Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada ELSA hingga AADI

Admin Ugems
En minuts läsning - Thu Apr 30 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 pada perdagangan Rabu (29/04).
Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan saham TLKM (+1,77%), IMPC (+7,44%), dan APIC (+14,50%). Di sisi lain, saham TPIA (-4,50%), DSSA (-2,55%), dan MORA (-4,43%) menjadi penekan pergerakan indeks.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp986,58 miliar di pasar reguler dan Rp1,19 triliun di seluruh pasar.
Secara sektoral, 9 dari 11 sektor ditutup melemah, dengan sektor basic industry mencatat penurunan terdalam sebesar 1,08%. Sementara itu, sektor industrial menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 2,41%.
Pergerakan bursa global cenderung variatif, di mana indeks Dow Jones turun 0,57% ke level 48.861, S&P 500 melemah tipis 0,04% ke 7.135, dan Nasdaq bergerak naik terbatas 0,04% ke 24.673. Bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%–3,75%, sejalan dengan ekspektasi pasar. Volatilitas IHSG terpantau relatif stabil, tercermin dari pergerakan ETF Indonesia (EIDO) yang turun 0,46% serta MSCI Indonesia yang naik 0,16%.
Dari sisi korporasi, PT bukit asam Tbk (PTBA) berencana mengolah batu bara sebesar 7 juta ton per tahun menjadi Dimethyl Ether (DME) dengan kapasitas produksi 1,4 juta ton per tahun.
Proyek ini berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dan merupakan kolaborasi antara MIND ID, ptba, serta Pertamina (Persero). Inisiatif tersebut telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan akan memanfaatkan batu bara berkalori rendah yang selama ini belum optimal dimanfaatkan.
Fasilitas produksi DME tersebut akan dibangun di kawasan bukit asam Industrial Estate (BEKI) seluas 585 hektare, dengan dukungan pasokan energi dari PLTU Sumsel 8 berkapasitas 2x660 MW. Proyek ini juga diproyeksikan dapat menyerap sekitar 5.380 tenaga kerja, baik pada tahap konstruksi maupun operasional.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun atau Rp476,95 per saham.
Nilai tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 79% dari laba bersih konsolidasi yang mencapai Rp56,29 triliun. Sebelumnya, perseroan telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp9,32 triliun atau Rp100 per saham, sehingga sisa dividen final yang akan dibagikan mencapai Rp35,15 triliun atau Rp376,95 per saham.
Selain itu, sekitar Rp11,82 triliun atau 21% dari laba bersih ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi usaha ke depan. Adapun jadwal cum date dan pembayaran dividen akan diumumkan lebih lanjut oleh perseroan.
Rekomendasi Saham Hari Ini


ELSA | Buy 820-835 | TP 850-870 | SL 780





MEDC | Buy 1790-1800 | TP 1830-1875 | SL 1680





BIPI | Buy 248-252 | TP 260-270 | SL 234





ARTO | Buy 1410-1425 | TP 1450-1500 | SL 1325





AADI | Buy 11200-11300 | TP 11475-11700 | SL 10650




Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(ayh/ayh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Kommentarer