Perusahaan Migas Italia Temukan Cadangan Jumbo di RI, Beroperasi 2028

Admin Ugems
2 Minute Read - Tue May 05 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pengembangan temuan cadangan gas raksasa oleh perusahaan asal Italia, Eni, di sumur eksplorasi Geliga-1, Blok Ganal, Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) kementerian esdm Laode Sulaeman menjelaskan bahwa pemerintah terus memberikan dukungan persyaratan administratif bagi perusahaan migas tersebut.
Pemerintah menargetkan temuan cadangan gas raksasa sebesar 5 triliun kaki kubik (TCF) tersebut bisa beroperasi mulai tahun 2029 mendatang. "Paling kita perkuat agar prosesnya ENI bisa kita percepat. Artinya kita apabila masih ada perizinan atau hal-hal administratif lain yang diperlukan, kita bantu untuk percepat," ujarnya saat ditemui di Kantor kementerian esdm, Jakarta, dikutip Selasa (5/5/2026).



Laode menyebutkan pemerintah terus berupaya memperkuat koordinasi agar proses pengembangan lapangan gas tersebut tidak mengalami hambatan.
Meskipun rencana pengembangan lapangan atau Plan of Development (POD) sudah disetujui, pemerintah menilai pengawalan masih harus dilakukan selama masa persiapan infrastruktur. Hal itu untuk mengejar waktu pengerjaan agar fase produksi dapat dimulai tepat pada periode 2028-2029 mendatang.
"Ya, tapi kan prosesnya ini masih berjalan. Kan semuanya targetingnya di tahun 2028-2029. Itu harus kita kejar," ungkapnya.
Hingga saat ini, Laode mengatakan tidak ditemukan adanya kendala regulasi yang mengganggu aktivitas operasional ENI di lapangan. Namun, pemerintah tetap membuka ruang konsultasi bagi perusahaan jika terdapat tantangan tak terduga yang memerlukan percepatan di tingkat pusat.
"Apabila mereka melihat ada tantangan atau kendala-kendala, kita siap bantu untuk percepat," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan temuan minyak dan gas bumi baru di wilayah Kalimantan Timur oleh Eni ditaksir bisa menambah produksi kondensat dalam negeri hingga 150.000 bph.
"Kita baru menemukan satu blok baru di Kalimantan Timur yang didapat oleh Eni. Itu 5 TCF. Sebelumnya ada 2 TCF," ujarnya dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa, dikutip Senin (4/5/2026).
Dalam data kementerian esdm, produksi tersebut didapatkan melalui produksi dari Blok Geliga, Kalimantan Timur. Proyek tersebut diproyeksikan bisa memproduksi kondensat 90.000 bph pada tahun 2028 dan meningkat pada tahun 2030 mencapai 150.000 bph.
Tidak hanya kondensat, produksi gas yang sebelumnya diproyeksikan mencapai 600-700 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), meningkat menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028 mendatang. Berkembang pada tahun 2029 mencapai 3.000 MMSCFD.
"Kemudian dia mampu memproduksi kurang lebih sekitar 375 juta equivalent barel per day untuk kondensat. Jadi di 2028 untuk di blok ini kita bisa memproduksi 2.000 sampai 2.500 MM, 2029 kita targetkan 3.000 MM untuk gas," paparnya.
"Dan 2029-2030 kita bisa menambah sekitar 150.000 barel per day untuk kondensat. Ini memang ilmunya kadang-kadang pakai ilmu tiba saat tiba akal. Nggak bisa, ini ilmu lapangan," jelasnya.
Asal tahu saja, Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter. Penemuan ini memperpanjang catatan keberhasilan eksplorasi ENI di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North pada 2023 dan penemuan sumur Konta-1 pada 2025. Hasil penemuan ini menegaskan potensi signifikan sistem gas yang berada di cekungan tersebut serta stabilitas sumber daya di wilayah ini.
Penemuan Geliga ini terjadi setelah keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk sejumlah proyek gas, yakni Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub).
Untuk pengembangannya, proyek North Hub akan menggunakan fasilitas terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) baru. Kapasitasnya mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd). Selain itu, proyek ini juga akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang.
Selain Sumur Geliga, Bahlil juga menyampaikan temuan sebelum sumur Geliga, yakni Sumur Gula, yang menghasilkan gas sekitar 2 TCF dan 75 juta barel kondensat. Dari kedua sumur tersebut, estimasi awal kombinasi sumber daya Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 mmscfd gas dan 90.000 bpd kondensat.
Selain berdampak pada peningkatan cadangan migas nasional, temuan gas jumbo di Blok Ganal juga membuka peluang percepatan pengembangan infrastruktur gas terintegrasi. ENI saat ini tengah mengevaluasi skema pengembangan yang bersinergi dengan proyek North Hub serta fasilitas eksisting seperti Kilang LNG Bontang, guna mempercepat monetisasi temuan dan mengoptimalkan nilai tambah bagi negara.

(pgr/pgr)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Page Comments