PLN Kalselteng-Borneo Indobara kerja sama perkuat energi bersih sektor tambang

Admin Ugems
A Minute Read - Tue Feb 17 01:00:00 GMT 2026

Banjarbaru (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) bersama PT borneo indobara (BIB) menegaskan komitmen mewujudkan transformasi energi bersih di sektor industri pertambangan melalui penandatanganan perjanjian jual beli Renewable Energy Certificate (REC). Penandatanganan antara perusahaan listrik milik negara dengan BIB resmi menambah pembelian REC sebanyak 23.040 unit atau setara 40.000 megavolt ampere (MVA) listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) berlangsung di Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (8/2). Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto melalui keterangan tertulis Humas PT PLN UID Kalselteng di Kota Banjarbaru, Senin mengatakan kerja sama ini menjadi wujud nyata dukungan PLN terhadap transisi energi di sektor industri nasional. "PLN berkomitmen penuh mendukung daya saing industri nasional melalui pemanfaatan energi bersih ramah lingkungan. Kami menghadirkan opsi layanan listrik hijau 100 persen yang dipasok dari pembangkit berbasis EBT melalui layanan REC," ujar Adi.


Baca juga: Energi bersih PLN jadi primadona, industri besar beralih gunakan layanan REC Diketahui, REC merupakan sertifikat digital yang merepresentasikan atribut lingkungan dari satu megawatt hour (MWh) listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan, seperti surya, air, atau panas bumi. Sertifikat tersebut menjadi bukti listrik yang digunakan pelanggan didukung kontribusi EBT, meski secara teknis penyalurannya tetap melalui sistem jaringan terpadu milik PLN yang menggabungkan berbagai sumber energi.


"Kerja sama bukan sekadar transaksi sertifikat, melainkan langkah strategis memperkuat daya saing industri Indonesia di tengah tuntutan global terhadap dekarbonisasi dan praktik keberlanjutan," ucap Adi. Chief Operating Officer BIB Raden Utoro menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dan dukungan PLN sangat penting dalam upaya mendukung implementasi program Green Mining Realization di lingkungan operasional perusahaan. "Kami mengapresiasi dukungan PLN melalui kerja sama yang sangat krusial karena keandalan pasokan listrik menjadi kebutuhan utama, mengingat gangguan pasokan dapat berdampak langsung pada aktivitas operasional tambang," jelasnya.Baca juga: PLN Kalselteng catat 50 ribu unit pengguna REC COO PT BIB Raden Utoro menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan PT PLN melalui penandatanganan beberapa waktu lalu. Ia menilai dukungan PLN sangat penting dalam mendukung implementasi program Green Mining Realization di lingkungan operasional perusahaan. (ANTARA/HO-Humas PLN Kalselteng)Ditambahkan, keandalan pasokan listrik bersih menjadi kebutuhan strategis seiring pengembangan titik tambang BIB. Dukungan teknis dan infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk transmisi dan pembangunan gardu induk, mampu menopang kebutuhan daya puncak yang diproyeksikan mencapai 200-240 MVA pada 2028. "Program ini termasuk yang pertama berskala besar di Indonesia, dengan target elektrifikasi pada tahun 2026 mencapai 25 persen armada alat berat berbasis listrik, meningkat menjadi 75 persen pada 2028, serta mengarah target nol emisi pada 2028-2029," sebut Raden. General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono, menyambut positif langkah PT BIB seraya menegaskan penjualan sebanyak 23.040 unit REC tersebut menjadi capaian terbesar di wilayah Kalimantan. "Terima kasih atas kepercayaan PT borneo indobara kepada PLN dan kami yakin kolaborasi menjadi tolok ukur transformasi energi bersih di sektor pertambangan nasional. PLN melalui pasokan listrik yang andal dan berkualitas siap mendukung pertumbuhan industri sekaligus membantu pencapaian target lingkungan di era transisi energi," katanya.



Source https://kalsel.antaranews.com

Page Comments