<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-08-23T22:57:08Z</updated>
  <dc:date>2026-08-23T22:57:08Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Menanti Bekal Regulasi PT DSI Awasi 50 Pelabuhan Ekspor RI</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338985" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338985</id>
    <updated>2026-08-23T01:05:20Z</updated>
    <published>2026-08-23T01:05:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kepastian landasan hukum PT Danantara
  Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pengawas tata kelola ekspor
  komoditas sumber daya alam strategis menjadi penting untuk penguatan
  kegiatan operasional.&lt;br /&gt;Direktur NEXT Indonesia Center Herry
  Gunawan mengatakan, dengan demikian fungsi yang dijalankan lembaga
  tersebut akan lebih maksimal, terutama mencegah potensi terjadinya
  kebocoran devisa dalam perdagangan ekspor.&lt;br /&gt;&amp;quot;DSI sangat
  memungkinkan untuk menerima mandat sebagai pengawas ekspor komoditas
  sumber daya alam strategis, yang saat ini menjadi perhatian serius
  pemerintah. Kini, tinggal dibekali oleh payung hukum yang
  memadai,&amp;quot; kata Herry melalui keterangan tertulis, Sabtu
  (22/8/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Herry mengingatkan,
  sesuai ketentuan yang tertuang dalam   Peraturan Pemerintah No. 24
  Tahun 2026 tentang Tata Kelola, Ekspor   Komoditas Sumber Daya Alam
  Strategis pada Pasal 3 Ayat 3, BUMN ekspor   ditetapkan sesuai dengan
  ketentuan peraturan   perundang-undangan.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, ia
  menganggap, keberlanjutan   operasional bukan sekadar akta pendirian,
  tetapi juga perlu penugasan   berdasarkan regulasi, misalnya berupa
  Peraturan Pemerintah atau   Peraturan Presiden.&lt;br /&gt;Penegasan
  regulasi tersebut sangat penting,   apalagi pidato Presiden Prabowo
  Subianto pada Sidang Tahunan MPR-RI   pada 14 Agustus 2026 kata Herry
  telah mengungkapkan DSI telah   mengelola devisa ekspor senilai US$14
  miliar dari tiga komoditas,   yakni kelapa sawit, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt;, dan ferro
  alloy.&lt;br /&gt;Bahkan, DSI telah menemukan potensi   tambahan US$5 miliar
  dari potensi perbedaan dan penyesuaian harga,   kualitas, dan
  pembayaran devisa hasil ekspor.&lt;br /&gt;Ke depan, lembaga   yang berdisi
  pada 20 Mei 2026 itu akan meningkatkan pengawasan pada 50   pelabuhan
  di 25 provinsi, serta komoditas-komoditas   lain.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sebagai
  tindak lanjut dari pernyataan Presiden   tersebut, penugasan DSI
  sebagai lembaga yang mengawasi ekspor perlu   dimandatkan melalui
  peraturan yang jelas,&amp;quot; ujar   Herry.&lt;br /&gt;Ketetapan regulasi ini
  semata agar posisi DSI sebagai   lembaga yang mendapatkan penugasan
  untuk mengawasi tata kelola ekspor   memiliki dasar hukum yang kuat.
  Selain itu, bertujuan agar DSI dapat   melaksanakan fungsi pengawasan
  lebih maksimal.&lt;br /&gt;&amp;quot;Biarkan   kegiatan ekspor tetap dijalankan
  oleh dunia usaha seperti yang terjadi   selama ini. DSI hadir untuk
  memastikan bahwa tata kelola ekspor   berjalan dengan baik sesuai yang
  dimandatkan oleh pemerintah,&amp;quot;   katanya.&lt;br /&gt;Pengawasan yang
  dilakukan DSI tersebut selaras dengan   yang tertuang dalam Penjelasan
  Pasal 7 Huruf a sesuai Peraturan   Pemerintah No. 24 Tahun 2026. Di
  antara uraian pengawasan yang   termaktub dalam regulasi tersebut,
  yakni mencakup dokumen ekspor,   kontrak penjualan, dan dokumen
  terkait lainnya serta data dan   informasi tambahan yang dibutuhkan
  oleh DSI sebagai BUMN   Ekspor.&lt;br /&gt;Dokumen-dokumen tersebut
  disampaikan melalui sistem yang   terintegrasi, antara lain dengan
  Customs Excise Information Sgstem   and. Automation (CEISA), Sistem
  Indonesia National Single Windouw   (SINSW), maupun Sistem Informasi
  Monitoring Devisa terintegrasi   Seketika (SiMoDIS).&lt;br /&gt;Posisi DSI
  sebagai lembaga pengawas tersebut   juga penting untuk mencegah
  potensi konflik kepentingan. Jika DSI   melaksanakan fungsi rangkap
  sebagai pengawas transaksi sekaligus   offtaker yang mengambil alih
  komoditas untuk dijual kembali, bebannya   terlalu besar. Model
  tersebut berpotensi mencampurkan fungsi   pengawasan dengan
  kepentingan komersial.&lt;br /&gt;&amp;quot;DSI tidak perlu   menjadi pemain di
  pasar. Fokus utamanya harus memastikan transaksi   ekspor berlangsung
  transparan dan sesuai dengan nilai, volume,   kualitas, dokumen, serta
  kewajiban devisa yang seharusnya masuk ke   Indonesia,&amp;quot; ujar
  Herry.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui,Presiden RI   Prabowo Subianto
  buka-bukaan soal alasan pembentukan PT Danantara   Sumberdaya
  Indonesia (PT DSI). Pada intinya, perusahaan ini dibentuk   sebagai
  pintu tunggal proses ekspor tiga komoditas yakni &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, minyak kelapa
  sawit (CPO) dan juga ferro alloy.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ini sebagai pintu tunggal
  prosesing ekspor komoditas milik Indonesia. Saya ulangi prosesingnya,
  bukan bahwa 1 PT yang akan menguasai komoditas dan mengekspor, tidak
  tapi sekarang kita bisa monitor berapa yang muat di atas kapal, berapa
  ton, berapa yang dilaporkan di atas kertas, berapa yang sampai ke
  tujuan ekspor,&amp;quot; ungkap Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan
  Sidang Bersama DPR dan DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung
  Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat
  (14/8/2026).&lt;br /&gt;Prabowo menambahkan, pembentukan PT DSI sebagai
  upaya pemberian laporan yang berbeda dengan laporan yang ada di
  lapangan.&lt;br /&gt;Nah, sejak pembentukan 2 bulan ini, PT DSI, kata
  Prabowo sudah mengelola devisa hasil ekspor (DHE) mencapai US$14
  miliar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Sejak mulai beroperasi
  pada 1 juni 2026, hanya dengan 3   komoditas, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;,   kelapa sawit
  dan besi baja fero itu, dalam waktu 2 bulan 13 hari PT   DSI sekarang
  sudah kelola DHE senilai US$ 14 miliar. Lebih dari 6000   transaksi
  ekspor 3 komoditas ekspor tersebut telah dimonitor   DSI,&amp;quot; tegas
  Prabowo.&lt;br /&gt;Selanjutnya, PT DSI, kata Prabowo, akan   meningkatkan
  pengawasannya meliputi 50 pelabuhan di 25 provinsi. Dan,   dalam waktu
  dekat, DSI akan mengelola semua komoditas ekspor strategis   kita,
  tidak hanya tiga.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita tidak ingin lagi bangsa   Indonesia
  dicurangi. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya   segelintir
  orang apalagi di luar negeri, dan meninggalkan rakyatnya   sendiri
  hidup susah. Ini bukan saja tidak adil, ini sesungguhnya bukan   sikap
  negara yang pandai,&amp;quot; tandas Prabowo.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(arj/arj)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260822141825-4-761486/menanti-bekal-regulasi-pt-dsi-awasi-50-pelabuhan-ekspor-ri"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-23T01:05:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Low Tuck Kwong Kokoh Puncaki Orang Terkaya RI di Tengah Rumor BYAN</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338957" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338957</id>
    <updated>2026-08-23T01:03:15Z</updated>
    <published>2026-08-23T01:03:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Taipan Low Tuck Kwong tercatat masih memuncaki
  daftar orang terkaya di Indonesia, di tengah rumor yang beredar jika
  pihaknya akan melepas PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bayan
  resources&lt;/span&gt; Tbk. (BYAN) ke Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji
  Isam.&lt;br /&gt;Melansir data Forbes Real Time Billionaires, Low Tuck Kwong
  berada di posisi puncak daftar orang terkaya di Indonesia, dengan
  total kekayaan sebesar US$21,1 miliar. &lt;br /&gt;Sementara itu, di tingkat
  global, nama Low Tuck Kwong berada di posisi 133 orang terkaya di
  dunia. &lt;br /&gt;BYAN sendiri telah memberi tanggapan terkait rumor
  rencana pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,2% saham perseroan
  oleh Jhonlin Grup milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Corporate Secretary &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Jenny
  Quantero mengatakan manajemen perseroan tidak mengetahui adanya
  rencana transaksi pengambilalihan maupun akuisisi saham sebagaimana
  dimaksud dalam informasi yang beredar di publik. &lt;br /&gt;“Sampai dengan
  tanggal surat ini, perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi
  pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji
  Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam,” tulis manajemen
  BYAN dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa
  (18/8/2026).&lt;br /&gt;Adapun setelah Low Tuck Kwong, konglomerat lainnya
  yakni Prajogo Pangestu menjadi orang terkaya kedua di Indonesia,
  dengan total kekayaan sebesar US$17,4 miliar. &lt;br /&gt;Sementara itu,
  posisi tiga dan seterusnya tidak banyak berubah. Posisi orang terkaya
  ketiga di Indonesia ditempati oleh Robert Budi Hartono, dengan nilai
  kekayaan US$16,4 miliar. Lalu disusul oleh Anthoni Salim dengan nilai
  kekayaan US$11,1 miliar. &lt;br /&gt;Di posisi kelima ada Tahir dan Keluarga
  dengan nilai kekayaan US$10 miliar, Sri Prakash Lohia dengan nilai
  kekayaan US$8,4 miliar, dan Otto Toto Sugiri sebesar US$8,4 miliar.
  &lt;br /&gt;Lalu di posisi ke-9 ditempati oleh wanita terkaya di Indonesia,
  Marina Budiman dengan total kekayaan US$6 miliar, kemudian Lim
  Hariyanto Wijaya Sarwono dengan nilai US$4,9 miliar, dan posisi ke-10
  orang terkaya di Indonesia ditempati oleh TP Rachmat dengan nilai
  kekayaan US$4,5 miliar.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260822/192/1998209/low-tuck-kwong-kokoh-puncaki-orang-terkaya-ri-di-tengah-rumor-byan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-23T01:03:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Memaknai Kemerdekaan Lewat Kedaulatan Energi</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338941" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338941</id>
    <updated>2026-08-23T01:01:13Z</updated>
    <published>2026-08-23T01:01:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Memaknai kemerdekaan Indonesia saat
  ini tidak lagi sebatas mengenang perjuangan merebut kemerdekaan dari
  penjajah. 81 tahun berlalu, kemerdekaan juga berarti kemampuan bangsa
  untuk berdiri di atas kaki sendiri, termasuk dalam mewujudkan
  kedaulatan energi.Menurut Direktur Utama (Dirut) PT Bukit Asam Tbk
    (&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;) Bambang
  Ismawan, tantangan bangsa Indonesia saat ini adalah bagaimana mengisi
  kemerdekaan dengan mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan membangun
  kemandirian di berbagai sektor strategis.&amp;quot;Setelah merdeka, kita
  harus punya tujuan. Salah satunya memajukan kesejahteraan umum,
  pendidikan, dan bagaimana Indonesia bisa menjadi bangsa yang mandiri
  serta tidak bergantung pada negara lain,&amp;quot; ujar Bambang, dalam
  program Indonesia Punya Kita, Jumat (21/8/2026).&lt;br /&gt;Bambang menilai
  langkah pemerintah yang mendorong ketahanan pangan dan ketahanan
  energi merupakan bagian dari upaya mewujudkan kemerdekaan dalam arti
  yang lebih luas.Memperkuat Pasokan Energi dari Dalam NegeriBambang
  menjelaskan Indonesia pernah menjadi salah satu negara pengekspor
  minyak dan tergabung dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak
  (OPEC). Namun, kondisi saat ini telah berubah sehingga Indonesia
  menjadi negara pengimpor minyak. Karena itu, Bambang menyebut berbagai
  kebijakan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor energi
  perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar
  berbasis energi domestik, seperti implementasi biodiesel B50.&amp;quot;Nah
  itu kan upaya yang dilakukan pemerintahan Pak Presiden (Prabowo
  Subianto) dan para menteri-menterinya bagaimana supaya kita tidak
  impor lagi. Salah satunya sekarang sudah solar,&amp;quot; ujar
  Bambang.&amp;quot;Suatu saat kita berharap ya, termasuk BBM yang lainnya,
  tidak impor lagi,&amp;quot; sambungnya.&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; Jaga Pasokan Energi
  NasionalSebagai bagian dari anggota holding Badan Usaha Milik Negara
  (BUMN) industri pertambangan Mining Industry Indonesia (MIND ID),
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; memiliki peran
  penting dalam menjaga pasokan energi nasional, khususnya untuk
  kebutuhan pembangkit listrik.Bambang menjelaskan batu bara masih
  menjadi salah satu sumber energi utama yang menopang kebutuhan listrik
  masyarakat. Oleh karena itu, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; mendapat penugasan untuk
  memastikan pasokan batu bara domestik tetap terpenuhi.&amp;quot;Yang
  paling penting masyarakat tidak boleh terganggu kebutuhan listriknya.
