7 Dampak Terkini Perang Iran ke Dunia: Harga Minyak-Pembatasan BBM

Admin Ugems
A Minute Read - Tue Mar 10 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel versus Iran terus memicu gejolak ekonomi global. Meski pertempuran masih berlangsung, Presiden AS Donald Trump menyatakan perang tersebut "hampir selesai", yang langsung memicu perubahan di pasar energi dan keuangan dunia.

Berikut dampak ekonomi utama dari perang tersebut, seperti dikutip AFP, Selasa (10/3/2026).

1.Harga Minyak Turun

Harga minyak dunia sempat melonjak tajam hingga menembus US$119 per barel, Senin. Namun, dalam update Selasa, harga minyak akhirnya turun setelah pernyataan Trump yang menyebut konflik bisa segera berakhir.

Kontrak Brent sempat menyentuh US$119,50 per barel sebelum turun ke sekitar US$92,45. Ssementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga merosot ke sekitar US$88,65 per barel.


Penurunan tersebut terjadi karena pasar mulai memperkirakan gangguan pasokan energi global tidak akan berlangsung lama.

2. Bursa Saham AS Menguat

Komentar Trump juga memicu reli di pasar saham Amerika. Indeks utama di Wall Street berbalik menguat setelah sebelumnya sempat melemah akibat ketegangan geopolitik.

Indeks Dow Jones Industrial Average bahkan ditutup naik sekitar 0,5% ke level 47.740,80. Meski sebelumnya, indeks sempat bergerak fluktuatif sepanjang hari perdagangan.

3.AS Akan Cabut Sanksi Minyak

Trump mengumumkan akan mencabut beberapa sanksi terhadap minyak karena gejolak pasar. Diyakini ini terkait ekspor minyak dari Rusia.

"Kami juga mencabut sanksi terkait minyak tertentu untuk menurunkan harga," kata Trump kepada wartawan.

4.Bursa Asia Pulih

Pasar saham di Korea Selatan (Korsel) dan Jepang naik tajam pada perdagangan awal Selasa. Indeks acuan Korsel Kospi, pulih lebih dari 5% dan Nikkei 225 di Tokyo melonjak lebih dari 3% sebelum sedikit turun kembali.



5.Negara G7 Siap Gelontorkan Cadangan Minyak

Negara-negara industri maju dalam kelompok G7 mulai membahas langkah darurat untuk menstabilkan pasar energi.

Meski demikian, pejabat keuangan Perancis menyatakan pelepasan cadangan minyak strategis belum diperlukan untuk saat ini, walau opsi tersebut tetap dipertimbangkan jika krisis energi memburuk.

Para menteri energi G7 juga dijadwalkan menggelar pertemuan lanjutan untuk membahas dampak konflik terhadap pasokan energi global.



6. Transportasi dan Perdagangan Terganggu

Konflik juga memicu gangguan pada jalur logistik dan transportasi internasional, terutama di sekitar Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan menyebut sekutu Barat sedang menyiapkan misi untuk mengamankan jalur pelayaran tersebut.

Di sektor penerbangan, maskapai Eropa seperti Lufthansa dan Air France memperpanjang pembatalan penerbangan menuju beberapa tujuan di Timur Tengah.

Sementara itu perusahaan pelayaran global MSC menghentikan sebagian pengiriman ekspor dari kawasan Teluk akibat meningkatnya risiko keamanan.

7. Banyak Negara Batasi Harga BBM

Sejumlah negara mulai mengeluarkan kebijakan darurat untuk mencegah lonjakan harga energi di dalam negeri. Pemerintah Kroasia, Hungaria, Korsel hingga Thailand memberlakukan pembatasan harga bahan bakar (BBM).

Sementara itu China meminta sejumlah kilang minyak utama menahan ekspor diesel dan bensin. Di sisi lain, kilang raksasa Dangote Refinery di Nigeria berjanji memprioritaskan pasokan untuk pasar domestik guna mencegah kelangkaan bahan bakar.

Di Jepang, otoritas juga dilaporkan meminta cadangan minyak nasional bersiap untuk dilepas jika krisis energi semakin memburuk.




(sef/sef)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Page Comments