SINI Estimasi Pendapatan Tambang Baru Tembus US$3,26 Miliar

Admin Ugems
En minuts läsning - Fri Aug 07 01:28:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten terafiliasi Happy Hapsoro PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) memproyeksikan potensi pendapatan dari dua proyek tambang batu bara yang dikembangkan melalui entitas usahanya, PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP) di Kalimantan Tengah, mencapai sekitar US$3,26 miliar sepanjang umur tambang.
Direktur Utama SINI Amir Antolis mengatakan estimasi pendapatan sekitar US$3,26 miliar dihitung menggunakan asumsi harga pasar batu bara berbasis ICI, bukan harga tetap, sehingga nilainya mengikuti kualitas batu bara yang diproduksi masing-masing tambang.
Untuk proyek PT PBC, perseroan memperkirakan potensi pendapatan mencapai sekitar US$2,604 miliar dengan asumsi harga jual batu bara US$62 per ton dan target produksi kumulatif 42 juta ton selama umur tambang.
Sementara itu, proyek PT CBP diproyeksikan menghasilkan pendapatan sekitar US$656 juta dengan asumsi harga jual US$82 per ton dan target produksi kumulatif 8 juta ton.

"Basis perhitungan estimasi pendapatan menggunakan asumsi harga pasar batu bara berdasarkan ICI yang disesuaikan dengan kualitas batu bara," ujar Amir dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8/2026).
Perseroan menjelaskan PT PBC dan PT CBP merupakan entitas usaha SINI yang tengah dikembangkan sebagai proyek tambang batu bara baru.
Kegiatan first cut di PT PBC ditargetkan dimulai pada kuartal IV/2026, sedangkan PT CBP dijadwalkan memasuki tahap operasional pada semester II/2027 setelah pembangunan jalan akses menuju tambang selesai serta memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Seiring dengan pengembangan kedua proyek tersebut, perseroan juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung.
Hingga saat ini, pembangunan hauling road menuju PT CBP telah mencapai sekitar 83,74% untuk segmen jalan menuju CBP dan ditargetkan rampung pada Februari 2027. Adapun, segmen jalan menuju PBC telah selesai dibangun dan saat ini memasuki tahap surfacing.
Di sisi lain, proses pembebasan lahan juga terus berlangsung. Amir mengungkapkan progres pembebasan lahan untuk area operasional PT PBC telah mencapai sekitar 45%, sedangkan PT CBP sekitar 15% dari total kebutuhan lahan yang direncanakan.
Menurutnya, kendala utama dalam pembebasan lahan berasal dari klaim kepemilikan atau penguasaan lahan oleh pihak ketiga, proses negosiasi dengan pemilik lahan, serta verifikasi legalitas dan kepemilikan yang membutuhkan waktu.
"Perseroan secara aktif melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses pembebasan lahan dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga memperlancar pelaksanaan rencana pengembangan usaha Perseroan," ujar Amir.
Amir juga menyampaikan hingga saat ini belum terdapat kontrak penjualan batu bara yang telah ditandatangani untuk hasil produksi PT PBC maupun PT CBP. Namun, SINI tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah calon pembeli yang memiliki kapasitas dan pengalaman di industri terkait.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Kommentarer