan bioetanol.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260807094523-4-757332/penuhi-100-giga-watt-ri-akan-bangun-plts-di-sepanjang-jalan-tol"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T07:15:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Tuntas! Ekspor Nikel-Timah Cs Imbas LTJ Resmi Dibuka Lagi Hari Ini</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335625" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335625</id>
    <updated>2026-08-07T07:12:25Z</updated>
    <published>2026-08-07T07:12:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) membeberkan bahwa hambatan ekspor mineral seperti nikel dan
  alumina akibat isu kandungan logam tanah jarang (LTJ) sudah teratasi.
  Pemerintah menjadwalkan pengiriman ekspor mineral pasca isu tersebut
  diperkirakan pada hari ini atau Senin (10/8/2026)
  mendatang.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; Tri
  Winarno menyebutkan bahwa ekspor akan segera dimulai kembali secara
  resmi. Ia menyebut proses pelepasan pengiriman perdana pasca kendala
  tersebut direncanakan akan dipimpin langsung oleh pihak Kantor Staf
  Presiden (KSP) di wilayah Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi kalau
  nggak salah Jumat itu kapan eh Jumat atau Senin besok ada pelepasan
  untuk yang ini ya ekspor alumina di Ketapang oleh Pak KSP,&amp;quot;
  katanya saat ditemui di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  dikutip Jumat (7/8/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sejatinya,
  kata Tri, Kandungan LTJ yang dipermasalahkan selama   ini merupakan
  unsur alami yang menyatu dalam produk utama, sehingga   penanganan
  regulasinya akan diatur lebih spesifik agar tidak   menghambat
  perdagangan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi poinnya memang secara ini   secara apa
  itu namanya kalau misalnya logam tanah jarang itu bukan   sebagai
  produk utama memang logam-logam kan banyak mengandung unsur   ini
  sebagai ikutan kita sedang lakukan kajian mudah-mudahan nggak
  terlalu lama nanti akan keluar berapa untuk ini dan lain
  sebagainya,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan
  revisi aturan khusunya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor
  6 tahun 2026 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Menteri
  Perdagangan No.22 tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang untuk
  Diekspor.&lt;br /&gt;Ini diharapkan dapat menjadi solusi agar para surveyor
  dan otoritas Bea Cukai memiliki standar verifikasi yang seragam di
  lapangan. &lt;br /&gt;Langkah pelepasan ekspor alumina di Ketapang menjadi
  sinyal bahwa koordinasi lintas lembaga telah mencapai kesepahaman
  bersama untuk memulihkan kinerja sektor
  pertambangan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Revisi Permen iya,&amp;quot; tambah Tri singkat
  saat ditanya mengenai bentuk regulasi baru tersebut.&lt;br /&gt;Sebelumnya,
  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga
  Hartarto menjawab isu polemik ekspor mineral yang terhambat akibat
  mengandung LTJ.&lt;br /&gt;Atas itu, pemerintah meyakini akan melakukan
  revisi terhadap Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6
  tahun 2026 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Menteri
  Perdagangan No.22 tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang untuk
  Diekspor.&lt;br /&gt;&amp;quot;(Soal) LTJ sudah dibahas di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; dan
  Perdagangan. Tidak ada (aturan baru). Revisi Permendag saja,&amp;quot;
  terang Airlangga ditemui di Kantornya, Senin (3/8/2026). Ditargetkan
  revisi aturan tersebut bisa tuntas dalam waktu sepekan ini.&lt;br /&gt;Dalam
  beberapa waktu terakhir, terdapat keluhan dari pelaku usaha
  pertambangan mineral seperti timah, nikel, bauksit. Bahwa kegiatan
  ekspornya terhenti lantaran harus memenuhi satu unsur baru yakni
  kandungan LTJ di dalamnya.&lt;br /&gt;Airlangga mengakui bahwa secara
  kimiawi, unsur LTJ seringkali ditemukan menyatu dengan komoditas
  pertambangan dan sulit untuk dipisahkan sepenuhnya. &amp;quot;LTJ itu kan
  ada dalam unsur kimia. Jadi itu alam. Jadi enggak bisa dipisahin 100%
  itu enggak bisa. Selalu ada others ikutan,&amp;quot; jelasnya.&lt;br /&gt;Revisi
  Permendag tersebut akan disusun berdasarkan rekomendasi teknis yang
  dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM).&lt;br /&gt;Kendati demikian, aturan yang digodok terletak pada
  penentuan batas kadar unsur kimia yang akan menjadi acuan bagi pihak
  surveyor dan Bea Cukai dalam melakukan pengawasan ekspor. &amp;quot;Sesuai
  dengan batasan. Ya. Permendag atas rekomendasi Per ESDM,&amp;quot;
  tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260807093101-4-757326/tuntas-ekspor-nikel-timah-cs-imbas-ltj-resmi-dibuka-lagi-hari-ini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T07:12:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Resmi! Daftar Tarif Listrik PLN per kWh, Berlaku Juli-September 2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335596" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335596</id>
    <updated>2026-08-07T07:09:23Z</updated>
    <published>2026-08-07T07:09:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) sudah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik PLN untuk
  periode Juli-September 2026. Kebijakan itu diambil sebagai upaya
  menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah kondisi global yang
  terus berubah.&lt;br /&gt;Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa
  keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga
  daya beli masyarakat. Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat
  mendukung daya saing industri serta memberikan kepastian bagi para
  pelaku usaha.&lt;br /&gt;&amp;quot;Demi menjaga daya beli masyarakat serta
  mendukung stabilitas ekonomi nasional, pemerintah memutuskan tarif
  listrik Triwulan III Tahun 2026 tetap atau tidak naik,&amp;quot; jelas
  Bahlil dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (7/8/2026).&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7
  Tahun 2024,   penyesuaian tarif (tariff adjustment) bagi 13 golongan
  pelanggan non   subsidi sejatinya dilakukan setiap tiga bulan
  berdasarkan perubahan   empat parameter ekonomi makro, yaitu kurs
  rupiah, Indonesian Crude   Price (ICP), inflasi, dan Harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Acuan
  (HBA).&lt;br /&gt;Untuk periode kuartal III tahun 2026, parameter yang
  digunakan merupakan realisasi periode Februari-April 2026 yang
  mencatat kurs sebesar Rp16.959,32 per US$, ICP sebesar US$96,12 per
  barel, inflasi 0,21%, dan HBA sebesar US$70 per ton (sesuai kebijakan
  Domestic Market Obligation/ DMO &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;Meski
  secara formula terdapat potensi perubahan tarif, pemerintah memutuskan
  untuk mempertahankan tarif listrik guna menjaga stabilitas ekonomi
  nasional.&lt;br /&gt;Bahlil menambahkan, selain untuk pelanggan non subsidi,
  kebijakan ini juga berlaku bagi 24 golongan pelanggan bersubsidi yang
  juga dipastikan tidak mengalami perubahan tarif listrik, seperti
  pelanggan sosial, rumah tangga miskin, bisnis kecil, industri kecil,
  hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
  (UMKM).&lt;br /&gt;&amp;quot;Pemerintah berkomitmen menghadirkan listrik yang
  andal, terjangkau, dan berkeadilan. Kebijakan tarif tetap ini menjadi
  bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan
  layanan kelistrikan tetap berkelanjutan,&amp;quot; ucap
  Bahlil.&lt;br /&gt;Berikut daftar tarif listrik untuk 13 pelanggan non
  subsidi selama kuartal III tahun 2026 :&lt;br /&gt;1. Golongan R-1/TR daya
  900 VA, Rp 1.352 per kWh.&lt;br /&gt;2. Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA, Rp
  1.445 per kWh.&lt;br /&gt;3. Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA, Rp 1.445 per
  kWh.&lt;br /&gt;4. Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA, Rp 1.700 per
  kWh.&lt;br /&gt;5. Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas, Rp 1.700 per
  kWh.&lt;br /&gt;6. Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.445 per
  kWh.&lt;br /&gt;7. Golongan B-3/ Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200
  kVA, Rp 1.122 per kWh.&lt;br /&gt;8. Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA,
  Rp 1.122 per kWh.&lt;br /&gt;9. Golongan I-4/ Tegangan Tinggi (TT) daya
  30.000 kVA ke atas, Rp 997 per kWh.&lt;br /&gt;10. Golongan P-1/ TR daya
  6.600 VA-200 kVA, Rp 1.700 per kWh.&lt;br /&gt;11. Golongan P-2/ TM daya di
  atas 200 kVA, Rp 1.533 per kWh.&lt;br /&gt;12. Golongan P-3/ TR untuk
  penerangan jalan umum, Rp 1.700 per kWh.&lt;br /&gt;13. Golongan L/ TR, TM,
  TT, Rp 1.645 per kWh.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260807074417-4-757287/resmi-daftar-tarif-listrik-pln-per-kwh-berlaku-juli-september-2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T07:09:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Ada Apa dengan Saham Energi? Asing Kompak Serok</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335555" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335555</id>
    <updated>2026-08-07T07:06:17Z</updated>
    <published>2026-08-07T07:06:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Pergerakan investor asing pada perdagangan
  Rabu (6/8/2026) memperlihatkan pola yang menarik. Di tengah aksi net
  sell Rp273,5 miliar di seluruh pasar, dana asing justru mengalir deras
  ke sejumlah saham sektor energi dan petrokimia. &lt;br /&gt;Berdasarkan data
  Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)
  menjadi saham yang paling banyak diborong investor asing dengan net
  buy mencapai Rp317,7 miliar. Nilai tersebut jauh melampaui saham lain
  dan menjadi akumulasi terbesar pada perdagangan kemarin.&lt;br /&gt;Posisi
  berikutnya ditempati PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang mencatat
  net buy Rp105,6 miliar, disusul PT Petrosea Tbk. (PTRO) sebesar
  Rp100,7 miliar.&lt;br /&gt;Selain itu, investor asing juga melakukan
  akumulasi pada PT Timah Tbk. (TINS) senilai Rp41,2 miliar, serta
  sejumlah saham berbasis komoditas lain seperti PT Vale Indonesia Tbk.
