Bahlil Siapkan Gas Pengganti LPG, Bisa Lebih Murah!

Admin Ugems
一分钟阅读 - Sun May 03 01:08:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram (kg) melalui pengembangan Compressed Natural Gas (CNG). Hal itu mengingat, tingginya beban subsidi energi hingga saat ini.
Belum lagi, Bahlil menekankan impor LPG nasional sudah mencapai 7 juta ton per tahun. Menurutnya, gas jenis CNG akan jauh lebih ekonomis karena bersumber langsung dari produksi gas alam domestik yang melimpah.
Dia menyebut pengembangan tabung CNG ukuran 3 kg itu bertujuan untuk memberikan opsi energi yang lebih terjangkau bagi masyarakat sambil memperkuat kedaulatan energi.
"Tetapi untuk yang 3 kg-nya ini baru mau dibuat. Ya kita mau dan ini cost-nya lebih murah 30-40%," ujarnya dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa, Sabtu (2/4/2026).
Rencana pengembangan CNG 3 kg itu juga dipicu oleh besarnya anggaran negara yang harus dialokasikan untuk subsidi LPG setiap tahunnya.
Bahlil mencatat, nilai belanja LPG nasional menyentuh angka Rp 137 triliun per tahun, di mana sebesar Rp 80-87 triliun di antaranya harus disubsidi oleh negara.
"Masalahnya adalah pertanyaan yang selalu saya dapat informasi kenapa kita tidak membuat LPG dalam negeri? Padahal kita gas melimpah. Gas kita nggak pernah impor lagi lho," tegasnya.
Bahlil memaparkan kendala utama produksi LPG domestik terletak pada komposisi gas alam Indonesia yang minim kandungan C3 dan C4 sebagai bahan baku utama LPG. Sebaliknya, cadangan gas bumi Indonesia lebih didominasi oleh jenis C1 dan C2 yang sangat melimpah namun lebih cocok dikonversi menjadi gas pipa atau CNG.
"Saya bilang tidak ada urusan untuk efisiensi kebaikan dan pelayanan rakyat apa pun kita pertaruhkan untuk kita wujudkan agar kita mandiri," imbuhnya.
Selain CNG, pemerintah juga mendorong proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG impor lainnya. Proyek tersebut ditargetkan untuk mengolah batu bara kalori rendah yang tersedia dalam jumlah besar di dalam negeri menjadi produk energi baru.
"DME ini adalah hasil hilirisasi daripada batu bara low calorie untuk kita konversi dia untuk menjadi pengganti LPG," pungkasnya.


(dce)



Source https://www.cnbcindonesia.com

页面评论