  Karena itu kami berkomitmen memenuhi kebutuhan batu bara dalam
  negeri,&amp;quot; ujar Bambang.Bambang mengungkapkan &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; setiap tahun memasok
  sekitar 17 juta ton batu bara untuk kebutuhan domestik. Jumlah
  tersebut dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan, termasuk ketika PT
  PLN (Persero) membutuhkan tambahan pasokan.Mengenai perannya sebagai
  bagian dari BUMN, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;
  memiliki dua tanggung jawab yang harus berjalan beriringan. Di satu
  sisi, perusahaan harus mendukung program pemerintah melalui penyediaan
  energi untuk masyarakat.Di sisi lain, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; juga dituntut
  menghasilkan keuntungan untuk mendukung penerimaan negara.&amp;quot;Satu
  sisi bisnis berjalan, tapi dukungan untuk negara terutama listrik juga
  berjalan, kayak gitu,&amp;quot; kata Bambang.Bambang juga menyinggung
  pentingnya transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
  Meski demikian, ia menilai batu bara saat ini masih menjadi salah satu
  sumber energi utama karena faktor ketersediaan dan biaya yang relatif
  lebih terjangkau dibandingkan beberapa energi terbarukan.&amp;quot;Di
  samping itu tadi batu bara sekarang yang menjadi boleh dibilang ya
  sekarang pemasok utamalah atau suplai utama untuk energi sekarang
  masih batu bara kan. Karena memang untuk kita beralih ke energi yang
  bersih atau energi yang terbarukanlah gitu, itu secara harga agak
  mahal,&amp;quot; jelas Bambang.Ke depan, menurut Bambang, Indonesia perlu
  menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi saat ini dan
  pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan agar cita-cita menuju
  kemandirian energi dapat tercapai.Bagi Bambang, semangat kemerdekaan
  tidak hanya diwujudkan melalui peringatan tahunan, tetapi juga melalui
  upaya bersama membangun Indonesia yang lebih mandiri, sejahtera, dan
  berdaulat di sektor energi. &lt;br /&gt;(akd/ega)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8629917/memaknai-kemerdekaan-lewat-kedaulatan-energi"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-23T01:01:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Iklim Jadi Masalah Pelik di RI, Transisi Energi Wajib Jalan Terus</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338910" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338910</id>
    <updated>2026-08-22T07:01:11Z</updated>
    <published>2026-08-22T07:01:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan iklim menjadi tantangan serius
  yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, dampak dari krisis
  iklim kini dirasakan langsung oleh masyarakat seiring meningkatnya
  gejala cuaca ekstrem hingga bencana hidrometeorologi di berbagai
  daerah di Indonesia.&lt;br /&gt;Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno
  menuturkan, fenomena alam tersebut merupakan konsekuensi dari
  tingginya emisi karbon. Hal ini yang kemudian memicu perubahan iklim
  dan degradasi lingkungan secara masif.&lt;br /&gt;&amp;quot;Hari ini kita bicara
  mengenai permasalahan iklim. Permasalahan iklim yang hari ini tidak
  biasa-biasa saja. Kita kalau melihat dari tahun 1970 sampai dengan
  sekarang, Indonesia itu mengalami kenaikan iklim rata-rata di atas 6%
  per tahunnya. Dari tahun 1970, kita bisa merasakan bahwa kenaikan suhu
  sudah sangat drastis. Kalau ada hujan, hujannya tidak pernah
  biasa-biasa saja,&amp;quot; ujarnya dalam Ekoniklim Talkshow 2026 dengan
  tema &amp;quot;Orientasi Kebijakan Iklim Indonesia dari Perspektif Ekonomi
  dan Keuangan&amp;quot; di Wisma Habibie Ainun beberapa waktu
  lalu.&lt;br /&gt;Eddy juga memberi contoh bahwa serangkaian bencana yang
  terjadi pada akhir 2025 lalu di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat,
  hingga Jawa Barat dan Jawa Tengah merupakan dampak nyata dari
  perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Ia lalu menyebut, perubahan
  iklim berdampak pada mencairnya salju abadi di Pegunungan Jayawijaya,
  Papua. Saat ini, salju di sana hanya tersisa 5% dan diprediksi akan
  hilang sepenuhnya pada 2027 mendatang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin pelik,
  Indonesia mesti memperkuat komitmennya dalam menjalani agenda transisi
  energi. Apalagi, selain diberkahi oleh hutan tropis terbesar di dunia
  dan ekosistem mangrove yang melimpah, Indonesia juga kaya akan potensi
  energi baru terbarukan (EBT).&lt;br /&gt;Sumber EBT di Indonesia pun begitu
  banyak yang belum dieksplorasi. Eddy menyebut, Indonesia memiliki
  potensi EBT sebanyak 3.600 gigawatt (GW), yang mana 3.300 GW di
  antaranya berasal dari energi surya. Tak hanya itu, potensi energi
  panas bumi di Indonesia mencapai 24 GW, namun baru 2,4 GW atau 10%
  saja yang bisa dimanfaatkan.&lt;br /&gt;Sayangnya, di tengah melimpahnya
  potensi sumber daya EBT, Indonesia masih memiliki ketergantungan yang
  tinggi terhadap batubara. Mengingat, biaya produksi yang relatif murah
  dan cadangan yang melimpah.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita punya cadangan batubara
  besar, hari ini kita produksi batubara 800 juta ton per tahun. Kita
  memproduksi dalam kapasitas seperti itu, selama 50 tahun masih ada
  sisa &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk
  100 tahun yang akan datang. Begitu besar kemampuan kita untuk
  memproduksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.
  Dan sekarang ini memang ada desakan dari negara-negara termasuk
  Indonesia untuk mempercepat transisi energi,&amp;quot; terang
  dia.&lt;br /&gt;Upaya percepatan transisi energi kali ini bukan lagi hanya
  didorong oleh isu perubahan iklim, melainkan juga ketidakpastian
  geopolitik. Sebab, konflik geopolitik membuat pasokan energi global
  mengalami gangguan, sehingga memaksa banyak negara untuk mencari
  sumber energi alternatif.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dari situ,
  Eddy melihat adanya fenomena transisi energi global   yang berlangsung
  secara tidak teratur. Mengingat, banyak negara justru   meningkatkan
  kapasitas energi fosil bersamaan dengan pengembangan   energi
  terbarukan demi menjaga ketahanan energi di tengah kondisi
  geopolitik yang rawan bergejolak.&lt;br /&gt;Maka dari itu, Indonesia perlu
  belajar dari dinamika global tersebut dengan tetap menjaga komitmen
  transisi energi menuju dekarbonisasi tanpa mengabaikan aspek ketahanan
  energi nasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah, ini sudah komitmen pemerintah,
  regulasi kita siapkan, undang-undang energi terbarukan kita
  finalisasi, undang-undang perubahan iklim akan kita dorong juga
  sebagai bagian wujud komitmen kita untuk melakukan transisi energi
  sekaligus dekarbonisasi agar Indonesia bisa mencapai net zero emission
  sebelum tahun 2060,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(dpu/dpu)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260820170646-4-761057/iklim-jadi-masalah-pelik-di-ri-transisi-energi-wajib-jalan-terus"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-22T07:01:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bank BUMN Diam-Diam Diserbu Asing, Net Buy Tembus Rp362 Milar</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338877" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338877</id>
    <updated>2026-08-22T01:04:14Z</updated>
    <published>2026-08-22T01:04:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat
  pada perdagangan sesi I hari ini, Jumat (21/8/2026), melanjutkan reli
  setelah sehari sebelumnya indeks menembus kembali level psikologis
  6.500.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada akhir
  sesi pertama pukul 11.30 WIB, IHSG berada di level 6.535,57, menguat
  34 poin atau 0,52% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.501,59. IHSG
  dibuka di level 6.524,07 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.544
  pada awal perdagangan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Penguatan
  indeks berlangsung cukup solid dengan mayoritas saham   berada di zona
  hijau: 320 saham menguat, 268 saham melemah, dan 196   saham stagnan.
  Nilai transaksi hingga jeda makan siang mencapai Rp8,96   triliun
  dengan volume perdagangan 26,65 miliar saham dalam 1,35 juta   kali
  transaksi. Sektor utilitas, finansial, dan konsumer primer   mencatat
  penguatan terbesar, dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia   (Persero)
  Tbk. (BBRI) menjadi penopang utama IHSG - melesat 2,55% ke   Rp3.220
  per saham - disusul BMRI dan BBNI.&lt;br /&gt;Baca: IHSG Lanjutkan   Reli,
  Sesi I Menguat 0,52% ke Level 6.535&lt;br /&gt;Sejalan dengan   penguatan
  indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas,   investor asing
  tercatat membukukan aksi beli bersih (net foreign buy)   sebesar
  Rp362,65 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I   hari
  ini.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I
  mencapai Rp4,42 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,39
  triliun dan foreign sell Rp2,03 triliun.&lt;br /&gt;Perburuan asing terbesar
  tertuju pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan
  nilai net buy mencapai Rp379,24 miliar - sejalan dengan saham BBRI
  yang menjadi penopang terbesar IHSG hari ini. Di posisi berikutnya
  terdapat PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai Rp99,35 miliar,
  disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp94,31
  miliar.&lt;br /&gt;Selain itu, investor asing juga memborong PT Bank Negara
  Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp86,28 miliar dan PT Bank
  Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp50,96 miliar - keduanya turut menjadi
  penopang indeks hari ini - serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.
  (DSSA) Rp19,82 miliar.&lt;br /&gt;Di sisi lain, aksi jual asing terbesar
  terjadi pada PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dengan nilai
  mencapai Rp43,27 miliar. Disusul PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals
  Tbk. (BRMS) sebesar Rp40,47 miliar, dan PT Indosat Tbk. (ISAT) Rp27,04
  miliar.&lt;br /&gt;Tekanan jual juga terlihat pada PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI)
  sebesar Rp26,09 miliar, PT Coinbase Global Depositary Receipt (COIN)
  Rp19,21 miliar, serta PT Astra International Tbk. (ASII) Rp17,88
  miliar.&lt;br /&gt;Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell
  investor asing pada perdagangan sesi I Jumat (21/8/2026).&lt;br /&gt;Net
  Foreign Buy&lt;br /&gt;PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) -
  Rp379,24 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp99,35
  miliar&lt;br /&gt;PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp94,31
  miliar&lt;br /&gt;PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp86,28
  miliar&lt;br /&gt;PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp50,96
  miliar&lt;br /&gt;PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp19,82
  miliar&lt;br /&gt;PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp12,82 miliar&lt;br /&gt;PT
  Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp12,74 miliar&lt;br /&gt;PT Oxala Energy
  International  Tbk. (PIPA) - Rp5,91 miliar&lt;br /&gt;PT Indofood Sukses
  Makmur Tbk. (INDF) - Rp5,21 miliar&lt;br /&gt;Net Foreign Sell&lt;br /&gt;PT Amman
  Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp43,27 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals
  Tbk. (BRMS) - Rp40,47 miliar&lt;br /&gt;PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp27,04
  miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI) - Rp26,09 miliar&lt;br /&gt;PT Indokripto Koin
  Semesta (COIN) - Rp19,21 miliar&lt;br /&gt;PT Astra International Tbk.
  (ASII) - Rp17,88 miliar&lt;br /&gt;PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) - Rp15,55
  miliar&lt;br /&gt;PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp14,43
  miliar&lt;br /&gt;PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp13,03
  miliar&lt;br /&gt;PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) - Rp12,77 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(fsd/fsd)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260821132225-17-761277/bank-bumn-diam-diam-diserbu-asing-net-buy-tembus-rp362-milar"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-22T01:04:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi Rp 272,9 T, ESDM: Karena Nilai Tukar Rupiah</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338844" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338844</id>
    <updated>2026-08-22T01:01:11Z</updated>
    <published>2026-08-22T01:01:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Kementerian Energi dan Sumber Daya
  Mineral (ESDM) buka suara soal naiknya anggaran subsidi energi pada
  tahun anggaran 2027. Dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja
  negara (APBN) 2027, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi
  Rp 272,9 triliun.Angka itu meningkat 20,1% dibandingkan proyeksi
  anggaran yang sama pada tahun ini sebesar Rp 227,25 triliun.Sekretaris
  Jenderal &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt;, Ahmad Erani Yustika, mengatakan terdapat beberapa aspek
  yang mempengaruhi penetapan subsidi energi pada tahun 2027. Termasuk
  nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia.&lt;br /&gt;&amp;quot;Juga nilai
  tukarnya juga mempengaruhi karena asumsi nilai tukarnya juga
  mempengaruhi itu semua kan,&amp;quot; ujar Erani saat ditemui di Kantor
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;,
  Jakarta, Jumat (21/8/2026).Meski begitu, Erani menegaskan angka
  tersebut belum final. &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt; masih akan
  melakukan pembahasan bersama DPR terkait Rencana Kerja dan Anggaran
  Kementerian/Lembaga (RKAKL) 2027, termasuk mengenai subsidi
  energi.&amp;quot;Jadi nanti kalau sudah betul-betul diketok pada bulan
  September atau Oktober kita bisa ini ya. Kan kalau soal subsidi itu
  kan tergantung dari kuotanya nanti, tergantung dengan harga minyak
  internasional, ICP-nya, ada beberapa variabel lain yang itu bisa
  mempengaruhi besar kecilnya atau bertambah berkurangnya subsidi,&amp;quot;
  ungkapnya.Sebagai informasi, subsidi energi ini dianggarkan untuk
  bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kg, dan listrik. Secara rinci, untuk
  anggaran subsidi BBM alokasinya Rp 28,7 triliun, subsidi LPG 3 kg Rp
  114,1 triliun, dan subsidi listrik Rp 130,1 triliun.&amp;quot;Pada RAPBN
  tahun anggaran 2027, subsidi energi direncanakan sebesar Rp 272.945,3
  miliar (Rp 272,9 triliun) atau meningkat sebesar 20,1% apabila
  dibandingkan dengan outlook tahun 2026 sebesar Rp 227.258,1 miliar (Rp
  227,25 triliun),&amp;quot; tulis dokumen Buku II Nota Keuangan beserta
  RAPBN 2027, dikutip Selasa (18/8/2026).Diterangkan pula, perhitungan
  anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg pada RAPBN tahun anggaran 2027
  menggunakan asumsi dan parameter, antara lain, nilai tukar rupiah
  terhadap dolar AS dan ICP, subsidi tetap minyak solar sebesar Rp
  1.000/liter.Kemudian dihitung juga volume Jenis BBM Tertentu minyak
  solar sebesar 19.558,5 ribu kiloliter dan minyak tanah sebesar 539
  ribu kiloliter dan volume LPG tabung 3 kg sebesar 8.945 juta
  kg.Saksikan Live DetikSore:  &lt;br /&gt;(hrp/fdl)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/energi/d-8628680/subsidi-energi-2027-bengkak-jadi-rp-272-9-t-esdm-karena-nilai-tukar-rupiah"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-22T01:01:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Tembus Level 6.500, Asing Ketahuan Borong Saham Ini</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338796" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338796</id>
    <updated>2026-08-21T07:03:19Z</updated>
    <published>2026-08-21T07:03:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing membukukan aksi beli bersih
  atau net buy di pasar saham Indonesia sebesar Rp680,5 miliar pada
  perdagangan kemarin, Kamis (20/8/2026).&lt;br /&gt;Berdasarkan data
  perdagangan, total nilai pembelian asing mencapai Rp5,354 triliun,
  sementara nilai penjualan tercatat Rp4,674 triliun.&lt;br /&gt;Aksi beli
  asing paling besar mengarah ke saham komoditas. PT Amman Mineral
  Internasional Tbk (AMMN) menjadi saham dengan net buy asing terbesar,
  yakni mencapai Rp408,1 miliar.&lt;br /&gt;Selanjutnya, investor asing
  memborong PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net buy
  Rp292,2 miliar. Saham tambang lainnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM),
  mencatat net buy Rp138,8 miliar.&lt;br /&gt;Asing juga memburu PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals Tbk
  (BRMS) dengan net buy Rp131,2 miliar dan PT J Resources Asia Pasifik
  Tbk (PSAB) sebesar Rp94,1 miliar.&lt;br /&gt;Adapun dominasi saham tambang
  dalam daftar pembelian asing sejalan dengan penguatan IHSG pada
  perdagangan hari ini yang ditopang oleh sektor bahan baku. IHSG
  ditutup melonjak 107,46 poin atau 1,68% ke level 6.501,59, menembus
  kembali level psikologis 6.500.&lt;br /&gt;Selengkapnya, berikut daftar 10
  saham dengan net buy asing terbesar:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Amman Mineral
  Internasional Tbk (AMMN) - Rp408,1   miliar&lt;br /&gt;PT Bank Rakyat
  Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp292,2   miliar&lt;br /&gt;PT Aneka
  Tambang Tbk (ANTM) - Rp138,8 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals Tbk
  (BRMS) - Rp131,2 miliar&lt;br /&gt;PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) -
  Rp94,1 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk (BUMI) - Rp59,8 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Central Asia
  Tbk (BBCA) - Rp46,7 miliar&lt;br /&gt;PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Rp28,2
  miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Rp27,4
  miliar&lt;br /&gt;PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Rp26,8 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Sementara itu, IHSG menguat lebih dari 1% pada perdagangan
  kemarin. Penguatan indeks terutama ditopang saham-saham berbasis
  komoditas dan tambang.&lt;br /&gt;Berdasarkan data perdagangan akhi sesi
  kedua, IHSG berada di level 6.501,58, menguat 107,46 poin atau 1,68%.