  (INCO) Rp24,1 miliar dan PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR) Rp16,3
  miliar.&lt;br /&gt;Rotasi tersebut terjadi setelah sentimen global mulai
  membaik. Harapan meredanya konflik di Timur Tengah dan kemajuan
  negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz membuat harga minyak
  terkoreksi dalam beberapa hari terakhir. Di sisi lain, ekonomi
  Indonesia juga memberikan kejutan positif setelah tumbuh 5,29% pada
  kuartal II-2026, lebih tinggi dari ekspektasi pasar.&lt;br /&gt;Meski
  demikian, rotasi ini belum sepenuhnya mencerminkan kembalinya dana
  asing ke pasar saham Indonesia secara keseluruhan. Secara agregat,
  investor asing masih mencatatkan net sell Rp273,5 miliar, yang
  sebagian besar berasal dari pelepasan saham-saham berkapitalisasi
  besar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Saham yang paling banyak dilepas asing adalah PT
  Bank Central   Asia Tbk. (BBCA) dengan net sell Rp215 miliar, diikuti
  PT Merdeka   Battery Materials Tbk. (EMAS) Rp109,7 miliar, PT Telkom
  Indonesia   (Persero) Tbk. (TLKM) Rp96,7 miliar, PT Aneka Tambang Tbk.
  (ANTM)   Rp89,1 miliar, dan PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi   resources&lt;/span&gt; Minerals
  Tbk. (BRMS) Rp79,6 miliar.&lt;br /&gt;Berikut 10   saham dengan net buy
  asing terbesar pada perdagangan Kamis (6/8/2026):&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT
  Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp317,7 miliar&lt;br /&gt;PT   Chandra
  Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp105,6 miliar&lt;br /&gt;PT Petrosea Tbk.   (PTRO)
  Rp100,7 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.   (BBRI)
  Rp82,7 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.   (BBNI)
  Rp44,7 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp43,5
  miliar&lt;br /&gt;PT Timah Tbk. (TINS) Rp41,2 miliar&lt;br /&gt;PT Intermedia
  Capital Tbk. (MDIA) Rp25,3 miliar&lt;br /&gt;PT Indofood CBP Sukses Makmur
  Tbk. (ICBP) Rp24,4 miliar&lt;br /&gt;PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Rp24,1
  miliar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berikut 10 saham dengan net sell asing terbesar
  pada perdagangan   Kamis (6/8/2026):&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Bank Central
  Asia Tbk. (BBCA) Rp215 miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka   Gold Resources Tbk.
  (EMAS) Rp109,7 miliar&lt;br /&gt;PT Telkom Indonesia   (Persero) Tbk. (TLKM)
  Rp96,7 miliar&lt;br /&gt;PT Aneka Tambang (Persero)   Tbk. (ANTM) Rp89,1
  miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Minerals   Tbk. (BRMS) Rp79,6 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI)
  Rp76,2 miliar&lt;br /&gt;PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp67,4
  miliar&lt;br /&gt;PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) Rp61,1 miliar&lt;br /&gt;PT Darma
  Henwa Tbk. (DEWA) Rp45,3 miliar&lt;br /&gt;PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) Rp43,6
  miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260807045559-17-757272/ada-apa-dengan-saham-energi-asing-kompak-serok"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T07:06:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>ABM Investama (ABMM) Raup Rp9,06 T, Produksi Batu Bara Bikin Laba Naik 42%</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335535" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335535</id>
    <updated>2026-08-07T07:04:15Z</updated>
    <published>2026-08-07T07:04:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;abm
  investama&lt;/span&gt; Tbk. (ABMM) mencatatkan kinerja yang tetap solid pada
  semester I/2026 di tengah dinamika industri pertambangan dan tingginya
  harga bahan bakar akibat ketegangan geopolitik global.
  &lt;br /&gt;Peningkatan produksi batu bara, khususnya dari tambang di Aceh,
  menjadi motor utama pertumbuhan profitabilitas
  perseroan.&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian hingga 30
  Juni 2026, emiten berkode ABMM tersebut membukukan pendapatan sebesar
  US$506,2 juta atau setara Rp9,06 triliun (asumsi kurs JISDOR Rp17.899
  per dolar AS). Nilai pendapatan tersebut turun tipis 0,1% senilai
  US$506,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;Meski
  pendapatan cenderung datar, ABM berhasil mencetak laba bersih sebesar
  US$39,9 juta atau sekitar Rp714,17 miliar, meningkat 41,9% secara
  tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan
  (LTM) naik 6,4% YoY menjadi US$346,9 juta.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Direktur
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;abm   investama&lt;/span&gt; Hans
  Manoe mengatakan peningkatan profitabilitas pada   semester pertama
  tahun ini merupakan hasil dari keberhasilan   meningkatkan produksi
  tambang batu bara sekaligus stabilisasi bisnis   kontraktor
  pertambangan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Perseroan berhasil mencatatkan   peningkatan
  profitabilitas pada periode ini yang didorong oleh   keberhasilan
  peningkatan produksi operasi tambang batu bara dan   stabilisasi
  bisnis kontraktor pertambangan,&amp;quot; ujarnya dalam   keterangan
  resminya yang dikutip, Jumat (7/8/2026).&lt;br /&gt;Dia   melanjutkan
  meskipun kondisi industri masih menghadapi berbagai   tantangan, harga
  batu bara yang tetap kondusif memberikan peluang bagi   perseroan
  untuk memanfaatkan momentum tersebut melalui keunggulan
  operasional.&lt;br /&gt;Sepanjang semester pertama tahun ini, volume coal
  getting perseroan naik 14,2% YoY menjadi 17,9 juta ton, terutama
  didorong peningkatan produksi pada salah satu lokasi operasi di
  Kalimantan Selatan.&lt;br /&gt;Sementara itu, volume overburden removal
  menurun 12,6% YoY menjadi 98,0 juta bcm pada 1H26.&lt;br /&gt;&amp;quot;Operasi
  pertambangan batu bara perseroan di Aceh terus mengalami peningkatan
  produksi yang menghasilkan kenaikan volume penjualan secara kuartalan,
  sehingga berkontribusi terhadap peningkatan profitabilitas di berbagai
  unit usaha dalam rantai nilai pertambangan,&amp;quot;
  imbuhnya.&lt;br /&gt;Selain bisnis pertambangan, lini logistik juga
  mencatatkan perkembangan positif. &lt;br /&gt;Salah satu anak usaha ABM
  memperoleh kontrak jasa logistik jangka panjang dari pelanggan
  kategori A-list, yang dinilai akan memberikan dukungan terhadap
  keberlanjutan operasional dan diversifikasi sumber pendapatan
  perseroan.&lt;br /&gt;Memasuki semester II/2026, ABM memperkirakan momentum
  peningkatan produksi dari tambang di Aceh akan terus berlanjut.
