Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham BBNI, INKP & PTBA Justru Melaju

Admin Ugems
A Minute Read - Tue Aug 11 01:00:00 GMT 2026

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup melemah dalam perdagangan Senin (10/8/2026). Walau demikian, saham konstituen seperti BBNI, INKP, hingga ptba tetap ditutup menguat.
Melansir IDX Mobile, indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia melemah 0,99% atau 4,34 poin ke 435,50. Sebanyak 6 saham konstituen ditutup menguat, 17 saham melemah, dan 4 saham stagnan.
Saham konstituen yang ditutup menguat itu adalah BBNI yang ditutup naik 0,55% ke Rp3.650, INKP menguat 0,60% ke Rp8.375, JPFA naik 0,45% ke Rp2.210, MAPI naik 1,25% ke Rp1.625, ptba naik 0,84% ke Rp2.390, dan UNTR yang ditutup menguat 1,58% ke Rp24.050.
Di sisi lain, sejumlah saham konstituen yang ditutup melemah antara lain adalah ADRO yang ditutup turun 0,39% ke Rp2.530, AKRA turun 1,06% ke Rp1.405, AMRT turun 2,46% ke Rp1.385, ANTM melemah 0,63% ke Rp3.140, hingga ASII yang ditutup turun 1,96% ke Rp5.000.

Adapun, sepanjang perdagangan hari ini indeks Bisnis-27 bergerak di rentang level 435,10 hingga 442,83. Pasar mencatat volume transaksi 7,11 miliar saham senilai Rp5,26 triliun. Kapitalisasi indeks saat ini menjadi Rp3.272 triliun.
Meski melemah, level indeks Bisnis-27 ini mencerminkan penguatan 1,77% dalam sepekan terakhir, atau 7,28% dalam sebulan terakhir. Dalam tiga bulan terakhir, level indeks mencerminkan koreksi 7,57%.
Pergerakan indeks Bisnis-27 sejalan dengan arah pasar keseluruhan. Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini melemah 0,69% atau 44,28 poin ke 6.265,37.
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama menilai pasar saham saat ini mendapat sentimen cukup positif dari pergantian Gubernur Bank Indonesia definitif. Nama Destry Damayanti saat ini dikabarkan menjadi calon tunggal pengganti Perry Warjiyo.
Menurutnya, respons pasar akan cenderung netral hingga positif karena sosoknya memberikan unsur continuity dan kepastian terhadap arah kebijakan moneter ke depan. Namun, pelemahan IHSG hari ini mengonfirmasi bahwa tekanan faktor global lebih dominan memengaruhi gerak IHSG.
"Untuk IHSG sentimennya berpotensi positif, terutama pada sektor perbankan dan saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga, meski dampaknya kemungkinan masih terbatas karena investor tetap akan lebih fokus pada faktor global, foreign flow, dan risk appetite," kata Elandry kepada Bisnis.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Source https://www.bisnis.com

Page Comments