  IHSG dibuka di level 6.447,25 dan sempat menyentuh level tertinggi
  6.514 dan terendah 6.4444.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260820181344-17-761083/ihsg-tembus-level-6500-asing-ketahuan-borong-saham-ini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-21T07:03:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Icomex Kejar Target 2027, Pemerintah Bidik Kedaulatan Harga Komoditas</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338776" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338776</id>
    <updated>2026-08-21T07:01:13Z</updated>
    <published>2026-08-21T07:01:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia mulai menggeser ambisi pengelolaan
  komoditas dari sekadar menjadi pemasok bahan mentah menuju upaya
  merebut posisi yang lebih menentukan dalam rantai nilai global.
  Pemerintah menargetkan bursa mineral dan komoditas strategis mulai
  beroperasi pada Januari 2027, dengan harapan pembentukan harga
  sejumlah komoditas unggulan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada
  pasar luar negeri.&lt;br /&gt;Target tersebut bukan sekadar agenda membangun
  satu lagi platform perdagangan. Pemerintah mengarahkan pembentukan
  Indonesia Commodity Exchange (Icomex) sebagai instrumen untuk
  menciptakan Indonesia reference price bagi komoditas strategis,
  sekaligus mempersempit ruang praktik perdagangan yang berpotensi
  menggerus penerimaan negara.&lt;br /&gt;Presiden Prabowo Subianto mengatakan
  ketentuan penyelenggaraan bursa mineral dan komoditas strategis akan
  segera dibahas bersama DPR dan ditargetkan terbit paling lambat 17
  September 2026.&lt;br /&gt;&amp;quot;Rencana kita dengan dukungan DPR kita
  rencanakan 1 Januari 2027 kita akan punya bursa komoditas
  sendiri,&amp;quot; ucap Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun
  Sidang 2026–2027 dan Penyampaian RUU APBN 2027 di DPR, Jakarta, Jumat
  (14/8/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Jika target tersebut terealisasi, Indonesia
  akan memasuki babak   baru dalam tata kelola perdagangan komoditas.
  Negara yang selama ini   dikenal sebagai produsen besar sawit, nikel,
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, timah,
  kopi, dan   karet ingin memiliki instrumen pasar yang dapat menjadi
  rujukan harga   sekaligus meningkatkan transparansi
  transaksi.&lt;br /&gt;Prabowo menegaskan   Indonesia ingin membangun pasar
  yang dalam, transparan, likuid, dan   dipercaya pelaku
  global.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita ingin membangun pasar yang   dalam,
  transparan, likuid, dan dipercaya dunia. Produsen, petani,
  eksportir, pembeli, dan investor akan bertemu dalam satu sistem yang
  diawasi, dengan data transaksi yang lebih terang dan ruang manipulasi
  yang semakin sempit,&amp;quot; jelasnya.&lt;br /&gt;Nilai Perdagangan Jadi
  Taruhan&lt;br /&gt;Urgensi pembentukan bursa tersebut terlihat dari besarnya
  peran komoditas berbasis sumber daya alam dalam perdagangan eksternal
  Indonesia.&lt;br /&gt;Data BPS menunjukkan ekspor Indonesia pada
  Januari–Juni 2026 mencapai US$140,81 miliar, tumbuh 4,13% dibandingkan
  periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas bahkan mencapai
  US$134,58 miliar, naik 4,90%. Pada periode yang sama, neraca
  perdagangan masih mencatat surplus US$3,58 miliar.&lt;br /&gt;Namun, angka
  tersebut sekaligus menunjukkan tantangan. Impor Indonesia tumbuh jauh
  lebih cepat, yakni 18,69% menjadi US$137,24 miliar pada Januari–Juni
  2026. Artinya, ruang surplus perdagangan semakin tipis dan kualitas
  penerimaan ekspor menjadi semakin penting.&lt;br /&gt;Dalam konteks
  tersebut, peningkatan nilai yang diperoleh dari setiap transaksi
  komoditas menjadi strategis. Indonesia tidak cukup hanya meningkatkan
  volume ekspor apabila mekanisme pembentukan harga, pembiayaan, dan
  transaksi bernilai tambah tetap berpusat di luar negeri.&lt;br /&gt;Bank
  Indonesia mencatat ekspor nonmigas masih banyak ditopang komoditas
  berbasis sumber daya alam, antara lain bahan bakar mineral serta nikel
  dan produk turunannya. Pada Januari–Mei 2026, neraca perdagangan
  Indonesia masih surplus US$4,03 miliar, dengan surplus nonmigas
  US$16,31 miliar yang menahan defisit migas sebesar US$12,28
  miliar.&lt;br /&gt;Dengan demikian, agenda Icomex tidak berdiri sendiri. Ia
  merupakan bagian dari upaya memperbesar manfaat ekonomi yang dapat
  ditangkap Indonesia dari posisi sebagai produsen komoditas
  dunia.&lt;br /&gt;Dari Produsen ke Price Maker&lt;br /&gt;Pemerintah menyadari
  bahwa membangun bursa tidak otomatis membuat Indonesia menjadi price
  maker. Pasar membutuhkan volume transaksi, likuiditas, partisipasi
  pembeli dan penjual, mekanisme price discovery, standar komoditas,
  serta kepercayaan pelaku pasar.&lt;br /&gt;Menteri Sekretaris Negara
  Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih membahas komoditas yang akan
  diperdagangkan. Namun, komoditas utama Indonesia seperti CPO, nikel,
  dan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; menjadi
  kandidat awal.&lt;br /&gt;&amp;quot;Belum, belum diputuskan. Yang pasti adalah
  komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama.
  Misalnya CPO, nikel, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;,&amp;quot; kata Prasetyo di Jakarta, Senin
  (17/8/2026).&lt;br /&gt;Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pemerintah
  akan memulai dari komoditas yang memiliki basis produksi dan pasar
  yang relatif besar. Pilihan itu penting untuk membangun likuiditas
  pada tahap awal, sebab bursa tanpa volume transaksi yang memadai akan
  sulit menghasilkan harga referensi yang kredibel.&lt;br /&gt;Terlebih, harga
  komoditas global sangat dipengaruhi oleh kondisi permintaan dunia,
  geopolitik, kebijakan perdagangan, hingga pergerakan pasar
  keuangan.&lt;br /&gt;Bank Indonesia dalam Laporan Nusantara Juli 2026
  menyebut kinerja ekspor di sejumlah wilayah masih ditopang tingginya
  permintaan mitra dagang terhadap &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan CPO. Namun,
  bank sentral juga mengingatkan perlambatan permintaan global menjadi
  risiko bagi ekspor komoditas utama.&lt;br /&gt;Artinya, Icomex harus mampu
  menyediakan mekanisme harga yang mencerminkan kondisi fundamental
  domestik tanpa terputus dari harga global.&lt;br /&gt;Prasetyo mengatakan
  mekanisme tersebut nantinya tetap akan mempertimbangkan biaya produksi
  dan perkembangan harga dunia.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nanti ada mekanismenya. Sama
  ada cost-nya, ada ininya, harga dunianya bagaimana,&amp;quot;
  katanya.&lt;br /&gt;Pemerintah kini mengejar tenggat yang relatif ketat.
  Prabowo menargetkan regulasi penyelenggaraan BMKS selesai paling
  lambat 17 September 2026 dan bursa beroperasi pada 1 Januari 2027.
  Prasetyo mengatakan seluruh persiapan masih berjalan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Semua
  sedang disiapkan,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;OJK Mulai Bangun Fondasi
  Pengawasan&lt;br /&gt;Keseriusan pemerintah memasuki tahap operasional juga
  tercermin dari langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada 19 Agustus
  2026, OJK melantik Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengaturan
  dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
  (BMKS).&lt;br /&gt;Pengisian jabatan tersebut menjadi salah satu fondasi
  kelembagaan untuk menyiapkan aturan, pengawasan, manajemen risiko,
  serta integritas perdagangan BMKS.&lt;br /&gt;Ketua Dewan Komisioner OJK
  Friderica Widyasari Dewi mengatakan ekspektasi negara terhadap bursa
  tersebut sangat besar, terutama untuk mengatasi persoalan transfer
  pricing dan under-invoicing yang berpotensi mengurangi penerimaan
  Indonesia.&lt;br /&gt;&amp;quot;Harapan negara sangat besar akan suksesnya bursa
  mineral dan komoditas strategis ini. Banyak sekali kita mendengarkan
  harapan banyak pihak, terutama dari Bapak Presiden, bahwa nantinya
  bursa ini yang akan menjawab banyak hal, terutama terkait praktik
  transfer pricing dan under-invoicing yang sangat merugikan bangsa
  Indonesia,&amp;quot; kata Friderica dalam keterangan resmi, Rabu
  (19/8/2026).&lt;br /&gt;Di titik inilah fungsi Icomex menjadi lebih luas
  daripada sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli.&lt;br /&gt;Jika
  transaksi komoditas strategis dapat tercatat dalam sistem yang
  transparan, otoritas memiliki basis data yang lebih kuat untuk
  mengawasi kewajaran harga transaksi, mendeteksi potensi manipulasi,
  dan memperbaiki basis informasi untuk perpajakan maupun kebijakan
  perdagangan. Friderica menegaskan OJK perlu menyiapkan kerangka
  tersebut sejak awal.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tentunya kita perlu mempersiapkan
  sejak awal, mulai dari POJK, pengaturan, hingga pengawasan, agar
  kehadiran BMKS dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan
  mandat yang diberikan kepada OJK,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Icomex dan
  ICDX&lt;br /&gt;Tantangan berikutnya adalah menentukan posisi Icomex di
  tengah keberadaan Indonesia Commodity &amp;amp; Derivatives Exchange
  (ICDX).&lt;br /&gt;Pemerintah tidak menutup kemungkinan adanya integrasi
  ataupun penggabungan. Prasetyo mengatakan pemerintah masih mengkaji
  bentuk kelembagaan yang paling tepat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Makanya ini sedang
  proses untuk nanti diatur sedemikian rupa. Intinya adalah bukan ada
  ini dan sebagainya, tidak. Tapi intinya adalah kedaulatan terhadap
  barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan. Selama ini
  kan enggak,&amp;quot; jelasnya.&lt;br /&gt;Dia juga membuka kemungkinan ICDX
  bergabung dengan Icomex.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ada nanti kita lihat ininya, bisa
  jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri,&amp;quot;
  tuturnya.&lt;br /&gt;Pilihan tersebut akan menentukan efisiensi ekosistem
  bursa komoditas Indonesia. Kehadiran dua lembaga dengan fungsi yang
  tumpang tindih berpotensi membagi likuiditas dan menciptakan
  fragmentasi pasar. Sebaliknya, integrasi tanpa desain tata kelola yang
  kuat juga dapat menimbulkan persoalan konsentrasi dan
  persaingan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pemerintah menghadapi pekerjaan yang
  lebih besar daripada sekadar menerbitkan regulasi pembentukan
  bursa.&lt;br /&gt;Menutup Celah Nilai yang Hilang&lt;br /&gt;Data perdagangan
  nasional memperlihatkan mengapa agenda tersebut memiliki konsekuensi
  ekonomi yang signifikan.&lt;br /&gt;Pada Juli 2026, BPS mencatat Indeks
  Harga Perdagangan Besar (IHPB) umum nasional meningkat 5,66% secara
  tahunan. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok bijih besi dan
  mineral serta listrik, gas, dan air yang masing-masing mencapai
  10,78%.&lt;br /&gt;Di sisi lain, Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah
  Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan pembentukan bursa komoditas baru
  harus mampu bersaing dengan bursa-bursa global yang telah established.