  Perseroan juga tengah menyelesaikan proses perizinan aset tambang batu
  bara baru milik PT Piranti Jaya Utama di Kalimantan Tengah yang
  ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.&lt;br /&gt;Ke depan, aset baru
  tersebut diharapkan dapat memperluas basis produksi sekaligus
  memperkuat rantai nilai pertambangan terintegrasi perseroan.&lt;br /&gt;Pada
  saat yang sama, ABM tetap melanjutkan strategi diversifikasi secara
  selektif melalui pengembangan bisnis non batu bara yang memiliki
  keterkaitan dengan bisnis inti, termasuk memperluas portofolio jasa
  logistik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami tetap fokus memperkuat ekosistem bisnis
  melalui perolehan kontrak-kontrak strategis pada segmen logistik,
  dengan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap dinamika regulasi dan
  menjalankan strategi secara disiplin guna mendukung pertumbuhan
  berkelanjutan,&amp;quot; terangnya.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260807/192/1994384/abm-investama-abmm-raup-rp906-t-produksi-batu-bara-bikin-laba-naik-42"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T07:04:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Grup Indika Getol Pacu Tambang Emas, INDY Raih Kredit US$155 Juta</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335528" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335528</id>
    <updated>2026-08-07T07:03:14Z</updated>
    <published>2026-08-07T07:03:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — PT Indika Energy Tbk. (INDY) memperoleh
  fasilitas pembiayaan senilai US$155 juta atau sekitar Rp2,79 triliun
  dari PT Bank DBS Indonesia untuk mendanai pengembangan proyek tambang
  emas milik anak usahanya, PT Masmindo Dwi Area, di Sulawesi
  Selatan.&lt;br /&gt;Sekretaris Perusahaan INDY Adi Pramono mengatakan
  seluruh dana hasil fasilitas pembiayaan akan digunakan secara
  eksklusif untuk membiayai belanja modal pengembangan proyek tambang
  emas pada konsesi milik PT Masmindo Dwi Area.&lt;br /&gt;&amp;quot;Perseroan
  bermaksud untuk menggunakan seluruh dana dari Perjanjian Fasilitas
  secara eksklusif guna membiayai belanja modal sehubungan dengan
  pengembangan proyek tambang emas pada konsesi pertambangan emas di
  Sulawesi Selatan, Indonesia, yang dimiliki oleh PT Masmindo Dwi
  Area,&amp;quot; tulis Adi dalam keterbukaan informasi, Jumat
  (7/8/2026).&lt;br /&gt;Menurut Adi, transaksi tersebut merupakan bagian dari
  strategi transformasi bisnis Indika untuk memperluas portofolio usaha
  di luar &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Transaksi ini dilakukan untuk
  mendukung upaya transisi   Perseroan yang lebih luas dari bisnis &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menuju portofolio
  bisnis yang lebih terdiversifikasi,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Adi
  menjelaskan pemberian corporate guarantee dan gadai saham oleh
  anak-anak usaha terkait fasilitas tersebut merupakan transaksi
  afiliasi yang hanya wajib dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan
  (OJK). Hal itu karena transaksi dilakukan antara Perseroan dengan
  perusahaan terkendali yang sedikitnya 99% sahamnya dimiliki oleh
  Indika.&lt;br /&gt;INDY telah menandatangani perjanjian fasilitas tersebut
  pada 5 Agustus 2026 bersama PT Bank DBS Indonesia sebagai pemberi
  pinjaman, agen pembiayaan, bank rekening, sekaligus agen
  jaminan.&lt;br /&gt;Fasilitas pembiayaan itu turut melibatkan lima anak
  usaha Indika sebagai penjamin awal (initial guarantors), yakni PT
  Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra
  Engineering, PT Tripatra Engineers and Constructors, serta Tripatra
  (Singapore) Pte. Ltd. Seluruh entitas tersebut merupakan anak usaha
  yang dimiliki 100% secara langsung maupun tidak langsung oleh
  Perseroan.&lt;br /&gt;Selain Perjanjian Fasilitas, para pihak juga
  menandatangani Surat Fasilitas, dokumen jaminan termasuk Perjanjian
  Konfirmasi Jaminan, serta Surat Tambahan untuk Perjanjian
  Antarkreditur. Fasilitas tersebut dijamin secara pari passu sesuai
  ketentuan dalam Indenture yang mengatur surat utang senior (Senior
  Notes) Indika dengan kupon 8,75% dan jatuh tempo pada
  2029.&lt;br /&gt;Perseroan juga menegaskan penandatanganan fasilitas
  pembiayaan tersebut tidak tergolong sebagai transaksi material
  sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020, karena nilai
  fasilitas tidak mencapai 20% dari ekuitas perseroan berdasarkan
  laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit per 31 Desember
  2025.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak
  membeli atau   menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di
  tangan pembaca.   Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala
  kerugian maupun   keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260807/192/1994383/grup-indika-getol-pacu-tambang-emas-indy-raih-kredit-us155-juta"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T07:03:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>RI Terancam Kehilangan Ekspor Nikel 5 Juta Ton</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335508" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335508</id>
    <updated>2026-08-07T07:01:12Z</updated>
    <published>2026-08-07T07:01:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
  Indonesia memperkirakan ekspor nikel Indonesia akan berkurang hingga
  jutaan ton. Hal ini terjadi karena pemerintah memangkas kuota produksi
  nikel menjadi 260 juta hingga 270 juta ton dalam Rencana Kerja dan
  Anggaran Biaya (RKAB) 2026.Wakil Ketua Umum Bidang Keanggotaan Kadin
  Indonesia Widiyanto Saputro mengatakan pemangkasan kuota produksi
  nikel berpotensi mengurangi ekspor sebesar 3,5 juta hingga 5 juta ton,
  atau sekitar 0,3%-0,5%.Menurutnya, proyeksi tersebut sebelumnya telah
  disampaikan pelaku usaha dalam forum Strategic Response Meeting (SRM)
  Kadin. Saat itu, dunia usaha telah mengingatkan adanya potensi
  kehilangan ekspor akibat pemangkasan kuota produksi
  nikel.&lt;br /&gt;&amp;quot;Di SRM Kadin dunia usaha sudah mengingatkan bahwa
  kepastian RKAB sebagai prioritas dari SRM kita itu sudah
  memproyeksikan loss-nya itu 3,5 sampai dengan 5 juta ton ekspor nikel
  yang akan hilang. Dari 0,3 sampai 0,5%, teman-teman. Nah, ini ternyata
  terjadi,&amp;quot; ujarnya dalam acara Grand Seminar Registration: HIPMI
  Miners 2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026).Karena itu, Widiyanto
  mengatakan Kadin mendorong pemerintah segera memberikan kepastian
  terkait tata kelola RKAB agar dunia usaha memiliki kepastian dalam
  menjalankan investasi dan kegiatan operasional.Menurutnya, hingga kini
  masih terdapat kekhawatiran di kalangan pelaku usaha pertambangan
  mengenai kepastian tata kelola RKAB.&amp;quot;Jadi berangkat dari situ,
  Kadin meyakini bahwa diskusi berkelanjutan, pertemuan berkelanjutan,
  dan konsolidasi yang terarah, terstruktur, itu memang bisa berdampak
  signifikan kepada kepentingan dunia usaha terkait kebijakan
  pemerintah,&amp;quot; katanya.Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber
  Daya Mineral (ESDM) memastikan target produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan nikel dalam
  Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dipangkas.Sebelumnya,
  Direktur Jenderal Mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (Dirjen Minerba)
  Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan target produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dipangkas menjadi
  sekitar 600 juta ton.Target produksi nikel juga akan disesuaikan
  dengan kapasitas produksi smelter yang diperkirakan berada di kisaran
  250 juta hingga 260 juta ton.&amp;quot;Kan Pak Menteri sudah sampaikan,
  kurang lebih 600 juta ton itu &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Nikel kita
  sesuaikan dengan kapasitas produksi dari smelter. Kemungkinan sekitar
  250-260 (juta ton),&amp;quot; ujar Tri di Kantor Kementerian ESDM,
  Jakarta, Rabu (14/1/2026). &lt;br /&gt;(fdl/fdl)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8607699/ri-terancam-kehilangan-ekspor-nikel-5-juta-ton"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T07:01:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>PNBP ESDM Dapat Tambahan Rp20 M dari Lelang Batu Bara Hasil Penindakan</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335468" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335468</id>
    <updated>2026-08-07T01:46:19Z</updated>
    <published>2026-08-07T01:46:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) kembali mencatatkan keberhasilan dalam penegakan hukum di
  sektor pertambangan. Melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum
  (Ditjen Gakkum) ESDM, negara memperoleh tambahan Penerimaan Negara
  Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp20,98 miliar dari lelang Barang yang
  Dikuasai Negara (BDN) berupa komoditas &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; hasil penegakan
  hukum di Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;Keberhasilan tersebut menunjukkan
  bahwa penegakan hukum di sektor ESDM tidak hanya memberikan kepastian
  hukum terhadap pelanggaran, tetapi juga mampu mengoptimalkan
  penerimaan negara melalui pengelolaan aset negara secara
  akuntabel.&lt;br /&gt;Lelang dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan
  Negara dan Lelang (KPKNL) Samarinda. Di mana, PT Wisesa Janitra
  Sejahtera ditetapkan sebagai pemenang lelang pada 8 Juli 2026.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM Rilke
  Jeffri Huwae   mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bagian dari
  komitmen Ditjen   Gakkum ESDM untuk memastikan setiap hasil penegakan
  hukum memberikan   nilai tambah bagi negara.&lt;br /&gt;&amp;quot;Keberhasilan
  lelang ini   menunjukkan bahwa penegakan hukum di sektor ESDM tidak
  berhenti pada   proses penindakan. Kami memastikan setiap hasil
  penegakan hukum dapat   dikelola secara profesional sehingga
  memberikan kontribusi nyata   terhadap penerimaan negara melalui
  PNBP,&amp;quot; ujar Jeffri dalam   keterangan tertulis, Kamis
  (6/8/2026).&lt;br /&gt;Adapun, objek lelang   berupa satu paket komoditas
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dengan
  total   sekitar 76.742 metrik ton (MT) yang tersebar di 11 titik
  stockpile di   Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara,
  Kalimantan   Timur.&lt;br /&gt;Sesuai ketentuan, pemenang lelang diberikan
  waktu paling   lama 60 hari kalender atau hingga 10 September 2026
  untuk   menyelesaikan proses pembongkaran, pemuatan, dan pengangkutan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dari
  seluruh   lokasi penyimpanan.&lt;br /&gt;Jeffri menegaskan Ditjen Gakkum
  ESDM akan   mengawal seluruh tahapan pascalelang hingga proses
  pengeluaran &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  selesai.&lt;br /&gt;&amp;quot;Proses lelang bukanlah akhir dari rangkaian
  penegakan hukum. Kami akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan
  agar proses pengeluaran &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; dari seluruh lokasi stockpile berjalan tertib, aman,
  transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,&amp;quot;
  tegasnya.&lt;br /&gt;Dalam proses evakuasi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; tersebut, Ditjen
  Gakkum ESDM juga akan terus berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran
  dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta aparat penegak hukum di daerah
  untuk memastikan seluruh tahapan berjalan lancar sesuai ketentuan.
