Rekomendasi Saham Hari Ini: Cek PGAS hingga BSSR

Admin Ugems
2 Minute Read - Thu Jul 09 07:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,89% ke level 5.873,37 pada perdagangan Rabu (8/7).
Pelemahan indeks terjadi di tengah aksi jual investor asing yang membukukan net sell sebesar Rp674,26 miliar di pasar reguler dan Rp689,33 miliar di seluruh pasar. Saham TLKM, JECX, dan ENRG menjadi penopang utama pergerakan IHSG, sementara BBCA, BBRI, dan AMMN menjadi pemberat terbesar.
Secara sektoral, 10 dari 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Basic Industry mencatat pelemahan terdalam sebesar 4,35%, sedangkan sektor Health menjadi satu-satunya sektor yang menguat dengan kenaikan 1,00%.
Dari pasar global, indeks saham Amerika Serikat ditutup bervariasi. Dow Jones turun 1,09%, S&P 500 melemah 0,28%, sedangkan Nasdaq masih mampu menguat 0,20%.
Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh keputusan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang memasukkan Indonesia ke dalam 2027 Country Classification Watchlist. Indonesia berpotensi mengalami perubahan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Special Measures/Frontier Market apabila isu transparansi kepemilikan saham dan efektivitas keterbukaan informasi pemegang saham belum terselesaikan dalam periode evaluasi. Sejalan dengan sentimen tersebut, indeks ETF EIDO turun 2,16% dan MSCI Indonesia melemah 1,80%.

Sementara itu, PT Krakatau Steel Tbk. (KRAS) resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di Krakatau Osaka Steel (KOS) kepada Osaka Steel Co., Ltd. (OSC). Transaksi yang efektif pada 29 Juni 2026 tersebut mencakup 14.000 saham Seri B atau setara 20,00% hak suara dan 14,00% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh.
Dari divestasi tersebut, KRAS menerima dana tunai sebesar USD14 juta atau sekitar Rp249,98 miliar (kurs JISDOR 29 Juni 2026: Rp17.856 per dolar AS), yang telah dibayarkan penuh oleh OSC. Transaksi ini sekaligus mengakhiri kepemilikan KRAS di KOS.
Aksi korporasi tersebut dilakukan di tengah perbaikan kinerja keuangan perseroan. Pada kuartal I-2026, KRAS membukukan laba bersih sebesar USD2,58 juta, berbalik dari rugi bersih USD46,90 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lalu ada PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK) berencana melaksanakan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan target penghimpunan dana sebesar Rp500 miliar.
Perseroan mengalokasikan sekitar 40% dana untuk tambahan modal kepada anak usaha Pilar Pratama Dinamika guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha. Sebanyak 34% akan digunakan untuk pengembangan fasilitas assembling plant, termasuk peningkatan kapasitas produksi, pembangunan fasilitas baru, pembelian lahan, serta penambahan mesin dan peralatan.
Selanjutnya, 16% dana akan diarahkan untuk mendukung pengembangan bisnis kendaraan listrik (EV), sedangkan 10% sisanya disiapkan untuk rencana akuisisi perusahaan jasa pertambangan sebagai bagian dari pengembangan portofolio usaha.
Di sisi lain, anak usaha NTBK juga menjalin kerja sama dengan Magma Capital Resources Private melalui MCR Bangun Persada untuk mengembangkan bisnis perdagangan mineral dan batu bara. Kolaborasi tersebut mencakup pemanfaatan truk listrik milik NTBK untuk kegiatan pengangkutan dari area tambang menuju pelabuhan, dengan potensi volume pasar batu bara mencapai 500.000 metrik ton per bulan.
Rekomendasi Saham Hari Ini


PGAS - Buy 1410-1420 | TP 1440-1465 | SL 1340





AKRA - Buy 1300-1315 | TP 1330-1350 | SL 1240





MIDI - Buy 280-284 | TP 290-294 | SL 264





CMRY - Buy 4680-4700 | TP 4750-4820 | SL 4450





BSSR - Buy 4030-4040 | TP 4080-4140 | SL 3920




Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ayh/ayh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Page Comments