  Menurutnya, besarnya kapasitas produksi Indonesia atas sejumlah
  komoditas strategis belum otomatis membuat Indonesia memiliki kekuatan
  dalam menentukan harga.&lt;br /&gt;“Kalau kemudian Indonesia akan mendirikan
  bursa itu sendiri, ini kan mesti bersaing dengan bursa yang ada. Nah,
  saya nggak yakin bursa yang akan didirikan Indonesia itu mampu
  bersaing dengan bursa-bursa yang sudah established, sudah mapan
  sebelumnya,” kata Fahmy kepada Bisnis, Rabu
  (19/8/2026).&lt;br /&gt;Menurutnya, tantangan yang lebih besar bukan sekadar
  membangun infrastruktur perdagangan komoditas, melainkan menjadikan
  bursa tersebut sebagai pusat price discovery atau pembentukan harga
  yang diakui pasar internasional.&lt;br /&gt;Indonesia memang merupakan salah
  satu produsen besar sejumlah komoditas strategis, seperti &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan minyak sawit.
  Namun, posisi sebagai produsen besar belum membuat Indonesia mampu
  memengaruhi harga global.&lt;br /&gt;Fahmy mencontohkan komoditas &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Menurutnya,
  upaya Indonesia mengurangi kuota produksi belum mampu memberikan
  pengaruh signifikan terhadap harga komoditas tersebut di pasar
  internasional.&lt;br /&gt;“Selama ini Indonesia tidak bisa berperan banyak
  untuk melakukan penetapan harga tadi. Bahkan dengan mengurangi kuota
  produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  misalnya, itu juga tidak mampu mempengaruhi harga,” ujarnya.&lt;br /&gt;Dia
  menilai kekuatan dalam menentukan harga justru berada pada negara atau
  bursa yang telah menjadi market leader. Kondisi tersebut memungkinkan
  negara yang bukan merupakan produsen terbesar sekalipun memiliki
  pengaruh lebih besar terhadap harga komoditas dibandingkan negara
  produsen.&lt;br /&gt;“Market leader-nya itu bukan Indonesia, tapi justru
  negara lain yang sudah established di bursa tadi yang mampu
  mempengaruhi harga, meskipun barangkali negara tadi tidak mempunyai
  produksi yang cukup besar seperti Indonesia,” kata Fahmy.&lt;br /&gt;Dengan
  kondisi tersebut, Fahmy menilai target menjadikan Icomex sebagai
  instrumen untuk meningkatkan kedaulatan Indonesia sekaligus
  memengaruhi harga komoditas global merupakan target yang terlalu
  ambisius.&lt;br /&gt;“Menurut saya agak tidak realistis kalau Prabowo
  memaksakan Indonesia membangun bursa di Indonesia dengan tujuan agar
  Indonesia bisa mempengaruhi harga tadi,” tuturnya.&lt;br /&gt;Pengusaha
  Besar Berpotensi Dominan&lt;br /&gt;Di sisi lain, apabila Icomex berhasil
  berkembang menjadi pusat perdagangan dan referensi harga komoditas,
  Fahmy menilai manfaat terbesar berpotensi lebih banyak dinikmati
  pelaku usaha besar dibandingkan produsen di tingkat hulu.&lt;br /&gt;Dia
  mengatakan aktivitas perdagangan di bursa komoditas selama ini lebih
  banyak melibatkan perusahaan-perusahaan berskala besar. Sementara itu,
  petani yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok komoditas
  seperti sawit masih memiliki posisi tawar yang relatif
  lemah.&lt;br /&gt;“Yang banyak bermain di bursa tadi kan para
  pengusaha-pengusaha besar. Sementara misalnya sawit, petani sawit itu
  hampir tidak berdaya sama sekali,” katanya.&lt;br /&gt;Menurut Fahmy, petani
  sawit tetap berpotensi memperoleh manfaat apabila bursa baru tersebut
  berhasil, tetapi besaran manfaatnya tidak akan sebanding dengan
  keuntungan yang diperoleh perusahaan besar yang memiliki kapasitas
  perdagangan dan akses pasar lebih kuat.&lt;br /&gt;“Dia mungkin dapat
  keuntungan, tapi tidak signifikan juga, tidak sebesar yang diperoleh
  oleh para pengusaha sawit tadi,” ujarnya.&lt;br /&gt;Regulasi Harus Jaga
  Mekanisme Pasar&lt;br /&gt;Fahmy menambahkan, pemerintah perlu berhati-hati
  dalam merancang regulasi Icomex agar bursa tersebut tidak sekadar
  menjadi tempat transaksi domestik, tetapi mampu menciptakan nilai
  tambah bagi perekonomian.&lt;br /&gt;Namun, dia kembali menekankan bahwa
  tantangan utama Icomex adalah kemampuannya untuk bersaing dengan bursa
  komoditas yang telah lebih dahulu menjadi rujukan pasar
  global.&lt;br /&gt;Menurutnya, apabila Icomex tetap dibentuk, regulasi yang
  disiapkan harus mengedepankan mekanisme pasar dan tidak memberikan
  intervensi berlebihan terhadap perdagangan komoditas.&lt;br /&gt;“Kalau toh
  ada regulasi, itu regulasi yang mengarah pada pasar bebas seperti yang
  terjadi di bursa-bursa dunia yang ada,” katanya.&lt;br /&gt;Dia
  memperingatkan bahwa skema yang menyerupai pemasaran bersama justru
  dapat mengurangi kepercayaan pelaku usaha dan investor internasional
  terhadap Icomex.&lt;br /&gt;Fahmy mencontohkan apabila pemerintah menerapkan
  mekanisme pemasaran bersama melalui Danantara, kebijakan tersebut
  berpotensi mengurangi fleksibilitas pasar karena harga tidak
  sepenuhnya terbentuk berdasarkan interaksi permintaan dan
  penawaran.&lt;br /&gt;“Adanya bursa tadi ini berlaku hukum pasar,
  dipengaruhi demand and supply. Kalau kemudian di Indonesia ada
  regulasi yang pemasaran bersama misalnya, itu justru akan melemahkan
  mekanisme pasar dan tidak diminati oleh para pengusaha dunia untuk
  bermain di bursa tadi,” tuturnya.&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Center of
  Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara
  mengatakan keberadaan bursa komoditas strategis seharusnya tidak hanya
  menjadi sarana transaksi, tetapi juga mampu menciptakan mekanisme
  pembentukan harga yang kredibel.&lt;br /&gt;“Pembentukan bursa mineral dan
  komoditas strategis diharapkan bisa jadi price makers, artinya
  pembentukan harga karena kedalaman dan kepercayaan pasar,” kata Bhima
  kepada Bisnis, Kamis (20/8/2026).&lt;br /&gt;Menurutnya, kemampuan membentuk
  harga yang lebih kredibel dapat meningkatkan nilai ekonomi mineral
  Indonesia. Selama ini, posisi Indonesia masih lebih banyak sebagai
  price taker karena harga komoditas mineral ditentukan melalui
  transaksi bilateral antara produsen dan pembeli.&lt;br /&gt;“Selama ini
  Indonesia baru jadi price takers karena transaksi ditentukan secara
  bilateral antara produsen mineral dan pembeli,” ujarnya.&lt;br /&gt;Dengan
  adanya bursa, harga komoditas diharapkan terbentuk secara lebih
  transparan melalui mekanisme pasar dan melibatkan lebih banyak pelaku.
  Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan daya tawar Indonesia
  dalam perdagangan mineral strategis.&lt;br /&gt;Transparansi
  Tambang&lt;br /&gt;Selain pembentukan harga, Bhima menilai transparansi
  harus menjadi fondasi utama bursa mineral. Hal ini terutama berkaitan
  dengan kepastian pasokan bahan baku yang dibutuhkan untuk menopang
  agenda hilirisasi di dalam negeri.&lt;br /&gt;Bursa, lanjutnya, harus mampu
  menyediakan informasi yang memadai mengenai asal-usul mineral,
  termasuk ketelusuran hingga lokasi titik tambang. Mekanisme tersebut
  penting untuk memastikan komoditas yang diperdagangkan tidak berasal
  dari aktivitas pertambangan ilegal.&lt;br /&gt;“Bursa harus bisa memberikan
  transparansi termasuk soal ketelusuran lokasi titik tambang untuk
  mencegah masuknya produk dari tambang ilegal,” katanya.&lt;br /&gt;Menurut
  Bhima, sistem ketelusuran juga akan meningkatkan kredibilitas
  komoditas mineral Indonesia di mata pembeli global. Hal tersebut
  menjadi semakin penting seiring meningkatnya tuntutan pasar
  internasional terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau
  environmental, social and governance (ESG).&lt;br /&gt;Dia menilai bursa
  komoditas di Indonesia justru harus mampu mendorong peningkatan
  standar lingkungan, bukan dipersepsikan sebagai instrumen untuk
  menghindari kewajiban atau standar pasar internasional yang lebih
  ketat.&lt;br /&gt;“Bursa bisa mendorong kredibilitas dengan kenaikan standar
  lingkungan, sehingga persepsi bursa di dalam negeri bukan untuk
  hindari kewajiban pasar internasional yang lebih ketat,” ujar
  Bhima.&lt;br /&gt;Adopsi Standar LME&lt;br /&gt;Untuk memperkuat kredibilitas
  tersebut, Bhima mengatakan Indonesia dapat mengadopsi praktik yang
  telah diterapkan bursa mineral global, salah satunya London Metal
  Exchange (LME).&lt;br /&gt;Dia mencontohkan penerapan LMEpassport, sistem
  yang memungkinkan informasi mengenai ketelusuran mineral ditampilkan
  sehingga pembeli dapat mengetahui asal-usul dan karakteristik
  komoditas yang diperdagangkan.&lt;br /&gt;“Sebagai contoh, bursa komoditas
  bisa mengaplikasikan standar yang sama dengan London Metal Exchange
  dengan LMEpassport, di mana ketelusuran (traceability) mineral dapat
  dilacak apakah sesuai dengan metrik emisi dan ESG,”
  tuturnya.&lt;br /&gt;Menurutnya, penerapan standar tersebut akan memberikan
  kepastian bagi pembeli internasional mengenai kualitas dan
  keberlanjutan mineral Indonesia.&lt;br /&gt;Bhima juga menekankan bahwa
  klaim mengenai produk mineral yang berkelanjutan tidak cukup hanya
  berdasarkan pernyataan produsen. Klaim tersebut harus diperkuat
  melalui proses assurance atau verifikasi yang dilakukan pihak
  ketiga.&lt;br /&gt;“Klaim sustainability juga harus didukung
  assurance/verification pihak ketiga,” katanya.&lt;br /&gt;Dengan demikian,
  pembeli dari industri hilir, termasuk sektor baterai, dapat memperoleh
  kepastian bahwa mineral yang mereka gunakan memenuhi standar
  lingkungan dan tata kelola yang dapat
  dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;“Jadi pembeli dari sektor baterai
  misalnya, memahami kalau nikel dari Indonesia punya standar yang
  ketat,” ujar Bhima.&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan
  Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M.
  Rizal Taufikurahman mengatakan keberhasilan Icomex akan sangat
  ditentukan oleh kedalaman transaksi, likuiditas, transparansi data,
  standardisasi komoditas, hingga kemampuan menarik pembeli
  global.&lt;br /&gt;“Indonesia realistis membangun price discovery sendiri,
  tetapi syaratnya bukan sekadar memiliki bursa. Yang menentukan adalah
  kedalaman transaksi, likuiditas, transparansi data, standardisasi
  komoditas, dan partisipasi buyer global,” kata Rizal kepada Bisnis,
  Jumat (21/8/2026).&lt;br /&gt;Menurutnya, Indonesia sebenarnya memiliki
  modal berupa kekuatan pasokan untuk sejumlah komoditas strategis,
  seperti minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), nikel, dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Namun, selama
  transaksi rujukan masih terbentuk di bursa luar negeri, posisi
  Indonesia tetap lebih dominan sebagai price taker.&lt;br /&gt;Dengan
  demikian, tantangan utama Icomex bukan hanya meningkatkan pangsa
  perdagangan komoditas Indonesia, melainkan mengonversi posisi sebagai
  produsen besar menjadi kekuatan dalam pembentukan harga.&lt;br /&gt;“Jadi
  tantangannya adalah mengubah market share menjadi pricing power,”
  ujarnya.&lt;br /&gt;Tak Lepas dari Harga Global&lt;br /&gt;Rizal menilai
  keberadaan bursa domestik memang dapat memperkuat posisi tawar
  Indonesia dalam perdagangan komoditas. Namun, Icomex tidak serta-merta
  membuat Indonesia terbebas dari pengaruh harga global.&lt;br /&gt;Harga
  komoditas, lanjutnya, tetap akan dipengaruhi oleh keseimbangan
  permintaan dan penawaran dunia. Ruang yang dapat direbut Indonesia
  adalah meningkatkan perannya dalam menentukan benchmark,
  premium-discount, dan referensi kontrak perdagangan.&lt;br /&gt;“Bursa
  domestik bisa memperkuat posisi tawar, tetapi tidak membuat Indonesia
  bebas dari harga global. Harga tetap ditentukan supply-demand dunia,”
  katanya.&lt;br /&gt;Menurut Rizal, persoalan akan muncul apabila transaksi
  ekspor komoditas Indonesia masih menggunakan benchmark yang dibentuk
  bursa luar negeri. Dalam kondisi tersebut, Icomex berisiko hanya
  menjadi pusat transaksi domestik tanpa mengubah struktur pasar
  global.&lt;br /&gt;“Kalau transaksi ekspor tetap memakai benchmark luar,
  Icomex hanya menjadi etalase domestik tanpa mengubah struktur pasar,”
  ujarnya.&lt;br /&gt;Karena itu, pembangunan Icomex harus diarahkan untuk
  menciptakan likuiditas yang cukup besar sehingga harga yang terbentuk
  di dalam negeri memiliki kredibilitas dan pada akhirnya dapat
  digunakan sebagai referensi oleh pelaku perdagangan
  internasional.&lt;br /&gt;Jangan Hanya Dinikmati Perusahaan Besar&lt;br /&gt;Di
  sisi lain, Rizal mengingatkan bahwa peningkatan kualitas price
  discovery tidak otomatis membuat manfaat ekonomi mengalir hingga ke
  petani dan produsen komoditas di tingkat hulu.&lt;br /&gt;Tanpa desain yang
  inklusif, perusahaan besar dan trader justru berpotensi menjadi
  kelompok pertama yang menikmati manfaat bursa. Mereka memiliki
  keunggulan berupa penguasaan volume perdagangan, informasi pasar,
  akses pembiayaan, serta jaringan pasar.&lt;br /&gt;“Manfaat Icomex juga
  tidak otomatis turun ke petani dan produsen hulu. Tanpa desain yang
  inklusif, trader dan perusahaan besar justru paling cepat menikmati
  keuntungan karena mereka menguasai volume, informasi, pembiayaan, dan
  akses pasar,” katanya.&lt;br /&gt;Karena itu, pemerintah perlu membangun
  mekanisme transmisi harga dari bursa hingga tingkat produsen.