  Pelaksanaan lelang Barang yang Dikuasai Negara (BDN) tersebut
  dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor
  162.K/HK.02/MEM.H/2026.&lt;br /&gt;Kementerian ESDM menilai keberhasilan ini
  menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan penegakan hukum yang
  tidak hanya memberikan efek jera terhadap pelanggaran di sektor
  pertambangan, tetapi juga mengoptimalkan pengelolaan aset negara,
  meningkatkan penerimaan negara, serta memperkuat tata kelola sumber
  daya alam yang transparan, akuntabel, dan sebesar-besarnya untuk
  kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260806153617-4-757172/pnbp-esdm-dapat-tambahan-rp20-m-dari-lelang-batu-bara-hasil-penindakan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T01:46:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Video: Dihajar Kanan-Kiri, Harga Batu Bara Ambruk-Harga Minyak Melunak</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335444" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335444</id>
    <updated>2026-08-07T01:40:17Z</updated>
    <published>2026-08-07T01:40:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar komoditas berjangka masih dihantam
  berbagai sentiment global termasuk perang hingga kondisi iklim,
  efeknya Harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  anjlok hingga 3,6% dalam 2 hari terakhir seiring denagn lonjakan
  produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  India.&lt;br /&gt;Selengkapnya simak ulasan Maria Katarina dalam Profit,
  CNBC Indonesia (Kamis, 06/08/2026))&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260806125751-19-757105/video-dihajar-kanan-kiri-harga-batu-bara-ambruk-harga-minyak-melunak"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T01:40:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Asing Net Sell Rp339 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335424" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335424</id>
    <updated>2026-08-07T01:34:16Z</updated>
    <published>2026-08-07T01:34:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak
  stagnan pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (6/8/2026),
  setelah menguat pada perdagangan sebelumnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan data
  Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 12.00 WIB IHSG berada di level
  6.351,22 atau tidak bergerak dari penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi
  I, indeks bergerak di rentang terendah 6.324 hingga tertinggi 6.388.
  Nilai transaksi tercatat cukup ramai, yakni mencapai Rp10,36 triliun
  dengan volume perdagangan 34,72 miliar saham dalam 1,63 juta kali
  transaksi, di mana 274 saham menguat, 333 saham melemah, dan 184 saham
  stagnan.&lt;br /&gt;Sektor utilitas, industri, dan konsumer primer menjadi
  penopang utama indeks, sementara sektor kesehatan, teknologi,
  properti, dan finansial tercatat terkoreksi. Dari dalam negeri,
  sentimen masih ditopang pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 sebesar
  5,29% serta laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai tingkat
  kemiskinan yang turun ke level terendah sejak 1999. Sementara dari
  eksternal, harapan meredanya konflik AS-Iran seiring kemajuan
  negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz turut menopang sentimen
  risiko.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berdasarkan data Stockbit
  Sekuritas, di tengah pergerakan indeks   yang cenderung datar
  tersebut, investor asing tercatat membukukan aksi   jual bersih (net
  foreign sell) sebesar Rp339,05 miliar di seluruh   pasar (all market)
  sepanjang sesi I hari ini.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan,   nilai transaksi
  asing pada sesi I mencapai Rp5,06 triliun, dengan   rincian foreign
  buy sebesar Rp2,36 triliun dan foreign sell Rp2,70
  triliun.&lt;br /&gt;Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham perbankan
  raksasa, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dengan nilai mencapai
  Rp86,58 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals
  Tbk. (BRMS) yang dilepas asing senilai Rp64,15 miliar, disusul PT
  Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp62,19
  miliar.&lt;br /&gt;Selain itu, investor asing juga melakukan aksi jual pada
  PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp60,57 miliar, PT
  Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Rp58,38 miliar, PT Aneka Tambang
  Tbk. (ANTM) Rp54,03 miliar, serta PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI)
  Rp44,65 miliar.&lt;br /&gt;Tekanan jual juga terlihat pada PT Darma Henwa
  Tbk. (DEWA) sebesar Rp42,11 miliar, PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA)
  Rp34,56 miliar, dan PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) Rp27,86
  miliar.&lt;br /&gt;Di sisi lain, sejumlah saham masih menjadi incaran
  investor global. PT Petrosea Tbk. (PTRO) menjadi saham yang paling
  banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp82,12
  miliar.&lt;br /&gt;Saham perbankan pelat merah juga diborong asing, yakni PT
  Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp72,70 miliar, PT
  Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp58,21 miliar, serta PT Bank
  Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp32,92 miliar. Selanjutnya
  terdapat PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) sebesar Rp24,16
  miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp18,66
  miliar.&lt;br /&gt;Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell
  investor asing pada perdagangan sesi I Kamis (6/8/2026).&lt;br /&gt;Net
  Foreign Buy&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp82,12
  miliar&lt;br /&gt;PT Bank Rakyat   Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp72,70
  miliar&lt;br /&gt;PT Bank Mandiri   (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp58,21
  miliar&lt;br /&gt;PT Bank Negara Indonesia   (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp32,92
  miliar&lt;br /&gt;PT Indofood CBP Sukses   Makmur Tbk. (ICBP) - Rp24,16
  miliar&lt;br /&gt;PT Chandra Asri Pacific Tbk.   (TPIA) - Rp18,66
  miliar&lt;br /&gt;PT Timah Tbk. (TINS) - Rp15,10   miliar&lt;br /&gt;PT Erajaya
  Swasembada Tbk. (ERAA) - Rp14,84 miliar&lt;br /&gt;PT   Trimegah Bangun
  Persada Tbk. (NCKL) - Rp14,08&lt;br /&gt;miliar PT   Intermedia Capital Tbk.
  (MDIA) - Rp14,06 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Net Foreign Sell&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp86,58 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals
  Tbk. (BRMS) - Rp64,15 miliar&lt;br /&gt;PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
  (TLKM) - Rp62,19 miliar&lt;br /&gt;PT Amman Mineral Internasional Tbk.
  (AMMN) - Rp60,57 miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) -
  Rp58,38 miliar&lt;br /&gt;PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp54,03
  miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI) - Rp44,65 miliar&lt;br /&gt;PT Darma Henwa Tbk.
