Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Just Energy Transition Partnership (JETP) menepati janji pendanaan sebesar US$ 20 miliar atau sekitar Rp 300 triliun. Pasalnya, dana tersebut hingga kini belum cair sejak kesepakatan KTT G20 Bali November 2022 lalu.
Padahal, kata Luhut, Indonesia dalam posisi siap dengan sejumlah programnya. Sehingga. Luhut meminta pihak JETP-lah memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
"Jadi gini dari Indonesia persiapan US$ 20 miliar itu Pak Rachmat (Rachmat Kaimuddin) dengan timnya sudah siap, tinggal dari mereka. Jadi ini kan hasil G20. Nah apakah uangnya ada atau tidak, dia lah yang ngomong," katanya sebagaimana dikutip dari detik.com, Minggu (25/6/2023).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca:
Fantastis! Luhut Sebut Proyek Kebanggaan Jokowi Raup Rp 489 T
Luhut menambahkan, Indonesia juga sudah menyiapkan PLTU batu bara yang akan dipensiunkan. Sebagai informasi, pendanaan itu salah satunya akan digunakan untuk pensiun dini PLTU batu bara.
"Sama kita sudah siapkan mana coal-fired power station early retirement di Jawa," bebernya.
Sebelumnya, Indonesia mendapatkan komitmen pendanaan US$ 20 miliar atau sekitar Rp 302 triliun (kurs Rp 15.100) dalam program Just Energy Transition Partnership (JETP) dari sejumlah negara maju. Pendanaan itu beragam bentuknya, dari hibah, pinjaman hingga bantuan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyampaikan dana tersebut berasal dari negara G7. Dana itu untuk membantu Indonesia dalam transisi energi, salah satunya pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara.
Baca:
5 Juta Ton Bijih Nikel Bocor ke China, Luhut Buka Suara
"Kami dengan Indonesia dan Jepang bersama-sama menciptakan Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk mencapai Net Zero Emissions. Bersama kami memobilisasi US$ 20 miliar untuk mendukung upaya Indonesia mengurangi emisi dan memperluas EBT," kata Biden dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Selasa (15/11/2022).
[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya
Luhut Soal SVB Bangkrut: Tak Ada Tanda-tanda Bahaya Besar!
(luc/luc)
Source https://www.cnbcindonesia.com