  Mekanisme tersebut penting agar perbaikan pembentukan harga di tingkat
  perdagangan tidak berhenti pada pelaku besar.&lt;br /&gt;“Kalau price
  discovery membaik tetapi harga di tingkat petani tidak ikut
  terkoreksi, maka kedaulatan harga hanya dinikmati pelaku besar,” ujar
  Rizal.&lt;br /&gt;Hindari Fragmentasi dengan ICDX&lt;br /&gt;Dari sisi regulasi,
  Rizal menilai pemerintah perlu memberikan perhatian pada transparansi
  transaksi, integrasi data ekspor, standardisasi kualitas komoditas,
  serta sistem clearing-settlement. Pengawasan terhadap potensi
  manipulasi harga juga harus diperkuat.&lt;br /&gt;Selain itu, pemerintah
  perlu memastikan konsolidasi likuiditas di pasar komoditas. Hal
  tersebut menjadi penting menyusul adanya Indonesia Commodity and
  Derivatives Exchange (ICDX) yang telah lebih dahulu
  beroperasi.&lt;br /&gt;Menurut Rizal, pemerintah harus tegas menentukan
  posisi ICDX dalam desain Icomex agar keberadaan dua institusi tidak
  justru memecah volume perdagangan.&lt;br /&gt;“Pemerintah juga harus tegas
  soal posisi ICDX agar tidak terjadi fragmentasi transaksi,”
  tuturnya.&lt;br /&gt;Dia mengingatkan risiko terbesar dari pembentukan bursa
  baru adalah Indonesia memiliki banyak institusi perdagangan komoditas,
  tetapi volume transaksi justru terpecah. Dalam kondisi tersebut, harga
  yang terbentuk di dalam negeri akan sulit memiliki kekuatan sebagai
  benchmark global.&lt;br /&gt;“Risiko terbesarnya adalah Indonesia memiliki
  banyak bursa, tetapi volume terpecah dan benchmark tetap dibentuk di
  luar negeri,” katanya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Rizal menekankan Icomex
  harus dirancang sebagai pusat likuiditas sekaligus referensi harga
  komoditas strategis Indonesia. Dengan demikian, pembentukan bursa
  tidak berhenti pada penambahan institusi baru, tetapi benar-benar
  diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan
  komoditas global.&lt;br /&gt;“Icomex harus menjadi pusat likuiditas dan
  referensi harga, bukan sekadar menambah institusi baru,” tandas Rizal.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260821/94/1997985/icomex-kejar-target-2027-pemerintah-bidik-kedaulatan-harga-komoditas"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-21T07:01:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Asing Borong Saham Tambang AMMN, ANTM, hingga INCO Kerek IHSG Tembus 6.500</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338769" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338769</id>
    <updated>2026-08-21T07:00:11Z</updated>
    <published>2026-08-21T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Investor asing memborong sejumlah saham tambang
  saat indeks harga saham gabungan (IHSG) melejit 1,68% ke level
  6.501,58 pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Saham tambang juga
  menjadi salah satu sektor penopang utama penguatan indeks di tengah
  lonjakan harga emas global.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia
  (BEI), investor asing mencatat net buy Rp680,25 miliar pada
  perdagangan hari ini. Namun, secara tahun berjalan, investor asing
  masih mencatatkan net sell sebesar Rp71,61 triliun.&lt;br /&gt;Sejumlah
  saham tambang menjadi sasaran utama aksi beli asing, mengutip data
  RTI. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat net buy asing
  terbesar mencapai Rp408,1 miliar, diikuti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  sebesar Rp138,8 miliar dan PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals Tbk
  (BRMS) sebesar Rp131,2 miliar.&lt;br /&gt;Aksi beli juga terjadi pada saham
  pertambangan lainnya, yakni PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
  dengan net buy Rp94,1 miliar, PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk (BUMI)
  Rp59,8 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp28,2 miliar, PT Merdeka
  Battery Materials Tbk (MBMA) Rp27,4 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk
  (DEWA) Rp26,8 miliar. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selain saham tambang, asing juga
  memborong saham perbankan   seperti BBRI Rp292,2 miliar dan BBCA
  Rp46,7 miliar.&lt;br /&gt;Penguatan   saham tambang tersebut turut tercermin
  dari jajaran saham yang menjadi   penopang IHSG. AMMN melonjak 7,97%,
  BRMS melesat 9,60%, sementara PT   Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat
  3,35%. &lt;br /&gt;Investment Analyst   Lead Stockbit Edi Chandren
  mengatakan sentimen positif pasar salah   satunya datang dari
  kebijakan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang   meningkatkan
  dukungan likuiditas untuk pembelian kembali obligasi   pemerintah AS
  tenor panjang.&lt;br /&gt;Departemen Keuangan AS meningkatkan   nominal
  buyback obligasi tenor 10–30 tahun dari maksimum US$2 miliar   per
  operasi menjadi minimum US$4 miliar per operasi. Kebijakan   tersebut
  akan berlaku pada periode 9 September hingga 4 November
  2026.&lt;br /&gt;Langkah tersebut diambil setelah yield obligasi AS tenor 30
  tahun menyentuh 5,34%, level tertinggi sejak 2007, di tengah
  kekhawatiran terkait kondisi fiskal AS dan eskalasi konflik dengan
  Iran. Pada saat yang sama, total utang pemerintah AS telah menembus
  US$40 triliun untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;Merespons perkembangan
  tersebut, yield obligasi AS tenor 10 tahun turun sekitar 7 basis poin
  menjadi 4,64%, sedangkan indeks dolar AS (DXY) melemah sekitar 0,9% ke
  level 98,8. Di sisi lain, harga emas melonjak sekitar 4% menjadi
  US$4.520 per troy ounce.&lt;br /&gt;Edi menilai kombinasi kenaikan harga
  emas yang berpotensi diikuti kenaikan harga komoditas logam lainnya
  serta peluang penguatan rupiah dapat memberikan sentimen positif
  terhadap pergerakan IHSG.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kombinasi kenaikan harga emas —
  yang berpotensi diikuti harga komoditas logam lainnya — serta potensi
  penguatan nilai tukar rupiah memberikan sentimen positif bagi
  pergerakan IHSG,&amp;quot; kata Edi, Kamis (20/8/2026).&lt;br /&gt;Top 10 Saham
  Net Buy Asing, Kamis 20 Agustus 2026:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;AMMN: Rp408,1
  miliar&lt;br /&gt;BBRI: Rp292,2 miliar&lt;br /&gt;ANTM:   Rp138,8
  miliar&lt;br /&gt;BRMS: Rp131,2 miliar&lt;br /&gt;PSAB: Rp94,1   miliar&lt;br /&gt;BUMI:
  Rp59,8 miliar&lt;br /&gt;BBCA: Rp46,7 miliar&lt;br /&gt;INCO:   Rp28,2
  miliar&lt;br /&gt;MBMA: Rp27,4 miliar&lt;br /&gt;DEWA: Rp26,8 miliar&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau
  menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.
  Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun
  keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260821/7/1997935/asing-borong-saham-tambang-ammn-antm-hingga-inco-kerek-ihsg-tembus-6500"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-21T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Lompat 1,68% Tembus Level Psikologis 6.500, OTW Reli Panjang?</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338733" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338733</id>
    <updated>2026-08-21T01:00:28Z</updated>
    <published>2026-08-21T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat
  lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Penguatan indeks
  terutama ditopang saham-saham berbasis komoditas dan
  tambang.&lt;br /&gt;Berdasarkan data perdagangan akhi sesi kedua, IHSG
  berada di level 6.501,58, menguat 107,46 poin atau 1,68%. IHSG dibuka
  di level 6.447,25 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.514 dan
  terendah 6.4444.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Total transaksi hari
  ini mencapai Rp 15,01 triliun, yang   melibatkan 43,68 miliar saham
  dalam 2,29 juta kali transaksi. Sebanyak   452 saham menguat, 190
  saham melemah dan 150 saham lainnya   stagnan.&lt;br /&gt;Dari sektoral,
  bahan baku menjadi sektor dengan   penguatan paling tinggi, yakni
  4,03%. Disusul sektor konsumer primer   yang naik 2,52% dan konsumer
  non-primer 1,81%.&lt;br /&gt;Penguatan sektor   bahan baku menjadi salah
  satu penopang utama IHSG karena sejumlah   saham berkapitalisasi besar
  di sektor komoditas mencatat   kenaikan.&lt;br /&gt;Berdasarkan kontribusi
  terhadap IHSG, PT Amman Mineral   Internasional Tbk (AMMN) menjadi
  penopang terbesar dengan kontribusi   sekitar 14,82 poin. Selanjutnya
  PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt;
  Minerals Tbk   (BRMS) menyumbang 9,52 poin dan PT Bank Central Asia
  Tbk (BBCA)   sebesar 9,41 poin.&lt;br /&gt;Saham tambang lainnya juga
  menopang indeks,   seperti PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk (BUMI)
  dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).&lt;br /&gt;Adapun pada
  perdagangan IHSG hari ini akan dibayangi sejumlah sentimen domestik
  dan global. Dari dalam negeri, investor mencermati keputusan Bank
  Indonesia yang kembali mempertahankan BI-Rate di 5,75% dalam RDG 18-19
  Agustus 2026. BI juga mempertahankan Deposit Facility 5% dan Lending
  Facility 6,5%. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah
  dan inflasi, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi di tengah
  ketidakpastian global.&lt;br /&gt;Dari eksternal, sentimen pasar cenderung
  mendapat dorongan dari penurunan yield US Treasury dan pelemahan dolar
  AS. Yield Treasury tenor panjang melandai setelah Departemen Keuangan
  AS menggandakan program buyback obligasi menjadi sedikitnya US$4
  miliar per operasi. Indeks dolar AS turun 0,84% ke 98,83, yang
  berpotensi memberikan ruang bagi penguatan rupiah dan mengurangi
  tekanan terhadap SBN.&lt;br /&gt;Namun, investor tetap mencermati risalah
  FOMC yang menunjukkan inflasi AS masih tinggi. Sejumlah pejabat The
  Fed bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tidak
  kunjung turun. Sentimen tersebut menjadi penting di tengah desakan
  Presiden AS Donald Trump agar The Fed memangkas suku bunga.&lt;br /&gt;Dari
  pasar komoditas, harga minyak kembali menguat seiring meningkatnya
  ketegangan di Timur Tengah. WTI naik 0,77% menjadi US$85,59 per barel
  dan Brent menguat 0,44% menjadi US$91,42 per barel.&lt;br /&gt;Sementara di
  Asia, investor menanti data neraca perdagangan Jepang Juli serta
  keputusan Loan Prime Rate (LPR) China. Pasar memperkirakan LPR 1 tahun
  China tetap di 3% dan LPR 5 tahun di 3,5%. Data Jepang juga menjadi
  perhatian karena kuatnya impor dan ekspor dapat memberikan gambaran
  mengenai kondisi permintaan regional, termasuk potensi permintaan
  terhadap produk Indonesia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(fsd/fsd)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260820161623-17-761031/ihsg-lompat-168-tembus-level-psikologis-6500-otw-reli-panjang"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-21T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Dekati 6.500! Asing Rebutan 10 Saham Ini, Gelontorkan Rp648 M</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338704" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338704</id>
    <updated>2026-08-21T01:00:23Z</updated>
    <published>2026-08-21T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat
  lebih dari 1% pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis (20/8/2026),
  dengan penguatan terutama ditopang saham-saham berbasis komoditas dan
  tambang.&lt;br /&gt;Berdasarkan data perdagangan akhir sesi pertama, IHSG
  berada di level 6.487,96, menguat 93,83 poin atau 1,47% dan mendekati
  level psikologis 6.500. IHSG dibuka di level 6.447,25 dan sempat
  menyentuh level tertinggi 6.493. Total transaksi hari ini mencapai
  Rp7,98 triliun, melibatkan 22,46 miliar saham dalam 1,3 juta kali
  transaksi, dengan 417 saham menguat, 187 saham melemah, dan 185 saham
  stagnan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dari sektoral, bahan baku
  menjadi sektor dengan penguatan paling   tinggi yakni 4,22%, disusul
  utilitas 1,45% dan energi 1,35%. PT Amman   Mineral Internasional Tbk.
  (AMMN) menjadi penopang terbesar IHSG   dengan kontribusi sekitar
  14,37 poin, disusul PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Minerals   Tbk. (BRMS) 9,52 poin dan PT Bank Rakyat
  Indonesia (Persero) Tbk.   (BBRI) 7,78 poin. Penguatan indeks juga
  ditopang sentimen eksternal   berupa pelemahan dolar AS dan penurunan
  yield US Treasury, di tengah   keputusan Bank Indonesia yang
  mempertahankan BI-Rate di   5,75%.&lt;br /&gt;Sejalan dengan penguatan
  indeks tersebut, berdasarkan data   Stockbit Sekuritas, investor asing
  tercatat membukukan aksi beli   bersih (net foreign buy) yang cukup
  besar, yaitu Rp648,22 miliar di   seluruh pasar (all market) sepanjang
  sesi I hari ini.&lt;br /&gt;Secara   keseluruhan, nilai transaksi asing pada
  sesi I mencapai Rp4,40   triliun, dengan rincian foreign buy sebesar
  Rp2,52 triliun dan foreign   sell Rp1,88 triliun.&lt;br /&gt;Perburuan asing
  terbesar tertuju pada PT   Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN)
  dengan nilai net buy mencapai   Rp333,40 miliar - sejalan dengan saham
  AMMN yang menjadi penopang   terbesar IHSG hari ini. Di posisi
  berikutnya terdapat PT Bank Rakyat   Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)
  senilai Rp186,23 miliar, disusul PT   Aneka Tambang Tbk. (ANTM)
  sebesar Rp114,91 miliar.&lt;br /&gt;Selain itu,   investor asing juga
  memborong PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Minerals   Tbk. (BRMS) sebesar Rp105,51 miliar -
  turut sejalan dengan   kontribusinya sebagai penopang indeks, serta PT
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk.