  (DEWA) - Rp42,11 miliar&lt;br /&gt;PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) - Rp34,56
  miliar&lt;br /&gt;PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) - Rp27,86 miliar&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(fsd/fsd)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260806124048-17-757097/asing-net-sell-rp339-miliar-di-sesi-i-ini-daftar-sahamnya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T01:34:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>SINI Estimasi Pendapatan Tambang Baru Tembus US$3,26 Miliar</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335400" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335400</id>
    <updated>2026-08-07T01:28:14Z</updated>
    <published>2026-08-07T01:28:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Emiten terafiliasi Happy Hapsoro PT Singaraja
  Putra Tbk. (SINI) memproyeksikan potensi pendapatan dari dua proyek
  tambang &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; yang
  dikembangkan melalui entitas usahanya, PT Pesona Bara Cakrawala (PBC)
  dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP) di Kalimantan Tengah, mencapai
  sekitar US$3,26 miliar sepanjang umur tambang.&lt;br /&gt;Direktur Utama
  SINI Amir Antolis mengatakan estimasi pendapatan sekitar US$3,26
  miliar dihitung menggunakan asumsi harga pasar &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; berbasis ICI,
  bukan harga tetap, sehingga nilainya mengikuti kualitas &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; yang diproduksi
  masing-masing tambang.&lt;br /&gt;Untuk proyek PT PBC, perseroan
  memperkirakan potensi pendapatan mencapai sekitar US$2,604 miliar
  dengan asumsi harga jual &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; US$62 per ton dan target produksi kumulatif 42 juta ton
  selama umur tambang.&lt;br /&gt;Sementara itu, proyek PT CBP diproyeksikan
  menghasilkan pendapatan sekitar US$656 juta dengan asumsi harga jual
  US$82 per ton dan target produksi kumulatif 8 juta ton.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Basis perhitungan estimasi pendapatan menggunakan asumsi
  harga pasar &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  berdasarkan ICI yang disesuaikan dengan kualitas &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;,&amp;quot; ujar Amir
  dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis
  (6/8/2026).&lt;br /&gt;Perseroan menjelaskan PT PBC dan PT CBP merupakan
  entitas usaha SINI yang tengah dikembangkan sebagai proyek tambang
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; baru.
  &lt;br /&gt;Kegiatan first cut di PT PBC ditargetkan dimulai pada kuartal
  IV/2026, sedangkan PT CBP dijadwalkan memasuki tahap operasional pada
  semester II/2027 setelah pembangunan jalan akses menuju tambang
  selesai serta memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya
  (RKAB).&lt;br /&gt;Seiring dengan pengembangan kedua proyek tersebut,
  perseroan juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung.
  &lt;br /&gt;Hingga saat ini, pembangunan hauling road menuju PT CBP telah
  mencapai sekitar 83,74% untuk segmen jalan menuju CBP dan ditargetkan
  rampung pada Februari 2027. Adapun, segmen jalan menuju PBC telah
  selesai dibangun dan saat ini memasuki tahap surfacing.&lt;br /&gt;Di sisi
  lain, proses pembebasan lahan juga terus berlangsung. Amir
  mengungkapkan progres pembebasan lahan untuk area operasional PT PBC
  telah mencapai sekitar 45%, sedangkan PT CBP sekitar 15% dari total
  kebutuhan lahan yang direncanakan.&lt;br /&gt;Menurutnya, kendala utama
  dalam pembebasan lahan berasal dari klaim kepemilikan atau penguasaan
  lahan oleh pihak ketiga, proses negosiasi dengan pemilik lahan, serta
  verifikasi legalitas dan kepemilikan yang membutuhkan
  waktu.&lt;br /&gt;&amp;quot;Perseroan secara aktif melakukan koordinasi dengan
  seluruh pihak terkait agar proses pembebasan lahan dapat diselesaikan
  sesuai rencana sehingga memperlancar pelaksanaan rencana pengembangan
  usaha Perseroan,&amp;quot; ujar Amir.&lt;br /&gt;Amir juga menyampaikan hingga
  saat ini belum terdapat kontrak penjualan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; yang telah
  ditandatangani untuk hasil produksi PT PBC maupun PT CBP. Namun, SINI
  tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah calon pembeli yang
  memiliki kapasitas dan pengalaman di industri
  terkait.&lt;br /&gt;______&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan
  mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya
  ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap
  segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260806/192/1994173/sini-estimasi-pendapatan-tambang-baru-tembus-us326-miliar"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T01:28:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Batu Bara Hasil Sitaan Laku Dilelang Rp 20,97 Miliar</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335380" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335380</id>
    <updated>2026-08-07T01:22:12Z</updated>
    <published>2026-08-07T01:22:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Kementerian Energi dan Sumber Daya
  Mineral (ESDM) menyampaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari
  hasil lelang Barang Dikuasai Negara (BDN) berupa &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; hasil penegakan
  hukum di Kalimantan Timur sebesar Rp 20,97 miliar.Objek lelang
  tersebut berupa satu paket komoditas &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dengan total
  sekitar 76.742 metrik ton (MT) yang berada di 11 titik stockpile di
  Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara.Direktur Jenderal
  Penegakan Hukum ESDM, Rilke Jeffri Huwae, mengatakan bahwa
  keberhasilan lelang ini merupakan bagian dari komitmen Ditjen Gakkum
  ESDM dalam memastikan setiap hasil penegakan hukum memberikan nilai
  tambah bagi negara.&lt;br /&gt;Lelang dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan
  Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Samarinda melalui laman
  lelang.go.id, dengan PT Wisesa Janitra Sejahtera ditetapkan sebagai
  pemenang pada 8 Juli 2026.Sesuai ketentuan, pemenang lelang diberikan
  waktu paling lama 60 hari kalender atau hingga 10 September 2026 untuk
  melakukan pembongkaran, pemuatan, dan pengangkutan batubara dari
  seluruh lokasi penyimpanan.&amp;quot;Keberhasilan lelang ini menunjukkan
  bahwa penegakan hukum di sektor ESDM tidak berhenti pada proses
  penindakan. Kami memastikan setiap hasil penegakan hukum dapat
  dikelola secara profesional sehingga memberikan kontribusi nyata
  terhadap penerimaan negara melalui PNBP,&amp;quot; ujar Jeffri dalam
  keterangan tertulis&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;
    kementerian esdm&lt;/span&gt;, Kamis (6/8/2026).Jeffri menegaskan Ditjen
  Gakkum ESDM akan terus mengawal seluruh tahapan pasca lelang hingga
  proses pengeluaran batubara selesai dilaksanakan.&amp;quot;Proses lelang
  bukanlah akhir dari rangkaian penegakan hukum. Kami akan terus
  melakukan pengawasan dan pendampingan agar proses pengeluaran batubara
  dari seluruh lokasi stockpile berjalan tertib, aman, transparan, dan
  sesuai dengan ketentuan yang berlaku,&amp;quot; imbuh ia.Dalam pelaksanaan
  evakuasi batubara, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan
  Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta aparat
  penegak hukum di daerah guna memastikan seluruh proses berjalan lancar
  dan sesuai ketentuan.Pelaksanaan lelang Barang yang Dikuasai Negara
  (BDN) tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor
  162.K/HK.02/MEM.H/2026. Ia menilai keberhasilan ini menegaskan
    komitmen&lt;span style="background-color: yellow;"&gt; kementerian
  esdm&lt;/span&gt; dalam mewujudkan penegakan hukum yang tidak hanya
  memberikan efek jera terhadap pelanggaran di sektor
  pertambangan.Namun, juga mampu mengoptimalkan pengelolaan aset negara,
  meningkatkan penerimaan negara, serta memperkuat tata kelola sumber
  daya alam yang transparan, akuntabel, dan sebesar-besarnya untuk
  kemakmuran rakyat. &lt;br /&gt;(rea/hns)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8607752/batu-bara-hasil-sitaan-laku-dilelang-rp-20-97-miliar"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T01:22:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Negara Raup Rp 20,9 M dari Lelang Batu Bara Sitaan</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335347" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335347</id>
    <updated>2026-08-07T01:13:10Z</updated>
    <published>2026-08-07T01:13:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Kementerian Energi dan Sumber Daya