  (BUMI)   Rp66,84 miliar, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB)
  Rp55,11   miliar.&lt;br /&gt;Di sisi lain, aksi jual asing terbesar terjadi
  pada PT   Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan nilai mencapai
  Rp83,52   miliar. Disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)
  sebesar Rp58,81   miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO)
  Rp43,35   miliar.&lt;br /&gt;Tekanan jual juga terlihat pada PT Chandra Asri
  Pacific   Tbk. (TPIA) sebesar Rp38,32 miliar, PT Bank Negara Indonesia
  (Persero)   Tbk. (BBNI) Rp32,98 miliar, serta PT Astra International
  Tbk. (ASII)   Rp29,22 miliar.&lt;br /&gt;Berikut daftar net foreign buy dan
  net foreign   sell investor asing pada perdagangan sesi I Kamis
  (20/8/2026).&lt;br /&gt;Net Foreign Buy&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Amman Mineral
  Internasional Tbk. (AMMN) - Rp333,40   miliar&lt;br /&gt;PT Bank Rakyat
  Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp186,23   miliar&lt;br /&gt;PT Aneka
  Tambang Tbk. (ANTM) - Rp114,91 miliar&lt;br /&gt;PT     &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt;   Minerals
  Tbk. (BRMS) - Rp105,51 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI)
  - Rp66,84 miliar&lt;br /&gt;PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) -
  Rp55,11 miliar&lt;br /&gt;PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp38,38
  miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) - Rp30,74
  miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp25,39
  miliar&lt;br /&gt;PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp20,80 miliar&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Net Foreign Sell&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.
  (DSSA) - Rp83,52 miliar&lt;br /&gt;PT   Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) -
  Rp58,81 miliar&lt;br /&gt;PT GoTo Gojek   Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp43,35
  miliar&lt;br /&gt;PT Chandra Asri Pacific   Tbk. (TPIA) - Rp38,32
  miliar&lt;br /&gt;PT Bank Negara Indonesia (Persero)   Tbk. (BBNI) - Rp32,98
  miliar&lt;br /&gt;PT Astra International Tbk. (ASII) -   Rp29,22
  miliar&lt;br /&gt;PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp23,72 miliar&lt;br /&gt;PT   Adaro
  Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp22,01 miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka   Gold
  Resources Tbk. (EMAS) - Rp21,07 miliar&lt;br /&gt;PT Telkom Indonesia
  (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp18,20 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(fsd/fsd)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260820124602-17-760898/ihsg-dekati-6500-asing-rebutan-10-saham-ini-gelontorkan-rp648-m"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-21T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Tembus 6.500, Saham Tambang dan Bank Laris Diborong Asing</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338684" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338684</id>
    <updated>2026-08-21T01:00:16Z</updated>
    <published>2026-08-21T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Investor asing memborong sejumlah saham tambang
  saat indeks harga saham gabungan (IHSG) melejit 1,68% ke level
  6.501,58 pada perdagangan Kamis (20/8/2026). &lt;br /&gt;Saham tambang juga
  menjadi salah satu sektor penopang utama penguatan indeks di tengah
  lonjakan harga emas global.&lt;br /&gt;Investment Analyst Lead Stockbit Edi
  Chandren mengatakan sentimen positif pasar salah satunya datang dari
  kebijakan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang meningkatkan
  dukungan likuiditas untuk pembelian kembali obligasi pemerintah AS
  tenor panjang.&lt;br /&gt;Departemen Keuangan AS meningkatkan nominal
  buyback obligasi tenor 10–30 tahun dari maksimum US$2 miliar per
  operasi menjadi minimum US$4 miliar per operasi. Kebijakan tersebut
  akan berlaku pada periode 9 September hingga 4 November 2026.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Langkah tersebut diambil setelah yield obligasi AS tenor 30
  tahun menyentuh 5,34%, level tertinggi sejak 2007, di tengah
  kekhawatiran terkait kondisi fiskal AS dan eskalasi konflik dengan
  Iran. Pada saat yang sama, total utang pemerintah AS telah menembus
  US$40 triliun untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;Merespons perkembangan
  tersebut, yield obligasi AS tenor 10 tahun turun sekitar 7 basis poin
  menjadi 4,64%, sedangkan indeks dolar AS (DXY) melemah sekitar 0,9% ke
  level 98,8. Di sisi lain, harga emas melonjak sekitar 4% menjadi
  US$4.520 per troy ounce.&lt;br /&gt;Edi menilai kombinasi kenaikan harga
  emas yang berpotensi diikuti kenaikan harga komoditas logam lainnya
  serta peluang penguatan rupiah dapat memberikan sentimen positif
  terhadap pergerakan IHSG.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kombinasi kenaikan harga emas —
  yang berpotensi diikuti harga komoditas logam lainnya — serta potensi
  penguatan nilai tukar rupiah memberikan sentimen positif bagi
  pergerakan IHSG,&amp;quot; kata Edi, Kamis (20/8/2026).&lt;br /&gt;Berdasarkan
  data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatat net buy
  Rp680,25 miliar pada perdagangan hari ini. Namun, secara tahun
  berjalan, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp71,61
  triliun.&lt;br /&gt;Sejumlah saham tambang menjadi sasaran utama aksi beli
  asing, mengutip data RTI. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  mencatat net buy asing terbesar mencapai Rp408,1 miliar, diikuti PT
  Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp138,8 miliar dan PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals Tbk
  (BRMS) sebesar Rp131,2 miliar.&lt;br /&gt;Aksi beli juga terjadi pada saham
  pertambangan lainnya, yakni PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
  dengan net buy Rp94,1 miliar, PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk (BUMI)
  Rp59,8 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp28,2 miliar, PT Merdeka
  Battery Materials Tbk (MBMA) Rp27,4 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk
  (DEWA) Rp26,8 miliar. &lt;br /&gt;Selain saham tambang, asing juga memborong
  saham perbankan seperti BBRI Rp292,2 miliar dan BBCA Rp46,7
  miliar.&lt;br /&gt;Penguatan saham tambang tersebut turut tercermin dari
  jajaran saham yang menjadi penopang IHSG. AMMN melonjak 7,97%, BRMS
  melesat 9,60%, sementara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat 3,35%.
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Top 10 Net Buy Asing — 20 Agustus 2026:&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;AMMN: Rp408,1 miliar&lt;br /&gt;BBRI: Rp292,2 miliar&lt;br /&gt;ANTM:
  Rp138,8 miliar&lt;br /&gt;BRMS: Rp131,2 miliar&lt;br /&gt;PSAB: Rp94,1
  miliar&lt;br /&gt;BUMI: Rp59,8 miliar&lt;br /&gt;BBCA: Rp46,7 miliar&lt;br /&gt;INCO:
  Rp28,2 miliar&lt;br /&gt;MBMA: Rp27,4 miliar&lt;br /&gt;DEWA: Rp26,8 miliar&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau
  menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.
  Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun
  keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260820/7/1997848/ihsg-tembus-6500-saham-tambang-dan-bank-laris-diborong-asing"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-21T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Ditutup Menanjak ke 6.501, Saham Tambang AMMN, BUMI, BRMS Melesat</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338677" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338677</id>
    <updated>2026-08-21T01:00:14Z</updated>
    <published>2026-08-21T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup
  menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (20/8/2026). Sejumlah saham
  seperti AMMN, BUMI, hingga BRMS naik ke zona hijau pada perdagangan
  pagi ini.&lt;br /&gt;Berdasarkan data RTI Infokom, pukul 16.00 WIB, IHSG
  ditutup menguat pada posisi 6.501,58 dan naik 1,68% sesaat setelah
  pembukaan. IHSG bergerak pada rentang 6.444,39 hingga 6.514,67 sesaat
  setelah pembukaan.&lt;br /&gt;Tercatat, 452 saham menguat, 190 saham
  melemah, dan 150 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar terpantau
  menjadi Rp11.444 triliun.&lt;br /&gt;Saham PT Amman Mineral Internasional
  Tbk. (AMMN) naik 7,97% ke level Rp4.470 pada perdagangan sore ini.
  Lalu saham PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI) juga naik 4,40% ke level Rp190 per saham
  sore ini. Demikian juga saham PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals
  Tbk. (BRMS) juga menguat 9,60% ke level Rp685 pagi ini. &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Saham lain yang juga menguat adalah saham KIJA naik 24,85% ke
  level Rp206, saja, ANTM naik 3,63% ke level Rp3.140, dan saham BBCA
  menguat 1,59% ke level Rp6.400 per saham.&lt;br /&gt;Tim Riset Pilarmas
  Investindo Sekuritas menjelaskan Bursa Asia menguat pada perdagangan
  hari ini, mengikuti penguatan bursa Wall Street seiring meredanya
  tekanan di pasar obligasi Amerika Serikat (AS).&lt;br /&gt;Pelaku pasar
  mengesampingkan risalah The Fed yang menunjukkan semakin banyak
  pejabat bank sentral AS mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan
  sebelumnya.&lt;br /&gt;“Investor justru merespons positif penurunan imbal
  hasil obligasi pemerintah AS yang mendorong aliran dana kembali ke
  aset berisiko,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis
  (20/8/2026).&lt;br /&gt;Penurunan imbal hasil tersebut terjadi setelah
  Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk meningkatkan
  pembelian kembali surat utang secara signifikan. Langkah tersebut
  dinilai dapat meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan biaya pinjaman
  yang sebelumnya menekan pasar ekuitas global.&lt;br /&gt;Pasar menilai
  penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, khususnya tenor jangka
  panjang, dapat membantu memulihkan selera risiko investor.&lt;br /&gt;Di
  Asia, perhatian investor juga tertuju pada keputusan moneter Bank
  Sentral China yang kembali mempertahankan suku bunga acuan pinjaman
  pada level terendah sepanjang masa.&lt;br /&gt;Dari dalam negeri, Bank
  Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan untuk menjaga
  stabilitas rupiah di tengah meningkatnya volatilitas
  global.&lt;br /&gt;Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menjaga inflasi
  dalam target 1,5%–3,5% pada 2026 dan 2027 serta mendukung pertumbuhan
  ekonomi yang berkelanjutan. Volatilitas global meningkat seiring
  eskalasi perang di Timur Tengah.&lt;br /&gt;Pejabat Sementara Gubernur BI
  mengatakan kebijakan moneter akan tetap berfokus pada stabilitas nilai
  tukar rupiah. BI juga akan memperluas skema insentif lindung nilai
  untuk mendorong masuknya arus modal asing.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Disclaimer:
  berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau   menjual saham.
  Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.   Bisnis.com
  tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun   keuntungan
  yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260820/7/1997785/ihsg-ditutup-menanjak-ke-6501-saham-tambang-ammn-bumi-brms-melesat"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-21T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>PGUN Buka Suara soal Isu Akuisisi Bayan Resources (BYAN)</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338670" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338670</id>
    <updated>2026-08-21T01:00:11Z</updated>
    <published>2026-08-21T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Emiten milik Haji Isam PT Pradiksi Gunatama
  Tbk. (PGUN) buka suara mengenai isu rencana pengambilalihan PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Tbk. (BYAN)
  yang sebelumnya beredar di pasar.&lt;br /&gt;Dalam tanggapan atas permintaan
  klarifikasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur PGUN Tamlikho
  mengatakan perseroan maupun grup hingga saat ini tidak memiliki
  rencana untuk mengakuisisi saham BYAN.&lt;br /&gt;“Sampai dengan tanggal
  penyampaian surat ini, Perseroan maupun Grup belum memiliki rencana
  untuk melakukan akuisisi atas saham PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Tbk
  (BYAN),” ujar Tamlikho dalam keterbukaan informasi, Kamis
  (20/8/2026).&lt;br /&gt;Tamlikho juga mengatakan perseroan hingga saat ini
  tidak mengetahui kebenaran maupun memiliki informasi terkait
  pemberitaan mengenai rencana pengambilalihan BYAN.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Terkait kemungkinan aksi korporasi yang dilakukan oleh pemegang
  saham pengendali atau pemilik penerima manfaat (Ultimate Beneficial
  Owner/UBO), PGUN menyatakan belum menerima konfirmasi maupun
  pemberitahuan resmi.&lt;br /&gt;“Sampai dengan tanggal penyampaian surat
  ini, Perseroan belum menerima konfirmasi ataupun pemberitahuan resmi
  dari Pemegang Saham Pengendali maupun Pemilik Penerima Manfaat
  (Ultimate Beneficial Owner) terkait adanya rencana ataupun
  Informasi/Fakta Material mengenai akuisisi saham PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Tbk
  (BYAN),” kata Tamlikho.&lt;br /&gt;Dengan belum adanya rencana akuisisi
  tersebut, PGUN menyatakan tidak memiliki rencana keterbukaan informasi
  maupun timeline pelaksanaan transaksi BYAN.&lt;br /&gt;Perseroan juga
  menyatakan hingga saat ini tidak terdapat informasi, fakta, maupun
  kejadian material penting lainnya yang belum disampaikan kepada
  publik.&lt;br /&gt;BEI Soroti Kenaikan Harga Saham PGUN&lt;br /&gt;Selain meminta
  klarifikasi mengenai isu akuisisi BYAN, BEI juga meminta manajemen
  PGUN menjelaskan faktor yang memengaruhi tren peningkatan harga saham
  perseroan.&lt;br /&gt;Tamlikho mengatakan pergerakan harga saham PGUN antara
  lain dipengaruhi oleh kinerja perseroan, laporan keuangan, serta
  pemberitaan di media massa.&lt;br /&gt;“Faktor yang mempengaruhi antara lain
  performance Perseroan, Laporan Keuangan Perseroan, dan pemberitaan di
  media massa,” kata Tamlikho.&lt;br /&gt;PGUN juga memastikan tidak terdapat
  informasi, fakta, maupun kejadian material lainnya yang dapat
  memengaruhi kelangsungan usaha perseroan serta harga saham yang belum
  diungkapkan kepada publik.&lt;br /&gt;Klarifikasi tersebut disampaikan PGUN
  sebagai respons atas permintaan BEI berdasarkan ketentuan III.2.2 dan
  IV.2.2 Peraturan No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian
  Informasi.&lt;br /&gt;Rumor Akuisisi BYAN&lt;br /&gt;Sebelumnya, rumor mengenai
  rencana pengambilalihan sekitar 62,2% saham BYAN oleh Jhonlin Grup
  milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam berembus di
  pasar.&lt;br /&gt;Manajemen BYAN juga telah memberikan klarifikasi terkait
  isu tersebut. Corporate Secretary &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Jenny
  Quantero mengatakan perseroan tidak mengetahui adanya rencana
  transaksi pengambilalihan maupun akuisisi saham sebagaimana informasi
  yang beredar.&lt;br /&gt;“Sampai dengan tanggal surat ini, perseroan tidak
  mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi
  sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang
  terafiliasi dengan Haji Isam,” tulis manajemen BYAN dalam keterbukaan
  informasi di BEI, Selasa (18/8/2026).&lt;br /&gt;Kendati demikian, BYAN
  mengungkapkan pemegang saham pengendali dari waktu ke waktu membuka
  peluang untuk mempertimbangkan berbagai kesempatan demi memaksimalkan
  investasinya.&lt;br /&gt;Perseroan juga menegaskan tidak memiliki informasi
  terkait pihak-pihak yang terlibat, struktur transaksi, porsi saham
  yang akan dialihkan, maupun nilai transaksi dari isu pengambilalihan
  tersebut.&lt;br /&gt;Manajemen BYAN memastikan isu yang beredar tidak
  memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun
  kinerja keuangan perseroan karena tidak terdapat transaksi yang dapat
  dikonfirmasi oleh manajemen.&lt;br /&gt;Rumor tersebut sebelumnya menjadi
  salah satu pemicu lonjakan saham BYAN. Berdasarkan data BEI, saham
  BYAN ditutup melonjak 19,97% ke posisi Rp17.275 per saham pada
  perdagangan Selasa (18/8/2026).&lt;br /&gt;Tim riset BRI Danareksa Sekuritas
  mencatat spekulasi tersebut menguat setelah emiten terafiliasi Haji
  Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), menjadwalkan Rapat Umum
  Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 September
  2026.&lt;br /&gt;_____&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak
  membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di
  tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala
  kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260820/192/1997782/pgun-buka-suara-soal-isu-akuisisi-bayan-resources-byan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-21T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Diterpa Isu Akuisisi BYAN, Emiten Milik Haji Isam Akhirnya Buka Suara</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338633" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338633</id>
    <updated>2026-08-20T07:00:21Z</updated>
    <published>2026-08-20T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten terafiliasi Andi Syamsuddin Arsyad
  alias Haji Isam PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) buka suara terkait
  pemberitaan mengenai rencana pengambilalihan PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Tbk (BYAN)
  oleh pengusaha asal Kalimantan tersebut.&lt;br /&gt;Dalam tanggapannya
  kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), JARR menyatakan tidak memiliki
  rencana untuk melakukan akuisisi atas saham BYAN. Penegasan tersebut
  juga berlaku bagi grup perseroan hingga tanggal penyampaian surat
  klarifikasi.&lt;br /&gt;Perseroan juga memberikan penjelasan terkait
  kemungkinan adanya rencana akuisisi yang dilakukan oleh pemegang saham
  pengendali maupun pemilik penerima manfaat atau ultimate beneficial
  owner. Hingga saat ini, JARR menyatakan belum menerima konfirmasi
  ataupun pemberitahuan resmi terkait adanya rencana maupun informasi
  atau fakta material mengenai akuisisi saham BYAN.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Hingga saat ini tidak terdapat rencana untuk mengakuisisi
  PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Tbk
  (BYAN), sehingga Perseroan tidak ada rencana keterbukaan informasi
  maupun timeline pelaksanaan akuisisi yang dapat disampaikan oleh
  Perseroan,&amp;quot; sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI,
  Kamis,(20/8/2026).&lt;br /&gt;JARR selanjutnya menyatakan tidak terdapat
  informasi, fakta, maupun kejadian material penting lainnya yang dapat
  mempengaruhi kelangsungan usaha perseroan maupun harga saham yang
  belum diungkapkan kepada publik. Klarifikasi ini disampaikan
  sehubungan dengan beredarnya pemberitaan mengenai potensi
  pengambilalihan saham emiten batu bara tersebut.&lt;br /&gt;Perseroan
  menegaskan apabila di kemudian hari terdapat rencana tindakan
  korporasi atau informasi maupun fakta material yang telah bersifat
  pasti dan mengikat atau definitive and binding, perseroan bersama
  pemegang saham pengendali akan menerapkan prinsip keterbukaan
  informasi.&lt;br /&gt;Sebelumnya, rumor pasar tersebut menyebut Haji Isam
  bakal mengambil alih sekitar 62,2% saham BYAN. Berdasarkan data
  perusahaan, jumlah saham BYAN mencapai 33.333.335.000 saham.&lt;br /&gt;Jika
  62,2% saham tersebut dihitung menggunakan harga penutupan BYAN pada
  perdagangan 18 Agustus 2026 sebesar Rp17.275 per saham, maka jumlah
  saham yang perlu dibeli sekitar 20,73 miliar saham.Dengan demikian,
  secara matematis nilai pembelian saham tersebut mencapai sekitar
  Rp358,17 triliun.&lt;br /&gt;Nilai tersebut merupakan estimasi berdasarkan
  harga pasar dan bukan nilai transaksi akuisisi yang sebenarnya. Jika
  transaksi benar-benar dilakukan untuk mengambil alih blok pengendali,
  harga yang disepakati dapat berbeda dari harga pasar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ayh/ayh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260820094136-17-760827/diterpa-isu-akuisisi-byan-emiten-milik-haji-isam-akhirnya-buka-suara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-20T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Tinggalkan 6.400 Lagi, Asing Terciduk Jualan Saham Ini</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338604" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338604</id>
    <updated>2026-08-20T07:00:18Z</updated>
    <published>2026-08-20T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing ternyata masih melakukan
  aksi jual terhadap sejumlah saham domestik pada perdagangan Rabu
  (19/8/2026), meski secara keseluruhan tercatat membukukan net buy
  Rp933,5 miliar.&lt;br /&gt;Kendati demikian, Indeks Harga Saham Gabungan
  (IHSG) menutup perdagangan kemarin dengan koreksi 0,86% ke level
  6.394,13. &lt;br /&gt;Tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham PT
  Astra International Tbk (ASII), dengan net sell mencapai Rp73,2
  miliar.&lt;br /&gt;Di posisi berikutnya terdapat PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Andalan Indonesia Tbk
  (AADI) yang mencatat net sell asing Rp49 miliar. Kemudian PT&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt; bumi resources&lt;/span&gt; Tbk (BUMI)
  sebesar Rp47,5 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp44,3
  miliar.&lt;br /&gt;Asing juga melepas sejumlah saham besar lainnya. PT
  Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat net sell Rp42,1 miliar,
  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp39,7 miliar, dan PT Indosat Tbk
  (ISAT) Rp38,4 miliar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menariknya, di tengah aksi jual
  tersebut, investor asing secara   keseluruhan masih mencatatkan net
  buy Rp933,5 miliar. Namun, seperti   terlihat dari data perdagangan,
  angka tersebut sangat dipengaruhi oleh   transaksi jumbo pada saham
  DSSA yang mencatat net buy asing sekitar   Rp1,47 triliun.&lt;br /&gt;Dengan
  demikian, tekanan jual asing terhadap   sejumlah saham utama masih
  menjadi sinyal yang perlu dicermati   investor, terutama apabila
  transaksi jumbo DSSA dikeluarkan dari
  perhitungan.&lt;br /&gt;Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net sell asing
  terbesar pada perdagangan kemarin: &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Astra
  International Tbk (ASII) - Rp73,2 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Andalan Indonesia Tbk
  (AADI) - Rp49 miliar&lt;br /&gt;PT&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;
    bumi resources&lt;/span&gt; Tbk (BUMI) - Rp47,5 miliar&lt;br /&gt;PT Aneka
  Tambang Tbk (ANTM) - Rp44,3 miliar&lt;br /&gt;PT Sinergi Inti Andalan Prima
  Tbk (INET) - Rp42,1 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) -
  Rp39,7 miliar&lt;br /&gt;PT Indosat Tbk (ISAT) - Rp38,4 miliar&lt;br /&gt;PT Amman
  Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Rp33,4 miliar&lt;br /&gt;PT GoTo Gojek
  Tokopedia Tbk (GOTO) - Rp27,9 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Negara Indonesia
  (Persero) Tbk (BBNI) - Rp26,8 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260820064048-17-760761/ihsg-tinggalkan-6400-lagi-asing-terciduk-jualan-saham-ini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-20T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Giliran Emiten Haji Isam Buka Suara soal Rumor Caplok BYAN</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338575" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338575</id>
    <updated>2026-08-20T07:00:13Z</updated>
    <published>2026-08-20T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta -  &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Emiten milik konglomerat Andi
  Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR),
  buka suara soal rumor akuisisi mayoritas saham PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Tbk (BYAN).
  Berdasarkan kabar beredar, Jhonlin disebut akan mengakuisisi sekitar
  62,2% saham BYAN.Direktur Utama JARR, Indra Irawan, mengaku tidak
  mengetahui informasi akuisisi mayoritas saham BYAN. Hingga saat ini,
  perseroan juga tidak memiliki rencana akuisisi saham emiten
  tersebut.&amp;quot;Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan
  maupun Grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham
  PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bayan resources&lt;/span&gt; Tbk
  (BYAN),&amp;quot; ungkap Indra dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis
  (20/8/2026).&lt;br /&gt;Indra juga mengaku belum menerima konfirmasi dari
  Pemilik Penerima Manfaat (Ultimate Beneficial Owner/UBO), yakni Haji
  Isam, terkait aksi korporasi tersebut. Ia juga memastikan, rumor
  tersebut tidak mempengaruhi pergerakan harga saham JARR.&amp;quot;Sampai
  dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan belum menerima
  konfirmasi ataupun pemberitahuan resmi dari Pemegang Saham Pengendali
  maupun Pemilik Penerima Manfaat (Ultimate Beneficial Owner) terkait
  adanya rencana ataupun Informasi/Fakta Material mengenai akuisisi
  saham PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bayan
  resources&lt;/span&gt; Tbk (BYAN),&amp;quot; pungkasnya.Sebelumnya, manajemen
  BYAN juga mengaku belum mengetahui informasi terkait aksi korporasi
  Jhonlin Grup. Meski demikian, pemegang saham pengendali BYAN tetap
  membuka peluang investasi.&amp;quot;Perseroan tidak mengetahui adanya
  rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham perseroan sebagaimana
  dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut. Namun pemegang saham
  pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu
  ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai
  kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di
  Perseroan,&amp;quot; tulis Corporate Secretary BYAN, Jenny Quantero,
  dikutip dari Keterbukaan Informasi, Rabu (19/8).Jenny menegaskan,
  manajemen tidak memiliki terkait pihak yang terlibat atau struktur
  transaksi dari kabar akuisisi tersebut. Begitu juga dengan porsi saham
  yang dikabarkan akan dibeli Jhonlin Grup, manajemen BYAN mengaku tidak
  mendapat informasi tersebut.&amp;quot;Perseroan tidak memiliki informasi
  mengenai porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi
  sehubungan dengan informasi mengenai rencana pengambilalihan dan/atau
  akuisisi saham tersebut,&amp;quot; tegasnya. &lt;br /&gt;(acd/acd)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8626781/giliran-emiten-haji-isam-buka-suara-soal-rumor-caplok-byan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-20T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>OJK Lantik Henry Rialdi Jadi Deputi Pengawasan Bursa Mineral</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338515" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338515</id>
    <updated>2026-08-20T01:00:38Z</updated>
    <published>2026-08-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa
  Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi baru saja melantik dan
  mengambil sumpah jabatan Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner
  Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS)
  pada hari ini, Rabu (19/8/2026) di Jakarta.&lt;br /&gt;Pelantikan ini
  menjadi bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan OJK dalam
  menjalankan mandat Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan
  Sektor Keuangan (UU P2SK).&lt;br /&gt;&amp;quot;Harapan negara sangat besar akan
  suksesnya bursa mineral dan komoditas strategis ini. Banyak sekali