  Mineral (ESDM) berhasil menjual sekitar 76.742 metrik ton (MT) &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; hasil sitaan dari
  berbagai kasus. Dari penjualan tersebut, negara memperoleh tambahan
  Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 20.976.670.000 atau
  sekitar Rp 20,9 miliar.Penjualan dilakukan melalui skema lelang yang
  diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
  (KPKNL) Samarinda melalui laman lelang.go.id. Dalam proses tersebut,
  PT Wisesa Janitra Sejahtera ditetapkan sebagai pemenang lelang pada 8
  Juli 2026.Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum)
  Kementerian ESDM Rilke Jeffri Huwae mengatakan keberhasilan lelang ini
  merupakan bagian dari komitmen Ditjen Gakkum ESDM untuk memastikan
  setiap hasil penegakan hukum memberikan nilai tambah bagi
  negara.&lt;br /&gt;&amp;quot;Keberhasilan lelang ini menunjukkan bahwa penegakan
  hukum di sektor ESDM tidak berhenti pada proses penindakan. Kami
  memastikan setiap hasil penegakan hukum dapat dikelola secara
  profesional sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan
  negara melalui PNBP,&amp;quot; ujar Jeffri dalam keterangan tertulis,
  Kamis (6/8/2026).Sesuai ketentuan, pemenang lelang diberi waktu paling
  lama 60 hari kalender, atau hingga 10 September 2026, untuk melakukan
  pembongkaran, pemuatan, dan pengangkutan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dari seluruh
  lokasi penyimpanan.Jeffri menegaskan Ditjen Gakkum ESDM akan terus
  mengawal seluruh tahapan pascalelang hingga proses pengeluaran &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; selesai
  dilaksanakan.&amp;quot;Proses lelang bukanlah akhir dari rangkaian
  penegakan hukum. Kami akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan
  agar proses pengeluaran batubara dari seluruh lokasi stockpile
  berjalan tertib, aman, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang
  berlaku,&amp;quot; tegasnya.Dalam pelaksanaan evakuasi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, Ditjen Gakkum
  ESDM juga akan terus berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan
  Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta aparat penegak hukum di daerah guna
  memastikan seluruh proses berjalan lancar dan sesuai
  ketentuan.Pelaksanaan lelang Barang yang Dikuasai Negara (BDN)
  tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor
  162.K/HK.02/MEM.H/2026.Keberhasilan ini menegaskan komitmen
  Kementerian ESDM dalam mewujudkan penegakan hukum yang tidak hanya
  memberikan efek jera terhadap pelanggaran di sektor pertambangan,
  tetapi juga mengoptimalkan pengelolaan aset negara, meningkatkan
  penerimaan negara, serta memperkuat tata kelola sumber daya alam yang
  transparan, akuntabel, dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. &lt;br /&gt;(fdl/fdl)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8607227/negara-raup-rp-20-9-m-dari-lelang-batu-bara-sitaan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T01:13:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Alarm dari Kadin! Ekspor Nikel RI Terancam Hilang 5 Juta Ton</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335314" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335314</id>
    <updated>2026-08-07T01:04:07Z</updated>
    <published>2026-08-07T01:04:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
  Indonesia mengungkap dampak pemangkasan kuota produksi nikel oleh
  pemerintah menjadi 260 juta hingga 270 juta ton dalam Rencana Kerja
  dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Kebijakan tersebut diperkirakan
  membuat ekspor nikel Indonesia berkurang hingga jutaan ton.Wakil Ketua
  Umum Bidang Keanggotaan Kadin Indonesia Widiyanto Saputro mengatakan
  pemangkasan kuota produksi nikel berpotensi mengurangi ekspor sebesar
  3,5 juta hingga 5 juta ton, atau sekitar 0,3%-0,5%.Menurutnya,
  proyeksi tersebut sebelumnya telah disampaikan pelaku usaha dalam
  forum Strategic Response Meeting (SRM) Kadin. Saat itu, dunia usaha
  telah mengingatkan adanya potensi kehilangan ekspor akibat pemangkasan
  kuota produksi nikel.&lt;br /&gt;&amp;quot;Di SRM Kadin dunia usaha sudah
  mengingatkan bahwa kepastian RKAB sebagai prioritas dari SRM kita itu
  sudah memproyeksikan loss-nya itu 3,5 sampai dengan 5 juta ton ekspor
  nikel yang akan hilang. Dari 0,3 sampai 0,5%, teman-teman. Nah, ini
  ternyata terjadi,&amp;quot; ujarnya dalam acara Grand Seminar
  Registration: HIPMI Miners 2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026).Karena
  itu, Widiyanto mengatakan Kadin mendorong pemerintah segera memberikan
  kepastian terkait tata kelola RKAB agar dunia usaha memiliki kepastian
  dalam menjalankan investasi dan kegiatan operasional.Menurutnya,
  hingga kini masih terdapat kekhawatiran di kalangan pelaku usaha
  pertambangan mengenai kepastian tata kelola RKAB.&amp;quot;Jadi berangkat
  dari situ, Kadin meyakini bahwa diskusi berkelanjutan, pertemuan
  berkelanjutan, dan konsolidasi yang terarah, terstruktur, itu memang
  bisa berdampak signifikan kepada kepentingan dunia usaha terkait
  kebijakan pemerintah,&amp;quot; katanya.Sebelumnya, Kementerian Energi dan
  Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan target produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan nikel dalam
  Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dipangkas.Direktur
  Jenderal Mineral dan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan
  target produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; dipangkas menjadi sekitar 600 juta ton.Sementara itu,
  target produksi nikel akan disesuaikan dengan kapasitas produksi
  smelter yang diperkirakan berada di kisaran 250 juta hingga 260 juta
  ton.&amp;quot;Kan Pak Menteri sudah sampaikan, kurang lebih 600 juta ton
  itu &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Nikel
  kita sesuaikan dengan kapasitas produksi dari smelter. Kemungkinan
  sekitar 250-260 (juta ton),&amp;quot; ujar Tri saat ditemui di Kantor
  Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/1/2026). &lt;br /&gt;(hrp/fdl)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8606876/alarm-dari-kadin-ekspor-nikel-ri-terancam-hilang-5-juta-ton"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-07T01:04:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Perlahan Asing Geser Haluan Lagi, Incar Saham Ini</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335201" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335201</id>
    <updated>2026-08-06T07:15:16Z</updated>
    <published>2026-08-06T07:15:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing masih membukukan aksi jual
  bersih (net sell) sebesar Rp182,8 miliar di seluruh pasar pada
  perdagangan Rabu (5/8/2026). Namun, di balik aksi jual tersebut,
  terlihat pola rotasi, yakni masuknya dana asing ke saham-saham
  berbasis komoditas, terutama sektor pertambangan.&lt;br /&gt;Saham PT Aneka
  Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) menjadi incaran utama investor asing
  dengan nilai net buy Rp180,6 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT
  Timah (Persero) Tbk. (TINS) sebesar Rp122,7 miliar, disusul PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI)
  senilai Rp88,6 miliar.&lt;br /&gt;Selain sektor tambang, investor asing juga
  memburu sejumlah saham lainnya seperti PT Idointernet Tbk. (EDGE)
  Rp81,9 miliar, PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) Rp46,4 miliar, serta PT
  Darma Henwa Tbk. (DEWA) Rp39,7 miliar.&lt;br /&gt;Berikut daftar 10 saham
  dengan net buy asing terbesar pada perdagangan Rabu (5/8/2026):&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) Rp180,6 miliar&lt;br /&gt;PT
  Timah (Persero) Tbk. (TINS) Rp122,7 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI)
  Rp88,6 miliar&lt;br /&gt;PT Indointernet Tbk. (EDGE) Rp81,9 miliar&lt;br /&gt;PT
  DMS Propertindo Tbk. (KOTA) Rp46,4 miliar&lt;br /&gt;PT Darma Henwa Tbk.
  (DEWA) Rp39,7 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals
  Tbk. (BRMS) Rp27,5 miliar&lt;br /&gt;PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT)
  Rp25,8 miliar&lt;br /&gt;PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) Rp21,5 miliar&lt;br /&gt;PT
  Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) Rp20,5 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan
  reli. Indeks ditutup naik 31,53 poin atau 0,5% ke level 6.351,14.
  &lt;br /&gt;Sebanyak 422 saham naik, 223 turun, dan 318 tidak bergerak.
  Nilai transaksi pada perdagangan kemarin mencapai Rp 14,91 triliun,
  melibatkan 39,26 miliar saham dalam 2,32 juta kali transaksi.