  kita mendengarkan harapan banyak pihak, terutama dari Bapak Presiden,
  bahwa nantinya bursa ini yang akan menjawab banyak hal, terutama
  terkait praktik transfer pricing dan under-invoicing yang sangat
  merugikan bangsa Indonesia,&amp;quot; kata Friderica, dikutip dari
  keterangan resmi, Rabu (19/8/2026).&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Friderica
  mengatakan Indonesia merupakan salah satu produsen utama berbagai
  mineral dan komoditas strategis, namun selama ini belum memperoleh
  manfaat optimal dari posisi tersebut, antara lain karena pembentukan
  harga sejumlah komoditas belum berlangsung di dalam
  negeri.&lt;br /&gt;Keberadaan BMKS diharapkan dapat memperkuat tata kelola
  perdagangan sekaligus mendukung pembentukan harga yang lebih
  transparan sehingga Indonesia dapat memperoleh nilai tambah yang lebih
  optimal.&lt;br /&gt;Mandat OJK dalam pengaturan dan pengawasan BMKS juga
  menjadi bagian dari perhatian Presiden dalam pidato kenegaraan pada 14
  Agustus 2026. &lt;br /&gt;Menurut Friderica, hal tersebut menunjukkan
  besarnya ekspektasi negara terhadap OJK untuk memastikan
  penyelenggaraan BMKS dapat memberikan hasil yang optimal sesuai mandat
  yang diberikan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tentunya kita perlu mempersiapkan sejak
  awal, mulai dari POJK, pengaturan, hingga pengawasan, agar kehadiran
  BMKS dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan mandat yang
  diberikan kepada OJK,&amp;quot; ujar Friderica.&lt;br /&gt;Pengisian jabatan
  Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan BMKS menjadi salah satu
  langkah awal OJK dalam mempersiapkan kerangka pengaturan, pengawasan,
  dan pengembangan ekosistem BMKS.&lt;br /&gt;Fungsi tersebut diharapkan dapat
  memastikan penyelenggaraan perdagangan mineral dan komoditas strategis
  berlangsung secara teratur, transparan, dan berintegritas, sekaligus
  memperkuat pengelolaan risiko dan tata kelola.&lt;br /&gt;Dengan penguatan
  kelembagaan dan kerangka pengaturan serta pengawasan yang disiapkan
  sejak awal, OJK berkomitmen memastikan BMKS dapat berkembang sebagai
  bagian dari ekosistem perdagangan mineral dan komoditas strategis yang
  kredibel.&lt;br /&gt;Keberadaan BMKS diharapkan tidak hanya meningkatkan
  transparansi dan integritas perdagangan, tetapi juga memperkuat
  pembentukan harga di dalam negeri serta mengoptimalkan nilai tambah
  sumber daya mineral dan komoditas strategis bagi kesejahteraan
  masyarakat, bangsa, dan negara.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Keputusan
  Presiden Soal Bursa Mineral&lt;br /&gt;Presiden Prabowo   Subianto
  mengumumkan tahap lanjutan kebijakan ekspor satu pintu RI.   Dia
  menyebut, Indonesia akan segera memiliki Bursa Mineral dan   Komoditas
  Strategis.&lt;br /&gt;&amp;quot;Hari ini saya mengumumkan tahap   lanjutan
  kebijakan ekspor satu pintu kita. Kita telah membahas bersama   OJK
  bahwa kita ingin segera mendirikan Bursa Mineral dan Komoditas
  Strategis,&amp;quot; ungkap Presiden Prabowo saat pidato pada Rapat
  Paripurna DPR RI terkait RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung
  Nusantara, DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).&lt;br /&gt;Prabowo menyebut,
  selama puluhan tahun, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar
  dunia untuk kelapa sawit, nikel, timah, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, emas, kopi,
  karet, dan berbagai komoditas lainnya.&lt;br /&gt;Tetapi, lanjutnya, terlalu
  sering harga kekayaan yang keluar dari bumi dan keringat rakyat
  Indonesia justru harganya ditentukan di luar negeri, di bursa
  komoditas luar negeri, dengan acuan yang tidak kita bentuk
  sendiri.&lt;br /&gt;&amp;quot;Mereka yang tidak punya komoditasnya ini, masa
  mereka menentukan berapa harga itu. Ini tidak masuk akal. Saya tidak
  mengerti di mana diajarkan ilmu ekonomi ini. Kita yang punya barang,
  orang lain yang menentukan harganya. Saya bertanya kepada Wakil-Wakil
  Rakyat, apa kita teruskan situasi seperti ini?&amp;quot;
  tuturnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Emak-emak susah payah membatik, orang lain yang
  menentukan harganya. Keadaan ini harus berani kita ubah. Saya minta
  dukungan Dewan Perwakilan Rakyat untuk kita ubah ini,&amp;quot; tegasnya
  yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dan bahkan standing
  applause dari anggota DPR RI.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan saya katakan di sini,
  saya yakin Saudara-Saudara mendukung saya. Kalau mereka tidak mau
  bayar dengan harga yang kita pasang, ya gak usah beli. Lebih baik
  komoditas itu, nikel itu, timah itu, emas itu, semua biar di tanah
  biar untuk anak-cucu kita. &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kita, minyak
  kita, gas kita, biar di tanah,&amp;quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tapi
  tentunya kita juga mengerti mekanisme pasar, kalau harga terlalu
  tinggi itu gak masuk akal tapi yang penting bursanya ada di bumi
  RI,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita akan segera operasionalkan, Bursa
  Mineral dan Komoditas Strategis di bawah pengawasan OJK. Rencana kita
  apabila OJK kerja dengan baik dan saya yakin OJK kerja dengan baik,
  ini emak-emak yang kuasai ekonomi kita sekarang ini. Rencana kita
  dengan dukungan DPR, kita rencanakan 1 Januari 2027 kita akan miliki
  Bursa Komoditas sendiri,&amp;quot; tuturnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita targetkan
  ketentuan penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis segera
  dibahas DPR RI dan mohon diterbitkan dalam waktu yang
  sesingkat-singkatnya,&amp;quot; tuturnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Saya terima kasih
  sekarang sudah ada kerja sama yang sangat sinergis antara pemerintah
  dan DPR,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dengan ini, kita akan membangun
  Indonesia Reference Price, harga referensi Indonesia, untuk
  komoditas-komoditas utama ekspor Indonesia,&amp;quot;
  tegasnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita ingin membangun pasar yang dalam,
  transparan, likuid, dan dipercaya dunia. Produsen, petani, eksportir,
  pembeli, dan investor akan bertemu dalam satu sistem yang diawasi,
  dengan data transaksi yang lebih terang dan ruang manipulasi yang
  semakin sempit,&amp;quot; jelasnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dalam upaya bangun bursa
  yang kredibel, OJK juga telah melakukan reformasi terbesar dalam
  sejarah bursa saham kita. Mereka yang melanggar aturan bursa diberi
  sanksi kita juga lanjutkan reformasi pasar modal kita dengan
  demutualisasi pasar modal, demutualisasi akan bahwa pasar modal kita
  ke standar dunia dan jadikan pasar modal RI terbesar di dunia,&amp;quot;
  paparnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260819191907-4-760737/ojk-lantik-henry-rialdi-jadi-deputi-pengawasan-bursa-mineral"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Soal Bursa Mineral, Bahlil: Kita Sendiri yang Mengatur Harganya!</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338486" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338486</id>
    <updated>2026-08-20T01:00:35Z</updated>
    <published>2026-08-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah saat ini sedang menyusun aturan
  terkait Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang akan beroperasi
  pada 1 Januari 2027.&lt;br /&gt;Hal itu merupakan kebijakan Presiden Prabowo
  Subianto yang ingin membangun Harga Referensi Indonesia atau Indonesia
  Reference Price, sehingga harga acuan komoditas ekspor Indonesia
  dibentuk di dalam negeri, bukan lagi mengacu pada bursa luar
  negeri.&lt;br /&gt;Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil
  Lahadalia mengatakan, nantinya Indonesia dapat menentukan harga
  komoditas sendiri setelah selama puluhan tahun bergantung pada bursa
  di negara lain. Padahal, Indonesia merupakan produsen utama berbagai
  komoditas strategis dunia.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi gini, selama ini kan
  komoditas kita ini kan diatur harganya oleh orang lain, oleh negara
  lain. Dengan bursa komoditas yang diperintahkan oleh Bapak Presiden
  itu, diharapkan seluruh komoditas sumber daya alam kita yang kita
  hasilkan dari negara kita, ya kita sendiri yang mengatur
  harganya,&amp;quot; ucapnya saat ditemui di JCC Senayan Jakarta, Rabu
  (19/8/2026).&lt;br /&gt;Bahlil mengungkapkan, setelah lembaga ini berjalan,
  sejumlah komoditas hasil kekayaan alam yang berasal dari Tanah Air
  Bumi Pertiwi memperoleh harga keekonomian yang baik.&lt;br /&gt;&amp;quot;Masa
  barang-barang punya kita diatur oleh orang lain? Enak aja. Ini yang
  selama ini terjadi. Bapak Presiden Prabowo itu pengen agar seluruh
  kekayaan yang ada di dalam negara kita itu diatur seutuhnya oleh
  negara kita dengan harga keekonomian yang baik,&amp;quot;
  ungkapnya.&lt;br /&gt;Bahlil menambahkan, pemerintah akan memperketat agar
  komoditas tertentu hasil alam Indonesia tidak dijual pada harga yang
  murah. Pemerintah akan menjaga ketersediaan dan permintaan sehingga
  memperoleh harga yang layak.&lt;br /&gt;&amp;quot;&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; contohnya. Selama
  ini kan negara harganya diatur oleh orang lain, negara lain. Kita
  bikin pengetatan, begitu diatur oleh negara lain harganya kan di
  bawah. Begitu kita bikin pengetatan menjaga supply and demand,
  harganya sekarang sudah mulai bagus. Artinya selama ini memang ada
  potensi permainan kan?&amp;quot; sebutnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Menteri
  Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, nantinya Bursa Mineral
  dan Komoditas Strategis bakal diberi nama Indonesia Commodity Exchange
  (Icomex).&lt;br /&gt;&amp;quot;Semua sedang disiapkan,&amp;quot; ujarnya saat
  ditemui di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin
  (17/8/2026).&lt;br /&gt;Prasetyo Hadi menekankan, pastinya
  komoditas-komoditas tersebut merupakan komoditas utama kekayaan alam
  Indonesia, a.l. CPO, nikel, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Belum, belum diputuskan. yang pasti adalah
  komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama.
  misalnya CPO, nikel, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;,&amp;quot; ucapnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ya kurang lebih, Indonesia
  Commodity Exchange atau Icomex,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;Adapun, pemerintah
  tidak menutup kemungkinan adanya opsi penggabungan dengan ICDX ke
  bursa komoditas milik negara, Icomex. Namun, Prasetyo Hadi enggan
  menjelaskan mengenai mekanisme yang digunakan kelak di bursa
  tersebut.&lt;br /&gt;&amp;quot;Ada nanti kita lihat ini, bisa jadi kan mungkin
  bisa gabung, mungkin bisa sendiri,&amp;quot; ucapnya.&lt;br /&gt;Bursa Mineral
  dan Komoditas Strategis sendiri merupakan amanat UU Nomor 4 Tahun 2026
  tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan
  Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).&lt;br /&gt;Bursa tersebut akan dikelola di
  bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ditargetkan mulai
  beroperasi pada 1 Januari 2027. Kebijakan ini menjadi kelanjutan dari
  pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) serta implementasi
  kebijakan ekspor satu pintu yang sebelumnya telah diumumkan
  pemerintah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(wia)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260819190307-4-760724/soal-bursa-mineral-bahlil-kita-sendiri-yang-mengatur-harganya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IEE Series 2026 Kembali Usung Tema Transformasi Keberlanjutan</title>
    <link rel="alternate" href="https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338457" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://www.ugems.id/zh/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5338457</id>
    <updated>2026-08-20T01:00:32Z</updated>
    <published>2026-08-20T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pameran Indonesia Energy and Engineering
  (IEE) Series 2026 kembali digelar pada 3 hingga 12 September 2026.
  Adapun IEE Series terbagi dalam dua sektor yakni Energy Week pada 2-5
  September dan Engineering Week pada 9-12 September.&lt;br /&gt;Ajang
  pertemuan industri B2B terbesar di Asia Tenggara ini mengusung tema
  &amp;quot;Sustainability for Industrial Transformation&amp;quot; sebagaimana
  tema tahun lalu. Deputy Event Director Energy &amp;amp; Engineering Series
  Hanung Hanindito menjelaskan tema ini kembali diusung karena agenda
  transformasi tidak cukup dilakukan dalam jangka waktu
  singkat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami melihat untuk bertransformasi menjadi sesuatu
  yang lebih sustainable, menjadi yang lebih berkelanjutan, lebih baik
  lagi, itu tidak cukup waktu satu atau dua tahun. Itu hal-hal yang
  cukup panjang, yang kami juga menyadari bahwa industri konstruksi di
  dalam IEE Series memiliki dampak juga,&amp;quot; ungkap dia dalam Media
  Briefing IEE Series 2026, Rabu (19/8/2026).&lt;br /&gt;Dengan ini dia
  berharap IEE Series bisa menjadi panggung untuk memulainya agenda
  keberlanjutan bagi masing-masing industri.&lt;br /&gt;&amp;quot;Contohnya untuk
  responsible &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt;,
  untuk energi bersih dan terbarukan, kami berharap platform kami IEE
  Series bisa menjadi wadah untuk menyampaikan informasi-informasi,
  informasi-informasi baik yang ada di industri,&amp;quot; tutur
  dia.&lt;br /&gt;Hanung mengungkapkan untuk Energy Week akan membawahi
  pameran Electric Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data
  Center Asia Jakarta. Sementara Engineering Week mencakup pameran &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt;, pameran construction
  Indonesia untuk infrastructure, dan construction Indonesia untuk
  building materials, industri beton, pameran ke oil and gas, pameran
  water Indonesia untuk industri air dan limbah, Asia Disaster
  Management &amp;amp; Civil Protection Expo and Conference
  (ADEXCO).&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi setelah selesai Energy Week, kita set up
  lagi sebentar untuk berubah menjadi Engineering Week,&amp;quot; terang
  dia.&lt;br /&gt;Dia menjelaskan IEE Series masih menjadi pameran terbesar
  untuk energy and engineering di Asia Tenggara. Saat ini total peserta
  pameran yang terdaftar hingga, Rabu (19/8) sebanyak 2.046 exhibiting
  companies baik dari lokal maupun dari internasional.&lt;br /&gt;Dia juga
  memaparkan IEE Series 2026 mencatat peserta dari 39 exhibiting
  countries dan regions. Total area yang digunakan IEE Series selama dua
  minggu yakni seluas 108.000 m2, dengan area indoor seluas 68.000 m2,
  dan area outdoor seluas 40.000 m2.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi kalau dilihat dari
  pamerannya, kenapa kita besar? Karena kita melakukan multi-industry di
  satu series yang sangat besar, yang komprehensif. Tidak hanya pameran,
  tapi juga ada konferensi, ada seminar, ada kompetisi, dan sudah
  hal-hal yang bersifat juga fun untuk menjadi pamerannya sendiri,&amp;quot;
  pungkas Hanung.&lt;br /&gt;Dalam memperluas ekspansinya IEE Series 2026 juga
  diselenggarakan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada
  10-12 Juni 2026 lalu. Pameran ini menghadirkan pameran &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;mining&lt;/span&gt; Indonesia,
  Construction Indonesia, dan Oil and Gas Indonesia. IEE Series
  Balikpapan 2026 diikuti lebih kurang 100 perusahaan yang menghadirkan
  sekitar 200 merek dagang terkemuka dalam dan luar negeri dari kisaran
  10 negara di area pameran dengan luas 5.000 meter persegi dalam satu
  ekosistem.&lt;br /&gt;IEE Series 2026 juga memperluas platform industrinya
  dengan menghadirkan Indonesia Energy Week Surabaya pada 15-18 Juli
  2026 di Grand City Convention and Exhibition Surabaya. Dalam
  penyelenggaraannya, Indonesia Energy Week Surabaya menghadirkan
  berbagai solusi teknologi dan inovasi industri di sektor energi,
  kelistrikan, serta pengelolaan air dan utilitas industri. Rangkaian
  ini diperkuat oleh dua pameran utama dalam ekosistem IEE Series yakni
  Electric and Power Indonesia dan Water Indonesia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(rah/rah)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260819163651-4-760698/iee-series-2026-kembali-usung-tema-transformasi-keberlanjutan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-08-20T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