  Kapitalisasi pasar bergerak naik menjadi Rp 11.085 triliun.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260806043226-17-756936/perlahan-asing-geser-haluan-lagi-incar-saham-ini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-06T07:15:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Dibuka Naik ke 6.369, Saham HRTA, ANTM &amp;amp INDY Melaju</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335177" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335177</id>
    <updated>2026-08-06T07:09:14Z</updated>
    <published>2026-08-06T07:09:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka
  menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (6/8/2026). Sejumlah saham
  seperti HRTA, ANTM, hingga INDY tercatat bergerak menguat pada
  pembukaan perdagangan.&lt;br /&gt;Melansir data BEI pukul 09.02 WIB, IHSG
  dibuka menguat 0,30% ke level 6.369,99. Dari ratusan konstituen,
  sebanyak 280 saham menguat, 186 melemah, dn 497 saham
  stagnan.&lt;br /&gt;Dari jajaran saham LQ45, penguatan harga dipimpin oleh
  PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) yang naik 4,00% ke Rp2.080, diikuti
  PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang naik 3,58% ke Rp3.180, dan PT Indika
  Energy Tbk. (INDY) yang naik 3,09% ke Rp2.670.&lt;br /&gt;Hal yang sama
  terjadi pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang naik 2,96% ke
  Rp695, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 2,30% ke Rp5.550, dan PT
  Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang naik 2,17% ke
  Rp1.650.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebaliknya, pelemahan harga saham dialami oleh
  PT Telkom   Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 1,85% ke
  Rp2.660, PT Medco   Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 1,52% ke
  Rp1.295, dan PT Japfa   Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) turun 1,35% ke
  Rp2.200.&lt;br /&gt;Begitu juga   dengan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR)
  yang turun 1,08% ke Rp1.825,   PT Indosat Tbk. (ISAT) turun 0,79% ke
  Rp1.885, dan PT Alamtri   Resources Indonesia Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;) turun 0,78% ke
  Rp2.530.&lt;br /&gt;Tim Analis MNC Sekuritas mencatat IHSG ditutup menguat
  0,50% ke level 6.351 pada perdagangan Rabu (5/8/2026), disertai
  peningkatan volume pembelian. Secara teknikal, posisi IHSG
  diperkirakan berada pada bagian awal wave v dari wave (c) dari wave
  [iv], sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju area
  6.403-6.420.&lt;br /&gt;Meski demikian, investor tetap perlu mencermati
  potensi pembalikan arah dalam jangka pendek dengan area koreksi ke
  rentang 6.324-6.341.&lt;br /&gt;Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas
  memperkirakan support IHSG berada di level 6.201 dan 6.029, sedangkan
  resistance di level 6.377 dan 6.454. Adapun saham yang
  direkomendasikan meliputi &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;, ASII, BKSL, dan
  EXCL.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak
  membeli atau   menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di
  tangan pembaca.   Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala
  kerugian maupun   keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260806/7/1994111/ihsg-dibuka-naik-ke-6369-saham-hrta-antm-indy-melaj"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-06T07:09:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Izin Tambang Berakhir 2041, Ini Alasan Freeport Perpanjang Lebih Awal</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335157" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335157</id>
    <updated>2026-08-06T07:03:12Z</updated>
    <published>2026-08-06T07:03:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;PT Freeport Indonesia (PTFI) telah
  mengajukan permohonan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus
  (IUPK) untuk melanjutkan operasi tambang Grasberg setelah izin yang
  berlaku saat ini berakhir pada 2041.Hal itu diungkapkan induk usaha
  PTFI, Freeport-McMoRan (FCX), dalam laporan kinerja kuartal II-2026.
  Dalam laporan tersebut, permohonan itu telah diajukan pada Juni
  2026.Kepastian perpanjangan izin usaha khusus diperlukan agar
  pengembangan tambang dapat dilakukan sebelum produksi dari tambang
  eksisting menurun setelah 2041.&lt;br /&gt;Presiden Direktur PT Freeport
  Indonesia (PTFI), Tony Wenas mengatakan tambang bawah tanah merupakan
  investasi jangka panjang berkisar 15-20 tahun sejak tahap eksplorasi
  hingga mulai berproduksi. Untuk itu, persiapan tambang baru harus
  dimulai jauh sebelum masa operasi tambang berakhir. Hal itu agar tidak
  terjadi penurunan produksi setelah izin usaha perusahaan berakhir pada
  2041.&amp;quot;Membangun tambang bawah tanah itu tidak terjadi dalam waktu
  satu-dua tahun. Itu bisa 15-20 tahun. Tambang yang kita tambang di
  tahun 2016-2017, Grasberg Block Cave, itu kita persiapkan dari 2004.
  Jadi perlu waktu 13 tahun,&amp;quot; ujar Tony dikutip dari CNN Indonesia,
  Rabu (5/8/2026).Saat ini Freeport diketahui tengah bersiap
  mengembangkan tambang baru yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar
  15 tahun hingga dapat beroperasi.&amp;quot;Dan kami akan me-develop
  tambang baru yang memerlukan waktu kira-kira mungkin 15 tahun. Tapi
  kan perlu ada kepastian dari sekarang. Oleh karena itu memang diajukan
  perpanjangannya dari sekarang,&amp;quot; kata Tony.Tony mengungkapkan
  keberlanjutan operasi tambang akan berdampak pada tenaga kerja,
  masyarakat sekitar, hingga penerimaan negara, bukan hanya pada
  perusahaan.&amp;quot;Perpanjangan IUPK ini penting sekali untuk
  keberlanjutan tambang, yang mana berarti employment sebesar 35 ribu
  orang akan tetap berlanjut. Program community development kita sebesar
  hampir Rp2 triliun per tahun untuk masyarakat akan berlanjut,&amp;quot;
  kata Tony.Menurutnya, apabila operasional tambang berlanjut,
  kontribusi Freeport kepada negara juga akan tetap
  terjaga.&amp;quot;Manfaat bagi negara sebesar Rp 75 triliun tahun lalu dan
  kalau 2028 diperkirakan bisa Rp 120 triliun per tahun. Itu juga akan
  berhenti kalau tidak ada keberlanjutan,&amp;quot; ujarnya.Sementara itu,
  Ketua Indonesian &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt;
  and Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo menilai pengajuan
  perpanjangan izin operasi jauh sebelum 2041 masuk akal dari sisi
  teknis. Pengembangan tambang bawah tanah memang membutuhkan investasi
  besar dengan tahapan yang panjang, mulai dari eksplorasi hingga
  produksi.&amp;quot;Tambang bawah tanah sangat berbeda dengan tambang
  terbuka, apalagi tambang mineral seperti Freeport. Karakteristik
  investasi besar, padat teknologi, dan penuh risiko menjadi berbagai
  hal yang harus dihadapi untuk melakukan underground &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt;,&amp;quot; ujar Singgih
  kepada CNNIndonesia.com, Rabu (29/7).Selain menyiapkan infrastruktur
  tambang bawah tanah sebelum produksi dimulai, Singgih mengatakan
  perusahaan juga harus memastikan terlebih dahulu nilai cadangan dan
  kualitas mineral melalui eksplorasi yang terinci.&amp;quot;High precision
  technology yang akan dilakukan untuk penambangan tambang dalam
  dipastikan memerlukan data detail sisi mineral yang akan ditambang dan
  sekaligus memastikan infrastruktur demi keamanan dan kenyamanan kerja
  (safety and comfort working). Tahapan eksplorasi sampai commissioning
  produksi membutuhkan waktu sekitar 15 tahunan,&amp;quot; ujarnya.Untuk
  itu, kepastian perpanjangan izin operasi menjadi faktor penting bagi
  perusahaan untuk memastikan investasi tambang dapat memberikan
  keuntungan dalam jangka panjang.&amp;quot;Jelas, kembali lagi dengan modal
  yang sangat besar tentu kepastian perpanjangan izin operasi harus
  dipastikan terlebih dahulu. Lama waktu izin operasi menjadi hal
  terpenting untuk memastikan investasi tambang akan menguntungkan atau
  tidak,&amp;quot; katanya.Menurut Singgih, risiko akan muncul apabila
  kepastian izin diberikan terlalu dekat dengan berakhirnya masa
  operasi, terutama bila perusahaan hendak membuka tambang baru di
  wilayah terpencil (remote area).&amp;quot;Jika memang harus melakukan
  eksplorasi untuk membuka tambang baru di daerah remote, eksplorasi
  memastikan cadangan sekaligus membangun infrastruktur serta peralatan
  operasi tambang dalam, tentu kepastian izin jauh sebelumnya harus
  didapatkan. Apalagi investor harus melibatkan dan memanfaatkan pihak
  lenders atau perbankan, baik nasional maupun internasional, dalam
  pembiayaan tambang baru yang akan dibuka dan dioperasikan,&amp;quot;
  ujarnya. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(prf/ega)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8606337/izin-tambang-berakhir-2041-ini-alasan-freeport-perpanjang-lebih-awal"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-06T07:03:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Ini Alasan Freeport Minta Perpanjangan IUPK Setelah 2041</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335124" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335124</id>
    <updated>2026-08-06T02:13:10Z</updated>
    <published>2026-08-06T02:13:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Freeport-McMoRan (FCX) mengungkapkan bahwa
  PT Freeport Indonesia (PTFI) telah mengajukan permohonan perpanjangan
  Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) kepada Pemerintah Indonesia pada
  Juni 2026 lalu. Permohonan ini diajukan guna memastikan kelanjutan
  operasional tambang perusahaan yang berakhir pada 2041
  mendatang.&lt;br /&gt;Menanggapi hal itu, Ketua Indonesian&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt; mining&lt;/span&gt; and Energy Forum
  (IMEF), Singgih Widagdo menyampaikan, pengajuan perpanjangan IUPK oleh
  PTFI dinilai sebagai langkah yang sangat rasional. Pasalnya, tambang
  bawah tanah memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan tambang
  terbuka. Terlebih, tambang tersebut berisi mineral non &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Karakteristik investasi besar, padat teknologi
  dan penuh risiko menjadi berbagai hal yang harus dihadapi untuk
  melakukan underground&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;
  mining&lt;/span&gt;. Dapat dipastikan dengan investasi besar, tentu PTFI
  harus memastikan nilai cadangan dan kualitas mineral melalui
  eksplorasi detail,&amp;quot; ungkap Singgih saat dihubungi CNBC Indonesia,
  Rabu (5/8/2026).&lt;br /&gt;Bukan hanya eksplorasi, Singgih menyebut,
  pengembangan tambang bawah tanah juga memerlukan implementasi
  teknologi presisi tinggi (high precision technology). High precision
  technology yang akan dilakukan untuk penambangan tambang bawah tanah
  dipastikan memerlukan data detail sisi mineral yang akan ditambang dan
  sekaligus memastikan infrastruktur demi keamanan dan kenyamanan kerja
  (safety and comfort working).&lt;br /&gt;&amp;quot;Apalagi terkait dengan
  problem ventilasi, memastikan operasi kontrol dengan multi peralatan
  otomatisasi atau komputerisasi peralatan tambang bawah tanah,
  menjadikan tahapan eksplorasi sampai commissioning production
  membutuhkan waktu 15 tahunan,&amp;quot; jelasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Dirinya bilang, kepastian soal perpanjangan izin operasi menjadi
  pertimbangan utama untuk memastikan investasi yang dilakukan PTFI
  membawa keuntungan dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jelas, kembali
  lagi dengan modal yang sangat besar tentu kepastian perpanjangan izin
  operasi harus dipastikan terlebih dahulu. Lama waktu izin operasi
  menjadi hal terpenting untuk memastikan investasi tambang akan
  menguntungkan atau tidak. Ini pun sama untuk tambang terbuka, seperti
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Cuma
  mengingat tambang mineral tidak diizinkan untuk menjual raw material
  lagi, tentu izin operasi akan diiriskan dengan investasi sisi hilir
  atau smelter yang akan dibangun,&amp;quot; terang dia. &lt;br /&gt;Singgih
  melanjutkan, jika kepastian perpanjangan izin baru diberikan menjelang
  masa berakhirnya izin yang berlaku, maka ada risiko terhadap
  keberlanjutan investasi perusahaan. Hal ini tentu dapat menyulitkan
  PTFI dalam mengembangkan tambang di wilayah operasi.&lt;br /&gt;Pada
  dasarnya, harus dipahami terlebih dahulu bahwa kepastian logistik
  menjadi hal terpenting. Mengingat, lokasi tambang berada di wilayah
  remote. Lantas, jika harus dilakukan eksplorasi untuk membuka tambang
  baru di daerah tersebut, tentu kepastian izin harus didapatkan dari
  jauh-jauh hari.&lt;br /&gt;&amp;quot;Apalagi investor harus melibatkan dan
  memanfaatkan pihak lenders/perbankan (nasional maupun internasional),
  dalam pembiayaan tambang baru yang akan dibuka dan dioperasikan,&amp;quot;
  tandas dia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(dpu/dpu)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260805174406-4-756884/ini-alasan-freeport-minta-perpanjangan-iupk-setelah-2041"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-06T02:13:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Soal Minyak dari Rusia, Bahlil: Negara yang Impor, Bukan Pertamina</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335091" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/sv/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5335091</id>
    <updated>2026-08-06T02:03:47Z</updated>
    <published>2026-08-06T02:03:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pengadaan minyak mentah dari
  Rusia dilakukan langsung oleh negara dengan skema antar-pemerintah
  (Government to Government) melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan
  Gas Bumi (Lemigas), bukan melalui PT Pertamina (Persero).&lt;br /&gt;Bahlil
  menyebut hal ini dilakukan karena pemerintah memiliki kewenangan penuh
  dalam menentukan arah kebijakan energi primer demi kepentingan
  rakyat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan ingat ya, yang melakukan pengadaan itu bukan
  Pertamina ya, negara. Jadi negara nggak boleh diintervensi oleh negara
  lain ya. Ini negara. Jadi jangan diplesetin-plesetin. Yang melakukan
  impor adalah negara,&amp;quot; katanya saat ditemui di Kantor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jakarta,
  Rabu (5/8/2026).&lt;br /&gt;Bahlil menjelaskan bahwa pelaksanaan teknis
  impor tersebut ditugaskan kepada Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas
  Bumi (Lemigas) sebagai Badan Layanan Umum (BLU).&lt;br /&gt;&amp;quot;Setelah
  negara ambil, baru negara mau siapkan untuk kemana untuk kepentingan
  rakyat bangsa dan negara itu urusan negara lah. Dan negara kita ini
  kan menganut asas bebas aktif,&amp;quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;Dia menyebut,
  impor minyak dari Rusia tahap pertama sudah direalisasikan dan kini
  pemerintah tengah melanjutkan proses impor tahap kedua.&lt;br /&gt;   &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; juga
  berencana menyusun kontrak kerja sama jangka panjang guna memperkuat
  cadangan energi nasional di tengah dinamika geopolitik
  global.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita tidak mendikte negara lain, tapi negara lain
  juga tidak boleh mendikte kita. Independensi negara kita harus kita
  jaga sebagai bagian daripada pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi,&amp;quot;
  paparnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Impor Melalui Lemigas&lt;br /&gt;   &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  menyiapkan peran yang lebih besar bagi Lemigas dalam tata kelola
  pengadaan energi nasional. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor
  26 Tahun 2026, Lemigas berpeluang menjadi salah satu Badan Layanan
  Umum (BLU) yang dapat melakukan pengadaan, termasuk impor minyak
  mentah dan BBM.&lt;br /&gt;Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sempat
  mengatakan, pemerintah tidak akan membentuk BLU baru untuk menjalankan
  fungsi tersebut. Sebaliknya, pemerintah akan mengoptimalkan lembaga
  yang sudah ada di lingkungan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi kita akan mengoptimalkan penggunaan ini
  BLU yang ada di antaranya adalah Lemigas,&amp;quot; ujar Yuliot di &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;, Jumat
  (29/5/2026).&lt;br /&gt;Menurut Yuliot, pengaturan tersebut merupakan bagian
  dari implementasi Perpres Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak
  Dalam Negeri yang baru diterbitkan pemerintah. Aturan itu memberikan
  ruang tidak hanya kepada badan usaha milik negara (BUMN), tetapi juga
  BLU di bidang energi untuk melakukan pengadaan minyak.&lt;br /&gt;Meski
  begitu, ia menjelaskan pemerintah tetap mengutamakan pasokan energi
  dari dalam negeri. Perpres tersebut mengatur agar minyak mentah yang
  diproduksi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dapat diprioritaskan
  untuk memenuhi kebutuhan domestik, terutama saat pasokan global
  mengalami keterbatasan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi dari Perpes itu pengadaan
  crude itu bisa berasal dari produksi dalam negeri, dari perusahaan K3S
  dalam negeri. Jadi karena ada keterbatasan suplai secara global, jadi
  kalau ada komitmen ekspor yang dari perusahaan K3S itu bisa dipasarkan
  dalam negeri. Dan harganya itu sesuai dengan harga ICP, jadi untuk
  tidak merugikan perusahaan KKKS sendiri,&amp;quot; ungkap Yuliot.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Total Impor Minyak dari Rusia&lt;br /&gt;Utusan Khusus Presiden bidang
  Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo sebelumnya menyebutkan
  bahwa Indonesia mendapatkan 150 juta minyak mentah dari Rusia dengan
  harga khusus.‎ ‎Hashim mengatakan pasokan minyak yang didapatkan
  dengan harga khusus itu adalah hasil kunjungan Presiden Prabowo
  Subianto menemui Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa,
  pada Senin (13/4/2026).&lt;br /&gt;‎&amp;quot;Indonesia sekarang sudah ada
  komitmen dari pemerintah Rusia, 150 juta barel kita bisa simpan di
  Indonesia untuk menghadapi masalah-masalah gejolak ekonomi,&amp;quot; ucap
  Hashim saat memberikan acara Economic Briefing 2026 di Menara Patra
  Jasa, Jakarta pada Kamis (23/4/2026).&lt;br /&gt;‎Awalnya dalam pertemuan
  dengan Putin, jelas Hashim, awalnya Rusia menyetujui mengirim 100 juta
  barel dengan harga khusus. Akan tetapi, jumlah itu akan ditambah Rusia
  sebesar 50 juta barel untuk Indonesia dalam menghadapi gejolak
  dunia.&lt;br /&gt;‎&amp;quot;Dia (Prabowo Subianto) ke Moskow ketemu Presiden
  Putin selama 3 jam dan dapat komitmen dari Presiden Putin 100 juta
  barel minyak itu akan segera dikirim ke Indonesia. 100 juta barel
  dengan harga khusus. Dan apabila Indonesia perlu lagi tambahan, sudah
  ditambah 50 juta,&amp;quot; tutur Hashim.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260805173719-4-756883/soal-minyak-dari-rusia-bahlil-negara-yang-impor-bukan-pertamina"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-06T02:03:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
